DARMA CENDEKIA e-ISSN 2963-167X Vol. No. Desember 2025, hlm. http://w. com/index. php/darmacendekia/index DOI: https://doi. org/10. 60012/dc. PEMANFAATAN RUMAH WARGA SEBAGAI TEMPAT BELAJAR BAGI ANAK-ANAK UNTUK MENINGKATKAN LITERASI MEMBACA Nur Irwansyah1*. Arinah Fransori2. Munasiah3. Fito Yuliyanto4 Universitas Indraprasta PGRI1,2,3,4 nurirwansyah19@gmail. com1*, arinahfransori@gmail. com2 , munasiahunindra@gmail. Kata Kunci: Pemanfaatan. Rumah Warga. Tempat Belajar. Literasi Membaca Abstrak: Abdimas ini berjudul Pemanfaatan Rumah Warga sebagai Tempat Belajar bagi Anak-anak untuk Meningkatkan Literasi Membaca. Tujuan dari Abdimas ini, yaitu memanfaatkan salah satu rumah warga untuk dijadikan sebagai rumah literasi dan tempat belajar bagi anak-anak dengan menyediakan buku cerita dan buku pengetahuan yang bervariasi bagi anak-anak usia sekolah dasar. Kegiatan yang dilakukan bagi anak-anak di sana berupa membaca buku cerita dan berlatih menulis lepas pada garis empat. Dengan adanya kegiatan ini membuat anakanak menjadi senang dan menghilangkan rasa bosan. Mereka bisa membaca buku cerita dan berlatih menulis lepas pada garis empat bersama dengan teman-temannya. Pertemanan di antara mereka akan menjadi lebih erat dan rasa bosan juga jenuh yang mereka alami selama ini hilang diganti dengan rasa senang. Perasaan senang karena mengikuti kegiatan abdimas ini akan berdampak pada lebih semangatnya anak-anak belajar di Selain itu, kemampuan literasi membaca mereka menjadi lebih baik. Pada akhirnya kecerdasan anak-anak dan prestasi belajar mereka di sekolah akan meningkat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode membaca terbimbing . uided readin. Metode membaca terbimbing . uided readin. adalah pendekatan pengajaran membaca yang dilakukan secara kelompok kecil dengan bimbingan langsung dari guru untuk meningkatkan kemampuan memahami teks dan membaca mandiri siswa. Keyword: Utilization. Residential Houses. Learning Places. Reading Literacy Abstract: This community service is entitled "Utilizing Residents' Homes as Learning Places for Children to Improve Reading Literacy. " The purpose of this community service is to utilize one of the residents' homes to serve as a literacy house and learning place for children by providing a variety of storybooks and knowledge books for elementary school-aged children. Activities carried out for the children there include reading storybooks and practicing freehand writing on four lines. This activity makes the children happy and relieves boredom. They can read storybooks and practice freehand writing on four lines together with their Friendships between them will become closer and the boredom and saturation they have experienced so far will disappear, replaced by a sense of joy. The feeling of joy from participating in this community service activity will have an impact on the children's enthusiasm for learning at school. addition, their reading literacy skills will improve. Ultimately, the Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hlm. Nur Irwansyah. Arinah Fransori. Munasiah. Fito Yuliyanto Pemanfaatan Rumah Warga sebagai Tempat Belajar bagi Anak-Anak untuk Meningkatkan Literasi Membaca children's intelligence and their academic achievement in school will increase. The method used in this activity is the guided reading The guided reading method is a reading teaching approach carried out in small groups with direct guidance from the teacher to improve students' ability to understand texts and read independently. Diserahkan: 10-11-2025 Direvisi: 29-12-2025 Diterima: 29-12-2025 PENDAHULUAN Abdimas ini berjudul Pemanfaatan Rumah Warga sebagai Tempat Belajar bagi Anak-anak untuk Meningkatkan Literasi Membaca. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini, yaitu memanfaatkan salah satu rumah warga untuk dijadikan sebagai rumah literasi dan tempat belajar bagi anak-anak dengan menyediakan buku cerita dan buku pengetahuan yang bervariasi bagi anak-anak usia sekolah dasar. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan bagi anak-anak di sana berupa membaca buku-buku cerita dan berlatih menulis lepas pada garis empat. Tim Abdimas memanfaatkan salah satu rumah warga sebagai tempat literasi dan belajar bagi anak-anak. Tim abdimas menyediakan buku-buku bacaan yang lebih bervariasi dan lembar latihan menulis lepas pada garis empat juga menyiapkan perlengkapan-perlengkapan yang diperlukan untuk dapat digunakan berkegiatan anakanak. Ada beberapa masalah yang muncul dan dirasakan oleh mitra. Saat ini, anak-anak usia sekolah dasar di wilayahnya sudah bertambah jumlahnya. Mereka belajar di sekolah sejak pagi hingga siang dan sore hari. Aktivitas belajar anak-anak di sekolah terkadang membuat mereka jenuh dan bosan. Siang atau sore setelah pulang sekolah, mereka beristirahat di rumah masing-masing karena sudah lelah. Kadang-kadang beberapa anak bermain bersama pada sore harinya. Begitu setiap hari aktivitas yang dilakukan anakanak saat ini. Mereka perlu melakukan kegiatan lain agar dapat menghilangkan rasa bosan dan jenuh karena aktivitas sekolah setiap hari itu. Mereka membutuhkan kegiatan baru selain belajar di sekolah bersama-sama yang dapat memunculkan perasaan senang. Selain itu, kemampuan literasi membaca mereka akan menjadi lebih baik. Beberapa permasalahan lain yang ada pada anak-anak usia sekolah dasar di wilayah mitra adalah kemampuan literasi membaca mereka. Beberapa permasalahan tersebut antara lain sebagai berikut. Pertama, kurangnya minat dan motivasi anak-anak untuk belajar membaca. Kedua, keterbatasan keterampilan dasar beberapa anak, seperti mengalami kesulitan dalam mengenali huruf, melafalkan kata, atau memahami makna Ketiga, faktor lingkungan dan keluarga yang kurang mendukung pembelajaran literasi, yaitu kurangnya bahan bacaan yang memadai di rumah. Keempat, sarana dan prasarana fasilitas belajar yang kurang memadai, seperti buku bacaan yang sesuai usia dan ruang belajar yang nyaman. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut Tim Abdimas dengan didukung oleh Ketua RT setempat menyediakan fasilitas pembelajaran literasi membaca yang memadai bagi anak-anak usia sekolah dasar, seperti buku bacaan yang sesuai dengan usia mereka, agar minat dan motivasi anak-anak untuk belajar membaca dan kemampuan literasi membaca mereka meningkat. Literasi membaca merupakan keterampilan dasar yang sangat penting dalam pengembangan pribadi dan keberhasilan akademik seseorang. Secara umum, literasi membaca dapat dipahami sebagai kemampuan individu untuk memahami, menggunakan. Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hlm. Nur Irwansyah. Arinah Fransori. Munasiah. Fito Yuliyanto Pemanfaatan Rumah Warga sebagai Tempat Belajar bagi Anak-Anak untuk Meningkatkan Literasi Membaca menilai, dan mengomunikasikan informasi yang diperoleh melalui kegiatan membaca (UNESCO, 2021: . Kemampuan ini tidak hanya mencakup kemampuan mengenali kata dan memahami teks secara literal, tetapi juga melibatkan aspek analisis kritis, interpretasi, dan pemanfaatan informasi secara efektif dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu. UNESCO . 1: . juga menyatakan bahwa literasi membaca adalah fondasi utama untuk mengakses ilmu pengetahuan, budaya, dan informasi di era digital saat ini. Dengan kata lain, literasi membaca berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendorong masyarakat yang berpengetahuan dan berbudaya. Menurut Nurhadi dan Suryadi . 2: . , literasi membaca adalah proses yang melibatkan interaksi aktif antara pembaca dan teks, dimana pembaca tidak hanya sekadar mengidentifikasi kata-kata, tetapi juga mampu memahami makna yang terkandung, menghubungkan informasi, dan menerapkan pengetahuan tersebut dalam konteks yang Hal ini menunjukkan bahwa literasi membaca adalah kompetensi multidimensi yang mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas. Dalam konteks pendidikan, pengembangan literasi membaca menjadi salah satu prioritas utama untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif tentang pengertian literasi membaca menjadi langkah awal dalam merancang strategi pembelajaran yang efektif dan inovatif. Literasi membaca memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung pengembangan individu dan masyarakat. Secara umum, tujuan utama dari literasi membaca adalah untuk meningkatkan kemampuan seseorang dalam memahami dan menggunakan teks secara efektif agar dapat berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya. Menurut UNESCO . 1: . , salah satu tujuan utama dari literasi membaca adalah agar individu mampu mengakses, memahami, dan menggunakan informasi yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks akademik maupun non-akademik. Hal ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang mampu berpikir kritis, mandiri, dan inovatif. Dengan kata lain, literasi membaca bertujuan untuk membangun kompetensi yang memungkinkan seseorang mampu menavigasi dunia informasi yang semakin kompleks. Selain itu. Nurhadi dan Suryadi . 2: . , menyatakan bahwa tujuan dari pengembangan literasi membaca tidak hanya sebatas meningkatkan kemampuan memahami teks, tetapi juga untuk membentuk karakter dan kecakapan berpikir kritis, kreatif, serta mampu menilai informasi secara objektif. Mereka menegaskan bahwa literasi membaca bertujuan menyiapkan individu agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan informasi yang pesat. Lebih jauh lagi, menurut Kemendikbud . , salah satu tujuan literasi membaca adalah untuk menumbuhkan minat baca sejak dini sehingga mampu meningkatkan kompetensi literasi secara menyeluruh dan berkelanjutan. Dengan demikian, tujuan akhirnya adalah menciptakan masyarakat yang literat secara budaya dan mampu bersaing di tingkat global. Literasi membaca memiliki berbagai manfaat yang signifikan dalam kehidupan individu maupun masyarakat secara luas. Dengan kemampuan literasi membaca yang baik, seseorang dapat memperoleh berbagai keuntungan yang mendukung pengembangan diri dan keberhasilan dalam berbagai aspek kehidupan. Menurut UNESCO . 1: . , salah satu manfaat utama dari literasi membaca adalah meningkatkan kemampuan individu dalam mengakses dan memahami informasi dari berbagai sumber. Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hlm. Nur Irwansyah. Arinah Fransori. Munasiah. Fito Yuliyanto Pemanfaatan Rumah Warga sebagai Tempat Belajar bagi Anak-Anak untuk Meningkatkan Literasi Membaca sehingga mampu membuat keputusan yang tepat dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan ini sangat penting di era digital yang penuh dengan informasi dan tantangan. Nurhadi dan Suryadi . 2: . menambahkan bahwa manfaat lain dari literasi membaca adalah mampu meningkatkan kecakapan berpikir kritis dan analitis, yang berkontribusi terhadap pengembangan kreativitas dan inovasi. Mereka juga menyebutkan bahwa literasi membaca membantu memperkaya wawasan dan pengetahuan, serta memperkuat kemampuan komunikasi dan bahasa. Selain aspek kognitif, literasi membaca juga memiliki manfaat emosional dan Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Kemendikbud . 0: . , membaca dapat meningkatkan empati dan toleransi, karena pembaca dapat memahami berbagai perspektif dan pengalaman orang lain melalui teks. Dengan demikian, literasi membaca berkontribusi dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berbudaya. Secara umum, manfaat literasi membaca tidak hanya terbatas pada aspek akademik, tetapi juga berdampak positif terhadap kesehatan mental, keberhasilan karir, dan kualitas hidup secara keseluruhan. Oleh karena itu, pengembangan literasi membaca harus menjadi prioritas di berbagai tingkat pendidikan dan kehidupan bermasyarakat. Berbagai program dan kegiatan literasi membaca dikembangkan untuk meningkatkan minat dan kemampuan membaca masyarakat, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat umum. Program ini dirancang agar mampu menciptakan kebiasaan membaca yang berkelanjutan serta meningkatkan kompetensi literasi secara Menurut Kemendikbud . 0: . , salah satu bentuk program literasi membaca yang efektif adalah AuGerakan MembacaAy yang meliputi kegiatan seperti literasi perpustakaan, kompetisi membaca, pelatihan menulis dan membaca, serta kegiatan membaca bersama di sekolah dan komunitas. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya membaca dan menambah wawasan peserta melalui berbagai media dan metode interaktif. Selain itu. Nurhadi dan Suryadi . 2: . menyebutkan bahwa kegiatan literasi membaca yang efektif juga meliputi pengembangan perpustakaan digital, pelatihan literasi digital, serta penggunaan media sosial dan platform daring sebagai sarana membaca dan berbagi informasi. Mereka menegaskan bahwa inovasi teknologi dapat memperluas akses dan meningkatkan daya tarik kegiatan literasi. Program lain yang sedang dikembangkan adalah AuProgram Membaca Berbasis KomunitasAy yang melibatkan masyarakat secara langsung, seperti kegiatan klub buku, festival literasi, dan workshop menulis kreatif. Menurut UNESCO . 1: . , kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung budaya membaca dan menulis secara aktif di masyarakat. Secara umum, kegiatan literasi membaca berbentuk seperti workshop, pelatihan, lomba membaca, kunjungan ke perpustakaan, serta pemanfaatan media digital yang disesuaikan dengan karakteristik peserta dan kebutuhan lokal. Kombinasi berbagai program ini diharapkan mampu meningkatkan minat baca dan kompetensi literasi secara Menurut McKeown. Beck, dan Blake . 1: . , guided reading memungkinkan guru untuk menyesuaikan teks dan strategi pengajaran sesuai dengan tingkat kemampuan siswa, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kompetensi membaca mereka secara bertahap. Selain itu, dalam metode membaca terbimbing . uided Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hlm. Nur Irwansyah. Arinah Fransori. Munasiah. Fito Yuliyanto Pemanfaatan Rumah Warga sebagai Tempat Belajar bagi Anak-Anak untuk Meningkatkan Literasi Membaca readin. , guru berperan sebagai fasilitator yang memantau proses membaca siswa, memberikan umpan balik langsung, dan membantu siswa mengembangkan strategi pemahaman serta pengenalan kata (Fountas & Pinnell, 2020: . Pendekatan ini menekankan pentingnya interaksi langsung dan personalisasi dalam proses belajar membaca, sehingga mampu memenuhi kebutuhan individual siswa secara efektif. Menurut Smith dan Johnson . 2: . , metode membaca terbimbing . uided readin. juga membantu siswa mengembangkan keterampilan metakognitif dan strategi membaca, yang esensial untuk keberhasilan membaca mandiri di tingkat lanjutan. Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar membaca, terutama di tingkat sekolah dasar. Secara umum, langkah-langkah dalam metode membaca terbimbing . uided readin. Pemilihan teks yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. Pembacaan bersama secara berkelompok kecil. Diskusi dan analisis teks untuk memahami isi dan struktur bacaan. Latihan dan refleksi untuk meningkatkan keterampilan membaca mandiri. Dengan pendekatan ini, siswa diharapkan mampu membaca dengan lancar, memahami isi bacaan, dan meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam membaca. Suryana . 0: . , menjelaskan bahwa menulis huruf lepas pada garis empat merupakan latihan mandiri dan bebas yang bertujuan melatih ketepatan dan keindahan bentuk huruf serta meningkatkan keterampilan motorik halus siswa. Sementara itu. Maulani . 1: . menjelaskan bahwa menulis huruf lepas di luar garis dasar adalah kegiatan menulis huruf secara bebas yang membantu meningkatkan kepercayaan diri serta kemampuan kontrol motorik halus siswa. Pendapat lain. Rahmawati . 3: . , memberikan penjelasan bahwa latihan menulis huruf lepas pada garis empat berfokus pada ketepatan dan keindahan bentuk huruf secara mandiri di luar garis dasar, sehingga dapat meningkatkan keterampilan menulis tangan peserta didik. Sejalan dengan itu. Putra . 4: . , berpendapat bahwa menulis huruf lepas di luar garis empat membantu mengembangkan kontrol motorik halus dan kreativitas peserta didik dalam menulis huruf secara mandiri dan bebas. Selain itu. Dewi . 5: . , menerangkan bahwa menulis huruf lepas pada garis empat adalah kegiatan mandiri yang bertujuan meningkatkan keindahan, ketepatan bentuk huruf, serta kepercayaan diri peserta didik dalam menulis tangan secara bebas. Berdasarkan beberapa pendapat dari paragraf di atas dapat disimpulkan bahwa menulis huruf lepas pada garis empat adalah kegiatan mandiri dan bebas yang bertujuan melatih ketepatan, keindahan, serta kontrol motorik halus dalam menulis huruf secara mandiri di luar garis dasar. Aktivitas ini efektif meningkatkan keterampilan menulis tangan, kepercayaan diri, dan kreativitas peserta didik. METODE Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Jln. Mataram I No. 03 RW 16. Kelurahan Mekarjaya. Kecamatan Sukmajaya. Depok. Tim Abdimas melaksanakan kegiatan Pemanfaatan Rumah Literasi bagi Anak-anak di Wilayah RT 03 RW 16. Kelurahan Mekarjaya. Kecamatan Sukmajaya. Depok. Subjek pengabdian kepada masyarakat ini adalah anak-anak usia sekolah dasar yang tinggal di wilayah mitra. Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hlm. Nur Irwansyah. Arinah Fransori. Munasiah. Fito Yuliyanto Pemanfaatan Rumah Warga sebagai Tempat Belajar bagi Anak-Anak untuk Meningkatkan Literasi Membaca Pengabdian kepada masyarakat ini dimulai prosesnya dari Mei hingga Agustus Ada beberapa tahapan yang akan dilakukan oleh tim Abdimas. Tahapan pertama, yaitu mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang ada dan dirasakan oleh mitra dan subjek pengabdian kepada masyarakat, yaitu anak-anak usia sekolah dasar. Caranya dengan bertanya dan berdiskusi kepada Mitra Abdimas sebagai Ketua RT di sana dan melakukan observasi untuk melihat aktivitas anak-anak di sana. Tahapan kedua, yaitu memilih salah satu rumah warga untuk dijadikan sebagai rumah literasi bagi anak-anak. Selain itu. Tim abdimas menyediakan buku-buku bacaan yang bervariasi dan lembar latihan menulis lepas pada garis empat juga menyiapkan perlengkapan-perlengkapan yang diperlukan untuk dapat digunakan berkegiatan anak-anak di sana. Pada proses pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, partisipasi mitra sebagai ketua RT sangatlah berperan penting, baik dalam hal pemberian izin, maupun apresiasi dalam bentuk kerja sama. Mitra berperan dalam mendukung dan membantu terlaksananya proses pengabdian kepada masyarakat sejak awal sampai dengan selesai. Adapun bentuk nyata partisipasi mitra pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, yaitu Mitra selaku Ketua RT memberikan waktu dan kesempatan kepada Tim Abdimas untuk dapat melaksanakan kegiatan Abdimas ini di wilayahnya hingga selesai nanti. Selain itu. Mitra selalu mengarahkan anak-anak di lingkungannya untuk bisa mengikuti kegiatan Abdimas ini secara rutin. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode membaca terbimbing . uided readin. Metode membaca terbimbing . uided readin. adalah pendekatan pengajaran membaca yang dilakukan secara kelompok kecil dengan bimbingan langsung dari guru untuk meningkatkan kemampuan memahami teks dan membaca mandiri siswa. Survei Lokasi dan Bertemu Mitra Abdimas Analisis Situasi Bersama Mitra Abdimas Perencanaan, dan Metode Abdimas Pelaksanaan Abdimas Laporan Abdimas Evaluasi Hasil Abdimas Diagram 1 Tahapan Kegiatan Abdimas HASIL Literasi Membaca Kegiatan Abdimas yang telah dilakukan ini, yaitu literasi membaca dan literasi menulis. Baca tulis adalah dasar dari setiap kegiatan literasi. Literasi baca tulis merupakan kemampuan untuk memahami, menggunakan dan merefleksikan tulisan dalam mencapai suatu tujuan, mengembangkan pengetahuan dan potensi untuk dapat berpartisipasi di Kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan dalam literasi baca-tulis, antara lain sebagai berikut. Kegiatan membaca dan bercerita yang menyenangkan telah dilakukan dengan beberapa variasi. Variasi kegiatan dalam membaca dan bercerita tersebut, antara lain: Membaca senyap, yaitu membaca buku tanpa mengeluarkan suara. Kegiatan ini dilakukan oleh anak yang sudah sekolah dan bisa membaca. Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hlm. Nur Irwansyah. Arinah Fransori. Munasiah. Fito Yuliyanto Pemanfaatan Rumah Warga sebagai Tempat Belajar bagi Anak-Anak untuk Meningkatkan Literasi Membaca Gambar 1 Foto beberapa anak sedang memilih dan membaca buku masing-masing Gambar 2 Foto bersama anak-anak setelah selesai membaca Membaca nyaring . ead a lou. , yaitu membacakan buku dengan bersuara dan didengarkan oleh anak-anak lainnya. Gambar 3 Foto anak sedang membaca nyaring buku di depan anak yang lain Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hlm. Nur Irwansyah. Arinah Fransori. Munasiah. Fito Yuliyanto Pemanfaatan Rumah Warga sebagai Tempat Belajar bagi Anak-Anak untuk Meningkatkan Literasi Membaca Membaca dan bercerita, yaitu memahami bahan bacaan kemudian menyampaikan kembali isi buku. Gambar 4 Foto anak sedang membaca dan bercerita di depan anak yang lain Gambar 5 Foto bersama setelah kegiatan membaca dan bercerita Literasi Menulis Selain melakukan kegiatan membaca, anak-anak juga melakukan kegiatan menulis. Kegiatan menulisnya berupa menulis huruf lepas pada garis empat yang telah disediakan oleh Tim Abdimas. Tujuan menulis huruf lepas pada garis empat ini adalah untuk melatih ketepatan, keindahan, serta kontrol motorik halus anak-anak dalam menulis huruf secara mandiri di luar garis dasar. Aktivitas ini efektif meningkatkan keterampilan menulis tangan, kepercayaan diri, dan kreativitas anak. Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hlm. Nur Irwansyah. Arinah Fransori. Munasiah. Fito Yuliyanto Pemanfaatan Rumah Warga sebagai Tempat Belajar bagi Anak-Anak untuk Meningkatkan Literasi Membaca Gambar 6 Foto anak-anak saat kegiatan menulis huruf lepas pada garis empat Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hlm. Nur Irwansyah. Arinah Fransori. Munasiah. Fito Yuliyanto Pemanfaatan Rumah Warga sebagai Tempat Belajar bagi Anak-Anak untuk Meningkatkan Literasi Membaca PEMBAHASAN Literasi Membaca Membaca terbimbing (Guided Readin. adalah metode pembelajaran membaca yang dilakukan secara berkelompok kecil dengan pendampingan langsung dari guru. Tujuannya adalah membantu anak-anak membaca teks dengan lancar, memahami isi bacaan, serta mengembangkan kemampuan kritis dan analitis mereka. Tujuan dari membaca terbimbing (Guided Readin. , yaitu . membantu anak belajar membaca secara mandiri dan aktif, . meningkatkan pemahaman isi teks, . mengembangkan kosakata dan kemampuan berpikir kritis, serta . menumbuhkan minat baca dan rasa percaya diri anak. Manfaat membaca terbimbing . uided readin. , yaitu . membantu anak belajar membaca secara efektif sesuai kemampuan mereka, . menumbuhkan minat baca melalui pengalaman yang menyenangkan, . meningkatkan pemahaman dan kemampuan analisis teks, dan . membantu guru mengidentifikasi kesulitan yang dialami anak secara langsung. Secara umum, langkah-langkah dalam metode membaca terbimbing . uided readin. sebagai berikut. Pemilihan teks yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. Pembacaan bersama secara berkelompok kecil. Diskusi dan analisis teks untuk memahami isi dan struktur bacaan. Latihan dan refleksi untuk meningkatkan keterampilan membaca mandiri. Ada beberapa tahapan yang dilakukan oleh Tim Abdimas pada saat pelaksanaan membaca terbimbing . uided readin. Ketua Tim Abdimas berperan sebagai guru yang mengajarkan anak-anak membaca. Tahapan dalam membaca terbimbing . uided readin. sebagai berikut. Persiapan Sebelum Membaca Pemilihan teks, yaitu Guru memilih beberapa teks yang sesuai dengan tingkat kemampuan dan minat membaca anak. Pengaturan kelompok, yaitu anak-anak diatur dan dibagi berdasarkan tingkat kemampuan membaca masing-masing. Penyampaian tujuan, yaitu Guru menjelaskan hal-hal yang harus diperhatikan anak-anak selama membaca. Pembacaan Bersama Guru memulai dengan membaca bagian teks secara keras sebagai model. Anak-anak mengulangi membaca teks seperti yang sudah dibacakan oleh Guru, misalnya mengulangi membaca satu baris atau satu paragraf. Guru mengarahkan dan membimbing anak saat membaca dan memberikan perhatian khusus pada pengucapan kata dan intonasi. Diskusi dan Pemahaman Setelah membaca. Guru mengajukan pertanyaan sederhana terkait isi teks untuk memastikan anak memahami. Anak didorong untuk menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, dan mengekspresikan pemahamannya. Guru membantu menjelaskan bagian yang sulit dan menegaskan makna kata atau kalimat yang belum dipahami. Penguatan Pemahaman dan Analisis Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hlm. Nur Irwansyah. Arinah Fransori. Munasiah. Fito Yuliyanto Pemanfaatan Rumah Warga sebagai Tempat Belajar bagi Anak-Anak untuk Meningkatkan Literasi Membaca Anak diajak mengidentifikasi ide utama, tokoh, pesan moral, dan informasi penting dari teks. Anak-anak melakukan kegiatan seperti merangkum cerita, membuat gambar terkait isi bacaan, dan menghubungkan cerita dengan pengalaman sendiri. Penerapan dan Latihan Mandiri Anak diminta membaca bagian teks secara mandiri untuk latihan. Guru memberikan tugas tambahan, seperti menuliskan refleksi dari isi teks. Evaluasi dan Umpan Balik Guru memberi umpan balik positif dan saran perbaikan kepada anak-anak. Anak-anak memperoleh motivasi dan rasa percaya diri untuk membaca lebih baik Dari penjelasan kegiatan membaca terbimbing . uided readin. di atas dapat disimpulkan bahwa membaca terbimbing . uided readin. merupakan proses interaktif yang melibatkan guru dan anak-anak secara aktif dalam kegiatan membaca dan memahami teks. Dengan mengikuti tahapan ini secara terstruktur, anak akan berkembang menjadi pembaca yang mandiri, paham isi, dan kritis terhadap bacaan Literasi Menulis Menulis huruf lepas pada garis empat adalah kegiatan melatih anak untuk menulis huruf dengan benar dan rapi di atas garis empat, yang biasanya terdiri dari garis atas, garis tengah, dan garis bawah. Pada tahap ini, anak belajar menulis huruf secara mandiri tanpa bantuan garis bantu, dengan memperhatikan bentuk dan posisi huruf yang tepat. Tujuan dari menulis huruf lepas pada garis empat, yaitu . mengembangkan kemampuan motorik halus dan koordinasi mata dan tangan, . membiasakan anak menulis huruf dengan benar sesuai bentuk dan ukuran, . meningkatkan ketelitian dan konsentrasi dalam menulis, dan . mempersiapkan anak untuk menulis kata dan kalimat secara Ada beberapa tahapan yang dilakukan oleh Tim Abdimas pada saat pelaksanaan menulis huruf lepas pada garis empat. Ketua Tim Abdimas berperan sebagai guru yang mengajarkan anak-anak menulis. Tahapan dalam menulis huruf lepas pada garis empat sebagai berikut. Pengenalan Huruf Guru mengenalkan bentuk huruf secara lengkap huruf kapital dan huruf kecil. Guru menjelaskan bagian-bagian huruf dan posisi huruf di atas garis empat. Memberikan Contoh Menulis Huruf Guru menulis huruf di papan tulis secara perlahan dan jelas. Guru menunjukkan posisi huruf di atas garis, di garis tengah, dan di bawah garis sesuai bentuk huruf. Latihan Menulis Huruf di Atas Garis Empat Anak-anak diminta meniru menulis huruf di atas garis empat pada lembar latihan masing-masing. Anak-anak diminta fokus pada bentuk huruf, jarak antar huruf, dan posisi di atas Menulis Huruf Lepas Tanpa Bantuan Garis Bantu Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hlm. Nur Irwansyah. Arinah Fransori. Munasiah. Fito Yuliyanto Pemanfaatan Rumah Warga sebagai Tempat Belajar bagi Anak-Anak untuk Meningkatkan Literasi Membaca Setelah terbiasa, anak-anak diminta menulis huruf secara lepas di atas garis Guru mengawasi dan memberikan umpan balik terkait bentuk, jarak, dan posisi Pengulangan dan Latihan Rutin Anak diajak berlatih menulis huruf lepas secara berulang-ulang agar terbiasa dan menjadi lebih rapi. Anak-anak diminta berlatih secara konsisten agar terbentuk kebiasaan menulis yang baik. Evaluasi dan Peningkatan Guru mengevaluasi hasil tulisan anak, memberi pujian untuk kemajuan, dan saran untuk perbaikan. Guru memberikan latihan tambahan sesuai kebutuhan anak. Dari penjelasan kegiatan menulis huruf lepas pada garis empat di atas dapat disimpulkan bahwa menulis huruf lepas pada garis empat merupakan tahapan penting dalam perkembangan kemampuan menulis anak. Dengan latihan yang terstruktur dan penuh perhatian, anak-anak akan mampu menulis huruf dengan rapi, benar, dan percaya SIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diikuti oleh 10 anak usia sekolah dasar yang tinggal di sekitar tempat pelaksanaan abdimas, 2 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Waktu pelaksanaan kegiatan abdimas ini dilakukan setiap hari Sabtu dan Minggu dimulai 00 hingga pukul 17. 30 WIB. Dalam waktu itu, anak-anak dapat melakukan kegiatan literasi membaca dan literasi menulis dengan semangat dan senang hati. Minat anak-anak terhadap membaca dan menulis sangat baik. Mereka menikmati kegiatan membaca bersama teman-temannya. Selain itu, mereka dapat memahami proses membaca dengan beberapa bentuk variasinya. Mereka juga sudah dapat memahami bahwa pentingnya membaca buku setiap hari agar pengetahuan mereka bertambah luas. Oleh karena itu, anak-anak perlu senantiasa difasilitasi untuk dapat selalu melakukan kegiatan belajar, seperti membaca buku dan menulis bersama teman-teman di wilayah RT 03 RW 16. Kelurahan Mekarjaya. Kecamatan Sukmajaya. Depok. Selain itu. Ketua dan pengurus RT diharapkan dapat senantiasa memberikan motivasi kepada anak-anak agar dapat selalu membaca buku setiap hari di rumah masing-masing. UCAPAN TERIMA KASIH