Vol. 9 No. 2, 2024 p-ISSN : 2502-8383 e-ISSN : 2808-3954 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar Prodi PGMI-Fakultas Tarbiyah-UIJ HUBUNGAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TAMAN PENDIDIKAN AL-QURAoAN (TPQ) DENGAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SDN 166 BENGKULU UTARA Siti Nurjanah Universitas Islam Negeri Fatmawati Bengkulu Email : sinna. sitinurjanah26@gmail. Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan atas dasar permasalahan yang ditemui peneliti ketika melakukan observasi, yaitu adanya suatu potensi bahwa hasil belajar dapat ditingkatkan dengan mengikutsertakan siswa ke lembaga TPQ. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat hubungan antara keaktifan belajar siswa TPQ dengan hasil belajar PAI di SDN 166 Bengkulu Utara. Jenis penelitian ini adalah survei dengan pendekatan kuantitatif korelasional, dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi,angket, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu: bahwa dari uji korelasional product moment, dapat diketahui bahwa hasil r_. y )sebesar 0,992. Kemudian dilanjutkan dengan melihat r tabel nilai koefisien AurAy product moment dari 15 siswa adalah 0,553, yang artinya lebih besar dari r tabel, 0,992 > 0,553. Angka tersebut menunjukkan adanya korelasi atau hubungan antara keaktifan belajar siswa TPQ dengan hasil PAI di SDN 166 Bengkulu Utara. Dengan demikian hipotesis kerja (H. dalam penelitian ini diterima, sedangkan hipotesis nihil (H. Kata Kunci: Hubungan. Keaktifan Belajar. TPQ. Hasil Belajar PAI PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai Peran pendidikan dalam suatu bangsa memiliki posisi penting dalam menciptakan kecerdasan nasional. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. 1 Pengertian tersebut menunjukkan bahwa perwujudan suasana belajar dan proses pembelajaran menjadi hal yang berpengaruh terhadap keaktifan siswa dalam mengembangkan potensi dirinya. Berdasarkan tujuan pendidikan di atas, menjadikan peserta didik sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa tentunya tidak terlepas dari pendidikan agama yang penanamannya haruslah dimulai sejak dini. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik tidak hanya cerdas secara ilmu, namun juga secara moral. Selain itu, pendidikan agama yang dilakukan sejak dini dapat membentengi seseorang dari perbuatan yang dilarang dalam ajaran agama. Teguh Triwiyanto. Pengantar Pendidikan,(Jakarta: PT Bumi Aksara, 2. , h. Vol. 9 No. 2, 2024 p-ISSN : 2502-8383 e-ISSN : 2808-3954 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar Prodi PGMI-Fakultas Tarbiyah-UIJ Syariat Islam tidak akan diamalkan seseorang jika hanya diajarkan saja, namun harus dididik melalui proses pendidikan. Hal ini dikarenakan pendidikan Islam adalah pendidikan iman dan pendidikan amal, artinya mencakup teori dan juga praktis. Pendidikan agama yang diberikan di sekolah formal sebanyak dua kali seminggu tentu dirasa kurang sehingga perlu tambahan pendidikan agama di lembaga non formal seperti di Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPQ). Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPQ) merupakan salah satu lembaga pendidikan non-formal yang dipergunakan untuk memberikan bimbingan, membina potensi-potensi yang ada dalam diri peserta didik, serta menanamkan pribadi peserta didik nilai agama yang berintikan pada ajaran Al-Quran. 2 Materi yang diajarkan di TPQ cukup bervariasi, misalnya ilmu al-QurAoan, ilmu hadist, materi akidah dan akhlak, serta ilmu-ilmu agama yang bermanfaat bagi peserta didik. Hal ini tentu menjadikan TPQ sebagai salah satu lembaga pendidikan non formal yang banyak berperan dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pendidikan di TPQ bertujuan untuk memberikan bekal dasar bagi anak didik . agar mampu membaca al-QurAoan dengan baik dan benar sesuai dengan ilmu tajwid. Penyelenggaraan TPQ pada dasarnya disebabkan oleh adanya kesadaran umat Islam akan pentingnya sebuah lembaga pendidikan keagamaan yang menyangkut program pemberantasan buta huruf dan makna al-QurAoan, serta pembinaan akhlak dan ibadah bagi anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa. Selain itu juga disebabkan oleh adanya rasa keprihatinan terhadap kondisi lingkungan sosial, khususnya masalah kemerosotan akhlak. Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya menjadi sholeh dan sholehah, berakhlak mulia, pandai membaca dan memahami al-QurAoan, serta hal positif lainnya. Meskipun demikian masih banyak orang tua yang belum menyadari pentingnya TPQ sebagai lembaga pendidikan nonformal yang bisa membantu mencapai tujuan positif, membantu perkembangan anak maupun prestasi belajarnya di sekolah, terutama pada materi Pendidikan Agama Islam (PAI). Hal ini dikarenakan beberapa faktor penyebab seperti kurangnya pemahaman orang tua tentang pentingnya pendidikan di TPQ, rendahnya minat dan dukungan orang tua dalam mendukung pendidikan anaknya di luar sekolah formal, dan lain sebagainya. Berdasarkan observasi awal peneliti ditemukan pada umumnya orang tua lebih menekankan pendidikan formal anaknya daripada pendidikan nonformalnya. Mereka menganggap pendidikan nonformal seperti Taman Pendidikan Al-QurAoan tidak dapat dipergunakan anaknya kelak untuk bekal mencari kerja, karena di Taman Pendidikan AlQurAoan hanya mengajarkan tentang membaca dan menulis Al-QurAoan. Anggapan orang tua yang seperti itulah sering juga dijumpai anak yang tidak belajar di TPQ dan mereka Suharyani. Herlina, dan M. Khamsul Azani. AuPeran Taman Pendidikan al-QurAoan (TPA) dalam Mengembangkan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Bagi Peserta DidikAy,Jurnal Paedagogy. Vol. No. Oktober 2016, h. Vol. 9 No. 2, 2024 p-ISSN : 2502-8383 e-ISSN : 2808-3954 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar Prodi PGMI-Fakultas Tarbiyah-UIJ lebih suka mengikuti les di lembaga-lembaga bimbingan belajar untuk mendalami materi pelajaran yang akan diujikan pada ujian nasional. METODE PENELITIAN Peneliitian ini dilakukan pada saat tahun ajaran 2024/2024 di SDN 166 Bengkulu Utara. Tempat penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 166 Bengkulu Utara kelas 5, berlokasi di Jl. Ahmad Yani No. 237 Kelurahan Kemumu. Kecamatan Arma Jaya. Kabupaten Bengkulu Utara. Jenis penelitian Penelitian ini adalah jenis penelitian survei. Penelitian survei adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi, dan hubungan antar variabel sosiologis maupun psikologis. Sumber Data . Data Primer Sumber data primer dalam penelitian ini adalah guru dan siswa. Adapun guru akan diteliti terkait proses belajar di TPQ, sedangkan siswa diteliti terkait hasil belajarnya. Data Sekunder Sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah buku, jurnal terkait, dan Populasi dan sampel penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas di SDN 166 Bengkulu Utara yang berjumlah 126 orang dan sampelnya sebanyak 15 orang. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data yaitu sebagai berikut: Observasi (Observatio. Observasi adalah metode pengumpulan data yang kompleks karena melibatkan berbagai faktor dalam pelaksanaannya. Metode pengumpulan data observasi tidak hanya mengukur sikap dari responden, namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi. Observasi tidak terbatas pada orang, tetapi juga obyek-obyek alam yang lain. 4 Pada intinya, observasi merupakan sebuah proses pengamatan menggunakan panca indera kita. Riduwan. Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru-karyawan dan Peneliti Pemula, (Bandung:Alfabeta, 2. , h. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2. , h. Vol. 9 No. 2, 2024 p-ISSN : 2502-8383 e-ISSN : 2808-3954 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar Prodi PGMI-Fakultas Tarbiyah-UIJ Pada penelitian ini, peneliti melakukan observasi dengan cara mengamati kegiatan belajar mengajar di TPQ Ar-Rahim baik siswa, guru, maupun lingkungan yang mendukung proses belajar mengajar di TPQ tersebut. Angket (Kesione. Kuesioner adalah suatu teknik pengumpulan informasi yang memungkinkan analisis mempelajari sikap-sikap, keyakinan, perilaku, dan karakteristik beberapa orang utama di dalam organisasi yang bisa terpengaruh oleh sistem yang diajukan atau oleh sistem yang sudah ada. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau penyataan tertulis kepada responden untuk Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efesien apabila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari Kuesioner pada penelitian ini merupakan kuesioner tertutup, yaitu suatu pertanyaan yang telah disediakan beberapa pilihan jawaban yang dapat dipilih oleh responden dan berisi pertanyaan yang berhubungan dengan aktifitas belajar siswa di Taman Pendidikan Al-QurAoan Baitur Rahim Kemumu. Dalam penelitian ini, kuesioner menggunakan skala likert. Hal ini dikarenakan peneliti ingin mengetahui keaktifan belajar siswa selama dalam proses belajar mengajar di TPQ Ar Rahim. Mengenai penentuan skor dalam skala likert terdapat 4 pilihan jawaban yaitu Sangat Sesuai (SS). Sesuai (S). Tidak Sesuai (TS), dan Sangat Tidak Sesuai (STS). Untuk pertanyaan positif skala yang digunakan adalah 4, 3, 2, dan 1 sedangkan untuk pertanyaan negatif 1, 2, 3, dan 4. Dokumentasi (Documentatio. Dokumentasi merupakan cara pengumpulan data melalui peninggalan tertulis seperti arsip-arsip dan termasuk juga buku-buku tentang pendapat, teori, buku hasil belajar siswa . ilai bulana. , dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah penelitian. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan foto dan nilai rapor mata pelajaran PAI tahun ajaran 2023/2024 sebagai dokumentasi. Analisis Data Analisis data merupakan tahapan yang sangat penting dalam sebuah penelitian karena dengan analisis data, peneliti bisa memberi arti dan makna, serta berfungsi sebagai pemecah atas masalah yang sedang dikaji. Analisisterdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu:kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan /verifikasi (Miles. Matthew : 2019 . Syofian Siregar. Metode Penelitian Kuantitatif, (Jakarta: Kencana, 2. , h. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2. , h. Zainal Mustafa. Mengurai Variabel hingga Instrumentasi,(Yogyakarta: Graha Ilmu, 2. , h. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2. , h. Vol. 9 No. 2, 2024 p-ISSN : 2502-8383 e-ISSN : 2808-3954 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar Prodi PGMI-Fakultas Tarbiyah-UIJ Untuk mengetahui hubungan keaktifan siswa Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPQ) dengan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas V SDN 166 Bengkulu Utara, data yang diperoleh dianalis dengan cara sebagai berikut: Penyeleksian Data Tahap pertama setelah data berhasil dikumpulkan, maka selanjutnya dilakukan penyeleksian data agar benar-benar sesuai dengan yang diperlukan. Hal ini dilakukan agar terhindar dari kesalahan data penelitian. Tabulasi Data Setelah data diseleksi, selanjtnya data tersebut dimasukkan ke dalam tabel. Tujuannya adalah agar terhindar dari terjadinya kesalahan, sehingga data dikelompokkan sesuai dengan pembagian dan urutannya dalam pelaksanaan penelitian ini. Teknik Analisa Data Untuk menganalisa data pada permasalahan dan untuk membuktikan hasil penelitian tentang hubungan keaktifan siswa dalam mengikuti Taman Pendidikan AlQurAoan (TPQ) terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI), digunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan cara sebagai berikut: Mencari Mean (M) terlebih dahulu. Rumusnya: OcyceycU Keterangan: = Mean . ata-rat. OcyceycU = Jumlah hasil perkalian frekuensi masing-masing dengan X = Jumlah sampel Setelah hasil Mean (M) diketahui, dilanjutkan dengan mencari standar deviasi (SD) Rumusnya: SD = ocycu 2 Keterangan: = Deviasi standar Ocycu = Jumlah semua deviasi setelah mengalami proses penguadratan terlebih dahulu = Number of Cases Penentuan kriteria TSR . inggi, sedang, dan renda. Setelah diketahui mean dan standar daviasinya, maka langkah selanjutnya adalah menentukan TSR . inggi, sedang, dan renda. dengan cara sebagai berikut: Tinggi M 1 SD Sedang M Ae 1 SD Vol. 9 No. 2, 2024 p-ISSN : 2502-8383 e-ISSN : 2808-3954 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar Prodi PGMI-Fakultas Tarbiyah-UIJ Rendah Keterangan: = Mean . ata-rat. = Standar deviasi Selanjutnya untuk melihat hubungan keaktifan siswa dalam mengikuti Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPQ) terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN 166 Bengkulu Utara, peneliti menggunakan rumus korelasi product moment, yaitu: Keterangan : Oc ycuyc Oc xy = Oo(Ocx2 )(Oc y2 ) = Korelasi antara variabel x dengan y = Jumlah perkalian x dengan y = Kuadrat dari x = Kuadrat dari y KAJIAN TEORI Keaktifan Belajar Keaktifan belajar terdiri dari kata AyaktifAy dan AybelajarAy. Keaktifan berasal dari kata aktif yang mendapat imbuhan ke-an. Kata AyaktifAy dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti giat . ekerja atau berusah. sedangkan kata keaktifan sendiri berarti kegiatan atau kesibukan. Proses pembelajaran pada hakekatnya bertujuan untuk mengembangkan aktivitas dan kreatifitas peserta didik melalui berbagai interaksi dan pengalaman Keaktifan belajar siswa merupakan unsur dasar yang penting bagi keberhasilan proses pembelajaran. Melalui keaktifan belajar siswa, seorang guru dapat menentukan tingkat pemahaman peserta didik yang diajarnya. Hal ini dikarenakan tingkat pemahaman peserta didik yang satu dengan peserta didik yang lain tidak persis Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPQ) Taman Pendidikan al-QurAoan adalah lembaga pendidikan dan pengajaran Islam luar sekolah atau dapat disebut juga lembaga pendidikan non formal untuk anak-anak usia SD . sia 7-12 tahu. , yang mendidik santri agar mampu membaca alQurAoan dengan baik dan bena sesuai dengan ilmu tajwid sebagai target pokoknya. Pusat Bahasa (Indonesi. Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka. Ed. 3, cet. , h. Aliwa. AuPenguatan Model Pembelajaran Baca Tulis QurAoan dan Manajemen Pengelolaan Organisasi (TPA)Ay. Jurnal Al-TaAodib. Vol. No. Januari-Juni 2016, h. Vol. 9 No. 2, 2024 p-ISSN : 2502-8383 e-ISSN : 2808-3954 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar Prodi PGMI-Fakultas Tarbiyah-UIJ Pendidikan Agama Islam Secara terminologis pendidikan Agama Islam sering diartikan dengan pendidikan yang berdasarkan ajaran Islam. Dalam pengertian yang lain dikatakan bahwa pendidikan Agama Islam adalah proses menyiapkan manusia supaya hidup dengan sempurna budi pekertinya, teratur pikirannya, halus perasaannya, mahir dalam pekerjaannya, manis tutur katanya, baik dengan lisan maupun tulisan. Pendidikan Agama Islam sebagai bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum-hukum Agama Islam menuju terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran Agama Islam. 1 Dalam ajaran Islam, pendidikan akhlak 2adalah jiwa dari pendidikan Islam. 1 Dari pengertian tersebut sangat jelas bahwa pendidikan Agama Islam adalah suatu proses educative yang mengarah kepada pembentukan akhlak atau kepribadian baik. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Keaktifan belajar siswa Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPQ) Kategori TSR keaktifan belajar siswa Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPQ) Ar-Rahim Kategori Frekuensi Persentasi 1 Tinggi 2 Sedang 3 Rendah Jumlah Berdasarkan hasil perhitungan kategori TSR keaktifan belajar siswa Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPQ) Ar Rahim pada tabel 4. 4 di atas, diketahui bahwa keaktifan belajar siswa Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPQ) Ar Rahim termasuk pada kategori sedang, yaitu sebanyak 15 orang dengan persentasi sebesar 86,6%. Hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa kelas V SDN 166 Bengkulu Utara Data hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa kelas IV SD Negeri 74 Kota Bengkulu dilihat dari nilai rapor tahun ajaran 2023/2024 dan diperoleh dari dokumen guru Pendidikan Agama Islam (PAI) atau guru kelas. Adapun hasil belajar Heri Gunawan. Kurikulum dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,( Bandung:Alfabeta, 2. , h. Heri Gunawan. Kurikulum dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,h. Sri Minarti,AyPengelolaan Taman Pendidikan al-QurAoanAo,(Skripsi S2 Prodi Manajemen Pendidikan . Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2. , h. Vol. 9 No. 2, 2024 p-ISSN : 2502-8383 e-ISSN : 2808-3954 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar Prodi PGMI-Fakultas Tarbiyah-UIJ Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa kelas V SDN 166 Bengkulu Utara terdapat pada tabel sebagai berikut: Tabel 4. Tabulasi Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) yaya yaIya ya Jumlah Selanjutnya data perhitungan tabulasi hasil belajar PAI pada tabel 4. dianalisis dengan cara sebagai berikut: Mencari mean dengan rumus: OcyceycU = 81,6 Mencari standar deviasi dengan rumus: ocycu 2 Oo51506 = Oo3433,73 = Oo58,5 = 7,6 . Penentuan kriteria TSR (Tinggi. Sedang, dan Renda. sebagai berikut: Tinggi = M 1 SD ke atas = 81,6 7,6 = 89,2 ke atas Sedang = M Ae 1 SD sampai M 1 SD = 81,6 Ae 7,6 sampai 81,6 7,6 = 74 sampai 89,2 Vol. 9 No. 2, 2024 p-ISSN : 2502-8383 e-ISSN : 2808-3954 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar Prodi PGMI-Fakultas Tarbiyah-UIJ Rendah = M - 1 SD ke bawah = 81,6 Ae 7,6 = 74 ke bawah Berdasarkan tabel 4. 6 hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa kelas V SDN 166 Bengkulu Utara dan perhitungan analisis pada kolom 4 . ilai FX) maka hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa kelas V SDN 166 Bengkulu Utara tahun ajaran 2023/2024 dibuat perincian seperti yang terdapat pada tabel 4. Tabel 4. Kategori TSR Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) Kategori Frekuensi Persentasi (%) Tinggi Sedang Rendah Jumlah Berdasarkan hasil perhitungan kategori TSR tabel 4. 7 hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa V SDN 166 Bengkulu Utara tahun ajaran 2023/2024 diketahui termasuk ke dalam kategori sedang, yaitu sebanyak 13 orang dengan persentasi 60% Analisis Hubungan keaktifan belajar siswa Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPQ) dengan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa kelas V SDN 166 Bengkulu Utara. Membuat Ha dan Ho dalam bentuk kalimat Ha : terdapat hubungan keaktifan belajar siswa Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPQ) dengan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) V SDN 166 Bengkulu Utara. Ho : tidak terdapat hubungan keaktifan belajar siswa Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPQ) dengan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) di V SDN 166 Bengkulu Utara. Membuat Ha dan Ho dalam bentuk statistik Ho: A O 0 Ha: A > 0 Vol. 9 No. 2, 2024 p-ISSN : 2502-8383 e-ISSN : 2808-3954 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar Prodi PGMI-Fakultas Tarbiyah-UIJ Membuat tabel penolong Tabel 4. Data variabel X dan Y Memasukkan angka-angka statistik dan hitung menggunakan rumus product moment Oc xy Oo(Ocx 2 )(Oc y2 ) Oo. Oo4506503478 67130,495 = 0,992 Vol. 9 No. 2, 2024 p-ISSN : 2502-8383 e-ISSN : 2808-3954 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar Prodi PGMI-Fakultas Tarbiyah-UIJ Melalui perhitungan analisis hubungan keaktifan siswa Taman Pendidikan AlQurAoan (TPQ) dengan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa kelas V SDN 166 Bengkulu Utara di atas, maka diketahui nilai rxy sebesar 0,992. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan maka dilanjutkan dengan melihat tabel nilai koefesien AurAy product moment dengan terlebih dahulu mencari df . egree of freedo. dengan rumus: df = N Ae nr = 15- 2 = 13 Pada tabel nilai AurAy product moment, ternyata dengan df sebesar 13 pada taraf signifikan 5% sebesar 0,553. Nilai "rxy "sebesar 0,992 lebih besar dari koefesien korelasi AurAy tabel 0,553 maka Ha diterima, artinya terdapat hubungan keaktifan belajar siswa Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) dengan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN 166 Bengkulu Utara. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian di atas tentang hubungan keaktifan belajar siswa Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) dengan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN 166 Bengkulu Utara dapat disimpulkan sebagai berikut: Keaktifan belajar siswa TPQ Ar Rahim Bengkulu sudah sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan perhitungan skor angket yang diperoleh dari penelitian yaitu sebesar 86,6 %. Hasil belajar PAI tahun ajaran 2023/2024 siswa kelas SDN 166 Bengkulu Utara sudah baik. Hal ini ditunjukkan oleh perolehan nilai siswa pada kategori tinggi ada 26,7 %, kategori sedang 60 % dan kategori rendah 13,3 %. Berdasarkan hasil penelitian di atas tentang hubungan keaktifan belajar siswa Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) dengan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN 166 Bengkulu Utara diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara keaktifan siswa Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) dengan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN 166 Bengkulu Utara. Hal ini dapat dibuktikan pada taraf signifikansi 5% r hitung > r tabel atau 0,992 > 0,553 sehingga Ho ditolak dan Ha Atas dasar tersebut dapat disimpulkan bahwa keaktifan belajar siswa Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) berhubungan dengan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN 166 Bengkulu Utara. Vol. 9 No. 2, 2024 p-ISSN : 2502-8383 e-ISSN : 2808-3954 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar Prodi PGMI-Fakultas Tarbiyah-UIJ Temuan hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa hasil belajar PAI di SDN 166 Bengkulu Utara dapat terus ditingkatkan dengan cara melibatkan peran Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPQ) dalam rangka mencapai tujuan pendidikan dan menciptakan generasi bangsa yang tidak hanya cerdas secara intelegensi namun juga secara spiritual dan emosional. DAFTAR PUSTAKA