Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK https://jb e-upiyp tk. org/o j s Vol. No. Hal: 200-209 ISSN: 2502-6275 Kinerja Pegawai Ditinjau dari Insentif. Knowledge Management dan Lingkungan Kerja Vivi Afrina SuryastiA. Zefriyenni Zefriyenni. Lusiana Lusiana Universitas Putra Indonesia YPTK Padang amri3@gmail. Abstract This study aims to determine the effect of incentives, knowledge management and work environment on employee performance at the Regional Finance Agency of Solok Regency. The population in this study amounted to 47 people. The sampling technique used was total sampling technique. The number of samples in this study were 47 people. Data were collected using a questionnaire. Data were analyzed by multiple predictor multiple regression. Based on the results of data analysis shows that: . Incentive variables have a significant effect on employee performance. This means that the higher the incentive, the better the employee's performance, . Knowledge management variables have a significant effect on employee This means that the higher knowledge management will increase the performance of the employee, . the work environment variable has a significant effect on employee performance. This means that the higher the work environment, the higher the performance of the employee. The variables of incentives, knowledge management, and the work environment simultaneously have a significant effect on employee performance. This means that the higher the incentives, knowledge management, work environment, the performance of the employee will also increase. Keywords: Incentives. Knowledge Management. Employee Performance Work Environment Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh insentif, knowledge management dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Solok. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 47 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 47 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan regresi ganda tiga prediktor. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa: . Variabel insentif berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Artinya semakin tinggiinsentif akan semakin baik pula kinerja pegawaitersebut, . Varibel knowledge management berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Artinya semakin tinggiknowledge management akan semakin meningkat pula kinerja pegawaitersebut, . Varibel lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Artinya semakin tinggilingkungan kerja akan semakin meningkat pula kinerja pegawaitersebut, . Variabel insentif, knowledge management, dan lingkungan kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Artinya semakin tinggi insentif, knowledge management, lingkungan kerja akan semakin meningkat pula kinerja pegawai tersebut. Kata kunci: Insentif. Knowledge Management. Lingkungan Kerja. Kinerja Pegawai Journal of Business and Economics is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. Pendahuluan Banyak faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai diantaranya faktor dari diri pegawai itu sendiri, kepemimpinan, kelompok atau rekan sekerja, sistem yang terbentuk dalam organisasi tersebut dan kondisi atau situasi pada saat itu. Masing-masing faktor mempunyai pengaruh tersendiri pada masing-masing pegawai, dan dalam setiap organisasi masing-masing faktor tersebut mempunyai pengaruh yang berbeda, karena tergantung keadaan organisasi tersebut. Peningkatan kinerja pegawai tidak terlepas dari setiap pegawai, untuk melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pegawai dalam mencapai tujuan organisasi atau instansi sesuai visi dan misi yang telah ditetapkan. Jadi banyak faktor diduga yang mempengaruhi kinerja pegawai diantaranya faktor insentif ini didapat oleh tenaga kerja harus sesuai dengan kontribusi yang dilakukan terhadap instansi ilmu dan atau kantor biasanya remunerasi ini diberikan kepada pegawai yang memiliki ilmu dan skill dalam melakukan Insentif telah digunakan sejak lama untuk mengakui kinerja pegawai. Bonus dan imbalan uang diberikan kepada pegawai yang menunjukkan kinerja tingkat tinggi atau memecahkan masalah kompleks, menghasilkan nilai ekstra bagi organisasi. Namun, agar ini berhasil, penting untuk menyoroti kebutuhan untuk mendefinisikan dengan jelas peran pegawai dalam organisasi(Alefari et al. , 2. Diterima: 15-03-2021 | Revisi: 05-04-2022 | Diterbitkan: 31-05-2022 | doi: 10. 35134/jbeupiyptk. Vivi Afrina Suryasti. Zefriyenni Zefriyenni. Lusiana Lusiana Insentif sangat penting dalam kinerja organisasi. Direkomendasikan bahwa lembaga pemerintah lainnya harus merangkul proses rekayasa ulang dalam sistem operasi mereka untuk meningkatkan layanan pelanggan, nilai-nilai baru kerja tim dan kerjasama, mengurangi pergantian pegawai yang pada gilirannya menghasilkan peningkatan citra organisasi. Oleh sebab itu, peran insentif sangat penting dalam meningkatkan kinerja pegawai (Chepkemoi, 2. Knowledge management adalah Auproses koordinasi yang sistematis dan integratif di seluruh organisasi dalam mengejar tujuan organisasi utamaAyMenurut pandangan berbasis sumber daya, instansi memerlukan koleksi unik dari sumber daya yang berkelanjutan untuk mengatasi lingkungan yang kompetitif, dalam hal kinerja pegawai. Para ahli berpendapat bahwa dari sudut pandang berbasis knowledge management, kemampuan instansi untuk membangun dan menghasilkan pengetahuan adalah aset penting yang besar dalam keunggulan kompetitif instansi yang berkelanjutan dalam mencapai kinerja pegawai yang baik (Ritsri & Meeprom, 2. Lingkungan kerja yang aman memiliki beberapa keuntungan bagi organisasi dan pegawai. tetapi juga menyediakan prasyarat untuk tempat kerja yang lebih menarik, termasuk peningkatan kesejahteraan dan komitmen di antara pegawai. Menurut sikap manajer. lingkungan dan keselamatan penting dipertimbangkan untuk reputasi instansi, produktivitas dan profitabilitas Beberapa penelitian menunjukan lingkungan kerja yang baik dapat meningkatkan kinerja pegawai (Rydell dan Andersson, 2. Beberapa penelitian yang ditemukan insentif dan lingkungan kerja mempunyai pengaruh terhadap kinerja pegawai. insentif dan lingkungan kerjaadalah satu wujud anggapan yang dimiliki, diterima secara implisit oleh kelompok dan menentukan bagaimana kelompok tersebut merasakan, memikirkan dan bereaksi terhadap lingkungannya yang beraneka ragam(Eisenberg et al. , 2. Dalam setiap organisasi, insentif dan lingkungan kerjaselalu diharapkan baik karena baiknya budaya kerjaakan berhubungan dengan berhasil atau tidaknya tujuan organisasi dicapai. Dengan insentif dan lingkungan kerjayang baik, biasanya organisasi akan mudah mengatasi masalah yang dihadapi dan bisa mencapai tujuan organisasi diorganisasi(Wibowo dan Putra, 2. Lingkungan kerja yang mencakup beberapa faktor Lingkungan tempat kerja yang nyaman dan inklusif akan meningkatkan kinerja pegawai sehingga meningkatkan kinerja organisasi(Nanzushi. Faktor-faktor Suarabising, penerangan tempat kerja, kelembaban dan penggunaanwarna, kebersihan lingkungan. Faktorfaktor yangmempengaruhi kinerja seseorang adalah: Karakteristik lingkungan kerja. Karakteristik Pekerjaan dan Peralatan,Ketegangan Psikologis. Prosedur Pekerjaan danKetegangan Fisik. Faktor-faktor yang dapat dimasukandalam lingkungan kerja dan besar pengaruhnya terhadap semangat dan lingkungan kerja adalah pewarnaan, kebersihan, pertukaaran udara, penerangan, musik, keamanan dan tingkat kebisingan. Sedangkan faktor non finansial terdiri dari lingkungan kerja gambaran pekerjan, kepemimpinan dan alat (Sofyan, 2. Peningkatan kinerja yang dilakukan leh pegawai dapat disebabkan juga oleh Knowledge management. Knowledge management menjadi guidance tentang pengelolaan intangible assets yang menjadi pilar . ari produk/jasa/solus. yang ditawarkan dapartemen kepada pelanggannya. Oleh karena itu, pemahaman mengenai nilai buku dapartemen industri harus disertai dengan pemahaman nilai intangible assetsinstansi(N Kosasih dan Budiani, 2. Lingkungan kerja merupakan bagian komponenyang sangat penting di dalam pegawai melakukanaktivitas Dengan memperhatikanlingkungan kerja yang baik atau menciptakankondisi kerja yang mampu memberikan motivasipegawai untuk bekerja, maka dapat membawapengaruh terhadap semangat kerja Artinya lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerjapegawai (Rahmawanti. Untuk mencapai tingkat kinerja seorang pegawai tersebut lingkungan kerja dalam suatu instansi sangat penting untuk diperhatikan manajemen. Meskipun lingkungan kerja tidak melaksanakan proses produksi dalam suatu instansi, namun lingkungan kerja mempunyai pengaruh lansung terhadap para pegawai yang melaksanakan proses produksi tersebut. Menurut(Lewa et al. , 2. lingkungan kerja didesain sedemikian rupa agar dapat tercipta hubungan kerja yang mengikat pekerja dengan lingkungannya. Keberhasilan organisasi mana pun terkait erat dengan kinerja pegawainya. Kualitas lingkungan tempat kerja pegawai berdampak pada tingkat motivasi mereka dan karenanya kinerja (Heath, 2. Ketika pegawai memiliki keinginan, secara fisik dan emosional untuk bekerja, maka kinerja mereka akan meningkat(Boles et , 2. Mereka juga menyatakan bahwa memiliki lingkungan tempat kerja yang tepat membantu mengurangi jumlah absensi dan sebagai hasilnya dapat meningkatkan kinerja di dunia bisnis yang kompetitif Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Vivi Afrina Suryasti. Zefriyenni Zefriyenni. Lusiana Lusiana dan dinamis saat ini. Lingkungan tempat kerja yang ditetapkan berdampak pada moral, produktivitas, dan keterlibatan pegawai - keduanya positif dan negatif (Chandrasekar, 2. Untuk lebih jelas bagaimana kerangka pikir untuk penelitian ini bisa dilihat dari gambar dibawah ini: Gambar 1. Kerangka Pikir Berdasarkan pembatasan masalah yang telah diuraikan di atas selanjutnya hipotesis statistik diuji menggunakan statistik parametris, maka hipotesis dapat dirumuskan sebagai berikut: H1: H2: H3: H4: Insentif berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Solok. Knowledge management berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Solok. Lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Solok. Insentif, lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Solok. Metodologi Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif mengunakan disains penelitian korelasi dengan metode asosiatif kausal. Adapun variabel independen dalam penelitian ini yaitu insentif, knowledge management dan lingkungan kerja variabel dependen yaitu Data yang di peroleh diolah dengan analisis regresi ganda. Waktu penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2021 di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Solok. Populasi penelitian ini adalah pegawai Honorer yang bekerja di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Solok, yang berjumlah 47 orang Dalam penelitian ini, sampel diambil secara total sampling yaitu sampel yang berupa populasi berjumlah 47 orang pegawai Honoren di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Solok. Untuk memperoleh datainsentif (X. , knowledge management (X. , dan lingkungan kerja (X. Maka alat yang digunakan untuk mengumpulkan data tersebut adalah berupa angket yang disebarkan kepada pegawai. Skala pengukuran yang dilakukan adalah skala Likert. Insentif adalah semua bentuk pembayaran atau hadiah berupa uang, barang langsung atau tidak langsung kepada pegawai untuk prestasi kerja dan jasa yang diberikan olehinstansi demi tercapainya tujuan Insentif dapat diukur dengan mengunakan indikator: upah dan gaji. Knowledge management ialah suatu rangkaian kegiatan yang digunakan oleh organisasi atau instansi untuk mengidentifikasi, menciptakan, menjelaskan, dan mendistribusikan pengetahuan untuk digunakan kembali, diketahui, dan dipelajari di dalam Knowledge dengan mengunakan indikator: Tacit knowledge. Explicit knowledge. Lingkungan kerja adalah hal-hal yang berhubungan dengan suasana tempat kerja atau kondisi kerja yang sangat berkaitan erat dengan pencapaian kinerja pegawai. Lingkungan kerja dapat diukur dengan mengunakan indikator: lingkungan kerja fisik. dan lingkungan kerja non-fisik. Kinerja merupakan hasil kerja atau karya yang dihasilkan oleh masing-masing pegawai untuk membantu badan usaha dalam mencapai dan mewujudkan tujuan badan usaha. Kinerja dalam organisasi merupakan suatu jawaban berhasil atau tidaknya tujuan organisasi yang telah Teknik analisis data terdiri dari uji validitas, uji reliabilitas, analisis deskriptif, uji asumsi klasik, analisis linear berganda, uji F dan uji t. Pengujian hipotesis digunakan untuk mengetahui kekuatan variable independen terhadap variabel dependen oleh Sekaran . Hubungan antar variabel dapat digambarkan dengan persamaan sebagai berikut: = a b1X1 b2X2 b3X3 e = kinerja = konstanta = insentif = knowledge management = lingkungan kerja = standar eror Hasil dan Pembahasan Hasil analisis regresi berganda terdapat pada tabel 1 Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Vivi Afrina Suryasti. Zefriyenni Zefriyenni. Lusiana Lusiana Tabel 1 Hasil Analisis Regresi Berganda Persamaan I Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta 65,854 6,929 9,505 ,126 ,052 ,290 2,398 ,228 ,104 ,289 2,200 ,153 ,058 ,339 2,621 Model (Constan. Sig. ,000 ,021 ,033 ,012 Dependent Variable: Y Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS 23. Tabel 2 Hasil Uji F Persamaan I Mean Square 171,050 Model 1 Regression Sum of Squares 513,149 Residual 796,553 Total 1309,702 9,234 Sig. ,000b 18,524 Dependent Variable: Y Predictors: (Constan. X3. X1. X2 Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS 23. Tabel 3 Hasil Uji Koefisien Deteminasi Persamaan I Model R Square 0,626a 0,392 Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS 23. Hipotesis Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 0,349 4,304 Tabel 4 Hasil Pengujian Hipotesis Penelitian Pernyataan Signifikan Terdapat pengaruh yang signifikan 0,021 antara variabel insentif terhadap Badan Keuangan Daerah Kabupaten Solok Terdapat pengaruh yang signifikan 0,033 management terhadap kinerja pegawai di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Solok Terdapat pengaruh yang signifikan 0,012 antara variabel lingkungan keraja terhadap kinerja pegawai di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Solok Terdapat pengaruh yang signifikan 0,000 antara variabel insentif, knowledge keraja terhadap kinerja pegawai di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Solok Pembanding 0,05 Keputusan Diterima 0,05 Diterima 0,05 Diterima 0,05 Diterima Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS 23. Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Vivi Afrina Suryasti. Zefriyenni Zefriyenni. Lusiana Lusiana Berdasarkan pengujian hipotesis dan analisis data yang telah dilakukan maka selanjutnya dilakukan pembahasan hasil pengujian hipotesis sebagai berikut: Pengaruh Insentif Terhadap Kinerja pegawai. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa insentifberpengaruh terhadap kinerja pegawai di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Solok. Pada dasarnya insentifmenjadi salah satu faktor dalam meningkatkan kinerja pegawai. Insentif yang tinggi, akan berpengaruh terhadap tingginya kinerja pegawai tersebut. Oleh sebab itu, insentif yang tinggi dapat menghasilkan kinerja pegawai yang baik. Insentif merupakan penghargaan yang diberikan pegawai baik langsung maupun tidak langsung, financial maupun non financial yang adill kepada pegawai atas kinerja mereka dalam mencapai tujuan organisasi, sehingga pemberian insentif sangat dibutuhkan oleh instansi manapun guna meningkatkan kinerja pegawainya. Adapun bentuk insentif financial adalah gaji, dan tunjangan. Sedangkan untuk insentif non-financial diantaranya pelatihan, wewenang dan tanggung jawab, penghargaan atas kinerja serta lingkungan kerja yang mendukung. Jadi untuk mendapatkan insentif yang sesuai dengan kinerja pegawai maka dibutuhkan pula pegawai-pegawai yang memiliki potensi yang baik guna tercapainya tujuan Oleh karena itu, di dalam sebuah insentif terdapat beberapa insentif berupa insentif financial yaitu insentif. Dalam pencapaian guna memenuhi kebutuhannya maka pegawai harus memiliki kinerja yang baik agar tercapainya tujuan bersama(Subianto. Insentif merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan motivasi. Untuk mendongkrak motivasi demi meningkatkan kinerja ini, banyak lembaga atau institusi yang memberikan insentif berupa insentif sebagai imbalan atas kinerja yang memenuhi target. Tujuan pemberian insentif adalah sebagai perangsang motivasi petugas perpustakaan demi peningkatan kinerja(Haminati S. D dan Permana, 2. Jadi insentif mempunyai hubungan positifserta signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Halini menunjukkan variabel Insentif yang meliputiinsentif meliputi pemberian bonus,pembagian keuntungan, dan jaminan sosial. Sertainsentif non materiil yang meliputi promosi jabatandan pujian dari atasan telah mampu mempengaruhikinerja pegawai(Anggriawan, 2. Pengaruh Knowledge Management Terhadap Kinerja pegawai Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa knowledge management berpengaruh terhadap kinerja pegawai di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Solok. Pada denganpengetahuan manajemen kerja pegawai. Semangkin tinggi knowledge management maka akan semakin berpengaruh terhadap kinerja pegawai itu Knowledge management secara tidak langsung mempengaruhi kinerja pegawai, ada pengaruh yang signifikan antarapersonal knowledge terhadap job procedure, dan faktor yang paling dominan mempengaruhi kinerja pegawai adalah technology(N Kosasih dan Budiani, 2. Lebih lanjut kinerja pegawai akan mencapaihasil yang lebih maksimal apabila didukung dengan knowledge yang dimiliki. Setiap pegawai diharapkan dapat terus menggali pengetahuannya dan tidak hanya bergantung atau terpaku pada system yang ada. Sehingga dapat dikatakan bahwa setiap pegawai mempunyai peran di dalam meningkatkan instansinya. Faktor yang mempengaruhi lingkungan bisnis saat ini bukan lagi era informasi, tetapi sudah beralih ke era pengetahuan(Amrous et al. , 2. Knowledge management telah muncul sebagai sumber dari keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Knowledgemanagement merupakan salah satu alat manajemen yang dapat digunakan untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi dan menunjukkan keunggulan bersaing sehingga mampu menciptakan kinerja organisasi yang baik(Megantoro et al. , 2. Jadi knowledgemanagement memiliki pengaruh kinerja pegawai(Puryantini et al. , 2. Dalam teori yang dipaparkan pada bab sebelumnya, pengalaman adalah salah bentuk Tacit Knowledge yang secara sederhana berarti pengetahuan yang tidak terlihat dan berada dalam diri seseorang. Dengan pengalaman yang dimiliki responden setuju bahwa pekerjaan yang mereka lakukan akan lebih mudah. Seperti yang kita ketahui bahwa responden pada penelitian ini berasal dari berbagai divisi dalam dapartemen perhotelan. Jika berbicara tentang pengalaman pada penelitian ini berarti pengalaman pekerjaan dibidang kerja masingmasing pegawai, seperti misalnya pegawai bidang administrasi berpengalaman melakukan penginputan dan pengiriman serta penyimpanan data-data perusahaan/departemen, pegawai dibidang marketing berpengalaman dalam memasarkan produknya berdasarkan data-data makro yang dimilikinya, mempunyai banyak relasi, mudah membangun hubungan, mempunyai strategi pemasaran yang tepat dan lain sebagainya yang diperlukan sebagai seorang marketer, dan yang terakhir pengalaman yang dimiliki seorang pegawai pada divisi sales departement yaitu mampu menarik pelanggan dan memberikan kenyamanan dalam menawarkan temapat. Itulah mengapa, kualitas dan kuantitas kerja yang pegawai hasilkan sangat dipengaruhi oleh pegalaman yang dimiliki. Pernyataan ini didukung oleh hasil Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Vivi Afrina Suryasti. Zefriyenni Zefriyenni. Lusiana Lusiana penelitian terdahulubahwa, pegawai yang memiliki pengetahuan tacit dan eksplisit cenderung memiliki kepercayaan diri yang tinggi terhadap pekerjaan yang mereka lakukan karena mereka mempunyai pengalaman serta standar kerja yang harus mereka sehingga dalam melakukan pekerjaannya mereka merasa lebih aman terhadap adanya kesalahan(Lucena & Popadiuk, 2020. Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Berdasarkan hasil uji analisis yang dilakukan, ditemukan pengaruh langsung lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. Lingkungan kerja yang baik, memberikan peningktan terhadap kinerja pegawai itu Lingkungan kerja yang baik terlihat dari fisik maupun non fisik, ang menjadi faktor penentu kinerja pegawai itu sendiri. Lingkungan kerja yang mencakup beberapa faktor berdampak pada cara pegawai melakukan pekerjaannya. Lingkungan tempat kerja yang nyaman dan inklusif akan meningkatkan kinerja organisasi(Nanzushi, 2. Faktor-faktor lingkungan kerja antara lain : Suarabising, penerangan tempat kerja, kelembaban dan penggunaanwarna, kebersihan lingkungan. Faktorfaktor yangmempengaruhi kinerja seseorang adalah: Karakteristiklingkungan kerja. Karakteristik Pekerjaan dan Peralatan,Ketegangan Psikologis. Prosedur Pekerjaan danKetegangan Fisik. Faktor-faktor yang dapat dimasukandalam lingkungan kerja dan besar pengaruhnya terhadap semangat dan lingkungan kerja adalah pewarnaan, kebersihan, pertukaran udara, penerangan, musik, keamanan dan tingkat kebisingan. Sedangkan faktor non finansial terdiri dari lingkungan kerja gambaran pekerjan, kepemimpinan dan alat(Sofyan, 2. Lingkungan kerja merupakan bagian komponenyang sangat penting di dalam pegawai melakukanaktivitas Dengan memperhatikanlingkungan kerja yang baik atau menciptakankondisi kerja yang mampu memberikan motivasipegawai untuk bekerja, maka dapat membawapengaruh terhadap semangat kerja Artinya lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai(Rahmawanti. Penelitian lain juga menyatakan hasil senada yaitu Lankeshwara . menunjukkan bahwa bantuan pekerjaan, dukungan pengawasan dan lingkungan kerja fisik sebagai dimensi dari lingkungan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Jayaweera . lingkungan kerja dan kinerja berpengaruh positif dan motivasi kerja menengahi hubungan keduanya. Penelitian terdahulu yang dilakukan Hamid & Hasan . menguji lingkungan kerja Rezaul . Artinya, penelitiannya menemukan dua elemen utama di tempat kerja yaitu Lingkungan kerja dan kinerja kerja memiliki hubungan dan pengaruh positif. Pengaruh Insentif. Knowledge managementdan lingkungan kerja Terhadap Kinerja pegawai Dalam pengujian secara parsial . ji F) menunjukan bahwa variabel insentif, knowledge management, dan lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Solok, dengan harga Fhitung = 9,234, p-value = 0,000 < 0,05. H0 diterima. Dengan demikian, insentif, knowledge management, dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Solok. Sementara itu besar pengaruh yang dihasilkan antara variabel insentif, knowledge management, dan lingkungan bkerja sebesar 39,2%, sisanya dipengaruhi oleh faktor Penelitian Widodo . juga membuktikan bahwa insentif, knowledge management dan lingkungan pekerjaan berpengaruh langsung positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Agbozo, et. juga management dan lingkungan pekerjaan memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Secara empiris insentif, knowledge management dan lingkungan pekerjaan perpengaruh positif dalam menentukan kinerja pegawai. Jadi dapat disimpulkan bahwa, insentif, knowledge management dan lingkungan pekerjaan menjadi faktor penting dalam menumbuhkan semangat kerja pegawai dalam menyelesaikan tugasnya. Antara insentif, knowledge management dan lingkungan pekerjaan salang berpengaruhi secara simultan dalam peningkatan kinerja pegawai itu sendiri. Oleh sebab itu, perlu bagi pimimpin dalam memberikan insentif, dan lingkungan kerja yang kondusif, serta pelatihan knowledge management yang baik agar kinerja pegawai meningkat. Kesimpulan Dari hasil analisis data penelitian tentang kinerja pegawai di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Solok, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Variabel insentif berpengaruh signifikan terhadap Artinya tinggiinsentifakan semakin baik pula kinerja Varibel knowledge management berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Artinya Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Vivi Afrina Suryasti. Zefriyenni Zefriyenni. Lusiana Lusiana semakin tinggiknowledge management akan semakin meningkat pula kinerja pegawaitersebut. Varibel lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Artinya semakin tinggilingkungan kerja akan semakin meningkat pula kinerja pegawaitersebut. Variabel insentif, knowledge management,dan lingkungan kerjasecara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Artinya semakin tinggiinsentif, knowledge management, lingkungan kerjaakan semakin meningkat pula kinerja pegawai tersebut. Daftar Rujukan Abdullah. Manajemen dan evaluasi kinerja pegawai. Aswaja Pressindo. Alavi. , & Leidner. Review: Knowledge management and knowledge management systems: Conceptual foundations MIS Quarterly: Management Information Systems. Alefari. Almanei. , & Salonitis. employeesAo Sustainability (Switzerlan. https://doi. org/10. 3390/su12166511 Amrous. Daoudi. Khadija. , & Badia. D-learning Model for for Knowledg Management in Enterprise 2. International Journal of Advanced Corporate Learning (IJAC), 7. https://doi. org/10. 3991/ijac. Anggriawan. Pengaruh Intensif Dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada Karyawan Cv Suka Alam (Kaliwatu Raftin. Kota Batu. Jawa Timu. Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang. Aston. James. , & Ashkanasy. What Lies Beneath? A Process of Analysis ofAffective Events Theory. The Effect of Affect in Organizational Settings Research on Emotion in Organizations. 1, 23Ae46. Bananuka. Perceived Internal Audit Roles and Challenges in a developing economy. Makerere Business Journal Vol. Issue 2 Bedarkar. , & Pandita. A Study on the Drivers of Employee Engagement Impacting Employee Performance. Procedia - Social and Behavioral Sciences. https://doi. org/10. 1016/j. Boles. Pelletier. , & Lynch. The Relationship between Health Risks and WorkProductivity. Journal of Occupational and Environment Medicine. , 737Ae745. Briner. Relationships Between Work Environments. Psychological Environments &Psychological Well-Being. Journal of Occupational Medicine, 50. , 299Ae303. Chandrasekar. Workplace environment and its impact on organizational performance in Public Sector Organizations. Alagappa University. Chepkemoi. Effect of Incentives on Employee Performance At Kenya Forest Service Uasin Gishu County. IOSR Journal of Business and Management (IOSR-JBM). Cherry, & Kendra. The Incentive Theory of Motivation Are Actions B a Desire for Rewards. https://doi. org/https://w. Dhanaraj. Lyles. Steensma. , & Tihanyi. Managing tacit and explicit knowledge transfer in IJVs: The role of relational embeddedness and the impact on Journal of International Business Studies. https://doi. org/10. 1057/palgrave. Dinahaji. S, & Permana. Pengaruh Pemberian Insentif Terhadap Kinerja Pustakawan Di Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Perpustakaan. Dinahaji. Haminati Sharikha, & Permana. Pengaruh Pemberian Insentif Terhadap Kinerja Pustakawan Di Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Perpustakaan. Djati, . Kajian Terhadap Kompensasi,Komitmen Oragnisasi,Dan Prestasi Kerja. Kajian Terhadap Kepuasan Kompensasi. Kominmen Organisasi Dan Prestasi Kerja. Dressler, & Gary. Manajemen Sumber Daya Manusia . th ed. PT. Indeks. Eisenberg. Riley. Jablin. , & Putnam. *Organizational Culture in The New Handbook of Organizational Communication. In Encyclopedia of Corporate Social Responsibility. Ellis. , & Roever. The measurement of implicit and explicit knowledge. Language Learning Journal. https://doi. org/10. 1080/09571736. Elnaga. Amir, & Imran. The effect of International Journal of Business and Management. Engagement as a Variable to Improve the Relationship between Leadership. Organizational Culture on the Performance of Employees. IOSR Journal of Business and Management. https://doi. org/10. 9790/487x-1440108 Faisal Azeem. Rubina, & Tahir Paracha. Connecting training and development with employee engagement: How does it matter? World Applied Sciences Journal, 28. , 696Ae703. Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Vivi Afrina Suryasti. Zefriyenni Zefriyenni. Lusiana Lusiana https://doi. org/10. 5829/idosi. Fatwan. Knowledge management, warna cerah dunia bisnis Indonesia. Garud. , & Kumaraswamy. Vicious and virtuous circles in the management of knowledge: The case of Infosys Technologies. MIS Quarterly: Management Information Systems, 29. , 9Ae33. https://doi. org/10. 2307/25148666 Gottschalk, & Petter. Knowledge Management Systems: Value Shop Creation. Idea Group Publishing. Gruman. , & Saks. Performance management and employee engagement. Human Resource Management Review. https://doi. org/10. 1016/j. Hameed. Abdul. Employee Development and Its Affect on Employee Performance A Conceptual Framework. International Journal of Business and Social Sciences. Hasibuan, & S. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta. Bumi Aksara. Hauge. Skogstad. , & Einarsen. Relationships workenvironments and bullying. Work & Stress. , 220Ae242. Heath, . Organization: WorkplaceEnvironment& its Impact on EmployeePerformance. Hughes. Zajac. Woods. , & Salas. The Role of Work Environment in Training Sustainment: A Meta-Analysis. Human Factors. https://doi. org/10. 1177/0018720819845988 Isyandi. Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Perspektif Global. Unri Press. Jennex, & E. Knowledge Management in Modern Organizations. Idea Group Publishing. Jones. Buku Pintar Manajemen Kinerja. Terjemahan Anthony R. Indra. Metalexia Publishing & PT Qreator Tata Qarakter. Kabupaten. , & Barat. PENGARUH GAJI DAN INSENTIF TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT . SERBA MULIA AUTO. 4, 698Ae712. Kankanhalli. Tan. , & Wei. Contributing MIS Quarterly: Management Information Systems. https://doi. org/10. 2307/25148670 Kiweewa. , & Asiimwe. Does training influ-ence employee performance in regulatory organizationsin Uganda: Empirical evidence from UCC. Merit ResearchJournal of Business and Management. , 21Ae29. Kompaso. , & Sridevi. Employee Engagement: The Key to Improving Performance. International Journal of Business Management. https://doi. org/10. 5539/ijbm. Kosasih. N, & Budiani. Pengaruh Knowledge Management Terhadap Kinerja Karyawan: Studi Kasus Departemen Front Office Surabaya Plaza Hotel. Jurnal Manajemen Perhotelan, 3. , 80Ae88. https://doi. org/https://doi. org/10. 9744/jmp Kosasih. Natalia, & Budiani. PENGARUH KNOWLEDGE MANAGEMENT TERHADAP KINERJA KARYAWAN: STUDI KASUS DEPARTEMEN FRONT OFFICE SURABAYA PLAZA HOTEL. Jurnal Manajemen Perhotelan. https://doi. org/10. 9744/jmp. Kristensen. , & Remmen. A framework for sustainable value propositions in productservice systems. Journal of Cleaner Production. https://doi. org/10. 1016/j. Lewa. Iip. Idham. Eka, & Subowo. Pengaruh Kepemimpinan. Lingkungan Kerja Fisik dan Insentif Terhadap Kinerja Pegawai di PT. Pertamina (Perser. Daerah Operasi Hulu Jawa Bagian Barat Cirebon. Jurnal SINERGI:Kajian Bisnis Dan Manajemen Edisi Khusus on Human Resources. Lindberg P, & Vingyurd E. Indicators of healthy work environments--a systematic review. Work 3032Ae3038. https://doi. org/10. 3233/WOR2012-0560-3032 Lucena. de O. , & Popadiuk. Tacit knowledge in unstructured decision process. RAUSP Management Journal. https://doi. org/10. 1108/RAUSP-05-2018-0021 Lucena. de O. , & Popadiuk. Tacit knowledge in unstructured decision process. RAUSP Management Journal, 55. https://doi. org/10. 1108/RAUSP-05-2018-0021 Lukersmith. , & Burgess-Limerick. The perceived importance and the presence of creative potential in the health professionalAos work environment. Ergonomics. , 922Ae https://doi. org/10. 1080/00140139. Management. Measuring Knowledge Management in the Business Sector: First Steps. Knowledge Management. https://doi. org/10. 1787/9789264100282-en McElroy. Integrating complexity organizational learning. Journal of Knowledge Management. https://doi. org/10. 1108/13673270010377652 Megantoro. Miyasto. , & M. Rahardjo. Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Organisasi Dengan Knowledge Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Vivi Afrina Suryasti. Zefriyenni Zefriyenni. Lusiana Lusiana management Sebagai Variabel Mediating (Studi Empiris Pada Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan (Bpk. Universitas Diponegoro. Men. Employee engagement in relation toemployeeAeorganization relationships and internalreputation: effects of leadership Journal of Public Relations, 9, 1942Ae4604. Munir. Knowledge Management Audit : Pedoman Evaluasi Kesiapan Organisasi Mengelola Pengetahuan. PPM. Muralidhar. Knowledge Management: A Research ScientistAos PerspectiveIn T. Srikantaiah & M. Koenig (Ed. ASIST Monograph Series. Murphy. Murphy_Execcomp_Hle_1999. June, 1Ae91. papers3://publication/uuid/3DC06196-20D749BE-9E07-5779C52B93A7 Nachrowi. Analisis Multivariat Dengan Menggunakan SPSS Dan Eviews. Universitas Diponegoro. Nanzushi. The effect of workplace environment on employee performance in the mobile telecommunication firms in nairobi city University of Nairobi. Nitisemito. Manajemen Personalia. Penerbit Ghalia Indonesia. Nuraini. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yayasan Aini Syam. Ologbo. , & Sofian. Individual and Organizational Factors Employee Engagement on Employee Work Outcomes. International Journal of Business and Behavioral Sciences. Park. -H. , & Kwon. EmployeesAo perceived work environment and self-directed learning readiness in Korean companies. Human Resource Development International. 333Ae350. https://doi. org/doi: 1080/13678860410001676565 Priyono. Manajemen Sumber Daya Manusia. Surabaya. Zifatama Publisher. Priyono, & Marnis. Manajemen Sumber Daya Manusia. Zifatama Publisher. Puryantini. Arfati. , & Tjahjadi. Pengaruh Knowledge Management Terhadap Kinerja Organisasi Dimediasi Inovasi di Organisasi Penelitian Pemerintah. Berkala Akuntansi dan Keuangan Indonesia,. Rahadi, & Rianto. Manajemen Kinerja Sumber Daya Manusia. Tunggal Mandiri Publishing. Rahmawanti. Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai (Studi pada Pegawai Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Utar. Jurnal Administrasi Bisnis, 8. Ritsri. , & Meeprom. Does knowledge management practice produce accounting employee productivity in the tourism business Thailand? Anatolia. https://doi. org/10. 1080/13032917. Robbins. , & Judge. Organizational Behavior. thEd. Prentice Hall. Rydell. , & Andersson. Work environment investments: outcomes from three International Journal of Occupational Safety Ergonomics. https://doi. org/10. 1080/10803548. Schultz. , & Schultz. Psychology and Work Today: An Introduction to Industrial and Organizational Psychology. th Ed. Prentice Hall. Sedarmayanti. Manajemen Sumber Daya Manusia. Reformasi Birokrasi dan Manajemen Pegawai Negeri Sipil . th ed. PT Refika Aditama. Sekaran. Research Methods For Businees . Salemba Empat. Sharma. , & Taneja. The effect of training on employee performance. International Journal of Recent Technology and Engineering. https://doi. org/10. 31104/jsab. Simamora. Manajemen Sumber Daya Manusia. STIEYKPN. Simanjuntak, & Payaman J. Manajemen Hubungan Industrial. Pustaka Sinar Harapan. Sofyan. Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Kerja Pegawai BAPPEDA. Industrial Engineering Journal, 2. Sultana. Irum. Abid. , & Nasir Mehmood. Impact of training on employee performance :A study of telecommunication sector in Pakistan. Interdisciplinary Journal of Contemporary Research in Business. Surya Dharma, & Usmara. Manajemen Kinerja. Falsafah. Teori dan Penerapannya. Pustaka Pelajar. Tahir. Yousafzai. Yousafzai. Jan. & Hashim. The Impact of Training and Development on Employees Performance and Productivity A case study of United Bank Limited Peshawar City. KPK. Pakistan. International Journal of Academic Research in Business Social Sciences, 4. https://doi. org/10. 6007/ijarbss/v4-i4/756 Wardinata, . Knowledge Management Terhadap Kinerja Pegawai Di Rocky Plaza Hotel Padang. Jurnal Pendidikan Dan Keluarga, 10. , 242Ae247. Watson, & Ian. Applying Knowledge Management Techniques Building Corporate Memories. Morgan Kaufmann Publishers. Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Vivi Afrina Suryasti. Zefriyenni Zefriyenni. Lusiana Lusiana Wibowo. Manajemen Kinerja. Raja. Grafindo Persada. Wibowo. , & Putra. Pengaruh motivasi dan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja serta implikasinya terhadap kinerja karyawan pada rumah sakit umum . Among Makarti. https://doi. org/10. 52353/ama. Wirawan. Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia. Salemba Empat. Wood. Wallace. , & Zeffane. Title. Organizational Behavior a Global Perspectives. Australia, 91. Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No.