JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 PENGARUH PROFESIONALISME DAN INDEPENDENSI AUDITOR INTERNAL TERHADAP KUALITAS AUDIT INTERNAL Studi kasus pada PT. Citra Gemilang Nusantara Oleh: Lisna Agustin Munggarani Lisna. agustin75@gmail. JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS LANGLANGBUANA BANDUNG 2017 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: . Pengaruh Profesionalisme terhadap Kualitas Audit Internal. Pengaruh Independensi Auditor Internal Terhadap Kualitas Audit Internal. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Kuisioner yang diberikan kepada tiga puluh dua auditor internal. Kuisioner diuji validitas dan Sebelum dilakukan analisis terlebih dahulu diadakan pengujian prasyarat analisis meliputi uji normalis, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa: . Terdapat pengaruh positif dan tidak signifikan Profesionalisme terhadap Kualitas Audit Internal dengan koefisiensi korelasi sebesar 0,598, koefisien determinasi sebesar 35,75% dan harga thitung 1,481 < ttabel 2,045. Terdapat Pengaruh positif dan signifikan Independensi Auditor Internal terhadap Kualitas Audit Internal, hal ini disebabkan karena perusahaan telah menjalankan faktor independensi dalam pelaporan dengan koefisien korelasi sebesar 0,673, koefisen determinasi sebesar 45,29% dan harga thitung 2,769 > ttabel 2,045. Kata kunci: Profesionalisme. Independensi Auditor Internal, dan Kualitas Audit Internal ABSTRACT This study aims to determine: . the influence of profesionalism on audit internal . the influence independence of internal auditor on audit internal quality. The data were collected using a questionnaire give to thirty-two interna auditors. The questionnaire wa tasted for its validity and reabillity. Prior the firs analysis, prerequisite analisysis of the tests of normalis test, multycollinearity test, heteroscedasticity test, and autocorrelation test were performed. The data analisysis used to test the hypothesis is multiple linear regression. The research shows that: . there is a positive effect and insignificant influence of profesionalism on audit internal quality with coefficient of 0,598, coefficient determinatian of 35,75% and price tcount 1,481 < ttable 2,045. there is a poitive effect and significant independence of internal auditor on audit internal quality, this is because the company has implemented the independence factor in reporting with coefficient of 0,673, coefficient determination of 45,29% and price tcount 2,769 > ttable 2,045. Keywords: Profesionalism. Independence internal auditor, and Audit Internal JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 PENDAHULUAN Latar Belakang Istilah profesional berarti bertanggung jawab untuk berperilaku yang lebih dari sekedar memenuhi tanggung jawab yang dibebankan kepadanya. Dalam meningkatkan profesionalisme seorang auditor harus terlebih dahulu memahami dirinya sendiri dan tugas yang akan dilaksanakan serta selalu meningkatkan dan mengendalikan dirinya dalam berhubungan dengan auditee (Tantina, dalam Kusuma, 2. Auditor internal yang profesional harus memiliki independensi untuk memenuhi kewajiban profesionalnnya: memberikan opini yang objktif, tidak bias, dan tidak dibatasi dan melaporkan masalah apa adanya, bukan melaporkan sesuai keinginan eksekutif atau lembaga . awyer, 2006:. Semakin auditor internal menyadari akan tanggung jawab profesionalnya maka kualitas audit akan terjamin dan terhindar dari tindakan manipulasi. Audit dapat dikatakan berkualitas jika auditor internal menetapkan pedoman praktik audit dalam segala aktifitasnya. Bila dilihat mengenai kualitas audit dan banyaknya kasus kelemahan SPI di BUMN maka dapat dikatakan kualitas audit di BUMN masih kurang karena dalam pelaksanaan audit, auditor internal belum mampu menjalankan fungsi dan tugasnya dengan baik. Berkaitan dengan kinerja, kuragnya pengawasan internal masih dirasakan bagi beberapa perusahaan BUMN di Indonesia. Hal tersebut didasarkan atas data Ikhtisar Hasil Pemeriksaan BPK RI semester I (IHPS I) tahun 2015 ini merupakan ikhtisar dari laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK atas 666 objek pemeriksaan. Pemeriksaan dilaksanakan terhadap entitas dilingkungan pemerintah pusat, pemerintah daerah. Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta lembaga atau badan lainnya yang mengelola badan keuangan negara dalam Ikhtisar Hasil Laporan Pemeriksaan BPK Semester I tahun 2015. Adanya sebanyak 7. 544 kasus merupakan kelemahan SPI, sebanyak 7. 890 masalah ketidak patuhan terhadap peraturan perundang- undangan senilai Rp. 46 triliun. Rekomendasi BPK atas kasus terebut adalah perbaikan SPI. (Tempo. Sabtu 02 januari 2. Berdasarkan data di atas, penulis tertarik untuk meneliti meneliti mengenai Pengaruh Profesionalisme dan Independensi Auditor Internal Terhadap Kualitas Audit Internal. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah penulis kemukakan sebelumnya, penlis merumuskan beberapa masalah pada penellitian ini, yakni sebagai berikut : Berapa besar pengaruh profesionalisme auditor internal terhadap kualitas audit internal pada PT. Citra Gemilang Nusantara? Berapa besar pengaruh independensi auditor internal terhadap kualitas audit internal pada PT. Citra Gemilang Nusantara? Maksud dan Tujuan penelitian Maksud Penelitian Maksud dari penelitian ini untuk memperoleh data dan informasi yang merupakan gambaran nyata menegenai pengaruh profesionalisme dan independensi auditor internal terhadap kualitas audit internal. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah seperti yang dikemukakan dibawah ini Untuk mengetahui bagaimana pengaruh profesionalisme auditor internal terhadap kualitas audit internal pada PT. Citra Gemilang Nusantara. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 Untuk mengetahui bagaimana pengaruh independensi auditor internal terhadap kualitas audit internal pada PT. Citra Gemilang Nusantara. Manfaat Penelitian Adapun penelitian ini diberikan dengan harapan bermanfaat bagi: Perusahaan Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi perusahaan khususnya bagi para auditor untuk mengetahui seberapa besar pengaruh profesionalisme dan independensi auditor internal terhadap kualitas audit internal sehingga kualitas yang dihasilkan oleh auditor dapat meningkat. Akademisi Penelitian ini diharapkan dapat membentuk cakrawala akademisi sehingga mempersiapkan mahasiswa untuk dapat bekerja dan memiliki profesionalisme dan independensi sebagai seorang auditor internal. Masyarakat Umum Penelitian ini diharapkan berguna bagi masyarakat umum. Terutama mahasiwa sehingga hal-hal apa saja yang diperlukan sebagai seorang auditor. KAJIAN PUSTAKA Pengertian Profesionalisme pengertian profesionalisme menurut Arens et al,. yaitu profesionalisme means a responsibility for conduct that extands beyond statisfuing individual responsibillities and beyond the requirement of our society law and Menuru Arens et al,. , profesionanlisme merupakan tanggung jawab untuk bertindak lebih dari sekedar memenuhi tanggung jawab diri sendiri maupun ketentuan hukum dan peraturan masyarakat. Dimensi Profesionalisme Menurut Kalbers dan Forgarty . dalam Rohani . terdapat empat dimensi profesionalisme, yaitu: Pengabdian pada profesi Kemandirian Hubungan dengan rekan profesi Keyakinan terhadap profesi Audit quality is obtained by a process of identifying and administering the activities needed to achieve the quality objectives . ayasari & hidayat ,2. the quality internal audit of work of human resources accuracy that can produce high labor Information technology and internal control that needs to be optimized. (Mayasari,N. Z,2. Audit lingkungan berpengaruh terhadap pelaporan audit manajemen sebesar . Fungsi Pemeriksaan Audit berpengaruh terhadap pelaporan audit manajemen sebesar 24. 8 %, . Kertas Kerja Pemeriksaan berpengaruh terhadap pelaporan audit manajemen sebesar 61. 9 %, . Pelaporan Audit Manajemen dampaknya terhadap Informasi Kinerja Komisaris terhadap Lingkungan 94. (Sari. ,2. Independensi Menurut Nungky Nurmalita Sari . mendefinisikan Independensi, yaitu suatu sikap yang dimiliki auditor untuk tidak memihak dalam melakukan audit. Masyarakat pengguna jasa audit memandang bahwa auditor akan independen terhadap laporan keuangan yang diperiksannya, dari pembuat dan pemakai laporan-laporan keuangan. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 Adapun beberapa indikator dalam independensi: Independensi dalam program audit Bebas dari intervensi manajerial atas program audit. Bebas dari segala intervensi atas prosedur audit. Bebas dari segala persyaratan untuk penugasan audit selain yang disyaratkan untuk sebuah proses audit. Independensi dalam verifikasi Bebas dalam mengakses semua catatan, memeriksa aktiva, dan karyawan yang relavan dengan audit yang dilakukan. Mendapatkan kerjasama yang aktif dari karyawan manajemen selama verifikasi audit. Bebas dari segala usaha manajerial yang berusaha membatasi aktivitas yang diperiksa atau membatasi pemerolehan bahan bukti. Bebas dari kepentingan pribadi yang menghambat verifikasi audit. Independensi dalam pelaporan Bebas dari perasaan wajib memodifikasi dampak atau signifikan dari faktafakta yang dilaporkan. Bebas dari tekanan untuk tidak melaporkan hal-hal yang signifikan dalam laporan audit. Menghindari penggunaan kata-kata yang menyesatkan baik secara sengaja maupun yang tidak sengaja dalam melaporkan fakta, opini, dan rekomendasi dalam interpretasi auditor. Bebas dari segala usaha untuk meniadakan pertimbangan auditor mengenai fakta atau opini dalam laporan audit internal. Kualitas Audit Internal Menurut De Angelo . dalam Restu Agusti dan Nastia Putri Pertiwi . menyatakan bahwa Kualitas Audit adalah bagaimana seorang auditor akan menemukan lalu melaporkan penyimpangan yang ditemui saat pemeriksaan laporan keuangan. Ada lima dimensi dalam menentukan kualitas audit, yaitu: Reliability Responsive Assurance Emphaty Tangibles Kerangka Pemikiran Pengarauh Profesionalisme Terhadap Kualitas Audit Internal Menurut Ahmad Badjuri . menyatakan bahwa: Semakin auditor menyadari akan tanggung jawab profesionalnya maka kualitas audit akan terjamin dan terhindar dari tindakan manipulasi. Pengaruh Independensi Auditor Internal Terhadap Kualitas Audit Internal a Financial Accounting Standard Committee . dalam Ghaida . menyatakan bahwa Kualitas audit ditentukan oleh dua hal, yaitu: kompetensi dan independensi, kedua hal tersebut berpengaruh langsung terhadap kualitas dan secara potensial saling memengaruhi. Lebih lanjut, persepsi pengguna laporan keuangan atas kualitas audit merupakan fungsi dari persepsi mereka atas independensi dan keahlian auditor. Hasil penelitian singgih . menyatakan independensi merupakan variabel paling dominan terhadap kualitas audit. Keberhasilan suatu audit tercermin dari hasil pemeriksaan audit yang objektif dan hal tersebut muncul dari adanya sikap independensi yang tinggi dari seorang auditor. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 Hipotesis Berdasarkan kerangka pemikiran diatas maka hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut: Hipotesis 1 = Profesionalisme berpengaruh terhadap Kualitas Audit Internal Hipotesis 2 = Independensi Auditor Internal terhadap Kualitas Audit Internal METODE PENELITIAN Metode Penarikan Sampel Menurut Sugiyono . sampel bisa didefinisikan sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga, dan waktu maka peneliti dapat menggunakan sampel yanng dapat diambil dari populasi itu. Teknik sampling yang digunakan menggunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling. Uji Validitas dan Reliabilitas Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengukur apakah data yang didapat setelah penelitian apakah merupakan data yang valid dengan alat ukur yang digunakan . Suatu kuisioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuisioner untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuisioner tersebut. Pengujian validitas dalam penelitian ini menggunakan bantuan software SPSS (Statistic and Service Solutio. 23 for windows. Adapun menurut Sugiyono . sebagai berikut: Jika Ou 0,300, maka item-item pernyataan dari kuisioner adalah valid. Jika O 0,300, maka item-item pernyataan Dari kuisioner adalah tidak valid. Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu pengukuran tanpa bias . eban kesalaha. dan karena itu menjamin pengukuran yang konsisten lintas waktu dan lintas beragam item dalam instrument (Sekaran, 2011:. Selanjutnya, menurut Imam Ghazali . uji reabilitas ini dapat disampaikan hal-hal pokoknya, sebagai berikut: Untuk menilai kesetabilan ukuran dan konsistensi reponden dalam menjawab kuisioner tersebut mencerminkan konstruk sebagai dimensi variabel yang disusun dalam bentuk pertanyaan Uji reabilitas variabel dilakukan secara bersama-sama terhadap pertanyaan Jika nilai alpha >0,70 disebut reliable METODE ANALISIS Analisis Data Deskriptif Menurut Juliansyah Noor . yang dimaksud metode deskriptif adalah metode yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi saat sekarang. Metode ini memusatkan perhatian pada masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian berlangsung. Analis Data Verifikatif Menurut Arikunto . mengemukakan bahwa penelitian verifikatif pada dasarnya untuk menguji kebenaran dari suatu hipotesis melalui pengumpulan JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 Uji Asumsi Klasik Uji Asumsi Normalis Menurut Ghozali . menyatakan bahwa uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Dengan kata lain, uji normalitas dilakukan untuk mengetahui sifat distribusi data penelitian yang berfungsi untuk mengetahui apakah sampel yang diambil normal atau tidak dengan menguji sebaran data yang akan dianalisis. Uji Multikolinearitas Multikolinearitas dapat diketahui dengan cara menganalisis matrik kolerasi variabel- variabel independen, dapat dilihat dari : C Nilai tolerance dan lawannya C Variance Inflation Factor Jika nilai tolerance lebih besar dari 0,1 atau nilai Variance Inflation Factor lebih kecil dari 10, maka dapat dikatakan bahwa data tersebut tidak terdapat Uji Heteroskedatisitas Menurut Ghozali . , pengujian ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ini terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Jika regresi suatu pengamatan ke pengamatan lain tetap disebut homokesdastisitas, sedangkan jika berbeda disebut dengan heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah model Untuk melihat ada tidaknya heteroskedastisitas maka dapat melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel terkat (ZPRED) dengan residualnya (SDRESID). Uji Autokorelasi Uji autokorelasi berguna untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi linear terdapat hubungan yang kuat baik positif maupun negatif antar data yang ada pada variable-variabel penelitian. Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linier berganda yang peneliti gunakan memiliki tujuan untuk menerangkan seberapa besar pengaruh Profesionalisme dan Independensi Auditor Internal terhadap Kualitas Audit Internal. Analisis Korelasi Menurut Andi Supangat . , analisis korelasi adalah tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih. Analisis korelasi bertujuan untuk mengukur kekuatan asosiasi . linier antara dua variabel. Korelasi juga tidak menunjukan hubungan fungsional. Analisis Koefisien Determinasi Koefisiensi determinasi pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel independen. Koefisien determinasi ini digunakan karena dapat menjelaskan kebaikan dari model regresi dalam memeprediksi variabel dependen (Sekaran, 2011:. Uji Hipotesis Uji Hipotesis digunakan untuk menguji kebenaran suatu pernyataan secara statistik dan menarik kesimpulan apakah menerima atau menolak pernyataan Uji Statistik T (Uji Parsia. Menurut Ghozali . , uji statistik t pada dasarnya menunjukan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Yang menjadi responden pada penelitian ini dapat dilihat bahwa responden laki-laki sebanyak 25 orang . %) sedangkan sisanya adalah perempuan 8 orang . %). Diketahui juga bahwa mayoritas dari responden berusia < 30 tahun sebanyak 17 orang . dan usia 31-40 tahun 14 orang . Sedangkan yang berusia 41-50 tahun hanya 1 orang . Hasil Analisis Deskriptif Analisis deskritif bertujuan untuk melihat gambaran hasil penelitian mengenai profesionalisme, independensi auditor interal, dan kualitas audit internal dengan sampel penelitian sebanyak 32 responden. Deskriptif Variabel Profesionalisme (X. Hasil penelitian responden mengenai Profesionalisme masuk dalam kategori baik dengan skor 854 atau 76,25% dari skor ideal. Deskriptif Variabel Independensi Auditor Internal (X. Hasil penelitian responden mengenai Independensi Auditor Internal masuk dalam kategori baik dengan skor 1458 atau 75,95% dari skor ideal. Deskriptif Variabel Kualitas Audit Internal (Y) Hasil penelitian responden mengenai Kualitas Audit Internal masuk dalam kategori baik dengan skor 649 atau 81,12% dari skor ideal. Pengaruh Profesionalisme Terhadap Kualitas Audit Internal Persamaan Regresi Linear Berganda Y=1,071 0,271 XCA 0,443 XCC Dari hasil persamaan regresi linear berganda tersebut masing-masing variabek dapat diinterpretasikan sebagai berikut: Konstanta sebesar 1,071menyatakan bahwa ketika Profesionalisme dan Independensi auditor internal bernilai 0 . dan tidak ada perubahan, maka Kualitas audit internal akan berhasil sebesar 1. Nilai variabel XCA yaitu profesionalisme bmemiliki nilai koefisiensi regresi sebesar 0,271, artinya ketika profesionalisme mengalami peningkatan 1 satuan, sementara Independensi Auditor Internal konstan, maka Kualitas Audit Internal akan meningkat 0,271. Nilai variabel XCC yaitu Independensi Auditor Internal memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,443. Artinya ketika Independensi Auditor Internal mengalami peningkatan sebesar 1 satuan, sementara Profesionalisme konstan, maka Kualitas Audit Internal akan meningkat 0,443. Analisis Korelasi Anlisis kolerasi yang diperoleh antara profesionalisme dengan kualitas audit internal adalah sebesar 0,598. Nilai kolerasi bertanda positif yang menunjukan bahwa hubungan yang terjadi antara keduanya adalah searah. Analisis Koefisien Detrminasi Nilai koefisien determinasi parsial profesionalisme terhadap kualitas audit interal yang diperoleh sebesar 35,76%. Hal ini menunjukan bahwa profesionalisme memberikan kontribusi pengaruh terhadap kualitas audit Uji tatistik T (Uji Parsia. Nilai t hitung yang diperoleh . lebih kecil dari t tabel=2,045 , sesuai dengan kriteria pengujian hipotesis bahwa H0 di terima dan H1 di tolak, artinya secara parsial profesionalisme berpengaruh tidak signifikan terhadap kualitas audit internal. Pengaruh Independensi Auditor Intenal Terhadap Kualitas audit internal Analisis Korelasi JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 Nilai kolerasi yang diperoleh independensi auditor internal dengan kualitas audit internal adalah sebesar 0,673. Nilai kolerasi bertanda positif yang menunjukan bahwa hubungan yang terjadi antara keduanya adalah Analisis Koefisien Determinasi Nilai koefisien determinasi parsial independensi auditor internal terhadap kualitas audit interal yang diperoleh sebesar 45,29%. Hal ini menunjukan bahwa independensi auditor internal memberikan kontribusi pengaruh terhadap kualitas audit internal. Uji Statistik T (Uji Parsia. Nilai t hitung yang di peroleh . , lebih besar t-tabel=2,045, sesuai dengan kriteria pengujian hipotesis bahwa H0 di tolak dan H1 di terima, artinya secara parsial indepedensi auditor internal berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit internal. Pembahasan Pengaruh Profesionalisme Terhadap Kualitas Audit Internal Berdasarkan analisis korelasi . , menunjukan bahwa hubungan yang di peroleh profesionalisme sebesar 0,598 dimana nilai kolerasi terdapat hubungan yang sedang dengan positif. Nilai kolerasi yang positif menunjukan bahwa hubungan yang terjadi anatara variabel profesionalisme dan kualitas audit internal adalah searah. Artinya profesionalisme yang menunjang akan menghasilkan kualitas audit internal. Pembahasan Pengaruh Independensi Auditor Internal Tehadap Kualitas Audit Internal Berdasarkan analisis korelasi . , menunjukan bahwa hubungan yang di peroleh Indepndensi Auditor Internal sebesar 0,673, dimana nilai kolerasi terdapat hubungan yang kuat dengan positif. Nilai kolerasi yang positif menunjukan bahwa hubungan yang terjadi anatara variabel indepedensi auditor internal dan kualitas audit internal adalah searah. Artinya indepedensi auditor internal yang menunjang akan menghasilkan kualitas audit internal. KESIMPULAN Berdasarkan fenomena rumusan masalah, hipotesis dan pembahasan hasil penelitian mengenai profesionalisme dan indepedensi auditor internal terhadap kualitas audit internal, maka dapat di tarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: Profesionalisme berpengaruh terhadap kualitas audit internal pada PT. Citra Gemilang Nusantara Jakarta Barat, dengan koefisien korelasi sebesar 0,598, koefisien determinasi sebesar 35,76% dan harga thitung 1,481 < ttabel 2,045 menunjukan bahwa adanya hubungan yang terjadi antara variabel profesionalisme terhadap kualitas audit internal. Sehingga apabila profesionalisme di PT. Citra Gemilang Nusantara dilakukan dengan baik maka kualitas audit internal akan baik pula, namun walaupun begitu bukan hanya di karenakan profesionalisme yang buruk maka kualitas audit internal juga akan buruk hal tersebut juga bisa dikarekan faktor- faktor lain yang mempengaruhi kualitas audit internal di luar model yang tidak di bahas dalam penelitian. Independesi auditor internal berpengaruh terhadap kualitas audit internal pada PT. Citra Gemilang Nusantara Jakarta Barat, dengan koefisien korelas sebesar 0,673, koefisien determinasi sebesar 45,29% dan harga thitung 12,769 > ttabel 2,045 menunjukan adanya hubungan yang terjadi antara variabel indepedensi auditor internal terhadap kualitas audit internal. Indepedensi auditor internal berpengaruh dalam upaya meningkatkan kualitas audit internal, indepedensi auditor internal akan memberikan pengaruh positif dalam meningkatkan kualitas audit internal. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 Variabel independensi auditor internal memiliki pengaruh lebih tinggi dari variabel profesionalisme yang artinya PT. Citra Gemilang Nusantara telah menjalankan faktor independensi dalam pelaporan yang bebas dari segala usaha untuk meniadakan pertimbangan auditor mengenai fakta atau opini dalam laporan audit internal sehingga dapat menghasilkan kualitas audit internal dengan baik. Meskin demikian harus tetap meningkatkan sikap independensi karna independensi adalah sikap yang mudah dipengaruhi, tidak memihak siapapun dan berkewajiban bersikap jujur kepada manajemen sehingga laporan audit dapat dipercaya. SARAN Berdasarkan kesimpulan mengenai profesionalisme dan indpendesi auditor internal terhadap kualitas audit internal, maka akan memberikan beberapa saran sebagai berikut: Saran Praktis / Operasional PT. Citra Gemilang Nusantara dalam meningkatkan profesionalisme dengan cara memperbaiki pengabdian pada profesi, kemandirin, hubungan dengan sesama profesi dan keyakinan pada profesi. Seperti menggunakan pengetahuan, kemampuan dalam melaksanakan pengauditan, tetap teguh pada profesi auditor, percaya pada kemampuan diri sendiri, melakukan komunikasi dengan sesama auditor, mengargai rekan kerja. PT. Citra Gemilang Nusantara dalam meningkatkan indepedensi auditor internal dengan cara memperbaiki independesi dalam pelaporan audit. Seperti bebas dari investasi manajerial, prosedur audit dan bebas dari sgala persyaratan untuk penugasan audit selain yang memang disyaratkan untuk suatu proses audit. Indepedensi dalam verifikasi. Seperti bebas dalam mengakses semua catatan, memeriksa aktiva, bebas dari usaha manajerial yang berusaha membatasi aktivitas pemeriksaan, bebas dari kepentingan Indepedensi dalam pelaporan. Seperti bebas dari perasaan wajib memodifikasi fakta-fakta yang dilaporkan, bebas dari tekanan untuk tidak melaporkan hal-hal signifikan dalam laporan audit, menghindari penggunaan kata-kata yang menyesatkan dalam interprestasi auditor, bebas meniadakan pertimbangan mengenain fakta atau opini dalam laopran audit internal. DAFTAR PUSTAKA