IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 E-ISSN: 2987-1298 Teknik Pengumpulan Data Dan Instrumen Penelitian Ilmiah Pendidikan Pada Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif Ardiansyah1. Risnita2. Syahran Jailani3. SMA Negeri 1 Bungo Provinsi Jambi1. UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi2-3. Email Korespondensi: ardievakaylaassyifa@gmail. Article received: 12 Maret 2023. Review process: 03 April 2023. Article Accepted: 15 Mei 2023. Article published: 1 Juli 2023 ABSTRACT The success or failure of an educational scientific research cannot be separated from the data collection techniques and research instruments used. The purpose of this paper is to discuss data collection techniques and educational scientific research instruments on qualitative and quantitative approaches. This paper uses a literature study approach, where the author collects references in the form of books and journals related to the theme in this The results of this paper can be described that in qualitative research, data collection techniques commonly used include interviews, observation, and documentation, interviews involve direct interaction between researchers and respondents to obtain data in the form of their views, experiences, and perceptions, observation involves direct observation of research subject, documentation study involves collecting data from documents, archives, or other written materials. Meanwhile, in quantitative research, data collection techniques commonly used are questionnaires or questionnaires. has been determined, the experiment involves manipulating certain variables to see their impact on other variables. Research instruments in qualitative research include interview guides, observation checklists, documentation guidelines, whereas in quantitative research, research instruments include questionnaires or questionnaires, structured observation checklists, measurement instruments in experiments. Keywords: Research Instruments. Data Collection Techniques. ABSTRAK Berhasil atau tidaknya suatu penelitian ilmiah pendidikan tidak lepas dari teknik pengumpulan data dan instumen penelitian yang digunakan. Tujuan makalah ini adalah untuk membahas tentang teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian ilmiah pendidikan pada pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Makalah ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan, dimana penulis mengumpulkan referensi berupa buku dan jurnal yang berkaitan dengan tema dalam makalah ini. Hasil makalah ini dapat diuraikan bahwa dalam penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data yang umum digunakan antara lain wawancara, observasi, dan dokumentasi, wawancara melibatkan interaksi langsung antara peneliti dan responden untuk mendapatkan data berupa pandangan, pengalaman, dan Ardiansyah. Risnita. Syahran Jailani IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 persepsi mereka, observasi melibatkan pengamatan langsung terhadap subjek penelitian, studi dokumentasi melibatkan pengumpulan data dari dokumen, arsip, atau bahan tertulis lainnya. Sementara itu, dalam penelitian kuantitatif, teknik pengumpulan data yang umum digunakan adalah angket atau kuesioner, observasi terstruktur, eksperimen, angket atau kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data melalui pertanyaan yang telah disusun sebelumnya, observasi terstruktur melibatkan pengamatan yang telah dirancang sebelumnya dengan variabel-variabel yang telah ditentukan, eksperimen melibatkan manipulasi variabel-variabel tertentu untuk melihat dampaknya terhadap variabel Instrumen penelitian dalam penelitian kualitatif meliputi panduan wawancara, daftar periksa observasi, pedoman dokumentasi, sedangkan dalam penelitian kuantitatif, instrumen penelitian meliputi angket atau kuesioner, daftar periksa observasi terstruktur, instrumen pengukuran dalam eksperimen. Kata Kunci: Instrumen Penelitian. Teknik Pengumpulan Data. PENDAHULUAN Penelitian merupakan suatu proses sistematis yang dilakukan untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang suatu topik atau fenomena. Dalam menjalankan penelitian, pengumpulan data menjadi langkah penting dalam memperoleh informasi yang diperlukan. Teknik pengumpulan data yang tepat dan instrumen penelitian yang valid sangat berperan dalam menghasilkan data yang akurat dan dapat diandalkan. Dalam penelitian, terdapat dua pendekatan utama yang sering digunakan, yaitu penelitian kualitatif dan penelitian Penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami fenomena secara mendalam melalui interpretasi dan analisis deskriptif, sedangkan penelitian kuantitatif bertujuan untuk mengukur dan menganalisis data secara statistik (Creswell, 2. Pada penelitian kualitatif, terdapat berbagai teknik pengumpulan data yang umum digunakan. Salah satunya adalah wawancara, yang melibatkan interaksi langsung antara peneliti dan partisipan untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang pengalaman, persepsi, dan pandangan mereka terkait topik penelitian (Merriam, 2. Observasi juga menjadi teknik yang penting dalam penelitian kualitatif, di mana peneliti secara aktif mengamati dan mencatat perilaku, interaksi, dan konteks yang terjadi dalam situasi yang diteliti (Bogdan & Biklen, 2. Sementara itu, dalam penelitian kuantitatif, teknik pengumpulan data yang sering digunakan adalah angket atau kuesioner. Angket atau kuesioner adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data melalui serangkaian pertanyaan yang telah dirancang dengan tujuan mengukur variabel penelitian (Sekaran & Bougie, 2. Selain itu, observasi terstruktur juga digunakan dalam penelitian kuantitatif, di mana peneliti melakukan pengamatan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya (Creswell, 2. Instrumen penelitian juga merupakan komponen penting dalam penelitian baik kualitatif maupun Instrumen penelitian dalam penelitian kualitatif meliputi panduan Ardiansyah. Risnita. Syahran Jailani IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 wawancara, daftar periksa observasi, dan pedoman studi kasus yang digunakan untuk memandu pengumpulan data (Merriam, 2. Sedangkan dalam penelitian kuantitatif, instrumen penelitian meliputi angket atau kuesioner, daftar periksa observasi terstruktur, dan instrumen pengukuran yang digunakan untuk mengumpulkan data yang dapat diukur dan dianalisis secara statistik (Sekaran & Bougie, 2. Tujuan makalah ini untuk mengetahui lebih rinci teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif dan kuantitatif, serta instrumen penelitian yang digunakan dalam masing-masing pendekatan. Kami juga akan menggambarkan persamaan dan perbedaan antara teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian dalam penelitian kualitatif dan kuantitatif, serta pentingnya memilih metode yang sesuai dengan tujuan penelitian. Untuk itu penulis merumuskan judul teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian ilmiah pendidikan pada pendekatan kualitatif dan kuantitaif. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian kepustakaan. Kajian kepustakaan adalah proses sistematis dalam mengumpulkan, mengevaluasi, dan mensintesis literatur yang relevan dengan topik penelitian. Pendekatan sistematis melibatkan pengembangan protokol penelitian, pencarian literatur yang komprehensif, evaluasi kualitas literatur, dan analisis temuan yang terintegrasi. kajian kepustakaan merupakan proses sistematis dan kritis dalam mengumpulkan, mengevaluasi, dan mensintesis literatur yang relevan dengan topik penelitian. Tujuannya adalah untuk memahami perkembangan penelitian sebelumnya, mengidentifikasi kekosongan pengetahuan, dan memberikan landasan teoritis yang kokoh bagi penelitian yang akan dilakukan. Teknik pengumpulan data dalam makalah ini dengan menggunakan dokumentasi, dimana penulis mengumpulkan refenrensi berupa buku dan jurnal yang berkatan dengan tema makalah ini, selanjutnya penulis menganalisis buku-buku dan jurnal tersebut untuk ditarik kesimpulan yang berkatan dengan tema penelitian. Tekni analisis data dalam makalah ini menggunakan reduksi data, yakni penyederhanaan data-data yang telah dikumpulkan, selanjutnya penyajian data, yakni menyajikan data-data yang telah direduksi sebelumnya, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan dari data yang telah didapatkan yang berkaitan dengan tema makalah. HASIL DAN PEMBAHASAN Metode Penelitian Kualitatif Penelitian kualitatif merupakan pendekatan penelitian yang bertujuan untuk memahami dan menjelaskan fenomena sosial secara mendalam melalui interpretasi konteks, pengalaman, dan perspektif individu yang terlibat dalam fenomena tersebut. Penelitian kualitatif berfokus pada makna, konstruksi sosial, dan kompleksitas dari fenomena yang diteliti (Creswell, 2. Tujuan utama penelitian kualitatif adalah untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang fenomena yang diteliti. Tujuan ini meliputi pemahaman tentang Ardiansyah. Risnita. Syahran Jailani IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 pengalaman individu, proses sosial, konteks budaya, interaksi, konstruksi makna, dan dinamika yang terjadi dalam fenomena tersebut (Creswell, 2. Penelitian kualitatif memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari penelitian kuantitatif. Beberapa karakteristik tersebut antara lain. konteks yang alami yaitu penelitian kualitatif dilakukan di lingkungan alami di mana fenomena yang diteliti terjadi, sehingga memungkinkan peneliti untuk memahami konteks yang lebih luas dan kompleks, . pendekatan induktif yaitu penelitian kualitatif menggunakan pendekatan induktif dalam analisis data, di mana temuan dan teori dikembangkan berdasarkan data yang dikumpulkan, bukan berdasarkan hipotesis atau kerangka teoritis yang telah ditetapkan sebelumnya, . subjektivitas peneliti dimana peneliti kualitatif dianggap sebagai instrumen kunci dalam penelitian, di mana peneliti secara aktif terlibat dalam proses pengumpulan, analisis, dan interpretasi data. Subjektivitas peneliti diakui sebagai faktor yang mempengaruhi hasil penelitian. Teknik Pengumpulan Data dalam Penelitian Kualitatif. Wawancara, merupakan teknik pengumpulan data yang melibatkan interaksi langsung antara peneliti dan partisipan penelitian. Wawancara kualitatif bertujuan untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang pengalaman, pandangan, dan perspektif individu terkait fenomena yang diteliti. Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur, semi-terstruktur, atau tidak terstruktur, tergantung pada tingkat kerangka yang telah ditentukan sebelumnya (Creswell, 2. Observasi merupakan teknik pengumpulan data yang melibatkan pengamatan langsung terhadap partisipan dan konteks yang terlibat dalam fenomena Observasi kualitatif dapat dilakukan dalam situasi nyata atau di lingkungan yang telah dirancang secara khusus untuk penelitian. Observasi memberikan kesempatan kepada peneliti untuk mengamati interaksi sosial, perilaku, dan konteks yang relevan dengan fenomena yang diteliti (Bogdan & Biklen, 2. dokumentasi melibatkan pengumpulan data dari dokumen, arsip, atau bahan tertulis lainnya yang berkaitan dengan fenomena penelitian. Dokumen yang digunakan dapat berupa catatan, laporan, surat, buku, atau dokumen resmi lainnya. Studi dokumentasi memberikan wawasan tentang konteks historis, kebijakan, peristiwa, dan perkembangan yang relevan dengan fenomena yang diteliti (Creswell, 2. Instrumen Penelitian dalam Penelitian Kualitatif yaitu . Panduan wawancara berisi daftar pertanyaan atau topik yang akan dibahas dalam wawancara kualitatif. Panduan wawancara memberikan kerangka kerja bagi peneliti untuk mengajukan pertanyaan yang relevan dan mendalam kepada partisipan penelitian. Panduan wawancara juga dapat berisi contoh-contoh pertanyaan yang dapat digunakan sebagai panduan bagi peneliti (Merriam, 2. Daftar periksa observasi adalah alat yang digunakan untuk mencatat dan memperhatikan aspek-aspek yang penting dalam proses observasi. Daftar periksa observasi berisi kategori atau variabel yang akan diamati oleh peneliti selama proses pengamatan. Daftar periksa observasi membantu peneliti dalam mengorganisir dan mengumpulkan data yang relevan dengan fenomena yang diteliti (Creswell, 2. Pedoman studi dokumentasi berisi panduan untuk Ardiansyah. Risnita. Syahran Jailani IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 mengumpulkan data dari dokumen atau bahan tertulis yang berkaitan dengan fenomena penelitian. Pedoman studi dokumentasi dapat berisi petunjuk tentang jenis dokumen yang relevan, strategi pengumpulan data, dan aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam menganalisis data dokumentasi (Merriam, 2. Rencana studi kasus berisi rencana dan strategi yang akan digunakan dalam melaksanakan studi kasus. Rencana studi kasus mencakup langkah-langkah pengumpulan data, proses analisis data, dan tahapan-tahapan dalam melaporkan temuan-temuan studi kasus. Rencana studi kasus membantu peneliti dalam merancang dan mengorganisir penelitian kasus yang mendalam (Bogdan & Biklen, 2. Panduan fokus grup berisi kerangka kerja dan pertanyaan yang akan diajukan dalam diskusi fokus grup. Panduan fokus grup memberikan arah bagi peneliti untuk memfasilitasi diskusi yang efektif dan mengarahkan perhatian pada topik-topik yang relevan dengan fenomena penelitian. Panduan fokus grup juga dapat berisi teknik atau strategi pengelolaan interaksi dalam kelompok (Creswell, 2. Metode Penelitian Kuantitatif Penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang mengumpulkan dan menganalisis data berdasarkan angka-angka dan pengukuran numerik. Pendekatan ini bertujuan untuk menggambarkan, menjelaskan, dan menguji hubungan antara variabel-variabel dengan menggunakan analisis statistik (Creswell, 2. Tujuan dari penelitian kuantitatif adalah untuk menyediakan pemahaman yang lebih jelas tentang fenomena penelitian melalui pengumpulan data yang dapat diukur secara kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menggeneralisasi temuan-temuan ke populasi yang lebih luas dan menyediakan bukti empiris yang objektif (Creswell, 2. Karakteristik penelitian kuantitatif mencakup pendekatan yang terstruktur, penggunaan instrumen pengukuran yang standar, pengumpulan data numerik, dan analisis statistik untuk memvalidasi dan menguji hipotesis penelitian. Penelitian kuantitatif juga cenderung menggunakan sampel yang representatif dan menerapkan desain penelitian yang terkontrol (Creswell, 2. Teknik Pengumpulan Data dalam Penelitian Kuantitatif. Angket atau kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang melibatkan pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun secara sistematis. Responden diminta untuk memberikan tanggapan yang dapat diukur melalui opsi jawaban yang telah ditentukan atau dengan mengisi ruang kosong. Angket atau kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data dari sampel yang lebih besar dalam penelitian kuantitatif (Creswell, 2. Observasi terstruktur melibatkan pengamatan sistematis terhadap variabelvariabel yang telah ditentukan sebelumnya. Peneliti menggunakan daftar periksa atau instrumen pengamatan untuk mencatat dan mengukur perilaku, interaksi, atau fenomena yang diamati. Observasi terstruktur bertujuan untuk mengumpulkan data numerik yang dapat dianalisis secara statistik (Creswell. Instrumen Penelitian dalam Penelitian Kuantitatif. Angket atau kuesioner juga digunakan sebagai instrumen dalam penelitian kuantitatif. Instrumen ini berisi serangkaian pertanyaan yang digunakan untuk Ardiansyah. Risnita. Syahran Jailani IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 mengumpulkan data dari responden. Pertanyaan dapat berupa pertanyaan tertutup dengan pilihan jawaban yang telah ditentukan atau pertanyaan terbuka yang memungkinkan responden memberikan tanggapan bebas (Creswell, 2. Daftar periksa observasi terstruktur adalah instrumen yang digunakan dalam pengamatan terstruktur. Instrumen ini berisi item-item pengamatan yang telah ditentukan sebelumnya. Peneliti menggunakan daftar periksa ini untuk mencatat dan mengukur variabel-variabel yang diamati selama proses pengamatan (Creswell, 2. Instrumen pengukuran dalam eksperimen mencakup alat atau metode yang digunakan untuk mengukur variabel-variabel yang terlibat dalam eksperimen. Instrumen ini dapat berupa skala pengukuran, perangkat elektronik, atau alat pengukur lainnya yang digunakan untuk mengumpulkan data numerik yang diperlukan (Creswell, 2. Kuesioner survei merupakan instrumen yang digunakan dalam studi survei. Instrumen ini berisi serangkaian pertanyaan yang dikirimkan kepada responden untuk diisi. Kuesioner survei dirancang untuk mengumpulkan data numerik yang dapat dianalisis secara statistik untuk mendapatkan pemahaman tentang karakteristik populasi yang lebih luas (Creswell, 2. Perbandingan Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Persamaan Teknik Pengumpulan Data, meskipun penelitian kualitatif dan kuantitatif memiliki pendekatan yang berbeda, terdapat beberapa teknik pengumpulan data yang dapat digunakan dalam kedua jenis penelitian. Beberapa teknik pengumpulan data yang umum digunakan dalam penelitian kualitatif dan kuantitatif antara lain. Wawancara digunakan baik dalam penelitian kualitatif maupun kuantitatif. Metode ini melibatkan interaksi langsung antara peneliti dan responden untuk mendapatkan data berupa pandangan, pengalaman, dan persepsi mereka, . Observasi juga dapat digunakan dalam kedua jenis Pengamatan langsung terhadap subjek penelitian digunakan untuk mengumpulkan data tentang perilaku, interaksi, atau fenomena yang diamati. Perbedaan Teknik Pengumpulan Data. Meskipun terdapat teknik pengumpulan data yang digunakan secara umum dalam kedua jenis penelitian, terdapat perbedaan penting dalam pendekatan dan fokus pengumpulan data antara penelitian kualitatif dan kuantitatif. Beberapa perbedaan teknik pengumpulan data antara keduanya meliputi. Penekanan pada subjek penelitian: Penelitian kualitatif cenderung lebih mendalam dan menekankan pada pemahaman yang mendalam tentang subjek penelitian. Sementara itu, penelitian kuantitatif cenderung lebih memperhatikan generalisasi data dan analisis statistik, . Metode pengumpulan data yang digunakan: Selain teknik pengumpulan data yang umum digunakan, penelitian kualitatif juga menggunakan teknik khusus seperti studi dokumentasi, studi kasus, dan fokus grup. Di sisi lain, penelitian kuantitatif lebih sering menggunakan instrumen kuesioner atau angket, observasi terstruktur, eksperimen, dan studi survei. Persamaan Instrumen Penelitian. Instrumen penelitian dalam penelitian kualitatif dan kuantitatif juga memiliki beberapa persamaan. Beberapa instrumen yang digunakan dalam kedua jenis penelitian termasuk. Angket atau kuesioner Ardiansyah. Risnita. Syahran Jailani IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 digunakan dalam penelitian kualitatif maupun kuantitatif untuk mengumpulkan data melalui pertanyaan yang telah disusun sebelumnya, . Daftar Periksa Observasi: Daftar periksa observasi terstruktur digunakan baik dalam penelitian kualitatif maupun kuantitatif sebagai alat untuk mencatat dan mengukur variabelvariabel yang diamati. Perbedaan Instrumen Penelitian, meskipun terdapat beberapa instrumen penelitian yang digunakan dalam kedua jenis penelitian, terdapat juga perbedaan dalam instrumen yang lebih spesifik dan terkait dengan masing-masing jenis Beberapa perbedaan instrumen penelitian antara penelitian kualitatif dan kuantitatif meliputi. Instrumen pengukuran dalam eksperimen lebih sering digunakan dalam penelitian kuantitatif. Instrumen ini mencakup alat atau metode yang digunakan untuk mengukur variabel-variabel yang terlibat dalam eksperimen, . Pedoman Wawancara: Pedoman wawancara digunakan dalam penelitian kualitatif sebagai panduan bagi peneliti dalam melakukan wawancara dengan responden. Instrumen ini membantu memastikan topik-topik yang relevan dibahas dalam wawancara, (Creswell, 2. Pengembangan Instrumen dan Kalibrasi Instrumen Pengembangan instrumen penelitian dan kalibrasi instrumen merupakan proses penting dalam penelitian baik kualitatif maupun kuantitatif. Instrumen penelitian yang baik harus memiliki validitas dan reliabilitas yang memadai untuk memastikan keakuratan dan keandalan pengukuran. Pengembangan Instrumen Penelitian. Validitas instrumen merupakan kemampuan instrumen pengukuran untuk benar-benar mengukur apa yang ingin diukur. Validitas instrumen menunjukkan sejauh mana instrumen dapat menghasilkan data yang akurat dan representatif tentang variabel yang ingin diukur (Babbie, 2. Validitas instrumen dapat dibagi menjadi beberapa jenis, termasuk validitas isi . ontent validit. , validitas kriteria . riterion validit. , dan validitas konstruk . onstruct validit. Validitas isi . ontent validit. menunjukkan sejauh mana instrumen mencakup semua aspek atau dimensi yang relevan dari variabel yang ingin diukur. Hal ini dapat diperiksa dengan memastikan bahwa pertanyaan atau item dalam instrumen mencakup seluruh spektrum variabel yang ingin diukur. Validitas kriteria . riterion validit. mengacu pada sejauh mana instrumen pengukuran memiliki hubungan dengan variabel lain yang dianggap sebagai standar atau kriteria. Hal ini dapat diperiksa dengan membandingkan hasil instrumen dengan hasil dari instrumen atau metode pengukuran yang sudah ada dan diakui keabsahannya. Validitas konstruk. onstruct validit. melibatkan pengujian sejauh mana instrumen pengukuran sesuai dengan teori atau konsep yang mendasarinya. Validitas konstruk dapat diperiksa melalui pengujian hipotesis yang berhubungan dengan variabel-variabel yang dikaitkan dengan konstruk tersebut. Reliabilitas Instrumen yang konsisten jika diukur ulang dalam situasi yang sama. Reliabilitas instrumen dapat diukur dengan menggunakan metode seperti uji ulang . est-retes. , konsistensi internal . nternal consistenc. , dan konsistensi antar-penilai . nter-rater reliabilit. (Babbie, 2. Uji ulang . est-retes. dilakukan dengan mengukur kembali subjek yang sama dengan menggunakan instrumen yang sama dalam waktu yang berbeda. Ardiansyah. Risnita. Syahran Jailani IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 Kemudian, tingkat kesepakatan atau korelasi antara hasil pengukuran awal dan pengukuran ulang dihitung untuk menentukan reliabilitas instrumen. Konsistensi internal . nternal consistenc. mengukur sejauh mana item-item dalam instrumen pengukuran saling berkorelasi satu sama lain. Metode yang umum digunakan untuk mengukur konsistensi internal adalah alfa Cronbach, yang menghitung koefisien reliabilitas berdasarkan hubungan antara item-item dalam instrument. Konsistensi antar-penilai . nter-rater reliabilit. mengacu pada sejauh mana penilaian atau pengukuran yang dilakukan oleh beberapa penilai atau pengamat bersifat konsisten. Hal ini penting dalam penelitian yang melibatkan penilaian subjektif atau interpretasi oleh beberapa penilai. Kalibrasi Instrumen Penelitian berarti menguji dan memastikan bahwa instrumen memberikan hasil pengukuran yang akurat dan konsisten. Beberapa langkah dalam kalibrasi instrumen antara . Uji Coba Awal, instrumen dapat diuji coba pada sejumlah kecil responden untuk melihat kejelasan, pemahaman, dan relevansi pertanyaan atau item dalam Hasil dari uji coba awal ini dapat digunakan untuk memperbaiki atau memodifikasi instrumen sebelum digunakan dalam penelitian sebenarnya (Polit & Beck, 2. Analisis Validitas dan Reliabilitas perlu dievaluasi menggunakan metode statistik yang sesuai. Pengujian validitas dan reliabilitas instrumen dapat dilakukan dengan menerapkan teknik analisis faktor, analisis korelasi, atau perhitungan koefisien reliabilitas seperti alpha Cronbach (Polit & Beck, 2. Uji Coba Lapangan, setelah instrumen telah dikalibrasi, instrumen tersebut dapat diuji coba pada sampel yang lebih besar sesuai dengan populasi penelitian. Uji coba lapangan membantu dalam memvalidasi instrumen secara lebih luas dan memastikan instrumen memberikan hasil pengukuran yang konsisten dan dapat diandalkan (Polit & Beck, 2. SIMPULAN Kesimpulan dalam makalah ini yaitu. Teknik Pengumpulan Data penelitian kualitatif menggunakan teknik pengumpulan data seperti wawancara, observasi, studi dokumentasi, studi kasus, dan fokus grup. Teknik ini memungkinkan peneliti untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang pandangan, pengalaman, dan persepsi responden sedangkan Penelitian kuantitatif menggunakan teknik pengumpulan data seperti angket atau kuesioner, observasi terstruktur, eksperimen, dan studi survei. Teknik ini memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan data dalam bentuk angka atau statistik yang dapat dianalisis secara kuantitatif. Instrumen Penelitian kualitatif menggunakan instrumen penelitian seperti panduan wawancara, daftar periksa observasi, pedoman studi dokumentasi, rencana studi kasus, dan panduan fokus grup. Instrumen ini membantu peneliti dalam mengarahkan proses pengumpulan data dan memastikan konsistensi dalam pengumpulan informasi, sedangkan Penelitian kuantitatif menggunakan instrumen penelitian seperti angket atau kuesioner, daftar periksa observasi terstruktur, instrumen pengukuran dalam eksperimen, dan kuesioner survei. Instrumen ini dirancang untuk mengumpulkan data dalam bentuk angka atau skor yang dapat dianalisis secara statistik. Validitas Ardiansyah. Risnita. Syahran Jailani IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 instrumen mengacu pada sejauh mana instrumen pengukuran dapat mengukur dengan tepat variabel yang ingin diukur. Validitas dapat dilihat dari validitas isi, validitas kriteria, dan validitas konstruk instrument. Reliabilitas instrumen mengacu pada konsistensi dan kestabilan instrumen dalam menghasilkan hasil yang sama jika diukur ulang dalam situasi yang sama. Reliabilitas dapat dilihat melalui uji ulang, konsistensi internal, dan konsistensi antar-penilai instrument. Pengembangan instrumen penelitian dan kalibrasi instrumen sangat penting untuk memastikan keandalan dan keabsahan data yang dikumpulkan. Validitas dan reliabilitas instrumen harus diperhatikan secara serius dalam setiap penelitian, baik itu kualitatif maupun kuantitatif. Dengan memahami teknik pengumpulan data yang sesuai, memilih instrumen yang tepat, dan memvalidasi serta mengukur reliabilitas instrumen, peneliti dapat menghasilkan data yang akurat dan dapat diandalkan. Hal ini akan berkontribusi pada penelitian yang berkualitas dan mendukung pembangunan ilmu pengetahuan UCAPAN TERIMAKASIH