JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN : 1907 Ae 2813 VOLUME 12. Nomor 2. Oktober 2017 Halaman: 62 - 81 PENTINGNYA PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM KEGIATAN PROSES BELAJAR MENGAJAR Rina Puji Utami STKIP PGRI Nganjuk rinautami@stkipnganjuk. Abstrak : Pada kegiatan belajar mengajar banyak faktor mempengaruhi keberhasilan siswa terhadap materi pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang diberikan oleh guru di kelas. Beberapa faktor tersebut diantaranya adalahguru sebagai fasilator dan proses kegiatan Proses kegiatan pembelajaran akan menjadi penentu keberhasilan apabila dalam proses kegiatan pembelajaran tersebut siswa dapat merasakan susasana pembelajaran yang menarik sehingga siswa lebih mudah memahami materi yang sedang dipelajarai. Dalam proses kegiatanpembelajaran tersebut media penunjang pembelajaran dapat menentukan keberhasilan dalam penguasaan materi yang diberikan, karena dengan media pembelajaran siswa bisa memperoleh penjelasan lebih menarik dan suasana yang menyenangkan sehingga memotivasi siswa untuk lebih bersemangat memahami materi yang siswa pelajari. Dalam kegiatan pembelajaran dengan adanya pembelajaran dengan lisan dan tulisan akan lebih menarik dan mempermudah siswa memahami materi dapat diperkaya dengan berbagai media pembelajaran . Dengan tersedianya , guru dapat menciptakan berbagai situasi kelas, menentukan yang akan dipakai dalam situasi yang berlainan dan menciptakan iklim yang emosional yang sehat antar siswa. Selanjutnya guru dapat membawa dunia luar yang berkaitan materi pengajaran ke dalam kelas melalui media pembelajaran yang diberikan siswa tersebut Dengan demikian pemahaman, konsep dan ide yang abstrak dan asing sifatnya menjadi konkrit dan mudah dimengerti oleh peserta didik. Bila alat/media pembelajaran ini dapat di fungsikan secara tepat dan proforsional, maka akan dapat berjalan efektif. Dengan demikian peran guru selain penguasaan materi yang baik juga terus aktif dalam dalam mengembangkan media pembeljaran sesuai dengan materi yang disampaikan sehingga tujuan penguasaan materi bisa efektif sesuai dengan tujuan pendidikan. Kata Kunci: Pengembangan Media Pembelajaran. Keberhasilan Pembelajaran Pendahuluan Dunia pendidikan terus berkembang seiring dengan perkembangan ilmu dan Demikian juga media pembelajaran yang digunakan tidak terbatas pada media yang dapat terjangkau dari lingkungan sekitar tetapi semakin canggih dalam JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN : 1907 Ae 2813 VOLUME 12. Nomor 2. Oktober 2017 Halaman: 62 - 81 proses belajar mengajar. Dalam beberapa kegiatan pembelajaran tentunya sudah digunakan beberapa media pembelajaran. Tetapi penggunaan media tersebut akan lebih membawa keberhasilan siswa untuk lebih baik dalam penguasaan materi maka guru harus bisa mengembangkan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dankarakteristik siswa yang setiap periodik ada perbedaan karakteristik masing Ae masing kelompok siswa yang dibimbing dikelas. Maka guru sudah seharusnya melakukan inovasi media sehingga pentingnya pengembangan media pembelajaran menarik akan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan tujuan pembelajaran. Melalui media pembeljaran proses belajar mengajar bisa lebih menarik dan menyenangkan . oyfull learnin. , misalnya kelompok siswa yang memiliki ketertarikan terhadap aneka warna di dunia fashion maka dapat diberikan media dengan kombinasi dan tampilan warna yang menarik. Begitu juga dengan siswa yang senang berkreasi selalu ingin menciptakan objek suasana dunia yang diinginkan sesuai program pendidkan siswa, siswa tersebut dapat diberikan media rekaman yang sesuai materi,atau diberikan media gambar lengkap yang up to date. Dengan menggunakan media berteknologi seperti halnya berbagai aplikasi melalui komputer, sangat membantu siswa dalam belajar, seperti memperoleh wawasan yang lebih luas, dan memperkaya pengetahuan. Banyak pembelajaran yang baik yang digunakan oleh guru. media pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa syarat. Penggunaan media mempunyai tujuan memberikan motivasi kepada siswa. Selain itu media juga harus merangsang siswa mengingat apa yang sudah dipelajari selain memberikan rangsangan belajar materi dan informasi Media yang baik juga akan mengaktifkan siswa dalam memberikan tanggapan, umpan balik, dan juga mendorong siswa untuk melakukan praktek-praktek dengan Penggunaan media dalam proses pembelajaran dapat membangkitkan minat dan motivasi belajar siswa, mengurangi atau menghindari terjadinya verbalisme, membangkitkan nalar yang teratur, sistematis, dan untuk menumbuhkan pengertian dan mengembangkan nilai-nilai pada diri siswa (Depdikbud,1992, p. Di samping JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN : 1907 Ae 2813 VOLUME 12. Nomor 2. Oktober 2017 Halaman: 62 - 81 itu, pengunaan media pembelajaran sangat penting karena dapat menyingkat waktu. Artinya, pembelajaran dengan menggunakan media dapat menyederhanakan masalah terutama dalam menyampaikan hal-hal yang baru dan asing bagi siswa. Keberhasilan penggunaan media, tidak terlepas dari bagaimana media itu direncanakan dan dipilih dengan baik. Media yang dapat mengubah perilaku siswa . ehaviour chang. dan meningkatkan hasil belajar siswa tertentu, tidak dapat berlangsung secara spontanitas, namun diperlukan analisis yang komprehensif dengan memperhatikan berbagai aspek yang dapat mempengaruhi keberhasilan Aspek-aspek tersebut diantaranya tujuan, kondisi siswa, fasilitas pendukung, waktu yang tersedia, dan kemampuan guru untuk menggunakannya dengan tepat. Semua aspek tersebut perlu dituangkan dalam sebuah perencanaan pembuatan media. Dengan analisa dan perencanaan untuk pengembangan media pembelajaran sesuai karaktersistik dan program siswa maka kegiatan pembelajaran akan selalu menarik dan keberhasilan pembelajaran akan tercapai. Pembahasan Media pembelajaran menjadi bagian yang penting dalam pengajaran untuk dapat membantu siswa mudah memahami materi yang diberikan di kelas. Maka dari itu sebelumnya pengertian media pembelajaran harus dipahami lebih dulu. Kata media pengajaran terdiri dari kata AumediaAy dan AupengajaranAy. Media atau medium berasal dari kata latin AuMediusAy yang berarti AuTengahAy. Dengan demikian dapat diketahui bahwa media adalah sesuatu yang menjadi perantara dengan yang lainnya. Dalam bahasa Arab media berarti perantara (Washaai. atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Gerlach menyebutkan bahwa media jika dipahami dalam garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu mmeperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap (Arsyad, 2. Terkadang istilah media pendidikan sering diartikan bergantian dengan istilah alat bantu atau media komunikasi. Seperti yang dikemukakan oleh Gagne dan Briggs bahwa secara implisit media pengajaran meliputi alat yang berupa fisik yang digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran yang terdiri dari antara lain JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN : 1907 Ae 2813 VOLUME 12. Nomor 2. Oktober 2017 Halaman: 62 - 81 buku, tape recorder, kaset, video camera, grafi, televisi, film, slide foto, gambar, dan komputer (Arsyad, 2. Media pembelajaran adalah alat, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah. Pada umumnya ketika guru membelajarkan siswa di kelasnya, masih banyak dijumpai penerapan strategi mengajar yang tidak serasi, yaitu tidak diberdaya gunakan alat serta sumber belajar yang optimal. Proses belajar mengajar menjadi terpusat pada guru, sehingga guru masih dianggap satu-satunya sumber ilmu yang utama. Proses pembelajaran yang demikian sudah barang tentu kurang menarik bagi siswa karena hanya menempatkannya sebagai objek saja, bukan sebagai subjek mempunyai keterlibatan dalam proses belajar mengajar. Dari beberapa pengertian dan batasan tentang media pedidikan dan pengajaran tersebut diatas dapat diketahui bahwa salah satu hal yang mempengaruhi efektifitas proses belajar mengajar baik di dalam kelas maupun di luar kelas adalah penggunaan media pengajaran baik visual maupun oudio visual. Dalam kegiatan pembelajaran banyak jenis media pembelajaran yang menjadi pilihan bagi guru yang dapat disesuaikan dengan materi yang akan diberikan siswa. Diantara media pembelajaran berikut dapat menjadi media yang terbaik dan efektif sesuai dengan karakteristik dari kelebihan dan kekurangan dari jenis-jenis media Diantara media pembelajaran tersebut. berikut enam jenis dasar dari media pembelajaran menurut Heinich and Molenda . ) yaitu: Teks. Merupakan elemen dasar bagi menyampaikan suatu informasi yang mempunyai berbagai jenis dan bentuk tulisan yang berupaya memberi daya tarik dalam penyampaian informasi. Media Audio. Membantu menyampaikan maklumat dengan lebih berkesan. Membantu meningkatkan daya tarikan terhadap sesuatu persembahan. Jenis audio termasuk suara latar, musik, atau rekaman suara dan lainnya. JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN : 1907 Ae 2813 VOLUME 12. Nomor 2. Oktober 2017 Halaman: 62 - 81 Media Visual Media yang dapat memberikan rangsangan-rangsangan visual seperti gambar/foto, sketsa, diagram, bagan, grafik, kartun, poster,papan buletin dan lainnya. Media Proyeksi Gerak. Termasuk di dalamnya film gerak, film gelang, program TV, videokaset (CD. VCD, atau DVD). Benda-bendaTiruan/miniatur Seperti benda-benda tiga dimensi yang dapat disentuh dan diraba oleh siswa. Media ini dibuat untuk mengatasi keterbatasan baik obyek maupun situasi sehingga proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik. Manusia. Termasuk di dalamnya guru, siswa, atau pakar/ahli di bidang/materi tertentu. (Dadang, 2. Dalam buku Arief, dkk yang berjudul Media Pendidikan (Arief Sadiman, dkk, 2009, p. disebutkan beberapa jenis media yang lazim dipakai dalam proses pembelajaran, yaitu sebagai berikut : Media Visual Seperti halnya media yang lain, media visual berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol visual. Selain itu, fungsi media visual adalah untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, menggambarkan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan jika tidak divisualkan. Beberapa media yang termasuk media visual adalah: Gambar atau foto Kita sering menggunakan gambar atau foto sebagai media pembelajaran karena gambar merupakan bahasa yang umum yang dapat dimengerti dan dinikmati dimana saja oleh siapa saja. Manfaat atau kelebihan gambar atau foto sebagai media pembelajaran adalah: . memberikan tampilan yang sifatnya konkrit, . gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu, . gambar atau foto dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita, . dapat memperjelas suatu masalah. JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN : 1907 Ae 2813 VOLUME 12. Nomor 2. Oktober 2017 Halaman: 62 - 81 dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia berapa saja, . Murah harganya dan mudah didapat serta digunakan tanpa memerlukan peralatan khusus. Sketsa Sketsa merupakan gambar yang merupakan draft kasar yang menyajikan bagian-bagian pokoknya saja tanpa detail. Sketsa selain dapat menarik perhatian peserta atau siswa juga dapat menghindari verbalisme dan dapat memperjelas penyampaian pesan. Diagram Berfungsi sebagai penyederhana sesuatu yang kompleks sehingga dapat memperjelas penyajian pesan. Isi diagram pada umumnya berupa petunjukpetunjuk. Sebagai suatu gambar sederhana yang menggunakan garis dan simbol, diagram menggambarkan struktur dari objeknya secara garis besar, menunjukkan hubungan yang ada antar komponennya atau sifat-sifat proses yang ada. Ciri-ciri dari sebuah diagram yang baik adalah: . benar, digambar rapi, diberi judul, label dan penjelasan penjelasan yang perlu, . cukup besar dan ditempatkan strategis penyusunannya disesuaikan dengan pola membaca yang umum, dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah. Bagan/Chart Terdapat dua jenis chart yaitu chart yang menyajikan pesannya secara bertahap dan chart yang menyajikan pesannya sekaligus. Chart yang menyajikan pesannya secara bertahap misalnya adalah flipchart atau hidden chart, sementara bagan atau chart yang menyajikan pesannya secara langsung misalnya bagan pohon . ree char. , bagan alir . low char. , atau bagan garis waktu . ime line char. Bagan atau chart berfungsi untuk menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit jika hanya disampaikan secara tertulis atau lisan secara visual. Bagan juga mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari suatu presentasi. Dalam bagan biasanya kita menjumpai jenis media visual lain seperti gambar, diagram, atau lambang-lambang verbal. Ciri-ciri bagan sebagai media yang baik adalah: . dapat dimengerti oleh pembaca, . sederhana dan lugas tidak rumit atau berbelit-belit, . digantipada waktu-waktu ISSN : 1907 Ae 2813 VOLUME 12. Nomor 2. Oktober 2017 Halaman: 62 - 81 JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK tertentu agar selain tetap mengikuti, . perkembangan jaman, . tidak kehilangan daya tarik. Grafik Disusun berdasarkan prinsip matematika dan menggunakan data-data komparatif, grafik merupakan gambar sederhana yang menggunakan titik-titik, garis atau simbol-simbol verbal yang berfungsi untuk menggambarkan data kuantitatif secara teliti, menerangkan perkembangan atau perbandingan sesuatu objek atau peristiwa yang saling berhubungan secara singkat dan jelas. Dengan menggunakan grafik kita dapat melakukan analisis dengan cepat, interpretasi dan perbandingan data-data yang disajikan baik dalam hal ukuran, jumlah, pertumbuhan dan arah. Terdapat beberapa macam grafik diantaranya adalah grafik garis, grafik batang, grafik lingkaran, dan grafik gambar. Kartun Suatugambar simbol-simbol menyampaikan suatu pesan secara cepat dan ringkas atau suatu sikap terhadap orang, situasi atau kejadian-kejadian tertentu. Kartun biasanya hanya menangkap esensi pesan yang harus disampaikan dan menuangkannya ke dalam gambar sederhana dengan menggunakan simbol-simbol serta karakter yang mudah dikenal dan diingat serta dimengerti dengan cepat. Poster Poster dapat dibuat di atas kertas, kain, batang kayu, seng dan sebagainya. Poster tidak saja penting untuk menyampaikan pesan atau kesan tertentu akan tetapi mampu pula untuk mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang yang melihatnya. Ciri-ciri poster yang baik adalah: . sederhana, . menyajikan satu ide dan untuk mencapai satu tujuan pokok, . berwarna, . slogan yang ringkas dan jitu, . ulasannya jelas, . motif dan desain bervariasi. Peta dan Globe Berfungsi untuk menyajikan data-data yang berhubungan dengan lokasi suatu daerah baik berupa keadaan alam, hasil bumi, hasil tambang atau lain Secara khusus petadan globe dapat memberikan informasi tentang: JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN : 1907 Ae 2813 VOLUME 12. Nomor 2. Oktober 2017 Halaman: 62 - 81 . keadaan permukaan bumi, daratan, sungai, gunung, lautan dan bentuk daratan serta . perairan lainnya. tempat-tempat serta arah dan jarak dengan tempat yang lain. data-data budaya dan kemasyarakatan. data-data ekonomi, hasil pertanian, industri dan perdagangan. Papan planel Papan berlapis kain planel ini dapat berisi gambar atau huruf yang dapat ditempel dan dilepas sesuai kebutuhan, gambar atau huruf tadi dapat melekat pada kain planel karena di bagian bawahnya dilapisi kertas amplas. Papan planel merupakan media visual yang efektif dan mudah untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu kepada sasaran tertentu pula. Papan Buletin. Papan ini tidak dilapisi oleh kain planel, tetapi langsung ditempeli gambar atau Papan ini berfungsi untuk memberitahukan kejadian dalam waktu Media visual lainnya seperti gambar, poster, sketsa atau diagram dapat dipakai sebagai bahan pembuatan papan buletin. Media Audio Media audio adalah jenis media yang berhubungan dengan indera pendengaran. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam lambang-lambang uaditif. Beberapa jenis media yang dapat digolongkan ke dalam media audio adalah sebagai berikut: Radio Media ini dapat merangsang partisipasi aktif dari pendengar. Siaran radio sangat cocok untuk mengajarkan musik dan bahasa. Bahkan radio juga dapat digunakan sebagai pemberi petunjuk mengenai apa yang harus dilakukan oleh guru atau siswa dalam pembelajaran. Alat perekam magnetik Alat perekam magnetik atau tape recorder adalah salah satu media yang memiliki peranan yang sangat penting dalam penyampaian keakuratan sebuah Melalui media ini kita dapat merekam audio, mengulangnya dan JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN : 1907 Ae 2813 VOLUME 12. Nomor 2. Oktober 2017 Halaman: 62 - 81 Selain itu pita rekaman dapat diputar berulang-ulang tanpamempengaruhi volume, sehingga dapat menimbulkan berbagai kegiatan diskusi atau dramatisasi. Media Proyeksi Diam Beberapa media yang termasuk kedalam media proyeksi diam diantaranya adalah: Film Bingkai Film bingkai adalah suatu film positif baik hitam putih ataupun berwarna yang berukuran 35 mm, dan umumnya dibingkai dengan ukuran 2 x 2 inchi. Untuk melihatnya perlu ditayangkan dengan proyektor slide. Beberapa keuntungan penggunaan film bingkai sebagai media pembelajaran adalah: materi pelajaran yang sama dapat disebarkan kepada seluruh siswa secara . perhatian siswa dapat dipusatkan pada satu persoalan,sehingga dapat . keseragaman pengamatan. fungsi berfikir siswa dirangsang dan dikembangkan secara bebas . penyimpanannya mudah dan praktis. film bingkai dapat mengatasi keterbatasan ruang waktu dan indera. program dapat dibuat dalam waktu singkat tergantung kebutuhan dan Film Rangkai Film rangkai hampir sama dengan film bingkai, bedanya pada film rangkai frame atau gambar tidak memerlukan bingkai dan merupakan rangkaian berurutan dari sebuah film atau gambar tertentu. Jumlah gambar pada 1 rol film rangkai adalah sekitar 50 sampai dengan 75 gambar dengan panjang kurang lebih 100 sampai dengan 130 cm tergantung pada isi film itu. Film rangkai dapat mempersatukan berbagai media pembelajaran yang berbeda dalam satu rangkai sehingga cocok untuk mengajarkan keterampilan, penyimpanannya mudah serta dapat digunakan untuk bahan belajar kelompok atau individu JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN : 1907 Ae 2813 VOLUME 12. Nomor 2. Oktober 2017 Halaman: 62 - 81 OHT Over Head Transparancy (OHT) adalah media visual proyeksi,dibuat di atas bahan transparan, biasanya film acetate atau plastik berukuran 8,5 x 11 inchi. Media ini memerlukan alat khusus untuk memproyeksikannya yang dikenal dengan sebutan Over Head Projector (OHP). Beberapa keuntungan penggunaan OHT sebagai media pembelajaran diantaranya adalah: gambar yang diproyeksikan lebih jelas bila dibandingkan jika digambarkan di papan tulis. ruangan tidak perlu digelapkan. sambil mengajar, guru dapat berhadapan dengan siswa. mudah dioperasikan sehingga tidak memerlukan bantuan operator. menghemat tenaga dan waktu karena dapat dipakai berulang-ulang. praktis dapat digunakan untuk semua ukuran kelas atau ruangan. Opaque Projektor Projektor yang tak tembus pandang, karena yang diproyeksikan bukan bahan transparan tetapi bahan-bahan yang tidak tembus pandang . Kelebihan media ini sebagai media pembelajaran adalah bahwa bahan cetak pada buku, majalah, oto, grafis, bagan atau diagram dapat diproyeksikan secara langsung tanpa dipindahkan ke permukaan transparansi terlebih dahulu. Kelebihan projektor tak tembus pandang adalah: dapat digunakan untuk hampir semua bidang studi yang ada di kurikulum. dapat memperbesar benda kecil menjadi sebesar papan sehingga bahan yang semula hanya untuk individu menjadi untuk seluruh kelas. Mikrofis Mikrofis adalah lembaran film transparan yang terdiri atas lambang-lambang visual yang diperkecil sedemikian sehingga tidak dapat dibaca dengan mata Keuntungan dari media ini adalah sebagai berikut: mudah diduplikasi dengan biaya relatif murah. dapat diproyeksikan ke layar lebar. karena dalam bentuk lembaran, ringkas, hemat tempat dan praktis untuk JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN : 1907 Ae 2813 VOLUME 12. Nomor 2. Oktober 2017 Halaman: 62 - 81 . memudahkan identifikasi informasi kepustakaan karena letaknya berada di bagian atas lembaran. Media Proyeksi Gerak dan Audio Visual Beberapa jenis media yang masuk dalam kelompok ini adalah: Film gerak Film gerak merupakan sebuah media pembelajaran yang sangat menarik karena mampu mengungkapkan keindahan dan fakta bergerak dengan efek suara, gambar dan gerak, film juga dapat diputar berulang-ulang sesuai dengan Selain itu,beberapa keunggulan film sebagai media pembelajaran . keterampilan membaca atau menguasai penguasaan bahasa yang kurang bisa diatasi dengan menggunakan film. sangat tepat untuk menerangkan suatu proses. dapat menyajikan teori ataupun praktek dari yang bersifat umum ke yang bersifat khusus ataupun sebaliknya. film dapat mendatangkan seorang yang ahli dan memperdengarkan suaranya di depan kelas. film dapat lebih realistis, hal-hal yang abstrak dapat terlihat menjadi lebih . film juga apat merangsang motivasi kegiatan siswa. Film gelang Film gelang atau film loop adalah jenis media yang terdiri atas film berukuran 8 mm dan 16 mm yang ujung-ujungnya saling bersambungan sehingga film ini akan berulang terus menerus jika tidak dimatikan. Kelebihan penggunaan media ini sebagai media pembelajaran adalah: ruangan tidak perlu digelapkan. dapat berputar terus berulang-ulang sehingga pengertian. yang kabur menjadi jelas. mudah diintegrasikan ke dalam pelajaran dan dipakai bersama dengan media lain. siswa juga dapat menggunakannya sendiri karena sederhana. JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN : 1907 Ae 2813 VOLUME 12. Nomor 2. Oktober 2017 Halaman: 62 - 81 . film dapat dihentikan kapan saja untuk diselingi oleh penjelasan atau Program TV Televisi merupakan media menarik dan modern karena merupakan bagian dari kebutuhan hidupnya. Televisi dapat menjadi sebuah media pembelajaran yang menarik dalam menyampaikan pesan-pesan pembelajaran secara audio visual dengan disertai unsur gerak. Video Pesan yang disajikan dalam media video dapat berupa fakta maupun fiktif, dapat bersifat informatif, edukatif maupun instruksional. Beberapa kelebihan penggunaan media video dalam pembelajaran adalah:dengan alat perekam video sejumlah besar penonton dapat memperoleh informasi dari para ahli. demonstrasi yang sulit dapat dipersiapkan dan direkam sebelumnya, sehingga pada waktu mengajar seorang guru dapat memusatkan perhatian pada penyajiannya menghemat waktu karena rekaman dapat diputar ulang dapat mengamati lebih dekat dengan objek yang berbahaya ataupun objek yang sedang bergerak ruangan tidak perlu digelapkan pada saat penyajian Multimedia Kombinasi atau penggabungan beberapa media pembelajaran dapat menjadikan media tersebut lebih menarik dalam proses pembelajaran. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Vaughan . bahwa multimedia adalah sembarang kombinasi yang terdiri atas teks, seni grafik, bunyi, animasi dan video yang diterima oleh pengguna melalui komputer. Sejalan dengan hal di atas. Heinich et al . multimedia merupakan penggabungan atau pengintegrasian dua atau lebih format media yang berpadu seperti teks, grafik, animasi, dan video untuk membentuk aturan informasi ke dalam sistem komputer. Namun kelemahan dari media ini adalah harus didukung oleh peralatan memadai seperti LCD projektor dan adanya aliran listrik. Keuntungan penggunaan multimedia dalam pembelajaran diantaranya dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami suatu konsep abstrak dengan lebih mudah, selain itu juga penggunaan media komputer dalam bentuk JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN : 1907 Ae 2813 VOLUME 12. Nomor 2. Oktober 2017 Halaman: 62 - 81 multimedia dapat memberikan kesan yang positif kepada guru karena dapat membantu guru menjelaskan isi pelajaran kepada pelajar,menghemat waktu dan meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Benda Benda-benda yang ada disekitar dapat digunakan pula sebagai media pembelajaran, baik benda asli maupun benda tiruan atau miniatur. Benda-benda ini dapat membantu proses pembelajaran dengan baik terutama jika metode yang digunakan adalah metode demonstrasi atau praktek lapangan. Pentingnya media pengajaran juga dikemukakan oleh Sudjana . , bahwa dengan penggunaan media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar mengajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya. Penggunaan media pengajaran pada saat terjadinya proses belajar mengajar dalam kelas diharapkan dapat mempertinggi minat dan perhatian siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar yang sedang berlangsung. Hal tersebut dapat mempertinggi motivasi siswa untuk mengikuti proses belajar mengajar. Selain hal tersebut dengan penggunaan media pengajaran maka siswa dapat melihat secara langsung, tidak hanya dengan kata-kata sehingga diharapkan siswa dapat lebih mudah memahami apa yang disampaikan oleh guru dalam kelas. Levie dan Lentz mengemukkan empat fungsi media pengajaran khususnya media visual adalah . fungsi atensi yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pengajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan, . fungsi afektif yang dapat mengubah emosi dan sikap siswa, . fungsi kognitif yang memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar, dan . kompensatoris yaitu memberikan konteks untuk memahami teks dan memabantu siswa yang lemah dalam membaca dan mengorganisasikan informasi (Arsyad, 2. Dari keempat fungsi tersebut, maka dapat diketahui bahwa sesungguhnya penggunaan media pengajaran dapat meningkatkan kualitas hasil belajar mengajar yang diperoleh oleh siswa karena ketiga komponen kognitif, afektif dan psikomotorik dalam proses belajar mengajar dapat dipacu. Hal tersebut daat JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN : 1907 Ae 2813 VOLUME 12. Nomor 2. Oktober 2017 Halaman: 62 - 81 mempertinggi hasil dan prestasi belajar siswa dan sekaligus dapat mendukung dan mendorong siswa yang memeiliki kemampuan yang terbatas dalam menerima informasi dan pesan dalam proses belajar mengajar yang berlansung. Efektifitas penggunaan media terhadap proses belajar bengajar tersebut terjadi karena dalam proses pengugunaannya siswa dilibatkan tidak hanya dalam benak ataupun mentalnya saja akan tetapi dapat memperhatikan merapa dan menyaksikan secara langung informasi yang disampaikan dalam proses belajar mengajar tersebut. Penggunaan media pengajaran seharusnya mempertimbangkan beberapa hal berikut ini: Guru harus berusaha dapat memperagakan atau merupakan model dari suatu . si pelajara. Jika objek yang akan diperagakan tidak mungkin dibawa ke dalam kelas, maka kelaslah yang diajak ke lokasi objek tersebut. Jika kelas tidak memungkinkan dibawa ke lokasi objek tersebut, usahakan model atau tiruannya. Bilamana model atau maket juga tidak didapatkan, usahakan gambar atau fotofoto dari objek yang berkenaan dengan materi . pelajaran tersebut. Jika gambar atau foto juga tidak didapatkan, maka guru berusaha membuat sendiri media sederhana yang dapat menarik perhatian belajar siswa. Bilamana media sederhana tidak dapat dibuat oleh guru, gunakan papan tulis untuk mengilustrasikan objek atau pesan tersebut melalui gambar sederhana dengan garis lingkaran Pada dasarnya anak belajar melalui benda atau objek kongkrit. Untuk memahami konsep abstrak anak memerlukan benda-benda kongkrit . sebagai perantara atau visualisasinya. Konsep abstrak itu dicapai melalui tingkatan-tingkatan belajar yang berbeda-beda, bahkan orang dewasapun yang pada umumnya sudah dapat memahami konsep abstrak, pada keadaan tertentu sering memerlukan JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN : 1907 Ae 2813 VOLUME 12. Nomor 2. Oktober 2017 Halaman: 62 - 81 Secara teknis, media pembelajaran berfungsi sebagai sumber belajar. Dalam kalimat Ausumber belajarAy ini tersirat makna keaktifan, yakni sebagai penyalur, penyampai, penghubung dan lain-lain. Menurut Rochman Natawidjaya media adalah alat bantu atau pelengkap yang digunakan oleh guru dalam berkomunikasi dengan siswa. Media dapat berupa benda maupun prilaku. Benda dapat berupa benda langsung ,seperti: daun-daunan, bunga, pensil. Dapat juga berupa benda tiruan, seperti: bola dunia,gajah-gajahan,dan dapat juga benda-benda tidak langsung seperti papan tulis, kapur, tape recorder, film dll. Semua itu bukan dimaksudkan untuk mengganti guru mengajar tetapi merupakan pelengkap dan membantu guru dalam mengajar serta membantu siswa dalam efektifitas pembelajaran didalam kelas. Ini berarti bahwa media merupakan peranan yang sangat penting dalam pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa media adalah sebuah bahasa yang digunakan seorang guru untuk menyampaikan apa yang akan disampaikan kepada siswa dengan menggunakan alat bantu agar apa yang disampaikan mudah dicerna dan dipahami dengan baik oleh siswa. Hamalik mengungkapkan bahwa penggunaan media pendidikan dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan merangsang kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologi terhadap siswa. Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pendidikan juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, mengajukan data yag menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data dan memudahkan informasi. Dalam pemilihan media untuk kepentingan pengajaran sebaiknya memperhatikan kriteria-kriteria sebagai berikut: Ketepatan dengan tujuan pengajaran Bahan pengajaran bersifat fakta, prinsip dan mudah dipahami. Media mudah didapat setidaknya mudah dibuat oleh guru dan biayapun terjangkau dan mudah digunakannya. Adanya ketermpilan guru dalam menggunakannya Tersedia waktu untuk menggunakannya. JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN : 1907 Ae 2813 VOLUME 12. Nomor 2. Oktober 2017 Halaman: 62 - 81 Dari beberapa kriteria tersebut banyak digunakan oleh guru-guru yakni dengan mempertimbangkan bahan pengajaran yang akan disampaika serta kegiatankegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa. Kecocokan terhaap kedua hal itu menjadi pertimbangan apakah suatu media dipilih atau tidak. Dalam hubungan ini berlaku prinsip selection by rejection, guru hanya memilih media pengajaran yamg bermanfaat dan tidak memilih media yang tidak dipakai. Disamping itu, segi ekonomis dan hambatan-hambatan praktis yang mungkin dihadapi oleh siswa dan guru yang menjadi dasar pertimbangan, faktor lainnya adalah faktor efektifitas dan komunikasi dalam kaitannya dengan siswa, bahan pengajaran dan tujuan yang hendak dicapai,merupakan dasar pertimbangan yang mempengaruhi pemilihan media Tentunya setiap media mempunyai karakteristik tersendiri sehingga tingkat keefektifannya terbatas demi mencapai tujuan-tujuan yang akan dicapai. Oleh sebab itu, guru diharuskan untuk dapat melaksanakan pembelajaran yang multi Dengan menggunakan media secara tepat dan bervariasi akan menimbulkan gairah belajar siswa dan memungkinkan interaksi anak didik dengan guru, sehingga siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuannya dan minatnya masing-masing. Seorang guru harus mempunyai strategi dalam kegiatan pembelajaran. Strategi yang dimiliki bukan saja untuk mencapai tujuan pembelajaran atau menumbuhkan minat belajar siswa. Tetapi seorang guru yang berkompetensi, cerdas,dan profesional, memiliki seperangkat cara khusus di dalam kelas. Dengan itu, ia akan menjadi guru yang dirindukan kehadirannya di dalam kelas. Kalau demikian halnya seberat apapun materi yang diajarkan akan diminati dan dianggap Salah satu bagian dari penentuan strategi adalah penentuan media, media itu sendiri masih harus dikembangkan lagi untuk memenuhi persyaratan sebagai media Dalam pemilihan media, media harus sesuai dengan katakteristik materi yang akan diajarkan, sehingga dengan adanya media mampu membantu mempercepat belajar dengan hasil yang lebih baik. Media harus didukung oleh fasilitas yang ada dan dapat dioperasionalkan dengan baik oleh pemakainya dan ISSN : 1907 Ae 2813 VOLUME 12. Nomor 2. Oktober 2017 Halaman: 62 - 81 JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK media yang dipailih itu hendaknya tidak memberatkan . ilihat dari segi biay. ,mudah digunakan, dan dapat dipakai berulang-ulang. Jadi, agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dan lancar, guru hendaknya menggunakan media pengajaran, sehingga suasana belajar yang diciptakan dikelas dapat lebih menarik perhatian siswa, dan guru harus memberikan peluang atau waktu kepada siswa agar dapat berargumentasi atau mengelurkan ide serta wawasan yang dimilikinya. Dalam proses pembelajaran beberapa guru kurang menaruh perhatian terhadap media pembelajaran ketika mengajar di hadapan siswanya. Mereka hanya mengandalkan ucapan dirinya seperti mereka diajar oleh gurunya pada waktu sekolah zaman dahulu. Menurutnya, kalau topik pelajaran atau KD sudah disampaikan dengan lisan, siswa berarti sudah mengerti. Padahal, justru dengan lisan saja siswa akan cepat lupa sehingga tidak terdapat informasi yang melekat dalam Belajar dengan media justru akan lebih mempermudah siswa untuk Mengapa mempermudah? Bukankah guru zaman dahulu tanpa media, siswa juga dapat pandaipandai. Bagaimana sebenarnya perbedaan media tradisional dengan modern? lalu, apakah guru perlu hanya menggunakan media modern saja? Narasi jawaban pertanyaan tersebut tampaknya perlu dilakukan agar ditemukan formula media pembelajaran yang dapat berperan sebagai penentu keberhasilan siswa Peran media dalam proses belajar mengajar sangatlah penting untuk menunjang tercapainya tujuan pembelajaran. media pembelajaran yang efektif dapat yang digunakan dapat mempengaruhi efektivitas pembelajaranAy (Brown. Gunawan, 2009:. Pada Aymedia pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat bantu guru untuk mengajar yang berupa alat bantu visual. Sehingga lahirlah alat bantu audio-visual. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), maka penggunaan media visual dilengkapi dengan audio, hingga saat ini penggunaan JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN : 1907 Ae 2813 VOLUME 12. Nomor 2. Oktober 2017 Halaman: 62 - 81 alat bantu atau media pembelajaran menjadi semakin luas dan interaktif, seperti adanya komputer dan internet. Untuk menyatakan bahwa suatu proses belajar mengajar dapat dikatakan berhasil, setiap guru memiliki pandangan masing Ae masing sejalan dengan filsafat. Karena itulah, suatu proses belajar mengajar tentang suatu bahan pengajaran dinyatakan berhasil apabila hasilnya memenuhi tujuan intruksional khusus dari bahan Yang menjadi petunjuk bahwa suatu proses belajar mengajar dianggap berhasil adalah hal Ae hal berikut : Daya serap terhadap bahan pengajaran yang diajarkan mencapai prestasi tinggi, baik secara individual maupun kelompok. Perilaku yang digariskandalam tujuan pengajaran telah dicapai oleh siswa, baik secara individual maupun kelompok. Jadi Pentingnya pengembangan media pembelajaran yang beraneka ragam jenisnya tentunya tidak akan digunakan seluruhnya secara serentak dalam kegiatan pembelajaran, namun hanya beberapa saja. Untuk itu perlu di lakukan pemilihan media tersebut. Agar pemilihan media pembelajaran tersebut tepat, maka perlu dipertimbangkan faktor/kriteria-kriteria dan langkah-langkah pemilihan media. Kriteria yang perlu dipertimbangkan guru atau tenaga pendidik dalam memilih media menurut Nana Sudjana . 0: 4-. Ketepatan media dengan tujuan pengajaran Dukungan terhadap isi bahan pelajaran Kemudahan memperoleh media Keterrampilan guru dalam menggunakannya Tersedia waktu untuk menggunakannya Sesuai dengan taraf berfikir anak. Media pembelajaran dapat dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar secara lebih leluasa, kapanpun dan dimanapun, tanpa tergantung pada keberadaan seorang guru. Program-program pembelajaran audio visual, termasuk program pembelajaran menggunakan komputer, memungkin siswa dapat melakukan kegiatan belajar secara mandiri, tanpa terikat oleh waktu dan JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN : 1907 Ae 2813 VOLUME 12. Nomor 2. Oktober 2017 Halaman: 62 - 81 Penggunaan media akan menyadarkan siswa betapa banyak sumber-sumber belajar yang dapat mereka manfaatkan untuk belajar. Perlu kita sadari bahwa alokasi waktu belajar di sekolah sangat terbatas, waktu terbanyak justru dihabiskan siswa di luar lingkungan sekolah. Dengan mengembangkan media, proses pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga mendorong siswa untuk mencintai ilmu Kebiasaan siswa untuk belajar dari berbagai sumber tersebut, akan bisa menanamkan sikap kepada siswa untuk senantiasa berinisiatif mencari berbagai sumber belajar yang diperlukan. Simpulan dan Rekomendasi Dalam dunia pendidikan kegiatan belajar mengajar merupakan upaya kegiatan menciptakan suasana yang mendorong inisiatif, motivasi dan tanggung jawab kepada siswa untuk selalu menerapkan potensi diri dalam membangun gagasan melalui kegiatan mengajar. Untuk mencapai tujuan dan keberhasilan dalam kegiatan pembelajaran maka diperlukan tingkat kekreatifan seorang guru untuk dapat menciptakan media yang baik sesuai dengan karakteristik siswa , sehingga apa yang akan disampaikan dapat tersampaikan dengan baik kepada para siswanya, karena cara penyampaian media yang baik dapat menimbulkan kegairahan atau perasaan senang untuk mempelajari apa yang disampaikan guru. Sebaliknya cara penyampaian media yang tidak menarik cenderung akan diabaikan oleh siswa. Sehingga tujuan-tujuan dari pengajaran itu dapat tepat tersampaikan kepada siswa-siswa. Peran guru terhadap pentingnya pengembangan media pembelajaran menjadi penentu keberhasilan siswa sesuai dengan karakteristiknya. Kalau sampai hari ini masih ada guru yang belum menggunakan media, itu hanya perlu satu hal yaitu perubahan sikap. Dalam memilih media pembelajaran , perlu disesuaikan dengan kebutuhan, situasi dan kondisi masing-masing. Dengan perkataan lain, media yang terbaik adalah media yang ada. Pengembangan media pembelajaran seharusnya secara tepat dilihat dari isi, penjelasan pesan dan karakteristik siswa untuk menentukan media pembelajaran yang akan menentukan keberhasilan siswa dalam memahami dan mengembangan pembelajaran yang siswa ISSN : 1907 Ae 2813 VOLUME 12. Nomor 2. Oktober 2017 Halaman: 62 - 81 JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK peroleh dari guru di kelas. Dengan keberhasilan siswa tersebut telah menunjukkan bahwa tujuan pengajaran dan pembelajaran sesuai dengan materi dan komptensi dapat tercapai. Daftar Pustaka