http://journal. id/index. php/anterior LAMUT SEBAGAI PUISI RAKYAT: KAJIAN ETNOPEDAGOGI Lamut as Folk Poetry: Ethnopedagogic al Study Arina Fitriana 11* Fathul MuAoin 2 Rusma Noortyani 33 Ngalimun 44 *1SMP Muhammadiyah 3 Banjarmasin 1. Banjarmasin. Kalimantan Selatan. Indonesia 2 Universitas Lambung Mnagkurat 2. Banjarmasin. Kalimantan Selatan. Indonesia 3 Universitas Lambung Mnagkurat 2. Banjarmasin. Kalimantan Selatan. Indonesia 4 Universitas Lambung Mnagkurat 2. Banjarmasin. Kalimantan Selatan. Indonesia Abstrak Lamut merupakan bagian dari puisi rakyat di kalangan masyarkat Banjar. Pelestarian dari puisi rakyat ialah penyampainnya melalui lisan atau dari mulut ke mulut. Lamut juga merupakan tradisi yang harus dilestarikan karena keberadaannya hampir punah. Penelitian ini bertujuan untuk megkaji Lamut sebagai bentuk bahan ajar yang bisa diajarkan pada lingkungan siswa. Siswa merupakan sasaran yang tepat untuk diajak melestarikan tradisi. Lamut karena siswa sebagai orang yang tepelajar dan memiliki kewajiban untuk menjaga tradisi dan budaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka dengan bentuk deskriptif analisis. Penelitian pustaka dilakukan peneliti dengan cara mengumpulkan data, mencatat, dan mengolah data sehingga ditemukan hasil yang disesuaikan denga teori-teori yang digunakan. Tenik analisis yang digunakan ialah teknik analisis konten dengan tujuan mengidentifikasi dari kumpulan data. Hasil dari penelitian ini ialah Lamut dapat menjadi mantra karena memiliki pengaruh nilai mistis. Lamut sebagai syair karena menceritakan kisah sejarah, dan Lamut sebagai penyampaian pantun. Penelitian ini juga menghasilkan nilai-nilai yang ditemukan dalam Lamut sebagai puisi rakyat. Niai-nilai tersebut diantaranya ialah nilai budaya, nilai sosial, dan nilai agama. Penelitian ini juga mengajak kepada pendidik untuk menjadikan Lamut sebagai bahan ajar pada materi Bahasa Indonesia di tingkat SMP/MTs. Penggunaan Lamut sebagai bentuk puisi rakyat merupakan bentuk kajian teori Etnopedagogi adaalah model pembelajaran yang mengedapan nilai-nilai kearifan lokal dengan penggunaan etnik sebagai proses belajar-mengajarnya. *email: arinafitriana99@gmail. Abstract Kata Kunci: Lamut Puisi rakyat Etnopedagogi Lamut is part of folk poetry among the Banjar people. The preservation of folk poetry is its transmission orally or by word of mouth. Lamut is also a tradition that must be preserved because its existence is almost extinct. This research aims to study the Lamut Koran as a form of teaching material that can be taught to students. Students are the right target to be invited to preserve traditions. Lamut because students are educated people and have an obligation to maintain traditions and culture. This research is a type of library research with a descriptive form of analysis. Library research is carried out by researchers by collecting data, recording and processing the data so that results are found that are adapted to the theories used. The analysis technique used is a content analysis technique with the aim of identifying data from a collection. The results of this research are that Lamut can be a mantra because it has mystical value. Lamut can be used as a poem because it tells a historical story, and Lamut can be used to convey a rhyme. This research also produces values found in lamut as folk poetry. These values include cultural values, social values and religious values. This research also invites educators to use Lamut as teaching material for Indonesian language material at the SMP/MTs level. The use of Lamut as a form of folk poetry is a form of ethnopedagogical theory study. Ethnopedagogy is a learning model that emphasizes local wisdom values by using ethnicity as a teaching and learning process. Keywords: Lamut Folk Poetry Ethnopedagogi A2025 The Authors. Published by Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). PENDAHULUAN Tradisi lisan sebuah kebiasaan yang disampaikan oleh masyarakat dari generasi ke generasi berikutnya. Tradisi lisan merupakan bagian dari kebudayaan tradisional yang tetap dilestarikan. Kebudayaan tersebut sudah berkembang sejak lama, oleh karena seharusnya masyarakat dari kebudayaan tersebut tetap mempertahankan dan melestarikan dengan Arina Fitriana. Fathul MuAoin. Rusma Noortyani dan Ngalimun. Lamut Sebagai Puisi Rakyat: Kajian Etnopedagogi menyeimbangkan perkembangan zaman yang semakin modern (Yulianto, 2. Tradisi lisan yang masih ada saat ini merupakan bagaian dari karya sastra tradisional. Karya sastra merupakan pengungkapan, pengalaman, pemikiran, ide dan perasaan yang menggambarkan kehidupan. Karya sastra juga sebagai bentuk pemertahanan budaya karena mewarisi nilainilai terdahulu. Karya sastra tradisional juga memiliki hubungan dengan kearifan lokal. Sebagai kearifan lokal, karya sastra dapat dipadukan. Karya sastra tradisional memiliki peran yang signifikan dalam mempertahankan identitas dan kearifan lokal suatu Salah satu karya sastra lisan yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan adalah Lamut. Lamut merupakan salah satu bentuk kesenian lisan tradisional yang berasal dari Kalimantan Selatan, khususnya suku Banjar (Nurkamilah, 2. Kesenian ini berbentuk narasi panjang yang disampaikan secara melantunkan puisi rakyat dan biasa dibawakan dalam berbagai acara adat dan budaya, seperti pernikahan, khitanan, atau acara keagamaan. Lamut sering berisi cerita-cerita rakyat, sejarah, kisah kepahlawanan, serta nasihat-nasihat moral yang diwariskan secara turuntemurun. Lamut biasanaya dipentaskan atau dijadikan sebuah pertunjukkan. Isi dari Lamut berupa kisah-kisah dongeng yang dituturkan oleh dalangnya yang bernama pelamut. Lamut ini dipentaskan dengan menggunakan terbang sebagai alat iring Syair Lamut yang dituturkan pelamut menceritakan kisah-kisah sejarah yang memiliki nilai-nilai budaya, nilai agama, ataupun nilai-nilai sosial. Kisah yang disamapaikan tidak lain adalah kisah kerajaan pada zaman dahulu, seperti kisah Kasan Mandi atau cerita dari kerajaan Palinggam yang pernah ditelti dengan judul Unsur Supranatural dalam Teks Lamut "Kerajaan PalinggamAy (Cahyani, 2. Selain sebagai pertunjukan hiburan. Lamut juga merupakan kepercayaan budaya yang memiliki nilai supranatural sehingga sampai saat ini Lamut dipercayai bisa mengobati penyakit di masyarakat Banjar (Kawi & Hanafi, 1. Unsur supranatural Lamut ditemukan dalam kisah-kisah yang diceritakan dalam syair Lamut (Cahyani, 2. Kisah tersebut terdengar tidak masuk di akal manusia, namun tetap dipercayai oleh masyarakat dahulu. Selain itu. Lamut sebagai bentuk upacara pengobatan juga dilengkapi dengan beberapa persyaratan lainnya, seperti piduduk . dan lainnya. Syair-syair yang diucapakan pada Lamut hiburan tidak jauh berbeda dengan Lamut sebagai upacara pengobatan. Nilai-nilai dalam syair Lamut memilki peranan penting dalam dunia pendidikan. Nilai-nilai tersebut meliputi nilai agama, nilai sosial, nilai agama, dan nilai budaya. Siswa sebagai pembelajar memiliki tanggung jawab utama untuk melestarikan budaya tradisonal seperti Lamut. Oleh karena itu nilai-nilai dalam budaya Lamut dapat diajarkan kepada siswa melalui pembalajaran bahasa indonesia pada saat materi puisi rakyar. Puisi rakyat adalah karya sasatra yang di dalamnya memiliki pesan moral serta nilai budi pekerti. Tradisi dan kebudayaan Lamut hampir punah. Keberadaan Lamut patut dilestarikan dan diperhatikan. Oleh karena itu, siswa-siswi sebagai penerus bangsa berkewajiban untuk menjaga budaya tersebut. Peneliti memiliki ketertarikan untuk mengkaji Lamut sebagai puisi rakyat dengan pendeakatan kajian etnopedagogi. Etnopedagogi sendiri merupakan pendekatan pendidikan yang memanfaatkan nilai-nilai budaya lokal sebagai landasan dalam proses belajar mengajar. Pendekatan ini bertujuan untuk mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam kurikulum pendidikan agar siswa dapat memahami dan menghargai warisan budaya mereka (Amsaliagusnawati et al. , 2. Dalam konteks kajian etnopedagogi, yang mengkaji nilai-nilai pendidikan dalam budaya lokal. Lamut memiliki peran penting. Etnopedagogi melihat bagaimana proses belajar-mengajar dan pendidikan karakter dapat terjadi melalui budaya masyarakat, dalam hal ini puisi rakyat Lamut. Serupa dengan penelitian ini, terdapat beberapa penelitian yang rmendukung. Penelitian yang dilakakun oleh Haswinda Haspriyanti dan Noor Indah Wulandari di Kalimantan Selatan pada budaya Banjar juga dengan judul AuMamanda sebagai Wahana Pendidikan Budaya (Kajian Etnopedagog. Ay dengan hasil temuan berupa nilai kehidupan berupa peduli dengan konsep badingsanakan atau menganggap orang lain seperti keluarga sendiri, agar kita memiliki rasa sayang kepada siapapun (Harpriyanti et al. , 2. Penelitian kedua yang serupa ialah penelitian yang sama mengkaji Lamut dengan judul AuUnsur Supranatural dalam Teks Lamut Kerajaan PalinggamAy dengan hasil bahwa teks Lamut memliki unsur suprataural seperti pada tokoh-tokoh lamut (Cahyani, 2. Penelitian serupa selanjutnya ialah yang dilakukan oleh Rusma Noortyani dan kawan-kawan dengan judul AuKajian Etnolinguistik Lagu Parenting Tradisional Indonesia AuDindang Maayun AnakAy: Refleksi Budaya dalam Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Banjar Kalimantan SelatanAy (Noortyani et al. , 2. Penulis memiliki ketertarikan pada syair-syair lamut untuk ditelitii. Oleh karena itu peneliti ingin meneliti Lamut dengan tujuan menemukan jenis-jenis puisi rakyat dalam Lamut serta nilai-nilai yang terkandung yang ditemukan dalam syair Lamut sebagai bentuk pembelajaran berbasis etnopegagogi. Dalam prespektif pedagogi. Lamut tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sarana pendidikan berbasis kearifan lokal. Kajian ini menawarkan kebaruan dalam analisis Lamut melalui pendekatan multidisiplin, khususnya di bidang etnopedagogi yang mengintegrasikan nilai budaya dalam praktik pembelajaran modern. Selain itu, penelitian ini memeliki kontribusi pada imu pengatahuan seperti memeberikan inovasi dalam model pembelajaran yang berkearifan lokal dan sudah terintgrasikan dengan kurikulum. Lamut juga dapat diajarkan pada pembeljaran berbasis teknologi dengan memanfaatkan e-learning sehingga penelitian ini dapat menjadi pelestarian budaya di era digital. METODOLOGI Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan bagaimana Lamut sebagai puisi rakyat dalam masyarakat Banjar. Penggunaan dari jenis penelitian tersebut dipilih untuk menemukan hasil yang jelas dan Anterior Jurnal. Volume 24 Issue I. Januari 2025. Page 65 Ae 70 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 holistik (Sudaryanto, 2018. Sugiyono, 2. Deskriptif Kualitatif juga dapat menjelaskan secara detail bagaimana Lamut sebagai puisi rakyat. Ciri dari penggunaan deskriptif kualitatif adalah penggunaan data yang alami (Noortyani & Rahmawati. Selain itu, peneliti juga menggunakan metode studi literatur dalam mengumpulkan data. Rangkaian dari metode tersebut berupa pengumpulan data pustaka, mencatat, serta mengolah. Teknik-teknik tersebut dipilih agar memperoleh hasil yang relevan berdasarkan teori-teori yang juga dijadikan sebagai bahan rujukan (Harahap, 2014. Sari, 2. Oleh karena itu, studi pustaka adalah cara yang digunakan peneliti untuk membahas Lamut sebagai puisi rakyat dengan kajian Setelah data terkumpul, peneliti menggunakan teknik analisis konten dalam mengalisis data. Teknik analisis konten adalah teknik yang digunakan untuk memahami isi dari studi pustaka sebelumnya. Teknik analisis konten juga digunakan untuk mengidentifikasi dari hasil kumpulan data. Peneliti juga menggunakan evaluasi dan identifikasi pada sumber pustaka yang digunakan sebagai data seperti relevansi, krediibilitas, dan jenis publikasi yang digunakan. Langkah tersebut dlakukan untuk memastikan data yang digunakan peneliti adalah benar. Kebenaran dari data yang digunakan tersebut juga divalidasi oleh ahli dengan uji teori yang relevan. HASIL DAN PEMBAHASAN Lamut sebagai puisi rakyat Banjar dapat diajarkan kepada siswaa sebagai bentuk pengajian dalam etnopedagogi. Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 7 tingkatan SMP/MTs semester ganjil disajikan bahan ajar puisi rakyat. Sebagai masyarakat Banjar, seyogyanya pendidik mengajarkan puisi rakyat di lingkugan masyarakat sendiri sebagai bentuk pelestarian kearifan Oleh karena itu, penulis memberikan penjelasan Lamut yang dapat dijadikan sebagai bahan ajar tersebut. Penelitian ini membahas tentang Lamut sebagai puisi rakyat dengan menggunakan kajian etnopedagogi. Lamut merupakan sebuah tradisi lisan pada masyarakat Banjar, karena sebagai sebuah tradisi lisan Lamut juga merupakan bentuk puisi rakyat yang masih hidup di lingkungan masyarakat Banjar. Puisi rakyat merupakan sebuah karya sastra yang di dalamnya mengandung pesan, nilai-nilai, serta budi pekerti. Ciri-ciri dari puisi rakyat adalah penyampaian dan pelestariannya melalui lisan atau mulut ke mulut. Lamut merupakan bentuk tradisi lisan tersebut. Berikut adalah hasil temuan dan pembahasan: Jenis-Jenis Puisi Rakyat Jenis-jenis puisi rakyat yang terdapat dalam Lamut adalah sebagai berikut: Lamut sebagai Mantra Mantra ialah jenis puisi lama yang dipercayai memiliki kekuatan gaib atau mistis. Mantra juga dipercayai masyarakat sabagai obat atau penyembuh atau bahkan bisa mendatangkan sakit (Kawi & Hanafi, 1. Keberadaan mantra sampai saat ini masih ada dan tetap dilestarikan. Puisi rakyat ini memiliki ciri-ciri rima yang bersajak a-b-c-d dan juga biasanya memiliki bahasa dari kelompok tertentu yang bisa dipahami (Riana, 2. Keutamaan dari mantra ini adalah kemistisan atau kekuatan gaib yang ada pada saat mantra dibacakan (Trisnawati, 2. Lamut merupakan jenis puisi rakyat yang diyakini memiliki kekuatan supranatural. Lamut juga diyakini masyarakat Banjar sebagai sebuah upacara adat yang dapat menyembuhkan penyakit. Oleh karena itu Lamut merupakan bagian dari mantra karena memiliki kekuatan gaib atau mistis. Lantunan lisan dari Lamut biasanya bercerita tentang kisah-kisah sejarah (Cahyani, 2. Kisah sejarah yang diceritakan merupakan kisah pada zaman dahulu yang secara sederhananya memiliki nilai supranatural yang tak dapat diterima oleh pikiran manusia. Sehingga unsur supranutral yang ada dalam tuturan Lamut mampu memberikan sebuah nilai mistis. Lamut sebagai mantra pengobatan juga dilengkapi dengan syarat yang lainnya yang harus dipenuhi. Salah satunya ialah sesajen atau dikenal dengan sebutan piduduk yang didalamnya berisi kopi, gula merah, jarum, benang, beras ketan, dupa, dan yang lainnya (Kawi & Hanafi, 1. Lamut sebagai upacara pengobatan hanya dilakukan oleh palamut yang sudah profesional . dan masyarakat sebagai pasien yang masih mempercayai kekuatan Lamut. Lamut sendiri merupakan sebuah tradisi yang hampir punah, oleh karena itu lamut sebagai upacara pengobatan saat ini jarang ditemukan dan hanya berada pada daerah-daerah tertentu. Beberapa penggalan syair yang mengandung unsur supranatural yang dipercayai memiliki kekuatan mistis. Tabel I. Lirik Lamut sebagai mantra yang ditemukan pada data Bahasa Banjar "Lamut berubah jadi burung rajawali tarbang ke atas. [Data . "Kapal ditimangnya oleh lamut, muda pancaran muda, ikam kapal, ikam bukan kuda basi. Asap pulaman kamajaya. Muntung lamut, bacahaya. Maka pada sakarang, kapal bungkuk haluan. [Data . "Balum pacah muntung batariak si lamut, baguncang gunung angin mara dewa, takipik jin nang manunggu kapal naga jaya. [Data . "Lonna tiga kali baki rip badan, sakajap hilang pamandangan lonna. Lannu talah menjadi burung, melayang tarbang, hinggap di kapal nang paling [Data . Bahasa Indonesia AuLamut berubah jadi burung rajawali terbang ke atasAy [Data . "Kapal ditimangnya oleh lamut, muda pancaran muda, kamu kapal, kamu bukan kuda besi. Asap pulaman kamajaya. Mulut lamut. Maka saat itu, kapal berputar haluan. [Data . "Belum pecah mulut betariak si lamut, berguncang gunung, angin, seluruh dewa, terjepit jin yang menunggu kapal naga jaya. [Data . "Lonna tiga kali menyusutkan badan, sekejap hilang pamandangan Lannu talah menjadi burung, melayang tarbang, hinggap di kapal yang paling ujung. [Data . Arina Fitriana. Fathul MuAoin. Rusma Noortyani dan Ngalimun. Lamut Sebagai Puisi Rakyat: Kajian Etnopedagogi Lamut sebagai Syair Syair merupakan puisi lama yang berasal dari Persia dan dibawa masuk ke Indonesia bersama masuknya Islam di Indonesia (Riana, 2. Syair berasal dari bahasa arab syi'ir atau syu'ur yang artinya perasaan yang menyadari. Syair biasanya menceritakan sebuah kisah sehingga barisnya merupakan sebuah isi. Syair yang dibacakan biasanya dipercayai masyarakat bahwa kisah tersebut pernah dan benar-benar terjadi pada masa lalu (Trisnawati, 2. Lamut merupakan puisi rakyat yang berkembang di masyarakat Banjar yang biasanya menceritakan kisah atau peristiwa di masa lalu. Cerita Lamut tidak jauh dari cerita sejarah atau kerajaan yang di dalamnya memiliki nilai-nilai tertentu (Cahyani. Kawi & Hanafi, 1. Cerita yang sering dituturkan oleh Palamutan . rang yang melantunkan Lamu. ialah cerita AuRaden Kasan MandiAy. Tabel 2. Lirik Lamut sebagai syair yang ditemukan pada data Bahasa Banjar "Jar sebuah banua, yakni namanya Palinggam. Palinggam namanya kota Palinggam. Kota Palinggam, tanahnya tinggi, kertaknya panjang. alun-alun luas, babatuan pasir, nilam biduri ". [Data . "Sebuah negeri ngarannya kota Palinggam nang jadi raja bernama Ratu Bungsu Maharaja Bungsu permaisurinya bernama Kasumanilam". "Kasumanilam dibari anak laki-laki oleh dewa ia Kasan Mandi". [Data . Kasan Mandi lalu bajalan kapandrusan tinggi mandatangi ramanya serta ibunya dalam kapandrusan . Raden Layang Mandi menyembah sujud di bawah kaus panjanangan, mancium tangan dan kaki ibu dan ramanya . [Data . "Lebih baik aku (Kasan Mand. turutakan perintah ibuku, sidin manyuruhakan aku memilih bini Kuta Palinggam. Ayu ai bu ai cuba-cuba kumpulakan babinian Palinggam. Padahakan ulun handak mamilih bini". [Data . Bahasa Indonesia "Katanya sebuah daerah, yakni namanya Palinggam. Palinggam namanya kota Palinggam. Kota Palinggam, tanahnya tinggi, letaknya alun-alun luas, berbatuan pasir, nilam biduri ". [Data . "Sebuah negeri namanya kota Palinggam yang jadi raja bernama Ratu Bungsu Maharaja Bungsu permaisurinya bernama Kasumanilam". "Kasumanilam diberi anak laki-laki oleh tuhan, ia bernama Kasan Mandi". [Data . Kasan Mandi lalu berjalan kapandrusan tinggi mendatangi bapaknya serta ibunya dalam kapandrusan . Raden Layang Mandi menyembah sujud di bawah kaus panjanangan, mencium tangan dan kaki ibu dan bapaknya . [Data . "Lebih baik aku (Kasan Mand. menuruti perintah ibuku, dia menyuruh aku memilih calon istri di Kota Palinggam. Baiklah bu. Silakan kumpulkan perempuan di Palinggam. Kabari, aku akan mencari [Data . Kisah tersebut menceritakan sebuah perjalanan hidup yang juga mengandung nilai sosial, nilai budaya, dan nilai agama. Oleh karena itu Lamut merupakan bagian dari puisi rakyat berjenis Syair karena ceritanya dipercayai masyarakat pernah terjadi dan sampai saat ini masih diceritkan (Yulianto, 2. Lamut sebagai Pantun Pantun merupakan karya sastra yang terikat oleh rima dan sajak. Baris pertama dan kedua pantun dinamakan sampiran dan baris kedua dan ketiga dinamakan isi. Sajak pantun biasanya berupa a-b-a-b atau juga terkadang ditemukan a-a-a-a (Riana, 2016. Trisnawati, 2. Pertunjukan utama dari Lamut adalah penyampaian sebuah cerita, namun di bagian awal dan akhir basanya para Palamutan . rang yang melantunkan Lamu. membumbui cerita dengan sebuah pantun (Yulianto. Walaupun keberadaan pantun bukan hal yang utama dalam Lamut, namun pantun dan menggugah pendengarnya. Berikut beberapa pantun yang sering dipakai di dalam Lamut (Kawi & Hanafi, 1. Tabel 3. Lirik Lamut sebagai pantun pembuka yang ditemukan pada data Pembukaan Bahasa Banjar Pinang anum berangkap-rangkap Pinang tuha berundun-rundun Lawan nang anum meminta maap Lawan nang tuha meminta ampun [Data . Tabusalah sarai serapen Bawa balayar kuliling nagri Amun tasalah meminta ampun Kisah Banjar dibawa kemari [Data . Bahasa Indonesia Pinang muda bekait-kait Pinang tua berduyun-duyun Dengan yang muda meminta maaf Dengan yan tua meminta ampun [Data . Tersebutlah kisah Sarai Sarapen Bawa berlayar keliling negri Kalau salah meminta ampun Cerita Banjar dibawakan di sini [Data . Tabel 3. Lirik Lamut sebagai pantun penutup yang ditemukan pada data Penutup Bahasa Banjar Sarang Samut mengambang kapas Kututupi di higa tawing Tarbang Lamut handak pang kulapas Banyu kupi sudahlah dingin [Data . Sarang samut mengambang kapas Mangambang kapas tarlalu putih Tarbangku lamut handak kulapas Aku balamut handak baampih. [Data . Bahasa Indonesia Sarang Semut mengembang kapas Saya tutup di samping pintu Terbang Lamut hendak saya lepas Minuman kopi sudah dingin [Data . Sarang semut mengembang apas Mengembang kapas terlalu putih Terbang Lamut hendak saya lepas Aku berlamut hendak selesai [Data . Anterior Jurnal. Volume 24 Issue I. Januari 2025. Page 65 Ae 70 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 Nilai-Nilai Kehidupan yang Terdapat dalam Lamut Lamut memiliki peranan penting dalam penyadaran. Penyadaran tersebut berupa nilai-nilai yang terkandung dalam Lamut. Nilai-Nilai ini dapat menjadi pijakan atau tuntunan agar berkehidupan lebih baik lagi. Berikut adalah pebemuan nilai-nilai kehidupan yang ditemukan dalam syair Lamut. Nilai Agama Nilai agama yang terdapat pada syair Lamut tidak mencerminkan dari suatu agama. Dari syair lamut memberikan pengakuan bahwa Tuhan ada dan memang memiliki kekuatan. Data . dan data . merupakan bagian dari nilai agama. Pada data . "Belum pecah mulut betariak si Lamut, berguncang gunung, angin, seluruh dewa, terjepit jin yang menunggu kapal naga jaya. " Menjelaskan bahwa Tuhan atau yang disebut Dewa memiliki kekuatan yang dapat membantu manusia. Kekuatan yang dimiiki Tuhan dapat diberikan kepada manusia apabila manusia tersebut berdoa dan berusaha. Pada data . "Kasumanilam dibari anak laki-laki oleh dewa ia Kasan Mandi" menjelaskan bahwa Tuhan atau yang disebut Dewa bisa Kehendak Tuhan dimanakan takdir. Oleh karena itu, takdir adalah ketetapan Tuhan yang pengetahuannya hanya Tuhan yang tahu. Nilai Sosial Nilai-nilai sosial yang terdapat pada syair Lamut terkait dengan adanya bentuk interaksi sosial. Nilai-nilai tersebut ada pada data . dan data . yang bercerita tentang interaksi anak dan orang tuanya. Dari data tersebut mengajarkan bahwa anak bersikap kepada orang tuanya. Cerminan perilaku baik yang dilakukan Kasan Mandi seperti bersujud kepada orang tuanya sebagai bentuk hormatnya dan menuruti perintah Ibunya untuk menikah adalah bentuk ketaan atau bakti dari seorang anal. Selain itu, juga terdapat nlai sosial pada data . yang terdapat dalam penggalan pantun. Di data . terdapat nilai sosial yang mengajarkan sikap bagaiaman kepada yang muda untuk meminta maaf dan kepada yang lebih tua meminta Sikap yang ditunjukkan merupakan bagian bentuk penghormatan dari keberadaan si penutur kepada pendengar Lamut baik yang tua ataupun yang muda. Nilai Budaya Nilai budaya yang tercermin dalam kisah Lamut adalah cerita kebiasaan pada zaman dahulu yang sudah menjadi bagian dari budaya. Pada data . dikisahkan bahwa Kasan Mandi mencari istri, menjadi sebuah kebiasaan bahwa perempuan yang akan diminta untuk berkumpul untuk memenuhi permintaan Kasan Mandi. Menjadi budaya bahwa perempuan yang akan dicari oleh laki-laki, terlebih bahwa Kasan Mandi adalah seorang anak raja sehingga Kasan Mandi dengan mudah dapat mengumpulkan para perempuan dan memilih sebagai istri. Selanjutnya, nilai sosial terdapat pada data . di penggalan pantun. Data . menjelaskan bahwa budaya dalam Lamut harus dilengkapi dengan kopi dan terbang. Terbang dijadikan pengiring musik dan kopi merupakan suguhan minuman, dimana kopi juga salah satu minuman yang mengandung kafein dan memiliki fungsi untuk menahan ngantuk sehingga cocok diminum saat malam karena biasanya Lamut ditampilkan di malam hari. Oleh karena itu kopi dan terbang menjadi bagian dari budaya Lamut. KESIMPULAN Lamut merupakan tradisi lisan masyaraat Banjar. Lamut juga termasuk puisi rakyat karena pelestraian dari Lamut merupakan penyamapaian dari mulut ke mulut. Keberadaan kesenian Lamut saat ini patut diperhatikan dan harus Oleh karena itu, penulis mengajak pendidik di lingkungan SMP/MTs di Banjarmasin untuk mengajarkan Lamut sebagai puisi rakyar pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VII. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa Lamut merupakan jenis puisi rakyat berupa mantra karena memiliki nilai mistis dan dapat dijadikan sebagai tolak bala atau upacara penyembuhan, sebagai syair karena menceritakan kisah sejarah atau peristiwa lalu yang diyakini pernag terjadi, dan sebagai pantun karena disampaikan sebagai bentuk pendukung cerita pada bagan awal atau di akhir. Terdapat juga nilai-nilai yang terkandung dalam Lamut yang dapat menjadi cerminan kehidupan. Nilai-nilai dalam Lamut meliputi nilai agama, nilai sosial, dan nilai budaya. Dari keberadaan ketiga nilai tersebut menjadi bukti bahwa lamut sebagai puisi rakyat dapat dijadikan sebuah etnopedagogi atau pengajaran hidup. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada beberapa penulis yang menjadi data pendukung dalam penelitian ini. Terima kasih juga disampaikan dari penulis kepada Ibu Prof. Dr. Rusma Noortyani. Pd. , dan Bapak Prof. Dr. Fatchul MuAoin. Hum. , selaku dosen pembimbing mata kuliah etnolinguistik yang juga membantu dan mendukung penulis untuk menyelsaikan penulisan ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih pada kinerja antar tim, serta lembaga penulis yang turut serta mendukung. REFERENSI