Pengaruh Likuiditas. Leverage, dan Profitabilitas Terhadap Financial Distress (Studi Empiris Pada Perusahaan Sub Sektor Transportasi Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017 Ae 2. Herni Pujiati. Dinda Melati PENGARUH LIKUIDITAS. LEVERAGE. DAN PROFITABILITAS TERHADAP FINANCIAL DISTRESS (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR TRANSPORTASI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2017 Ae 2. Herni Pujiati. Dinda Melati. Prodi Manajemen. Fakultas Ekonomi. Universitas MH Thamrin Jakarta Prodi Akuntansi. Fakultas Ekonomi. Universitas MH Thamrin Jakarta Correspondence author: Herni Pujiati, herniaries@gmail. Jakarta. Indonesia Abstract This study aims to analyze the influence of Liquidity. Leverage, and Profitability on Financial Distress in Transportation Sub-Sector Companies listed on the Indonesia Stock Exchange 2017 - 2019. The research methodology used is a quantitative method with combined data from time series panels and cross-sectional secondary data, using secondary data obtained from the Indonesia Stock Exchange website and the company's website. The sampling technique used purposive sampling with data from 2017 - 2019. The data analysis technique used is binary logistic regression by conducting descriptive statistical tests, classical assumption tests . , hypothesis tests using partial significant test, likelihood ratio, and R2 test . oefficient of compound determinatio. The results of this study indicate that partially the liquidity variable has a positive effect and is not significant on financial distress, the leverage variable has a positive effect and significant on financial distress, and profitability has a negative effect and is significant on financial distress. Meanwhile, simultaneously the independent variables liquidity, leverage, and profitability together have a significant relationship to the dependent variable, namely financial The coefficient of determination of this study shows a figure of 50,31%. This shows that the variation of the independent variables of liquidity. Leverage, and Profitability can explain the variations in the ups and downs of the Financial Distress variable by 50,31% while the remaining 49,69% is influenced by other independent Keywords: likuidity, leverage, profitability, financial distress Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisa pengaruh likuiditas, leverage dan profitabilitas terhadap financial distress pada Perusahaan Sub Sektor Transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017 Ae 2019. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan data gabungan dari runtun waktu . ime serie. panel dan data sekunder yang cross-sectional, menggunakan data sekunder yang diperoleh dari website Bursa Efek Indonesia dan website perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan data pada tahun 2017 Ae 2019. Teknik analisa data yang digunakan adalah regresi binary logistik dengan melakukan uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik . ji multikolinearita. dan uji hipotesis yang REMITTANCE JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBANKAN VOLUME 01 NOMOR 01 JUNI 2020 ISSN 2774-2407 . -iss. | 2774-2288 . -iss. digunakan adalah uji signifikan parsial, likelihood ratio, dan uji R2 (Koefisien determinasi majemu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel likuiditas berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap financial distress, variabel leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress, dan variabel profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress. Sementara itu secara simultan variabel bebas likuiditas, leverage dan profitabilitas secara bersama-sama memiliki hubungan yang signifikan terhadap variabel terikatnya yaitu financial distress. Koefisien determinasi dari penelitian ini menunjukan angka sebesar 50,31%. Hal ini menunjukan bahwa variasi variabel bebas likuiditas, leverage dan profitabilitas mampu menjelaskan variasi naik turunnya variabel Financial Distress sebesar 50,31% sedangkan sisanya sebesar 49,69% dipengaruhi oleh variabel bebas lainnya. Kata Kunci : likuiditas, leverage, profitabilitas, financial distress PENDAHULUAN Transportasi merupakan salah satu sub sektor dari perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Tujuan transportasi adalah dibutuhkan masyarakat setiap harinya. Transportasi memegang peranan yang sangat penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat dan merupakan urat nadi pembangunan ekonomi suatu Negara (Palilu. Namun dalam beberapa tahun terakhir terdapat beberpa perusahaan dalam sub sektor transportasi yang mengalami kerugian. Pada tahun 2017 PT Zebra Nusantara Tbk tidak transportasinya dikarenakan keberadaan taksi daring/taksi online membooming, sehingga keberadaan taksi reguler meredup. Pada tahun yang sama kinerja keuangan PT Express Trasindo Utama Tbk (TAXI) juga sangat Rugi transportasi ini membengkak 155,47 persen dari Rp 210,57 miliar pada kuartal i tahun lalu menjadi Rp 537,96 miliar pada kuartal i tahun ini. Kinerja keuangan TAXI pada kuartal i 2017 juga semakin turun. Pendapatan emiten ini hanya Rp 231 miliar, anjlok 54,8 persen jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 512 miliar. Pemasukan Terbesar PT Express Trasindo Utama Tbk (TAXI) yang berasal dari kendaraan taksi mengalami penurunan terbesar hingga 57% menjadi Rp 197 miliar dari sebelumnya Rp 461 miliar. Penyebab utama penurunan pendapatan ini karena persaingan yang ketat dengan layanan taksi dalam jaringan . atau taksi online . Pada tahun 2019 PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) mengalami kerugian Rp 1,9 miliar pada 31 Maret 2019 dari laba bersih sebesar Rp 755,62 juta pada periode yang sama tahun 2018. Untuk pendapatan perseroan pada periode ini mencapai Rp 12,1 miliar dari Rp 5,9 miliar. Sedangkan beban langsung mencapai Rp 9,4 miliar dari Rp 4,2 Jadi laba kotor menjadi Rp 2,7 miliar dari Rp 1,7 miliar . Dari beberapa kasus diatas jika perusahaan tidak dapat mengalokasikan dana untuk operasional perusahaan dengan baik maka perusahaan rentan mengalami kondisi kesulitan keuangan atau financial distress. Perusahaan dapat dikatakan mengalami financial distress ketika suatu perusahaan menghadapi masalah kesulitan keuangan yang dapat menyebabkan kegiatan perusahaan menjadi terhambat atau tidak berjalan dengan lancar (Indarto, 2. Financial distress adalah suatu keadaan dimana keuangan perusahaan mengalami keadaan yang tidak sehat atau krisis. Pengaruh Likuiditas. Leverage, dan Profitabilitas Terhadap Financial Distress (Studi Empiris Pada Perusahaan Sub Sektor Transportasi Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017 Ae 2. Herni Pujiati. Dinda Melati Financial kebangkrutan dimulai, karena meningkatnya tekanan likuiditas, dan kemudian berlanjut pada nilai aset perusahaan yang terus menurun (Moleong, 2. Financial distress adalah suatu tahap kondisi penurunan yang terjadi sebelum terjadinya kebangkrutan atau likuidasi (Triswidjanti & Nuzula, 2. Kebangkrutan perusahan adalah hal yang paling dihindari karena bukan hanya pihak perusahaan yang akan rugi tetapi juga pihak Untuk kebangkrutan perlu dilakukan analisis untuk mengetahui kemungkinan terjadinya financial distress dan managemen bisa segera mengambil keputusan yang tepat untuk mempertahankan perusahaan. Tujuan mendapatkan laba yang tinggi dan perusahaannya mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama, dengan kata lain perusahan tidak menginginkan terjadinya krisis keuangan/financial distress. Oleh karena itu keuangannya agar tetap stabil. Kinerja keuangan pada suatu perusahaan bisa digunakan untuk mengukur dan melihat keadaan keuangan perusahaan tersebut. Untuk melihat kinerja keuangan perusahaan bisa menggunakan informasi yang didapat dari laporan keuangan perusahaan. Bagi analis, laporan keuangan merupakan media penting untuk mengevaluasi kinerja dan kondisi suatu entitas (Harahap, 2. Tujuan laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi yang meliputi posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan, dimana informasi ini sangat berguna bagi pengguna untuk mengambilan keputusan. Dengan melihat laporan keuangan kita bisa mengetahui catatan akuntansi dalam suatu periode waktu tertentu yang dapat memberikan gambaran tentang kinerja dan posisi keuangan Laporan keuangan dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengukur kesehatan perusahaan melalui rasio-rasio keuangan yang ada. Rasio memprediksi kesulitan keuangan suatu perusahaan untuk periode satu sampai lima Oleh karena itu, melalui analisis laporan keuangan akan diperoleh rasio-rasio keuangan perusahaan yang menggambarkan tentang kondisi keuangan perusahaan, dan rasio-rasio keuangan tersebut yang menjadi indikator yang digunakan untuk memprediksi terjadinya financial distress (Septiani & Dana. Financial distress bisa diprediksi keberadaannya dengan menggunakan rasio Rasio keuangan atau financial ratio ini berguna untuk menganalisa kondisi keuangan suatu perusahaan (Fahmi, 2. (Sari & Diana, 2. dan (Rohmadini, 2. faktor-faktor memprediksi financial distress dengan rasio (Chrissentia & Syarief, 2. , menambahkan rasio selain yang disebutkan diatas yaitu. Firm Age dan Kepemilikan Institusional. (Shidiq & Khairunnisa, 2. menambahkan rasio Sales Growth dan aktivitas sebagai faktor dalam memprediksi financial distress. (Ananto. Mustika, & Handayani. GCG. Profitabilitas. Leverage, dan Ukuran Perusahaan untuk memprediksi financial Dari banyaknya faktor-faktor yang diteliti untuk memprediksi financial distress oleh peneliti terdahulu, penulis mengambil 3 . faktor yang akan dijadikan variabel bebas karena hasil penelitian terdahulu yang belum konsisten. Rasio tersebut adalah likuiditas, leverage profabilitas. Dari laporan keuangan bisa dilihat likuiditas dari suatu perusahaan. Rasio likuiditas dapat menunjukan kemampuan perusahaan dalam melunasi utang/kewajiban jangka pendeknya (Harahap, 2. Maka perusahaan perlu berada dalam kondisi likuid yang artinya perusahaan mempunyai dana untuk membayar kewajibannya. Ketika perusahaan tidak mampu dalam memenuhi kewajibannya maka kondisi keuangan dalam REMITTANCE JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBANKAN VOLUME 01 NOMOR 01 JUNI 2020 ISSN 2774-2407 . -iss. | 2774-2288 . -iss. perusahaan tersebut sedang mengalami Jika suatu perusahaan mengalami masalah dalam likuiditas, maka sangat memungkinkan perusahaan tersebut mulai memasuki masa kesulitan keuangan . inancial distres. , dan jika kondisi kesulitan tersebut tidak cepat di atasi maka ini bisa berakibat kebangkrutan usaha (Fahmi, 2. (Shidiq & Khairunnisa, 2. dan (Chrissentia & Syarief, penelitianya bahwa likuiditas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial (Islami & Rio, 2. dan (Pulungan. Lie. Jubi, & Astuti, 2. dalam penelitiannya menyatakan bahwa likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial Berbeda dengan penelitian (Sari & Diana, 2. dan (Rohmadini, 2. yang berpengaruh signifikan terhadap financial Rasio leverage atau biasa juga disebut dengan rasio solvabilitas menunjukan kemampuan perusahaan dalam melunasi utang jangka pendek maupun jangka panjang (Harahap, 2. Penggunaan hutang yang terlalu tinggi akan membahayakan perusahaan karena perusahaan akan masuk kedalam kategori extrem leverage yaitu perusahaan terjebak dalam hutang yang tinggi dan sulit untuk melepaskan beban hutang tersebut (Fahmi, 2. Keadaan terjadi ketika aset yang dimiliki oleh perusahaan tidak bisa menutupi hutang yang dimiliki perusahaan karena jumlah hutang yang terlalu besar. Keadaan ini akan menyebabkan perusahaan mengalami kondisi kesulitan keuangan atau financial distress. (Chrissentia & Syarief, 2. dalam penelitiannya menyatakan bahwa leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial ditress. Berbeda dengan penelitian (Shidiq & Khairunnisa, 2. yang menyatakan bahwa leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap financial Rasio profitabilitas merupakan rasio yang menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba di suatu periode tertentu dengan menggunakan seluruh aset dan modal yang tersedia (Kasmir, 2. Perusahaan yang bisa menghasilkan laba yang tinggi mngindikasikan baha perusahaan tersebut dapat melunasi kewajibannya sehingga resiko perusahaan mengalami financial distress semakin kecil. (Ananto. Mustika, & Handayani, 2. dalam penelitiannya menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial (Chrissentia & Syarief, 2. menyatakan bahwa Leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress Sedangkan dalam penelitian (Afiqoh & Laila, 2. menyatakan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Tidak ada perusahaan yang menginginkan posisi keuangannya dalam keadaan kiris atau financial distress dan berakhir dengan kebangkrutan, oleh karena itu penelitiaan ini sangat penting untuk menganalisa pengaruh Likuiditas. Leverage dan Profitabilitas terhadap financial distress. Dengan penelitian ini perusahaan bisa mendeteksi kondisi financial distress dan segera mengambil keputusan agar perusahaan bisa kembali stabil dan dapat bertahan. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan oleh penulis selama kurun waktu 4 . bulan selama periode Februari sampai Mei 2020. Dan pelaksanaan penelitian bertempat di Gedung Bursa Efek Indonesia Jalan Jendral Sudirman Kav 52-53 Jakarta Selatan. Jenis penelitian yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk Pengaruh Likuiditas. Leverage, dan Profitabilitas Terhadap Financial Distress (Studi Empiris Pada Perusahaan Sub Sektor Transportasi Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017 Ae 2. Herni Pujiati. Dinda Melati menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sub sektor trasnportasi di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang berjumlah 46 perusahaan dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi financial distress, yang tercermin dari variable-variabel Likuiditas diproksikan dengan Current Ratio (CR). Leverage yang diproksikan dengan Debt to Assets Ratio (DAR) dan profitabilitas yang diproksikan dengan Return on Assets Ratio (ROA). Sedangkan sampel penelitian Dari 46 perusahaan yang ada peneliti memilih sampel yang digunakan adalah dua belas perusahaan sub sektor transportasi di Indonesia yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan periode 2017 sampai dengan tahun 2019 dengan kriteria terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2017-2019, mempublikasikan laporan keuangan selama tahun 2017-2019, memperoleh pendapatan usaha selama periode 2017-2019, dalam laporan keuangannya memiliki data sesuai variabel yang dipilih. Kedua belas perusahaan tersebut yaitu PT Marming Enam Semblan Mineral Tbk. (AKSI). PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA). PT Blue Bird Tbk. (BIRD). Eka Sari Lorena Transport Tbk. (LRNA). Mitra Internasioanl Resources Tbk. (MIRA). PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk. (NELY). PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk. (PORT). PT Sidomulyo Selaras Tbk. (SDMU). PT Express Transindo Utama Tbk. (TAXI). PT Temas Tbk. (TMAS). PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM). dan PT Weha Transportasi Indonesia Tbk. (WEHA). Variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas variable : Likuiditas yang diproksikan dengan Current Ratio (CR). Leverage yang diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER) dan profitabilitas yang diproksikan dengan Return on Assets Ratio (ROA) dan Financial Distress 12 . ua bela. perusahaan sub sektor trasnportasi selama tahun 2017 sampai 2019. Kerangka Pemikiran Gambar 1. Kerangka Pemikiran H1 : Terdapat pengaruh Likuiditas terhadap financial distress pada perusahaan sub sektor transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2019. H2 : Terdapat pengaruh Leverage terhadap financial distress pada perusahaan sub sektor transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2019. H3 : Terdapat pengaruh Profitabilitas financial distress pada perusahaan sub sektor transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2019. H4 : Terdapat pengaruh Likuiditas. Leverage, dan Profitabilitas terhadap financial distress pada perusahaan sub sektor transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2019. HASIL DAN PEMBAHASAN Data Likuiditas dengan proksi Current Ratio (CR) yang dihitung dari laporan keuangan tahunan dari 12 . ua bela. Perusahaan transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui website id, yang tercantum selama tahun 2017 sampai dengan tahun 2019 dan terpilih menjadi sampel penelitian sebanyak 36 data observasi yang memenuhi kriteria. Data likuiditas dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Current Ratio Tahun 2017-2019 Kode Emiten AKSI Current Ratio (CR) REMITTANCE JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBANKAN VOLUME 01 NOMOR 01 JUNI 2020 ISSN 2774-2407 . -iss. | 2774-2288 . -iss. ASSA BIRD LRNA MIRA NELY PORT SDMU TAXI TMAS IPCM WEHA Sumber : Data diolah penulis, 2020 Data Leverage dengan proksi Debt to Equity Ratio (DER) yang dihitung dari laporan keuangan tahunan dari 12 . ua bela. Perusahaan transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui website id, yang tercantum selama tahun 2017 sampai dengan tahun 2019 dan terpilih menjadi sampel penelitian sebanyak 36 data observasi yang memenuhi kriteria. Berikut data Leverage yang ditampilkan pada tabel 2. Tabel 2. Debt Equity Ratio (DER) Tahun Kode Emiten AKSI ASSA BIRD LRNA MIRA NELY PORT SDMU TAXI TMAS IPCM WEHA DER Sumber : Data diolah penulis, 2020 Data Profitabiitas dengan proksi Return On Assets Ratio (ROA) yang dihitung dari laporan keuangan tahunan dari 12 . ua bela. Perusahaan transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui website id, yang tercantum selama tahun 2017 sampai dengan tahun 2019 dan terpilih menjadi sampel penelitian sebanyak 36 data observasi yang memenuhi kriteria. Berikut data Profitabilitas yang ditampilkan pada Tabel 3. Return on Assets (ROA) Tahun Kode Emiten AKSI ASSA BIRD LRNA MIRA NELY PORT SDMU TAXI TMAS IPCM WEHA ROA Sumber : Data diolah penulis, 2020 Data financial distress yang dihitung dari laporan keuangan tahunan dari 12 . ua bela. Perusahaan transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui website id, yang tercantum selama tahun 2017 sampai dengan tahun 2019 dan terpilih menjadi sampel penelitian sebanyak 36 data observasi yang memenuhi kriteria. Berikut data Financial Distress yang ditampilkan pada Tabel 4. Financial Distress (FD) Tahun 20172019 Kode Emiten AKSI ASSA BIRD LRNA MIRA NELY PORT SDMU TAXI Pengaruh Likuiditas. Leverage, dan Profitabilitas Terhadap Financial Distress (Studi Empiris Pada Perusahaan Sub Sektor Transportasi Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017 Ae 2. Herni Pujiati. Dinda Melati TMAS IPCM WEHA Sumber : Data diolah penulis, 2020 Analisis regresi logistik dilakukan setelah mengetahui objek dan data rasio keuangan yang telah diolah kedalam Eviews 7. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah data dan objek yang telah ditentukan tersebut layak untuk digunakan dalam penelitian. Analisis regresi binary logitik digunakan dalam penelitian ini guna mengetahui apakah likuiditas, leverage, dan profitabilitas dapat digunakan untuk memprediksi financial sub-sektor trasnportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2017-2019. Melalui hasil statistik deskriptif, maka dapat diperoleh hasil output regresi binary logistik yang dapat dilihat pada gambar 1. Gambar 1. Hasil Analisis Regresi Dengan Eviews 7 Melalui gambar 1 diatas, maka diperoleh persamaan regresi logistik dalam penelitian ini Li = -3. 286953X1 2. 818642X2 22. Pada persamaan diatas dapat digambarkan bahwa nilai konstanta dari variabel dependen tersebut sebesar -3. 652116 menggambarkan bahwa apabila Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER). Return On Assets (ROA) tidak mempengaruhi atau pengaruhnya nol terhadap Financial Distress pada perusahaan transportasi, maka Financial Distress akan tetap bernilai -3. 652116 poin. Hasil perhitungan dari variabel Current Ratio (CR) terlihat mempunyai korelasi positif terhadap financial distress. Naiknya nilai Current Ratio (CR) akan mendorong naiknya financial distress. Begitupula sebaliknya, apabila nilai Current Ratio (CR) mengalami penurunan maka akan mendorong pula turunnya nilai financial distress. Hal ini tampak jelas pada hasil analisa regresi dimana variabel Current Ratio (CR) sebesar 0. menandakan adanya korelasi positif terhadap financial distress. Hasil perhitungan dari variabel Debt to Equity Ratio (DER) terlihat mempunyai korelasi positif terhadap financial distress. Naiknya nilai Debt to Equity Ratio (DER) akan mendorong naiknya nilai financial Begitu pula sebaliknya, apabila nilai Debt to Equity Ratio (DER) mengalami penurunan, maka akan mendorong turunnya nilai financial distress. Hal ini tampak jelas pada hasil analisa regresi dimana variabel Debt to Equity Ratio (DER) 2. menandakan adanya korelasi positif terhadap financial distress. Hasil perhitungan dari variabel Return On Assets (ROA) terlihat mempunyai korelasi negatif terhadap financial distress. Naiknya nilai Return On Assets (ROA) akan mendorong penurunan Financial Distress yang berarti mengurangi resiko perusahaan mengalami financial distress. Begitupula sebaliknya, apabila nilai Return On Assets (ROA) mengalami penurunan maka akan mendorong naiknya nilai financial distres yang berarti resiko perusahaan mengalami financial distress semakin meningkat. Uji Signifikansi parsial digunakan untuk menguji secara terpisah apakah variabel independen memiliki pengaruh yang signifkan Dasar REMITTANCE JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBANKAN VOLUME 01 NOMOR 01 JUNI 2020 ISSN 2774-2407 . -iss. | 2774-2288 . -iss. pengambilan keputusan pada uji signifikan parsial adalah sebagai berikut: Jika nilai probabilitas > tingkat signifikansi (Sig > 0. maka H0 diterima dan H1 ditolak. Jika nilai probabilitas < tingkat signifikansi (Sig < 0. maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan menggunakan dasar keputusan seperti diatas, diketahui bahwa tingkat signifikansi = 5%. diperoleh nilai probabilitas sebesar 0. Maka dapat disimpulkan probabilitas . > tingkat signifikansi . , yang artinya menolak H1 menerima H0. Sehingga hipotesis pertama yang menyatakan terdapat pengaruh Current Ratio (CR) terhadap Financial Distress tidak dapat diterima. Nilai koefisien pada variabel Leverage (DER) adalah 2. 818642 dengan Prob. Maka dapat disimpulkan probabilitas . < tingkat signifikansi . , yang artinya menerima H2 menolak H0. Sehingga hipotesis kedua yang menyatakan terdapat pengaruh Leverage terhadap Financial Distress dapat Nilai koefisien pada variabel Profitabilitas (ROA) adalah -22. 76792 dengan Prob. Maka dapat disimpulkan probabilitas . < tingkat signifikansi . , yang artinya menerima H3 menolak H0. Sehingga hipotesis ketiga yang menyatakan terdapat pengaruh Profitabilitas terhadap Financial Distress dapat diterima. Uji Likelihood Ratio (LR Statisti. digunkaan untuk mengtahui apakah variabelvariabel independen secara bersamaan mempengaruhi variabel dependen secara Jika nilai probabilitas LR Statistik lebih kecil dari nilai , maka hipotesis nol . ditolak dan variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel Apabila nilai probabilitas LR statistik lebih besar dari nilai yang ditentukan maka hipotesis satu . diterima dan dinyatakan tidak signifikan. Tabel 5. Hasil Uji Likehood Ratio LR Statistic Prob (LR statisti. Sumber : Data diolah dengan E-views 7 Berdasarkan hasil pengujian tersebut, diperoleh besarnya nilai LR statistik sebesar 88368 dengan probabilitas 0. yang nilainya lebih kecil dibandingkan dengan yang digunakan sebesar 5%. Dengan demikian disimpulkan bahwa secara bersamasama variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap probabilitas terjadinya financial R2 (Koefisien Determinasi Majemu. digunakan untuk mengukur seberapa besar perubahan nilai variabel bebas dapat menjelaskan perubahan variabel terikat. Dengan kata lain, nilai statistik ini mengukur tingkat keberhasilan model regresi yang kita gunakan untuk memprediksi nilai variabel terikat atau mengetahui kecocokkan . oodness of fi. dari model tersebut. Nilai R2 memiliki rentang nilai antara nol dan satu . < R2 < . Tabel 6. Koefisien Determinasi McFadden R-squared Sumber : Data diolah dengan E-views 7 Dalam Penelitian ini nilai Pseudo R2 digunakan McFadden R2. Nilai Mcfadden R2 dari hasil estimasi adalah 0. 503095, hal ini berarti bahwa variabel bebas dalam model regresi logistik mampu menerangkan perubahan probabilitas terjadinya financial distress yang berarti variabel dependen dapat dijadikan oleh variabel independen sebesar Lalu sisanya senilai 49. 69% di pengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model persamaan regresi. Pengaruh Likuiditas terhadap Financial Distress Variabel Likuiditas yang diproksikan dengan Current Ratio (CR) secara pasrsial memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap financial distress. Hal ini tampak Pengaruh Likuiditas. Leverage, dan Profitabilitas Terhadap Financial Distress (Studi Empiris Pada Perusahaan Sub Sektor Transportasi Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017 Ae 2. Herni Pujiati. Dinda Melati pada nila koefisien 0. 286953 dengan Prob. 6067 > 0,05. Likuiditas dapat mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya, apabila perusahaan sanggup membayar kewajiban jangka pendeknya. Maka peluang perusahaan mengalami financial ditress semakin rendah. Hasil ini didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh (Rohmadini, 2. dimana hasil dalam penelitiannya menemukan bahwa variabel likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Pengaruh Leverage terhadap Financial Distress Variabel Leverage yang diproksikan dengan Debt Equity Ratio (DER) secara pasrsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress. Hal ini tampak pada hasil perhitungan uji signifikan parsial yakni dimana nilai koefisien 2. 818642 dengan Prob. 0267 < 0,05. Leverage dapat mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan leverage yang tinggi maka perusahaan mempunyai resiko yang tinggi untuk mengalami kegagalan dalam melunasi hutangnya sehingga bisa menyebabkan perusahaan mengalami financial distress. Hasil ini didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh (Chrissentia & Syarief, 2. dimana hasil dalam penelitiannya menemukan bahwa variabel leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress. Pengaruh Profitabiitas terhadap Financial Distress Variabel Profitabilitas yang diproksikan dengan Return On Asset (ROA) secara pasrsial memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress. Hal ini menggambarkan bahwa pengaruh naik turunnya nilai Profitabilitas mempengaruhi nilai financial distress. Hal ini tampak pada hasil perhitungan uji signifikan parsial yakni dimana nilai koefisien -22. 76792 dengan Prob. 0157 < 0,05. Profitabilitas dapat mengukur seberapa efisiensi perusahaan dapat mengelola aset yang dimiliki oleh perusahaan dalam perusahaan tidak dapat mengelolah aset yang dimiliki untuk menghasilkan laba akan berkurang dan akan menyebabkan perusahaan berpotensi mengalami financial distress. Penelitian ini didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh (Chrissentia & Syarief, 2. dimana hasil dalam penelitiannya menemukan bahwa variabel likuiditas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress. Pengaruh Likuiditas. Leverage, dan Profitabilitas terhadap Financial Distress Secara simultan variabel likuiditas, leverage dan profitabilitas bersama-sama memiliki pengaruh terhadap financial distress pada perusahaan sub sektor transportasi Hal naik/turunnya nilai likuiditas, leverage dan naik/turunnya financial distress. Hal ini menunjukan hasil perhitungan likelihood dimana diperoleh besarnya nilai LR statistik sebesar positif 88368 dengan probabilitas 0. 000016 yang nilainya lebih kecil dibandingkan dengan yang digunakan sebesar 5%. PENUTUP Berdasarkan hasil uji data dan pembahasan hasil penelitian mengenai pengaruh likuiditas, leverage dan profitabilitas terhadap financial distress pada dua belas perusahaan sub sektor transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017-2019 ditermukan bahwa variabel Likuiditas secara parsial memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Financial Distress perusahaan Sub Sektor Trasportasi yang terdaftar di Bursa REMITTANCE JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBANKAN VOLUME 01 NOMOR 01 JUNI 2020 ISSN 2774-2407 . -iss. | 2774-2288 . -iss. Efek Indonesia tahun 2017-2019. Variabel Leverage secara parsial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Financial Distress perusahaan Sub Sektor Trasportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun Variabel Profitabilitas secara parsial memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap Financial Distress perusahaan Sub Sektor Trasportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 20172019. Serta secara simultan variabel Likuiditas. Leverage dan Profitabilitas secara bersama-sama berpengaruh terhadap Financial Distress perusahaan Sub Sektor Trasportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun Berdasarkan kesimpulan yang didapat dan dengan mempertimbangkan keterbatasan yang ada dalam penelitian ini, maka saran untuk penelitian selanjutnya tentang faktorfaktor yang dapat mempengaruhi Financial Distress dapat dikembangkan dengan menambah jumlah sampel atau variabel dependen selain Financial Distress serta menambah variabel independen selain Likuiditas. Leverage dan Profitabilitas agar lebih mampu untuk menjelaskan dan memprediksi Financial Distress lebih tepat dan akurat. Chrissentia. , & Syarief. Analisis Pengaruh Rasio Profitabilitas. Leverage. Likuiditas. Firm Age, dan Kepemilikan Institusional Terhadap Financial Distress. SIMAK: Jurnal Sistem Informasi. Manajemen, dan Akuntansi, 16. , 45-62. DAFTAR PUSTAKA