PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 Analisis Corak Pemikiran Masyarakat Dalam Melaksanakan Sedekah Jumat Berkah Yuhaswita 1. Imam Mahdi 2. Moch. Iqbal 3. Fatihatur Rahmi Azizah 4 1,2,3Universitas Islam Negeri Fatmawati Soekarno Bengkulu. Thammasat University 4 1Yuhaswita@mail. id, 2imam. mahi@iainbengkulu, 3moc_iqbal@mail. id, 4fatihatur. ra@dome. Abstract: The Friday blessings charity movement has gained popularity and is being actively discussed and practiced by the community some years after the Covid-19 era. The community is competing to carry out Friday blessings charity, which is a manifestation of the community's concern for those in dire need of assistance to fulfill their food needs. The purpose of this study is to analyze the Friday Blessing charity activities using an Islamic Theology The research method employed in this study is qualitative descriptive research, namely a literature review. The sources of data include journals and books on Islamic The research findings reveal that the act of giving Friday alms is considered a virtuous deed due to its concern for fellow human beings. According to Islamic theology, those who engage in Friday alms have utilized their intellect to contemplate both good and evil. Furthermore, individuals who participate in the act of giving Friday alms are considered to be believers in their heart, speech, and actions. The community that has engaged in the blessed Friday activities is a community that thinks rationally, similar to the Mu'tazilah and Qadariyah schools of thought. Keywords: Friday Charity. Islamic Theology. Rational Thinking Abstrak: Gerakan sedekah Jumaat berkah beberapa tahun setelah masa Covid 19 sedang ramai dibincangkan dan dilakukan oleh masyarakat. Masyarakat berlomba-lomba dalam melaksanakan sedekah Jumaat berkah, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian masyarakat terhadap masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kegiatan sedekah Jumat Berkah dengan memakai pendekatan Teologi Islam. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu penelitian deskriftif kualitatif, jenis penelitian yaitu studi kepustakaan. Adapun sumber data seperti jurnal-jurnal, buku teologi Islam. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kegiatan sedekah Jumaat berkah merupakan perbuatan yang baik karena peduli terhadap sesama umat manusia, menurut telaah Teologi Islam bahwa orang-orang yang melakukan sedekah Jumaat berkah telah memfungsikan akalnya untuk berpikir tentang kebaikan dan juga keburukan dan orang yang melaksanakan kegiatan sedekah Jumaat berkah termasuk orang yang telah beriman dengan hati, perkataan dan perbuatan. Masyarakat yang telah melaksanakan kegiatan Jumaat berkah merupakan masyarakat yang berpikir rasional seperti aliran MuAotazilah dan Qadariyah. Kata kunci: Sedekah Jumat. Teologi Islam. Pemikiran Rasional. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 Pendahuluan Dalam Islam ditegaskan bahwa manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna, kesempurnaan manusia secara fisik mampu melakukan berbagai aktivitas dalam kehidupannya. Sedangkan manusia adanya akal dan hati, dua hal ini yang membuat manusia menjadi lebih sempurna dari makhluk Tuhan lainnya sehingga manusia dapat mengekspresikan kehendaknya dan perbuatannya. Ajaran Islam manusia karena sesuai dengan visi dan misi agama Islam adalah untuk menciptakan keharmonisan, kebahagiaan, keselamatan, ketenangan dan kedamaian pada kehidupan setiap manusia di dunia dan akhirat. Islam mengatur, mengajarkan hal-hal yang baik, bermanfaat kepada seluruh umat manusia. Selain mengatur urusan ibadah Islam mengajarkan manusia untuk saling peduli kepada sesama manusia seperti dalam wujud aktivitas tolong menolong, memberi pertolongan1 Sebagaimana diketahui bahwa sedekah adalah pemberian dari seseorang muslim kepada orang lain secara spontan, ikhlas tanpa dibatasi oleh waktu dan Sedekah merupakan suatu pemberian yang diberikan kepada seseorang yang merupakan perilaku yang baik dan mengharapkan keridhaan dan pahala Allah Sedekah merupakan pemberian dari seseorang kepada orang lain yang lebih membutuhkan seperti fakir, atau pihakpihak yang berhak menerima sedekah tanpa 1 Abudin Nata. Studi Islam Komprehensif. Jakarta: Kencana, 2011, hlm. Hamdani. AuSedekah JumAoat sebagai Media Pengembangan Pendidikan Spritual Masyarakat (Studi di Masjid Baburahmah Kota LangsaAy. Jurnal Lentera: Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies. Volume 4. Issue 1, 2022, hal. mengharapkan imbalan. 3 Wujud aktivitas kepedulian kepada sesama yang sedang marak terjadi di tengah-tangah masyarakat seperti pelaksanaan sedekah Jumat berkah, sedekah merupakan anjuran agama Islam untuk memberikan sebagian kecil harta kepada kerabat, tetangga atau orang lain. Sedekah yang diberikan kepada seseorang ada yang berwujud benda dan non benda, sedekah juga tidak ditentukan berapa Sedekah yang berwujud benda seperti gula, beras, minyak, uang dan berwujud bukan materi seperti memberi pertolongan, memberikan senyuman dan Dalam Islam semua perbuatan yang baik, adalah perbuatan yang makruf termasuk perbuatan sedekah. Sedekah perbuatan yang baik dan mulia dalam ajaran agama Islam karena sedekah merupakan wujud perilaku seseorang yang peduli terhadap lingkungan sosialnya. Sedekah merupakan perbuatan yang dapat merubaha sedih menjadi bahagia karena yang menerima sedekah merasa kebutuhan, harapannya terpenuhi walaupun dalam waktu yang pendek. Dalam kajian Teologi Islam sudah lama dikenal beberapa aliran yang memberikan pengaruh kepada corak pemikiran manusia, apakah seseorang Qadariah Jabbariyah. Aliran bercorak rasional dipelopori oleh aliran MuAotazilah dan Qadariyah sedangkan aliran bercorak tradisional di pelopori oleh aliran Asy Auariyah dan Jabbariyah. Perbincangan dari aliran-aliran Kalam ini antara lain membahas tentang perbuatan manusia, sifat Tuhan. Pembahasan 3 Farhad. Humam. Irawan. Deni. AuStrategi Sedekah di RUHAFA (Rumah Sehat Duaf. dalam Membantu Pengobatan Masyarakat Fakir di Kecamatan PamekasanAy. Jurnal Alwatzikhoebillah. Volume 9. No 2, 2023. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 kemampuan akal manusia, menurut Muktazilah yang pemikirannya bercorak rasional mengatakan bahwa akal yang terdapat pada manusia mampu berpikir dalam membedakan sesuatu yang baik dan tidak baik atau akal merupakan ukuran norma akhlak sebelum datangnya syariat. Syariat hanya menguatkan apa yang telah dilakukan oleh akal. Sedangkan aliran Asy AoAriyah yang pemikirannya bercorak tradisional/formalist yang mengatakan bahwa akal manusia tidak mampu membedakan hal yang baik dan buruk, justru Syariatlah yang menuntun akal manusia untuk dapat membedakan sesuatu yang baik dan buruk. 4 Selanjutnya yang menjadi tema yang lebih menarik yaitu melakukan perbuatan . ree well dan Predestinatio. bagi aliran Muktazilah yang bercorak rasional dan bersesuain dengan Qadariah/ manusialah yang menciptakan perbuatanperbuatannya, manusia bebas melakukan perbuatan baik atau buruk dan manusia taat atau tidak taat kepada Tuhan atas kehendak dan kemauan manusia sendiri, hal ini dikarenakan adanya daya dalam diri manusia sebelum adanya perbuatan. Beda Asy AuAriyah pemikirannya bersifat tradisional dan bersesuian dengan aliran Jabariyah yang mengatakan bahwa manusia banyak memiliki kelemahan sehingga banyak kekuasaan Tuhan. Dalam perbuatanperbuatan manusia ada dua unsur yaitu penggerak dan bergerak, yang membuat gerak adalah Tuhan dan bergerak adalah Setelah dilakukan analisa terhadap kegiatan pelaksanaan sedekah Jumaat berkah yang dilaksanakan oleh perorangan atau komunitas yang memberikan atau menyedekahkan makanan/nasi bungkus, minuman serta sembako kepada orang yang anak-anak, pemulung, petani, buruh dan Jemaah sholat Jumat, terlihat dari kegiatan sedekah Jumaat berkah adalah suatu perbuatan yang baik yang dapat memberikan manfaat bagi yang menerima sedekah jumaat berkah. Perbuatan baik yang dilakukan oleh orangorang yang melaksanakan kegiatan sedekah jumaat berkah mengisyarakatkan bahwa membedakan antara perbuatan yang dan buruk, dan perbuatan manusia yang baik atau buruk merupakan kehendak dan kemauan manusia sendiri karena manusia telah diberi daya serta kemampuan akal. Ketika seseorang telah beriman/meyakini yang ditandai dengan tidak hanya cukup mengetahui saja namun juga mengamalkan perintah dan larangan dari ajaran agama. hal ini diungkapkan oleh aliran rasional yaitu Qadariyah dan MuAotazilah. Sedangkan menurut paham aliran AsyAoariyah dan Jabariah yang bercorak tradisional justru bertolak belakang dengan paham aliran MuAotazilah Rumusan Masalah Bagaimana masyarakat dalam melaksanakan sedekah Jumat berkah? Tujuan Penelitian Untuk masyarakat dalam melaksanakan sedekah Jumat berkah. Metode Penelitian Penelitian pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang menggunakan data-data yang hadir dalam bentuk kata-kata, kalimat, ungkapan narasi 4 Hanafi. Ahmad. Theologi Islam (Ilmu Kala. , 5 Nasution. Harun. Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya. Jakarta: UI Press, 1985. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 dan gambar. 6 Penelitian Kualitatif yaitu penelitian yang menekankan analisanya pada proses penyimpulan komparasi serta pada analisis terhadap dinamika hubungan menggunakan logika ilmiah. Penelitian kualitatif merupakan pendekatan yang menghasilkan data deskriptif berupa katakata tertulis dari orang-orang diamati yang tidak dituangkan ke dalam istilah yang digunakan dalam penelitian kuantitatif. Pembahasan Sejarah Munculnya Pemikiran dalam Islam Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki kesempurnaan dari makhluk Tuhan lainnya. Allah swt memberikan kepada Manusia potensipotensi untuk dapat menjalankan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi. Manusia terdiri dari unsur jasmani dan ruhani yang mendukung eksistensinya di muka bumi. Di dalam unsur Rohani manusia terdapat beberapa potensi sehingga manusia dapat perbuatanperbuatan di berbagai aspek kehidupan. Ajaran Islam mengutamakan kebaikan-kebaikan kepada seluruh umat manusia dalam berbagai Ajaran Islam menganjurkan kepada penganutnya agar peduli kepada kehidupan dirinya sendiri maupun orang lain yang ada di Kondisi kehidupan setiap manusia berbeda-beda ada yang kaya, miskin dan sebagainya. Maka Islam menganjurkan kepada orang-orang yang memberi, menolong orang-orang yang kehidupannya sangat sulit. Sikap peduli saudara-saudara memberikan pertolongan lebih dikenal dengan istilah sedekah. Kata sedekah yaitu memberikan sesuatu berupa materii maupun non materi kepada seseorang dengan tujuan sematamata untuk mendapatkan ridha dari Allah swt tanpa mengharapkan balasan apa-apa dari seseorang yang diberi. Secara sederhana sedekah memberikan materi atau 9 Dapat dipahami wujud sedekah dapat berupa makanan, minuman, bahan yang belum diolah seperti beras, minyak goreng, gula, terigu, telur sedangkan sedekah yang tidak dalam wujud non materi seperti membantu orang yang dalam kesulitan seperti menolong orang yang terjatuh, membiayai ongkos rumah sakit, membiayai sekolah anak-anak yang tidak mampu dan sebagainya. Pada hakekatnya manusia diciptakan oleh Tuhan memiliki kesadaran moral, manusia mampu membedakan perbuatanperbuatan yang baik dan buruk10 Manusia memiliki potensi berperilaku positif dan negatif, potensi positif mengarahkan pengetahuan, mengenal Tuhan, berinteraksi dengan orang lain. Sedangkan potensi negatif pada manusia mendorong manusia perbuatan yang buruk/zalim terhadap orang lain seperti sombong, mengingkari nikmat, tidak berterima kasih. Bertolak dari teori di atas, maka kegiatan sedekah Jumat Berkah yang 9 Teguh Saputra. Hikmah Sedekah Dalam Al 6 Abdul Fattah Nasution. Metode Penelitian Kualitatif, ( Bandung. CV. Harfa Creative, 2. , 7 Mestika Zed. Metode Penelitian Kepustakaan, (Jakarta. Yayasan Bogor Indonesia, 2. , hal. 8 Abuddin Nata. Studi Islam Komprehensif, (Jakarta. Kencana, 2. , hal. QurAoan dan Hadis . Gunung Djati Conference Series. Vol. 8, 2022. Hal. 10Murthadha Muthahhari. Perspektif Al Quran Tentang Manusia dan Agama, ( Bandung. Mizan, 1. , hal. 11 Jalaluddin. Teologi Pendidikan, (Jakarta. RajaGrafindo Persada, 2. , hal. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 dilaksanakan oleh para guru dan orang tua murid, komunitas Sijum, tradisi Jumat Berkah di desa Kaballokang Pakkabba Kab Takalar. Komunitas ABI. Komunitas Amuntai, kalangan pedagang ataupun donator, bersemangat untuk melakukan kegiatan sedekah Jumat Berkah. Aktivitas memberikan sesuatu yang bermanfaat apapun bentuknya dalam ajaran agama Islam perbuatan yang baik. 12 Bersedekah dalam wujud makanan-minuman, nasi bungkus akan terasa sangat berarti bagi yang menerimanya karena kesulitan pangan telah sedangkan bersedekah dalam wujud membantu orang yang dalam kesulitan akan membuat orang merasa diringankan dari kesulitan. Bersedekah membutuhkan seperti orang terkena bencana alam, sikap ini adalah perbuatan yang baik. Jadi apa yang telah dilaksanakan oleh guru-guru, pedagang-pedagang dalam melaksanakan kegiatan sedekah Jumat Berkah maka Orang-orang yang melakukan sedekah Jumat berkah di atas yang membagikan makanan, minuman kepada masyarakat yang membutuhkan. Jemaah sholat Jumat, murid-murid, kegiatan ini mengisyaratkan bahwa akal yang terletak pada para pelaksana kegiatan sedekah Jumat berkah dapat membedakan perbuatan yang baik dan perbuatan yang buruk, akal manusia mampu memikirkan manfaat dari berbuat baik dan tidak bermanfaat jika berbuat buruk, jahat dan Maka orang-orang melaksanakan sedekah Jumat berkah sesuai dengan pemikiran dari aliran MuAotazilah yang bercorak rasional dan menganut 12 Ahmad Sangid. Dahsyatnya Sedekah, (Jakarta. Qultum Media, 2. , hal. paham Qadariah mengatakan bahwa akal manusia mampu dan dapat mengetahui Tuhan, mengetahui berterima kasih dan mengetahui perbuatan baik dan perbuatan Ditegaskan bahwa manusia memiliki kehendak, kemauan serta daya yang telah diberikan oleh Tuhan kepada manusia, sehingga manusia bebas berbuat dan menurut aliran Qadariyah akal pada manusia mampu membedakan mana yang baik dan buruk dan mengetahui balasan dari masing-masing perbuatan. 14 Sedangkan aliran AsyAoariyah yang bercorak tradisional Jabariyah mengatakan bahwa akal pada manusia tidak dapat mengetahui Tuhan, berterima kasih dan tidak dapat mengetahui perbuatan baik atau perbuatan buruk sehingga manusia membutuhkan wahyu Allah. 15 Maka dapat disimpulkan para pelaksana kegiatan sedekah Jumat dapat di kelompokkan pada aliran pemikiran MuAotazilah/Rasional dan Qadariah. Kebebasan Manusia Dalam Berbuat Manusia adalah makhluk yang memiliki banyak potensi bawaan, maka manusia mempunyai sebuatan yang beragam karena mempunyai beberapa Manusia dilihat pada aspek intelektualnya disebut homo intelelectus, manusia mampu membuat aneka barang disebut homo faber, manusia yang memiliki bermasyarakat/berinteraksi disebut homo sacinss/homo saciale abima, manusia yang memiliki kemampuan 13 Harun Nasution. Teologi Islam Aliran-Aliran Sejarah Analisa Perbandingan, ( Jakarta. UI Press, 1. , hal. 14 Harun Nasution. Teologi Islam Aliran-Aliran Sejarah Analisa Perbandingan, ( Jakarta. UI Press, 1. , hal. 15 Ilhamuddin. Pemikiran Kalam Al-Baqillani. Studi Tentang Persamaan dan Perbedannya dengan Al AsyAoari, (Yogyakarta. Tiara Wacana, 1. , hal. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 merasa, mengerti, kebijaksanaan dan pengetahuan disebut homo sapiens. Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang kedudukannya lebih tinggi sehingga manusia dipandang lebih mulia dan istimewa dari makhluk lainnya yang diciptakan Tuhan. Kedudukan manusia pada posisi yang tinggi karena manusia diberi kelebihan-kelebihan oleh Tuhan salah satunya adanya akal dengan akal manusia mampu berpikir untuk dapat membedakan antara yang baik dan buruk. Manusia diciptakan Tuhan dalam kondisi sebaik-baik bentuk serta potensi yang dapat Maka dengan potensipotensi itu manusia mampu menaklukan alam, memakmurkan dan melestarikan kelangsungan hidupnya. Dengan hatinya manusia mampu memutuskan sesuatu sesuai dengan petunjuk Rabbnya, dengan raganya manusia mampu menciptakan karya. Tindakan yang benar sehingga manusia tetap pada posisi kemuliaan . lul albab, ahsanu taqwi. Dapat simpulkan bahwa manusia adalah makhluk yang diciptakan Tuhan dengan kelengkapan potensi-potensi agar aktivitas atau perbuatan-perbuatan. Melihat deskripsi berbagai kegiatan sedekah Jumat Berkah yang dilaksanakan oleh guru-guru, perorangan, komunitas Amuntai, komunitas ABI. Lembaga dan para pedagang dilaksanakan secara tulus, ikhlas dan sukarela dan sangat semangat untuk membantu orang lain dalam kesulitan. Pelaksanaan sedekah Jumat Berkah oleh orang-orang tersebut Menurut paham aliran MuAotazilah melakukan perbuatan-perbuatannya apakah 16 M Amin. Manusia Dalam Pandangan Islam. Al Urwatul Wutsqa : Kajian Pendidikan Islam. Vol. No. 2 Desember 2021, hal. 17 Heru Juabdin Sada. Manusia Dalam Perspektif Agama Islam. A- Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam. Vol. Mei 2016. Hal. baik atau buruk. Manusia telah diberi oleh Tuhan daya dan daya tersebut yang mendorong manusia untuk melakukan perbuatan-perbuatan. 18 Karena Tuhan telah memberikan daya pada manusia maka manusia bebas melakukan perbuatanperbuatannya, kemudian kehendak dan kekuasaan Tuhan pada manusia tidak seutuhnya Mutlak. 19 Aliran Qadariah mewujudkan perbuatan-perbuatannya. Manusia berkuasa atas perbuatanperbuatannya, maka manusia sendirilah yang melakukan perbuatan-perbuatan baik atas kehendak dan kekuasannya sendiri dan manusia sendirilah yang menjauhi perbuatan-perbuatan jahat atas kemauan dan dayanya sendiri atau manusia merdeka dalam tingkah lakunya. Manusia berbuat baik atas kemauan dan kehendaknya sendiri dan manusia berbuat jahat atas kemauan dan kehendaknya sendiri. 21 Pada aliran Jabariah berpendapat bahwa Tuhan lah yang menciptakan semua perbuatan manusia , manusia tidak mempunyai sedikitpun, manusia tidak memiliki daya dan kemauan, manusia dalam kondisi terpaksa dalam seluruh Jahm merupakan tokoh Jabariah mengatakan manusia dalam kondisi keterpaksaan, tidak memiliki kekuasaan, kehendak atau ikhtiar. Allahlah yang menciptakan perbuatan manusia sebagaimana Allah menciptakan perbuatan 18 Harun Nasution. Teologi Islam Aliran-Aliran Sejarah Analisa Perbandingan, ( Jakarta. UI Press, 1. , hal. 19 Harun Nasution. Teologi Islam Aliran-Aliran Sejarah Analisa Perbandingan, ( Jakarta. UI Press, 1. , hal. 20 Sirajuddin Zar. Teologi Islam Aliran dan Ajarannya, (Padang. IAIN Press, 2. , hal. 21 Harun Nasution. Teologi Islam Aliran-Aliran Sejarah Analisa Perbandingan, ( Jakarta. UI Press, 1. , hal. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 pada benda mati lainnya. 22 Berbeda dengan AsyAoAriyah, bergantung pada kehendak dan kekuasaan Tuhan sehingga manusia tidak berkuasa untuk menciptakan atau berbuat sesuatu. Atau tidak memiliki kebebasan untuk mewujudkan perbuatan-perbuatannya. Melihat kegiatan Jumat Berkah yang di laksanakan oleh guru ,masyarakat, komunitas Amuntai, komunitas ABI, para pedagang di sekitar masjid Al Hijrah bahwa kegiatan sedekah merupakan perbuatanperbuatan manusia yang sangat terpuji di mata manusia juga menurut agama, kegiatan sedekah Jumat Berkah adalah wujud kepedulian seseorang kepada orang Kegiatan sedekah jumat Berkah dilaksanakan atas kesadaran diri dan bukan atas paksaan dari pihak lain. Nyatalah bahwa manusia yang telah diberikan akal dan daya oleh Tuhan, maka manusia secara perbuatanperbuatan apakah perbuatan baik atau Maka Orang -orang melaksanakan sedekah Jumat Berkah termasuk ke dalam aliran yang bercorak Rasional yang dipelopori oleh aliran MuAotazilah dan Qadariah. Konsep Iman Dari segi Bahasa kata Iman berarti pembenaran,24 Iman adalah kamu percaya kepada Tuhan. Malaikat-Nya. Kitab-Nya, pertemuan dengan_nya diakhirat. UtusanNya dan hari berbangkit. 25 Sebagian ulama 22 Sirajuddin Zar. Teologi Islam Aliran dan Ajarannya, (Padang. IAIN Press, 2. , hal. 23 Harun Nasution. Teologi Islam Aliran-Aliran Sejarah Analisa Perbandingan, ( Jakarta. UI Press, 1. , hal. 24 M. Quraish Shihab. Menabur Pesan Ilahi: Al QurAoan dan Dinamika Kehidupan Masyarakat, (Jakarta. Lentera Hati, 2. , hal. 25 Toshihiko Izutsu. Konsep Kepercayaan Dalam Teologi Islam. Analisis Semantik Iman dan Islam, (Yogyakarta. Tiara Wacan Yogya, 1. , hal. mengartikan sebuah pembenaran hati terhadap apa yang didengar oleh telinga dan pembenaran melalui akal tidaklah cukup harus ada pembenaran dari hati. Dalam Islam yang berhubungan dengan iman yaitu berkaitan dengan rukun iman. Arti lain iman adalah sesuatu yang tidak terjangkau oleh indera, iman berhubungan dengan dengan nilai, prinsip-prinsip pokok yang menjadi pondasi, pendorong untuk menuju hal konkrit yang boleh bertentangan dengan akal atau ilmu. Maka iman yang benar akan mewujudkan aktivitas yang benar dan menjadi kekuatan dalam menghadapi tantangan bukan kelemahan. Iman dalam ajaran Islam tidak menuntut seseorang untuk menutup mata hati dan pikiran disampaikan kepadanya oleh siapapun tetapi menuntut pembenaran setelah menggunakan nalar dan membuktikan diragukan kebenarannya dan informasinya dan tidak bertentangan dengan akal sehat. Jika ingin membedakan antara iman dan ilmu yaitu, iman bersumber dari hati sedangkan ilmu bersumber dari akal. Ilmu memberikan kekuatan yang menerang, menuntun jalan dan ilmu melahirkan alat produksi, akselerasi. Sedangkan iman menumbuhkan harapan, dorongan bagi jiwa, menetapkan arah yang dituju, memelihara kehendak yang maha Suci. Konsep Iman bagi aliran MuAotazilah kepatuhan merupakan esensi nyata dari iman dan iman disertai dengan perbuatan baik, jika seseorang yang beriman namun tidak diiringi dengan perbuatan baik maka tidak akan mendapat pertolongan, cahaya Ilahi. Quraish Shihab. Menabur Pesan Ilahi: Al QurAoan dan Dinamika Kehidupan Masyarakat, (Jakarta. Lentera Hati, 2. , hal. 27 Toshihiko Izutsu. Konsep Kepercayaan Dalam Teologi Islam. Analisis Semantik Iman dan Islam, (Yogyakarta. Tiara Wacan Yogya, 1. , hal. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 Bagi MuAotazilah cenderung memberikan daya yang kuat pada akal mengatakan iman hanya sekedar tasdiq/pembenaran terhadapa apa yang didengar maAorifah . engetahui benar apa yang diyakin. , dan amal/perbuatanperbuatan akibat dari mengetahui Tuhan. Aliran AsyAoariah menyatakan iman adalah al-tasdiq bi Allah . embenaran tentang Allah atau menerima sebagai benar informasi tentang adanya Alla. Iman tidak sampai pada maAorifah atau amal karena pengetahuan . dan amal perbuatan akan timbul setelah datangnya kabar dari wahyu . esuatu yang diiman. 28 Sedangkan aliran Maturidiyah Bukhara berpendapat iman adalah penerimaan dalam hati, lidah bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, tidak ada yang mirip dengan Allah. Iman tidak sampai maAorifah/amal namun harus tasdiq. Berdasarkan deskripsi orang-orang yang melaksanakan kegiatan sedekah Jumat Berkah. Para penyumbang sedekah Jumat berkah membagikan nasi, makanan, minuman kepada orang yang hadir dalam sholat Jumat dan juga anak-anak, tujuan minuman untuk membahagiakan orang lain dan untuk memberikan motivasi agar anakanak rajin sholat. 29 Masyarakat Desa Kaballokang Pakkabba sejak dilanda Covid 19 hingga sekarang masih melakukan sedekah Jumat berkah kepada Jemaah sholat Subuh. Sholat Jumat, para petani, kuli, anak-anak yang orang tuanya kurang mampu. Sedekah Jumat berkah berupa 28 Alkhendra, . Pemikiran Kalam, (Bandung. Alfabeta: 2. , hal. Bahagia. Mutual Assisting. Religion And Moraliti Value Of Jumat Berkah In Student Perspective. Edukatif: Jurnal Pendidikan Vol 2, nomor 3. Tahun 2022, hal. 30 Abdul Rahman. Kanre Juma: Tradisi Jumat Berkah di Wilayah Peri Urban Desa Kaballokang Pakkabba Kabupaten Takalar . Jurnal Of Urban Pada awalnya kegiatan sedekah Jumat berkah dilakukan oleh perorangan secara bertahap kegiatan sedekah jumat berkah berkembang menjadi sebuah komunitas ABI, setiap Jumat komunitas Abi membagikan sembako, alat tulis kepada kelurahan Madatte. Kecamatan Polewali. Kabupaten Polewali Mandar. Provinsi Sulawesi Barat. Para donator komunitas ABI dengan berbagi di sedekah Jumat berkah untuk memperoleh keberkahan atas rezki dari Tuhan. 31 Berbagi nasi bungkus Jumat Berkah yang dilaksanakan di Amuntai. Jumat merupakan wujud mendapatkan keridhaan dari Tuhan, melakukan sedekah nasi bungkus Jumat berkah merupakan wujud ketaatan terhadap ajaran agama Islam. Terlihat secara jelas dari ungkapan orang-orang yang melaksanakan sedekah Jumaat berkah baik secara perorangan maupun Bersama atau komunitas telah melakukan perbuatan yang baik sesuai dengan ajaran agama Islam. Dalam ajaran berbuat baik merupakan bagian dari sedekah, dan sedekah itu dapat berupa non materi maupun materi, bersedekah dalam wujud non materi seperti membantu orang dalam kesulitan menghadapi kehidupan seperti menolong orang mengalami akibat dari kecelakaan, membantu mendorong gerobak yang dibawa oleh orang yang sudah tua dan sebagainya. Sedangkan melakukan Sociology. Volume 6. Issue 2. October 2023, hal 31Nasrah Natsir ,Sedekah Berbagi di Jum'at berkah oleh Komunitas ABI . yo sedekah untuk Indonesi. dan KKN PPL terpadu UNM angkatan XXi 2021. Jurnal Lepa-lepa Open. Volume 2 Nomor 6, 2022, hal. 32Muhammad Rafi. Living Hadis: Tradisi Sedekah Nasi Bungkus Hari JumAoat Oleh Komunitas Sijum Amuntai. JURNAL LIVING HADIS. Vol. IV, Nomor 1. Mei 2019, hal. 17,18 PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 sedekah dalam wujud materi seperti memberikan makanan, minuman, sembako kepada orang-orang yang membutuhkan. Para pelaku kegiatan sedekah Jumat Berkah baik perorang atau komunitas dapat digolongkan pada orang-orang yang beriman, sebagaimana dijelaskan pada teori sebelumnya bahwa orang yang beriman Tuhan agamanya akan secara ikhlas melakukan kebaikan-kebaikan kepada orang lain dan menjauhi segala perbuatan yang buruk yang dibenci oleh agamanya. Orang beriman meyakini perbuatan baik akan mendapat upah atau ganjaran surga dari Tuhan begitu juga sebaliknya. Terlihat orang-orang yang melakukan sedekah Jumaat Berkah tidak sekedar meyakini/membenarkan ajaran agamanya tetapi juga mengamalkan ajaran agama dalam kehidupannya. Artinya orangorang yang melakukan sedekah Jumaat baik secara perorangan atau komunitas termasuk ke dalam aliran MuAotazilah juga Qadariyah yang bercorak rasional. Kesimpulan Penelitian bahwa gerakan sedekah Jumat Berkah, yang menjadi semakin populer di kalangan masyarakat setelah masa pandemi Covid-19, merupakan manifestasi dari solidaritas dan kepedulian sosial yang mendalam terhadap individu-individu bantuan, terutama dalam hal pemenuhan Gerakan memperlihatkan bagaimana masyarakat secara kolektif berusaha meringankan beban sesama melalui sumbangan rutin setiap hari Jumat. Dari perspektif Teologi Islam, kegiatan sedekah Jumat Berkah tidak hanya dilihat sebagai tindakan kebaikan sosial, tetapi juga sebagai cerminan dari penggunaan akal dan iman dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini, penelitian menemukan bahwa masyarakat yang aktif dalam gerakan ini telah keburukan, suatu konsep yang sangat dihargai dalam ajaran Islam. Menggunakan pendekatan teologi Islam, terutama pandangan dari aliran MuAotazilah dan Qadariyah, penelitian ini menyoroti bahwa mereka yang terlibat dalam sedekah Jumat Berkah menunjukkan pemikiran rasional. Menurut pandangan ini, individu yang melakukan sedekah Jumat Berkah dianggap telah mengaktualisasikan iman mereka melalui tiga aspek utama: hati, perkataan, dan perbuatan. Mereka telah merencanakan dan melaksanakan tindakan yang membawa manfaat nyata bagi orang lain, yang sesuai dengan prinsip-prinsip dasar teologi Islam. Aliran MuAotazilah, yang menekankan pentingnya akal dalam memahami ajaran agama dan membedakan antara yang benar dan salah, melihat tindakan sedekah Jumat Berkah sebagai contoh dari penerapan rasionalitas dalam Demikian pula. Qadariyah yang menekankan kebebasan kehendak manusia dalam menentukan nasibnya sendiri, akan memandang gerakan ini sebagai bukti bahwa manusia dapat memilih untuk berbuat baik secara aktif dan sukarela. Dengan demikian, gerakan sedekah Jumat Berkah tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas sosial yang positif, tetapi juga teologis yang rasional. Masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa mereka memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya membantu sesama, serta mempraktekkan ajaran agama mereka dengan cara yang mencerminkan keimanan dan penggunaan akal secara harmonis. Daftar Pustaka