BIOLOVA Universitas Muhammadiyah Metro http://scholar. id/index. php/biolova/ DOI : History Article Received: Mei 2024 Approved: Juli 2025 eISSN 2716-473X p ISSN 2716-4748 Published: Agustus 2025 PENGEMBANGAN BAHAN AJAR E-MODUL BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA 1,2,3 Eka Zulfitri1 Hening Widowati2 Muhfahroyin 3 Program Pascasarjana/Magister Pendidikan Biologi/Universitas Muhammadiyah Metro Email: 1ekazulfitri47@gmail. com, 2hwummetro@gmail. com, 3mufahroyin@yahoo. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-Modul berbasis Inkuiri Terbimbing yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar kognitif pada materi pembelajaran manusia untuk mata pelajaran IPA kelas Vi di SMP. Penelitian pengembangan ini melibatkan proses yang dijelaskan oleh Thiagarajan dan terdiri dari empat tahap yaitu pendefinisian (Defin. , perancangan (Desig. , pengembangan (Develo. , dan penyebaran (Disseminat. Subjek uji coba kelompok kecil terdiri dari 10 sampel peserta didik kelas kelas Vi SMP MaAoarif 9 Seputih Banyak dan subjek uji coba lapangan sebanyak 25 sampel peserta didik kelas kelas Vi SMP MaAoarif 9 Seputih Banyak. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar penilaian berupa angket respon dan tes hasil belajar kognitif. Teknik analisis data menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-Modul berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan hasil belajar kognitif materi sistem pencernaan manusia IPA kelas Vi SMP menurut ahli desain, ahli bahasa, dan ahli materi dalam kriteria Sangat Baik dengan presentase validasi ahli desain yaitu 90%, validasi ahli bahasa yaitu 89%, validasi ahli materi yaitu 90%, dan mendapat respon positif dari peserta didik yaitu dengan presentase 90% dengan kriteria Sangat Baik. Terdapat perbedaan hasil belajar pretest sebelum menggunakan E-Modul yaitu dengan rata-rata 76 dan posttest sesudah menggunakan EModul yaitu dengan rata-rata 95, didapatkan N-gain score yaitu 0,8 dengan interpretasi tinggi. Kata kunci: e-modul, inkuiri terbimbing, sistem pencernaan manusia Abstrack: This research aims to develop intuition-based E-Modules that can be used to improve cognitive learning outcomes on human learning materials for science subjects in class Vi in junior high school. This development research involves the process described by Thiagarajan and consists of four stages, namely defining (Defin. , designing (Desig. , developing (Develo. , and disseminating (Disseminat. The subjects of the small group trial consisted of 10 samples of students in class Vi of SMP Ma'arif 9 Seputih Banyak and the field trial subjects were 25 samples of students in class Vi of SMP Ma'arif 9 Seputih Banyak. Data collection instruments used assessment sheets in the form of response questionnaires and cognitive learning outcomes tests. The data analysis technique used paired sample t-test. The results of the research show that the guided inquiry-based E-Module can improve cognitive learning outcomes on human digestive system material for class Vi SMP according to design experts, linguists and material experts in Very Good criteria with a percentage of design expert validation of 90%, linguist validation of 90%. 89%, material expert validation, namely 90%, and received a positive response from students, namely with a percentage of 90% with Very Good criteria. There is a difference in the pretest learning results before using the E-Module, namely with an average of 76 and posttest after using the E-Module, namely with an average of 95, the N-gain score is 0. 8 with a high interpretation. Keywords: E-Module, guided inquiry, human digestive system How to Cite Zulfitri. Widowati. Muhfahroyin. Pengembangan E-Modul Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Materi Sistem Pencernaan Manusia . BIOLOVA 6. BIOLOVA VOL. 6 NO 2, 31 Agustus 2025 Pendidikan merupakan suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dalam proses pembelajaran kondusif agar peserta didik dapat mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya sehingga dapat menciptakan generasi yang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berpengaruh pada kemajuan Indonesia. Sejalan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, dunia pendidikan juga harus berubah menjadi lebih baik. Oleh karena itu, perkembangan dunia pendidikan menuntut guru untuk mengemas pembelajaran dengan lebih menarik dan memfasilitasi keterampilan yang dibutuhkan peserta didik di abad Saat berlangsung, guru dapat menyajikan materi pembelajaran dan menyediakan sarana untuk belajar, sementara peserta didik dapat menguasai bahan pelajaran. Dengan demikian, proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar (Herawati & Muhtadi, 2. Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menarik bagi peserta didik, guru harus memiliki kemampuan menerapkan model pembelajaran dan meyediakan bahan ajar yang menarik minat belajar peserta didik (Khasanah & Nurmawati, 2. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan di SMP MaAoarif 9 Seputih Banyak bahwa bahan ajar yang menggunakan LKS (Lembar Kerja Sisw. saja, sehingga pembelajaran kurang efektif. Menurut pendapat Yusuf, , . 1: . LKS (Lembar Kerja Sisw. lebih menekankan pada kegiatan aktivitas yang berpusat pada peserta didik namun untuk sebuah media yang menarik dan menyenangkan masih sedikit membosankan untuk peserta pembelajaran yang efektif. Selain itu, pembelajaran yang masih berpusat pada guru kurang memotivasi peserta didik dalam proses pembelajaran. Pembelajaran selama ini menggunakan metode luring . atap muk. dan daring . Pembelajaran secara daring masih belum mengarahkan kepada capaian pembelajaran. Kendala lainnya yaitu pada salah satu materi pada kelas Vi SMP yaitu Sistem Pencernaan Manusia yang diajarkan dalam mata pelajaran IPA dibuktikan pada hasil asesmen formatif materi Sistem Pencernaan Manusia menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik memiliki hasil belajar Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Era revolusi industri 4. 0 atau disebut dengan era digital dimana telah mempengaruhi perkembangan pada semua bidang salah satunya yaitu di bidang pendidikan. Salah satu yang pembelajaran yaitu dengan pemilihan bahan ajar. Bahan ajar yang baik adalah bahan ajar yang mampu memunculkan sikap saintifik peserta Mengintensifkan usaha untuk memberikan pelayanan belajar yang perkembangan teknologi menjadi poin penting yang perlu dikembangkan oleh Penggunaan media dan sumber belajar merupakan bagian dari suatu hal yang mempengaruhi proses pembelajaran peserta didik. Bahan ajar perlu disesuaikan dengan kondisi perkembangan revolusi industri 4. dan strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru. Pemanfaatan E-Modul sebagai pembelajaran bagi peserta didik yang 175 | Zulfitri. Eka. Widowati. Hening. Muhfahroyin Muhfahroyin. PengembanganA A . BIOLOVA VOL. 6 NO 2, 31 Agustus 2025 penguasaan materi baik guru maupun peserta didik. Bahan ajar yang dapat pembelajaran peserta didik adalah bahan ajar E-Modul. E-Modul adalah sebuah buku online yang di dalamnya terdapat materi ajar bertujuan agar peserta didik dapat belajar secara mandiri dengan menggunakan computer, laptop, tablet, atau bahkan smartphone yang mereka miliki kapan saja dan dimana saja tanpa harus belajar di sekolah. Model pembelajaran merupakan faktor yang tidak kalah pentingnya dalam keberhasilan suatu pembelajaran, menentukan langkah-langkah kegiatan pada peserta didik. Adanya model pembelajaran yang telah ditentukan, peserta didik dapat belajar lebih efektif dan dapat sesuai pembelajaran dengan materi yang akan diterima. Model perencanaan pelaksanaan pembelajaran di kelas yang menjadi pedoman dalam mencapai tujuan pembelajaran (Lovisia, 2018:. Sehingga peserta didik dapat melaksanakan aktivitas belajarnya untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berpengaruh terhadap hasil belajar. Model inkuiri terbimbing dapat mendorong peserta didik secara aktif untuk menggali pengetahuannya sendiri sehingga peserta didik dapat menjadi pribadi yang mandiri, aktif, serta terampil dalam memecahkan masalah berdasarkan informasi dan pengetahuan yang didapatkan. Menurut Agustina menggunakan model inkuiri terbimbing dapat merangsang peserta didik untuk berpikir kritis, kegiatan dalam langkah kesempatan bagi peserta didik untuk melakukan sebuah pengamatan yang akan memberikan pengalaman dalam memungkinkan peserta didik untuk lebih Penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat mendukung peserta didik menjadi lebih aktif terlibat dalam proses pembelajaran memahami materi dan memperoleh hasil belajar kognitif yang tinggi (Lestari & Irawan, 2. E-Modul terbimbing merupakan bahan ajar yang disusun khusus untuk mendukung proses pembelajaran sesuai dengan langkah- langkah inkuiri terbimbing karena dalam proses pelaksanaannya memungkinkan siswa bergerak dengan petunjuk yang cukup luas dengan dampingan atau bimbingan guru. Model inkuiri terbimbing dapat membuat siswa lebih aktif dalam pembelajaranya terarah. Petunjuk teknis yang tersedia di dalam E-Modul memungkinkan siswa terlibat secara langsung dalam berkerja sama dalam kegiatan proses sains secara mandiri pencatatan, pengolahan data serta menginferensi, dan mempresentasikan hasil penemuan yang diperoleh (Utami. Pembelajaran penemuan dengan arahan guru sangat cocok digunakan untuk siswa SMP, karena rentang usia SMP masih butuh arahan dari guru serta bimbingan dalam belajar. Penggunaan bahan ajar yang pembelajaran bagi peserta didik yaitu berupa E-Modul berbasis inkuiri SMP. Pengembangan E-Modul dimaksudkan bisa menjadi sarana untuk peserta didik menemukan konsep dari materi yang dipelajarinya sehingga memudahkan peserta didik agar dapat belajar secara mandiri serta melatih agar dapat memahami fenomena yang ada disekitar kita dan mengambil keputusan secara ilmiah. 176 | Zulfitri. Eka. Widowati. Hening. Muhfahroyin Muhfahroyin. PengembanganA A . BIOLOVA VOL. 6 NO 2, 31 Agustus 2025 Selain itu. E-Modul juga menyajikan materi secara lengkap serta disusun dengan bahasa yang sederhana dan menarik semangat belajar peserta didik dengan menggunakan computer, laptop, tablet, atau bahkan smartphone yang mereka miliki kapan saja dan dimana saja tanpa harus belajar di sekolah. Pengembangan E-Modul ini dapat mengarahkan peserta didik untuk lebih maksimal dalam mencapai tujuan Pentingnya E-Modul dikembangkan dalam penelitian ini karena dengan penggunaan bahan ajar E-Modul akan menghasilkan E-Modul yang interaktif dan dinamis dibanding modul cetak yang statis modul dalam bentuk digital terdiri dari teks, gambar, atau keduanya yang berisi materi elektronika digital hadir dengan kemungkinan simulasi dan pembelajaran (Herawati & Muhtadi, 2018:. Menurut Gani, dkk . hasil belajar adalah tentang perubahan dan kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik setelah mengalami pengalaman belajarnya baik dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor dengan tujuan untuk dicapai dengan tindakan instructional effects, yang biasanya Menurut Firdaus, dkk. hasil belajar ranah kognitif merupakan ranah yang mencakup aktivitas mental . yang berkaitan dengan proses mental melalui sensorik yang kemudian dicatat dan disimpan dalam otak. Seperti halnya berfikir, ,memahami sesuatu dalam proses pembelajaran. Ranah berhubungan dengan kemampuan dalam bentuk pengenalan secara umum dengan peserta didik terhadap suatu objek ke dalam gambaran mental seseorang tanggapan, ide atau gagasan, dan nilai atau pertimbangan. (Zakiah & Khairi. Ranah kognitif merupakan ranah yang berkaitan dengan aspekaspek intelektual atau berpikir . yang di didalamnya mencakup . , . , penerapan . , penguraian . , . , dan penilaian . (Noviansyah, 2. Penelitian ini bertujuan untuk menilai keefektifan E-Modul yang dikembangkan dan mengukur hasil Penelitian pengembangan ini melibatkan proses yang dijelaskan oleh Thiagarajan dan terdiri dari empat tahap yaitu pendefinisian (Defin. , (Desig. , (Develo. , penyebaran (Disseminat. Subjek uji coba kelompok kecil terdiri dari 10 sampel peserta didik kelas Vi dan subjek uji coba lapangan sebanyak 25 sampel peserta didik kelas kelas Vi. METODE Penelitian ini menggunakan pedekatan kualitatif dan kuantitatif dengan jenis penelitian pengembangan Research and Development (R&D) pengembangan Thiagarajan yaitu model 4-D, model ini terdiri dari 4 tahapan yaitu tahap pendefinisian (Defin. , tahap perancangan (Desig. , tahap pengembangan (Develo. , dan tahap penyebaran (Desseminat. Keempat tahapan tersebut dalam pengembangan E-Modul berbasis inkuiri terbimbing menggunakan satu materi yaitu sistem pencernaan manusia untuk meningkatkan hasil belajar kognitif peserta didik kelas Vi SMP MaAoarif 9 Seputih Banyak dengan melakukan validasi ahli desain, ahli bahasa dan ahli materi kemudian 177 | Zulfitri. Eka. Widowati. Hening. Muhfahroyin Muhfahroyin. PengembanganA A . BIOLOVA VOL. 6 NO 2, 31 Agustus 2025 uji coba kelompok kecil 10 sampel dan uji coba kelompok besar 25 sampel. Berdasarkan pendapat Hermawan . R&D memiliki fungsi tahapan dalam sebuah pengembangan bahan ajar yang digunakan untuk menentukan Proses pengembangan tersebut dengan cara yang terorganisir secara sistematis, dan tentunya sesuai dengan tujuannya untuk menciptakan produk pengembangan yang valid dan layak untuk dapat kemudian dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dan dapat meningkatkan hasil belajar kognitif peserta didik. Tahap Pendefenisian (Defin. Tahap pendefinisan ini dilakukan kebutuhan peserta didik, sehingga dapat ditemukan suatu kebutuhan peserta didik beserta solusinya. Pada pendefinisian ini dilakukan kegiatan pengembangan yang bisa dilakukan dengan syarat-syarat yang sesuai dengan kebutuhan model penelitian dan pengembangan yaitu model Research and Development (R&D). Hal ini diinterpretasikan sebagai kebutuhan guna mengembangkan suatu produk yang telah di tentukan dengan melakukan survei ke SMP MaAoarif 9 Seputih Banyak yang terdiri dari proses wawancara, pengumpulan data menggunakan angket ditujukan kepada peserta didik ataupun guru IPA guna untuk menganalisis kebutuhan dalam proses pembelajaran. Tahap Perancangan (Desig. Tahap perancangan, tahap yang dilakukan yaitu menyiapkan atau membuat rancangan E-Modul Kegiatan perancangan ini meliputi: menyusun E-Modul menggunakan aplikasi Flip PDF Corporate dan Canva sebagai bahan ajar untuk peserta didik. Tahap pengembangan (Develo. Tahap pengembangan ini sudah E-Modul inkuiri terbimbing yang sudah direvisi berdasarkan saran yang diberikan oleh validator . osen ahl. Uji ahli dilakukan oleh dosen Universitas Muhammadiyah Metro dan guru IPA. Kriteria yang akan dikoreksi oleh validator: . Menilai mutu produk dari sisi desain E-Modul berbasis inkuiri terbimbing, . Menilai mutu produk dari segi penyajian materi Sistem Pencernaan Manusia, . Menilai mutu produk dari segi bahasa dalam EModul berbasis inkuiri terbimbing. Pengujian desain, bahasa dan materi dilakukan untuk memperoleh produk valid yang sesuai untuk uji coba lapangan. Pada tahap pengujian desain dilakukan validasi produk oleh 2 orang dosen dari Universitas Muhammadiyah Metro dan 1 orang pendidik dari SMP MaAoarif 9 Seputih Banyak, tahap pengujian bahasa dilaksanakan oleh dua orang dosen dari Universitas Muhammadiyah Metro dan 1 orang pendidik dari SMP MaAoarif 9 Seputih Banyak tahap, pengujian materi dilakukan oleh 2 Universitas Muhammadiyah Metro dan 1 orang pendidik dari SMP MaAoarif 9 Seputih Banyak. Uji coba kelompok kecil yang berjumlah 10 sampel dipilih secara acak kemudian mengisi angket. Tahap Penyebaran (Disseminat. Tahap penyebaran ini kemudian disebar luaskan ke lapangan untuk dapat dimanfaatkan oleh pendidik dan Penyebarluasan yang dilakukan oleh peneliti yaitu melalui aplikasi WhatsApp di antaranya grup Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA SMP dan grup sekolah SMP MaAoarif 9 Seputih Banyak. 178 | Zulfitri. Eka. Widowati. Hening. Muhfahroyin Muhfahroyin. PengembanganA A . BIOLOVA VOL. 6 NO 2, 31 Agustus 2025 Metode analisis data digunakan Hasil dari siswa SMP Ma'arif 9 Seputih Banyak pada kuesioner untuk ahli desain, ahli bahasa, dan ahli materi, serta dari uji coba kelompok besar dan kecil, digunakan dalam teknik analisis data, yang menggunakan uji-t sampel berpasangan. Para peneliti akan menggunakan pendekatan analisis data seperti mentabulasi data, menghitung skor yang mengidentifikasi indikator keberhasilan. Pengolahan data dilakukan dalam bentuk angket respon peserta didik dengan melihat tabulasi data yang sudah ditetapkan dengan tujuan untuk memberikan gambaran frekuensi dari setiap respon berdasarkan pertanyaan yang telah dibuat pada angket dan jumlah sampel. Cara menghitung presentase (%) jawaban angket pada setiap percobaan. Presentasenya dapat dihitung menggunakan rumus: Nilai = Keterangan: G = N-gain score ternormalisasi S post = Skor postes S pre = Skor pretes S maks = Skor maksimum HASIL Perolehan skor dari angket yang diberikan kepada para ahli desain, ahli bahasa, ahli materi serta angket uji kelompok kecil dan kelompok besar oleh peserta didik. Berikut rekapitulasi skor yang didapatkan dari validasi ahli desain, validasi ahli bahasa dan validasi ahli materi dapat dilihat Gambar 1. sebagai berikut: X 100% Setelah mengetahui kelayakan produk yang sudah dibuat dan diuji cobakan kelompok besar kemudian N-gain mengetahui peningkatan pemahaman yang terjadi sebelum dan sesudah pembelajaran berdasarkan hasil PretestPosttest yang sudah dikerjakan peserta Agar dapat mengetahui hasil Pretest-Posttest yang terdapat dalam EModul dapat meningkatkan hasil belajar ranah kognitif atau tidak dengan menggunakan rumus N-gain score. Peningkatan kompetensi yang terjadi sebelum dan sesudah pembelajaran dihitung dengan menggunakan rumus G faktor (N-gain scor. dengan rumus sebagai berikut: Gambar 1. Rekapitulasi Validasi Ahli Desain. Bahasa dan Materi Uji coba kelompok kecil pada penelitian ini menggunakan 10 Penelitian pengembangan ini di kembangkan berdasarkan beberapa tahapan, yaitu validasi ahli, revisi produk, dan uji kelompok kecil. Data hasil uji coba kelompok kecil tersebut di sajikan dalam Gambar 2. sebagai berikut: SAMPEL 179 | Zulfitri. Eka. Widowati. Hening. Muhfahroyin Muhfahroyin. PengembanganA A . BIOLOVA VOL. 6 NO 2, 31 Agustus 2025 Gambar 2. Perbandingan Skor Uji Coba Kelompok Kecil Uji coba kelompok besar dengan test kognitif yang dilakukan oleh penelitian ini menggunakan 25 sampel, menunjukkan perolehan N-gain score hasil uji coba test kognitif dengan mengambil N-gain score pada setiap Data hasil uji coba test kognitif disajikan dalam Gambar 3. Gambar 3. Hasil Belajar Tes Kognitif Pretest dan Posttest PEMBAHASAN Pengembangan akhir produk menghasilkan sebuah bahan ajar berupa E-Modul berbasis Inkuiri Terbimbing, dikembangkan dengan memperhatikan masalah dan kebutuhan serta kemajuan teknologi yang canggih sehingga bahan ajar ini menjadi bahan ajar yang interaktif dan membaur dengan kondisi era moderenisasi seperti saat ini. Produk ini dikembangkan karena terdapat permasalahan yang ditemui yaitu bahan ajar yang digunakan masih terbatas atau menggunakan LKS (Lembar Kerja Sisw. saja, sehingga pembelajaran kurang efektif. Selain itu pembelajaran yang masih berpusat pada guru, kurang memotivasi peserta didik dalam proses Pembelajaran berlangsung selama ini menggunakan metode luring . atap muk. dan daring . Pembelajaran secara daring masih belum mengarahkan kepada capaian pembelajaran. Kendala lainnya yaitu pada salah satu materi pada kelas Vi SMP yaitu Sistem Pencernaan Manusia yang diajarkan dalam mata pelajaran IPA dibuktikan pada hasil asesmen formatif materi Sistem Pencernaan Manusia menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik memiliki hasil belajar Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). E-Modul digunakan sebagai bentuk materi instruksional selama proses pengembangan. E-Modul dibuat dengan menggunakan aplikasi Flip PDF Corporate dan Canva. Salah satu program yang ada di ranah teknologi adalah Canva. Aplikasi ini desain online dengan tools yang berbeda, seperti banner, infografis, presentasi, resume, poster, pamflet, brosur, grafik, dan kategori lainnya yang terdapat dalam aplikasi Canva. Canva adalah alat untuk membuat Canva presentasi, termasuk untuk digunakan di ruang kelas (Resmini et al. , 2021: Fungsi aplikasi Canva ini untuk membuat desain visual, template desain, edit gambar, menambahkan teks bahkan menyimpan project yang sudah dibuat. Keunggulan dari aplikasi Canva yaitu memiliki beragam desain yang menarik dan mudah untuk digunakan dalam membuat project. E-Modul memuat pembelajaran dan alur capaian pembelajaran sehingga tepat sasaran untuk dapat dimanfaatkan oleh peserta didik dan pendidik dalam proses pembelajaran. Flip Pdf Corporate Edition adalah aplikasi pengembangan Pdf yang dapat diakses secara online dan offline, yang berisi, teks, audio, 180 | Zulfitri. Eka. Widowati. Hening. Muhfahroyin Muhfahroyin. PengembanganA A . BIOLOVA VOL. 6 NO 2, 31 Agustus 2025 (Zinnurain, 2021: . Fungsi Flip Pdf Corporate Edition yaitu merancang desain yang akan dijadikan website dengan menampilan video online atau offline, audio, action script dan bisa mengerjakan soal Pretest dan Posttest melalui link yang sudah dibuat menggunakan google form. Format EModul yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan yang ada pada tahap perencanaan. Berikut format EModul yang telah dikembangkan: Tabel 1. Format Penyusunan E-Modul berbasis Inkuiri Terbimbing No Keterangan Isi Judul. Mata Pelajaran. Kelas. Semester. Tahun Pelajaran 2 Informasi Kata Pengantar. Umum Petunjuk Penggunaan EModul 3 Peta Konsep Peta konsep materi Sistem Pencernaan Manusia 4 Kompetensi Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) 5 Pretest Soal esai mengenai Sistem Pencernaan Manusia 6 Materi Pembahasan Pembelajaran Sistem Pencernaan Manusia yang disertai link video, barcode dan kegiatan kelompok 7 Rangkuman Ringkasan materi sesuai dengan Alur Tujuan Pembelajaran 8 Evaluasi Soal pilgan mengenai Sistem Pencernaan Manusia 9 Glosarium Kumpulan kata dengan penjelasan 10 Daftar Nama penulis yang Literatur 11 Profil penulis Biografi penulis Rancangan E-Modul dihasilkan peneliti sebagai produk awal pengembangan E-Modul berbasis inkuiri terbimbing. Desain sampul E-Modul dapat dilihat pada Gambar 4. 1 Cover Gambar 4. Design Bagian Sampul EModul Bagian isi E-Modul terdiri dari informasi umum, peta pembelajaran, rangkuman, evaluasi disajikan sedemikian rupa sehingga peserta didik dapat lebih aktif dalam proses pembelajaran. Desain bagian isi E-Modul dapat dilihat pada Gambar 5. Gambar 5. Design Bagian Isi E-Modul Bagian ahkir E-Modul terdiri dari Glosarium, daftar literatur, dan profil penulis. Desain bagian akhir EModul dapat dilihat pada Gambar 6. 181 | Zulfitri. Eka. Widowati. Hening. Muhfahroyin Muhfahroyin. PengembanganA A . BIOLOVA VOL. 6 NO 2, 31 Agustus 2025 Gambar 6. Design Bagian Akhir EModul E-Modul dikembangkan oleh peneliti ini sudah melalui step by step validasi oleh ahli desain yang kompeten, ahli bahasa maupun ahli materi yang mahir untuk memperoleh penilaian dan saran kelayakan produk. Tahap penilaian yang telah ditunaikan menjadi tolak ukur untuk memastika kelayakan EModul dan mengidentifikasi yang dirasa kurang dan perlu ditingkatkan guna mencapai kesempurnaan produk. Validator menilai E-Modul ini valid dan sesuai sehingga membuka jalan bagi uji coba skala kecil yang melibatkan 10 siswa kelas Vi SMP Ma'arif 9 Seputih Banyak. Proses validasi melibatkan pencarian masukan dari para ahli, seperti ahli media, ahli materi pelajaran, dan ahli desain pembelajaran (Khasanah & Nurmawati. Dengan melengkapi lembar instrumen yang disediakan, para ahli tersebut memberikan valuable insight dalam pengembangan bahan ajar. Uji coba siswa, sebaliknya, bertujuan untuk menilai keterbacaan dan kelayakan EModul secara keseluruhan. Komentar dan saran yang diberikan secara umum untuk E-Modul yang telah dikembangkan dari peserta Data hasil validasi desain terdapat komentar dan saran secara dikembangkan berupa bahan ajar EModul berbasis Inkuiri Terbimbing yang telah dikembangkan, terdapat komentar dan saran yaitu materi diberikan pembatas setiap awal sub materi, dan Link yang terdapat pada materi dan evaluasi diberikan Kegiatan validasi oleh ahli desain, ahli bahasa maupun ahli materi di lakukan dengan 3 tahapan, tahapan pertama validasi desain dari validator 1,2 dan 3 mendapatkan persentase skor 90% dengan kreteria AuSangat BaikAy dengan beberapa saran perbaikan ringan. Tahapan kedua validasi bahasa dari validator 1,2 dan 3 mendapatkan persentase skor 89% dengan kreteria AuSangat BaikAy dengan beberapa saran perbaikan Sedangkan tahapan terakhir validasi oleh ahli materi dari validator 1,2 dan 3 mendapatkan persentase skor 90% dengan kreteria AuSangat BaikAy perbaikan ringan. Kemudian tahap revisi yaitu perbaikan sesuai dengan saran yang diberikan oleh validator ahli desain, ahli bahasa, maupun ahli Menurut Armando . berhasil atau layak digunakan oleh peserta didik, jika memiliki kriteria interpretasi AuBaikAy. Maka dengan begitu produk E-Modul yang telah dikembangkan ini sudah layak untuk digunakan atau diuji cobakan kepada peserta didik. Kemudian dilanjutkan dengan uji coba kelompok kecil setelah para ahli di bidang desain, bahasa, dan menganggapnya layak. Sebelum item dievaluasi di lapangan atau dalam uji coba kelompok besar, para peneliti menggunakan temuan dari uji coba menginformasikan pekerjaan mereka. Hasil uji coba kelompok kecil yang dilakukan di Sekolah SMP MaAoarif 9 Seputih Banyak yang diisi perolehan skor hasil uji coba kelompok 182 | Zulfitri. Eka. Widowati. Hening. Muhfahroyin Muhfahroyin. PengembanganA A . BIOLOVA VOL. 6 NO 2, 31 Agustus 2025 kecil mengambil rata-rata pada setiap responden yaitu responden 1 skor total yaitu 99 dengan rata-rata 4,7. Responden 2 skor total yaitu 100 dengan rata-rata 4,8. Responden 3 skor total yaitu 99 dengan rata-rata 4,7. Responden 4 skor total yaitu 100 dengan rata-rata 4,8. Responden 5 skor total yaitu 95 dengan rata-rata 4,5. Responden 6 skor total yaitu 100 dengan rata-rata 4,8. Responden 7 skor total yaitu 97 dengan rata-rata 4,6. Responden 8 skor total yaitu 96 dengan rata-rata 4,6. Responden 8 skor total yaitu 96 dengan rata-rata 4,6. Responden 9 skor total yaitu 101 dengan rata-rata 4,8. Responden 10 skor total yaitu 102 dengan rata-rata 4,8. Berdasarkan hasil rata-rata skor diatas dapat diambil rata-rata yaitu 4,8 dengan presentase 90% kriteria AuSangat BaikAy. Pengujian lapangan skala besar terhadap E-Modul yang dihasilkan dapat dilakukan, sesuai dengan hasil evaluasi uji coba kelompok kecil dengan kriteria sangat baik. Efektivitas E-Modul yang dibuat dinilai dan ditinjau dengan menggunakan temuantemuan dari uji kelompok besar. Aspek efektivitas E-Modul berbasis inkuiri terbimbing yang dikembangkan diukur dari nilai pretest dan posttest. Hasil uji coba kelompok besar yang dilakukan di Sekolah SMP MaAoarif 9 Seputih Banyak dengan menggunakan 25 sampel, menunjukkan perolehan Rata-rata nilai Pretest yaitu 76 dan rata-rata perolehan nilai Posttest yaitu 95 mendapatkan N-gain score 0,8 dengan interpretasi tinggi. Menurut Hermawati & Muhtadi . 8: . menyatakan bahwa ketercapaian hasil pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada materi Sistem Pencernaan Manusia, dikatakan meningkat untuk peserta didik, jika besar presentase 0,3 < g < 0,7 dengan interpretasi sedang. Maka dengan begitu produk E-Modul yang telah dikembangkan ini sudah meningkatkan hasil belajar kognitif peserta didik. Penerapan E-Modul di SMP Ma'arif 9 Seputih mendapat tanggapan yang positif. Modul interaktif ini dirancang khusus untuk menyelaraskan dengan tuntutan era digital atau yang dikenal dengan revolusi industri 4. Sekolah yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang diperlukan dapat memanfaatkan E-Modul berbasis inkuiri terbimbing ini untuk meningkatkan proses belajar mengajar. Salah satu keuntungan penting dari E-Modul ini mengajarkan topik kompleks sistem pencernaan manusia kepada siswa kelas E-Modul disusun secara menggunakan teks yang mudah dipahami dan gambar yang sesuai, video pembelajaran, dan kegiatan Selain itu, pretest, kegiatan kelompok, dan pertanyaan evaluasi yang membantu peserta didik lebih mendalami materi. KESIMPULAN Produk E-Modul berbasis inkuiri terbimbing pada materi sistem dikembangkan dapat diakses melalui website atau dipindai dengan QR code, dan dapat digunakan sebagai sumber belajar baik secara mandiri pembelajaran di kelas, sesuai dengan hasil penelitian dan pengembangan. Produk dibuktikan dengan rekapitulasi skor hasil validasi ahli desain, ahli bahasa, ahli materi, dan uji coba kelompok kecil, yaitu berturut-turut sebesar 90%, 89%, 90%, dan 90% dengan kriteria "Sangat Baik". Keefektifan produk E-Modul dilihat dari hasil belajar kognitif peserta didik yaitu pada pretest dan posttest, perolehan rata-rata nilai Pretest yaitu 76 dan ratarata perolehan nilai Posttest yaitu 95 mendapatkan N-gain score 0,8 dengan interpretasi tinggi, jadi E-Modul 183 | Zulfitri. Eka. Widowati. Hening. Muhfahroyin Muhfahroyin. PengembanganA A . BIOLOVA VOL. 6 NO 2, 31 Agustus 2025 berbasis inkuiri terbimbing materi sistem pencernaan manusia dapat meningkatkan hasil belajar kognitif peserta didik. SARAN