MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 355-367 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PETANI MENGGUNAKAN TEKNOLOGI PADA BUDIDAYA MANGGIS DI JAWA BARAT FACTORS INFLUENCE FARMER'S DECISIONS USING TECHNOLOGY IN MANGOSTEEN CULTIVATION IN WEST JAVA Dini Rochdiani*. Sulistyodewi Nur Wiyono. Kuswarini Kusno. Lies Sulistyowati. Yosini Deliana. Sri Fatimah. Gema Wibawa Mukti Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Jl. Raya Bandung-Sumedang KM 21 Jatinangor 45363 *E-mail: dini17@unpad. id dan dini. rochdiani@yahoo. (Diterima 25-07-2019. Disetujui 30-07-2. ABSTRAK Jumlah produksi manggis yang dihasilkan petani untuk tujuan ekspor masih rendah. Teknik budidaya dan penerapan teknologi yang berdaya guna belum sepenuhnya sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Good Agricultural Practices (GAP), seperti penggunaan benih unggul, dosis cara dan waktu pemupukan, pengamatan dan pengendalian OPT, serta perlakuan panen dan pasca panen. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani menggunakan teknologi pada budidaya manggis. Metode penelitian yang digunakan adalah survey terhadap 69 petani manggis yang dipilih secara simple random sampling serta dianalisis menggunakan regresi dengan model System Equations. Hasil penelitian memperlihatkan, bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam menggunakan teknologi budidaya manggis untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil panen yaitu aset petani berupa asset fisik, non fisik dan ases akses petani. Aset fisik yaitu jumlah kepemilikan pohon, sawah, kendaraan, dan pendapatan di luar usahatani, aset non fisik yaitu jumlah anggota keluarga berusia produktif, dan aset akses petani yaitu lamanya waktu tempuh dari kebun ke jalan propinsi. Kata kunci: Keputusan, petani, teknologi, manggis ABSTRACT The amount of mangosteen produced by farmers for export purposes is still low. Useful cultivation techniques and technology applications are not yet fully compliant with the Standard Operating Procedures (SOP) and Good Agricultural Practices (GAP), such as the use of superior seeds, dosage methods and times of fertilization, observation and control of pests, and harvest and post-harvest this is identifying the factors that influence farmers' decision to use technology in mangosteen cultivation. The research method used was a survey of 69 mangosteen farmers selected by simple random sampling and location selected by multistage random sampling. The factor analysis was used Regression with System Equations Model. The results of the study show that the factors that influence farmers' decision to use mangosteen cultivation technology to increase production and quality of crops are farmers' assets, namely physical assets, non-physical assets and access to farmers' access. Physical assets, namely the number of ownership of trees, rice fields, vehicles, and income outside of farming. Non-physical assets, namely the number of productive age family members, farmers' access assets, namely the length of travel time from the garden to the provincial road. Keywords: Decisions, farmers, technology, mangosteen FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PETANI MENGGUNAKAN TEKNOLOGI PADA BUDIDAYA MANGGIS DI JAWA BARAT Dini Rochdiani, dkk kuning akan menetes keluar (Qosim. PENDAHULUAN Manggis (Queen of Tropical Frui. Permintaan buah manggis semakin primadona ekspor buah andalan Indonesia hari semakin meningkat yaitu rata-rata yang memberikan kontribusi besar pada 50% per tahun dan hal ini seharusnya devisa negara dan pendapatan petani. Tujuan ekspor manggis yaitu Hongkong. Taiwan. RRC. Sentra produksi manggis manggis bagi para petani Indonesia. terbesar di Indonesia adalah Jawa Barat. Namun kenyataannya, potensi ekonomi antara lain Tasikmalaya dan Purwakarta tersebut belum tergali karena permintaan (Dinas Perkebunan, 2. manggis 200 ton per hari, hanya dapat Budidaya manggis cocok pada terpenuhi 100 ton per hari . aru 50% daerah yang memiliki tanah yang subur, terpenuh. (Rochdiani dkk, 2. gembur, mengandung bahan organik. Derajat kemasaman tanah . H tana. ideal adalah 5Ae7. Tanaman manggis dapat tumbuh di daerah dataran rendah sampai . Pertumbuhan Gambar 1. Perkembangan Produksi dan Ekspor Manggis di Indonesia. Tahun 20132017 . alam To. (BPS, 2. terbaik pada daerah dengan ketinggian di bawah 500-600 m dpl, memiliki drainase Rendahnya ekspor buah manggis baik tidak tergenang serta air tanah berada 50Ae200 hasil perkebunan rakyat disebabkan oleh produsen lokal belum mampu memenuhi (Poerwanto, 2. Saat ini tanaman manggis sudah banyak dilakukan oleh para petani Indonesia, apalagi banyak ahli internasional (Firdaus, yang menemukan berbagai khasiat dan Untuk menghasilkan produksi manggis yang manfaat dari tanaman buah manggis untuk berkualitas serta berkelanjutan dibutuhkan kesehatan tubuh manusia, mulai dari daging sampai kulitnya. Kulit buah mengandung getah kuning yang terasa Masalahnya, walau teknologi dan cara pahit, jika buah muda dilukai maka getah pembudidayaan manggis yang intensif MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 355-367 telah diperkenalkan oleh pemerintah tetapi tersebut . Menurut Smith dan petani memiliki persepsi yang berbeda Wekeley . dalam Qanti . , produktivitas adalah produksi atau output yang dihasilkan dalam satu kesatuan keberhasilannya masih sangat terbatas. waktu untuk input. Masalah lain, masih banyaknya hambatan Dalam dalam penerapan teknologi budidaya yang membuat keputusan dalam penggunaan dipengaruhi faktor internal dan eksternal pupuk, belum sepenuhnya melaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Good Agricultural Practices kualitasnya rendah dan sedikit yang dapat (GAP), seperti dosis, cara dan waktu diekspor . ekitar 20%) (BPS, 2. Kondisi ini menyebabkan Akibatnya manggis Indonesia kurang dapat bersaing dengan manggis dari negara lain seperti Malaysia. Thailand dan produksi rendah. Tujuan penelitian ini Amerika Latin. faktor-faktor Faktor-faktor yang mempengaruhi yang mempengaruhi keputusan petani keputusan petani . n far. terutama menggunakan teknologi pada budidaya dalam penerapan teknologi budidaya, antara lain faktor yang mempengaruhi output, faktor yang mempengaruhi adopsi METODE PENELITIAN penggunaan tenaga kerja dan faktor yang Metode penelitian yang digunakan mempengaruhi adopsi penggunaan pupuk. adalah survey terhadap 69 petani manggis menyebabkan produksi dan produktivitas di Jawa Barat yang tergabung di Gapoktan Artamukti Pusaphiang Tasikmalaya . kualitasnya rendah. Menurut Daryanto Gapoktan Sulanjana Wanayasa Purwakarta konsep yang menggambarkan hubungan Pemilihan antara hasil . umlah barang dan atau jasa simple random sampling dan lokasi yang diproduks. dengan sumber . umlah tenaga kerja, modal, tanah, energi, dan random sampling. untuk menghasilkan hasil FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PETANI MENGGUNAKAN TEKNOLOGI PADA BUDIDAYA MANGGIS DI JAWA BARAT Dini Rochdiani, dkk Untuk menganalisis faktor-faktor Pada umumnya, keputusan petani pada yang berpengaruh pada keputusan petani dalam menggunakan teknologi budidaya manggis untuk meningkatkan produksi keputusan petani secara sederhana adalah dan kualitas hasil panen dianalisis secara sebagai berikut: Menurut Feder et al . , kerangka proses adopsi di tingkat petani harus Model Berdasarkan problem maksimalisasi berpikir yang lengkap untuk melihat max ( , regresi dengan model System Equations. batasan-batasan diperoleh persamaan sebagai berikut: keputusan yang dilakukan oleh petani. OO% Oe Oe ) AA( Oe Oe ) OO Oe Oe ) ! OI#( , rata-rata upah tenaga kerja pertanian di Dalam penelitian ini terdapat satu persamaan output dan tiga persamaan level desa. untuk permintaan input. Variabel terikat . Pemakaian yang digunakan adalah sebagai berikut: sebagai total penggunaan pupuk per . Produksi pohon . alam satuan kilogra. yang sebagai hasil panen per pohon dalam digunakan dalam proses produksi satuan kilogram untuk selama satu Variabel . Penggunaan digunakan dalam persamaan ini adalah sebagai berikut: Vektor harga eksogen, diwakilkan pengeluaran per pohon manggis untuk tenaga kerja . aik tenaga kerja dalam Waktu tempuh dari kebun ke jalan selama satu musim. Untuk perhitungan provinsi: harga input eksogen akan tenaga kerja dalam keluarga dihitung dipengaruhi oleh biaya transaksi berdasarkan jumlah hari kerja tenaga yang melibatkan pemindahan input kerja dalam keluarga dikalikan dengan dari distributor /toko input ke kebun atau pemindahan output ke MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 355-367 pasar/pembeli, tempuh dianggap tepat. Waktu ketersediaan waktu petani untuk produksi manggis. Jumlah anggota keluarga produktif negatif untuk keempat variabel . erusia 15-64 tahu. : variabel ini tempuh diduga harga input yang diduga memiliki pengaruh negatif harus ditanggung akan semakin besar dan semakin besar biaya Semakin banyak jumlah anggota transaksi untuk penawaran output. Semakin dari output. Biaya transaksi untuk Total jumlah pohon manggis yang jumlah supplier input semakin . Vektor aset fisik, diwakilkan oleh: membeli input akan lebih kecil jika Efek adopsi input karena petani bisa penggunaan input dan produksi kemungkinan akan mengurangi Populasi supplier input di lingkup proxy untuk banyaknya jumlah supplier input tingkat kekayaan dan skala petani. juga akan membuat harga input Variabel ini bisa memberikan pengaruh positif maupun negatif Hal menggunakan lebih banyak input Penggunaan input dan tenaga kerja dan meningkatkan output. ekonomi petani. Berbeda halnya . Vektor aset sosial, diwakilkan oleh: untuk petani yang memiliki tingkat Jumlah tahun pendidikan petani: variabel ini bisa memiliki pengaruh positif maupun negatif. Semakin penggunaan input bisa jadi lebih tinggi tingkat pendidikan bisa tinggi jika sanitari lingkungan kebun tidak baik . enyebabkan adaptif terhadap inovasi, akan oportunitas dari penggunaan waktu FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PETANI MENGGUNAKAN TEKNOLOGI PADA BUDIDAYA MANGGIS DI JAWA BARAT Dini Rochdiani, dkk memiliki pengaruh positif maupun adalah variabel dummy sebagai Semakin besar pendapatan proxy untuk tingkat kekayaan petani di luar pertanian bisa rumah tangga petani. Variabel ini bisa memiliki pengaruh positif maupun negatif. Variabel ini bisa berdampak positif karena variabel meningkatkan penggunaan input ini bisa digunakan sebagai sumber dan meningkatkan output. Akan Memiliki Akan tetapi variabel ini usahatani yang besar juga bisa negatif terhadap adopsi teknologi teralihkan dari usahatani manggis pemakaian input dan mengurangi mengutamakan usahatani padinya dibandingkan manggis. Memiliki kendaraan: variabel ini HASIL DAN PEMBAHASAN diduga memiliki pengaruh positif Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Petani Menggunakan Teknologi pada Budidaya Manggis terhadap penggunaan input dan peningkatan output. Hal ini sesuai Qanti Faktor-faktor . dan kualitas hasil panen dapat dilihat dari pupuk, dan juga output. manggis untuk meningkatkan produksi positif terhadap adopsi pestisida. Pendapatan hasil faktor-faktor yang mempengaruhi output dan permintaan input sebagai bentuk dari adopsi teknologi. Hasil regresi variabel ini didefinisikan sebagai secara simultan dari tiga persamaan pendapatan yang berasal dari luar adopsi disajikan pada Tabel 1. sektor pertanian. Variabel ini bisa MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 355-367 Tabel 1. Output. Input dan Adopsi Teknologi oleh Petani Manggis Produktivitas Variabel independen Manggis . on/musi. Waktu tempuh dari kebun ke jalan provinsi . 0,272** . Jumlah penjual input di desa . 4,474 . Tingkat pendidikan kepala keluarga . -0,544 . Jumlah anggota keluarga berusia produktif . -2,198 . Jumlah pohon manggis yang dimiliki . -0,041* . Memiliki lahan sawah di tahun lalu . = y. -10,871 . Memiliki kendaraan di tahun lalu . = y. -0,939 . Jumlah pendapatan di luar usahatani di tahun lalu (R. 0,001** . Konstanta 31,423** Observations P-value 0,003 Breusch-Pagan test of independence: chi2. = 17,683. Pr = 0,0005 Matriks korelasi dari residual: Produksi 1,0000 Tenaker 0,0591 Pemupukan 0,1581 Biaya Tenaga kerja (Rp/ musim/poho. -46,927 . 830,116 . 252,228 . 2289,189* . -11,004 . 12706,68** 16154,51** -0,001 26853,87** 0,001 Jumlah pupuk g/musim/ -0,383** . -4,339 . 1,306 . 5,313** . 0,103*** . 28,357*** 19,564* -0,001 -27,712 0,001 1,0000 0,4773 1,0000 *,**,*** menandakan signifikansi pada tingkat kepercayaan 90%,95%, 99%. Nilai P-value berada dalam tanda Tabel Faktor yang mempengaruhi Output Tabel 1 memperihatkan bahwa ada hubungan antara variabel dependen dan tiga variabel yang secara signifikan variabel independen. Koefisien yang Tabel menggambarkan besarnya . dimiliki oleh petani. hubungan dari variabel dependen dan Variabel Besarnya hubungan dari variabel dependen dan independen bisa adalah lamanya waktu tempuh dari kebun dilihat pada Tabel 2 dimana koefisien ke jalan provinsi. Lamanya waktu tempuh yang diperoleh merupakan nilai efek ini berpengaruh secara positif terhadap marginal atau elastisitas dari variabel- variabel independen. bahwa semakin lama jarak tempuh dari kebun ke jalan provinsi maka semakin FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PETANI MENGGUNAKAN TEKNOLOGI PADA BUDIDAYA MANGGIS DI JAWA BARAT Dini Rochdiani, dkk besar produktivitas pohon. Tabel 2 memperihatkan, bahwa penambahan lama waktu tempuh dari kebun ke jalan provinsi bahwa semakin banyak pohon yang selama satu menit akan menyebabkan dimiliki petani maka semakin kecil peningkatan produktivitas manggis 0,331 ton/musim. memperlihatkan bahwa penambahan satu Variabel kedua yang mempengaruhi Tabel produktivitas manggis adalah jumlah penurunan produktivitas manggis 0,187 pohon manggis yang dimiliki. Banyaknya ton/musim. jumlah pohon manggis yang dimiliki ini Tabel 2. Marginal Effect . Variabel Independen terhadap Output. Input, dan Adopsi Teknologi oleh Petani Manggis Produktivitas Biaya Tenaga Jumlah pupuk Variabel independen Manggis kerja (Rp/ . g/musim/ . on/musi. musim/poho. Waktu tempuh dari kebun ke jalan provinsi . 0,331** -0,026 -0,376** Jumlah penjual input di desa . 0,252 0,021 -0,198 Tingkat pendidikan kepala keluarga . -0,152 0,032 0,296 Jumlah anggota keluarga berusia produktif . -0,236 0,111* 0,461** Jumlah pohon manggis yang dimiliki . -0,187 * -0,022 0,374*** Memiliki lahan sawah di tahun lalu . = y. -0,389 0,205** 0,819*** Memiliki kendaraan di tahun lalu . = y. -0,032 0,253 0,548* Jumlah pendapatan di luar usahatani di tahunlalu(R. 0,033 ** -0,041 -0,060 *,**,*** menandakan signifikansi pada tingkat kepercayaan90%,95%, 99%. Nilai P-value berada dalam tanda kurung Variabel ketiga yang mempengaruhi Faktor yang Mempengaruhi Adopsi Penggunaan Tenaga Kerja produktivitas manggis adalah besarnya Tabel 1 menunjukkan bahwa ada pendapatan di luar usahatani. Besarnya tiga variabel yang secara signifikan pendapatan di luar usahatani berpengaruh penggunaan biaya tenaga kerja untuk manggis, yang berarti bahwa semakin setiap pohon dalam satu musim. besar pendapatan di luar usahatani maka Variabel semakin besar produktivitas pohon. Tabel mempengaruhi biaya tenaga kerja adalah 2 memperlihatkan bahwa penambahan besarnya pendapatan di luar usahatani sebesar satu rupiah akan menyebabkan Jumlah berusia produktif ini berpengaruh secara peningkatan produktivitas manggis 0,033 positif terhadap biaya tenaga kerja, yang ton/musim. MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 355-367 berarti bahwa semakin banyak jumlah Variabel ketiga yang mempengaruhi anggota keluarga berusia produktif maka biaya tenaga kerja adalah kepemilikan semakin besar biaya tenaga kerja yang kendaraan sebagai salah satu bentuk dari Hal ini dimungkinkan modal fisik . yang dimiliki oleh karena dalam penghitungan biaya tenaga petani dan kemudahan akses bagi petani. kerja ini, biaya tenaga kerja dalam Kepemilikan kendaraan ini berpengaruh secara positif terhadap biaya tenaga kerja, yang berarti bahwa petani yang memiliki Hal ini juga mengindikasikan bahwa petani relatif banyak menggunakan tenaga kerja yang dipergunakan lebih tenaga kerja dalam keluarga dalam tinggi dibandingkan dengan petani yang Tabel mengeluarkan biaya Tabel menjelaskan bahwa penambahan anggota keluarga berusia produktif satu orang akan memiliki kendaraan mengeluarkan biaya menyebabkan peningkatan biaya tenaga tenaga kerja lebih tinggi dari petani yang kerja Rp 0,111/musim/pohon. tidak memiliki kendaraan Rp 0,253/ musim/pohon. Variabel kedua yang mempengaruhi biaya tenaga kerja adalah kepemilikan lahan sawah sebagai salah satu bentuk dari Faktor yang mempengaruhi Adopsi penggunaan Pupuk modal fisik . yang dimiliki oleh Kepemilikan lahan sawah ini Tabel 1 memperlihatkan bahwa ada berpengaruh secara positif terhadap biaya lima variabel yang secara signifikan tenaga kerja, yang berarti bahwa petani mempengaruhi besar kecilnya pemakaian yang memiliki sawah akan mengeluarkan pupuk untuk pohon manggis yang dimiliki biaya tenaga kerja yang dipergunakan oleh petani. Variabel lebih tinggi dibandingkan dengan petani yang tidak memiliki sawah. Tabel 2 mempengaruhi adopsi penggunaan pupuk adalah lamanya waktu tempuh dari kebun memiliki sawah mengeluarkan biaya ke jalan provinsi. Lamanya waktu tempuh tenaga kerja lebih tinggi dari petani yang ini berpengaruh secara negatif terhadap tidak memiliki sawah Rp 0,205/musim/ jumlah pupuk yang digunakan untuk setiap pohon, yang berarti bahwa semakin FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PETANI MENGGUNAKAN TEKNOLOGI PADA BUDIDAYA MANGGIS DI JAWA BARAT Dini Rochdiani, dkk lama jarak tempuh dari kebun ke jalan Tabel provinsi maka semakin kecil jumlah penambahan satu orang tenaga kerja Hal dimungkinkan karena biaya transaksi menyebabkan peningkatan penggunaan untuk perolehan pupuk 0,461 kg/musim/pohon. yang tinggi. Dengan artian bahwa semakin jauh jarak Variabel ketiga yang mempengaruhi kebun dengan akses transportasi yang adopsi penggunaan pupuk adalah jumlah memadai maka semakin sulit petani untuk pohon manggis yang dimiliki oleh petani. Jumlah pohon manggis yang dimiliki ini penggunaan input pupuk per pohonnya jumlah pupuk yang digunakan untuk menunjukkan bahwa penambahan lama setiap pohon, yang berarti bahwa semakin waktu tempuh dari kebun ke jalan provinsi banyak jumlah pohon manggis yang sebesar satu menit akan menyebabkan dimiliki maka semakin besar jumlah penurunan penggunaan pupuk yang dipergunakan untuk setiap Tabel 0,376 Hal ini dimungkinkan karena kg/musim/pohon. Variabel kedua yang mempengaruhi semakin banyak pohon yang dimiliki adopsi penggunaan pupuk adalah jumlah maka kemungkinan untuk menjadikan Jumlah pendapatan utama, sehingga kemungkinan produktif ini berpengaruh secara positif untuk petani lebih peduli terhadap pohon terhadap jumlah pupuk yang digunakan manggisnyapun akan menjadi semakin untuk setiap pohon, yang berarti bahwa Tabel 2 menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah anggota keluarga penambahan satu pohon manggis yang berusia produktif maka semakin besar dimiliki oleh petani akan menyebabkan jumlah pupuk yang dipergunakan. Hal ini peningkatan penggunaan pupuk 0,374 dimungkinkan karena semakin untuk kg/musim/pohon. Variabel curahan tenaga kerja yang tidak sedikit. mempengaruhi adopsi penggunaan pupuk Dengan adanya supply tenaga kerja dalam adalah kepemilikan sawah oleh petani. Kepemilikan secara positif terhadap jumlah pupuk yang mengadopsi melalui penggunaan pupuk. MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 355-367 digunakan untuk setiap pohon, yang berarti bahwa petani yang memiliki sawah pupuk yang lebih besar dari petani yang Hal jumlah pupuk yang lebih besar dari petani dimungkinkan karena dengan memiliki yang tidak memiliki sawah. Hal ini kendaraan, petani memiliki akses yang dimungkinkan karena sawah sebagai lebih baik kepada pupuk . emudahan indikasi dari kepemilikan modal petani. memperoleh pupuk dari toko input yang Selain itu juga biasanya jika petani yang biasanya ada di kecamatan atau lokasi memiliki sawah akan memberikan pupuk Tabel 2 memperlihatkan bahwa untuk padinya dan ketika mereka membeli petani yang memiliki kendaraan untuk pupuk untuk padi maka kemungkinan mereka untuk membeli pupuk untuk pohon manggisnya juga semakin besar dibandingkan dengan petani yang tidak . arena bagaimana pun mereka tetap harus membeli pupuk untuk padiny. Tabel 2 memperlihatkan bahwa petani kg/musim/pohon lebih banyak dari petani yang memiliki sawah . etani pemilik yang tidak memiliki kendaraan. 0,548 penggarap dan menggunakan pupuk lebih banyak dibandingkan dengan petani yang Simultanitas Persamaan dan Korelasi antara Variabel Dependen tidak memiliki sawah dengan tingkat Tabel penggunaan pupuk 0,819 kg/musim/ . etani persamaan ini signifikan bukan 0. Hal ini Variabel menunjukkan bahwa ketiga persamaan ini memiliki hubungan satu sama lain, yang mempengaruhi adopsi penggunaan pupuk Kepemilikan mengadopsi teknologi lainnya . esuai dengan yang dijelaskan oleh Feder et al, setiap pohon, yang berarti bahwa petani jumlah pupuk yang digunakan untuk menjelaskan bahwa error term dari ketiga Breusch-Pagan test dengan nilai P=0. pohon lebih banyak dari petani yang tidak Sehingga jika persamaan ini FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PETANI MENGGUNAKAN TEKNOLOGI PADA BUDIDAYA MANGGIS DI JAWA BARAT Dini Rochdiani, dkk menggunakan regresi OLS biasa, akan Aset akses diwakili oleh menjadi kurang tepat dan hasilnya tidak lamanya waktu tempuh dari kebun ke akan sebaik jika ketiga persamaan ini jalan propinsi. diregresi secara simultan. Saran Perlu adanya peningkatan softskill persamaan ini menunjukkan bahwa ketiga bagi para petani melalui pelatihan- pelatihan atau workshop mengenai Matrik secara positif dengan derajat pengaruh dari persamaan produktivitas dan biaya teknologi yang berdaya guna sesuai tenaga kerja 0,0591 dan derajat pengaruh Standar Operasional Prosedur (SOP) dari persamaan produktivitas dan jumlah penggunaan pupuk 0,1581. Jika dilihat (GAP), seperti penggunaan benih dari magnitudenya, nilai ini cukup kecil. Good Agricultural Practices pengendalian OPT, serta perlakuan panen dan pasca panen. persamaan ini memiliki keterkaitan. Perlu Kesimpulan menghasilkan buah manggis secara out off season technology. KESIMPULAN DAN SARAN Faktor-faktor Teknologi manggis untuk meningkatkan produksi memperbaiki sistem perakaran dan dan kualitas hasil panen, yaitu: aset petani mempercepat fase juvenil. Teknologi yang terdiri atas aset fisik maupuk non ini menggunakan zat pengatur tumbuh fisik, serta akses untuk menempuh pasar IBA antara 50-100 ppm, serta proses yang harus ditempuh petani untuk menjual memperpendek fase juvenil dari 10 ke Aset fisik diwakili oleh jumlah 7 tahun menggunakan metode grafting kepemilikan pohon, kepemilikan sawah, . mata tunas ke induknya. kepemilikan kendaraan, dan pendapatan di luar usahatani. Aset non fisik diwakili DAFTAR PUSTAKA