STUDI PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN INKLUSIF PADA UMKM DISABILITAS DI RANGKASBITUNG: PERAN MANAJEMEN DAN INTERVENSI PENDIDIKAN Dian Sudiantini1, dan Eteh Resa Asyifa2 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Bekasi Indonesia Universitas Swadaya Sunan Gunung Jati,Cirebon. Indonesia Abstrak Volume 6 Edisi 1 *Autor . umala@gmail. Submit 16 Juni Accept 20 Juni 2025 Published 24 September Sudiantini. , & Asyifa. Studi Pendidikan Kewirausahaan Inklusif pada UMKM Disabilitas di Rangkasbitung: Peran Manajemen dan Intervensi Pendidikan. Center of Education Journal (CEJo. , 6. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran intervensi pendidikan dalam pemberdayaan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dikelola oleh penyandang disabilitas di Rangkasbitung. Banten. Studi ini melibatkan 120 UMKM disabilitas sebagai responden, dengan data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara mendalam. Intervensi pendidikan yang diimplementasikan meliputi pelatihan kewirausahaan inklusif, literasi digital, dan pendampingan manajemen usaha, yang dirancang secara partisipatif dan disesuaikan dengan kebutuhan penyandang disabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan tersebut secara signifikan meningkatkan pengetahuan bisnis, keterampilan manajerial, dan kepercayaan diri pelaku UMKM disabilitas. Selain itu, literasi digital yang diberikan mendorong pemanfaatan e-commerce dan media sosial untuk memperluas akses pasar dan jaringan usaha. Kendala utama yang diidentifikasi adalah keterbatasan akses modal dan infrastruktur, namun intervensi pendidikan terbukti mampu memperkuat resiliensi dan kemandirian ekonomi peserta. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi pendidikan kewirausahaan inklusif dalam strategi pemberdayaan UMKM disabilitas, serta perlunya dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem bisnis yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kata kunci: UMKM Disabilitas. Potensi Ekonomi. Rangkasbitung. Kendala. Peluang Abstract This study aims to analyze the role of educational interventions in empowering Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. managed by people with disabilities in Rangkasbitung. Banten. The study involved 120 MSMEs with disabilities as respondents, with data collected through questionnaires and in-depth interviews. The implemented educational interventions included inclusive entrepreneurship training, digital literacy, and business management mentoring, designed in a participatory manner and tailored to the needs of people with disabilities. The results showed that the training significantly improved the business knowledge, managerial skills, and selfconfidence of MSMEs with disabilities. In addition, the digital literacy provided encouraged the use of e-commerce and social media to expand market access and business networks. The main obstacles identified were limited access to capital and infrastructure, but the educational interventions were proven to strengthen the resilience and economic independence of participants. These findings emphasize the importance of integrating inclusive entrepreneurship education into the empowerment strategy for MSMEs with disabilities, as well as the need for ongoing support from the government and community to create a more inclusive and sustainable business Keywords: Disability MSMEs. Economic Potential. Rangkasbitung. Challenges. Opportunities 1 PENDAHULUAN Pemberdayaan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) telah lama diakui sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan inklusi sosial di tingkat global, termasuk di Indonesia. UMKM memainkan peran penting dalam menyerap tenaga kerja, mendorong inovasi, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Namun, kelompok penyandang disabilitas masih menghadapi marginalisasi ekonomi dan sosial yang signifikan, meskipun mereka memiliki potensi besar untuk berkontribusi melalui UMKM. Di Indonesia, jumlah UMKM yang dikelola oleh penyandang disabilitas masih relatif kecil. Padahal, dengan dukungan yang tepat, mereka memiliki potensi untuk berkembang pesat dan berkontribusi secara signifikan terhadap perekonomian Kondisi ini menyoroti urgensi pengembangan strategi pemberdayaan yang lebih inklusif dan efektif bagi kelompok rentan ini. Studi Pendidikan Kewirausahaan Inklusif pada UMKM Disabilitas di Rangkasbitung: Peran Manajemen dan Intervensi Pendidikan Permasalahan utama yang dihadapi oleh penyandang disabilitas UMKM meliputi keterbatasan akses modal (Kumar & Gupta, 2022. Liang & Lin, 2. , rendahnya literasi digital (Dmytriieva, 2023. Stenn & Osterholt, 2. , kurangnya pengetahuan manajemen dan pemasaran (Charalampous & Papademetriou, 2020. Urzelai et al. , 2. , serta stigma sosial dan hambatan infrastruktur (Iwara, 2023. Syed et al. , 2. Selain itu, minimalnya program pendidikan dan pelatihan kewirausahaan yang inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan spesifik penyandang disabilitas semakin memperlemah daya saing dan kapasitas manajerial mereka (Akaehomen et al. , 2023. Callixte et al. , 2. Tantangan ini diperparah oleh kurangnya informasi mengenai program pengembangan UMKM yang disediakan oleh pemerintah pusat maupun daerah, yang menjadi hambatan bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan daya saingnya. Kondisi ini menciptakan kesenjangan antara potensi ekonomi, disabilitas UMKM dan realitas dukungan yang tersedia, menghambat mereka untuk berpartisipasi penuh dalam pembangunan ekonomi. Penelitian terdahulu yang berkaitan dengan peran UMKM dalam perekonomian telah dilakukan oleh Arvitio . Choiriyah et al. , dan Ismail dkk. Namun penelitian-penelitian ini cenderung bersifat makro dan belum spesifik mengkaji intervensi pendidikan untuk UMKM penyandang disabilitas. Studi Syaifudin dkk. mengidentifikasi manfaat ekonomi dari disabilitas UMKM, namun kelemahannya adalah belum mendalami peran intervensi pendidikan secara terstruktur dan evaluasi dampaknya. Penelitian ini hanya menyentuh permukaan potensi ekonomi tanpa memberikan solusi konkret berbasis Kebaruan dari penelitian ini terletak pada integrasi manajemen peran dan intervensi pendidikan kewirausahaan yang inklusifAitermasuk literasi digital dan pendampinganAidalam konteks UMKM disabilitas di Rangkasbitung, dengan pendekatan partisipatif. Perbedaan utama dengan penelitian sebelumnya adalah fokus pada desain dan evaluasi intervensi pendidikan yang disesuaikan, bukan hanya mengidentifikasi masalah atau pelatihan teknis Kesenjangan penelitian yang diisi adalah penelitian komprehensif yang menganalisis efektivitas model pendidikan kewirausahaan inklusif dalam mengatasi kendala spesifik disabilitas UMKM dan meningkatkan kapasitas mereka secara terukur. Penelitian ini menggunakan kerangka teori pemberdayaan . mpowerment theor. , yang menekankan peningkatan kapasitas individu dan kelompok untuk mengendalikan kehidupan mereka, serta modal manusia . uman capital theor. , yang melihat investasi dalam pendidikan dan pelatihan sebagai peningkatan produktivitas. Konsep utama yang digunakan meliputi pendidikan kewirausahaan inklusif, literasi digital, dan manajemen UMKM adaptif. Penelitian ini penting untuk dilakukan karena fokus pada wilayah Rangkasbitung dengan potensi lokal yang unik, serta melibatkan partisipasi aktif penyandang disabilitas dalam merancang intervensi pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran intervensi pendidikan dalam pemberdayaan UMKM disabilitas di Rangkasbitung, mengidentifikasi karakteristik, kendala, peluang, serta dampak spesifik pelatihan kewirausahaan inklusif, literasi digital, dan pendampingan manajemen terhadap peningkatan kapasitas bisnis mereka. METODE PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis peran intervensi pendidikan dalam pemberdayaan UMKM disabilitas di Rangkasbitung (Lakshmypriya et al. , 2022. Patrut et al. , 2. Dengan menggunakan pendekatan mixed-methods (Dakung et al. , 2023. Popescu, 2. , penelitian ini mengombinasikan data kuantitatif dan kualitatif untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai dampak intervensi pendidikan. 1 Desain Penelitian Penelitian ini mengadopsi desain studi kasus dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan mixed-methods ini memberikan keleluasaan dalam mendapatkan data yang kaya dan mendalam . Survei terstruktur digunakan untuk mengumpulkan data kuantitatif, sementara wawancara mendalam menyediakan wawasan kualitatif mengenai pengalaman Kombinasi ini memungkinkan analisis yang lebih holistik terhadap intervensi pendidikan dan dampaknya terhadap UMKM disabilitas. /11 Studi Pendidikan Kewirausahaan Inklusif pada UMKM Disabilitas di Rangkasbitung: Peran Manajemen dan Intervensi Pendidikan Gambar 1 berikut menggambarkan alur penelitian mulai dari perencanaan hingga pelaporan Diagram ini memvisualisasikan integrasi metode kuantitatif dan kualitatif, membantu memahami proses penelitian secara sistematis. Gambar 1. Desain Penelitian (Regler, 2. 2 Pengumpulan Data Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan wawancara mendalam (Chitrao et al. Raphael, 2022. Sudiantini, 2023. Kuesioner dirancang untuk mengukur karakteristik UMKM disabilitas, mencakup aspek demografi, jenis usaha, dan persepsi terhadap intervensi pendidikan (Sudiantini, 2023. Wawancara mendalam dilakukan untuk mengungkap pengalaman personal partisipan terkait tantangan dan strategi menghadapi intervensi. Penggunaan format ramah disabilitas dalam kuesioner memastikan aksesibilitas bagi semua 3 Analisis Data Analisis data melibatkan teknik deskriptif dan inferensial untuk data kuantitatif (Armayani & Andini, 2023. , serta analisis tematik untuk data kualitatif. Statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik umum UMKM disabilitas (Armayani & Andini, 2023b. Sudiantini1 et al. , 2023. , sementara analisis inferensial seperti uji t dan ANOVA mengevaluasi perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Data kualitatif dianalisis menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema kunci. 4 Instrumen Penelitian Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner dan panduan wawancara yang dirancang khusus. Kuesioner mencakup 30 butir pertanyaan mengenai demografi, karakteristik usaha, dan dampak intervensi pendidikan. Panduan wawancara semi-terstruktur mengeksplorasi pengalaman dan harapan partisipan. Instrumen dikembangkan dengan melibatkan penyandang disabilitas untuk memastikan relevansi dan aksesibilitas . Table 1. Instrumen Penelitian Jenis Instrumen Kuesioner Jumlah Butir Subjek/Populasi 120 UMKM Disabilitas Lokasi Indikator Utama Rangkasbitung Demografi, karakteristik usaha, kendala, peluang, /11 Studi Pendidikan Kewirausahaan Inklusif pada UMKM Disabilitas di Rangkasbitung: Peran Manajemen dan Intervensi Pendidikan Wawancara 15 UMKM Disabilitas . Rangkasbitung persepsi & dampak Pengalaman, tantangan, strategi, 5 Validitas dan Reliabilitas Validitas instrumen diuji melalui validitas isi dan konstruk (Rohida & Sudiantini, 2025a. Sudiantini1 et al. , 2023. , serta reliabilitas diukur menggunakan Cronbach's Alpha. Proses validasi melibatkan pilot testing dan revisi berdasarkan umpan balik partisipan, memastikan konsistensi dan keandalan instrumen. 6 Subjek dan Lokasi Penelitian Subjek penelitian adalah 120 pemilik UMKM disabilitas di Rangkasbitung, dipilih secara purposive sampling. Lokasi dipilih karena konsentrasi UMKM disabilitas yang signifikan dan relevansi lokal. Penelitian ini mengkaji fenomena dalam konteks lokal yang spesifik, memungkinkan analisis yang lebih mendalam. No. Table 2. Research Question Research Question Bagaimana intervensi pendidikan mempengaruhi pengetahuan bisnis UMKM disabilitas? Types of Analysis Deskriptif & inferensial (Rohida & Sudiantini, 2025b. Sudiantini & Saputra, 2. Korelasi & regresi Apa dampak literasi digital terhadap akses pasar UMKM disabilitas? Bagaimana intervensi pendidikan memengaruhi keterampilan manajerial dan kepercayaan diri? Apa saja kendala dan peluang utama yang dihadapi UMKM disabilitas di Rangkasbitung? Analisis tematik kualitatif Statistik deskriptif & HASIL DAN DISKUSI Bagian ini menyajikan temuan utama dari penelitian AuStudi Pendidikan Kewirausahaan Inklusif pada UMKM Disabilitas di Rangkasbitung: Peran Manajemen dan Intervensi PendidikanAy. Data diperoleh dari 120 UMKM disabilitas melalui kuesioner dan wawancara mendalam, serta dianalisis secara deskriptif dan inferensial. 1 Karakteristik UMKM Disabilitas di Rangkasbitung Karakteristik UMKM disabilitas di Rangkasbitung menunjukkan dominasi sektor kuliner dan kerajinan tangan, dengan mayoritas pelaku usaha berada pada skala mikro. Tingkat pendidikan pemilik UMKM disabilitas bervariasi, namun sebagian besar berada pada jenjang SMA/SMK. Selain itu, sebagian besar pelaku usaha memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun, menandakan resiliensi dan ketahanan dalam menjalankan usaha. Tabel 1. Distribusi Karakteristik UMKM Disabilitas di Rangkasbitung Karakteristik Kategori Jumlah Responden . Jenis Usaha Kuliner Dominan Kerajinan Tangan Jasa . ahit, reparas. Lain-lain Skala Usaha Mikro (<300 Jut. Kecil . JutaAe2,5 M) Tingkat SD/SMP Pendidikan SMA/SMK Diploma/Sarjana Jenis Fisik Disabilitas Sensorik Lain-lain Pengalaman <2 tahun Usaha 2Ae5 tahun Persentase (%) /11 Studi Pendidikan Kewirausahaan Inklusif pada UMKM Disabilitas di Rangkasbitung: Peran Manajemen dan Intervensi Pendidikan >5 tahun Tabel 1 memperlihatkan bahwa sektor kuliner dan kerajinan tangan menjadi pilihan utama UMKM disabilitas, didukung oleh keterampilan lokal dan akses bahan baku. Skala usaha yang masih didominasi mikro menandakan perlunya intervensi untuk peningkatan kapasitas dan akses pasar. Tingkat pendidikan yang cukup baik membuka peluang untuk penguatan melalui pelatihan spesifik, sementara dominasi disabilitas fisik menunjukkan perlunya adaptasi dalam pelatihan dan pendampingan. 2 Kendala Utama yang Dihadapi UMKM Disabilitas UMKM disabilitas menghadapi berbagai kendala yang menghambat pertumbuhan usaha, mulai dari akses modal hingga keterbatasan pelatihan dan infrastruktur. Gambar 2. Diagram Persentase Kendala Utama UMKM Disabilitas Gambar 2 menunjukkan bahwa akses modal terbatas . %) menjadi kendala paling dominan, diikuti kurangnya pengetahuan pemasaran . %) dan stigma sosial . %) yang masih menjadi tantangan. Keterbatasan infrastruktur . %) dan minimnya pelatihan . %) juga menjadi hambatan signifikan. Temuan ini konsisten dengan literatur yang menyoroti permasalahan permodalan dan minimnya akses pelatihan sebagai hambatan utama UMKM 3 Implementasi Intervensi Pendidikan Kewirausahaan Inklusif Intervensi pendidikan yang diterapkan meliputi pelatihan kewirausahaan inklusif, literasi digital, dan pendampingan manajemen usaha, dengan pendekatan partisipatif. /11 Studi Pendidikan Kewirausahaan Inklusif pada UMKM Disabilitas di Rangkasbitung: Peran Manajemen dan Intervensi Pendidikan Gambar 3. Alur Implementasi Intervensi Pendidikan Alur pada Gambar 2 dimulai dari identifikasi kebutuhan spesifik UMKM disabilitas, dilanjutkan dengan desain modul pelatihan yang inklusif dan adaptif. Pelatihan kewirausahaan dan literasi digital diberikan secara terintegrasi, diikuti pendampingan manajemen usaha secara berkelanjutan. Evaluasi dampak dilakukan untuk mengukur efektivitas intervensi dan memastikan keberlanjutan program. 4 Dampak Intervensi Pendidikan terhadap Peningkatan Kapasitas UMKM Disabilitas Intervensi pendidikan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kapasitas pelaku UMKM disabilitas, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun kepercayaan Tabel 2. Peningkatan Kapasitas UMKM Disabilitas Pasca Intervensi Pendidikan Indikator Peningkatan Kapasitas Pengetahuan Bisnis Keterampilan Manajerial Kepercayaan Diri Berwirausaha Pemanfaatan Ecommerce Pemanfaatan Media Sosial Akses Pasar Sebelum Intervensi (%) Sesudah Intervensi (%) Peningkatan (%) /11 Studi Pendidikan Kewirausahaan Inklusif pada UMKM Disabilitas di Rangkasbitung: Peran Manajemen dan Intervensi Pendidikan Tabel 2 memperlihatkan peningkatan substansial pada seluruh indikator kapasitas UMKM disabilitas setelah intervensi pendidikan. Peningkatan tertinggi terjadi pada pemanfaatan media sosial . %) dan keterampilan manajerial . ,5%), diikuti pengetahuan bisnis dan pemanfaatan e-commerce . asing-masing 45%). Hal ini menegaskan efektivitas pelatihan literasi digital dan pendampingan manajemen dalam meningkatkan daya saing UMKM disabilitas, sejalan dengan temuan Nurcahya et al. dan Haryanto et al. mengenai pentingnya digitalisasi bagi UMKM. 5 Pemanfaatan Literasi Digital dan Dampaknya pada Akses Pasar Pelatihan literasi digital mendorong UMKM disabilitas untuk memanfaatkan berbagai platform digital dalam memperluas akses pasar. Gambar 3. Pemanfaatan Platform Digital oleh UMKM Disabilitas Pasca Pelatihan Setelah pelatihan. WhatsApp Business menjadi platform digital yang paling banyak digunakan . %), diikuti Facebook/Instagram . %) dan e-commerce lokal . %). Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan literasi digital efektif dalam mendorong adopsi teknologi yang relevan dan mudah diakses oleh pelaku UMKM disabilitas, sehingga memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan peluang penjualan. Pemanfaatan platform ini membantu mengatasi kendala pemasaran tradisional yang sering dihadapi oleh UMKM disabilitas. 6 Peran Pendampingan Manajemen dalam Mengatasi Kendala Pendampingan manajemen usaha secara berkelanjutan terbukti sangat membantu pelaku UMKM disabilitas dalam mengatasi kendala operasional dan meningkatkan efektivitas Wawancara mendalam mengungkapkan bahwa pendampingan manajemen membantu pelaku UMKM dalam menyusun laporan keuangan sederhana, mengelola stok, dan merumuskan strategi promosi yang lebih efektif. Salah satu responden. Ibu Ani . emilik UMKM kuline. , menyatakan. AuSebelumnya saya tidak tahu bagaimana menghitung keuntungan dengan benar dan mengatur harga jual. Setelah didampingi, saya jadi lebih paham dan bisa membuat keputusan bisnis yang lebih baik. Ay Pendampingan juga memfasilitasi akses informasi tentang perizinan usaha dan program bantuan pemerintah, yang sebelumnya sulit dijangkau oleh pelaku UMKM disabilitas. Hal ini sejalan dengan /11 Studi Pendidikan Kewirausahaan Inklusif pada UMKM Disabilitas di Rangkasbitung: Peran Manajemen dan Intervensi Pendidikan temuan Musthafa et al. yang menekankan pentingnya pendampingan untuk mengatasi keterbatasan akses informasi dan permodalan. 7 Integrasi Pendidikan Kewirausahaan Inklusif dan Dukungan Berkelanjutan Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi pendidikan kewirausahaan inklusif dalam strategi pemberdayaan UMKM disabilitas, serta perlunya dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan masyarakat. Tabel 3. Strategi Integrasi Pendidikan Kewirausahaan Inklusif dan Dukungan Berkelanjutan Strategi Integrasi Implementasi Hasil yang Dicapai Pelatihan Kewirausahaan Modul pelatihan adaptif & Peningkatan pengetahuan & Inklusif keterampilan bisnis Literasi Digital Workshop & praktik penggunaan Peningkatan pemanfaatan platform platform digital digital & akses pasar Pendampingan Konsultasi & mentoring personal Peningkatan resiliensi & kemandirian Manajemen Dukungan Pemerintah & Program pembiayaan & akses Peningkatan keberlanjutan & Swasta pertumbuhan usaha Tabel 3 merangkum strategi integrasi pendidikan kewirausahaan inklusif yang telah diimplementasikan, beserta hasil yang dicapai. Dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan swasta sangat penting untuk memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan UMKM disabilitas di masa depan. Kolaborasi antara berbagai pihak, seperti yang disarankan oleh Suhendar et al. , menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas secara holistik. Hasil penelitian ini secara konsisten menunjukkan bahwa intervensi pendidikan yang terstruktur dan inklusif, didukung oleh pendampingan manajemen dan literasi digital, mampu meningkatkan kapasitas, kepercayaan diri, dan kemandirian ekonomi UMKM disabilitas di Rangkasbitung. Temuan ini memberikan bukti empiris tentang efektivitas pendidikan sebagai alat pemberdayaan dan menyoroti pentingnya dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan. 5 PENGAKUAN Terima kasih kepada Universitas Ma'arif Lampung yang telah mendukung penelitian ini. 6 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Penelitian ini menegaskan bahwa intervensi pendidikan yang dirancang secara inklusif dan partisipatif memiliki dampak positif terhadap pemberdayaan UMKM disabilitas di Rangkasbitung. Pelatihan kewirausahaan inklusif, literasi digital, dan pendampingan manajemen usaha terbukti meningkatkan pengetahuan bisnis, keterampilan manajerial, dan kepercayaan diri pelaku UMKM disabilitas. Literasi digital yang ditingkatkan mendorong pemanfaatan e-commerce dan media sosial, memperluas akses pasar dan jaringan usaha. Meskipun demikian, keterbatasan akses modal dan infrastruktur masih menjadi kendala signifikan yang harus diatasi. Dalam konteks ini, intervensi pendidikan tidak hanya memperkuat kapasitas bisnis tetapi juga membangun resiliensi dan kemandirian ekonomi peserta. Hasil penelitian ini menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan pendidikan kewirausahaan inklusif dalam strategi pemberdayaan UMKM disabilitas untuk menciptakan ekosistem bisnis yang lebih adil dan berkelanjutan. Saran Pengembangan Program Pendidikan Berkelanjutan: Penting untuk merancang program pendidikan kewirausahaan yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan teknologi dan pasar. Program ini harus melibatkan penyandang disabilitas dalam perancangannya untuk memastikan relevansi dan efektivitas. Peningkatan Akses Modal dan Infrastruktur: Pemerintah dan lembaga keuangan perlu menyediakan akses modal yang lebih mudah dan infrastruktur yang /11 Studi Pendidikan Kewirausahaan Inklusif pada UMKM Disabilitas di Rangkasbitung: Peran Manajemen dan Intervensi Pendidikan mendukung, seperti fasilitas teknologi, untuk mendukung keberlanjutan usaha UMKM disabilitas. Kolaborasi dengan Sektor Swasta dan Masyarakat: Mendorong kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk membangun jaringan dukungan yang kuat bagi UMKM disabilitas. Ini termasuk program mentoring, kemitraan bisnis, dan akses pasar yang lebih luas. Penelitian Lanjutan: Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi strategi pemberdayaan lain yang dapat diintegrasikan dengan pendidikan kewirausahaan, serta untuk memantau dampak jangka panjang dari intervensi ini terhadap UMKM Dengan implementasi saran-saran ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan usaha yang lebih inklusif dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi penyandang disabilitas. 7 REFERENSI