PENGARUH LOCUS OF CONTROL DAN KOMPETENSI PROFESIONAL MELALUI SUASANA KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING TERHADAP KINERJA GURU SMP NEGERI DI KECAMATAN PAUH KOTA PADANG Febrina Anandari1. Jhon Veri2. Zefriyenni3 Universitas Putra Indonesia YPTK. Indonesia Jln. Raya Lubuk Begalung. Kota Padang. Sumatera Barat 25145 E-mail : feanandari88@gmail. com (Korespondin. Abstract: This study analyzes the influence of Locus of Control and Professional Competence on teacher performance, with Work Atmosphere as an intervening variable, in junior high schools in Pauh District. Padang City. Using a quantitative survey approach, data were collected from 88 teachers through questionnaires and analyzed using SEM-PLS with SmartPLS. The findings indicate that Locus of Control and Professional Competence both have a positive and significant effect on Work Atmosphere. However. Locus of Control does not directly affect teacher performance, while Professional Competence has a positive and significant direct effect on performance. Work Atmosphere significantly influences teacher performance and mediates the effects of both Locus of Control and Professional Competence on performance. These results highlight that teacher performance improvement depends not only on individual competence but also on a supportive work atmosphere. Therefore, schools should strengthen organizational climate and systems to optimize teacher performance outcomes. Keywords: Locus Of Control. Professional Competence. Work Atmosphere. Teacher Performance Dalam dunia pendidikan, guru memiliki peran sentral dalam menentukan kualitas proses belajar mengajar. Kinerja guru memiliki arti penting dalam dunia pendidikan karena kualitas hasil belajar siswa sangat ditentukan oleh sejauh mana guru dapat melaksanakan perannya secara profesional. Guru dengan merencanakan pembelajaran dengan baik, melaksanakan proses belajar mengajar secara efektif, serta melakukan evaluasi hasil belajar untuk meningkatkan mutu pendidikan. Sebaliknya, kinerja guru yang rendah dapat berdampak pada rendahnya motivasi belajar siswa, capaian akademik yang kurang optimal, serta menurunnya mutu sekolah secara keseluruhan. Oleh karena itu, pembahasan tentang kinerja guru perlu ditopang oleh landasan teori yang jelas agar dapat dijadikan rujukan dalam mengukur dan faktor-faktor Kinerja guru dipengaruhi faktor internal seperti kompetensi profesional dan locus of control, serta faktor psikologis dan lingkungan kerja. Kinerja mencerminkan pelaksanaan, evaluasi pembelajaran, dan pengembangan profesional. Guru berkinerja tinggi menciptakan pembelajaran inovatif dan bermakna, sedangkan kinerja rendah menurunkan kualitas proses serta hasil belajar siswa. Dalam menengah pertama, tantangan guru semakin kompleks seiring dengan implementasi Kurikulum Merdeka, tuntutan pembelajaran diferensiasi, serta karakteristik peserta didik generasi digital. Kondisi ini menuntut guru untuk memiliki kompetensi profesional yang kuat, sikap psikologis yang positif, serta dukungan lingkungan kerja yang kondusif. Berdasarkan Data uji Kompetensi guru (UKG) terlihat: Tabel 1. Perbandingan Nilai UKG dengan Indikator Kinerja Guru SMP Kota Padang Pengaruh Locus Of Control dan Kompetensi Profesional Melalui Suasana Kerja Sebagai Variabel Intervening Terhadap Kinerja Guru Smp Negeri Di Kecamatan Pauh Kota Padang (Febrina Anandari. Jhon Veri. Zefriyenn. Berdasarkan data Uji Kompetensi Guru (UKG), rata-rata nilai SMP nasional sebesar 51,23, sementara Sumatera Barat mencapai 54,68. Capaian ini menunjukkan kompetensi pedagogik dan profesional guru masih pada kategori sedang dan belum memenuhi standar ideal. Secara nasional, nilai UKG berfluktuasi dan cenderung menurun dari 2019 (A56,. hingga 2021 (A50,. , kemudian meningkat pada 2024 (A. namun kembali turun pada 2025 (A68,. Laporan Kemendikbud . juga mencatat skor kinerja guru SMP rata-rata 75 dari target 85. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara capaian administratif dan kompetensi aktual guru yang perlu segera diperbaiki. Faktor yang mempengaruhi kinerja guru, diantaranya adalah Locus of Control yang menggambarkan keyakinan individu terhadap kendali atas peristiwa dalam Selanjutnya Penelitian oleh Oktavian . menunjukkan bahwa Locus of Control berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selanjutnya Atamimi, et. Locus of Control berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Sipahutar. menyatakan bahwa kompetensi professional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, selanjutnya Cahyana. , et. menemukan bahwa kompetensi pedagogic dan kompetensi professional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Work atmosphere, atau yang dikenal sebagai lingkungan kerja dan suasana kerja, mengacu pada segala sesuatu yang ada di sekitar pekerja yang dapat memengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang Jurnal Daya Saing (Vol. XII. No. 1 Februari 2. kondisi kerja menjadi faktor mediasi yang krusial. Work Atmosphere sebagai variabel moderasi mempengaruhi seberapa besar pengaruh Locus of Control dan kompetensi terhadap kinerja karyawan, dengan lingkungan yang lebih mendukung berpotensi memperkuat pengaruh positif dari kedua faktor tersebut. Berdasarkan hal tersebut terdapatnya celah penelitian yang menempatkan Work Atmosphere ( suasana kerj. sebagai mediasi terhadap Locus of Control dan kompetensi professional guru yang mempengaruhi kinerja. Pengaruh Locus of Control Terhadap Suasana Kerja. Locus of control berhubungan erat dengan cara individu memersepsikan dan merespons lingkungan kerjanya. Guru dengan locus of control internal cenderung menilai kondisi kerja sebagai sesuatu yang dapat dikelola melalui usaha dan sikap Hal ini mendorong terbentuknya perilaku kerja yang adaptif, kooperatif, dan konstruktif dalam lingkungan sekolah. Bakhtiar Yusuf menemukan bahwa locus of control berpengaruh signifikan terhadap persepsi lingkungan dan kepuasan kerja guru. Temuan serupa juga disampaikan oleh Virgana dan Lapasau . yang menyatakan bahwa guru dengan locus of control internal lebih mampu menciptakan interaksi kerja yang positif, sehingga berkontribusi pada suasana kerja yang Berdasarkan uraian teoritis dan dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H1: Locus of control berpengaruh signifikan terhadap suasana kerja guru Pengaruh Kompetensi Profesional Terhadap Suasana Kerja Kompetensi mencerminkan kemampuan guru dalam menguasai materi, metode pembelajaran, serta tanggung jawab profesional lainnya. Guru yang kompeten secara profesional cenderung memiliki rasa percaya diri yang tinggi, mampu bekerja secara mandiri ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Locus Of Control dan Kompetensi Profesional Melalui Suasana Kerja Sebagai Variabel Intervening Terhadap Kinerja Guru Smp Negeri Di Kecamatan Pauh Kota Padang (Febrina Anandari. Jhon Veri. Zefriyenn. maupun kolaboratif, dan aktif berpartisipasi dalam kegiatan sekolah. Aris et al. menunjukkan bahwa kompetensi profesional memiliki pengaruh signifikan terhadap lingkungan dan iklim kerja guru. Penelitian Inawati dan Susilowati . juga menegaskan bahwa kompetensi profesional mendorong terciptanya hubungan kerja yang harmonis dan suasana kerja yang lebih suportif. Dengan demikian, kompetensi profesional dipandang sebagai faktor penting dalam pembentukan suasana kerja yang H2: Kompetensi profesional berpengaruh signifikan terhadap suasana kerja guru. Pengaruh Locus of control terhadap Kinerja Guru Locus of control memengaruhi tingkat tanggung jawab dan ketekunan guru dalam melaksanakan tugas profesional. Guru yang memiliki locus of control internal meyakini bahwa hasil kerja sangat dipengaruhi oleh usaha pribadi, sehingga lebih terdorong untuk meningkatkan kualitas kinerjanya. Penelitian Atamimi. Rehata, dan Amalia . menunjukkan bahwa locus of control memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja guru, baik secara langsung maupun tidak langsung. Temuan ini diperkuat oleh Virgana dan Lapasau . yang menyatakan bahwa locus of control internal berkorelasi positif dengan motivasi dan kinerja kerja guru. Oleh karena itu, dirumuskan hipotesis berikut: H3: Locus of control berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Pengaruh Kompetensi Profesional terhadap Kinerja Guru. Kompetensi profesional merupakan determinan utama dalam pencapaian kinerja Penguasaan materi ajar, kemampuan pedagogik, dan pemanfaatan teknologi melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien. Hasil penelitian Aris et al. menunjukkan bahwa kompetensi profesional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Penelitian lain oleh Inawati dan Jurnal Daya Saing (Vol. XII. No. 1 Februari 2. Susilowati . juga menemukan bahwa berdampak langsung pada kualitas kinerja Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H4: Kompetensi profesional berpengaruh positif terhadap kinerja guru. Pengaruh suasana kerja terhadap Kinerja Guru Kinerja guru dipengaruhi faktor internal seperti kompetensi profesional dan locus of control, serta faktor psikologis dan lingkungan kerja. Kinerja mencerminkan pelaksanaan, evaluasi pembelajaran, dan pengembangan profesional. Guru berkinerja tinggi menciptakan pembelajaran inovatif dan bermakna, sedangkan kinerja rendah menurunkan kualitas proses serta hasil belajar siswa. Berdasarkan landasan teoritis dan dukungan hasil penelitian terdahulu tersebut, dapat disimpulkan bahwa suasana kerja merupakan faktor eksternal yang strategis dalam meningkatkan kinerja guru. Oleh karena itu, dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H5: Suasana signifikan terhadap kinerja guru. Pengaruh Locus of Control terhadap Kinerja Guru dengan Suasana Kerja sebagai Mediasi. Locus of control tidak hanya memengaruhi kinerja guru secara langsung, tetapi juga berpotensi memberikan pengaruh tidak langsung melalui suasana kerja. Guru dengan locus of control internal cenderung memiliki keyakinan bahwa kondisi kerja dapat dipengaruhi oleh sikap dan perilaku Keyakinan tersebut mendorong guru untuk membangun interaksi kerja yang positif, bertanggung jawab, dan adaptif, sehingga menciptakan suasana kerja yang Atamimi. Rehata, dan Amalia . menemukan bahwa karakteristik psikologis individu, termasuk locus of control, berpengaruh terhadap kinerja melalui ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Locus Of Control dan Kompetensi Profesional Melalui Suasana Kerja Sebagai Variabel Intervening Terhadap Kinerja Guru Smp Negeri Di Kecamatan Pauh Kota Padang (Febrina Anandari. Jhon Veri. Zefriyenn. variabel perantara seperti kepuasan dan lingkungan kerja. Sejalan dengan itu. Bakhtiar dan Yusuf . menegaskan bahwa suasana kerja berperan sebagai mekanisme mediasi yang menjembatani pengaruh faktor internal terhadap kinerja guru. Hal ini menunjukkan bahwa suasana kerja memperkuat pengaruh locus of control terhadap kinerja. Berdasarkan dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H6: Locus of control berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru melalui suasana kerja sebagai variabel mediasi Pengaruh Kompetensi Profesional terhadap Kinerja Guru dengan Suasana Kerja sebagai Mediasi Kompetensi mencerminkan kemampuan dalam menguasai materi pembelajaran, menerapkan strategi pembelajaran yang tepat, serta melaksanakan tugas secara profesional dan bertanggung Namun, kompetensi profesional tidak selalu berdampak optimal terhadap kinerja apabila tidak didukung oleh suasana kerja yang kondusif. Aris et al. menunjukkan bahwa kompetensi profesional memiliki pengaruh terhadap kinerja guru baik secara langsung maupun tidak langsung melalui variabel lingkungan kerja. Penelitian Inawati dan Susilowati . juga mengungkapkan bahwa suasana kerja berperan sebagai variabel intervening yang memperkuat hubungan antara kompetensi profesional dan kinerja guru. Temuan ini menunjukkan bahwa profesionalnya secara lebih maksimal. Berdasarkan landasan teoritis dan dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H7: Kompetensi profesional berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru melalui suasana kerja sebagai variabel mediasi. Berdasarkan kajian teori dan, tinjauan penelitian terdahulu maka dapat dikemukakan kerangka pemikiran seperti gambar di bawah Jurnal Daya Saing (Vol. XII. No. 1 Februari 2. Gambar 1. Kerangka Konseptual METODE Untuk mencapai tujuan penelitian dan memvalidasi hipotesis yang diajukan, penelitian ini menggunakan pendekatan positivis . dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Penelitian kuantitatif digunakan untuk menguji teoriteori tertentu dengan cara meneliti hubungan antar variabel. Penelitian ini termasuk dalam bidang manajemen sumber daya manusia, dengan fokus khusus pada Kinerja guru . Populasi dalam penelitian ini adalah adalah seluruh guru SMP Kecamatan Pauh Kota Padang yang Didasarkan pertimbangan homogen dengan ketentuan PNS dan yang telah bersertifikasi maka jumlah sampel menjadi 88 orang guru. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner terstruktur dan analisis data menggunakan SMARTPLS 3. yang merupakan alat statistik pemodelan persamaan struktural Partial Least Squares (PLS). HASIL Hasil berdasarkan Karakteristik Responden dari 88 responden yang diambil sebagai sampel penelitian dominan perempuan sebanyak 78 orang . ,63%) terdapat laki-laki 10 orang atau 11,36%. yang berpendidikan terakhir starata 1( S. sebanyak 71 orang . ,68%) dan 7 orang . ,95%) dengan pendidikan S2. terdapat masa kerja yang dominan 5 Ae 10 tahun tahun sebanyak 50 orang . ,81%) dan diatas 10 tahun sebanyak 34 orang atau 38,63%. Serta 4 orang . ,54%) dengan masa kerja dibawah 5 tahun Untuk meggambarkan hubungan diantara variabel penelitian dapat dilihat ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Locus Of Control dan Kompetensi Profesional Melalui Suasana Kerja Sebagai Variabel Intervening Terhadap Kinerja Guru Smp Negeri Di Kecamatan Pauh Kota Padang (Febrina Anandari. Jhon Veri. Zefriyenn. pada ada diagram jalur seperti gambar berikut: Gambar 2. Model Jalur Penelitian Berdasarkan hasil pengolahan pada aplikasi SmartPLS terdapat nilai dari variabel itu dibawah 0,7 sehingga dengan demikian harus dilakukan eliminasi. Adapun yang di eliminasi yaitu: X1. 1 X1. X1. Dan Z1. dikarenakan nilai item indikatorna di bawah dari 0,7 Kriteria validity suatu konstruk atau variabel juga dapat dinilai melalui nilai Average Variance Extracted (AVE) dari masing-masing konstruk atau variabel. Konstruk dikatakan memiliki validitas yang tinggi jika nilainya berada diatas 0,50. Berikut akan disajikan nilai AVE untuk seluruh konstruk . pada tabel: Tabel. Seluruh konstruk atau variabel di atas memenuhi kriteria validitas yang baik. Hal ini ditunjukkan dengan nilai Average Variance Extracted (AVE) di atas 0,50 sebagaimana kriteria yang direkomendasikan, sehingga dapat dinyatakan memiliki validitas yang baik Penilaian ini dengan melihat nilai composite reliability dan nilai crombach Nilai suatu konstruk dikatakan reliabel jika memberikan nilai composite reliability dan cronbach alpha > 0,70. Hasil uji reliabilitas disajikan pada tabel 2. Jurnal Daya Saing (Vol. XII. No. 1 Februari 2. Tabel. Nilai cronbachAos composite reliability untuk semua konstruk variabel masing-masing memiliki nilai yang lebih besar dari 0. 60, dengan demikian konstruk model penelitian yang terdiri dari kinerja DPRD. Kompetensi. Disiplin kerja, dan Kerjasama Tim reliabel/handal. Persamaan (Mode. Struktural dari tabel Tabel 3 Berdasarkan tabel di atas model struktur di atas dapat dibentuk Persamaan Model sebagai berikut: Z = 0,496X1 0,358X2 Koefisien Locus of Control sebesar 0,496 yang artinya apabila Locus of Control ditingkatkan satu satuan dengan asumsi variabel lain nilainya konstan maka Suasana Kerja mengalami peningkatan senilai 0,496 Kemudian Kompetensi profesional sebesar 0,358 yang artinya apabila Kompetensi profesional ditingkatkan satu satuan dengan asumsi variabel lain nilainya konstan maka Suasana Kerja mengalami peningkatan senilai 0,358 Y = 0,023X1 0,140X2 0,826Z Nilai Locus of Control sebesar 0,023 yang artinya apabila Locus of Control ditingkatkan satu satuan dengan asusmi variabel lain nilainya konstan, maka Kinerja mengalami peningkatan senilai 0,023 Kemudian Kompetensi profesional sebesar 0,140 yang artinya apabila Kompetensi profesional ditingkatkan satu satuan dengan asumsi variabel lain nilainya konstan, maka Kinerja mengalami peningkatan senilai 0,140 ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Locus Of Control dan Kompetensi Profesional Melalui Suasana Kerja Sebagai Variabel Intervening Terhadap Kinerja Guru Smp Negeri Di Kecamatan Pauh Kota Padang (Febrina Anandari. Jhon Veri. Zefriyenn. Selanjutnya nilai koefisien Suasana Kerja sebesar 0,826 yang artinya apabila Suasana Kerja ditingkatkan satu satuan dengan asusmi variabel lain nilainya konstan, maka Kinerja mengalami peningkatan senilai 0,826 satuan Penilaian inner model maka dievaluasi melalui nilai R-Squared, untuk menilai pengaruh konstruk laten eksogen tertentu terhadap konstruk laten endogen apakah mempunyai pengaruh yang substantive. Berikut estimasi R-Square pada tabel berikut: Tabel 5 Tabel 4 R-Square untuk konstruk Kinerja sebesar 0,843 atau sebesar 84,3% yang sumbangan yang diterimanya oleh konstruk Kinerja dari konstruk Locus of Control. Kompetensi profesional , dan Suasana Kerja atau merupakan pengaruh secara simultan konstruk Locus of Control. Kompetensi profesional dan Suasana Kerja terhadap Kinerja. Sementara Suasana Kerja sebesar 0,476 atau sebesar 47,6% menunjukkan besarnya pengaruh sumbangan yang diberikan oleh Locus of Control dan Kompetensi dalam menjelaskan atau mempengaruhi Suasana Kerja. Semakin tinggi nilai R-Square maka semakin besar kemampuan konstruk eksogen tersebut dalam menjelaskan variabel endogen sehingga semakin baik persamaan struktural yang Selanjutnya adalah menguji hipotesis dengan menggunakan nilai t-statistics, berdasarkan nilai t-statistics yang diperoleh, bila lebih besar dari 1. 96 maka ada pengaruh variabel eksogen terhadap variabel endogen atau variabel endogen terhadap variabel Selanjutnya Jika P values kecil sama 05 berarti signifikan dan bila P values besar 05 berarti tidak signifikan. Berikut hasil pengujian hipotesis pada tabel 5 sebagai Jurnal Daya Saing (Vol. XII. No. 1 Februari 2. Tabel diatas menunjukkan hasil pengujian hipotesis yang dapat dijelaskan dimulai dari hipotesis pertama sampai dengan hipotesis ketujuh. Terdapat pengaruh positif dan signifikan Locus of Control terhadap Suasana Kerja pada SMP N Kecamatan Pauh Kota Padang. Terlihat nilai p-value 0,000 kecil dari alpha 5% yaitu 0,000 < 0,05 dengan nilai t-statistik/hitung lebih besar dengan t-statistik/standar yaitu 5,436 > 1,96. Oleh karena itu H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Vircana . dan Dadi, . bahwa Locus of Control berpengaruh signifikan terhadap Suasana Kerja. Hal ini menunjukkan bahwa dengan tingginya Locus of Control akan Suasana Kerja berdampak pada Kinerja. Terdapat pengaruh positif dan signifikan Kompetensi profesional terhadap Suasana Kerja pada SMP N Kecamatan ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Locus Of Control dan Kompetensi Profesional Melalui Suasana Kerja Sebagai Variabel Intervening Terhadap Kinerja Guru Smp Negeri Di Kecamatan Pauh Kota Padang (Febrina Anandari. Jhon Veri. Zefriyenn. Pauh Kota Padang. Terlihat nilai p-value 0,000 kecil dari alpha 5% yaitu 0,000 < 0,05 dengan nilai t-statistik lebih besar dengan tstatistik/standar yaitu 4,909 > 1,96. Oleh karena itu H0 ditolak dan H2 diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Vircana . dan (Paska et , 2. yang menyatakan bahwa Kompetensi profesional berpengaruh positif dan signifikan terhadap Suasana Kerja. Hal ini menunjukkan bahwa dengan tingginya Kompetensi profesional akan meningkatkan Suasana Kerja serta berdampak pada Kinerja. Terdapat pengaruh positif dan signifikan Locus of Control terhadap Kinerja pada SMP N Kecamatan Pauh Kota Padang. Terlihat nilai p-value 0,673 besar dari alpha 5% yaitu 0,673 > 0,05 dengan nilai t-statistik lebih kecil dengan t-statistik/standar yaitu 0,423 < 1,96. Oleh karena itu H0 diterima dan H3 ditolak. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Jumiati dan Kartiko. A, . dan Akbar. bahwa Locus of Control tidak berpengaruh terhadap Kinerja guru. Hal ini menunjukkan bahwa Locus of Control tidak akan meningkatkan Kinerja guru. Terdapat pengaruh positif dan signifikan Kompetensi profesional terhadap Kinerja pada SMP N Kecamatan Pauh Kota Padang. Terlihat nilai p-value 0,002 kecil dari alpha 5% yaitu 0,001 < 0,05 dengan nilai tstatistik lebih besar dengan t-statistik/standar yaitu 3,143 > 1,96. Oleh karena itu H0 ditolak dan H4 diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rohman . dan Sudirman . bahwa Kompetensi profesional signifikan terhadap Kinerja. Hal ini menunjukkan bahwa dengan tingginya Kompetensi profesional akan meningkatkan Kinerja. Terdapat pengaruh positif dan signifikan Suasana Kerja terhadap Kinerja pada SMP N Kecamatan Pauh Kota Padang. Terlihat Nilai p-value 0,000 kecil dari alpha 5% yaitu 0,000 < 0,05 dengan nilai t-statistik lebih besar dengan t-statistik/standar yaitu 17,125 > 1,96. Oleh karena itu H0 ditolak dan H5 diterima. Hasil penelitian ini sejalan Jurnal Daya Saing (Vol. XII. No. 1 Februari 2. dengan penelitian yang dilakukan oleh Vircana . dan Handayan & Soliha . uasana Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja. Terdapat pengaruh positif dan signifikan Locus of Control terhadap Kinerja melalui Suasana Kerja pada SMP N Kecamatan Pauh Kota Padang. Terlihat nilai p-value 0,000 kecil dari alpha 5% yaitu 0,000 < 0,05 dengan nilai t-statistik/hitung lebih besar dengan t-statistik/standar yaitu 4,873 > 1,96. Oleh karena itu H0 ditolak dan H6 diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Vircana . dan Wulandari. , & Prasetya. yang memperoleh bahwa Suasana Kerja mampu memediasi pengaruh Locus of Control terhadap Kinerja. Terdapat pengaruh positif dan signifikan Kompetensi profesional terhadap Kinerja melalui Suasana Kerja pada SMP N Kecamatan Pauh Kota Padang. Terlihat pvalue 0,000 kecil dari alpha 5% yaitu 0,000 < 0,05 dengan nilai t-statistik lebih besar dengan t-statistik/standar yaitu 4,714 > 1,96. Oleh karena itu H0 ditolak dan H7 diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Vircana . dan Lijuan Xu, et. yang menytakan bahwa Suasana Kerja mampu memediasi pengaruh Kompetensi profesional terhadap Kinerja. PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa Locus of Control berpengaruh positif dan signifikan terhadap Suasana Kerja. Temuan ini mengindikasikan bahwa guru yang memiliki locus of control internal cenderung memandang lingkungan kerja sebagai sesuatu yang dapat dikelola melalui usaha Secara teoretis, individu dengan locus of control internal memiliki kecenderungan lebih proaktif, bertanggung jawab, dan adaptif dalam menghadapi dinamika organisasi (Robbins & Judge. Sikap tersebut berkontribusi pada terciptanya interaksi kerja yang harmonis dan iklim sekolah yang kondusif. Selanjutnya. Kompetensi Profesional ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Locus Of Control dan Kompetensi Profesional Melalui Suasana Kerja Sebagai Variabel Intervening Terhadap Kinerja Guru Smp Negeri Di Kecamatan Pauh Kota Padang (Febrina Anandari. Jhon Veri. Zefriyenn. terbukti berpengaruh positif terhadap Suasana Kerja. Guru yang menguasai materi, metode pembelajaran, dan teknologi pendidikan cenderung lebih percaya diri dan mampu berkolaborasi secara efektif. Hal ini memperkuat pandangan bahwa kompetensi bukan hanya berdampak pada hasil kerja, tetapi juga membentuk kualitas interaksi (Mangkunegara, 2. Menariknya. Locus of Control tidak berpengaruh langsung terhadap Kinerja Guru. Hal ini menunjukkan bahwa keyakinan personal semata belum cukup meningkatkan kinerja tanpa dukungan lingkungan kerja. Temuan ini sejalan dengan teori perilaku organisasi yang menekankan pentingnya faktor situasional dalam menentukan performa individu (Sutrisno, 2. Dengan kata lain, faktor psikologis memerlukan konteks organisasi yang mendukung agar berdampak optimal. Sebaliknya. Kompetensi Profesional berpengaruh langsung dan signifikan terhadap Kinerja Guru. Hal ini menegaskan bahwa penguasaan kompetensi inti merupakan determinan utama dalam pencapaian kinerja. Guru yang kompeten mampu merencanakan, pembelajaran secara efektif, sehingga meningkatkan kualitas proses belajar Temuan paling kuat dalam penelitian ini adalah pengaruh Suasana Kerja terhadap Kinerja Guru, dengan koefisien terbesar dalam model struktural. Ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang kondusifAi ditandai hubungan sosial yang baik, dukungan kepemimpinan, serta suasana psikologis yang nyamanAimenjadi faktor strategis dalam meningkatkan performa guru. Secara konseptual, iklim organisasi yang positif produktivitas kerja (Sedarmayanti, 2. Lebih menunjukkan bahwa Suasana Kerja mampu memediasi pengaruh Locus of Control dan Kompetensi Profesional terhadap Kinerja. Artinya, faktor internal guru akan lebih efektif meningkatkan kinerja apabila difasilitasi oleh Jurnal Daya Saing (Vol. XII. No. 1 Februari 2. lingkungan kerja yang suportif. Hal ini memperkuat model kontingensi dalam manajemen sumber daya manusia yang menyatakan bahwa efektivitas individu sangat dipengaruhi oleh kesesuaian antara karakteristik personal dan lingkungan kerja (Hasibuan, 2. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja guru tidak hanya bertumpu pada penguatan kompetensi dan karakter individu, tetapi juga sangat bergantung pada penciptaan suasana kerja yang kondusif sebagai katalis utama peningkatan kinerja. SIMPULAN Beberapa kesimpulan dari hasil penelitian sebagai berikut : Terdapat pengaruh positif dan signifikan Locus of Control terhadap Suasana Kerja pada SMP N Kecamatan Pauh Kota Padang. Terdapat pengaruh positif dan signifikan Kompetensi profesional terhadap Suasana Kerja pada SMP N Kecamatan Pauh Kota Padang. Tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan Locus of Control terhadap Kinerja pada SMP N Kecamatan Pauh Kota Padang. Terdapat pengaruh positif dan signifikan Kompetensi profesional terhadap Kinerja pada SMP N Kecamatan Pauh Kota Padang. Terdapat pengaruh positif dan signifikan Suasana Kerja terhadap Kinerja pada SMP N Kecamatan Pauh Kota Padang. Suasana Kerja mampu memediasi pengaruh Locus of Control terhadap Kinerja pada SMP N Kecamatan Pauh Kota Padang. Suasana Kerja mampu memediasi pengaruh Kompetensi profesional terhadap Kinerja pada SMP N Kecamatan Pauh Kota Padang. DAFTAR RUJUKAN Akbar. Fahruddin, & Hakim. Peran Mediasi Organizational ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Locus Of Control dan Kompetensi Profesional Melalui Suasana Kerja Sebagai Variabel Intervening Terhadap Kinerja Guru Smp Negeri Di Kecamatan Pauh Kota Padang (Febrina Anandari. Jhon Veri. Zefriyenn. Citizenship Behavior pada Pengaruh Internal Locus of Control terhadap Kinerja Guru. Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, 3. , 202Ae210 Fadilah. , & Mahyuny. Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Locus Of Control Mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP Universitas Samudra. Jurnal IPA & Pembelajaran IPA, 2. , 100Ae105. Hartono. , & Kusuma. Disiplin Kerja. Beban Kerja. , 205Ae214. Hasibuan. Manajemen sumber daya manusia (Edisi revis. Jakarta: Bumi Aksara. Hasibuan. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara Hasibuan. Malayu. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: PT Refika Aditama. Hendriyani. Harjadi. , & Djuniardi. Pengaruh Locus of Control dan Self Efficacy terhadap Kinerja Karyawan Employee Engagement Variabel Moderasi. Syntax Admiration, 5. , 1317Ae1333. Indriasari. Pengaruh Locus of COntrol dan Beban Kerja terhadap Indriyati. Pengaruh Kompetensi dan Person Organizational Fit (POFIT) terhadap Kinerja Karyawan dengan Moderasi Budaya Organisasi (Studi pada Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Semarang Ray. National Conference on Applied Business, . Semarang. Jumiati, & Kartiko. Pengaruh SelfEfficacy dan Locus of Control terhadap Kinerja Guru. Jurnal Pendidikan, 1. , 32Ae44 Kinerja Pegawai Melalui Etos Kerja Pada Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi AMKOP Makassar. Kustriani. Widhiandono. Bagis. & Alfalisyado. The Influence of Workload. Locus of Jurnal Daya Saing (Vol. XII. No. 1 Februari 2. Control. And Organizational Climate on Job Satisfaction. Jurnal Pamator. Mangkunegara. Manajemen sumber daya manusia Bandung: Remaja Rosdakarya. Mangkunegara. Manajemen sumber daya manusia Bandung: Remaja Rosdakarya. Melizawati. Pengaruh Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus Pada PT Indotirta Abadi di Gempol Pasurua. Skripsi. Universitas Negeri Surabaya. Prasetiyaningtiyas. , & Putri. AuPengaruh Locus of Control dan Kompetensi terhadap Kinerja Karyawan Budaya Organisasi sebagai Pemoderasi pada PT. Telkomsel Branch Sidoarjo. Jurnal Manajemen dan Organisasi, 11. , 123-136. Ay Pulungan. , & Rivai. Pengaruh Locus of Control dan Efikasi Diri terhadap Kinerja Karyawan dengan Keterikatan Karyawan Variabel Intervening pada PT Semen Padang. Jurnal Menara Ekonomi: Penelitian dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi, 7. , 54Ae65. Rahmawati, . Pengaruh Kompetensi PersonOrganization Fit terhadap Kinerja dengan Budaya Organisasi sebagai Variabel Moderasi. Jurnal Manajemen dan Sumber Daya Manusia, 7. , 34-47. Rijanti. Pengaruh Kompetensi terhadap Kinerja Pegawai. Jurnal Ilmu Manajemen, 5. , 23Ae35. Robbins. , & Judge. Organizational Behavior . th ed. New Jersey: Pearson Education. Robbins. , & Judge. Organizational behavior . th ed. Pearson Education. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Locus Of Control dan Kompetensi Profesional Melalui Suasana Kerja Sebagai Variabel Intervening Terhadap Kinerja Guru Smp Negeri Di Kecamatan Pauh Kota Padang (Febrina Anandari. Jhon Veri. Zefriyenn. Rusmita. , & Badera. Budaya Organisasi sebagai Pemoderasi Pengaruh Kompetensi dan Locus of Control pada Kinerja Auditor KantorAkuntan Publik di Provinsi Bali. Jurnal Akuntansi dan Bisnis, 10. , 56-70. Saputra. Pengaruh Locus Of Control Terhadap Kinerja dan Kepuasan Kerja Internal Auditor Dengan Kultur Lokal Tri Hita Karana Sebagai Variabel Moderasi. Jurnal Akuntansi Multiparadigma. Sari. Pengaruh Locus of Control terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, 12. , 45Ae58. Sedarmayanti. Sumber daya manusia dan produktivitas kerja. Bandung: Refika Aditama. Sedarmayanti. Sumber daya manusia dan produktivitas kerja. Bandung: Mandar Maju. Sugiyono. Metode Penelitian Bisnis Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif. R&D(S. Yustiani Suryandari . )). Alfabeta. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke. Alfabeta. Sujarweni. Metodologi Penelitian Bisnis dan Ekonomi. Pustaka Baru