JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 9 No. 2 AGUSTUS 2025 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Peningkatan Kemampuan Mengelola Keuangan untuk Kesejahteraan Masyarakat Desa Sooko Gresik Valencia Andela. Vanessa Kezia. Davin Kenneth. Nanik Linawati. , . , . Program Studi Finance & Investment. Petra Christian University . Program Studi Teknik Sipil. Petra Christian University Jalan Siwalankerto No. 121-131 Surabaya Kode pos 60236 *Email Penulis Koresponden: valenciandela@gmail. Received : 13/05/25. Revised : 09/06/25. Accepted : 04/08/25 Abstrak Pengelolaan keuangan personal yang efektif memerlukan pemahaman yang baik tentang prinsipprinsip dasar keuangan, seperti perencanaan anggaran, tabungan, pengelolaan utang, serta Namun, di kalangan masyarakat desa, khususnya di Desa Sooko-Gresik masih memiliki literasi keuangan yang rendah. Masyarakat Desa Sooko-Gresik masih terbatas dalam pengetahuan dasar tentang pengelolaan keuangan, seperti pengeluaran yang tidak terkontrol, kurangnya tabungan, dan ketidakmampuan dalam merencanakan masa depan finansial. Keadaan ini memperburuk kondisi ekonomi mereka, di mana sebagian besar penduduk hidup dari pendapatan yang terbatas, telah menghambat kemampuan mereka dalam mengelola keuangan pribadi secara Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan pada pengelolaan keuangan personal di Desa Sooko-Gresik dengan memberikan Langkah-langkah konkret untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah pemaparan materi mengenai arus kas dan mengumpulkan data melalui in-depth interview, simulasi pencatatan keuangan, permainan edukatif, dan kuis evaluasi di akhir kegiatan untuk mengukur pemahaman peserta kegiatan pengabdian masyarakat. Setelah kegiatan selesai, peningkatkan literasi keuangan warga Desa Sooko-Gresik arus kas, perbedaan kebutuhan dan keingan, serta lebih peka terhadap kondisi keuangan mereka meningkat hingga 80% diukur dengan pre-test dan post-test. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bermanfaat guna meningkatkan literasi keuangan warga desa dan diharapkan dapat mendorong pemahaman yang lebih fungsional pada keuangan jangka panjang warga desa Sooko-Gresik. Kata kunci: Literasi Keuangan. Pengelolaan Keuangan Personal. Keuangan Abstract Effective personal financial management requires a solid understanding of basic financial principles such as budgeting, saving, debt management, and investment. However, in rural communities, particularly in Sooko Village. Gresik, financial literacy remains low. Residents of Sooko Village still lack basic knowledge of personal financial management, such as uncontrolled spending, minimal savings, and an inability to plan for their financial future. This situation worsens their economic condition, as most residents rely on limited income, hindering their ability to manage finances This community service activity aims to improve financial literacy related to personal financial management in Sooko Village by providing concrete steps to enhance financial The implementation methods include delivering material on cash flow, collecting data through in-depth interviews, conducting financial recording simulations, educational games, and an evaluation quiz at the end of the activity to assess participantsAo understanding. After the program, financial literacy among residents of Sooko Village regarding cash flow, distinguishing needs from wants, and financial awareness increased by up to 80%, as measured by pre- and posttests. This community service initiative proved beneficial in enhancing financial literacy and is JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 9 No. 2 AGUSTUS 2025 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X expected to promote more functional long-term financial understanding among the residents of Sooko Village. Gresik. Keywords: Financial Literacy. Personal Financial Management. Financial PENDAHULUAN Menurut Purba . , manajemen keuangan atau pengelolaan keuangan mencakup perencanaan, organisasi, pengarahan, dan pengendalian aktivitas keuangan, termasuk pengumpulan dan penggunaan modal usaha. Pengelolaan keuangan yang efektif seringkali menjadi tantangan bagi masyarakat, khususnya masyarakat di daerah yang mengalami kesulitan dalam mengakses edukasi keuangan. Literasi keuangan yang baik memungkinkan individu untuk membuat keputusan keuangan yang lebih tepat, termasuk dalam hal perencanaan, pengeluaran, dan investasi, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap kondisi keuangan pribadi (Gunardi et al. , 2. Banyak masyarakat desa yang belum memiliki pemahaman yang baik mengenai perencanaan keuangan, pengelolaan utang, serta investasi yang bijak. Akibatnya, masyarakat desa rentan terhadap masalah keuangan seperti kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar, terjebak dalam hutang berlebih, dan kurangnya persiapan finansial untuk masa Pengabdian masyarakat kali ini berlokasi di Desa Sooko-Gresik, yang tidak jauh dari Surabaya. Menurut Situs Resmi Pemerintahan Desa Sooko-Gresik, memiliki potensi ekonomi dibidang pertanian, pegawai pabrik, dan UMKM. Meskipun memiliki potensi ekonomi yang cukup baik, masyarakat sekitar masih banyak yang mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan Penelitian lain oleh Feleke . menunjukan hambatan struktural seperti batasan dalam menerima teknologi, kekurangan dalam segi infrastruktur dan regulasi keuangan dapat menghambat inisiatif inklusi keuangan. Tujuan dari kegiatan pendampingan dan pelatihan perencanaan keuangan personal adalah untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan masyarakat desa dan mengevaluasi dampak yang terjadi terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar melalui pendekatan kualitatif. Menurut penelitian oleh Ratnasari et al. , . kegiatan pengabdian masyarakat terkait literasi finansial mampu memberikan solusi konkret dalam pengelolaan keuangan sehingga mendorong untuk terciptanya perilaku finansial yang lebih disiplin yang berkelanjutan. Melalui metode pendekatan kualitatif, kegiatan tersebut akan mengidentifikasi pemahaman pengetahuan mengenai perencanaan dan pencatatan keuangan masyarakat desa, serta faktor-faktor yang memengaruhi keuangan masyarakat, mengevaluasi efektivitas program pelatihan keuangan, dan memberikan rekomendasi yang relevan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sooko-Gresik. Menurut (Rodryguez-Correa et al. , 2. , literasi keuangan adalah salah satu keterampilan paling penting yang dibutuhkan individu di abad ke-21, terutama bagi generasi muda seperti mahasiswa, yang harus menguasai keterampilan keuangan pribadi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tiga pertemuan dengan susunan penyampaian materi dan pendampingan konsultasi keuangan personal melalui in-depth interview. Menurut OJK . , literasi keuangan didefinisikan sebagai kombinasi kesadaran, pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku yang yang diperlukan untuk membuat sebuah keputusan yang baik untuk mencapai kesejahteraan finansial. Literasi keuangan berperan dalam pemberdayaan masyarakat sehingga terjadi peningkatan ekonomi dan sosial individu maupun komunitas (Viana et al. , 2. Kegiatan sosialisasi edukasi dan pelatihan perencanaan keuangan diharapkan dapat memberikan pemahaman dan masukan baru mengenai pentingnya mengelola keuangan secara efektif dan bijak, sehingga dapat meningkatkan kualitas finansial masyarakat Yang kedua, dapat membantu masyarakat dalam merencanakan keuangan untuk masa depan yang lebih baik dengan mengalokasikan dana pendidikan anak, dana pensiun, dana darurat, serta dana untuk berinvestasi. Yang ketiga, perencanaan keuangan yang baik dan efektif dapat memberikan rasa aman, nyaman dan sejahtera. Literasi keuangan tidak hanya mencakup JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 9 No. 2 AGUSTUS 2025 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X pemahaman tentang konsep dasar keuangan, tetapi juga melibatkan sikap dan perilaku yang mendukung pengambilan keputusan finansial yang bijak. Hasil penelitian menurut (Tan et al. menunjukkan bahwa meskipun terdapat pemahaman dasar tentang konsep keuangan, masih terdapat kesenjangan dalam penerapan pengetahuan tersebut dalam kehidupan seharihari. Hal ini menekankan perlunya pendekatan pendidikan yang lebih holistik untuk meningkatkan literasi keuangan. Implementasi program literasi keuangan di Desa Sooko-Gresik diharapkan dapat memaksimalkan dampak positif pada masyarakat setempat. METODE PELAKSANAAN PENGABDIAN Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Kantor Desa Sooko yang beralamat di Jl. Raya Sooko No. Sooko. Wringinanom. Pedagangan. Gresik. Kabupaten Gresik. Jawa Timur (WILAYAH GEOGRAFIS Ae PEMERINTAHAN DESA SOOKO, n. Kegiatan pendampingan dan pelatihan perencanaan keuangan personal bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan masyarakat desa dan mengevaluasi dampak yang terjadi terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar melalui pendekatan kualitatif. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Keuangan Personal, diikuti oleh kelompok mahasiswa yang masing-masing beranggotakan 3 . orang dan dibimbing oleh 3 dosen. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada tanggal 5, 17 Februari 2025 dan 21 April 2025. Sasaran dalam kegiatan ini merupakan masyarakat Desa Sooko dari wilayah yang berbeda pada setiap pertemuannya. Masyarakat mengikuti sosialisasi keuangan keluarga, in-depth interview, serta permainan Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan terbagi menjadi 3 . tahapan seperti terlihat pada Gambar 1, yaitu: Gambar 1. Tahapan Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Sooko-Gresik Tahap Persiapan (Preparatio. Persiapan kegiatan pengabdian masyarakat meliputi perencanaan materi serta solusi yang baik, kemampuan untuk berkomunikasi dengan efektif, serta kemapuan untuk memposisikan Tahapan pertama yang dilakukan sebelum memulai kegiatan pengabdian masyarakat adalah kegiatan briefing yang dilakukan secara online pada tanggal 3 Februari 2025 bersama Bu Nanik. Bu Pwee Leng, dan Bu Dewi Pertiwi selaku pengawas dan pendamping dalam kegiatan ini. Dalam briefing ini dijelaskan apabila pada waktu bersosialisasi, kelompok mahasiswa sebagai interviewer harus berkonsentrasi penuh kepada peserta. Selama proses in-depth interview, mahasiswa perlu memperhatikan ekspresi dari peserta, baik pada saat dosen pendamping melakukan pemaparan materi, bermain, serta pada saat mahasiswa berinteraksi dengan peserta. Segala informasi yang diberikan oleh peserta harus ditulis dan dijelaskan secara rinci. Selain mempersiapkan strategi dalam melakukan in-depth interview, persiapan kegiatan ini meliputi mempersiapkan modul, mempersiapkan hardcopy materi, menyusun pre-test dan post-test, mempersiapkan teknis bermain, dan menyiapkan kartu kuartet Auarus kasAy. Akhirnya disusunlah jadwal kegiatan acara pengabdian masyarakat seperti pada Tabel 1 untuk mendukung kelancaran kegiatan pengabdian masyarakat. JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 9 No. 2 AGUSTUS 2025 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Tabel 1. Jadwal Acara Kegiatan Pengabdian Masyarakat Hari Day 1 Day 2 Day 3 Waktu Acara 07:30 Ae 08:20 Persiapan di Kampus 08:20 Ae 09:20 Perjalanan ke Desa Sooko-Gresik 09:20 Ae 10:00 Persiapan Acara Abdi Masyarakat 10:00 Ae 11:00 Pre-test. Opening MC. Sambutan 11:00 Ae 11:40 Pemaparan Materi oleh Bu Nanik 11:40 Ae 12:00 In-depth Interview 12:00 Ae 12:30 Games 12:30 Ae 12:45 Post-test 12:45 Ae 13:00 Closing Acara 07:30 Ae 08:20 Persiapan di Kampus 08:20 Ae 09:20 Perjalanan ke Desa Sooko-Gresik 09:20 Ae 10:00 Persiapan Acara Abdi Masyarakat 10:00 Ae 11:00 Pre-test. Opening MC. Sambutan 11:00 Ae 11:40 Pemaparan Materi oleh Bu Pwee Leng 11:40 Ae 12:00 In-depth Interview 12:00 Ae 12:30 Games 12:30 Ae 12:45 Post-test 12:45 Ae 13:00 Closing Acara 07:30 Ae 08:20 Persiapan di Kampus 08:20 Ae 09:20 Perjalanan ke Desa Sooko-Gresik 09:20 Ae 10:00 Persiapan Acara Abdi Masyarakat 10:00 Ae 11:00 Pre-test. Opening MC. Sambutan 11:00 Ae 11:40 Pemaparan Materi oleh Bu Dewi 11:40 Ae 12:00 In-depth Interview 12:00 Ae 12:30 Games 12:30 Ae 12:45 Post-test 12:45 Ae 13:00 Closing Acara JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 9 No. 2 AGUSTUS 2025 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Selain memberikan pembekalan, dosen pembimbing juga membantu mengidentifikasi masalah serta latar belakang yang dihadapi peserta kegiatan. Kegiatan ini memfokuskan pada warga yang menjadi penerima bantuan renovasi rumah dari komunitas Habitat for Humanity Indonesia, sehingga dibutuhkan penyampaian materi yang mendukung eksekusi program tersebut (Kick Off Program Habitat For Humanity Indonesia Dan Pemerintah Kabupaten Gresik Tahun 2024 Ae 2025 - Habitat for Humanity Indonesia, n. Materi pada pengabdian masyarakat dipersonalisasi dengan bentuk modul yang disesuaikan dengan latar belakang serta kebutuhan warga desa Sooko-Gresik. Materi yang disampaikan terkait dengan arus kas, pengelolaan keuangan sederhana untuk sehari-hari, serta dampak pengelolaan keuangan terhadap rencana di masa depan. Kegiatan dimulai dari pre-test, penyampaian modul lewat presentasi serta sharing dari dosen pembimbing, in-depth interview oleh mahasiswa, dan ditutup dengan permainan dengan media kartu kuartet Auarus-kasAy yang dibuat dengan istilah-istilah pada keuangan personal, kemudian diakhiri dengan pengisian post-test serta angket kepuasaan oleh peserta kegiatan terhadap kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan hari tersebut. Tahap Pelaksanaan (Implementatio. Kegiatan pengabdian masyarakat, kunjungan ke Desa Sooko-Gresik yang dilakukan oleh kelompok mahasiswa sebanyak 3 . kali yang dimulai pada pukul 09. 00 hingga pukul 12. WIB pada tanggal 5, 17 Februari 2025 dan 21 April 2025. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dimulai pukul 07. 30 di kampus untuk dilakukan briefing untuk seluruh kelompok mahasiswa yang berangkat. Dilanjutkan dengan pembagian job desc masing-masing anggota Setelah selesai melakukan briefing atas keseluruhan kegiatan pengabdian masyarakat, pelaksanaan program dimulai dengan dengan penyuluhan intensif tentang manajemen keuangan rumah tangga yang disampaikan melalui media presentasi menggunakan Microsoft PowerPoint dan dilanjutkan dengan proses in-depth interview dengan mahasiswa. Mahasiswa dan dosen pembimbing mengajarkan untuk membentuk kebiasaan menabung harian, dengan memberikan contoh simulasi alokasi pendapatan bulanan berdasarkan skala Kegiatan dilakukan dengan pendampingan secara kelompok besar dengan modul dan presentasi kemudian dilanjutkan pendampingan secara individual. Pendampingan individual berisi pengisian arus kas bulanan secara teliti, menghasilkan data keuangan yang akurat dan memberikan gambaran lebih detail tentang kondisi keuangan rumah tangga peserta kegiatan pengabdian masyarakat. Setelah proses tersebut peserta diajak untuk mempraktikkan konsep yang dipelajari melalui permainan edukatif yang dapat melatih intuisi dalam mengelompokkan kebutuhan sehari-hari serta kebutuhan untuk dana darurat. Permainan ini dilakukan dengan tujuan agar peserta lebih familiar dengan istilah-istilah pada materi keuangan personal. Tahap Evaluasi (Evaluatio. Tahap evaluasi memiliki peran dalam meningkatkan kualitas kegiatan pengabdian Kekurangan serta kesalahan teknis yang dilakukan selama kegiatan, dievaluasi untuk menghasil strategi untuk meningkatkan kualitas kegiatan pada pertemuan selanjutnya. Untuk menghindari kesalahan yang sama, setiap tim mendiskusikan strategi atau teknis yang perlu diperhatikan selama kegiatan. Hal ini bertujuan agar pendekatan dapat lebih nyaman dan efektif untuk menyampaikan materi keuangan personal. Tahap evaluasi dinilai penting karena pada tahap ini dilakukan identifikasi yang mendukung penyampaian materi yang lebih baik Ketiga pertemuan dapat dilaksanakan dengan lancar, evaluasi terbesar adalah ketika pertemuan pertama yaitu dalam menentukan tempo dan teknik pendekatan yang baik dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Evaluasi dilakukan dengan meminta warga mengisi survey secara mandiri perihal materi arus kas. Hasil survei menunjukkan bahwa dampak penyampaian materi terhadap kesadaran pentingnya pencatatan keuangan dalam berkeluarga dan dapat menyusun arus kas yang sederhana namun efektif pada peserta. Peserta mulai memahami bagaimana cara mencatat JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 9 No. 2 AGUSTUS 2025 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X pemasukan dan pengeluaran mereka dengan lebih teratur, serta menyadari manfaat pencatatan terhadap kestabilan arus kas keluarga. Sementara itu, beberapa peserta memerlukan pendampingan tambahan, khususnya dalam mengidentifikasi pengeluaran mana yang bersifat konsumtif dan pengeluaran yang perlu diprioritaskan. Beberapa peserta juga mengalami kesulitan dalam merencanakan pengeluaran untuk kebutuhan jangka panjang, seperti tabungan atau investasi yang disebabkan oleh pengeluaran yang kurang terkontrol. Dengan diselenggarakannya kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya literasi keuangan semakin berkembang khususnya di lingkungan desa Sooko-Gresik. Diharapkan setelah kegiatan, peserta dapat mengelola keuangan rumah tangga dengan lebih bijaksana dalam jangka panjang. Kegiatan ini juga diharapkan bisa menjadi titik awal untuk menciptakan masyarakat yang lebih melek finansial dan dapat menginspirasi literasi keuangan ke masyarakat yang lebih luas. Dengan kata lain, selain memberikan pengabdian masyarakat, kegiatan ini bertujuan agar peserta mendapatkan ilmu yang dapat membantu perencanaan masa depan, yang sebelumnya belum dapat dilakukan karena tidak pernah direncanakan oleh peserta. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Kegiatan Hari Ke-1 Pertemuan pertama kegiatan pengabdian masyarakat AuPelatihan Manajemen Ekonomi Rumah TanggaAy di Desa Sooko. Kabupaten Gresik, dilaksanakan di balai desa Sooko dengan peserta sebanyak 25 orang. Pelatihan diikuti dengan antusiasme dari para peserta ketika pemaparan materi oleh dosen pembimbing. Ibu Nanik, selaku pendamping kegiatan pada tanggal Warga Desa yang hadir masih asing dengan pencatatan arus kas keuangan yang mencatat pemasukan dan pengeluaran secara detail. Mayoritas peserta mengaku belum pernah mencatat pengeluaran dan pemasukan secara rutin, juga belum terbiasa untuk menyisihkan pendapatan untuk kebutuhan darurat, investasi, ataupun menabung. Peserta cenderung menghabiskan uang yang dimiliki peserta untuk kebutuhan konsumtif, tanpa menyisihkan untuk tabungan ataupun dana darurat. Setelah sosialisasi dan pelatihan mengenai pentingnya pencatatan arus kas dan menabung, peserta mulai memahami konsep mengenai pentingnya manajemen keuangan dalam rumah Beberapa dari peserta menunjukkan keinginan untuk mulai mencatat arus kas secara lebih terstruktur serta mulai mencoba menyisihkan sebagian dari pendapatan mereka untuk menabung, dimulai dari jumlah yang kecil namun dengan prinsip "menyisihkan, bukan menyisakanAy, diharapkan konsistensi serta komitmen peserta untuk selalu menabung setiap Materi juga dilanjutkan dengan komunikasi interaktif dua arah, sehingga peserta terlibat aktif dalam penerapan materi mengenai keuangan personal. Dosen pendamping juga banyak memberikan perumpamaan yang sesuai dengan keadaan yang dihadapi sehari-hari oleh peserta, sehingga peserta lebih antusias dan paham mengenai perumpamaan tersebut. Kegiatan hari itu dilanjutkan dengan in-depth interview dengan peserta. Setiap mahasiswa mendamping 1-2 warga yang hadir pada hari itu. Melalui kegiatan tersebut diketahui peserta hari itu bekerja dengan profesi yang beragam, beberapa berprofesi sebagai guru dan petani dengan pendapatan yang cukup untuk kehidupan sehari-hari. Beberapa peserta bahkan mengambil lebih dari satu pekerjaan agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, didorong oleh faktor-faktor seperti besarnya kebutuhan ataupun kesulitan karena sudah tidak memiliki Dari pre-test yang dilakukan ditemukan bahwa sebelum mendapatkan materi beberapa peserta masih kebingungan mengenai pengetahuan finansial, banyak keraguan yang timbul karena ketidaktahuan mengenai pengetahuan finansial. Beberapa peserta yang hadir merasakan kesulitan untuk melakukan pencatatan, tapi ada juga peserta yang sudah memiliki kebiasaan mencatat keuangan, dimana hal inilah yang menjadi tujuan yang ingin diterapkan pada peserta pelatihan. JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 9 No. 2 AGUSTUS 2025 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Setelah kegiatan in-depth interview dilanjutkan dengan sesi games yang membangun minat dan intuisi peserta terhadap topik pengetahuan finansial. Dapat dilihat pada Gambar 2 antusiasme peserta dalam mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan yang berjalan kondusif. Akhirnya tiba waktunya untuk menutup acara dan melakukan sesi dokumentasi dengan peserta Pengalaman pertama yang memberikan gambaran pada mahasiswa pendamping untuk bisa melayani lebih baik pada pertemuan berikutnya. Gambar 2. Foto Kegiatan Pengabdian Masyarakat Hari Pertama Pelaksanaan Kegiatan Hari Ke-2 Pendampingan dan pelatihan di desa Sooko-Gresik bertempat kembali di balai desa. pertemuan kedua ini mayoritas dihadiri oleh ibu rumah tangga. Ada sebanyak 20 peserta yang datang dan menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti sesi pemaparan materi, dengan aktif menjawab pertanyaan yang diajukan oleh dosen di sela-sela pemaparan materi. Materi yang diberikan berfokus pada perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, dengan tujuan agar peserta dapat mengalokasikan pengeluaran secara lebih baik. Memasuki sesi in-depth interview bersama mahasiswa pendamping, beberapa peserta mengungkapkan bahwa mereka sering mengalami kesulitan finansial menjelang akhir bulan. Mahasiswa pendamping memberikan arahan serta analisis sesuai dengan laporan arus kas rumah tangga yang sudah diisi. Setelah dilakukan analisis terhadap pola pengeluaran peserta, ditemukan bahwa sebagian besar pengeluaran digunakan untuk keinginan daripada kebutuhan utama. Selain itu beberapa peserta yaitu memiliki tanggungan untuk mengikuti arisan, hal inilah yang membuat mahasiswa khawatir akan menjadi pengeluaran yang tidak diperlukan. Mahasiswa pendamping memberikan pengarahan dengan menggunakan pengeluaran sesuai dengan kebutuhan dan keinginan, serta memberikan masukan kepada peserta untuk memiliki penghasilan tambahan dengan mencari pekerjaan sampingan seperti menjual barang bekas, homemade makanan, dan lainnya. Sehingga, peserta dapat memiliki pendapatan yang lebih maksimal dan dapat menyisihkan pendapatan untuk menabung secara konsisten guna mencapai impian mereka. Kegiatan dilanjutkan dengan permainan menggunakan kartu kuartet Auarus kasAy, dimana peserta harus mengelompokkan kartu berdasarkan kategori yang tertera. Peserta yang dapat mengelompokkan kartu kuartet Auarus kasAy dengan tepat dan cepat, dinyatakan sebagai pemenang dan mendapatkan hadiah seperti minyak, kecap, dan teh. Setelah memberikan hadiah kepada pemenang. Tibalah di penghujung kegiatan, mahasiswa pendamping dan dosen bersiap untuk kembali ke kampus. Terlihat dari Gambar 3 dosen pembimbing memberikan sepatah dua patah kata penutup setelah mahasiswa memberikan pendampingan dengan masyarakat. Setelah dosen pembimbing menutup acara, pihak penyelenggara mengingatkan para peserta untuk tidak menggunakan ilmu hari ini untuk direalisasikan pada kehidupan sehari-hari sehingga dapat mencapai kondisi finansial yang lebih baik dan mewujudkan impian yang tertunda akibat masalah finansial. Sebelum kembali, dilakukan sesi dokumentasi bersama peserta sebagai bentuk dokumentasi kegiatan dan kenangan bagi peserta dan mahasiswa pendamping. JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 9 No. 2 AGUSTUS 2025 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Gambar 3. Foto Kegiatan Pengabdian Masyarakat Hari Kedua Pelaksanaan Kegiatan Hari Ke-3 Pada hari Senin tanggal 21 April 2025 merupakan hari ketiga kami berkunjung ke Desa Sooko untuk melaksanakan kembali pendampingan dan pelatihan untuk perencanaan keuangan yang lebih baik bagi masyarakat desa. Pada pertemuan kali ini dihadiri sebanyak kurang lebih 25 Sebelum memasuki sesi pemaparan materi, peserta yang hadir diminta untuk mengisi pre-test guna untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan mereka mengenai arus kas Pada kesempatan ini. Ibu Dewi Pertiwi sebagai dosen pendamping menyampaikan pemaparan materi dengan memberikan motivasi bagi para peserta yang hadir untuk percaya pada kemampuan dirinya dalam melakukan sistem keuangan yang baik sehingga dapat mencapai segala mimpi yang dimiliki. Para peserta menunjukkan rasa antusias yang tinggi, dapat terlihat dari interaksi antara Bu Dewi dengan masyarakat desa yang dihiasi oleh canda-tawa mereka. Materi yang disampaikan berfokus pada perbedaan antara keinginan dan kebutuhan, dengan harapan peserta yang hadir dapat menyisihkan sebagian dari pendapatan mereka secara efektif dan bijak. Setelah pemaparan materi, dilanjutkan dengan sesi in-depth interview bersama mahasiswa Dalam sesi ini, mahasiswa bertugas untuk mengidentifikasi masalah keuangan kemudian memberikan saran yang ideal melalui sharing dari peserta, kemudian memberikan pengajaran untuk pengisian arus kas bulanan. Dalam sesi pendampingan, peserta berbagi informasi mengenai asal-usul pendapatan keluarga seperti pada Tabel 2. Terungkap bahwa sumber utama penghasilan sebagian besar peserta berasal dari pekerjaan suami sebagai pedagang kaki lima, buruh tani, dan buruh pabrik dengan pendapatan berkisar antara Rp 1. 000 hingga Rp 5. 000 per bulan, sementara ratarata istri berperan sebagai ibu rumah tangga. Sebagian peserta menyampaikan apabila belum sepenuhnya menyadari bahwa penghasilan mereka tidak sebanding dengan pengeluaran setiap Tabel 2. Contoh Arus Kas Bulanan Peserta Pelatihan URAIAN TOTAL Penghasilan Suami 2,700 000 Total Penghasilan 2,700 000 Beras 260,000 JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 9 No. 2 AGUSTUS 2025 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Belanja sayur dan lauk 750,000 Air 40,000 Elpiji 20,000 Listrik 70,000 Bensin 192,000 Kuota 87,000 Uang saku anak sekolah dan mengaji 312,000 Uang sekolah dan buku 97,000 10 Biaya kebersihan rumah 20,000 Biaya kebersihan badan 41,000 11 Biaya rias isteri 2,750 12 Biaya rokok 144,000 13 Beli baju, alas kaki 42,000 14 Biaya warga 10,000 Total Pengeluaran 2,087,750 Sisa Dana 612,250 Mahasiswa memberikan arahan yang realistis dan paling sesuai dengan laporan arus kas serta keadaan peserta. Setelah dilakukan analisis dengan melihat laporan arus kas peserta, diperoleh bahwa sebagian besar pengeluaran digunakan untuk membeli rokok daripada untuk Pada Gambar 4 terlihat mahasiswa pendamping memberikan edukasi maupun pengertian secara lebih mendalam dengan merekomendasikan peserta untuk memprioritaskan pengeluaran berdasarkan kebutuhan dan keinginan. Salah satu solusi yang bisa diberikan adalah untuk mendorong ibu rumah tangga untuk dapat memanfaatkan potensi berjualan atau peluang lain guna menambah penghasilan keluarga. Dengan harapan, peserta dapat memiliki penghasilan yang lebih agar dapat menabung dan merealisasikan impian yang ingin dicapai. Gambar 4. Foto Kegiatan Pengabdian Masyarakat Hari Ketiga JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 9 No. 2 AGUSTUS 2025 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Sesi diskusi dan pendampingan oleh mahasiswa diakhiri dengan permainan kartu kuartet Auarus kasAy yang interaktif. Setiap peserta ditantang untuk mengumpulkan empat kartu dengan kategori yang sama. Pemenang ditentukan dengan peserta yang berhasil mengumpulkan set kartu terbanyak dalam waktu tercepat dapat menerima hadiah berupa produk seperti kopi, teh, kecap, dan minyak. Pemberian hadiah ini merupakan bentuk apresiasi atas partisipasi aktif peserta dalam seluruh kegiatan acara, termasuk permainan ini yang bertujuan untuk mencairkan suasana dan membantu peserta untuk familiar dengan istilah keuangan persoanal. Usai pembagian hadiah selesai, peserta melanjutkan ke sesi penutup acara yang meliputi pengisian post-test dan angket evaluasi. Setelah terkumpul semua, peserta dapat pulang ke rumah masingmasing kemudian mahasiswa dan dosen pendamping mempersiapkan diri untuk kembali ke Hasil pengabdian yang dilakukan di Desa Sooko menunjukkan adanya perubahan positif dalam pemahaman pengelolaan keuangan masyarakat, meskipun masih ada beberapa tantangan yang harus dihadapi ke depan, seperti: Pemahaman tentang menabung dan mencatat arus kas meningkat, kebiasaan tersebut belum sepenuhnya tertanam. Diperlukan pendampingan berkelanjutan agar kebiasaan ini dapat terbentuk secara konsisten. Tidak semua keluarga dapat langsung mengelola keuangan dengan baik pasca Oleh karena itu, solusi keuangan harus disesuaikan dengan kondisi pendapatan dan kebutuhan masing-masing keluarga. Supaya kebiasaan menabung dan pencatatan arus kas berkelanjutan, dibutuhkan bimbingan lanjutan untuk memantau perkembangan dan memberikan solusi atas kendala yang dihadapi. Dari hasil yang ditunjukan pada Tabel 3, ditunjukan adanya peningkatan literasi finansial pada peserta pengabdian masyarakat. Peserta yang pada awalnya memiliki keraguan dalam menjawab pre-test, menunjukan adanya perubahan pola pikir mengenai pengelolaan keuangan yang baik. Pemberian materi memberikan dampak signifikan yang terukur dengan pengisian post-test yang menunjukan setidaknya 97% peserta memiliki pemahaman yang baik mengenai keuangan personal dalam keluarga. Tabel 3. Hasil pre-test dan post-test Hasil Pre-Test BENAR SALAH Pertanyaan Menabung setiap hari, meskipun hanya sedikit, adalah cara yang tepat untuk mencapai tujuan memiliki banyak ternak dan perhiasan emas. Memiliki banyak ternbak dan perhiasan emas hanya bisa terwujud jika kita memiliki penghasilan yang besar. Arus kas adalah catatan mengenai seluruh uang yang kita terima dan belanjakan. Mencatat arus kas hanya membuang waktu Arus kas hanya berguna untuk mengetahui apakah kita sudah berbelanja berlebihan atau Arus kas adalah seperti 'buku harian' keuangan kita. Hasil Post Test BENAR SALAH JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 9 No. 2 AGUSTUS 2025 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Uang yang kita dapatkan bulan atau minggu ini boleh dihabiskan semua pada bulan/minggu ini. Menabung itu sulit dan tidak mungkin bagi yang berpendapatan rendah. Belanja untuk kesenangan itu baik untuk menghilangkan stress. Mengubah kebiasaan belanja dari membeli barang untuk kesenangan menjadi memenuhi kebutuhan, membantu kita menabung untuk masa depan. Menabung untuk masa depan hanya perlu dilakukan ketika kita sudah kelebihan uang. Menabung untuk masa depan membutuhkan niat yang kuat. Dari Tabel 4 juga dapat disimpulkan peningkatan pemahaman literasi finansial yang meningkat sebesar 31. 43% pada peserta pengabdian masyarakat. Peningkatan ini diukur dengan mengkategorikan jumlah jawaban benar menjadi kategori rendah, sedang, dan tinggi. Sehingga dapat dilihat hasil dari kegiatan pengabdian meningkatkan minat dan kemampuan peserta dalam mengelola keuangan sebanyak 31. 43% dengan jumlah partisipasi aktif lebih dari 97%. Tabel 4. Perhitungan Peningkatan Kemampuan Mengelola Keuangan Pre-Test Post Test Jumlah Jawaban Benar Jumlah Jawaban Benar Rendah Sedang Tinggi . Rendah Sedang Tinggi . Presentase Peningkatan KESIMPULAN Berdasarkan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan di Desa Sooko, dapat disimpulkan bahwa peningkatan literasi keuangan memiliki dampak positif dalam membantu masyarakat mengelola keuangan rumah tangga dengan lebih bijak. Edukasi yang diberikan berfokus pada pencatatan arus kas, perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya menabung secara rutin. Dengan metode interaktif seperti diskusi kelompok, simulasi pencatatan keuangan, dan permainan edukatif, warga mulai memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang lebih sistematis dan disiplin. Keberhasilan program ini tidak lepas dari pendekatan yang langsung melibatkan warga melalui praktik nyata dalam pencatatan keuangan mereka sendiri. Penggunaan lembar kerja arus kas memberikan gambaran jelas mengenai pola pengeluaran rumah tangga, sedangkan permainan edukatif membantu meningkatkan pemahaman dengan cara yang lebih Selain itu, keterlibatan mahasiswa sebagai pendamping turut berkontribusi dalam menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan efektif. Meskipun terjadi peningkatan pemahaman, terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah ketidakstabilan jumlah peserta dalam setiap sesi, yang menyebabkan distribusi pendampingan kurang merata. Selain itu, masih diperlukan pendampingan lebih lanjut agar konsep literasi keuangan yang telah dipelajari dapat benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Faktor budaya konsumtif yang masih kuat juga menjadi hambatan dalam membentuk kebiasaan JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 9 No. 2 AGUSTUS 2025 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X menabung secara konsisten. Sebagai upaya untuk memastikan dampak yang lebih berkelanjutan, diperlukan program lanjutan seperti pelatihan tambahan serta pembentukan komunitas atau kelompok diskusi keuangan yang dapat memperkuat pemahaman dan praktik manajemen keuangan rumah tangga. Selain itu, pengenalan instrumen keuangan sederhana, seperti tabungan berjangka atau koperasi simpan pinjam berbasis komunitas, dapat menjadi solusi konkret dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Dengan adanya dukungan yang berkesinambungan, diharapkan masyarakat Desa Sooko dapat membangun dan mencapai kemandirian finansial serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi secara bertahap. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Habitat for Humanity Indonesia sebagai mitra pengabdian yang telah mendukung penuh pelaksanaan kegiatan edukasi literasi keuangan di Desa Sooko. Gresik. DAFTAR PUSTAKA