Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 1 - Juni 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 59395/8eqbez51 Penggunaan Teknologi Digital dalam Pembelajaran dan Dampaknya terhadap Konsentrasi Belajar Siswa di SMA Negeri 1 Sokaraja Fatin Amelia Salma1. Muh. Hahif2 Universitas Islam Negeri Prof. Saifuddin Zuhri Purwokerto *e-mail: 254110402317@mhs. id1, muh. hanif@uinsaizu. Received: Revised: Accepted: Available online: Abstract: This study aims to analyze the use of digital technology in learning activities and its influence on studentsAo learning concentration at SMA Negeri 1 Sokaraja. The research employed a qualitative field-study Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation involving the principal, an Islamic Religious Education teacher, and a student as research informants. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, which consists of data reduction, data display, and conclusion The validity of the data was ensured through source triangulation and technique triangulation. The findings show that digital technology has been integrated into learning activities through Google Classroom, the school internet network, computer laboratories, projectors, and studentsAo smartphones. The use of digital technology helps students access information more easily, supports more efficient learning management, and increases learning motivation. However, digital technology can also disrupt studentsAo concentration due to social media notifications, entertainment applications, and uncontrolled gadget use. The findings indicate that the influence of digital technology on learning concentration is not determined solely by the technology itself, but is also affected by teacher supervision, school policies, digital literacy, and studentsAo ability to regulate their technology use. Therefore, the use of digital technology in learning should be accompanied by proper supervision and responsible use so that its benefits can be optimized. Keywords: digital technology. learning concentration. digital literacy. Google Classroom. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran serta pengaruhnya terhadap konsentrasi belajar siswa di SMA Negeri 1 Sokaraja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan siswa. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan triangulasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital telah digunakan dalam kegiatan pembelajaran melalui Google Classroom, jaringan internet sekolah, laboratorium komputer, proyektor, dan telepon pintar Pemanfaatan teknologi digital membantu mempermudah akses informasi, mendukung pengelolaan pembelajaran yang lebih efisien, serta meningkatkan motivasi belajar siswa. Namun demikian, penggunaan teknologi juga dapat mengganggu konsentrasi belajar karena adanya notifikasi media sosial, aplikasi hiburan, dan penggunaan gawai yang kurang terkontrol. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengaruh teknologi digital terhadap konsentrasi belajar tidak hanya ditentukan oleh teknologi itu sendiri, tetapi juga oleh pengawasan guru, kebijakan sekolah, literasi digital, dan kemampuan siswa dalam mengendalikan penggunaan Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi digital perlu disertai pengawasan dan penggunaan yang tepat agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal. Kata kunci: teknologi digital. konsentrasi belajar. literasi digital. Google Classroom. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital telah mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk bidang Internet, ponsel pintar, aplikasi belajar, dan berbagai platform digital mengubah cara guru mengajar dan cara siswa belajar. Sekarang proses belajar tidak hanya bergantung pada ruang kelas dan buku, karena materi juga bisa diakses kapan saja dan dari mana saja (Hanif & Salsabillah, 2. Perubahan ini membuat lembaga pendidikan perlu menyesuaikan diri supaya pembelajaran tetap Pemanfaatan teknologi digital menjadi langkah penting untuk meningkatkan mutu pembelajaran karena bisa membuat kegiatan belajar lebih fleksibel, interaktif, dan mudah dijangkau. Selain itu, teknologi membantu mengembangkan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan literasi digital (Widiastuti & Hanif, 2. Jadi, teknologi bukan hanya media pembelajaran, tapi juga sarana mempersiapkan siswa menghadapi perubahan sosial dan tuntutan dunia kerja di masa depan. Di Indonesia, penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran terus berkembang seiring meningkatnya pemakaian platform daring, media digital, dan aplikasi pendidikan. Peran guru kini tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi fasilitator yang membantu siswa menggunakan teknologi secara tepat. Teknologi memungkinkan siswa memperoleh informasi lebih cepat, lebih luas, dan lebih beragam dibanding sumber belajar konvensional (Warsito & Hanif, 2. Selain itu. E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 1 - Juni 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 59395/8eqbez51 teknologi mempermudah komunikasi antara guru dan siswa serta membantu pengelolaan tugas dan Salah satu platform yang sering digunakan di sekolah adalah Google Classroom. Platform ini memudahkan guru menyampaikan materi, memberi tugas, mengelola kelas, dan mengevaluasi pembelajaran secara efisien. Bagi siswa. Google Classroom memudahkan akses materi dan pengumpulan tugas tanpa terikat ruang dan waktu (Sholeh et al. , 2. Berbagai kemudahan ini menunjukkan teknologi digital berperan penting dalam mendukung efektivitas pembelajaran di sekolah. Meski banyak manfaat, penggunaan teknologi digital juga menimbulkan tantangan. Akses internet yang mudah membuat perangkat digital tidak hanya dipakai untuk belajar tetapi juga untuk hiburan, seperti bermain game, menonton video, atau membuka media sosial. Jika tidak dikontrol, teknologi bisa menurunkan fokus siswa saat belajar. Notifikasi yang terus muncul dan banyaknya informasi sering kali mengalihkan perhatian siswa. Aini et al. menunjukkan intensitas penggunaan media sosial dapat mempengaruhi konsentrasi belajar karena siswa mudah terdistraksi. Konsentrasi belajar adalah kemampuan memusatkan perhatian pada materi yang sedang dipelajari untuk jangka waktu tertentu. Konsentrasi yang baik membantu siswa memahami materi secara optimal, menyelesaikan tugas, dan memperoleh hasil belajar yang lebih baik. Sebaliknya, konsentrasi rendah dapat menghambat proses belajar dan mempengaruhi pencapaian akademik. Karena itu, penggunaan teknologi digital perlu diimbangi kemampuan mengelola diri dan pengawasan yang memadai agar manfaatnya tetap terasa tanpa mengganggu fokus belajar. Berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa teknologi digital dapat membantu meningkatkan motivasi belajar, hasil belajar, dan literasi digital siswa (Wulan et al. , 2023. Wahyuni et , 2. Namun, sebagian besar penelitian tersebut lebih banyak membahas manfaat teknologi dalam pembelajaran secara umum. Penelitian yang secara khusus melihat dampak penggunaan teknologi digital terhadap konsentrasi belajar siswa SMA masih belum banyak dilakukan. Selain itu, penelitian sebelumnya juga lebih sering menggunakan pendekatan kuantitatif sehingga pengalaman guru dan siswa dalam menggunakan teknologi selama proses pembelajaran belum banyak dijelaskan secara mendalam. Padahal, pengalaman tersebut penting untuk memahami bagaimana teknologi dapat membantu kegiatan belajar sekaligus berpotensi mengganggu konsentrasi siswa. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui agaimana penggunaan teknologi digital memengaruhi konsentrasi belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif agar dapat menggali pengalaman dan pandangan informan secara lebih mendalam. Kebaruan penelitian ini terletak pada upaya melihat penggunaan teknologi digital tidak hanya dari sisi manfaatnya, tetapi juga dari berbagai faktor yang memengaruhi dampaknya terhadap konsentrasi belajar. Penelitian ini melibatkan kepala sekolah, guru, dan siswa sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai penggunaan teknologi, bentuk pengawasan yang dilakukan sekolah, serta pengalaman siswa saat menggunakan teknologi dalam Dalam penelitian ini, teknologi digital dipandang sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran yang dapat memberikan dampak positif maupun negatif terhadap konsentrasi belajar siswa. Di satu sisi, teknologi membantu siswa memperoleh informasi dengan lebih mudah, mendukung pengelolaan pembelajaran, dan meningkatkan motivasi belajar. Namun di sisi lain, keberadaan media sosial, aplikasi hiburan, serta penggunaan gawai yang tidak terkontrol dapat mengurangi fokus siswa saat belajar. Oleh karena itu, penelitian ini tidak hanya melihat penggunaan teknologi digital sebagai faktor tunggal, tetapi juga memperhatikan peran pengawasan guru, kebijakan sekolah, literasi digital, dan kemampuan siswa dalam mengendalikan penggunaan teknologi selama pembelajaran berlangsung. SMA Negeri 1 Sokaraja dipilih sebagai lokasi penelitian karena sekolah ini telah memanfaatkan berbagai teknologi digital dalam kegiatan pembelajaran. Guru menggunakan Google Classroom untuk membagikan materi, berkomunikasi dengan siswa, dan mengelola tugas, sedangkan sekolah menyediakan jaringan internet serta fasilitas pendukung lainnya. Berdasarkan observasi awal dan wawancara, teknologi digital dirasakan membantu proses pembelajaran menjadi lebih mudah dan Akan tetapi, beberapa siswa mengaku bahwa notifikasi media sosial dan aplikasi lain sering mengalihkan perhatian mereka saat belajar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital di sekolah tidak hanya memberikan manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan yang berkaitan dengan konsentrasi belajar siswa. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran serta dampaknya terhadap konsentrasi belajar siswa di SMA Negeri 1 Sokaraja. E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 1 - Juni 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 59395/8eqbez51 METODE Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Pendekatan ini dipilih karena tujuan penelitian adalah memahami lebih dalam bagaimana teknologi digital dimanfaatkan dalam pembelajaran dan bagaimana pengaruhnya terhadap konsentrasi belajar menurut pengalaman informan (Creswell & Creswell, 2. Penelitian dilaksanakan pada 12 Mei 2026 di SMA Negeri 1 Sokaraja. Kabupaten Banyumas. Sekolah ini dipilih karena sudah aktif memakai berbagai platform dan fasilitas digital dalam pembelajaran. SMA Negeri 1 Sokaraja adalah sekolah menengah atas negeri dengan sekitar 1. 065 siswa, yang menerapkan pembelajaran berbasis teknologi seperti Google Classroom, jaringan internet sekolah, laboratorium komputer, proyektor, serta penggunaan gawai pribadi oleh siswa. Informan terdiri dari tiga orang: kepala sekolah, seorang guru Pendidikan Agama Islam, dan seorang siswa. Nama informan tidak dicantumkan untuk menjaga kerahasiaan. Kepala sekolah dipilih karena berperan dalam pembuatan kebijakan penggunaan teknologi di sekolah. Guru Pendidikan Agama Islam dipilih karena terlibat langsung dalam pelaksanaan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi Siswa dipilih karena aktif menggunakan teknologi digital dalam kegiatan pembelajaran sehingga dapat memberikan informasi mengenai pengalaman belajar serta pengaruh penggunaan teknologi terhadap konsentrasi belajar. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling karena ketiganya dianggap memiliki pengalaman langsung terkait penggunaan teknologi di sekolah (Maykut & Morehouse, 2. Pengumpulan data dilakukan lewat observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Observasi dilakukan langsung untuk melihat penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran, pemanfaatan fasilitas sekolah, serta perilaku siswa saat menggunakan gawai yang berkaitan dengan konsentrasi belajar. Wawancara diarahkan pada bentuk pemanfaatan teknologi, manfaat yang dirasakan, kendala yang ditemui, pengaruh terhadap konsentrasi belajar, dan strategi pengawasan yang diterapkan Dokumentasi dipakai untuk melengkapi data lewat catatan lapangan dan dokumen pendukung Semua pengumpulan data dilakukan langsung di sekolah supaya informasi yang diperoleh sesuai dengan kondisi nyata saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Miles et al. , 2. Di tahap reduksi, peneliti menyaring dan memfokuskan data yang relevan dengan tujuan penelitian. Selanjutnya data disajikan dalam bentuk uraian deskriptif agar mudah dibaca dan dianalisis. Terakhir, peneliti menarik kesimpulan berdasarkan pola, hubungan, dan temuan dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik (Nurfajriani et al. , 2. Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan informasi dari kepala sekolah, guru, dan siswa, sedangkan triangulasi teknik mencocokkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Penggunaan Teknologi Digital dalam Pembelajaran di SMA Negeri 1 Sokaraja Hasil observasi pada 12 Mei 2026 menunjukkan bahwa SMA Negeri 1 Sokaraja sudah memanfaatkan teknologi digital dalam berbagai kegiatan pembelajaran. Sekolah yang memiliki sekitar Terdapat 1. 065 siswa ini dilengkapi fasilitas digital seperti jaringan internet sekolah, laboratorium komputer, proyektor, dan Google Classroom. Selain itu, sebagian besar siswa juga memakai ponsel pintar pribadi untuk mendukung proses belajar. Pemakaian teknologi ini bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas pembelajaran. Kepala sekolah menyampaikan bahwa pihak sekolah terus berusaha menyediakan fasilitas yang mendukung kebutuhan belajar, misalnya jaringan internet, laptop, komputer, dan papan digital. menyatakan bahwa sekolah ingin agar pembelajaran berjalan lebih efektif dan selaras dengan perkembangan teknologi. Upaya ini diharapkan meningkatkan efisiensi proses belajar dan menumbuhkan minat serta motivasi siswa. Dari penjelasan kepala sekolah terlihat bahwa penggunaan teknologi memang menjadi salah satu perhatian sekolah dalam mendukung proses pembelajaran. Ketersediaan sarana dan prasarana menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran berbasis teknologi. Kondisi ini juga sesuai dengan pendapat Warsito dan Hanif . yang menyatakan bahwa ketersediaan fasilitas digital dapat membantu meningkatkan efektivitas pembelajaran. Dalam praktiknya, guru menggunakan teknologi untuk menyampaikan materi, mengelola tugas, berkomunikasi dengan siswa, dan menyediakan sumber E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 1 - Juni 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 59395/8eqbez51 belajar yang lebih mudah diakses. Google Classroom menjadi platform yang sering dipakai karena mempermudah pembagian materi dan pengumpulan tugas secara daring. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi digital sudah menjadi bagian penting dari sistem pembelajaran di SMA Negeri 1 Sokaraja. Meski penerapan berjalan cukup baik, sekolah masih menghadapi kendala teknis. Menurut Bapak Saidan, masalah utama adalah perbedaan spesifikasi perangkat milik siswa, sehingga tidak semua aplikasi berjalan dengan baik di semua gawai. Selain itu, kemampuan siswa dalam memakai teknologi juga bervariasi, sehingga guru perlu memberi pendampingan dan pengawasan saat pembelajaran Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi pembelajaran tidak hanya bergantung pada fasilitas sekolah, tetapi juga pada kesiapan perangkat dan kemampuan pengguna. Oleh karena itu, penerapan teknologi digital memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai dan pengelolaan yang tepat agar tujuan pembelajaran tercapai secara optimal. 2 Dampak Positif Penggunaan Teknologi Digital terhadap Pembelajaran Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital memberikan banyak manfaat untuk proses pembelajaran. Manfaat yang paling terlihat adalah kemudahan akses informasi dan sumber belajar. Lewat internet dan berbagai platform digital, siswa bisa mendapatkan materi lebih cepat dan lebih beragam dibanding hanya mengandalkan buku teks. Guru juga merasakan kemudahan dalam mengelola pembelajaran. Guru Pendidikan Agama Islam menyatakan bahwa proses belajar menjadi lebih cepat dan dinamis, serta memudahkan guru memantau pengumpulan tugas secara real Menurutnya, "Google Classroom memudahkan guru dalam memberikan materi, memberi tugas, serta memantau pengumpulan tugas siswa secara langsung. " Dari pengalaman guru tersebut terlihat bahwa penggunaan Google Classroom membuat proses pembelajaran menjadi lebih praktis karena materi dan tugas dapat dikelola dalam satu platform. Selain efisiensi, penggunaan media digital juga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Penyajian materi lewat video, presentasi, atau kuis interaktif cenderung lebih menarik dibanding metode tradisional yang hanya ceramah, sehingga siswa menjadi lebih aktif dan terlibat. Temuan ini sesuai dengan Wulan et al. yang menyatakan bahwa pembelajaran digital dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar. Wahyuni et al. juga menyebut bahwa pemanfaatan teknologi membantu meningkatkan literasi digital siswa, yang penting di era modern. Hasil tersebut menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya membantu siswa memperoleh informasi dengan lebih mudah, tetapi juga membantu guru mengelola pembelajaran sehingga kegiatan belajar menjadi lebih efektif. Temuan lain yang mendukung adalah penelitian Sari . , yang menunjukkan bahwa teknologi digital meningkatkan keaktifan dan produktivitas siswa. Dengan teknologi, siswa tidak hanya lebih mudah mendapatkan informasi, tetapi juga memiliki peluang terlibat langsung dalam aktivitas yang mengasah kreativitas dan keterampilan. Teknologi membantu siswa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik jika didukung sarana-prasarana yang memadai. Dengan kondisi tersebut, pemanfaatan teknologi digital bisa memberi kontribusi positif pada kualitas pembelajaran dan keterlibatan siswa. Pandangan siswa juga menguatkan temuan ini. Seorang siswa menyatakan bahwa teknologi sangat membantu dalam mencari informasi dan mendukung kegiatan belajar. Ia mengatakan, "Saya lebih mudah mencari informasi dan materi tambahan melalui internet ketika ada pelajaran yang belum saya pahami. " Dari keterangan siswa terlihat bahwa teknologi membantu mereka mencari materi tambahan ketika penjelasan yang diberikan di kelas dirasa masih kurang. Teknologi juga mempermudah penyelesaian tugas dan pemahaman materi secara mandiri. Berdasarkan wawancara dan observasi, dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknologi digital memberikan kontribusi positif bagi pembelajaran di SMA Negeri 1 Sokaraja. Teknologi memudahkan akses informasi, meningkatkan efisiensi pengelolaan pembelajaran, dan mendorong keterlibatan siswa. Jika dimanfaatkan dengan benar, teknologi digital dapat mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih efektif, fleksibel, dan sesuai kebutuhan peserta didik di era digital. 3 Dampak Negatif Penggunaan Teknologi Digital terhadap Konsentrasi Belajar Meskipun teknologi digital memudahkan banyak hal, penggunaannya juga bisa mengganggu konsentrasi belajar siswa. Dari hasil wawancara, gangguan yang paling sering muncul berasal dari notifikasi media sosial, pesan singkat, dan aplikasi hiburan pada ponsel pintar. Guru Pendidikan Agama Islam menyampaikan bahwa tanpa pengawasan, masih ada siswa yang diam-diam membuka aplikasi E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 1 - Juni 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 59395/8eqbez51 seperti TikTok atau membalas pesan saat pelajaran berlangsung. Menurutnya, "Ketika penggunaan gawai tidak diawasi, beberapa siswa masih membuka aplikasi lain yang tidak berkaitan dengan " Hal ini menunjukkan bahwa teknologi bisa menjadi sumber gangguan jika tidak digunakan secara terarah dan terkendali. Untuk mengurangi masalah tersebut, sekolah menerapkan aturan yang membatasi penggunaan gawai hanya untuk keperluan pembelajaran dan harus diawasi guru. Kepala sekolah menjelaskan bahwa penggunaan gawai disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran. jika tidak diperlukan, misalnya saat ujian, perangkat dikumpulkan agar tetap terkendali. Ia menegaskan, "Sekolah menerapkan pengawasan terhadap penggunaan gawai agar siswa tetap fokus selama mengikuti pembelajaran. " Kebijakan ini menunjukkan kesadaran sekolah terhadap potensi dampak negatif teknologi pada konsentrasi siswa. Temuan ini sejalan dengan studi Listya dan Zaviza . yang menemukan hubungan antara ketergantungan gadget dan penurunan konsentrasi belajar. Semakin sering gadget dipakai, semakin besar kemungkinan perhatian siswa teralihkan ke media sosial, game, atau hiburan online. Kondisi ini membuat siswa sulit mempertahankan fokus dalam waktu lama sehingga penerimaan dan pemahaman materi menjadi kurang optimal. Selain itu, penggunaan gadget berlebihan juga dapat menyebabkan kelelahan dan menurunkan kualitas istirahat, yang akhirnya memengaruhi kemampuan siswa untuk berkonsentrasi saat belajar. Hasil penelitian juga mendukung Aini et al. yang menyatakan bahwa intensitas penggunaan media sosial memengaruhi konsentrasi belajar. Penelitian lain oleh Nikmah dan Hartati . menunjukkan penggunaan media sosial berlebih berpotensi menurunkan fokus belajar, sedangkan Julfani dan Haifaturrahmah . menyebut bahwa gawai yang tidak terkendali membuat siswa mudah terdistraksi selama pembelajaran. Berdasarkan temuan tersebut, dampak negatif teknologi pada konsentrasi belajar biasanya muncul ketika siswa belum mampu mengendalikan penggunaan Notifikasi media sosial, pesan instan, dan aplikasi hiburan adalah faktor yang paling sering mengganggu fokus. Jadi, pengaruh teknologi terhadap konsentrasi tidak hanya tergantung pada keberadaan perangkat, tetapi juga pada kemampuan siswa mengatur penggunaannya dan pengawasan dari sekolah serta guru. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan guru, kebijakan sekolah yang jelas, dan kesadaran siswa agar teknologi bisa dimanfaatkan tanpa mengurangi kualitas konsentrasi belajar. 4 Perspektif Siswa terhadap Penggunaan Teknologi Digital dan Konsentrasi Belajar Dari sudut pandang siswa, teknologi digital dianggap sangat membantu proses belajar karena mempermudah mencari informasi dan menyelesaikan tugas. Seorang siswa mengungkapkan bahwa ia sering memakai ponsel pintar untuk mencari materi dan memanfaatkan berbagai sumber digital. Menurutnya, "Teknologi sangat membantu saya ketika mencari informasi tambahan untuk memahami materi pelajaran. " Dari jawaban siswa terlihat bahwa teknologi sudah menjadi bagian yang cukup penting dalam kegiatan belajar sehari-hari. Akses internet yang mudah membuat siswa bisa mendapatkan materi lebih cepat dibanding hanya mengandalkan buku. Selain itu, teknologi juga membantu menyelesaikan tugas dan memperluas wawasan lewat sumber-sumber daring. Namun siswa juga menyadari teknologi bisa mengganggu konsentrasi bila tidak digunakan Seorang siswa mengaku notifikasi ponsel sering mengalihkan perhatiannya sehingga sulit Ia bilang, "Ketika ada notifikasi media sosial masuk, saya kadang tergoda untuk membukanya sehingga fokus belajar menjadi terganggu. " Temuan ini menunjukkan siswa tidak melihat teknologi hanya positif atau negatif. Di satu sisi teknologi sangat berguna, tapi di sisi lain juga bisa jadi sumber gangguan jika dipakai berlebihan. Hal ini sesuai dengan Julfani dan Haifaturrahmah . yang menyatakan gawai mempermudah akses informasi tapi dapat menurunkan fokus tanpa kemampuan pengendalian diri. Jadi, kemampuan siswa mengatur pemakaian teknologi menjadi faktor penting dalam menentukan dampak yang dirasakan. Temuan ini juga menegaskan pentingnya literasi digital. Pambudi dan Windasari . menyebut literasi digital bukan hanya kemampuan memakai perangkat, tetapi juga kemampuan mencari, memahami, menganalisis, dan mengevaluasi informasi dari media digital. Dengan literasi digital yang baik, siswa bisa lebih selektif memanfaatkan teknologi untuk belajar dan mengurangi gangguan yang menghambat fokus. Oleh karena itu, penguatan literasi digital penting untuk membantu siswa memakai teknologi secara tepat dan bertanggung jawab. Siswa juga menunjukkan upaya sadar mengurangi gangguan lewat strategi pengendalian diri. Salah satu siswa menjelaskan bahwa ia menyingkirkan ponsel saat pembelajaran agar lebih fokus. E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 1 - Juni 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 59395/8eqbez51 misalnya menyimpannya dalam tas atau menjauhkannya dari meja belajar. Pernyataan ini menunjukkan adanya kesadaran siswa akan pentingnya pengendalian diri saat memakai teknologi. Dari hasil wawancara terlihat bahwa dampak teknologi terhadap konsentrasi belajar tidak hanya bergantung pada perangkat yang digunakan, tetapi juga pada cara siswa mengatur penggunaannya saat belajar. Literasi digital dan keterampilan pengendalian diri menjadi faktor penting agar teknologi memberi manfaat tanpa mengurangi kualitas konsentrasi belajar. 5 Sintesis Temuan Penelitian Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, penggunaan teknologi digital di SMA Negeri 1 Sokaraja memberikan berbagai pengaruh terhadap proses pembelajaran dan konsentrasi belajar siswa. Di satu sisi, teknologi membantu memperluas akses informasi, mempermudah pengelolaan pembelajaran, dan meningkatkan motivasi siswa. Platform seperti Google Classroom memudahkan guru mengajar materi, memantau pengumpulan tugas, dan menyediakan sumber belajar yang mudah diakses. Bagi siswa, teknologi memudahkan pencarian materi, menyelesaikan tugas, dan menemukan sumber belajar di luar yang diberikan guru. Di sisi lain, teknologi juga bisa mengganggu konsentrasi belajar. Notifikasi media sosial, pesan instan, dan aplikasi hiburan sering mengalihkan perhatian siswa saat pelajaran berlangsung. Temuan penelitian menunjukkan bahwa manfaat teknologi tidak selalu dirasakan secara maksimal apabila penggunaannya tidak disertai pengawasan dan kemampuan mengendalikan diri. Karena itu, sekolah menerapkan kebijakan dan pengawasan penggunaan gawai agar pemanfaatan teknologi tetap mendukung tujuan pembelajaran. Dari sini terlihat bahwa keberhasilan integrasi teknologi tidak hanya bergantung pada adanya fasilitas, tetapi juga pada kebijakan sekolah, peran guru dalam pengawasan, serta kemampuan siswa mengatur penggunaan teknologi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pengaruh teknologi digital terhadap konsentrasi belajar tidak selalu sama pada setiap siswa. Teknologi tidak otomatis baik atau buruk bagi konsentrasi. pengaruhnya tergantung pada faktor pendukung seperti pengawasan guru, kebijakan sekolah, literasi digital, dan kemampuan pengendalian diri siswa. Jika teknologi digunakan secara terarah dan diawasi dengan baik, alat digital dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dan keterlibatan siswa. Sebaliknya, jika penggunaannya tidak terkontrol, teknologi berpotensi menjadi sumber distraksi yang menurunkan konsentrasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital di sekolah perlu didukung oleh pengawasan, literasi digital, dan kemampuan siswa dalam mengelola penggunaan teknologi agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal. Berbeda dari penelitian yang hanya menekankan manfaat atau dampak negatif secara umum, penelitian ini menyoroti pentingnya pengelolaan dan pengendalian penggunaan teknologi di lingkungan sekolah. Optimalisasi manfaat teknologi dalam pembelajaran membutuhkan kerja sama antara sekolah, guru, dan siswa agar teknologi bisa dipakai secara produktif tanpa mengurangi kualitas konsentrasi belajar. KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital sudah menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran di SMA Negeri 1 Sokaraja. Hal ini terlihat dari penggunaan Google Classroom, jaringan internet sekolah, laboratorium komputer, proyektor, dan ponsel pintar siswa dalam proses belajar Pemanfaatan teknologi digital memberikan berbagai manfaat, seperti memudahkan akses informasi, membantu pengelolaan pembelajaran, dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Di sisi lain, penggunaan teknologi digital juga dapat menimbulkan gangguan terhadap konsentrasi belajar. Notifikasi media sosial, pesan instan, serta aplikasi hiburan sering menjadi faktor yang mengalihkan perhatian siswa selama pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak teknologi terhadap konsentrasi belajar tidak hanya dipengaruhi oleh keberadaan teknologi itu sendiri, tetapi juga oleh pengawasan guru, kebijakan sekolah, tingkat literasi digital, dan kemampuan siswa dalam mengendalikan penggunaan teknologi. Berdasarkan temuan tersebut, pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran perlu diimbangi dengan pengawasan yang baik dan penggunaan yang bijak. Kerja sama antara sekolah, guru, dan siswa diperlukan agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung proses pembelajaran tanpa mengurangi konsentrasi belajar siswa. E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 1 - Juni 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 59395/8eqbez51 DAFTAR PUSTAKA