Journal of Basic Learning and Thematic Vol. No. Juli 2023, pp. Penguatan rasa percaya diri pada anak melalui kegiatan fashion Nurtina Irsad Rusdiani a,1,* Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Jl. Budi Utomo No. Ponorogo 63471. Indonesia nurtinairsad@gmail. * corresponding author INFO ARTIKEL Riwayat Artikel Received: 20 Maret 2023 Revised: 25 Mei 2023 Accepted: 1 Juli 2023 Kata Kunci Peran guru Percaya diri Anak usia 4-5 tahun ABSTRAK Pendidikan anak usia dini adalah program pembinaan bagi anak usia nol sampai enam tahun yang menggunakan rangsangan pendidikan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan jasmani rohani agar anak siap melanjutkan ke sekolah yang lebih formal. Kajian ini berkaitan dengan fakta bahwa siswa usia 4 - 5 tahun di TK Negeri Pembina Ponorogo kurang percaya diri terhadap kemampuannya untuk belajar dan berinteraksi dengan orang lain di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengumpulkan informasi dan menentukan kontribusi guru terhadap pengembangan rasa percaya diri siswa TK Negeri Pembina Ponorogo yang berusia 4-5 tahun. Metode kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini dan informasi dikumpulkan dari observasi, wawancara, makalah, dan catatan lapangan. Berdasarkan hasil penelitian, peran guru dalam mengembangkan rasa percaya diri anak TK Negeri Pembina Ponorogo usia 4-5 tahun yaitu: . guru pembimbing, . motivator guru, . guru inisiator, d ) panduan guru. This is an open access article under the CCAeBY-SA license. Sitasi Artikel: Rusdiani. Penguatan rasa percaya diri pada anak melalui kegiatan fashion show. Journal of basic learning and Thematic, 1. , 70-75. Pendahuluan Anak usia 0-6 tahun merupakan masa usia dini yang harus dibimbing untuk mendorong perkembangan fisik dan mental anak. Mengikuti gagasan Cholimahri 2008 Padalah upaya sadar untuk memberikan fasilitasi untuk pertumbuhan dan perkembangan jasmani juga rohani sejak usia dini / lahir sampai dengan usia enam tahun melalui pemberian pengalaman dan rangsangan yang berkembang secara holistik dan holistik supaya anak dapat tumbuh dan berkembang secara sehat dan pemenuhan nilai, standar dan harapan Publik. Beberapa orang memiliki kekuatan dan kelemahan di berbagai bidang, seperti kepercayaan diri. Tentunya berbicara mengenai rasa percaya diri tentu dapat terlihat jelas ketika orang tersebut melakukan aktivitas sehari - hari. Perlu dicatat bahwa setiap orang memiliki pengalaman percaya diri yang berbeda, baik pada diri sendiri maupun pada teman, keluarga atau orang lain di sekitarnya. Tidak mudah untuk melihat semua kualitas orang yang percaya diri dan bagaimana cara mencapai kepercayaan diri itu. Itu tidak hanya terjadi pada kita, itu sama untuk semua orang. Menurut permendikbud 2014 anak golongan A tergolong percaya diri, mengatakan jika anak dapat Journal of Basic Learning and Thematic Vol. No. Juli 2023, pp. mengerjakan tugas sendiri, bangga dengan pekerjaannya, berani tampil di depan umum dan mempertahankan pendapatnya, maka Permendiknas tidak Diketahui bahwa rasa percaya diri anak harus dibina sejak dini, karena rasa percaya diri sangat penting dalam kepribadian setiap orang dalam kehidupan sehari-hari. Menurut (Jamarah, 2. iman adalah segala sesuatu yang mereka ketahui dan lakukan. Rasa percaya diri anak bisa ditingkatkan, misalnya dengan mengikuti peragaan busana anak usia dini. Dalam bahasa Prancis, peragaan busana anak-anak biasa disebut "defile de mode", yang dapat diartikan sebagai peragaan busana atau acara yang disiapkan dan diadakan untuk menampilkan koleksi pakaian yang dibuat oleh desainer atau pakaian yang trendi atau populer. daerah tertentu. musim Peragaan busana anak usia dini adalah kegiatan atau acara yang menampilkan koleksi busana atau pakaian trendi tertentu yang populer pada musim tertentu dan ditampilkan oleh anak-anak di bawah usia 5 tahun. Tujuan peragaan busana anak usia dini adalah untuk meningkatkan rasa percaya diri anak. Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk mempresentasikan hasil karya desainer kepada masyarakat dan juga sebagai bentuk ekspresi diri dan evaluasi diri. Merangsang kemandirian dan rasa percaya diri anak melalui kegiatan kreatif, mengikuti peragaan busana anak usia dini. Seperti halnya Taman Kanak-Kanak Negeri Pembina Ponorogo dengan kegiatan fashion show, anak-anak dapat menumbuhkan dan memperkuat rasa percaya dirinya melalui kegiatan tersebut. Kepercayaan diri merupakan nilai dasar seorang anak untuk memenuhi Anak yang percaya diri tahu bagaimana menyelesaikan tugas sesuai dengan tingkat perkembangannya, memiliki keberanian dan kemampuan untuk meningkatkan kinerjanya dan menikmati kepercayaan orang lain. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, terdapat beberapa anak usia 4-5 tahun di TK Negeri Pembina Ponorogo yang kurang percaya diri dengan lingkungan sosialnya. Dalam hal ini, guru dan orang tua memegang peranan penting dalam perkembangan anak didik, terutama dalam proses interaksi sosial. Untuk mengoptimalkan kinerja guru, perlu diciptakan hubungan antara guru dan anak. Jika terjalin hubungan yang erat antara guru dan siswa, maka guru dapat lebih aktif dalam membangun hubungan yang baik dengan anak. Kecakapan hidup diperlukan bagi seseorang, dan kecakapan hidup memotivasi seseorang untuk selalu mempercayai apa yang ada dalam dirinya. Keterampilan hidup ini berguna tidak hanya untuk orang dewasa tetapi juga untuk anak TK (Ali and Munastiwi 2. Taman kanak-kanak adalah salah satu lembaga pendidikan dasar terpenting, di taman kanak-kanak Anda belajar menulis, membaca, menggambar, dan mengembangkan keterampilan (Rusdiani et al. , 2. Karena di masa depan, semua hal ini akan menjadi dasar, dan di taman kanak-kanak, orang tua tidak perlu khawatir tentang anak-anak yang buta huruf, buta warna dan tidak penting. Di TK anak-anak akan diberikan kegiatan atau model pembelajaran yang mencakup keterampilan, kreativitas, dan kepercayaan diri siswa. Kegiatan tersebut dikemas secara menarik dan menyenangkan oleh guru. Sehingga dengan demikian anak-anak akan merasa senang dan juga tidak merasa terpaksa belajar dan mengembangkan dirinya. Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan oleh guru agar anakanak dapat mengembangkan rasa percaya dirinya adalah dengan cara melakukan kegiatan fashion Metode Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Tempat dimana para peneliti secara langsung mengamati apa yang mereka pelajari dan amati. Dengan bantuan metode deskriptif, subjek dan objek peneliti adalah guru, siswa, guru, kegiatan atau kegiatan yang bertujuan untuk membangun rasa percaya diri pada anak, sehingga peneliti dapat mengetahui peran guru dalam pengembangan percaya diri pada anak TK Negeri Pembina Ponorogo. Dalam melaksanakan penelitian ini menggunakan empat metode pengumpulan data dalam prosedur pengumpulan data, yaitu: . Wawancara, wawancara adalah tanya jawab secara lisan, dan peneliti mewawancarai kepala sekolah. Observasi dan observasi merupakan kegiatan observasi langsung, pengamatan secara langsung yang dilakukan guru selama pembelajaran untuk membangun Rusdiani (Penguatan rasa percaya diri pada ana. Journal of Basic Learning and Thematic Vol. No. Juli 2023, pp. rasa percaya diri anak. Catatan lapangan, peneliti mencatat semua kegiatan dari awal sampai akhir . Dokumentasi, peneliti mendokumentasikan kegiatan selama pelatihan. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan dalam analisis data yaitu Reduksi Data, yaitu peneliti meringkas, menentukan item pokok, menetapkan item penting, mencari tema dan pola. Data dikumpulkan dari hasil wawancara. Kedua, penyajian data dalam bentuk laporan yang disusun menggunakan kalimat-kalimat naratif untuk memudahkan memahami hubungan antara satu tujuan penelitian dengan tujuan penelitian lainnya. Ketiga, menarik kesimpulan (Pahleviannur et al. Hasil dan Pembahasan 1 Fashion Show Peragaan busana atau istilahnya fashion show adalah kegiatan yang bertujuan untuk menampilkan karya seni dan kreasi yang dibuat oleh seorang desainer. Akting peragaan busana merupakan bentuk pengakuan dan kreativitas dimana desainer masa depan dapat mengekspresikan diri melalui model yang dihadirkan. Yang dimaksud dengan busana adalah gaya pakaian yang populer dalam budaya atau modis. Beberapa orang berpendapat bahwa fashion adalah gaya pakaian yang dapat menentukan penampilan seseorang. Fashion berasal dari bahasa Inggris yang berarti Augaya pakaian, pola pakaian, atau kebiasaan pakaianAy. Menurut Thomas Carlyle : fashion adalah simbol jiwa, pakaian tidak pernah lepas dari perkembangan budaya dan sejarah kehidupan manusia (Adhitia et al. , 2. Menurut Polhemus dan Procter, fashion adalah gaya pakaian dan gaya fashion yang perkembangannya dianggap sebagai tren, dimana tren ini terkait dengan gaya busana. Hal ini diperkuat dengan pendapat Troxell and Stone dalam bukunya Fashion Merchandising. Troxell and Stone menyatakan bahwa fashion adalah gaya atau sesuatu yang diterima dan digunakan oleh orang atau kelompok pada waktu tertentu. Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa fashion atau pakaian bukanlah sekedar barang yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pakaian. Namun lebih dari pakaian, itu juga merupakan bagian dari gaya hidup seseorang, yang dapat mencerminkan selera dan kepribadian pemakainya. Fashion show adalah sebuah trend yang dilakukan dengan menghadirkan model-model fashion yang trendy, dimana peragaannya dibantu oleh model dan manekin. Peran seorang model adalah untuk menunjukkan dan mempresentasikan produk fesyen kepada publik. Produk yang ditampilkan pada peragaan busana biasanya merupakan produk yang dirancang oleh para desainer terbaik. Kegiatan ini juga sarat dengan konsep-konsep menarik seperti berdandan untuk fashion show, mengikuti tema, musik latar yang dijenuhkan dengan irama para model berjalan. 2 Percaya Diri Percaya diri adalah salah satu aspek terpenting dari kepribadian. Kepercayaan sangat berharga dalam kehidupan pribadi dan sosial, tanpa kepercayaan banyak masalah muncul. Karena kepercayaan diri setiap orang adalah hal yang mendesak. Kepercayaan dibutuhkan baik dari pihak anak maupun orang tua. Menurut Hakim 2003 kepercayaan diri adalah keyakinan seseorang terhadap kemampuannya sendiri, dan keyakinan tersebut membuatnya merasa mampu mencapai berbagai tujuan dalam hidupnya. Hal ini dipertegas dengan pendapat Lie 2003 bahwa percaya diri berarti percaya pada kemampuan seseorang dalam menghadapi pekerjaan dan masalah, yaitu percaya diri merupakan bagian penting dari diri seseorang, karena dengan percaya diri ia mampu tujuan yang berbeda. dalam hidup Anda serta pekerjaan dan pemecahan masalah. Berbicara tentang karakter, jelas terlihat ketika kita melakukan berbagai kegiatan atau kegiatan kita sehari-hari. Anda harus tahu bahwa setiap orang memiliki karakteristik mereka sendiri yang membuat mereka berbeda. Banyak faktor yang mempengaruhi harga diri. Setiti 2011 mengatakan bahwa kepercayaan diri dapat dicapai melalui beberapa faktor yaitu faktor internal dan eksternal sebagai berikut : Rusdiani (Penguatan rasa percaya diri pada ana. Journal of Basic Learning and Thematic Vol. No. Juli 2023, pp. Faktor Internal . Konsep diri. Harga diri seseorang dimulai dengan terbentuknya konsep diri yang muncul ketika bergabung dengan suatu kelompok. Memilih lingkungan pergaulan yang baik akan berdampak positif kemudian dapat menimbulkan konsep diri positif dan sebaliknya jika salah dalam pergaulan maka berdampak negatif untuk diri sendiri. Jika timbul interaksi mengarah pada konsep diri yang positif, kepercayaan diri juga akan berkembang. Harga diri. Seseorang yang memmiliki kepercayaan tinggi dalam melihat suatu hal di dalam dirinya sendiri tentunya akan berhasil dan menerima orang lain sebagaimana mereka menerima diri mereka sendiri. Namun, seseorang dengan harga diri yang rendah . Bentuk fisik. Cacat atau kelainan fisik tertentu, seperti cacat anggota badan atau gangguan sensorik, merupakan cacat yang nyata bagi orang lain. Ketika seseorang tidak menanggapi secara positif, perasaan rendah diri berkembang, yang berkembang menjadi rasa tidak aman. pengalaman hidup. Iman timbul dari pengalaman. Pengalaman hidup yang mengecewakan adalah penyebab utama rendahnya harga diri. Terutama jika orang tersebut pada dasarnya tidak aman, melekat dan acuh tak acuh. Faktor Eksternal Pendidikan. Tingkatan pendidikan seseorang dapat mempengaruhi kepercayaan diri. Tingkat pendidikan yang rendah membuat seseorang merasa rendah diri dengan seseorang yang lebih pintar darinya. Di sisi lain, orang yang berpendidikan tinggi memiliki harga diri yang lebih tinggi daripada orang yang berpendidikan rendah. Kepercayaan diri setiap individu diperlukan untuk mewujudkan potensi dirinya, dan kepercayaan diri seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Dalam meningkatkan rasa percaya diri bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satu cara yaitu mengikuti fashion show. Peragaan busana anak merupakan kegiatan yang dapat meningkatkan keterampilan dan potensi anak sehingga anak dapat tampil percaya diri di depan umum. Saat mengikuti kegiatan tersebut, anak senang saat bertemu teman baru, karena katanya teman bisa menawarkan sesuatu yang baru. Anak juga mampu memaksimalkan kemampuannya dalam menghadapi tantangan, yang dapat membuat anak lebih percaya diri dan mampu mengatasi tantangan Menurut pasal 1 UU No. 1Tahun 2005, guru adalah pendidik profesional yang tugas utamanya mendidik, mengajar, memimpin, membimbing, melatih, menilai, dan menilai peserta didik pada pendidikan anak usia dini, pendidikan formal, pendidikan dasar dan menengah. Menurut Katzi . berpendapat bahwa guru berperan sebagai komunikator, teman yang memberi nasihat dan penggerak motivasi dalam pembentukan sikap dan perilaku serta nilai-nilai, dalam hal ini guru harus kepada siswa secara individual, karena terdapat perbedaan antara siswa yang lain. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga guru memiliki tugas untuk mendorong siswa untuk mendorong semangat. Dengan dukungan guru, sekolah mengharapkan siswa berkemampuan tinggi bisa beradaptasi untuk menghadapi tantangan hidup dengan rasa percaya diri yang tinggi. Guru harus dapat memperhatikan keadaan siswa karena hanya sebagian siswa memiliki rasa percaya diri yang kuat. kepercayaan diri, beberapa siswa masih memiliki kepercayaan diri yang rendah. Di sekolah dalam menanamkan rasa percaya diri masih belum maksimal, namun guru memiliki tugas dan tanggung jawab untuk membiasakan perilaku tersebut, karena dengan demikian siswa sangat membutuhkan pembinaan dan bimbingan dari guru untuk menanamkan rasa percaya diri pada anak. proses belajar dengan baik. di dalam kelas dan di luar kelas. Menurut para ahli, guru memegang peranan penting dalam proses pembentukan perilaku anak dan memiliki kemungkinan untuk mengembangkan rasa Rusdiani (Penguatan rasa percaya diri pada ana. Journal of Basic Learning and Thematic Vol. No. Juli 2023, pp. percaya diri yang tinggi untuk menghadapi tantangan hidup dengan penuh percaya diri (Mahardhani et al. , 2. Kegiatan pembelajaran di kelas dasar memegang peranan yang sangat penting. Hamalik menunjukkan bahwa unsur-unsur dalam proses pembelajaran memiliki peran penting dalam Guru hendaknya memahami proses pembelajaran siswa sedapat mungkin sehingga ia dapat membimbing anak dan menyediakan lingkungan belajar yang sesuai dan harmonis Mengajar guru merupakan tugas yang harus diselesaikan. Teori-teori yang diberikan guru kepada siswa hendaknya disertai dengan penerimaan yang baik oleh siswa. Selain itu perlu pula memberikan informasi yang baik kepada siswa, misalnya: B. kemampuan menjawab pertanyaan-pertanyaan guru dan sehingga hasil yang dicapai tidak diragukan lagi sempurna, namun sering dijumpai bahwa anak pada dasarnya tahu atau dapat menjawab pertanyaan guru, tetapi memilih diam daripada menjawab pertanyaan guru karena bingung, takut, percaya pada kemampuan mereka. Percaya diri dalam pembelajaran yang baik Appropriasi dan re-appropriasi informasi yang diterima sangat penting untuk menentukan hasil belajar yang dicapai. Jika siswa hanya menerima informasi yang diberikan oleh guru, siswa tidak aktif ketika ditanya atau dimintai untuk membuktikan sesuatu, dia tidak mau melaksanakannya, walaupun pada kenyataannya dia bisa, tetapi karena kebingungan. , merasa minder dan takut ditertawakan guru atau ditegur, siswa lebih memilih diam. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti guru sebelumnya berkonsultasi dengan pihak sekolah kepala sekolah tentang pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang membangkitkan rasa percaya diri anak usia 4-5 tahun TK Negeri Pembina Ponorogo dan memberikan penilaian. digunakan umtuk meningkatkan rasa percaya diri anak Guru meminta anak-anak untuk pergi ke catwalk, pengamatan menunjukkan bahwa ada anak yang bersemangat dan ada yang diam Peran guru dalam mengembangkan rasa percaya diri TK Negeri Pembina Ponorogo usia 4-5 tahun, yaitu: tutor adalah untuk membimbing dan membimbing siswa untuk belajar dengan baik, dan guru selalu bersama anak. Guru selalu memberikan penjelasan dan contoh serta membimbing anak dalam setiap Sebelum kegiatan inti, guru selalu bertanya kepada anak dan menjawabnya, dan guru mengajarkan kepercayaan diri anak dengan membacakan ceramah singkat sebelum berangkat ke sekolah dan bercerita tentang apa yang anak lakukan. Guru selalu membimbing anak-anak dengan ketidakmampuan belajar, yang membantu anak-anak percaya pada kemampuan mereka. Peran guru dalam pengembangan rasa percaya diri TK Negeri Pembina Ponorogo usia 4-5 tahun. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti, guru selalu menyemangati dan memotivasi anak, menyemangati dan memuji anak yang berani tampil percaya diri, serta mendorong anak yang ragu untuk maju. Penelitian menunjukkan peran guru, dimana guru bekerja secara proaktif untuk menghasilkan ideide untuk mempromosikan pembelajaran. Guru berinisiatif memberikan nilai tambah bagi anak yang berani berdiri di depan kelas. Kepercayaan diri anak dan peran guru sebagai pembimbing berarti guru harus mampu memimpin semua kegiatan. Berdasarkan pengamatan, guru mendengarkan cerita pendek dengan pesan di laptop dan guru meminta anak untuk mengulanginya. Evaluator guru artinya guru harus memberikan evaluasi yang baik dan adil. Kepercayaan diri adalah ciri kepribadian yang sangat penting dalam kehidupan seseorang. Tingkat kepercayaan diri yang baik, seseorang dapat melihat peluang pada dirinya sendiri. Keyakinan memiliki dua kelompok kata yaitu kepercayaan diri dan diri sendiri. Percaya berarti mengakui kebenaran atau yakin akan kebenaran. Dalam bahasa Inggris, istilah itu sendiri berarti Audiri sendiriAy, yang secara abstrak berarti identitas sesuatu yang terlihat. 18 Sigmund Freud umumnya mengabaikan kebutuhan akan harga diri. Seseorang dengan harga diri yang cukup lebih percaya diri dan lebih kuat dan karena itu lebih produktif. Sebaliknya, jika harga dirinya kurang, maka akan diliputi oleh perasaan rendah diri dan tidak berdaya, berdampak pada gilirannya dapat menyebabkan keputusasaan dan perilaku neurotik. Harga diri yang paling stabil dan sehat muncul dari penghargaan Selain untuk meningkatkan rasa percaya diri, anak juga diajarkan untuk meletakkan sepatunya di rak sepatu dan membersihkan tangan sebelum dan sesudah makan. Menurut hasil observasi peneliti. Rusdiani (Penguatan rasa percaya diri pada ana. Journal of Basic Learning and Thematic Vol. No. Juli 2023, pp. rasa percaya diri anak berkembang sangat baik serta anak dapat berperan aktif tanya dan jawab pertanyaan yang diberikan oleh guru, dan anak percaya diri serta tahu cara berkomunikasi dengan teman-temannya. Kesimpulan dan Saran Kegiatan fashion show berjalan secara efektif dengan didukung oleh guru,orang tua dan anak didik, dalam kegiatan ini semua anak dan oarngtua sangat berpartisipasi untuk mengikuti kegiatan yang telah di rancang oleh guru. Kegiatan yang dilakukan dengan fashionshow yaitu berjalan diatas panggung berlenggak-lenggok seolah seperti model. Anak-anak menampilkan busana sesuai tema yang telah Kegiatan tersebut melatih anak-anak supaya mempunyai rasa percaya diri yang luar biasa dan dapat dibuktikan dengan anak mampu tampil didepan umum, anak memiliki rasa senang dan ceria serta antusias dalam mengikuti kegiatan fashion show. DAFTAR PUSTAKA