985 JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 PENGELOLAAN KONSERVASI PENYU SEBAGAI EDU -EKOWISATA DIPANTAI KURANJI DALANG LOMBOK BARAT Oleh Muhammad Anuari Nur Rezeki1. Sri Susanty2. Muharis Ali3 1,2,3Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram Email : 1anuaririizky3@gmail. com, 2srisusantympar@gmail. 3muharisali1@gmail. Article History: Received: 08-11-2024 Revised: 12-11-2024 Accepted: 14-11-2024 Keywords: Edu - Ekowisata. Konservasi Penyu,Pengelolaan. Abstract : Pengelolaan konservasi penyu sebagai edu Ae ekowisata dipantai kuranji lombok baratAy, yang di latar belakangi oleh rumusan masalah penelitian yang di analisa oleh peneliti yaitu bagiaman pengelolaan terhadap kawasan kkonservasi sebagai edu Ae ekowisata . Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mendapatkan ide-ide atau pengelolaan terhadap konservasi penyu sebagai edu Ae ekowisata dipantai kuranji. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pegumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pantai kuranji memiliki banyak potensi untuk dikembangkan, salah satunya adalah potensi konservasi penyu sebagai edu - ekowisata, tetapi karna kurang optimalnya pengelolaan terhadap konservasi penyu dan pengunjung yang belum sadar akan sampah, kurangnya promosi dan pemasaran, serta kurangnya partisipasi masyarakat dalam mengelola Oleh karna itu peneliti tertarik untuk meneliti dan mengambil lokasi penelitian yang ada dipantai kuranji lombok PENDAHULUAN Penyu merupakan salah satu fauna yang populasinya terancam punah, reptil laut yang dilindungi ini mampu bermigrasi dalam jarak yang sangat jauh di sepanjang kawasan samudra Pasifik, samudra Hindia dan Asia tenggara,terdapat tujuh jenis penyu di dunia dan 6 diantaranya ada di Indonesia. Kerusakan habitat pantai dan ruaya pakan, kematian akibat interaksi dengan aktivitas perikanan, pengelolaan teknik-teknik konservasi yang tak memadai, perubahan iklim, penyakit serta pengambilan penyu dan telurnya yang tak terkendali merupakan faktor-faktor penyebab penurunan populasi penyu, sehingga upaya pelestarian dan perlindungan habitat penyu sangatlah dipentingkan oleh berbagai pihak yang bertanggung jawab dalam mencegah kepunahan terhadap populasi. Akan tetapi pemberian status perlindungan saja tidak cukup untuk memulihkan atau setidaknya mempertahankan populasi penyu di Indonesia. Oleh karena itu dibutuhkan tindakan nyata dalam melakukan pengelolaan konservasi penyuyang komprehensif, sistematis dan terukur. Sehingga para penanggung jawab mampu membuat berbagi lokasi pengelolaan konservasi yang dapat dijadikan sebagai wadah pelestariaan dan perlindungan kawasan konservasi penyu. Konservasi merupakan salah satu kegiatan yang diharapkan dapat mencegah punahnya habitat penyu, mencegah adanya pemanfaatan penyu demi kepentingan komersial seperti penjualan telur, daging, maupun cangkang dan dapat menjadi sarana berbagi ilmu atau edukasi kepada a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 masyarakat secara luas tentang pentingnya konservasi penyu demi menjaga habitat penyu di Indonesia agar tidak punah (Ario et al. , 2. Seiring berjalannya waktu Kawasan konservasi penyu sudah berdiri diberbagai tempat salah satunya dikawasan pantai kuranji dalang lombok barat menjadi kawasan untuk mencegah suatu kepunahan bagi satwa langka yaitu penyu itu sendiri. Upaya pelestarian penyu di Desa Kuranji dalang telah dimulai dengan dibentuknya kelompok masyarakat pelestari penyu bernama Aukerabat penyu lombokAy pada tahun 2015, kawasan konservasi penyu yang ada dipantai kuranji sudah menjadi kekuatan untuk masyarakat dalam mengelola habitat penyu sebagai perlindungan dan pelestariaan mereka. Konservasi penyu juga dapat dijadikan sebagai sarana edukasi bagi para masyarakat untuk selalu mendeskripsikan terkait tentang pengetahuan habitat penyu atau satwa langka yang memilki ancaman pada ekosistem laut. LANDASAN TEORI Manajement Manajemen secara umum dipandang sebagai sebuah disiplin ilmu yang mengajarkan tentang proses untuk memperoleh tujuan organisasi melalui upaya bersama dengan sejumlah orang atau sumber milik organisasi. Secara etimologi . , kata manajemen berasal dari Bahasa perancis kuno management, yang berarti seni melaksanakan dan mengatur. Terdapat beberapa pengertian manajemen dari beberapa ahli yaitu sebagai berikut, (Rahayu et al. , 2. Hayati et. menyatakan bahwa, "Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin, dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan"Ada beberapa kajian dalam menggunakan teori managemnt sebagi objek pendorong sebagai sumber daya antara lain : Menurut Zulkifli . dalam situs Dosenung. id menyebutkan bahwa, objek atau sumber daya yang menjadi kajian dalam manajemen ada 7 . , yaitu: Man . Unsur terpenting yang perlu dikelola dalam manajemen. Manusia sebagai faktor penggerak dan menjalankan organisasi. Manusia disebut juga sumber daya manusia (SDM), yang akan menjalankan seluruh aktivitas organisasi untuk mencapai tujuan. Money . Uang atau modal sebagai sumber utama dalam pendanaan atau pembiayaan kegiatan organisasi,tanpa memiliki keuangan yang cukup dapat menghambat jalannya atau aktivitas organisasi atau perusahaan. Namun demikian, uang atau modal harus dapat dikelola dengan efisien sehingga tidak terjadi pemborosan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Materials . Materials atau bahan materi sebagai bahan baku dalam menjalankan kegiatan dalam menghasilkan produk. Material juga tidak kalah pentingnya dengan sumber daya yang lainnya. Oleh karena itu, manajemen memiliki peran penting untuk dapat mengelola material dengan baik agar tidak terjadi banyak barang yang rusak sehingga memberi keuntungan dan akhirnya tujuan perusahaan dapat dicapai. Methods . Metode merupakan cara yang digunakan dalam menjalankan aktivitas atau kegiatan organisasi perusahaan dalam rangka mencapai tujuan. Dengan kerja yang baik dan terstandar, dapat membuat pekerja memahami dan mudah dalam menjalankan aktivitas kerja mereka. Machines . Mechines . sebagai alat pendukung dalam kegiatan perusahaan untuk menghasilkan Pengelolaan mesin bertujuan untuk mendukung proses kegiatan supaya dapat digunakan a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 sebaik mungkin dan tidak cepat mengalami kerusakan. Untuk orang yang mengelola mesin biasanya harus orang yang faham cara mengoperasikan dan merawat mesin dengan baik. Markets (Pasa. Markets atau pasar adalah sejumlah pembeli aktual dan juga potensial dari sebuah produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan. Besarnya pasar tergantung pada jumlah orang yang punya kebutuhan dan mau melakukan transaksi. Markets sebagai sarana untuk menyalurkan produk yang dihasilkan organisasi atau perusahaan. Minutes Minutes atau waktu perlu dikelola dengan baik. Karena, waktu kerja bagi para pekerja sangat terbatas, sehingga perlu pengelolaan yang baik supaya waktu kerja menjadi lebih efektif. Dengan waktu yang efektif perusahaan dapat mencapai tujuan. Dari hasil analisisis menurut peneliti terkait dengan sumber teori yang digunakan oleh zulkifli . dengan 7 unsur manajement berdasarkan judul yang diambil oleh peniliti sangatlah membantu dalam pengelolaan konservasi penyu dari segi manusisa sebagai faktor pendorong dan penggerak dalam menentukan suatu tujuan , dengan adanya pendorong maka timbullah suatu biaya yang menjadi pendukung dalam meningkatkan infrastruktur untuk mengembangkan kawasan dengan tata kelola yang tepat sehingga dapat dijadikan sebagai suatu kawasan yang dikemas dengan memiilki target pasar terhadap minat kunjungan wisatawan. Pengembangan edu Ae ekowisata Menurut hasil penelitian Sulistiani, dkk . ada dua strategi dalam pengembangan eduEkowisata yang bisa diterapkan yaitu merancang berbagai produk wisata dan mengembangkan kemampuan, keterampilan, dan kompetensi masyarakat sekitar. Meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai lingkungan merupakan salah satu kunci pengembangan ekowisata, sehingga jelas bahwa hal ini akan memberikan implikasi munculnya berbagai tuntutan di semua sektor pembangunan. Tuntutan-tuntutan tersebut telah dan akan mendorong tumbuhnya usahausaha baru, cara cara pendekatan baru dalam berbagai kegiatan baik bisnis pariwisata secara langsung yang dilakukan dunia usaha pariwisata dan usaha-usaha masyarakat dalam upaya meningkatkan taraf kesejahteraan mereka maupun mendorong peran aktif institusi pemerintah Kondisi tersebut makin meyakinkan bahwa lingkungan bukan lagi beban, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai sarana meningkatkan usaha-usaha ekonomi sekaligus sarana terintegrasinya hampir semua institusi formal. Dalam maksud lain, di sini peran penting lingkungan dalam mendorong semua lapisan masyarakat untuk memanfaatkannya sebagai ruang pembangunan di berbagai bidang pendidikan masyarakat, bisnis, sehingga diharapkan dapat mendorong semua pihak untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah lingkungan secara bersama-sama. Ekowisata sendiri pada dasarnya menjamin kelestarian lingkungan dengan maksud hampir sama dengan konservasi, yakni: menjaga tetap berlangsungnya proses ekologis yang tetap mendukung kehidupan, melindungi keanekaragaman hayati serta menjamin kelestarian dan pemanfaatan spesies dan ekosistemnya (Alamsyah, 2. Adapun edu-ekowisata sendiri pada hakikatnya ada pada faktor dimana intensitas pengenalan dan pembelajaran budaya sejak dini mulai terjadi, melalui disain pembelajaran yang sengaja dihadirkan sesuai materi lingkungan dalam format objek wisata. Melalui pengembangan edu ekowisata ini pantai kuranji sangatlah efektik demi meninjau keberlangsungan ekowisata terhadap alam, budaya , dan buatan sehingga dari edu ekowisata mampu memberikan pengetahuan bagi kawasan suatu konservasi yang bertujuan dalam pelestarian lingkungan terhadap upaya dalam perlindungan habitat penyu untuk dijadikan kawasan edukasi bagi para pengunjung dalam menikmati proses habitat satwa langka . https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Edu Ae Ekowisata Konsep ekowisata . yang muncul sejak 1980-an telah tertuang dalam Permendagri Nomor 33 Tahun 2009. Landasannya adalah pengembangan pariwisata berkelanjutan untuk mendukung pelestarian lingkungan . lam dan buday. dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan, sehingga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat dan pemda. ekowisata bukan sekadar konsep berwisata di lingkungan alam melainkan juga fokus pada pengamatan dan pemahaman mengenai alam dan budaya, mendukung pelestarian, serta lebih mengutamakan fasilitas dan jasa yang disediakan oleh masyarakat setempat. Ekowisata merupakan suatu bentuk wisata yang sangat erat dengan prinsip konservasi, bahkan dalam strategi pengembangan ekowisata juga menggunakan strategi konservasi. Dengan demikian ekowisata sangat tepat dan berdayaguna dalam mempertahankan keutuhan dan keaslian ekosistem di areal yang masih alami dengan ekowisata pelestarian alam dapat ditingkatkan kualitasnya. Pada dasarnya ekowisata dalam penyelenggaraannya dilakukan dengan kesederhanaan, memelihara keaslian alam dan lingkungan, memelihara keaslian seni dan budaya, adat istiadat, kebiasaan hidup . he way of lif. , menciptakan ketenangan, kesunyian, memelihara flora dan fauna, menumbuhkan spiritualitas serta terpeliharanya lingkungan hidup sehingga tercipta keseimbangan antara kehidupan manusia dan alam sekitarnya. Eco - tourism adalah pariwisata yang berwawasan lingkungan dan pengembangannya selalu memperhatikan nilai-nilai. Edu-ekowisata merupakan pengembangan dari ekowisata yang pertama sekali diperkenalkan oleh organisasi The Ecotourism society pada tahun 1990, yakni suatu bentuk pariwisata yang bertanggung jawab dengan memperhatikan konservasi lingkungan, melestarikan kehidupan dan kesejahteraan penduduk setempat (Alamsyah, 2. Dalam konsep edu Ae ekowisata memiliki peran untuk menjaga pelestarian terhadap suatu konservasi lingkungan, sehingga kawasan yang memilki daya tarik wisata yang dijadikan sebagai kawasan edukasi seperti konservasi penyu yang berada dipantai kuranji sangatlah efesien untuk dijadikannya kawasan yang berkaitan dengan edu Ae ekowisata karen dilihat dari daya tarik wisata yang ditinjau dari lingkungan alam , budaya dan buatan yang ada dikawasan tersebut. Ekowisata Lebih populer dan banyak dipergunakan dibanding dengan terjemahan yang seharusnya dari istilah ecotourism, yaitu ekoturisme. Terjemahan yang seharusnya dari ecotourism adalah wisata ekologis. Yayasan Alam Mitra Indonesia . membuat terjemahan ecotourism dengan Di dalam tulisan ini dipergunakan istilah ekowisata yang banyak digunakan oleh para Hal ini diambil misalnya dalam salah satu seminar dalam Reuni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (Fandeli,1. Pengertian tentang ekowisata mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Namun, pada hakekatnva, pengertian ekowisata adalah suatu bentuk wisata yang lebih memperhatikan terhadap kelestarian area yang masih alami . atural are. , memberi manfaat secara ekonomi dan mempertahankan keutuhan budava bagi masyarakat Atas dasar pengertian ini, bentuk ekowisata pada dasarnya merupakan bentuk gerakan konservasi yang dilakukan oleh penduduk dunia. Ecotraveler ini pada hakekatnya konservasionis. Definisi ekowisata yang pertama diperkenalkan oleh organisasi The Ecotourism Society . sebagai berikut: Ekowisata adalah suatu bentuk perjalanan wisata ke area alami yang dilakukan dengan tujuan meng-konservasi 17 lingkungan, melestarikan kehidupan, dan kesejahteraan penduduk setempat. Semula ekowisata dilakukan oleh wisatawan pecinta alam yang menginginkan di daerah tujuan wisata tetap utuh dan lestari, di samping budaya dan kesejahteraan masyarakatnya tetap terjaga. Namun dalam perkembangannya ternyata bentuk ekowisata ini a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 berkembang karena banyak digemari oleh wisatawan. Wisatawan ingin berkunjung ke area alami, yang dapat menciptakan kegiatan bisnis. Ekowisata kemudian didefinisikan sebagai berikut: Ekowisata adalah bentuk baru dari perjalanan bertanggungjawab ke area alami dan berpetualang yang dapat menciptakan industri pariwisata (Eplerwood, 1. Dari kedua definisi ini dapat dimengerti bahwa ekowisata dunia telah berkembang sangat pesat. Ternyata beberapa destinasi dari taman nasional berhasil dalam mengembangkan ekowisata ini. Bahkan di beberapa wilayah berkembang suatu pemikiran baru yang berkait dengan pengertian ekowisata. Fenomena pendidikan diperlukan dalam bentuk wisata ini. Hal ini seperti yang didefinisikan oleh Australian Department of Tourism (Black, 1. yang mendefinisikan ekowisata adalah wisata berbasis pada alam dengan mengikutkan aspek pendidikan, interpretasi terhadap lingkungan alami, dan budaya masyarakat dengan pengelolaan kelestarian ekologis. Definisi ini memberi penegasan bahwa aspek yang terkait tidak hanya bisnis seperti halnya bentuk pariwisata lainnya, tetapi lebih dekat dengan pariwisata Minat Khusus. Alternative Tourism atau Special Interest Tourism dengan obyek dan daya tarik wisata alam. METODE PENELITIAN Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang mengungkap fakta, keadaan, fenomena, variabel dan keadaan yang terjadi saat penelitian berjalan dan menyuguhkan apa adanya dengan menggunakan kalimat. Kriteria data dalam penelitian kualitatif adalah data yang pasti atau data yang sebenarnya terjadi sebagaimana adanya yang mengandung makna. Metode penelitian ini digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna. Makna adalah data yang sebenarnya, data yang pasti yang merupakan suatu nilai dibalik data yang tampak. Oleh karena itu, dalam penelitian kualitatif tidak menekankan pada generalisasi, tetapi lebih menekankan pada makna. Generalisasi dalam penelitian kualitatif dinamakan transferability, artinya hasil penelitian tersebut dapat digunakan ditempat lain manakala tempat tersebut memiliki karakteristik yang tidak jauh berbeda (Sugiyono, 2018: 08- . Penelitian kualitatif dimaksud untuk mengungkapkan dan memahami kenyataan-kenyataan yang terjadi di lapangan sebagaimana Melalui penelitian kualitatif akan lebih luas dan mendalam mengungkap kajian tentang penelitian tersebut. Jenis pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatatif. HASIL DAN PEMBAHASAN Kawasan konservasi ini terbentuk dari kesadaran kelompok masyarakat terhadap sedikitnya dan menyusutnya jumlah penyu yang ada di alam bebas. Pada waktu sebelum adanya konservasi penyu ini dibentuk, telur-telur penyu yang sebelumnya ditemukan oleh warga dijual kepasar untuk dijadikan konsumsi, namun setelah ada wilayah konservasi ini mereka membiarkan telur- telur tersebut menetas. Tempat ini menjadi salah satu wilayah konservasi resmi yang telah ditetapkan oleh pemerintah Lombok Barat. Bantuan dalam mengurus konservasi ini berasal dari dana yang diberikan pemerintah, sumbangan dari komunitas pecinta alam, wisatawan dan dari pendanaan dari Bantuan yang diberikan biasanya dapat berupa air, selang spiral dan kebutuhan lainnya yang dapat menujang pengelololan. Pengelolaan kawasan ekosistem penyu di Kabupaten Lombok Barat ini pada dasarnya tetap diawasi oleh pemerintah dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Barat. Kurang lebih terdapat 3 jenis penyu yang di kembang biakkan di kawasan ekosistem desa Kuranji ini, yaitu jenis penyu lekang dan penyu sisik. Pengelolaan penyu dengan prinsip konservasi ini pada dasarnya diharapkan dapat memiliki a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 kesinambungan dengan kegiatan pariwisata di Nusa Tenggara Barat. Penyu-penyu yang berada di tempat ini di pelihara dari kecil hingga siap untuk dilepas kembali. Selama di masa penangkaran, penyu penyu tersebut diberi makan dengan potongan-potongan ikan kecil dan ditempatkan di kolam terpisah. Wilayah konservasi ini sedang dalam proses pemantapan dan perbaikan demi kenyamanan wisatawan yang akan berkunjung. Selain menjadi tempat wisata, wilayah konservasi yang terbentuk bersama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Barat ini menjadi tempat penelitian dan program pendidikan. Tentunya hal ini sangat bermanfaat untuk masyarakat umum serta dapat meningkatkan sektor perekonomian masyarakat desa Kuranji Dalang. Salah satu pengelola konservasi penyu di desa Kuranji ini pun mengatakan jangan sampai penyu hanya menjadi sebatas cerita tanpa dapat dilihat langsung keberadaannya oleh generasi yang akan datang. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa jenis penyu yang bertelur di pantai Desa Kuranji dalang adalah penyu abu-abu atau penyu lekang dengan nama latin Lepidochelys olivacea dengan wilayah pantai pendaratan sepanjang 2. 3 Km dengan batas dua muara sungai yaitu sungai mapak dan Kuranji induk. Penyu yang mendarat di Pantai Kuranji Desa Kuranji dalang bersifat musiman, puncak musim bertelur terjadi pada bulan Mei. Berdasarkan hasil pengamatan, pendaratan penyu paling awal ditemukan pada pukul 20. 50 Wita dan terakhir 04. 45 Wita. Hasil ini berbeda dengan yang dilaporkan oleh Direktorat Konservasi dan Taman Nasional Laut . yang menyatakan waktu bertelur penyu abu-abu terjadi pada pukul 20. Di pantai Kuranji dalang dalam dalam satu malam dapat terjadi 1-3 pendaratan penyu dengan frequensi tertinggi terjadi pada pukul 20. Ukuran tubuh penyu yang berhasil teridentifikasi cukup beragam, penyu paling besar yang tercatat memiliki panjang karapas 74 cm dan lebar karapas 68 cm dan yang terkecil memiliki panjang karapas 65 cm dan lebar karapas 64 cm. Ukuran tersebut menunjukkan penyu-penyu yang bertelur di Pantai Kuranji Desa Kuranji dalang berada dalam rentang usia muda. Gambar 1. Perjumpaan Penyu Di Pantai Kuranji Ukuran tubuh penyu yang berhasil teridentifikasi cukup beragam, penyu paling besar yang tercatat memiliki panjang karapas 74 cm dan lebar karapas 68 cm dan yang terkecil memiliki panjang karapas 65 cm dan lebar karapas 64 cm. Ukuran tersebut menunjukkan penyu-penyu yang bertelur di Pantai Kuranji Desa Kuranji dalang berada dalam rentang usia muda. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Gambar 2. Frekuensi Ukuran Penyu Dari hasil pengamatan yang dilakukan peneliti, ada beberapa aspek yang menjadi pertimbangan dalam konservasi penyu dikawasan pantai kuranji ini, aspek upaya yang dilakukan oleh pengelola konservasi penyu yaitu aspek operasional, kelembagaan, peraturan, pembiayaan dan peran serta masyarakat dalam upaya konservasi penyu di Desa Kuranji dalang Kabupaten Lombok barat Provinsi NTB. Berkaitan dengan teknis pemeliharaan penyu, sarana dan prasarana pengelolaan, media yang digunakan antara lain: Aspek kelembagaan berkaitan dengan bagaimana kelompok dan sumberdayanya dalam menggerakkan sistem operasional, meliputi pembagian tugas dan tanggung jawab selain itu juga berkaitan dengan pembangunan kerjasama dengan instansi Aspek peraturan berkaitan dengan upaya membangun aturan dan pembuatan regulasi yang jelassehingga mampu mengurangi dan mencegah timbulnya permasalahan. Aspek pembiayaan berkaitan dengan bagaimana pengelolaan keuangan meliputi mekanisme pembiayaan, sumber, alokasi anggaran dan penggunaan anggaran. Aspek peran masyarakat, merupakan aspek yang mendukung berjalannya sistem pengelolaan, meliputi upaya-upaya sosialisasi, edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Berdasarkan aspek teknis konservasi penyu peneliti menganalisis pengelolaan dan faktor pendorong menjadi hambatan pengembangan kawasan konservasi penyu. Hingga saat ini dari data tersebut masih adanya sehingga para pengelola berinisiatif untuk mengembangkan kawasan konservasi penyu melalui berbagai kerjasama. Dari hasil analisis data peneliti menganalsisi menggunakan analisi SWOT, diantaranya yaitu: Kekuatan (Strength. adalah terkait dengan pengelolaan dikawasan konservasi penyu dipantai Kuranji sangatlah efisien bagi para pengelola dilihat dari faktor pendorong dengan kerjasama antar beberapa pemerintah dan balai pengelola pelestarian. Oleh karena itu saat ini yang menjadi kekuatan yaitu dukungan yang sangat membantu bagi para pengelolaa dalam pelestarian habitat penyu. Kelemahan (Weaknesse. Dari analisi sumber terkait dengan kelemahan dikawasan konservasi penyu saat ini yaitu organisai yang msih belom sadar akannya pelestarian perlindungan habitat penyu dan juga beberpa faktor utama yaitu masyarakt masih membiarkan sampah berserakan sehingga pelestarian berkembang biaknya penyu masih sangat minim dikawasan tersebut. Peluang (Opportunitie. adalah pada kawasan konservasi penyu merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi yang sangat besar dimana penyu adalah salah satu satwa dengan memilki berbagai upaya perlindungan dan pelestariannya, dari segi minat kunjungan konservasi penyu a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 sangat efisien dengan dijadikan sebagi tempat edukasi bagi para pengunjung. Sehingga pelestariannya sangat memilki peluang dan dikemas dijadikan sebagai sebuah tempat eduekowisata dan dapat membantu perekonomian masyaratkat yang ada. Ancaman (Threat. adalah situasi pada kawasan konservasi penyu ada beberapa faktor hambatan dan ancaman bagi para pengelola dari segi sampah yang menjadi faktor pelestarian lingkungan dan juga dukungan dari pemerintah setempat sehingga ancaman tersbut sangat berpengaruh dengan kepentingan konservasi penyu dikawasan pantai Kuranji Lombok Barat. Pembahasan Berdasarkan data hasil penelitian yang peneliti dapatkan, baik dari data hasil wawancara terhadap informan penelitian, baik dari hasil pengamatan yang peneliti lakukan serta hasil dokumentasi yang peneliti lakukan apa saja daya tarik wisata edukasi dipantai Kuranji dan bagaimna faktor pendorong dan hambatan kawasan konservasi penyu dipantai Kuranji. Pembahasan dilakukan berdasarkan pertanyaan dari fokus masalah yang telah ditetapkan. Adapun beberapa aspek yang akan dijadikan pembahasan dalam penelitian ini adalah: Daya Tarik Konservasi Penyu Sebagai Edu-Ekowisata Pantai Kuranji Dalang Desa Kuranji Dalang terletak di Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok barat Provinsi NTB. Desa Kuranji Dalang menyimpan potensi keanekaragaman hayati salah satunya adalah penyu. Penyu merupakan jenis satwaliar dari kelas reptilia yang hidup dilaut, penyu betina hanya naik ke darat saat bertelur. Di Indonesia, penyu merupakan satwaliar dilindungi. Suatu satwa ditetapkan menjadi jenis dilindungi berdasarkan PP No 7 tahun 1999 karena memiliki kriteria populasi yang kecil, adanya penurunan yang tajam pada jumlah individu di alam dan daerah penyebaran yang terbatas. Keberadaan penyu di alam apabila tidak diperhatikan maka dikawatirkan dapat mengarah kepada kepunahan. Kerusakan habitat pantai, aktivitas perikanan dan pengelolaan teknik-teknik konservasi yang tidak memadai. Penyu merupakan jenis satwaliar dari kelas reptilia yang sebagian besar hidupnya dihabiskan di dalam laut. Penyu . naik ke darat hanya untuk bertelur. Penyu meletakkan telur di pasir pantai dengan cara menggali lalu menimbun kembali telur tersebut dan meninggalkannya hingga menetas. Penyu termasuk satwa yang tidak mengerami atau merawat telurnya, sehingga pemeliharaan telur diserahkan sepenuhnya pada kondisi alam. Kondisi alam yang tidak menentu dan gangguan dari predator mengakibatkan tidak semua dari telur yang dihasilkan tersebut dapat menetas. Kelompok Kerabat Penyu Lombok aktif dalam upaya-upaya penyelamatan dan kampanye pelestarian penyu. Kegiatan yang dilakukan oleh kelompok Kerabat Penyu Lombok diantaranya melakukan patroli . pantai bersama masyarakat dan stakeholder terkait, melakukan relokasi telur ke tempat aman, aksi bersih pantai, sosialisasi, membangun unit pengelolaan populasi berupa penangkaran . , melakukan penandaan, pelepasliaran, program adopsi telur dan berbagai kegiatan wisata edukasi. Dalam perkembangannya saat ini, telur yang diperoleh dari kegiatan patroli . maupun penyerahan oleh masyarakat dikelola melalui kegiatan penangkaran intensif dengan teknik pemeliharaan semi alami. Telur direlokasi menuju tempat penyimpanan berupa bak pemeliharaan buatan yang dilengkapi atap dan pagar . pengaman serta diberi papan keterangan. Telur akan berada di tempat ini hingga tukik menetas. Adapun model upaya konservasi penyu sebagai edukasi bagi para masyarkat yang menjadi program penting dan tata cara atau langkah melindungi serta menyelamtkan satwa langka ini. Hal tersebut sangatlah efektif bagi edukasi para pengunjung. Desa Kuranji merujuk 3 aspek edukasi yaitu, perlindungan, pengawetan, dan pemanfatan. Perlindungan a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, faktor permasalahan terhadap upaya pelestarian penyu di Desa Kuranji dalang antara lain masih terjadinya pengambilan telur penyu untuk tujuan konsumsi secara langsung maupun untuk dijual ke pasar, aktivitas ini pada umumnya dilakuan oleh warga desa setempat. Adanya peluang rusaknya telur akibat faktor alam seperti busuk ketika terendam air pasang dan air hujan, hal tersebut berhubungan dengan suhu, telur yang terendam mengakibatkan suhu berubah. Oleh karena itu perlu adanya sebuah edukasi yang dilakukan oleh pengelola dalam memberikan arahan bagi para masyarakt sekitar tentang edukasi perlindunga untuk hewan satwa langka ini. Dengan adanya edukasi perlindungan maka masyarakt lebih mengenal dan mereka lebih paham apa yang harus mereka lakukan untuk melakukan perlindungan bagi hewan satwa langka atau penyu tersbut. Pada aspek perlindungan, upaya konservasi yang dilakukan Desa Kuranji dalang diantaranya adalah membentuk kelompok masyarakat pelestari penyu dengan nama Kerabat Penyu Lombok dan menetapkan pesisir pantai Kuranji dalang sebagai kawasan ekosistem esensial. Kelompok Kerabat Penyu Lombok berdiri pada tahun 2015, merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang bersifat non profit oriented. Saat ini Kerabat Penyu Lombok terdiri dari tiga orang pengurus aktif. Berdirinya kelompok Kerabat Penyu Lombok memiliki tujuan untuk memelihara habitat alami penyu di kawasan Desa Kuranji dalang, melakukan patroli bersama masyarakat, meningkatkan populasi satwa penyu melalui kegiatan pemeliharaan intensif di penangkaran . , menyelenggarakan kegiatan wisata edukasi secara berkelanjutan, menjalin kerjasama dengan berbagai pihak sehingga upaya pelestarian penyu menjadi efektif dan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya upaya pelestarian Pengawetan Upaya konservasi dilakukan melalui pengelolaan habitat dan populasi baik tumbuhan maupun satwa. Pengawetan juga memiliki makna menjaga dan mengembangbiakkan jenis tumbuhan dan satwa untuk menghindari bahaya kepunahan. Pengawetan merupakan tahapan ke dua yang dilakukan dalam upaya pelestarian penyu setelah kegiatan perlindungan Pada hakikatnya kegiatan pengawetan penyu akan efektif dilakukan ketika faktor permasalahan yang terjadi telah teratasi dengan baik. Upaya pengawetan penyu yang dilakukan di Desa Kuranji dalang diantaranya inventarisasi dan pemantauan penyu bertelur, penandaan penyu . , pembinaan populasi melalui kegiatan penangkaran intensif . , pelepasliaran dan kegiatan penelitian. Inventarisasi dan pemantauan penyu biasanya dilakukan kelompok bersama stakeholder terkait diantaranya pihak BKSDA NTB dan pihak universitas setempat . Setiap individu penyu yang ditemukan . aik bertelu. biasanya dilakukan kegiatan penandaan atau tagging, yaitu pemasangan alat penanda berupa plat titanium berisi kode register. Kegiatan tagging bertujuan memberikan identitas pada penyu untuk mengetahui frequensi kenaikan, pemetaan wilayah jelajah dan perilaku singgah / migrasi penyu. Pemanfaatan Kegiatan pemanfaatan yang dilakukan oleh kelompok Kerabat Penyu Lombok di Desa Kuranji dalang diantaranya yaitu wisata edukasi . dan program adopsi tukik. Selain sebagai kawasan pelestarian . , penangkaran penyu kelompok Kerabat Penyu Lombok Desa Kuranji dalang juga dibuka untuk kunjungan umum wisatawan. Para pengunjung yang datang dapat menikmati wisata edukasi dipandu langsung oleh pengelola, diantaranya mempelajari siklus hidup penyu, perilaku, habitat beserta ancaman kelestariannya. Pengunjung yang datang tidak dipungut biaya, akan tetapi pengelola menyediakan kotak donasi sukarela. Program adopsi tukik merupakan kegiatan yang dilakukan dengan konsep adanya pihak a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 yang bersedia menanggung biaya perawatan . emberikan donas. selama penyu berada di penangkaran hingga siap untuk di release. Program adopsi merupakan sumber pendanaan utama yang diperoleh kelompok Kerabat Penyu Lombok yang digunakan untuk membiayai pakan tukik, upah tenaga perawat tukik dan operasional penangkaran lainnya. Adopter juga diberi kesempatan untuk bersama Ae sama nantinya melakukan kegiatan release. Hingga saat ini adopter tukik berasal dari berbagai pihak seperti swasta . otel-hotel di Lombok bara. dan ada pula yang berasal dari perorangan. Jadi dapat disimpulkan dari ketiga aspek upaya konservasi penyu yang menjadi nilai edukasi para pengunjung ialah konservasi penyu sejauh ini telah berjalan dengan baik seperti sudah adanya ijin resmi penangkaran dari KEEK Penyu Lombok Barat selanjutnya telah terciptanya badan pengelola khusus untuk memelihara dan mengelola segala bentuk kebutuhan pada pantai Kuranji khususnya pada daya tarik penangkaran penyu serta telah menjalin kerjasama kepada banyak pihak yang terkait seperti pemerintah dalam hal ini diwakilkan oleh BKSDA dan organisasi-organisasi pencinta penyu dalam hal ini ialah AuKerabat Penyu Lombok. Konservasi Penyu Pantai NipahAy walaupun memiliki pengelolaan yang baik akan tetapi masih banyak hal yang seharusnya telah disiapkan oleh badan pengelola seperti pengelolaan media sosial yang hingga saat ini belum ada sehingga tingkat promosi dan informasi terkait adanya penangkaran penyu di Pantai Kuranji masih rendah, beberapa keterangan mengatakan kenapa hal tersebut terjadi ialah kurangnya wawasan tentang fungsi dan kegunaan dari media sosial untuk itu sangat penting untuk diadakan sosialisasi tentang fungsi media sosial kepada petugas pengelola agar dapat lebih menggaungkan segala bentuk informasi keberadaan penangkaran penyu tentunya hal tersebut akan berdampak kepada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Daya Tarik Pantai Kuranji Daya tarik wisata merupakan segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, keanekaragaman alam, budaya dan atau hasil kegiatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan orang untuk berkunjung melakukan wisata. Pantai Kuranji menawarkan beberapa jenis wisata sekaligus antara lain sebagai berikut: Wisata Alam Pantai Pantai ini memiliki pemandangan yang sangat indah yang dapat menggugah para pengunjung untuk datang kembali ke sini karena di pantai itu di kelilingi oleh gunung dan beberapa pepohonan yang terlihat indah. Selain itu pantai ini berada di barat pulau, sehingga di sore hari kita dapat menikmati indahnya sunset dari pantai ini. Keindahan pantai ini dapat dilihat pada gambar berikut ini : Gambar 3. Keindahan Pantai Kuranji a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Wisata Religi Masyarakat Lombok secara umum mengenal tradisi Lebaran Topat . , lebaran yang dilaksanakan setelah puasa syawal enam hari sehabis Idul Fitri. Ciri utama lebaran ini adalah topat. Warga membuat topat jadi bekal di makam dan pantai. Di sekitar Pantai Kuranji juga terdapat makam keramat Bontong yang sering dikunjungi masyarakat Lombok untuk Setelah ke makam, warga melanjutkannya dengan menyerbu kawasan pantai. Wisata Edukasi Objek wisata Pantai Kuranji juga telah diresmikan menjadi Kawasan Ekosistem Esensial Koridor (KEEK) Penyu Kabupaten Lombok Barat berdasarkan SK Bupati Lombok Barat No. 345/6/DLH/2017. Peresmian kawasan ditandai dengan aksi pelepasan 50 tukik . nak peny. ke lautan yang dihadiri sejumlah wisatawan lokal dan asing yang berasal dari Jerman (Balai KSDA NTB, 2. Lokasi ini dapat dijadikan sebagai tempat belajar maupun penelitian bagi pelajar maupun mahasiswa. Gambar 4. Keindahan Pantai Kuranji Wisata Budaya Masyarakat Desa Kuranji Dalang memiliki tradisi unik yang disebut dengan Roah Segare (Ruwatan Lau. adalah salah satu tradisi rutin yang dilaksanakan setiap bulan Muharram dalam penanggalan Hijriyah/Islam sebagai bentuk rasa syukur. Gambar 5. Roah Segara Pantai Kuranji Adapaun Karakteristik Wisatawan Karakteristik wisatawan yang berkunjung ke Pantai a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Kuranji diketahui dari hasil wawancara yang diberikan ke wisatawan. Parameter yang digunakan untuk menilai kakateristik wisatawa meliputi status perkawinan, jarak tempat tinggal, pendidikan terakhir, pekerjaan dan penghasilan. Tabel 1. Karakteristik Wisatawan Parameter Keterangan Wisatawan Pantai Kuranji didominasi oleh masyarakat yang telah berkeluarga yaitu 97%. Status perkawinan sedangkan yang masih singgel/belum nikah hanya Berdasarkan jarak rumah ke Pantai Kuranji menunjukkan yang paling besar adalah yang > 5 km yaitu 37%, kemudian disusul oleh masyarakat Jarak tempat tinggal yang tempat tinggalnya 1-3 km dari pantai kuranji yaitu 33%, selanjutnya wisatawan yang jarak tempat tinggalnya < 1km sebesar 27%. Pendidikan terakhir wisatawan pantai Kuranji mayoritas adalah lulusan perguruan tinggi yaitu Pendidikan terakhir 47% dan lulusan SMA sebesar 40%. Sedangkan untuk yang lulusan SMP 10% dan lulusan SD 3 Pekerjaan wisatawan Pantai Kuranji sangat beragam dan terlihat tersebar merata, yaitu Pekerjaan wiraswasta sebesar 23%, kemudian PNS, swasta dan ibu rumah tangga masing-masing 20%, selanjutnya jenis pekerjaan lainlain 17% Pengahsilan wisatawan pantai Kuranji didominasi oleh masyarakat yang berpenghasilan 1-3 juta/bulan sebesar 73%. Kemudian disusul oleh Penghasilan masyarakat yang berpenghasilan 3-5 juta/bulan sebesar 17% dan masyarakat yang berpenghasilan lebih kecil dari 1 juta/bulan sebesar 10%. Motivasi setiap orang melakukan kegiatan berbeda-beda. Untuk mengetahui motivasi para pengunjung peneliti melakukan berbagai wawancara serta observasi kepada para pengunjung yang melakukanan kunjungan kepantai kuranji dalang Lombok Barat. Beberapa hasil wawancara yang dilakukan oleh pdneliti dapat disimmpulkan setiap orang yang berkunjung kepantai memilki suatu kegiatan apa yang mereka ingin lihag dipantai Kuranji dan apa yang akan mereka lakukandipantai Kuranji tersebut. Sehinga para pengunjung memilki suatu motivasi yang menjadi penguat dalam mengnjungi pantai Kuranji Dalang Lombok Barat Tabel 2. Hasil Wawancara Wisatawan a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Gambar 6. Motivasi Kunjungan Dari hasil data peneliti merupakan data yang sudah valid dari beberapa sumber terkait dengan beberapa aspek kunjugan wisatawana, dari hal tersebut data yang diperoleh oleh peneliti dari hasil wawancara terhadap beberapa pihak pengelola serta pihak pemerinthan desa. Data kunjungan wisatawan meliputi beberapa aspek dari motivas dan karakteristik wisatawan. Dari tahun 2018 hingaa tahun 2024 saat ini ada sudah mengalami peningkatan kunjungan, dikaraenakana potensi pantai Kuranji menambah adanya sebuah penangkran penyu sebagai daya tarik wisata bagi para pengunjung yang ingin memaahami tentang hewan satwa langka atau habitata Faktor Pendorong & Hambatan Pengelolaan Kawasan Konservasi Penyu Pantai Kuranji Adapun beberapa faktor pendorong dalam pengelolaan konservasi Penyu di pantai Kuranji terbagi menjadi dua faktor antara lain: Faktor Internal Pendorong Faktor internal ini meliputi hal-hal yang melekat pada masing Ae masing invidu atau kelompok yang terlibat yaitu: Respontif Tanggapan terhadap permasalahan bersama merupakan indikasi awal bagaimana keterlibatan seseorang itu bisa menumbuhsuburkan semangat kesadaran kolektif untuk saling bekerja bersama Ae sama. Transparansi Sikap terbuka terhadap semua kritik maupun sumbang saran merupakan bagian terpenting bagi pendewasaan sekaligus untuk mengetahui sejauh mana proses kerjasama itu bisa berjalan sesuai kesepakatan dan sampai pada tujuan yang telah ditetapkan. Dapat dipercaya Pendelegasian atas apa yang telah menjadi keputusan bersama harus diserahkan kepada orang yang benar Ae benar bisa menjaga kepercayaan publik, disamping perlu juga mempertimbangkan tingkat kompetensi dan profesionalitas. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Kapasitas pengetahuan Apalagi segala sesuatu didasari oleh pemikiran yang cerdas dan pengalaman yang cukup matang maka akan mempermudah penjabaran program yang hendak dikerjakan sehingga mudah diterima oleh setiap warga masyarakat. Konsistensi Pada umumnya orang Ae orang desa akan lebih melihat dari sisi empirisnya, apakah semua yang dikerjakan itu benar Ae benar sudah sesuai dengan apa yang telah dibicarakan, selanjutnya dibahas dalam rapat kemudian diputuskan menjadi keputusan bersama di tingkat forum rembuk atau musyawarah desa. Akuntabelitas Pertanggungjawaban publik akan memberikan titik terang serta dapat mengubur dalamdalam munculnya sakwasangka banyak orang sehingga untuk di kemudian hari orang semakin percaya dan merasa dimanusiakan. Akuntabelitas pubilk merupakan tolok ukur keberhasilan program kerja yang telah dilakukan, karena setelah itu akan dapat diadakan evaluasi program, dan didapatkan umpan balik dema perbaikan dalam penetapan program selanjutnya. Faktor Eksternal Pendorong Faktor eksternal ini meliputi hal-hal yang muncul karena pengaruh Juaran, misalnya kondisi lingkungan sosial, pola interaksi komunitas dan akibat kontak-kontak sosial-kemasyarakatan, yang sering dianggap dapat mempengaruhi masing-masing individu maupun kelompok yang terlibat, antara lain: Menejemen konflik yang benar Pertentangan sosial antara individu dengan sesama individu ataupun individu dengan kelompok masyarakat merupakan bagian dari dinamika sosial yang tak mungkin dihindari Namun yang terpenting ialah, bagaimana cara efektif mengelola konflik tersebut sehingga menjadi sesuatu yang bernilai konstruktif dan Kontrak sosial dan politik yang jelas Kesepakatan bersama dalam urusan pengelolaan pemerintahan maupun kemasyarakatan harus dibuat secara tegas dan menjadi aturan main yang harus dijunjung tinggi, hal ini demi menghindari beragam penyelewengan, interpretasi sepihak dan klaim-klaim kebenaran lainnya yang justru merugikan banyak orang. Pola komunikasi yang dialogis Membuka ruang dialog tidak hanya dapat membantu kemacetan berpikir, tetapi juga ruh yang senantiasa menghi dupkan kerjasama tim. Nuansa kekerabatan atau harmonitas sosial Hampir seluruh aktivitas kemasyara-katan yang berlangsung di desa senantiasa mengarah pada penguatan ikatan komunalitas, dan atau demi terciptanya solidaritas dan soliditas antar sesama Tampilan-tampilan budaya seperti kondangan . , layatan . a'ziya. , gugur gunung . dan lain-lain adalah keniscayaan tindakan sosial yang tidak bisa dikesampingkan dari dinamika kultural alam pedesaan. Iklim politik yang kondusif Preferensi politik kepada tokoh panutan menunjukkan bahwa orang-orang desa tidak terlalu menganggap penting pada identitas politiknya. Regulasi yang berpihak kepada rakyat sistem perundang-undangan yang akomodatif terhadap kepentingan semua pihak dan memenuhi rasa keadilan adalah suatu pokok jaminan yang a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 memungkinkan banyak orang semakin sadar akan kewajibannya untuk terlibat dalam pengaturan dan penentuan nasib bersama. Dari hasil faktor pendorong adapaun hamabatan yang menjadi permasalah pengemabangan ada 2 faktor yaitu: Fakor Penghambat Internal Secara internal partisipasi warga akan sulit berkembang dikarenakan faktor-faktor penghambat yang mempengaruhi kinerja individu maupun kelompok masyarakat yang terlibat di Beberapa sifat itu antara lain adalah: Otoriter, setiap pemaksaan kehendak tidak bakal bisa ditolelr karena dapat dianggap merusak keputusan awal dan kerjasama kelompok yang telah disepakati bersama. Anti kritik, menutup pintu kritik sama halnya menghambat terwujudnya sebuah misi yang telah cita-citakan serta merusak komitmen bersama. Sentimen kelompok, kepicikan dan egoisme tidak akan mungkin membuat orang lain bisa tenang dalam bekerja. Klaim kebenaran . rurt clai. , tidak seorangpun yang dapat memonopoli kebenaran karena setiap orang tentu dikaruniai Tuhan atas kelebihan dan kekurangannya. Upaya memaksakan kebenaran sama artinya menuai kehancuran sendari awal. Fanatisme sempit, cara pandang yang sempit akan membuat seseorang mati langkah karena ternyata banyak alternatif berpikir yang lebih membukakan cakrawala dan wawasan ke depan. Faktor Penghambat Eksternal Secara eksnternal partisipasi warga juga akan sulit berkembang manakala faktor-faktor seperti, lingkungan sosial, pola interaksi sosial dan sistem kemasyarakatannya tidak memberikan suasana yang kondusif bagi pertumbuhan partisipasi warga, demikian itu antara lain adalah: Tipe kepemimpinan paternalistik, mengidentifikasi sosok pemimpin sebagai seorang ayah biasanya akan banyak menuntut kepatuhan- kepatuhan tertentu yang tidak rasional dan bukan pada tempatnya Menganggap sang pemimpin lebih dari segala-galanya berarti awal kemunduran. Konflik horizontal atau keretakkan sosial, konsolidasi warga dan kelembagaan desa beserta stake-holders akan menemui jalan buntu selagi masih tersisakan pertentangan di antara warga Pembilahan sosial atau polarisasi massa, pengelompokkan warga masyarakat kepada sekatsekat sosial dapat menjadi bumerang yang pada giliranya mengakibatkan persaingan yang tidak Modal sosial menurun, melemahnya tingkat kepercayaan warga . utual trus. tanpa disadari membawa akibat-akibat negatif berkepanjangan yang dapat mempengaruhi jalannya pemerintahan desa maupun pola hubungan masyarakat sehingga program-program yang dicanangkan tidak mungkin dapat membawa nilai perbaikan berarti. Kebijakan yang memihak, sekecil apapun rasa keadilan harus didistribusikan merata. Sebab, biasanya pertentangan dan pertengkaran kelompok diawali oleh akumulasi ketidakpuasan para anggota karena pendelegasian tugas dan wewenang yang salah sasaran. Berdasarkan faktor pendorog dan penghambat yang menjadi indikator kekuatan dan kelemahan disuatu wilayah atau kawasan, dapat disimpulkan bahwasanya setiap masyaratak atau kelompok memliki kriteria dan invidu masing Ae masing yang menjadi perbedaan dan pertimbangan segala sesuatu kegiatan atau program yang dilakukan. Oleh karena itu para masyarakat dan pengelolan dapat dianalaisi kertelibatan serta kesadaran mereka dalam mnentukan tujuan bersama. Berkembang atau tidaknya tingkat partisipasi warga sangat ditentukan seberapa kuat pengaruh dari a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 kedua faktor yang berkembang ditengah-tengah masyarakat. PENUTUP Kesimpulan Dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi Penyu ini masiih dalam tahap pengelolaan pengembangan yang Dimana para pengelola bekerjasama dengan berbagai pihak untuk melakukan dorongan agar kawaasan tersebut berkembang dengan pesat. Adapun pengelola Upaya konservasi ini terhadap hewan satwa langka yaitu , perlindungan , pengawetan dan pemanfaatan. Saran Untuk para pengelola Kawasan konservasi penyu lebih meningkatkan pengembangan Kawasan dengan mampu bekerjasama dengan parap pemrintah dan pihak insatnsi, serta meningkatkan sosialiasi edukasi terhadap habitat penyu Untuk para masyarkat dan pemerintahh agar lebih ikut serta dalam pengembangan Kawasan dan pengeloaan supaya Kawasan tersebut berkembang dengan semestinya. DAFTAR PUSTAKA