(JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN BENZODIAZEPINE PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RS KARSA HUSADA BATU DESCRIPTION OF THE RESULTS OF BENZODIAZEPINE EXAMINATION IN PATIENTS WITH CHRONIC RENAL FAILURE UNDERGOING HEMODIALYSIS AT RS KARSA HUSADA BATU Mela Tri Mayang Sari1. Previta Zeizar Rahmawati2 Program Studi D3 Teknologi Laboratorium Medis STIKes Maharani Malang. Indonesia . mail korespondensi: previta. zr@stikesmaharani. ABSTRAK Latar Belakang: Pasien gagal ginjal kronik (GGK) dengan hemodialisa sering mengalami kecemasan serta kualitas tidur buruk akibat perubahan fisik dan keterbatasan aktivitas. Benzodiazepine digunakan untuk mengatasi gangguan tersebut melalui efek sedatif pada sistem saraf pusat, namun dalam penggunaan obat benzodiazepine tidak lepas dari efek samping seperti pusing, kelelahan, serta resiko ketergantungan, terutama penggunaan jangka Sehingga dilakukan pemantauan melalui toxicology laboratory untuk memastikan dalam penggunan sesuai indikasi dan mencegah potensi penyalahgunaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan benzodiazepine pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Metode: Penelitiaan ini merupakan penelitian deskriptif Sampel penelitian berjumlah 20 urine pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RS Karsa Husada Batu. Pemeriksaan penelitian ini menggunakan alat strip-test benzodiazepine yang salah satu metode uji skrining digunakan secara umum, cepat, dan relatif Hasil negatif ditandai dua garis warna merah pada kolom test dan kontrol, sedangkan hasil positif ditandai satu garis warna merah pada kolom kontrol. Hasil: Pada penelitian ini pada parameter kecemasan menunjukkan hasil bahwa seluruh responden yaitu 20 responden . %) mengalami gangguan kecemasan. Berdasarkan parameter kualitas tidur, diperoleh 7 responden . %) mempunyai kualitas tidur baik, sementara yang mempunyai kualitas tidur buruk ada 13 responden . %). Hasil dari pemeriksaan benzodiazepine didapatkan 18 responden . %) negatif dan 2 responden . %) positif kandungan benzodiazepine. Kesimpulan: Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 20 sampel urine pada pasien gagal ginjal kronik menjalani hemodialisa di temukan bahwa dari 20 sampel urine menunjukkan hasil negatif 18 responden . %), dan hasil positif didapatkan 2 responden . %) terhadap kandungan benzodiazepine. Kata kunci : Benzodiazepine. Gagal Ginjal Kronik, . Kecemasan. Kualitas Tidur ABSTRACT Background: Chronic renal failure (CKD) patients undergoing hemodialysis often experience psychosocial disorders, such as anxiety and poor sleep quality due to physical changes and activity limitations. The use of benzodiazepine drugs is used to overcome these disorders, because it has a sedative effect on the central nervous system. However, the use of benzodiazepine drugs cannot be separated from side effects such as dizziness, fatigue, and the risk of dependence, especially in long-term use. The purpose of this study was to determine the description of the results of benzodiazepine examination in patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis at Karsa Husada Batu Hospital. Methods: This research is a qualitative descriptive study. The research sample amounted to 20 urine of chronic renal (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. failure patients undergoing hemodialysis at Karsa Husada Batu Hospital. This research examination uses a benzodiazepine strip-test tool which is one of the screening test methods used in general, fast, and relatively cheap. Negative results are marked with two red lines in the test and control columns, while positive results are marked with one red line in the control Results: In this study, the anxiety parameter showed the results that all respondents, namely 20 respondents . %) experienced anxiety disorders. Based on sleep quality parameters, 7 respondents . %) had good sleep quality, while 13 respondents . %) had poor sleep quality. The results of the benzodiazepine examination found 18 respondents . %) negative and 2 respondents . %) positive for benzodiazepine content. Conclusion: Based on the results of the examination of 20 urine samples in chronic renal failure patients undergoing hemodialysis, it was found that of the 20 urine samples showed negative results for 18 respondents . %), and positive results were obtained for 2 respondents . %) for benzodiazepine content. Keywords : Anxiety. Benzodiazepine ,Chronic Kidney Failure . Sleep Quality PENDAHULUAN Hemodialisa Gagal ginjal kronik adalah gangguan LFG<60 ml/menit munculnya komplikasi seperti hilangnya nafsu makan, mual, muntah, kelelahan, lesu, menurun dalam 3 bulan atau bahkan lebih kejang otot, gangguan tidur, peningkatan (Nuroini & Wijayanto, 2. Gagal ginjal tekanan darah sesak napas, nyeri dada, dan kronik ini menyebabkan tubuh gagal menjaga perubahan produksi urin. Selain itu juga keseimbangan elektrolik dan cairan serta gagal mempertahankan metabolisme dengan kecemasan, sulit tidur . , dan depresi Untuk mencegah kerusakan ginjal terutama pada dengan penyakit gagal ginjal lebih lanjut yaitu dengan salah satunya kronik (Dalal et al. , 2. melakukan hemodialisa. Benzodiazepine memiliki efek sedatif Hemodialisa adalah terapi pengganti ginjal dengan tujuan untuk membuang zat sisa insomnia, kecemasan, dan membatalkan beracun, kelebihan cairan, seta membantu Benzodiazepine juga sangat efektif dalam seimbang dengan mengacu pada prinsip difusi menekan aktivitas kejang dengan cepat pada dan osmosis memanfaatkan sistem dialisis mereka yang menderita gangguan kejang. baik internal maupun internal (Putri et al. Benzodiazepine paling sering digunakan Menurut IRR . , diterangkan bahwa banyaknya pasien gagal ginjal kronik kecemasan (Edinoff et al. , 2. aktif yang menjalankan hemodialisa sejumlah 931 kasus (PERNEFRI, 2. (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. Benzodiazepine dapat digunakan untuk Berdasarkan beberapa kasus yang telah menenangkan pasien, meredakan kecemasan, dijabarkan diatas kemungkinan pada pasien mencegah kejang, atau mengendurkan kejang Pemberian menimbulkan efek samping diantara lain benzodiazepine untuk menggurangi gagguan pusing, kelelahan, atau mengendurkan kejang gangguan tidur atau insomnia. Pemberian menimbulkan efek samping antara lain BAHAN DAN METODE pusing, kelelahan, kesemutan, kedutan otot. Jenis penelitian deskriptif kualitatif tremor, mual, perut kembung, diare (Edinoff digunakan pada penelitian ini guna melihat gambaran hasil pemeriksaan benzodiazepine benzodiazepine dalam jangka panjang dapat pasien gagal ginjal kronik yang menjalani menimbulkan ketergantungan atau adiksi. hemodialisa di RS Karsa Husada Batu. Semua Selain Mengacu pada hasil penelitian tingkat pasien gagal ginjal kronik yang menjalani gangguan psikotik pada pasien rawat inap hemodialisa di RS Karsa Husada Batu adalah dengan gangguan kejiwaan yang dilakukan populasi penelitian. Banyaknya sampel yang oleh panes dkk, . menunjukkan rata-rata digunakan yaitu 20 urine pasien hemodialisa responden yang terpapar benzodiazepine yang telah terseleksi berdasarkan kriteria yaitu sebanyak 511 responden . ,0%) yang . ,0%), memanfaatkan Purposive Sampling. Analisis . ,0%), data disusun dalam bentuk tabel dinyatakan gangguan . %) hanya memiliki 1 diagnosis dalam frekuensi, presentase (%) dan tabulasi Selain itu, hasil survei menunjukkan Tenik Penelitian ini menggunakan alat dan bahan berupa strip-test benzodiazepine, urine 5 ml, cup urine, dan APD (Alat Pelindung responden tanpa riwayat penyalahgunaan Dir. obat (Mendra et al. , 2. pemeriksaan laboratorium. (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. HASIL Tabel 1. Distribusi Frekuensi Hasil Pemeriksaan Benzodiazepine Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Di RS Karsa Husada Batu Hasil Pemeriksaan Benzodiazepine Positif Negatif Total Frekuensi . Berdasarkan menggunakan alat strip-test didapatkan berdasarkan 20 sampel urine responden hasil negatif sebanyak 18 orang . %), dan pada pemeriksaan benzodiazepine dengan positif didapatkan 2 orang . %). Presentase (%) Tabel 2. Tabulasi Silang Hasil Pemeriksaan Benzodiazepine Dengan Lama Menjalani Hemodialisa Lama Menjalani HD O1 Tahun 2-3 Tahun >3 Tahun Total Hasil Pemeriksaan Benzodiazepine Negatif Positif Total Mengacu data tersebut, didapatkan hasil responden . %). Sedangkan lama menjalani pasien gagal ginjal kronik di RS Karsa 2-3 tahun dengan hasil negatif terdapat 5 Husada Batu yang menjalani hemodialisa responden . %) dan lama menjalani >3 dengan lama O1 Tahun dengan hasil negatif tahun dengan hasil negatif berjumlah 4 responden . %). %), dan hasil positif berjumlah 2 Tabel 3. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Parameter Frekuensi Hemodialisa Dan Stadium GKK Frekuensi Hemodialisa Frekuensi . Presentase (%) Rutin (HD 2 kali/mingg. Stadium Gagal Ginjal Kronik Stage 5 Mengacu data tersebut, bisa dilihat responden . %) menjalani hemodialisa responden dengan presentase 100% berada pada stadium gagal ginjal kronik (GKK) stage rutin 2 kali dalam satu minggu. Sebanyak 20 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. Tabel 4. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Parameter Kecemasan Kecemasan Tidak Cemas Cemas Total Frekuensi . Presentase (%) Berdasarkan Tabel 4. yaitu didapatkan kecemasan ini, menggunakan kuisioner yang hasil bahwa responden dengan kuisioner telah dimodifikasi dan tidak menggunakan kecemasan yang tidak mengalami cemas yaitu seluruh item dari kuisioner kecemasan asli. tidak ada responden dalam kategori cemas. Data yang didapat dalam kuisioner yang dan hasil yang didapatkan yang mengalami cemas yaitu diperoleh 20 responden dengan presentase 100%. Dalam hasil kuisioner dengan pilihan jawaban yang tersedia. Tabel 5. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Parameter Kualitas Tidur Kualitas Tidur Baik Buruk Total Frekuensi . Presentase(%) Berdasarkan Tabel 5. didapatkan hasil 35%, dan hasil yang diperoleh dengan bahwa responden dengan kualitas tidur baik kualitas tidur buruk yaitu 13 responden diperoleh 7 responden dengan presentase dengan presentase 65. PEMBAHASAN Dari hasil penelitian ini terdapat 20 Benzodiazepine responden dengan 2 responden . %) positif pasien dialisis untuk mengobati kecemasan, dan 18 responden . %) negatif. Hasil positif insomnia, sindrom kaki gelisah dan depresi yang didapatkan ini dikarenakan bahwa (Liao et al. , 2. Obat ini memiliki waktu responden mengkonsumsi benzodiazepine paruh panjang, seperti diazepam hingga 11 seperti diazepam dan alprazolam yang jam dalam urine(Temte et al. , 2. diresepkan dokter untuk mengatasi gangguan Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan benzodiazepine lebih penggunaan benzodiazepine lebih banyak tinggi 7,8% terhadap kondisi gangguan terjadi pada pasien yang baru menjalani terapi kesehatan mental (Campanha et al. , 2. hemodialisa (O1 tahu. daripada yang telah (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. menjalani terapi lebih lama. Dalam proses Pasien hemodialisa sering mengalami adaptasi pada fase awal terapi, dimana pasien gangguan psikososial, termasuk rasa tidak berdaya, kesepian, serta putus asa akibat perubahan gaya hidup dan ketergantungan hilangnya kontrol terhadap kehidupan sosial terhadap mesin dialisis. Kondisi tersebut dan aktivitas sehari-hari. Kecemasan juga dapat dipicu oleh gangguan fisik seperti, kelelahan, nyeri ,gangguan tidur, keterbatasan penggunaan benzodiazepine sebagai obat mobilitas, serta pembatasan asupan dan cairan sedatif yang bekerja pada susunan saraf pusat. makanan (Darsini & Cahyono, 2. Semakin lama pasien menjalani hemodialisa. Mayoritas responden penelitian ini maka cenderung lebih mampu beradaptasi mengalami gangguan kualitas tidur yang tergolong buruk. Hasil ini sesuai dengan hemodialisa (Febriani, 2. Wulandari dalam penelitiannya Pasien dengan hemodialisa secara rutin yang dilakukan pada tahun 2019 yang yakni 2-3 kali setiap minggunya dan durasi menyatakan bahwa dari 64 responden, 44 sekitar 3-4 jam. Terapi ini bertujuan untuk diantaranya mempunyai kualitas tidur buruk. Sementara itu pasien dengan hemodialisa metabolisme dari tubuh dan keseimbangan rutin 3 bulan lebih, didapatkan bahwa kualitas elektrolit dan cairan. Dalam penelitian ini, tidur buruk dapat dipicu kadar sitokin seluruh responden berada pada stadium 5 gagal ginjal kronik yang ditunjukkan LFG mempengaruhi durasi dan kualitas tidur. <15 ml/menit/1,73mA. Fungsi ginjal pada Gnagguan tidur berdampak negatif terhadap tahapan ini mengalami penurunan drastis fungsi fisiologis, psikologis, sosial dan hingga tersisa 10-15% dari kapasitas normal, spiritual (Nurhayati et al. , 2. sehingga diperlu dilakukan terapi pengganti ginjal seperti dialisis atau transplatasi sebagai pertahankan kelangsungan hidup (Haksara et , 2. Hasil KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil pemeriksaan terdapat 20 sampel urine hemodialisa didapatkan Tokala,2015 bahwa 18 responden . ,9%) mengalami kecemasan. Pada penelitiannya memperlihatkan hasil negatif dan 10% atau 2 menejalaskan bahwa hemodialisa dapat juga sampel memperlihatkan hasil positif terhadap mengakibatkan resiko kecemasan terhadap (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. kandungan benzodiazepine. Pemeriksaan ini menggunakan metode strip-test. Peneliti benzodiazepine untuk memperoleh data yang UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih peneliti sampaikan pada bimbingan serta arahan. STIKes Maharani Malang Program Studi Teknologi Laboratorium Medis DAFTAR PUSTAKA