ISSN 1979-4835 E-ISSN 2721-2335 ANALISIS PENENTUAN TIPE FONDASI PILAR JEMBATAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) (Studi Kasus: Pembangunan Jembatan Walahar Kecamatan Ciampel. Kabupaten Karawan. Deny Sukmawan1. Agus Rachmat2. Yushar Kadir3 Program Magister Teknik Sipil. Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung Email : densukmawand@gmail. ABSTRAK Pertumbuhan volume lalu lintas yang meningkat setiap harinya melintasi jembatan bendung Walahar, sehingga derajat kejenuhan lalu lintas semakin tinggi maka perlu dibuat alternatif pembangunan jembatan Bendungan Walahar dibangun pada Tahun 1925, panjang bentang rencana jembatan adalah 130 m, dengan posisi pilar jembatan berada ditengah sungai, dan terdapat pipa gas pertamina terletak sejajar Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) pada penelitian ini digunakan untuk menentukan alternatif tipe fondasi jembatan Walahar yang efektif dan efisien berdasarkan pada kriteria-kriteria seperti kekuatan struktur, dampak lingkungan, biaya, waktu, aksesabilitas, dan metode pelaksanaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai bobot tertinggi didapatkan pada kekuatan struktur sebesar 28,8%, biaya pelaksanaan sebesar 24,1%, waktu pelaksanaan sebesar 17,2%, metode pelaksanaan sebesar 13,3%, aksesabilitas sebesar 9,7%, dan yang terendah adalah dampak lingkungan sebesar 7,0%. Tipe fondasi yang dikaji pada penelitian ini adalah fondasi Tiang beton pratekan pracetak, bored piles, pipa baja, dan fondasi Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase tertinggi dicapai oleh fondasi tiang beton pratekan pracetak sebesar 28,9%, fondasi bored piles sebesar 28,1%, fondasi tiang beton pipa baja sebesar 22,5%, dan persentase terendah adalah fondasi sumuran sebesar 20,5%. Berdasarkan urutan persentase diatas dapat diketahui bahwa fondasi tiang beton pratekan pracetak merupakan alternatif tipe fondasi yang paling efektif dan efisien untuk digunakan pada pilar jembatan Walahar Kata kunci: Jembatan Walahar. Fondasi. AHP PENDAHULUAN bendung Walahar, sehingga derajat kejenuhan Di wilayah desa Walahar kecamatan Klari lalu lintas semakin tinggi maka perlu dibuat yang berbatasan langsung dengan wilayah bendung Walahar yang dibangun tahun 1925 melintasi sungai Citarum dinamakan bendung sehingga diperlukan penanganan khusus dalam Walahar, fungsi bendung Walahar adalah pelaksanaan pembangunan jembatan Walahar, untuk kebutuhan air baku dan pertanian sejajar bendung walahar terdapat jalur pipa melalui saluran induk tarum utara. PGN/Pertamina berupa jembatan pipa maupun Ciampel yang tertanam dalam palung sungai. Panjang meningkat setiap harinya melintasi jembatan bentang rencana jembatan Walahar adalah 130 Pertumbuhan Jurnal Techno-Socio Ekonomika. Volume 13 No. 1 April 2020 Universitas Sangga Buana YPKP ISSN 1979-4835 E-ISSN 2721-2335 m, dengan posisi pilar Jembatan berada pada jembatan Walahar yang efektif dan efisien tengah sungai, tinggi muka air normal 6 meter menggunakan metode AHP dan tinggi muka air banjir 9 meter. Tujuan Penelitian Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Mendapatkan presentase prioritas kriteria jenis fondasi yang mempengaruhi pemilihan menentukan alternatif tipe fondasi jembatan fondasi pilar jembatan Walahar Walahar yang efektif dan efisien, dengan Mendapatkan alternatif jenis fondasi pilar menstruktur suatu hirarki kriteria terhadap jembatan Walahar yang efektif dan efisien alternatif solusi dan melakukan pembobotan menggunakan metode AHP. atau prioritas. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini TINJAUAN PUSTAKA Jembatan Kriteria sungai/saluran air, lembah atau jalan lain yang kekuatan struktur, metode pelaksanaan, tidak sama tinggi permukaannya. Dalam biaya, waktu, dan dampak lingkungan yang paling berpengaruh terhadap pemilihan jenis fondasi pada pilar jembatan Walahar? persyaratan teknis dan estetika-arsitektural . Jenis fondasi manakah yang paling tepat Jenis fondasi secara umum dibagi menjadi dua, digunakan pada pilar jembatan Walahar di antara fondasi pratekan pracetak, pipa baja. Fondasi dangkal adalah struktur konstruksi bored piles, dan fondasi sumuran? paling bawah yang berfungsi meneruskan Apakah dengan menerapkan metode AHP beban bangunan ke lapisan tanah keras yang berada relatif dekat dengan permukaan tanah fondasi pada pilar jembatan yang efektif . dan efisien? Fondasi dalam merupakan struktur bawah Maksud Penelitian Menganalisis faktor-faktor meneruskan beban konstruksi ke lapisan tanah mempengaruhi pemilihan jenis fondasi pilar keras yang berada jauh dari permukaan tanah jembatan Walahar berdasarkan kriteria. Melakukan Analisis atau Kajian terhadap pemilihan alternatif tipe fondasi pada pilar Jenis fondasi pada penelitian ini adalah fondasi dalam yaitu: Jurnal Techno-Socio Ekonomika. Volume 13 No. 1 April 2020 Universitas Sangga Buana YPKP ISSN 1979-4835 E-ISSN 2721-2335 Fondasi Pratekan Pracetak. merupakan bagian dari struktur yang digunakan untuk menerima multi kriteria yang kompleks menjadi suatu dan menyalurkan beban dari struktur atas ke hirarki . tanah pada kedalaman tertentu, digunakan jika tanah yang berada dibawah dasar bangunan Langkah-langkah AHP tidak mempunyai daya dukung yang cukup C Mendefinisikan masalah dan menentukan solusi alternatif yang diinginkan. untuk memikul berat bangunan beban yang C Membuat struktur hierarki yang diawali bekerja padanya . dengan tujuan utama . Fondasi Pipa Baja. tiang pancang baja yang digunakan dapat berupa pipa baja dengan C Membuat matrik perbandingan berpasangan ujung terbuka atau tertutup, pada umumnya (Pairwise Compariso. penggunaan tiang baja dengan ujung terbuka, menggambarkan kontribusi relatif atau akan menghasilkan perpindahan yang besar pengaruh setiap elemen terhadap tujuan atau pada tanah sekitar tiang yang diakibatkan oleh kriteria yang setingkat di atasnya. desakkan tiang pada waktu pemancangan . C Menormalisasi data dengan membagi nilai Fondasi Bored Piles. merupakan fondasi tiang dari setiap elemen di dalam matriks yang berpasangan dengan nilai total dari setiap mengebor tanah lebih dahulu, kemudian diisi tulangan dan dicor beton. Apabila tanah C Mendefinisikan perbandingan berpasangan mengandung air, maka dibutuhkan pipa besi . emporary casin. untuk menahan dinding seluruhnya sebanyak n x [. buah, lubang dari kelongsoran . dengan n adalah banyaknya elemen yang Fondasi Sumuran . ell foundatio. fondasi ini digunakan jika tanah dasar terletak pada menggunakan beton siklop sebagai pengisinya C langkah 3 dan 4 dilakukan pengulangan kedalaman yang relatif dalam. Jenis fondasi untuk seluruh tingkat hirarki. C Menghitung vektor eigen C Memeriksa konsistensi hirarki . CR=CI/RI Kajian Analytical Hierarchy Process (AHP) Analytical Hierarchy Process (AHP) adalah salah suatu model pendukung keputusan yang Dimana: = Consistency Ratio = Consistency Index = Random Consistency Index Jurnal Techno-Socio Ekonomika. Volume 13 No. 1 April 2020 Universitas Sangga Buana YPKP ISSN 1979-4835 E-ISSN 2721-2335 Nilai Consitency Index diperoleh dari rumus: Analisis data ini dikerjakan dengan CI=(An(A_maks-. )/. bantuan program expert choice versi 11 dan Dimana: SPSS untuk uji validitas dan reliabilitas data. Tahapan penelitian dapat dilihat dalam gambar = Consistency Index = Nilai maks. = Ukuran matrik Variabel dalam penelitian ini sebagai berikut: Apabila CR < 0,1 maka hasil penilaian Y = Alternatif tipe fondasi Jembatan penilitian dikatakan konsisten. Dalam penelitian ini selain menggunakan analisa perhitungan AHP mengunakan Ms. Excel juga dibantu dengan software expert X = Kriteria pemilihan tipe fondasi Jembatan X1 = Aksesibilitas X2 = Kekuatan struktur X3 = Metode pelaksanaan choice v. X4 = Biaya pelaksanaan X5 = Waktu pelaksanaan METODOLOGI PENELITIAN Penelitian pembangunan jembatan Walahar kecamatan Ciampel, pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif digunakan untuk mengukur kriteria-kriteria bersumber dari studi literatur, hasil observasi dan wawancara, sedangkan metode kuantitatif hierarki dan menghitung pembobotan setiap X6 = Dampak lingkungan Maka, dibuat model alternatif tipe fondasi sebagai berikut: Model F1 = Fondasi pratekan pracetak Model F2 = Fondasi tiang beton pipa baja Model F3 = Fondasi bore piles Model F4 = Fondasi sumuran Dari variabel Ae variabel data dan model alternatif pemilihan tipe fondasi jembatan dapat digambarkan struktur hirarki metode AHP dapat dilihat pada gambar 2. Jurnal Techno-Socio Ekonomika. Volume 13 No. 1 April 2020 Universitas Sangga Buana YPKP ISSN 1979-4835 E-ISSN 2721-2335 Gambar 1. Alir Tahapan Penelitian Gambar 2. Model Hirarki Metode AHP berada di tengah sungai, diperoleh data Tinggi HASIL DAN PEMBAHASAN Rencana Muka Air Normal 6 m dan tinggi Muka Air Walahar dari hasil Laporan DED diketahui Banjir 9 m, lebar lantai total = 10 m. panjang bentang Jembatan Walahar adalah 130 Data kondisi tanah berdasarkan hasil Sonding m, terbagi menjadi tiga bentang dengan Penetration Test (SPT) pada kedalaman 24 m panjang bentang satu = 40 m, panjang bentang dengan nilai N SPT 60 pukulan diketahui jenis dua = 50 m, dan panjang bentang tiga = 40 m. tanah pasir padat keras, pengujian bor dalam Posisi abutment jembatan berada pada tanah pada titik pilar jembatan dan hasil pengujian darat sedangkan dua buah pilar jembatan Jurnal Techno-Socio Ekonomika. Volume 13 No. 1 April 2020 Universitas Sangga Buana YPKP ISSN 1979-4835 E-ISSN 2721-2335 dari pengambilan sampel tanah di laboratorium dalam menangani proyek jembatan minimal 5 pada kedalaman tanah 9,60 m tahun terdiri dari unsur dinas PUPR, konsultan didapatkan kekuatan konus tanah qc max dan tenaga ahli jembatan. adalah 200 kg/cm2 dan jumlah hambatan pengambilan sampel penelitian ini di lakukan pelekat (JHP) sebesar 396 kg/cm, sudut geser secara random, menggunakan rumus . tanah (I) 14o, nilai kohesi (C. 22 kN/ m2 n = N/. e^2 ) a. dengan jenis tanah lempung lunak. = ukuran sampel = 53 orang = ukuran populasi = 60 = Persen Kelonggaran = Deskripsi Responden Responden dari penelitian ini adalah orangorang yang mengetahui dan berpengalaman 0,05 Tabel 1. Data Responden berdasarkan Jabatan Jabatan dalam proyek KPA/PPK Perencana jembatan DPUPR Pengawas lapangan Site Engineering Konsultan perencana Konsultan supervisi Pelaksana Mandor Tenaga ahli jembatan Jumlah Jumlah Responden (Oran. 5,66 13,21 9,43 9,43 11,32 7,55 16,98 22,64 3,77 Sumber: data primer yang sudah diolah, 2019 Tabel 2. Data Responden berdasarkan Pengalaman Jabatan dalam proyek 5 Ae 10 tahun 10 Ae 15 tahun 15 Ae 20 tahun 20 Ae 25 tahun Jumlah Responden (Oran. 50,94 28,30 16,98 3,77 Jumlah Sumber: data primer yang sudah diolah, 2019 Uji Validitas Uji ini dilakukan dengan cara membandingkan signifikansi 5% maka r tabel adalah 0,271. angka r hitung dan r tabel. , jika r hitung > rtabel, maka Berdasarkan hasil uji validitas maka data item butir pernyataan dikatakan valid. Nilai r dalam penelitian ini dinyatakan valid dimana hitung dengan mengunakan program SPSS versi nilai korelasinya lebih besar dari r tabel 0,271 23, sedangkan r tabel dicari dengan cara melihat . %) atau rhitung > rtabel. Jurnal Techno-Socio Ekonomika. Volume 13 No. 1 April 2020 Universitas Sangga Buana YPKP N=53, ISSN 1979-4835 E-ISSN 2721-2335 Uji Reliabilitas berpasangan dari kriteria tersebut. asil kuesioner dikatakan reliabel jika jawaban perhitungan lihat tabel . Matriks Preferensi Kriteria. Uji reliabilitas menggunakan uji Pada tahap ini akan dilakukan perhitungan statistik Cronbach Alpha. Suatu instrumen vektor dari tabel 5 dan bobot rata-rata tabel 6. dikatakan reliabel apabila nilai Cronbach . asil perhitungan lihat tabel . Alpha > 0,60 maka instrumen yang digunakan . Menghitung Rasio Konsistensi (CR). Hasil pengujian reliabilitas diperoleh Setelah nilai cronbach alpha hitung adalah 0,740 . Kuat, dengan batasan 0,600 Ae 0,799. konsistensi (CR) menggunakan rumus 2. Dimana: Analisis Perhitungan AHP RI = 1,24 . abel 3 untuk n =. Hasil kuisioner responden terhadap penilaian CI = 0,092. penentuan alternatif tipe fondasi = CI/RI Walahar, = 0,092/1,24 = 0,07 . %) . menentukan prioritas kriteria. Dari hasil perhitungan nilai CR = 0,07 . %) . Matriks Perbandingan Berpasangan. nilai CR < 0,1, maka perhitungan dapat Pada tahap ini akan dilakukan penilain perbandingan berpasangan antar kriteria. Merangking Kriteria tabel . Setelah . Matriks Normalisasi Kriteria. selanjutnya adalah membuat peringkat prioritas Pada tahap ini akan dilakukan perhitungan dari kriteria berdasarkan nilai bobot dari matrik tabel 6 dengan cara membagi jumlah dari normalisasi kriteria. ihat tabel . kriteria satu terhadap perbandingan Tabel 3. Matriks Perbandingan berpasangan kriteria Kriteria Total 0,33 11,33 0,33 0,50 0,50 0,50 0,33 3,17 0,50 0,33 8,83 0,33 0,50 0,33 0,50 4,67 0,33 0,33 0,50 7,17 14,00 Sumber: data primer yang sudah diolah, 2019 Keterangan: Input kuisioner responden dalam matriks menggunakan perhitungan AHP dengan Ms. Excel adalah 9Ao Ae 1 Ae 9, dimana 9Ao= 9 dan 9 = 1/9 . nput dalam desima. berlaku untuk kebalikannya. Jurnal Techno-Socio Ekonomika. Volume 13 No. 1 April 2020 Universitas Sangga Buana YPKP ISSN 1979-4835 E-ISSN 2721-2335 Tabel 4. Hasil Matriks Normalisasi kriteria Kriteria 0,088 0,265 0,176 0,265 0,176 0,029 0,105 0,316 0,158 0,158 0,158 0,105 0,057 0,226 0,113 0,226 0,340 0,038 0,071 0,429 0,107 0,214 0,071 0,107 0,047 0,279 0,047 0,419 0,140 0,070 0,214 0,214 0,214 0,143 0,143 0,071 Jumlah Bobot Rata-rata 0,097 0,288 0,136 0,237 0,171 0,070 1,000 Sumber: data primer yang sudah diolah, 2019 Keterangan: X1,1 = nilai X1,1 / kolom X1 X2,1 = nilai X2,1 / kolom X1 Adan seterusnya untuk hasil nilai kolom X1. X1,2 = nilai X1,2 / kolom X2 X2,2 = nilai X2,2 / kolom X2 Adan seterusnya untuk hasil nilai kolom X2. Cara perhitungan yang sama untuk mencari nilai tiap kolom X3. X4. X5 dan X6. Perhitungan bobot rata-rata dengan cara baris kriteria dibagi n = 6. Untuk memeriksa hasil perhitungan sudah benar, maka nilai bobot rata-rata dijumlahkan jika nilainya 1 . , maka perhitungan sudah benar. Tabel 5. Hasil Matriks Preferensi kriteria Kriteria 1,000 3,000 2,000 3,000 2,000 0,333 0,333 1,000 0,500 0,500 0,500 0,333 0,500 2,000 1,000 2,000 3,000 0,333 0,333 2,000 0,500 1,000 0,333 0,500 0,333 2,000 0,333 3,000 1,000 0,500 3,000 3,000 3,000 2,000 2,000 1,000 Bobot rata-rata 0,097 0,288 0,136 0,237 0,171 0,070 Jumlah = Lamda/n = Lamda 6,261 6,521 6,330 6,732 6,635 6,392 38,771 6,462 Sumber: data primer yang sudah diolah, 2019 Keterangan: Lamda X1= (X1 x rata-rata X. (X2 x rata-rata X. (X3 x rata-rata X. (X4 x rata-rata X. (X5 x rata-rata X. (X6 x rata-rata X. dan seterusnya untuk perhitungan lamda X2 Ae X6. Tabel 6. Rangking Prioritas kriteria Kriteria Aksesabilitas (X. Kekuatan struktur (X. Metode pelaksanaan (X. Biaya pelaksanaan (X. Waktu pelaksanaan (X. Dampak lingkungan (X. Bobot 0,097 0,288 0,136 0,237 0,171 0,070 9,7% 28,8% 13,6% 23,7% 17,1% 7,0% Rangking Ket. Sumber: data primer yang sudah diolah, 2019 Gambar 3. Diagram Bobot Prioritas Kriteria Jurnal Techno-Socio Ekonomika. Volume 13 No. 1 April 2020 Universitas Sangga Buana YPKP ISSN 1979-4835 E-ISSN 2721-2335 Hasil AHP Menetukan Prioritas Alternatif Tipe kriteria, kriteria aksesibilitas (X. nilai 0,097 Fondasi . ,7%), kekuatan struktur (X. nilai 0,288 . Matriks Perbandingan Berpasangan . ,8%), metode pelaksanaan (X. nilai 0,136 Pada tahap ini akan dilakukan penilaian . ,6%), biaya pelaksanaan (X. nilai 0,237 . ,7%), waktu pelaksanaan (X. nilai 0,171 fondasi yaitu fondasi tiang beton pratekan . ,1%), dampak lingkungan (X. nilai 0,070 pracetak (F. , fondasi tiang beton pipa baja . ,0%). Kriteria kekuatan struktur (X. (F. , fondasi bored piles (F. dan fondasi merupakan prioritas terbaik dengan bobot nilai sumuran (F. terhadap kriteria berdasarkan 0,288 atau sebesar 28,8%. hasil kuisioner. Tabel 7. Matriks Perbandingan Berpasangan Alternatif Terhadap kriteria Kriteria Matrik Perbandingan berpasangan 0,33 0,20 0,20 Aksesabilitas (X. 0,33 0,50 0,50 Jumlah 13,00 6,33 3,53 2,20 0,50 Kekuatan struktur (X. 0,50 0,50 0,33 0,20 0,33 Jumlah 3,83 3,70 3,83 12,00 0,50 Metode pelaksanaan 0,50 0,50 (X. 0,25 0,33 0,20 Jumlah 3,75 5,33 2,20 13,00 3,00 0,33 Biaya pelaksanaan (X. 0,50 0,50 0,33 0,33 0,25 Jumlah 4,83 8,00 8,50 1,92 Waktu pelaksanaan 0,20 0,33 (X. 0,33 0,14 0,20 0,14 Jumlah 1,68 9,20 4,48 20,00 0,50 0,20 0,50 Dampak lingkungan (X. 0,50 0,33 0,50 Jumlah 10,00 2,33 3,70 6,50 Sumber: data primer yang sudah diolah, 2019. Jurnal Techno-Socio Ekonomika. Volume 13 No. 1 April 2020 Universitas Sangga Buana YPKP ISSN 1979-4835 E-ISSN 2721-2335 Matriks Normalisasi kriteria terhadap perbandingan berpasangan Alternatif dari alternatif kriteria tersebut. terhadap Kriteria. Tahap ini dilakukan perhitungan dari tabel 9 dengan cara membagi jumlah dari alternatif Tabel 8a. Hasil Matriks Normalisasi Alternatif Terhadap kriteria . Kriteria Aksesabilitas (X. 0,077 0,231 0,308 0,385 Matrik Normalisasi 0,053 0,057 0,091 0,158 0,094 0,227 0,474 0,283 0,227 0,316 0,566 0,455 Bobot 0,069 0,178 0,323 0,430 1,000 Sumber: data primer yang sudah diolah, 2019. Tabel 8b. Hasil Matriks Normalisasi Alternatif Terhadap kriteria . Kriteria Matrik Normalisasi 0,541 0,130 0,250 0,270 0,522 0,417 0,135 0,261 0,250 0,054 0,087 0,083 Kekuatan struktur (X. 0,261 0,130 0,522 0,087 Metode (X. 0,267 0,133 0,533 0,067 0,375 0,188 0,375 0,063 0,227 0,227 0,455 0,091 0,308 0,231 0,385 0,077 Biaya (X. 0,207 0,103 0,069 0,621 0,250 0,125 0,250 0,375 0,353 0,059 0,118 0,471 0,174 0,174 0,130 0,522 Waktu (X. 0,597 0,119 0,199 0,085 0,543 0,109 0,326 0,022 0,670 0,074 0,223 0,032 0,350 0,250 0,350 0,050 Dampak (X. 0,100 0,200 0,500 0,200 0,214 0,429 0,214 0,143 0,054 0,541 0,270 0,135 0,077 0,462 0,308 0,154 Bobot 0,295 0,335 0,292 0,078 1,000 Bobot 0,294 0,195 0,437 0,074 1,000 Bobot 0,246 0,115 0,142 0,497 1,000 Bobot 0,540 0,138 0,275 0,047 1,000 Bobot 0,111 0,408 0,323 0,158 1,000 Sumber: data primer yang sudah diolah, 2019. Jurnal Techno-Socio Ekonomika. Volume 13 No. 1 April 2020 Universitas Sangga Buana YPKP ISSN 1979-4835 E-ISSN 2721-2335 Menentukan Bobot Prefernsi kriteria yang sama pada alternatif, namun Rangking Alternatif Terhadap Kriteria. Perhitungan untuk mencari bobot prioritas alternatif dengan cara melakukan perkalian memeriksa nilai konsisten CR < 0,1. matrik dari rata-rata kriteria dengan rata-rata Tabel 9. Hasil Rekap CR Alternatif Kriteria Aksesabilitas (X. Kekuatan struktur (X. Metode pelaksanaan (X. Biaya pelaksanaan (X. Waktu pelaksanaan (X. Dampak lingkungan (X. Konsistensi hierarki Lamda Maks. 4,081 4,218 4,057 4,215 4,247 4,260 (Tabe. 0,90 0,90 0,90 0,90 0,90 0,90 Keterangan 0,027 0,073 0,019 0,072 0,082 0,087 0,03 0,08 0,02 0,08 0,09 0,10 0,07 Konsisten Konsisten Konsisten Konsisten Konsisten Konsisten Konsisten Sumber: data primer yang sudah diolah, 2019. Nilai rasio konsistensi (CR) adalah 0,07 < 0,1 . Merangking Alternatif maka perhitungan dapat diterima. Selanjutnya Rangking prioritas alternatif tipe fondasi dilakukan perhitungan untuk mencari bobot prioritas alternatif. terhadap kriteria. Tabel 10. Hasil Perhitungan Bobot Preferensi Alternatif dan Rangking Kriteria Kriteria Alternatif Tipe Fondasi 0,097 0,288 Rata-rata kriteria Fondasi pra tekan pracetak (F. 0,069 0,295 Fondasi pipa baja (F. 0,178 0,335 Fondasi bored piles (F. 0,323 0,292 Fondasi sumuran (F. 0,430 0,078 Sumber: data primer yang sudah diolah, 2019. 0,136 0,294 0,195 0,437 0,074 0,237 0,246 0,115 0,142 0,497 0,171 0,540 0,138 0,275 0,047 0,070 0,111 0,408 0,323 0,158 Bobot Rangking 0,291 0,220 0,278 0,211 29,06% 21,98% 27,82% 21,15% Dari hasil perhitungan analisa AHP terhadap pracetak (F. merupakan alternatif terbaik alternatif tipe fondasi diperoleh alternatif dengan bobot nilai 0,291 atau sebesar 29,06%. fondasi pratekan pracetak (F. nilai 0,291 . ,06%), fondasi pipa baja (F. nilai 0,22 Analisis AHP dengan Program Expert . ,98%), fondasi bored piles (F. nilai 0,278 Choice V. ,82%), fondasi sumuran (F. nilai 0,211 Expert Choice merupakan suatu program . ,15%). aplikasi yang dapat digunakan sebagai salah Alternatif satu tools untuk membantu pengambilan Jurnal Techno-Socio Ekonomika. Volume 13 No. 1 April 2020 Universitas Sangga Buana YPKP ISSN 1979-4835 E-ISSN 2721-2335 (DSS) secara kuantitatif dan kualitatif. model-model dalam Decission Support System Pengolahan data terhadap kriteria Ae kriteria - Input Data Terhadap Kriteria Ae kriteria Gambar 4. Input Data Kriteria Ae kriteria Keterangan: Penginputan data hasil kuisioner adalah 9Ao Ae 1 Ae 9, dengan skor nilai 9Ao= 9 . rah kir. dan 9 = 1/9 . rah kana. - Ouput Data Terhadap Kriteria Ae kriteria Gambar 5. Output Data Kriteria Ae kriteria Dari Hasil analisa menunjukan kriteria kekuatan menggunakan expert choice, didapatkan skor struktur (X. merupakan skor terbesar atau Kriteria sebagai berikut: tertinggi dengan nilai skor sebesar 0,288 - Aksesabilitas (X. skor: 0,097 - Kekuatan struktur (X. skor: 0,288 - Metode pelaksanaan (X. skor: 0,131 Analisis Data Model Alternatif. - Biaya pelaksanaan (X. skor: 0,244 Penginputan data hasil kuisioner sama dengan - Waktu pelaksanaan (X. skor: 0,172 pada kuisioner penentuan kriteria. Setelah data - Dampak lingkungan (X. skor: 0,069 Rasio konsistensi 0,08 < 0,1 . ,8%). alternatif terhadap masing-masing kriteria, maka diperoleh hasil analisa untuk menentukan Jurnal Techno-Socio Ekonomika. Volume 13 No. 1 April 2020 Universitas Sangga Buana YPKP ISSN 1979-4835 E-ISSN 2721-2335 alternatif tipe fondasi pilar jembatan Walahar yang efektif dan efisien sebagai berikut: Gambar 6. Goal Alternatif Fondasi Jembatan Walahar Gambar 7. Output synthesize sort by priority Hasil analisa . diperoleh skor prioritas alternatif sebagai berikut: pratekan pracetak, dengan skor paling tinggi sebesar: 0,287 . ,7%). - Fondasi pratekan pracetak (F. skor: 0,287 - Fondasi pipa baja (F. skor: 0,231 Analisis Hasil Perhitungan Metode AHP - Fondasi bore piles (F. skor: 0,283 Perbandingan - Fondasi sumuran (F. skor: 0,199 kriteria melalui tahapan AHP dengan dibantu Rasio Konsistensi 0,09 < 0,1 . Ms. Excel dengan perhitungan menggunakan Hasil Analisa . Maka. Penentuan software expert choice, terdapat perbedaan tipe fondasi pilar jembatan Walahar yang skor bobot prioritas kriteria, namun memiliki paling efektif dan efisien berdasarkan kriteria- kriteria adalah Model F1 yaitu fondasi kriteria sebagai berikut: Tabel 11. Perbandingan Skor Prioritas Kriteria Kriteria Perhitungan Aksesabilitas (X. 0,097 Kekuatan struktur (X. 0,288 Metode pelaksanaan (X. 0,136 Biaya pelaksanaan (X. 0,237 Waktu pelaksanaan (X. 0,171 Dampak lingkungan (X. 0,070 Nilai CR 0,075 Sumber: data primer yang sudah diolah, 2019 Skor Prioritas Kriteria Expert Choice Rata-rata 0,097 0,097 0,288 0,288 0,131 0,133 0,244 0,241 0,172 0,172 0,069 0,070 0,080 Jurnal Techno-Socio Ekonomika. Volume 13 No. 1 April 2020 Universitas Sangga Buana YPKP 9,70% 28,81% 13,35% 24,07% 17,17% 6,96% Rangking Konsisten ISSN 1979-4835 E-ISSN 2721-2335 6,96% 6,90% 7,01% Dampak lingkungan (X. 17,17% 17,20% 17,13% 24,07% 24,40% 23,75% 13,35% 13,10% 28,81% 13,59% 28,80% 28,81% 9,70% 9,70% 9,71% Waktu pelaksanaan (X. Biaya pelaksanaan (X. Metode pelaksanaan (X. Kekuatan struktur (X. Aksesabilitas (X. Rata-rata Expert Choice Perhitungan Gambar 8. Diagram Perbandingan Prioritas Kriteria Perbandingan Prioritas Alternatif Hasil Ms. Excel dengan perhitungan menggunakan Perhitungan dengan Program EC. software expert choice. Perbandingan alternatif melalui tahapan AHP dengan dibantu Tabel 12. Perbandingan Skor Prioritas Alternatif Skor Prioritas Alternatif Perhitungan Expert Choice Rata-rata Model F1 0,291 0,287 0,289 Model F2 0,220 0,231 0,225 Model F3 0,278 0,283 0,281 Model F4 0,211 0,199 0,205 Nilai CR 0,076 0,090 Sumber: data primer yang sudah diolah, 2019 Alternatif 28,7% 29,1% 28,9% Fondasi pratekan pracetak (F. 23,1% 22,5% 22,0% 28,3% 28,1% 27,8% Fondasi Beton Pipa Fondasi Tiang Bore baja (F. Piles (F. Perhitungan Expert Choice 28,9% 22,5% 28,1% 20,5% Rangking Konsisten 19,9% 21,1% 20,5% Fondasi sumuran (F. Rata-rata Gambar 10. Diagram Perbandingan Prioritas Alternatif KESIMPULAN DAN SARAN 9,7%, dan yang terendah 7,0%. Dari Kesimpulan Rangking kriteria dari yang tertinggi ke Kekuatan Struktur (X. yang terendah yaitu: kekuatan struktur, prioritas kriteria terbaik/tertinggi dengan nilai 0,288 atau sebesar 28,8%. aksesabilitas dan yang terendah adalah Rangking model alternatif tipe fondasi, dampak lingkungan dengan nilai persentase dengan urutan dari yang tertinggi ke yang terbesar 28,8%, 24,1%, 17,2% 13,3%, terendah yaitu: fondasi pracetak . odel F. Jurnal Techno-Socio Ekonomika. Volume 13 No. 1 April 2020 Universitas Sangga Buana YPKP ISSN 1979-4835 E-ISSN 2721-2335 dengan persentase sebesar 28,9%, fondasi bore piles . odel F. sebesar 28,1%, lainnya dengan memperhatikan kriteria Ae fondasi pipa baja . odel F. sebesar kriteria penunjangnya, 22,5%, dan nilai terendah fondasi sumuran Selain . odel F. 20,5%. Dari dalam pemilihan alternatif perhitungan menunjukan model alternatif tipe fondasi yang efektif dan efisien adalah kriteria-kriteria penunjang pemilihan alternatif Model F1: fondasi pratekan pracetak tipe fondasi, sangat tergantung pada kondisi merupakan skor tertinggi dengan nilai lokasi . ite conditio. dan sifat tanah . oil sebesar 0,289 atau sebesar 28,9% Penggunaan metode AHP pada penelitian ini, memberikan hasil berupa alternatif tipe fondasi pilar jembatan Walahar yang efektif pelaksanaan, dan dampak lingkungan serta efisien secara biaya, waktu pelaksanaan dan Saran Hasil analisis pada pembahasan, penulis hanya alternatif tipe fondasi jembatan Walahar dengan metode AHP, sehingga pembaca dapat menggunakan atau membandingkan dengan metode analisa pengambilan keputusan yang lainnya, seperti metode TOPSIS. Fuzzy Logic DAFTAR PUSTAKA Supriyadi. Muntohar. Jembatan. UGM. Yogyakarta. Bowles J. E, 1991. Analisis dan Desain Pondasi, (Edisi Keempat Jilid I). Jakarta. Erlangga. Budi. Pondasi Dangkal. Andi Offset. Yogyakarta . Sardjono Hs, 1996. Pondasi Tiang Pancang. Surabaya. Sinar Wijaya. Hardiyatmo. Teknik Fondasi. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta. Soetojo. Moesdarjono. Teknik pondasi pada lapisan batuan. ITS Press. Surabaya. Saaty. Thomas L. ,1993. Pengambilan Keputusan bagi Para Pemimpin. Pustaka