The current issue and full text archive of this journal is available on Tarbawi at: https://doi. org/10. 62515/staf E-ISSN : 2828-318X Pengelolaan Partisipasi Masyarakat dalam Mendukung Program Sekolah di SMA Negeri 1 Cigugur Kabupaten Pangandaran Hendra STITNU Al Farabi Pangandaran . hendra@stitnualfarabi. Abstract . Educational institutions place the role and function of public relations (PR) as a very important part. From the perspective of JSTAF : educational administration. PR is a component of educational Siddiq. Tabligh. Amanah, administration activities. Its realization involves activities conducted Fathonah by the school in collaboration with the community. School activities related to the community are aimed at creating a harmonious Vol 04 No 2 July 2025 partnership between the school and the community. The participation of the community with educational institutions, as a Hal : 370-379 form of contribution to the advancement of these institutions, https://doi. org/10. 62515/staf. deserves managerial attention in order to provide a better and more significant contribution to the development of education, ultimately working together to achieve quality education in schools. Therefore. Received: 10 July 2025 the purpose of this research is to understand the role of public Accepted: 22 July 2025 relations management in managing community participation at SMA Published: 31 July 2025 Negeri 1 Cigugur. This study employs a qualitative approach with a PublisherAos Note: Publisher: Lembaga phenomenological method, using data collection techniques such as Penelitian dan Pengabdian Masyarakat interviews, observations, open and directed discussions, and (LPPM) STITNU Al-Farabi Pangandaran, documentation studies involving the principal, teachers, the Indonesia stays neutral with regard to jurisdictional claims in published maps committee, and parents of students at SMA Negeri 1 Cigugur to and institutional affiliations. describe the role of public relations management in enhancing community participation. The results show that the role of PR in Copyright: A 2023 by the authors. managing community participation to support school programs at Submitted for possible open access SMA Negeri 1 Cigugur. Pangandaran Regency, involves forming publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC discussions with parents/guardians and a committee consisting of BY) two representatives from each class of grade X. The types and forms . ttps://creativecommons. org/licenses/by -sa/4. of community participation in supporting school programs at SMA Negeri 1 Cigugur include voluntary work, participation in decision-making, contribution of ideas, and participation in funding. Supporting factors for community participation in school programs at SMA Negeri 1 Cigugur include good communication between the school and parents and the Another hindering factor is the limited time for parents to supervise their children's learning at home due to unavoidable work commitments. Keywords . Community Participation. School Program Abstrak . Lembaga pendidikan menempatkan peran dan fungsi humas sebagai salah satu bagian yang sangat penting. Ditinjau dari sudut pandang administrasi pendidikan, humas adalah bagian atau Vol 04 No 2 July 2025 | 370 Pengelolaan Partisipasi Masyarakat dalam Mendukung Program Sekolah di SMA Negeri 1 Cigugur Kabupaten Pangandaran Hendra salah satu komponen kegiatan administrasi pendidikan. Realisasinya adalah kegiatan yang dilakukan sekolah bersama-sama dengan masyarakat. Kegiatan sekolah yang berhubungan dengan masyarakat diarahkan pada terciptanya kerja sama yang harmonis antara sekolah dan Hubungan partisipasi masyarakat dengan lembaga pendidikan sebagai bentuk kontribusi terhadap kemajuan lembaga pendidikan perlu kiranya hal ini mendapat perhatian secara manajerial agar dapat memberikan kotribusi yang lebih baik dan signifikan terhadap pengembangan pendidikan sehingga dapat bersama mewujudkan pendidikan di sekolah yang Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran manajemen hubungan masyarakat dalam mengelola partisipasi masyarakat di SMA Negeri 1 Cigugur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi yang menggunakan teknik pengumpulan data antara lain wawancara, observasi, diskusi lengkap terbuka dan terarah, serta studi dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah. Guru. Komite dan orang tua siswa di SMA Negeri 1 Cigugur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Humas dalam pengelolaan partisipasi masyarakat dalam mendukung program sekolah di SMA Negeri 1 Cigugur Kabupaten Pangandaran adalah dengan membentuk musyawarah bersama orang tua/wali siswa dan komite yang beranggotakan 2 perwakilan orang tua dari setiap kelas X. Jenis dan bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung program sekolah di SMA Negeri 1 Cigugur Kabupaten Pangandaran adalah partisipasi dalam bentuk kerja sukarela, partisipasi dalam bentuk mengambil keputusan, partisipasi dalam pemikiran dan partisipasi dalam pembiayaan. Faktor pendukung partisipasi masyarakat dalam mendukung program sekolah di SMA Negeri 1 Cigugur diantaranya adalah hubungan komunikasi sekolah dengan orang tua dan masyarakat terjalin dengan baik. Faktor penghambat lainnya adalah keterbatasan waktu bagi orang tua untuk mengawasi belajar anak di rumah yang disebabkan kesibukan pekerjaan yang tidak dapat Kata Kunci . Manajemen Humas. Partisipasi Masyarakat Pendahuluan Pendidikan merupakan fondasi yang sangat penting bagi keunggulan suatu Keberhasilan serta kesuksesan suatu pendidikan melibatkan beberapa faktor, diantaranya yaitu orang tua murid atau masyarakat. Karena itu pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat. Hal ini berarti bahwa masyarakat mempunyai tanggung jawab untuk berpartisipasi, turut memikirkan dan memberi bantuan baik material maupun moril dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah agar tercapai tujuan pendidikan secara maksimal. Lembaga pendidikan utamanya sekolah, tidak bisa terlepas dari manajemen, karena manajemen merupakan komponen integral yang tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan secara keseluruhan. Tanpa keberadaan manajemen, tidak mungkin tujuan pendidikan dapat diwujudkan secara optimal, efektif dan efisien. (E,mulyasa. Manajemen sekolah yang selalu berkembang dan kegiatan kepemimpinan sekolah yang padat, maka akan muncul masalahmasalah yang perlu penanganan, dan melibatkan warga sekolah, baik guru, orang tua, karyawan, siswa maupun pemerintah setempat yang akan membutuhkan terobosan-terobasan yang positif, agar mampu 371 | Vol 04 No 2 July 2025 Pengelolaan Partisipasi Masyarakat dalam Mendukung Program Sekolah di SMA Negeri 1 Cigugur Kabupaten Pangandaran Hendra meningkatkan mutu sekolah dan kepercayaan masyarakat serta kegiatan belajar mengajar yang kondusif sehingga akan menghasilkan lulusan yang baik dan berkualitas. (Rahmat A, 2. Dalam manajemen pendidikan di sekolah humas mempunyai kedudukan yang dimana kedudukan humas tersebut dalam organisasi sekolah telah dikemukakan oleh Suryosubroto sebagai berikut: pertama. Jika dilihat dari sudut pandang manajemen, humas adalah suatu realisasi fungsi komunikasi sementara tugas humas itu sendiri merupakan salah satu fungsi manajemen. Kedua. Jika ditinjau dari sudut pandang administrasi pendidikan, humas adalah bagian atau salah satu komponen kegiatan administrasi pendidikan, dalam hal ini di sekolah. Realisasinya adalah kegiatan yang dilakukan sekolah bersama-sama dengan masyarakat. Kegiatan sekolah yang berhubungan dengan masyarakat diarahkan pada terciptanya kerja sama yang harmonis antara sekolah dan masyarakat. (Suryosubroto, 2. Hubungan sekolah dengan masyarakat merupakan suatu sarana yang sangat berperan dalam membina dan mengembangkan pertumbuhan pribadi peserta didik Dalam hal ini, sekolah sebagai sistem sosial merupakan bagian intregal dan sistem sosial yang lebih besar, yaitu masyarakat. Sekolah dan masyarakat memiliki hubungan yang sangat erat dalam mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan Maka sekolah juga harus menunjang pencapaian tujuan atau pemenuhan kebutuhan masyarakat, terutama kebutuhan pendidikan. Oleh karena itu, sekolah berkewajiban untuk memberi penerangan tentang tujuantujuan, program-program, kebutuhan, serta keadaan masyarakat. Dengan demikian sekolah juga harus mengetahui dengan jelas apa kebutuhan, harapan, dan tuntutan masyarakat, terutama terhadap (E. Mulyasa, 2. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Bab XV Pasal 54 ditanyakan bahwa: Peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perseorangan, kelompok, keluarga, organisasi profesi, pengusaha, dan organisasi kemasyarakatan dalam menyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. Masyarakat dapat berperan serta sebagai sumber pelaksanaan dan pengguna hasil Vol 04 No 2 July 2025 | 372 Pengelolaan Partisipasi Masyarakat dalam Mendukung Program Sekolah di SMA Negeri 1 Cigugur Kabupaten Pangandaran Hendra Ketentuan mengenai peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat . diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Rahmat A, 2. Guna meningkatkan mutu pendidikan, sekolah sebaiknya menjalin kerja sama dengan masyarakat. Kerjasama antara sekolah sekitar, terutama pada bidang pendidikan peserta didik, diharapkan akan menghasilkan peserta didik yang unggul dibidang akademik, tetapi juga mampu hidup bermasyarakat. Sebab peserta didik adalah bagian dari sistem masyarakat. Hubungan sekolah dan masyarakat adalah suatu proses komunikasi antara sekolah dan masyarakat tentang kebutuhan pendidikan serta mendorong minat dan kerja sama para anggota masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Minimnya sinergitas antara lembaga dan masyarakat internal maupun eksternal adalah kurang maksimalnya peran humas dalam sebuah organisasi. Faktor lain adalah tidak ditempatkannya fungsi humas di dalam lembaga pendidikan secara benar. Kesenjangan tersebut berdampak pada citra atau persepsi masyarakat terhadap image lembaga pendidikan yang kurang baik. Karena dengan humas yang berada di posisi yang baik dalam lembaga pendidikan dapat mengarahkan persepsi dan opini baik dari masyarakat terkait dengan pendidikan yang dijalankan oleh sebuah sekolah atau lembaga pendidikan. Selain itu, terkadang yang menyebabkan bidang humas kurang berjalan baik dalam organisasi sekolah adalah karena manajemen yang kurang baik, akibatnya berpengaruh terhadap image sekolah. Ada beberapa hal yang menyebabkan partisipasi masyarakat Indonesia terhadap pendidikan masih rendah antara lain: . kondisi sosial, kultural, geografis masyarakat Indonesia, . ketidakberdayaan financial masyarakat dalam hal pembiayaan, dan . pembuatan kebijakan yang kurang memperhatikan kondisi lapangan. (Roskina S, 2. Sebagaimana disebutkan dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 pasal 3 tentang Sisdiknas menyatakan bahwa: Aupartisipasi masyarakat merupakan sebuah kontribusi dari orangorang melalui pemikiran ide gagasan, atau melalui tenaga jasmani yang dapat memberikan pengaruh terhadap ujung tombak peningkatan mutu Oleh karena itu, peranan masyarakat adalah bagian terpenting dalam mendobrak kualitas pendidikan secara komprehensif mampu melahirkan peserta 373 | Vol 04 No 2 July 2025 Pengelolaan Partisipasi Masyarakat dalam Mendukung Program Sekolah di SMA Negeri 1 Cigugur Kabupaten Pangandaran Hendra didiknya sebagai insan yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokrasi serta bertanggung jawabAy. SMA Negeri 1 Cigugur, sebagai sekolah yang baru bediri selama 5 tahun, tentunya masih memiliki tugas untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam rangka mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah ini. Oleh sebab itu, berusaha memfungsikan dan mengatur manajemen humasnya dengan berusaha menjalin hubungan dengan lembaga-lembaga lain diluar sekolah dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat. Berkaitan dengan hal tesebut, terdapat penelitian-enelitian terdahulu yang berhubungan dengan latar belakang masalah di atas. Pertama penelitian Vitri Yuniarti tahun 2015 dalam Jurnal dengan judul Aplikasi Manajemen Humas dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat di MAN Malang 1. Bahan dan Metode Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme/enterpretif, digunakan untuk meneliti pada obyek yang alamiah, . ebagai lawannya adalah eksperime. Dimana peneliti sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi . , analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi (Sugiyono, 2. Penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan penelitian yang berfokus pada pemahaman mendalam terhadap fenomena sosial atau manusia dari perspektif partisipan yang terlibat. Penelitian ini lebih menekankan pada aspek deskriptif dan interpretatif daripada pada pengukuran dan kuantifikasi. Diskusi dan Pembahasan Secara etimologis, kata manajemen merupakan terjemahan dari management (Bahasa Inggri. , berasal dari kata manage yang artinya mengurus, mengatur. Manajemen juga berasal dari bahasa latin, perancis dan italia yaitu manus, mano, manage/menege dan meneggaire berarti melatih kuda agar dapat melangkah. Vol 04 No 2 July 2025 | 374 Pengelolaan Partisipasi Masyarakat dalam Mendukung Program Sekolah di SMA Negeri 1 Cigugur Kabupaten Pangandaran Hendra Pengelolaan Partisipasi Masyarakat dalam Mendukung Program Sekolah di SMA Negeri 1 Cigugur Kabupaten Pangandaran Pendidikan masih dihadapkan pada berbagai permasalahan antara lain yang paling krusial adalah rendahnya kualitas pendidikan. Salah satu faktor penyebabnya adalah minimnya peran serta masyarakat dalam pengambilan keputusan/kebijakan dan perencanaan di sekolah. Sebagai akibatnya, masyarakat kurang merasa memiliki, kurang bertanggung jawab dalam memelihara dan membina sekolah di mana anakanaknya bersekolah. Sedangkan partisipasi masyarakat sangat berperan penting dalam meningkatkan kualitas sekolah. Partisipasi masyarakat terhadap sekolah bertujuan untuk: . menyediakan sumber daya yang lebih, menjamin pemerataan dan efektifitas, . meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan perencanaan dengan menempatkan proses sedekat mungkin dengan budaya, kondisi, kebutuhan, dan adat istiadat masyarakat Pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, orang tua, dan masyarakat . Tanpa dukungan masyarakat, pendidikan tidak akan berhasil dengan maksimal. Hampir semua sekolah telah mempunyai komite sekolah yang merupakan perwakilan masyarakat dalam membantu sekolah, sebab masyarakat dari berbagai lapisan sosial ekonomi sudah mulai sadar pentingnya dukungan mereka terhadap keberhasilan belajar anak di sekolah. Peran serta orang tua juga tidak hanya terbatas pada mobilitas sumbangan dana saja, tetapi lebih subtansial pada fungsi-fungsi manajemen di sekolah. Berbagai standar nasional terhadap pendidikan yang menjadi acuan sekolah yang memberikan keleluasan dan sekaligus tanggung jawab yang besar pada masingmasing kepala sekolah baik kepala sekolah SMA Negeri 1 Cigugur dalam mengelola Disebabkan memiliki tanggung jawab yang begitu besar, maka setiap kepala sekolah melibatkan seluruh warga sekolah, terutama guru, orang tua siswa dan warga masyarakat yang peduli pendidikan. Terjadinya partisipasi orang tua dan masyarakat terhadap sekolah disebabkan oleh kemampuan dan tindakan dari kepala sekolah. Bagi kepala sekolah, partisipasi orang tua dan masyarakat tersebut merupakan dukungan dan bantuan terhadap kemajuan sekolah. 375 | Vol 04 No 2 July 2025 Pengelolaan Partisipasi Masyarakat dalam Mendukung Program Sekolah di SMA Negeri 1 Cigugur Kabupaten Pangandaran Hendra Setelah diberlakukannya Peraturan Pemerintah RI No. 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan. Dana pendidikan yang merupakan sumber daya keuangan yang disediakan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat untuk menyelenggarakan dan mengelola pendidikan. Biaya pendidikan meliputi biaya satuan pendidikan, biaya penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan dan biaya pribadi peserta didik melalui dana BOS baik BOS pusat dan BOSDA pemerintah kabupaten. Dana pendidikan yang telah ditanggung oleh pemerintah, maka sekolah tidak diperbolehkan untuk memungut dana/iuran dari orang tua dan masyarakat. SMA Negeri 1 Cigugur mengikuti aturan tersebut dengan memaksimalkan semua program yang direncanakan dan menggunakan dana dengan se-efesien dan se-efektif mungkin. Partisipasi Masyarakat dalam Pendidikan Masyarakat saat ini belum terdapat kesepakatan definisi, indikator maupun ukuran yang digunakan leh para ahli atau peneliti tentang konsep partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Tetapi dalam kesempatan ini salah satu definisi yang banyak diacu dalam konsep partisipasi masyarakat yaitu menurut Mubyarto dalam Suryosubroto yang mendefinisikan bahwa partisipasi masyarakat adalah sebagai sumbangan tenaga, uang, atau barang dalam rangka mensukseskan program atau proyek pembangunan. Lebih lanjut sebagian para ahli mendefinisikan tentang partisipasi salah satunya menurut slamet bahwa partisipasi merupakan proses aktif dan inisiatif yang muncul dari masyarakat serta akan terwujud suatu kegiatan nyata apabila terpenuhi tiga factor pendukungnya yaitu adanya kemauan, kemampuan, dan kesempatan berpartisipasi. Sedangkan menurut koenjoroningrat menggolongkan partisipasi masyarakat kedalam suatu tipologi yaitu partisipasi kuantitatif berarti frekuensi keikutsertaan masyarakat terhadap implementasi kebijakan dan partisipasi kualitatif yang berarti menunjuk kepada tingkat dan derajatnya. Bagi sekolah partisipasi masyarakat dalam pembangunan pendidikan adalah kenyataan objektif yang dalam pemahamannya ditentukan oleh kondisi subjektif orang tua siswa. Tujuan partisipasi juga memberi peluang secara luas peran masyarakat dalam bidang pendidikan ini sekaligus menunjukkan bahwa Negara bukan satu-satunya penyelenggara pendidikan Selain dari peraturan pemerintah diatas Dusseldrop dikutip Vol 04 No 2 July 2025 | 376 Pengelolaan Partisipasi Masyarakat dalam Mendukung Program Sekolah di SMA Negeri 1 Cigugur Kabupaten Pangandaran Hendra oleh subandiyah dalam suryosubroto menyatakan bahwa kegiatan partisipasi masyarakat terdiri atas beberapa hal, yaitu: Mendatangi pertemuan Melibatkan diri dalam diskusi Melibatkan diri dan berpartisipasi dalam segala aspek organisasi, misalnya menyelenggarakan pertemuan kelompok, mempengaruhi orang luar untuk ikut kegiatan kelompok serta memimpin diskusi kelompok. Membantu untuk memperoleh bantuan tenaga, modal, fasilitas, dan kemampuan Mengambil bagian dalam proses penentuan keputusan dengan cara menyatakan pendapat atas berbagai masalah penting. Memanfaatkan hasil yang diraih, misalnya berperan dalam proyek irigasi atau pemanfaatan program ekonomi. Fungsi Manajemen Hubungan Masyarakat Dalam Membangun Partisipasi Masyarakat Perencanaan sebagai fungsi manajemen dilakukan pada tahap pertama sebelum melaksanakan kebijakan, program dan kegiatan. Perencanaan sebagai cetak biru . lue prin. atas kebijakan, program dan kegiatan-kegiatan organisasi. Perencanaan merupakan upaya untuk menentukan program dan kegiatan yang ingin dilakukan dan bagaimana cara mencapai tujuan organisasi. Perencanaan sebagai suatu proses mempersiapkan hal-hal yang akan dikerjakan pada waktu yang akan datang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Secara sederhana, perencanaan adalah usaha sadar, terorganisir dan terus-menerus dilakukan guna memilih alternatif yang terbaik dari sejumlah alternatif untuk mencapai tujuan. Secara detail program kerja humas sebagai berikut. Semua kegiatan humas terlebih dahulu disusun melalui rencana program kerja humas dalam program rutin . angka pende. dan program kerja insidentil . angka panjan. Sekolah dalam implementasi program kerja harus dilaksanakan secara terus menerus dan kronologis. Menurut Nasution dalam Benty dan Gunawan dalam Nasution bahwa program kerja humas sekolah dibagi menjadi 2 yaitu program kerja rutin dan program kerja insidental. 377 | Vol 04 No 2 July 2025 Pengelolaan Partisipasi Masyarakat dalam Mendukung Program Sekolah di SMA Negeri 1 Cigugur Kabupaten Pangandaran Hendra Kesimpulan Peran Humas dalam pengelolaan partisipasi masyarakat dalam mendukung program sekolah di SMA Negeri 1 Cigugur Kabupaten Pangandaran adalah dengan orang tua/wali siswa kelas VII pada awal semester/tahun ajaran baru di mana sekolah dan komite sekolah membentuk komite tidak tetap yang beranggotakan 2 perwakilan orang tua dari setiap kelas X. Kemudian pertemuan selanjutnya dijadwalkan sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan orang tua siswa. Bagi orang tua/wali siswa kelas XI yaitu saat pembagian raport saja di mana pihak sekolah akan menyampaikan sedikit review mengenai hasil pembelajaran anak setiap semester. Jenis dan bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung program sekolah di SMA Negeri 1 Cigugur Kabupaten Pangandaran memiliki beberapa bentuk mulai dari yang paling khusus adalah partisipasi dalam bentuk kerja sukarela, partisipasi dalam bentuk mengambil keputusan, partisipasi dalam pemikiran dan partisipasi dalam pembiayaan. Faktor pendukung partisipasi masyarakat dalam mendukung program sekolah di SMA Negeri 1 Cigugur diantaranya adalah hubungan komunikasi sekolah dengan orang tua dan masyarakat terjalin dengan baik. Pihak sekolah selalu terbuka dalam menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua. Masih ada orang tua siswa yang kurang paham dengan penggunaan dana sekolah dan pelaksanaan program sekolah, mungkin disebabkan jarang menghadiri pertemuan sekolah karena kesibukan pekerjaan. Faktor penghambat lainnya adalah keterbatasan waktu bagi orang tua untuk mengawasi belajar anak di rumah yang disebabkan kesibukan pekerjaan yang tidak dapat Referensi