E-ISSN 2798-8678 SEGARA WIDYA Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Volume 13 No. 1, 2025 P123-133 Amreta Ing Huma Seni Hidroponik Upcycled Glass dan Keramik I Gusti Ngurah Diva IsmayanaA*. I Nyoman Suardina A. Ida Ayu Gede Artayani A 1Program Studi Seni. Program Magister. Institut Seni Indonesia Bali 2Program Studi Desain. Program Magister. Institut Seni Indonesia Bali 3Program Studi Kriya. Fakultas Seni Rupa dan Desain. Institut Seni Indonesia Bali Jalan Nusa Indah. Denpasar 80235. Indonesia divafungi26@gmail. Tujuan agar penciptaan koleksi karya Amreta Ing Huma Seni Hidroponik Upcycled Glass dan Keramik dapat bermanfaat memberikan kontribusi terhadap generasi muda serta memberikan edukasi yang berbasis budaya Indonesia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu estetika dari Clive Bell dan William Morris serta pendekatan seni ekologis berkelanjutan. Temuan dalam penciptaan ini adalah koleksi karya seni berjudul Amreta Ing Huma. Koleksi dengan judul Amreta Ing Huma diartikan sebagai air kehidupan di sawah merupakan penciptaan karya seni berbasis seni ekologis . cological ar. Koleksi karya seni Amreta Ing Huma mewakili imaji seni dengan ide pemantik fenomena degradasi lingkungan dan seni hidroponik, terimplementasi dengan penggunaan material limbah kaca bening dan limbah kaca botol wine berwarna hijau, material keramik dengan teknik glasir, tanaman microgreens, tanaman herbal semusim serta berbabagi medium tanam pada seni hidroponik atau soilless culture. Koleksi karya seni Amreta Ing Huma diartikan sebagai sesuatu yang memicu emosi estetis berdasarkan susunan formalnya dan mengisi ruang imajinasi personal bagi audiens atau pemirsa selain ditelaah secara formalis. Ketika seseorang menikmati karya seni Amreta Ing Huma hanya mampu mengapresiasi dimensi formal karya tersebut selama beberapa menit saja. Selebihnya pemirsa cenderung melayang dalam imajinasi personalnya tentang kesan psikologis karya seni Auair kehidupan di sawahAy. Kata Kunci: Seni Hidroponik. Upcycled Glass. Keramik. Seni Ekologis The purpose of creating a collection of works by Amreta Ing Huma Hydroponic Art Upcycled Glass and Ceramics can be useful in contributing to the younger generation and providing education based on Indonesian culture. The approach used in this study is the aesthetics of Clive Bell and William Morris and the approach of sustainable ecological art. The findings in this study are a collection of works of art entitled Amreta Ing Huma. The collection entitled Amreta Ing Huma is interpreted as the water of life in the rice fields is the creation of works of art based on ecological art. The collection of works of art by Amreta Ing Huma represents the image of art with the idea of igniting the phenomenon of environmental degradation and hydroponic art, implemented by using clear glass waste material and green wine bottle glass waste, ceramic material with glaze techniques, microgreens plants, annual herbal plants and various planting media in hydroponic art or soilless culture. The collection of works of art by Amreta Ing Huma is interpreted as something that triggers aesthetic emotions based on its formal arrangement and fills the personal imagination space for the audience or viewer in addition to being examined formally. When someone enjoys Amreta Ing Huma's artwork, they are only able to appreciate the formal dimension of the artwork for a few minutes. The rest of the time, the viewer tends to float in their personal imagination about the psychological impression of the artwork "water of life in the rice fields". Keywords: Hydroponic Art. Upcycled Glass. Ceramics. Ecological Art I Gusti Ngurah Diva Ismayana (Amreta A) Volume 13 No. 1, 2025 PENDAHULUAN Pertanian adalah salah satu tonggak penting dalam sejarah manusia yang telah mengalami perubahan besar seiring berjalannya waktu. Dari cara-cara tradisional hingga revolusi teknologi modern, pertanian telah mengalami transformasi yangluar Evolusi pertanian dari masa lalu hingga saat ini mencerminkan kemajuan teknologi dan pemahaman manusia tentang cara memanfaatkan sumber daya alam. Meskipun pertanian modern telah memberikan manfaat besar dalam hal pasokan pangan, penting untuk terus mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat. Pertanian berkelanjutan adalah arah yang diambil untuk memastikan ketersediaan pangan yang berkelanjutan dan sehat bagi generasi Salah satu teknologi pertanian yang dapat diterapkan pada seluruh lapisan masyarakat baik di desa maupun di kota yaitu hidroponik. Laju perkembangan pertanian tanpa disertai teknologi memunculkan permasalahan baru sehingga dibutuhkan teknologi yang dapat membantu. Degradasi alam yang terjadi di bidang pertanian akibat konversi lahan, alih profesi, ekonomi yang lemah dan kurangnya ketertarikan dari generasi muda untuk melanjutkan pertanian konvensional berpotensi melemahkan harmonisasi antara masyarakat dan lingkungan (Windia, 2018, p. Kebutuhan pangan bagi manusia semakin meningkat dengan seiring perkembangan jumlah penduduk, namun hal tersebut tidak dibarengi dengan pertumbuhan lahan pertanian yang justru semakin sempit (Geria et al. , 2019, p. Jangankan di kotaAe kota besar, dilingkup sentra pertanian alih fungsi lahan menjadi pemukiman sudah tidak dapat terelakkan lagi. Sehingga sistem hidroponik menjadi salah satu pilihan yang paling tepat untuk model usaha pertanian, sebagai salah satu solusi yang patut dipertimbangkan untuk mengatasi masalah pangan. Isu mempertahankan keberlanjutan lingkungan dikaitkan dengan teknologi pertanian hidroponik, menjadi ide pemantik penciptaan. Fenomena teknologi pertanian hidroponik sebagai salah satu mempertahankan alih fungsi lahan dan peningkatan nilai ekonomi masyarakat, menggelitik pencipta untuk menciptakan koleksi karya seni sebagai ungkapan ekspresi ekspresif dengan state of the art penggunaan material upcycled glass dan keramik. Ketertarikan pencipta menggunakan material upcycled glass sebagai material atau bahan baku koleksi karya cipta disebabkan ketersediaan bahan baku yang mudah didapat serta dapat memenuhi konsep ekologis dan meningkatkan nilai seni, ekologi, sosial, ekonomis, serta budaya. Material keramik dipilih sebagai material lainnya dalam koleksi karya cipta tugas akhir dilatarbelakangi bidang keilmuan pencipta ketika menempuh studi Perpaduan dua material yakni upcycled glass dan keramik menjadi identitas pencipta dalam penciptaan karya seni. Pemilihan konsep ekologis khususnya seni hidroponik . oilless cultur. atau budidaya tanaman tanpa tanah sebagai jawaban atas fenomena yang terjadi. Seni hidroponik secara keseluruhan menampilkan keunikan pada tanaman serta wadah yang digunakan, diartikan tidak menggunakan wadah konvensional melainkan berbasis kriya seni. Penciptaan karya seni berbasis konsep ekologis . cological ar. menghasilkan penciptaan koleksi karya dengan judul Amreta Ing Huma, yang artinya dalam bahasa Sansekerta Air Kehidupan di Sawah. Dipilihnya judul karya Amreta Ing Huma karena mengimplementasikan ruang jelajah imaji dan pemikiran pencipta tentang suasana air sawah dan kehidupan I Gusti Ngurah Diva Ismayana (Amreta A) Volume 13 No. 1, 2025 METODE PENCIPTAAN Tulisan ini disusun berdasarkan hasil fieldwork melalui pendekatan kualitatif, yaitu implementasi metode wawancara disertai pengamatan secara langsung, proses transkripsi informasi berupa data lapangan, mengolah data hingga menyusun data menjadi sebuah laporan data yang sistematis dan koheren. Metode kualitatif dipakai untuk memahami seseorang atau masyarakat berdasarkan sudut pandangnya . (Mistortoify, 2. Sumber data yang digunakan dalam tulisan ini adalah responden, dan data tertulis seperti buku teks, jurnal ilmiah. Teknik penciptaan yang digunakan adalah teknik pengamatan berdasarkan pengalaman penulis secara langsung selama riset kepada pelaku seni, tokoh masyarakat, serta pengelola subak. Pengamatan dapat memaksimalkan kemampuan peneliti dalam melihat fakta di lapangan. Selain itu, teknik penelitian menggunakan wawancara tak terstruktur agar lebih fleksibel, intens, dan mendalam (Sentosa, 2022, p. Secara teknis wawancara, peneliti mengajukan pertanyaan secara spontanitas kepada narasumber dalam suasana wajar dan tidak terkesan formal. Pertanyaan yang diajukan adalah seputar ruang lingkup objek yang menjadi fokus penelitian dalam hal ini ekosistem seni budaya dan ekologi keberadaan subak yang kemudian diwujudkan menjadi koleksi karya. PROSES PERWUJUADAN Koleksi karya seni Amreta Ing Huma dimulai dengan penciptaan karya seni ekologis yang mengacu pada metodelogi menggunakan tahapan pemikir SP. Gustami . 7, pp. 229Ae. EKSPLORASI KONSEP/ EVALUASI KARYA TEMA AMRETA ING HUMA PERANCANGAN PERWUJUDAN DESAIN Gambar 1. Tahap Penciptaan Seni (Sumber: SP. Gustami, 2. Tahapan penciptaan karya seni yang menguraikan rancangan proses penciptaan karya seni sesuai dengan tahapan-tahapan pengkaryaan sejak mendapat inspirasi . , perancangan, sampai perwujudan karya seni. Pendapat Bruce Metacalf menyatakan penemuan kembali dan perubahan seni kriya kontemporer sangat bertentangan dengan ranah bisnis, terutama jika seseorang menciptakan karya seni kriya sebagai sebuah karya seni yang merepresentasikan ekspresi pribadinya (Raharjo, 2. Reprentasi itu sebagai proses pengembaraan jiwa dalam upaya menguak gagasan kreatif penciptaan seni kriya. Gustami . menambahkan bahwa dimasa lalu penciptaan seni kriya dapat ditengarahi bahwa seni kerajinan I Gusti Ngurah Diva Ismayana (Amreta A) Volume 13 No. 1, 2025 merupakan representasi budaya kecil . ow ar. sedangkan kriya merepresentasikan budaya besar . igt ar. Metode penciptaan koleksi karya Amreta Ing Huma secara metodologis menggunakan tahapan penciptaan seni kriya dari pemikir SP. Gustami. Beliau membagi menjadi tiga tahapan, yakni: . eksplorasi, . perancangan, . Karya Amreta Ing Huma dilakukan berdasarkan tahapan penciptaan eksplorasi, yang meliputi dua langkah yaitu: . penggambaran jiwa pengamatan lapangan, dan penggalian sumber referensi dan informasi, untuk menemukan tema atau berbagai Karya Amreta Ing Huma dihasilkan dengan pengamatan lapangan terkait eksistensi subak dan hal-hal dilematis yang terjadi saat ini. Berdasarkan pengamatan tersebut, penggambaran jiwa menelisik ke ruang-ruang transformasi ketika eksistensi subak dipertanyakan kembali hari-hari ini. Menelaah referensi dan riset lapangan, menggali informasi. pengendalian landasan teori, sumber, referensi, serta acuan visual, yang dapat digunakan sebagai material analisis. Pengumpulan data dan referensi berupa artikel ilmiah, buku teks terkait subak, teknik pertanian hidroponik, dan seni pada koleksi karya Amreta Ing Huma. Langkah berikut dalam tahapan eksplorasi yaitu: pengolahan dan analisis data. Pengumpulan data karya Amreta Ing Huma diperoleh melalui beberapa cara seperti: observasi, wawancara, serta data parameter . Data-data yang terkumpul dianalisa sehingga sintesa dirumuskan dan melahirkan konsep rancangan yaitu seni ekologis . cological ar. Konsep rancangan karya seni ekologis mengacu pada penggembaraan jiwa pada ruang yang mempertanyakan kembali tentang eksistensi subak dan hal-hal dilematisnya hingga penggambaran tentang subak dalam oase kecil, dunia kecil di sawah. Atmosfir sawah yang dipenuhi tumbuhan padi dan palawija dengan sistem tumpang sari, pematang sawah dengan aliran air yang menggenangi sawah. Benih padi yang siap ditanam, tersusun di sudut petak sawah. Keseluruhan atmosfir tersebut memenuhi ruang imaji dengan gagasan-gagasan yang siap dipindahkan dalam bentuk sketsa. Tahap perancangan, yaitu mengantarkan hasil dari penjelajahan atau analisa data kedalam berbagai alternatif sketsa untuk kemudian ditentukan rancangan atau sketsa terpilih serta dijadikan acuan dalam pembuatan rancangan final dan gambar Rancangan final berupa detail, dan perspektif yang sebagai acuan dalam proses perwujudan koleksi karya Amreta Ing Huma. Dua langkah dalam tahap perancangan, meliputi: . menuangkan ide atau gagasan dari deskripsi verbal hasil analisis yang dilakukan kedalam batas rancangan dua dimensional. Gagasan bertitik tolak dari konsep rancangan yang terurai secara mendetail dituangkan dalam sketsasketsa. Beberapa sketsa yang mengacu pada konsep rancangan dengan judul karya Amreta Ing Huma . ir kehidupan di sawa. I Gusti Ngurah Diva Ismayana (Amreta A) Volume 13 No. 1, 2025 Gambar 2. Beberapa sketsa karya seni ekologis pada ekosistem seni Amreta Ing Huma. (Sumber: Diva Ismayana, 2. visualisasi gagasan dari rancangan sketsa alternatif terpilih atau gambar teknik karya Amreta Ing Huma yang telah dipersiapkan menjadi sebuah bentuk model Tahap perwujudan, yaitu mewujudkan rancangan terpilih atau final menjadi model prototype sampai ditemukan kesempurnaan karya sesuai dengan desain atau ide, tahap untuk mewujudkan karya setelah melalui tahap eksplorasi dan perancangan sehingga akan lebih mudah dalam menyelesaikan proses pembuatan. Tahap perwujudan, meliputi: . pelaksanaan berdasarkan model prototype yang dianggap sempurna termasuk penyelesaian akhir. Tahap perwujudan koleksi karya Amreta Ing Huma sebagai berikut: . Mempersiapkan sketsa terpilih dan gambar . Mempersiapkan material limbah kaca . pcycled glas. baik yang berwarna hijau maupun yang bening. Limbah kaca berwarna hijau didapat dari limbah botol bekas wine dari desa Potato Head yang berlokasi di Kuta. Desa Potato Head merupakan tempat wisata yang memiliki beberapa venue, seperti: restoran, hotel, beach club, dan lainnya yang mana menjunjung tinggi konsep berkelanjutan . dan green concept. Sedangkan limbah kaca bening didapat dari limbah kaca berupa jendela, pintu, peralatan makan, dan lainnya. Mempersiapkan material tanah liat yang akan digunakan untuk pembuatan keramik berbentuk pot keramik. Pengolahan limbah kaca hijau dilakukan dengan teknik blowing glass dibentuk dengan I Gusti Ngurah Diva Ismayana (Amreta A) Volume 13 No. 1, 2025 bentuk organik bebas, cenderung bulat. Diameter bulatan berkisar 12 cm. Setelah selesai, bulatan kaca limbah hijau di lubangi dengan menggunakan gerinda dengan bentuk bulat bebas, yang gunanya untuk menempatkan tanaman jenis microgreens. Pengolahan limbah kaca bening . pcycled glas. dilakukan dengan teknik blowing Bentuk tabung dengan diameter 24cm, tinggi 50cm sebanyak 3 buah. 3 cm dari atas tabung dilubangi dengan diameter 1,2 cm. Lubang tersebut dimasukan besi alumunium diameter 1 cm, panjang 28 cm dengan finishing cat berwarna hijau . Pengolahan limbah kaca bening lainnya berbentuk kubah kaca diameter 22 cm, tinggi 25 cm. Selanjutnya dibagian atas dilubangi untuk penempatan besi alumunium, jadi tabung kaca dan kubah kaca disatukan melalui lubang yang dimasukan besi alumunium. Pengolahan tanah liat menjadi pot keramik. Pemilihan jenis tanaman microgreens . ayuran yang dipanen saat usia sangat muda yaitu 7 Ae 14 hari setelah sema. yakni: wheat grass, pea shoot, green mustard, red cababge, coriander, sorrel dan tanaman herbal semusim seperti: basil, seledri,mint. penilaian atau evaluasi terhadap hasil perwujudan yang sudah di selesaikan. Setelah koleksi karya Amreta Ing Huma selesai, evaluasi dilakukan dengan cara membuat cek list dengan beberapa poin, seperti: . kesesuaian karya dengan sketsa dan gambar teknik, . Kelebihan dan kekurangan menggunakan material upcycled glass dan keramik, dan tanaman microgreens, . Ketersediaan material dalam produksi, jika di produksi dalam jumlah besar karena menggunakan material limbah. WUJUD KARYA Wujud koleksi karya Amreta Ing Huma sesuai dengan sketsa terdiri dari enam karya, yang mana masing- masing visual memiliki visual dasar sama yaitu: tabung kaca limbah bening, kaca berbentuk kubah terbalik bening, bulatan-bulatan kaca limbah botol berwarna hijau, besi alumunium, media tanam hydroton dan hydrogel, tanaman microgreens serta tanaman herbal semusim. Koleksi karya seni Amreta Ing Huma diwujudkan sebanyak enam karya dengan berbagai pencapaian harmonisasi sebagai berikut: Gambar 3. Karya Ekologis Amreta Ing Huma (Air Kehidupan di Sawa. (Sumber: Diva Ismayana, 2. Analisa Karya Amreta Ing Huma berbasis seni ekologis . cological ar. terwujud dalam enam komposisi. Masing-masing komposisi memiliki estetikanya Pendapat Clive Bell . tentang estetika karya seni dijadikan acuan analisa I Gusti Ngurah Diva Ismayana (Amreta A) Volume 13 No. 1, 2025 koleksi karya Amreta Ing Huma. Bagi Bell setiap ajaran estetika harus dilandasi oleh pengalaman subjektif tentang seni. Bell bahkan mendefinisikan karya seni sebagai obyek yang menimbulkan jenis emosi tertentu . erasaan esteti. dalam benak Setiap garis dan warna yang tersusun secara tertentu, bentuk dan hubungan antar bentuk tertentu menggerakkan secara estetis, inilah yang disebut Bell dengan Bentuk Bermakna. Dan Bentuk Bermakna ialah sifat yang umum dalam setiap karya seni rupa (Bell, 1914, p. Pencapaian harmonisasi estetika karya Amreta Ing Huma #1 melalui komponen formalis yakni unsur seni rupa yang meliputi titik, garis, bentuk atau volume, bidang, ruang, gelap terang, warna, tekstur serta nilai dan prinsip seni yang meliputi kesatuan, keseimbangan, irama, penekanan, proporsi, dan kejelasan. Pemilihan bentuk cenderung bulat dan tabung agar dapat melihat dari segala arah dengan setiap sudut pandang memiliki estetisnya sendiri. Kesatuan, irama, proporsi dan keseimbangan dicapai dengan menempatkan pot seni hidroponik berbahan kaca limbah botol wine berwarna hijau sebanyak tiga buah yang berbentuk bulat organik dengan lubang-lubang udara, tempat tanaman microgreens jenis red cabbage, pea shoot, dan Gambar 4. Wujud karya Amreta Ing Huma #1 Seni Hidroponik Upcycled green mustard dan kubah terbalik yang Glass dan Keramik (Sumber: Diva Ismayana, 2. microgreens jenis wheat grass . umput Perwujudan karya Amreta Ing Huma #1 terbagi dalam beberapa bagian, yakni: limbah kaca bening berbentuk kubah dibuat dengan blowing technique . eknik meniu. , berdiameter 18cm tinggi 22 cm, sisi kiri dan kanan dilubangi dengan ukuran 2 cm. limbah kaca bening berbentuk tabung dibuat dengan blowing technique . eknik meniu. , berukuran tinggi 52 cm, diameter 24 cm, sisi kiri dan kanan dilubangi dengan ukuran diameter 1. 2 cm. Limbah botol wine berwarna hijau diolah menjadi pot hidroponik dengan tanaman microgreens red cabbage, pea shoot, green mustard dan wheat grass, dilubangi dengan titik-titik berbeda. Hal tersebut memberikan ekspresi berbeda pada komposisi karya. Pot keramik menjadi bagian tersendiri atau terpisah dari komposisi tabung kaca limbah bening dan kaca limbah botol wine berwarna hijau, pot keramik merepresentasikan ruang tempat menampungnya air dalam sistem soilness culture sekaligus menjadi ruang akuaponik atau mina tani . istem pertanian berkelanjutan yang mengkombinasikan akuakultur dan hidroponik dalam lingkungan yang bersifat simbioti. Perwujudan karya Amreta Ing Huma #2 terbagi dalam beberapa bagian, yakni: limbah kaca bening berbentuk kubah dibuat dengan teknik cetak, berdiameter 18cm tinggi 22 cm, sisi kiri dan kanan dilubangi dengan ukuran diameter 1. 2 cm. limbah kaca bening berbentuk tabung dibuat dengan teknik cetak, berukuran tinggi 52 cm, diameter 24 cm, sisi kiri dan kanan dilubangi dengan ukuran diameter 1. 2 cm. Limbah botol wine berwarna hijau diolah menjadi pot hidroponik dengan tanaman microgreens red cabbage, pea shoot, green mustard dan wheat grass, dilubangi dengan titik-titik berbeda. Hal tersebut memberikan ekspresi berbeda pada komposisi . Pot keramik menjadi bagian tersendiri atau terpisah dari komposisi tabung I Gusti Ngurah Diva Ismayana (Amreta A) Volume 13 No. 1, 2025 kaca limbah bening dan kaca limbah botol wine berwarna hijau, pot keramik merepresentasikan ruang tempat menampungnya air dalam sistem soilness culture. Karakter material limbah kaca memiliki potensi untuk kembali digunakan menjadi sebuah produk, karena limbah kaca yang telah menjadi pecahan-pecahan, tetap memiliki sifat yang sama dengan kaca yang baru, yaitu bening, tembus cahaya, tahan terhadap reaksi kimia, juga memiliki titik leleh terhadap panas yang tinggi. Proses pembuatan karya Amreta Ing Huma #2 terbagi atas 2 teknik yaitu: teknik cetak untuk pembuatan pot Gambar 5. Wujud karya Amreta Ing Huma #2 Seni Hidroponik Upcycled Glass dan Keramik seni hidroponik berbentuk tabung dan kubah (Sumber: Diva Ismayana, 2. serta teknik putar . pada pembuatan pot Bahan baku karya Amreta Ing Huma #2 memanfaatkan barang limbah kaca yang dikumpulkan dari berbagai tempat seperti diperoleh dari toko Ae toko bangunan dan juga dari para pemulung. Karya Amreta Ing Huma #2 berupa pot seni hidroponik dari bahan limbah kaca bening dibuat dengan teknik cetak yang meliputi beberapa tahapan, seperti: pemotongan kaca, menaruh kaca diatas cetakan, peleburan, pengangkatan kaca dari cetakan, finishing. Perwujudan karya Amreta Ing Huma #3 terbagi dalam beberapa bagian, yakni: . limbah kaca bening berbentuk kubah dibuat dengan teknik cetak, berdiameter 18cm tinggi 22 cm, sisi kiri dan kanan dilubangi dengan ukuran diameter 1. 2 cm. limbah kaca bening berbentuk tabung dibuat dengan teknik cetak, berukuran tinggi 52 cm, diameter 24 cm, sisi kiri dan kanan dilubangi dengan ukuran diameter 1. 2 cm. Limbah botol wine berwarna hijau diolah menjadi pot seni hidroponik dengan tanaman microgreens pea shoot. Gambar 6. Wujud karya Amreta green mustard dan wheat grass, dilubangi dengan Ing Huma #3 Seni Hidroponik titik-titik berbeda. Hal tersebut memberikan Upcycled Glass dan Keramik ekspresi berbeda pada komposisi karya. Pot (Sumber: Diva Ismayana, 2. keramik menjadi bagian tersendiri atau terpisah dari komposisi tabung kaca limbah bening dan kaca limbah botol wine berwarna hijau, pot keramik merepresentasikan ruang tempat menampungnya air dalam sistem soilness culture. Harmonisasi estetika karya seni Amreta Ing Huma #4 melalui komponen formalis yakni unsur seni rupa yang meliputi titik, garis, bentuk atau volume, bidang, ruang, gelap terang, warna, tekstur serta nilai dan prinsip seni yang meliputi kesatuan, keseimbangan, irama, penekanan, proporsi, dan kejelasan. Pemilihan bentuk tabung agar dapat melihat dari segala arah dengan setiap sudut pandang memiliki estetisnya Kesatuan, irama, proporsi dan keseimbangan dicapai dengan penempatan tanaman herbal semusim yaitu: tanaman mint . di kubah kaca terbalik yang terbuat dari limbah kaca serta penempatan media tanam hydrogel. Tabung tekstur I Gusti Ngurah Diva Ismayana (Amreta A) Volume 13 No. 1, 2025 garis tempat menumpunya kubah terbalik sekaligus tempat ditampungnya air nutrisi hidroponik, dilubangi bagian bawahnya sebagai tempat potongan kain flanel yang berfungsi sebagai konektor air. Tabung tekstur bergaris menimbulkan sisi gelap Tekstur garis horisontal pada tabung kaca limbah menghasilkan kesan terang dan jelas, sehingga atmosfir keseluruhan karya seni Amreta Ing Huma #4 tertangkap oleh pemirsa atau penikmat seni. Karakter material limbah kaca memiliki potensi untuk kembali digunakan menjadi sebuah produk, karena limbah kaca yang telah menjadi pecahanpecahan, tetap memiliki sifat yang sama dengan kaca yang baru, yaitu bening, tembus cahaya, tahan terhadap reaksi kimia, juga memiliki titik leleh terhadap panas yang tinggi. Proses pembuatan karya Amreta Ing Huma #4 terbagi atas 2 teknik yaitu: teknik tiup . lowing techniqu. untuk pembuatan karya seni hidroponik dari limbah kaca bening berbentuk tabung tekstur garis horisontal, teknik cetak pada karya seni hidroponik berbentuk tabung dan kubah dari limbah kaca bening. Bahan baku karya Amreta Ing Huma #4 memanfaatkan barang limbah kaca yang dikumpulkan dari berbagai tempat seperti diperoleh dari toko Ae toko bangunan dan juga dari para pemulung. Perwujudan karya seni Amreta Ing Huma #4 Gambar 7. Wujud karya terbagi dalam beberapa bagian, yakni: . Limbah kaca Amreta Ing Huma #4 bening berbentuk kubah dibuat dengan teknik cetak, (Sumber: Diva Ismayana, 2. berdiameter 22 cm tinggi 26 cm, bagian bawah dilubangi dengan ukuran diameter 1 cm. Limbah kaca bening berbentuk tabung dibuat dengan teknik cetak, berukuran tinggi 51 cm, diameter 22 . Limbah kaca bening tekstur berbentuk tabung dibuat dengan teknik cetak, berukuran tinggi 40 cm, diameter 14. 5 cm. Tanaman hidroponik semusim herbal pada karya Amreta Ing Huma #4 mentha arvensis L atau sering disebut dengan double min. Hydrogel bening digunakan sebagai media tanam pada karya seni . Aksesoris berbahan kuningan berbentuk capung dan lebah dibuat dengan teknik cor cetak. Perpaduan keenam poin tersebut memberikan ekspresi berbeda pada komposisi karya Amreta Ing Huma #4. Harmonisasi estetika karya seni Amreta Ing Huma #5 melalui komponen formalis yakni unsur seni rupa yang meliputi titik, garis, bentuk atau volume, bidang, ruang, gelap terang, warna, tekstur serta nilai dan prinsip seni yang meliputi kesatuan, keseimbangan, irama, penekanan, proporsi, dan kejelasan. Pemilihan bentuk cenderung bulat dan tabung agar dapat melihat dari segala arah dengan setiap sudut pandang memiliki estetisnya sendiri. Kesatuan, irama, proporsi dan keseimbangan dicapai dengan penempatan tanaman herbal semusim yaitu: tanaman mentha . ouble min. , tanaman seledri, dan tanaman basil di wadah yang terbuat dari Gambar 8. Wujud karya Amreta Ing Huma #5 Seni Hidroponik Upcycled Glass (Sumber: Diva Ismayana, 2. I Gusti Ngurah Diva Ismayana (Amreta A) Volume 13 No. 1, 2025 limbah kaca berbentuk kubah terbalik, dilubangi untuk ditaruhnya potongan kain flanel sebagai konektor air serta wadah berbentuk tabung. Sedangkan elemen seni gelap terang didapat dari efek penempatan media tanam hydroton pada pot limbah Tekstur halus pada tabung kaca limbah bening menghasilkan kesan terang dan jelas, sehingga atmosfir keseluruhan karya seni Amreta Ing Huma #5 tertangkap oleh pemirsa atau penikmat seni. Perwujudan karya seni Amreta Ing Huma #5 terbagi dalam beberapa bagian, yakni: . Limbah kaca bening berbentuk kubah dibuat dengan teknik cetak, 8 cm tinggi 22 cm, bagian bawah dilubangi dengan ukuran diameter 8 . Limbah kaca bening berbentuk tabung dibuat dengan teknik cetak, berukuran tinggi 25 cm, diameter 12 cm sekaligus menjadi ruang akuaponik atau mina tani . istem pertanian berkelanjutan yang mengkombinasikan akuakultur dan hidroponik dalam lingkungan yang bersifat simbioti. Tanaman hidroponik semusim jenis herbal pada karya Amreta Ing Huma #5 yaitu: tanaman mentha arvensis L atau sering disebut dengan double mint, tanaman seledri, dan tanaman basil . cimum basilicu. Hidroton digunakan sebagai media tanam pada karya seni hidroponik. Perpaduan keempat poin tersebut memberikan ekspresi berbeda pada komposisi karya Amreta Ing Huma #5. Perwujudan karya seni Amreta Ing Huma #6 terbagi dalam beberapa bagian, yakni: . Limbah kaca bening berbentuk kubah dibuat dengan teknik cetak. Gambar 9. Wujud karya berdiameter 22 cm tinggi 40 cm, bagian bawah dilubangi Amreta Ing Huma #6 Seni dengan ukuran diameter 10 mm. Tanaman Hidroponik Upcycled Glass dan Keramik hidroponik semusim jenis herbal pada karya Amreta Ing Huma #6 yaitu: tanaman bawang prei dengan nama latin (Sumber: Diva Ismayana, 2. ampeloprasumdi atau Allium porrum. Hydroton digunakan sebagai media tanam pada karya seni hidroponik. Pot keramik bundar dengan teknik glasir berdiameter 33 cm tinggi 12 cm berwarna white sand sebagai penampungan nutrisi hidroponik. Perpaduan keempat poin tersebut memberikan ekspresi berbeda pada komposisi karya Amreta Ing Huma #6. Karya Amreta Ing Huma, air kehidupan di sawah dipresentasikan dengan konsep display minimalis yang meliputi: ruang pamer dengan atmosfir minimalist Ruang pamer dengan atmosfir minimalis industrial mencerminkan subak di sawah dan eksistensinya kini, yang telah mengalami perubahan melalui alih fungsi lahan menjadi gedung-gedung. Penulis mengajak para pemirsa/ penikmat ikut merasakan fenomena sosial subak dan eksistensinya melalui karya Amreta Ing Huma yang berbasis seni ekologis . cological ar. Mengutip pemikiran Clive Bell tentang ajaran estetika harus dilandasi oleh pengalaman subjektif tentang seni serta mendefinisikan karya seni sebagai obyek yang menimbulkan jenis emosi tertentu . erasaan esteti. dalam benak pemirsanya. Demikian pula dengan karya Amreta Ing Huma . ir kehidupan di sawa. sebagai cara ungkap seni Ayoase kecilAy suasana sawah beserta subak yang direpresentasikan oleh pot-pot seni hidroponik. Atmosfir keseluruhan karya seni diharapkan menimbulkan pengalaman estetis pemirsa yang dilandasi pengalaman subyektif tentang seni. I Gusti Ngurah Diva Ismayana (Amreta A) Volume 13 No. 1, 2025 SIMPULAN Penulis memilih konsep seni ekologis . cological ar. berbasis limbah kaca . pcycled glas. dan keramik yang dinamai Amreta Ing Huma. Secara etimologi Amreta dalam bahasa Sansekerta berarti air. Ing diartikan di, dan Huma berarti Amreta Ing Huma merupakan konsep interaksi yang saling menunjang antara pemangku kepentingan, pelaku, peserta, lingkungan, dan objek-objek seni budaya dalam suatu kawasan. Konsep yang diimplementasikan melalui penciptaan karya seni ekologis dengan ide pemantik subak dan eksistensinya. Karya seni ekologis Amreta Ing Huma diharapkan sebagai objek seni budaya yang dapat berinteraksi diantara pencipta, peserta, lingkungan serta pemangku kepentingan terkait subak dan Ekosistem seni Amreta Ing Huma dimulai dengan penciptaan karya seni ekologis berbasis upcycled glass dan keramik sebagai respon terdapat fenomena subak, kemudian menempatkan karya seni tersebut sebagai model responsif dari seniman untuk mengajak masyarakat memahami fenomena sosial yang terjadi. Respon masyakarat sebagai indikator ruang interaksi mulai terisi. Selanjutnya interaksi antara pemangku kepentingan seperti: lembaga/yayasan/asosiasi yang berorientasi pada isu lingkungan serta pemerintah menanggapi apa yang dilakukan seniman maupun masyarakat. Model ekosistem Amreta Ing Huma mengadopsi ekosistem budaya berbasis UNESCO Framework of Cultural Statistic. DAFTAR RUJUKAN Bell. Art. Stokes. Geria. Sumardjo. Sutjahjo. Widiatmaka. , & Kurniawan. Subak sebagai Benteng Konservasi Peradaban Bali. Amerta, 37. , 39Ae54. Gustami. Butir-Butir Mutiara Estetika Timur: Ide Dasar Penciptaan Seni Kriya Indonesia. Prasista. Mistortoify. Bahan Ajar Fieldwork I Etnomusikologi. Surakarta: Proyek DUE-Like STSI Surakarta dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Raharjo. Metode Penciptaan Seni Kriya. http://digilib. id/1066 Sentosa. Ngilo dan Meuli Sebagai Improvisasi Idiomatik pada Pelaguan Teks Wawacan. Sorai: Jurnal Pengkajian Dan Penciptaan Musik, 15. Article Windia. Kebertahanan Subak di Era Globalisasi. Jurnal Bali Membangun Bali, 1. Article 2. https://doi. org/10. 51172/jbmb.