Reposisi Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran PAI Berbasis Pemikiran Nurcholish Madjid Annisa Nur Asyiah1. Husnaini2 Universitas Islam Indonesia1, 2 Email: 23913050@students. husnaini@uii. P-ISSN : 2745-7796 E-ISSN : 2809-7459 Abstrak. Perkembangaan teknologi yang semakin canggih dalam bentuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), sangat berdampak pada pendidikan, khususnya pembelajaran pendidikan agama islam. Namun, pemanfaatan AI dalam perspektif tokoh atau filosof muslim masih sangat minim. Penelitian ini dilatar belakangi pembelajaran PAI yang adaptif dengan perkembangan teknologi dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan. Tujuan peneltian ini untuk mereposisi pemanfaatan AI dalam pembelajaran PAI berdasarkan pemikiran Nurcholish Madjid, tokoh muslim pembaharu pendidikan islam yang mengintegrasikan antara agama, ilmu pengetahuan, dan kemanusiaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, data-data yang diperoleh melalui literatur tentang AI, pendidkkan islam, dan pemikiran Nurcholish Madjid. Hasil penelitian menunjukkan AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk memperoleh srategi pembelajaran PAI yang lebih inovatif dan interaktif yang relevan dengan generasi yang tumbuh di era digitalisasi yang semakin maju. Pemikiran Cak Nur memberikan landasan terhadap modernisasi pendidikan islam yang mengarah dalam membentuk manusia yang terbuka, rasional, dan berakhlak. Simpulan dalam penelitian ini didapatkan bahwa reposisi AI dalam pembelajaran PAI berbasi pemikiran Nurcholish Madjid memiliki potensi dalam mendorong transformasipendidikan islam yang inklusif, etis, dan konstektual. guru juga harus berperan dalam menyiapkan strategi implementasi AI yang berinovatif serta bernilai spiritual. Kata Kunci: Artificial Intelligence (AI). Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Nurcholish Madjid http://jurnal. id/index. php/aujpsi DOI : https://doi. org/10. PENDAHULUAN Pendidikan dalam kamus besar bahasa Indonesia memiliki arti proses pembelajaran dan pelatihan kepada siswa sehingga dapat mengubah sikap dan perilaku seseorang (KBBI Daring VI, 2. Dalam definisi lain, pendidikan merupakan suatu proses yang sistematis dan terencana dalam membantu peserta didik menemukan potensi dalam dirinya (Nurhasanah, 2. Definisi pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 mengatakan bahwa pendidikan bertujuan sebagai usaha peserta duduk untuk menemukan dan mengembangkan potensi (Kusumawati. Dkk. Dapat disimpulkan bahwa pendidikan bukan hanya sekedar transfer ilmu tetapi juga Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 1, pp. 320-328, 2025 | 320 Reposisi Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran PAI Berbasis Pemikiran Nurcholish Madjid Annisa Nur Asyiah. Husnaini menanamkan nilai-nilai kebaikan yang dapat membentuk perilaku yang baik pada setiap Pendidikan membentuk manusia yang bukan hanya cerdas dalam akademik atau pengetahuannya saja tetapi juga membentuk emosional serta sosial. Pendidikan menghadapi suatu tantangan globalisasi, digitalisasi, dan teknologi yang semakin maju sehingga menuntut pada perkembangan pola baru dalam pelaksanaan di setiap kegiatan pendidikan (Priyanto, 2. Pada era digital memberikan suaru perubahan pada kehidupan dan perilaku manusia (Nur Kholis. Oleh karena itu, pendidikan tidak hanya sekedar dalam mempersiapkan peserta didik untuk dapat terjun langsung dalam dunia kerja, tetapi dengan pendidikan diharapkan perseta didik mampu berpikir kritis, kraetif, komunikatif, dam kolaboratif. Hal iini dilakukan agar dengan pendidikan peserta didik mampu menjawab dann menghadapi tantangan zaman di era modern. Pendidikan sekarang bukan guru yang menjadi pusat . eacher centere. tetapi pendekatannya berpusat pada peserta didik . tudent centere. yaitu menekankan pada keaktifan siswa (Sandria et al. , 2. Hal ini dapat diwujudkan melalui pembelajaran yang efektif dan aktif seperti problem based learning (PBL), project based learning (PjBL), mendukung proses pembelajaran dengan berfokus pada keaktifan siswa serta melatih siswa dalam berpikir kritis(Ilmi et al. , 2. Kemajuan teknologi dapat membantu proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan fleksibel (Nurbayanni et al. , 2. Hal ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta Dalam proses pembelajaran tersebut dapat menggunakan kuis, video pembelajaran, dan e-learning lainnya. Dalam pendidikan dengan adanya pembelajaran secara daring dan blended learning telah menjadi suatu bukti bahwa pendidikan telah berkembang. Pendidikan harus mampu dalam menjawab tantangan zaman yang semakin maju dan berkembang khususnya yang dihadapi oleh generasi Z dan Alpha. Generasi Z dan Alpha tumbuh diera teknologi informasi yang canggih (Nuryadin et al. Hal ini menuntut untuk dapat memberikan pendekatan pembelajaran yang sesuai degan kebutuhannya. Pendidikan di era ini perlu mempertimbangkan kebutuhan belajar pada generasi sekaranng agar pembelajaran menjadi lebih efektif, menarik, dan dapat tersampaikan dengan baik. Dalam penggunaan Artificial Intelligence (AI) dapat menjadi salah satu solusi bagi guru dalam perperluas materi pembelajaran (Anas & Zakir, 2. Transformasi pembelajaran menjadi masalah tersendiri dalam pendidikan Agama Islam (PAI). Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu mata pelajaran yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai spiritual (Sofia Syahara Balqis. Rumadani Sagala, 2. Pada mata pelajaran PAI pembelajaran misalnya hafalan dan ceramah. PAI masih terus terjebak pada metode pembelajaran yang konvensional dan kurang mengaplikasikan metode pembelajaran yang bervariasi (Khairuddin, 2. Akibatnya, pembelajaran PAI sering dianggap sebagai pembelajatan yang membosankan bagi peserta didik. Era teknologi yang semakin maju sebenarnya PAI memiliki peran yang sangat penting di mana individu sering kali dipengaruhi sekularisme, hedonisme, dan kerusakan pada moral sehingga PAI diharapkan mampu menjadi benteng dalam menanamkan nilai-nilai spiritual dan moral (Fikri, 2. Dapat disimpulkan bahwa PAI harus mampu dalam menanamkan nilai-nilai agama secara mendalam bukan hanya berfokus pada kognitif tetapi juga dapat diwujudkan melalui tindakan secara nyata. Tantangan pendidikan yang dihadapi di era modern membuat para pendidik hingga para tokoh atau pemikir muslim mulai mencari metode pembelajaran yang baru yang tidak hanya berfokus pada aspek Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 1, pp. 320-328, 2025 | 321 Reposisi Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran PAI Berbasis Pemikiran Nurcholish Madjid Annisa Nur Asyiah. Husnaini kognitifnya saja tetapi juga aspek kontektual dan transformatif. Salah satu pemikir muslim yang memiliki suatu gagasan yang relevan adalah Nurcholish Madjid. Nurcholish Madjid atau yang dikenal dengan Cak Nur merupakan salah satu tokoh pemikir muslim Indonesia yang dengan gagasannya di berbagai bidang ilmu pengetahuan (Safitri & Manshur, 2. Pemikiran Nurcholish Madjid dapat dijadikan sebagai suatu pendekatan pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan perkembangan zaman. Pemikiran Cak Nur memberikan kerangka epistemologis dan etis yang dapat digunakan dalam konteks penggabungan teknologi digital, terutama kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), agar kehilangan humanisme dan spiritualitasnya. Dalam PAI pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dapat digunakan sebagai penunjang proses pembelajaran (Nurul Fitriyani. Nur Azizah. Namun, pemanfaatan AI dalam proses pembelajaran PAI saat ini belum diimbangi dengan kajian secara filosofis dan padagogiis yang sesuai. Penelitian yang ada kebanyakan masih hanya berfokus pada aspek dari pemanfaatan AI saja tanpa menggali lebih dalam mengenai etika, nilai, dan dampaknya dalam jangka panjang. Penelitian sebelumnya yang ditulis oleh Siti Mukaromah yangberjudul pemikiran Nurcholish Madjid : analisis spirit keislaman dan keindonesian. Hasil penelitian tersebut ide-ide Nurcholish Madjid, pembelajaran Pendidikan agama islam yang humans, demokratis, adil, inklusif, dan berbasis multikultural dapat membantu siswa belajar menjadi lebih baik. Siswa berkepribadian religius serta memiliki rasa nasionalisme dan patriolisme yang kuat (Mukaromah, 2. Namun demikian, penelitian tersebut belum membahas terkait dengan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam proses pembelajaran khususnya dalam pendidikan agama islam. selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Marrdi Hadi dan Hendri Abdul Qohar menunjukkan bahwa dengan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) akan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran bahasa Arab (Hadi & Qohar, 2. Terdapat perbedaan penelitian sebelumnya dengan penelitian yang akan dilakukan bahwa penelitian sebelumnya belum membahas Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran PAI pembahasannya dari pemikiran tokoh muslim. Penelitian sebelumya yang ditulis oleh R Nurhayati, dkk dengan judul Dinamika Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Artificial Intelligence (AI) (R Nurhayati. Taufiq Nur. Sudirman P. Nur Adillah. Agustina, 2. Pada penelitian ini Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran pendidikan agama islam dengan pemikiran para okoh muslim misalnya Nurcholish Madjid. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mereposisis pemanfaatan AI dalam pembelajaran PAI yang didasarkan pada pemikiran Nurcholish Madjid. Diharapkan penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi teoritis untuk pengembangan pembelajaran PAI yang kontekstual dan inovatif, tetapi juga menjadi landasan praktis untuk membangun strategi implementasi AI dalam pendidikan Islam yang lebih bijak, moral, dan bernilai. Dengan demikian, penelitian ini akan menghasilkan model pembelajaran PAI yang transformatif dan memenuhi syarat. METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Studi pustaka merupakan suatu pendekatan yang bertujuan untuk mengembangkan aspek teoritis (Magdalena. Bestari Endayana. Aflah Indra Pulungan. Maimunah, 2. Studi pustaka adalah suatu pendekatan yang mengkaji teori-teori yang berkaitan dengan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 1, pp. 320-328, 2025 | 322 Reposisi Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran PAI Berbasis Pemikiran Nurcholish Madjid Annisa Nur Asyiah. Husnaini penelitian yang dilakukan dari berbagai sumber bacaan atau literatur yang relevan (Adlini et al. , 2. Sumber data pada penelitian ini terdiri dari dua sumber yaitu pertama, sumber data Sumber Primer adalah sumber pada hasil penelitian yang diperoleh melalui sumber asli dari suatu kajian ilmiah yang dilakukan oleh peneliti (Rahmad, 2. Sumber data primer diperoleh dalam penelitian ini adalah buku serta kajian ilmiah berupa artikel yang membahas atau mengkaji tentang pemikiran Nurcholish Madjid berkaitan dengan pendidikan agama islam. Kedua. Sumber sekunder merupakan datadata yang diperoleh melalui sumber yang telah ada sebelumnya (Muspawi, 2. Sumber sekunder pada penelitian ini didapatkan melalui artikel ilmiah yang membahas tentang implementasi Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan agama Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan langkah-langkah yaitu reduksi data, menyajikan data, dan penarikan Penelitian ini dilakukan dengan pencarian serta pegumpulam literatur secara online yang bersumber dari kajian ilmiah HASIL DAN PEMBAHASAN Definisi Artificial Intelligence (AI) Artificial Intelligence (AI) kecerdasan buatan merupakan suatu ilmu dengan menggunakan teknologi seperti menyelesaikan pekerjaan atau tugas yang memerlukan kecerdasan pada manusia (Eriana & Zein, 2. Artificial Intelligence (AI) ddapat diartikan sebagai kecerdasan manusia yang dikonsep dalam mesin yang digunakan sebagai pembuatan mesin kecerdasan (Tanjung & Suteki, 2. Data disimpulkan bahwa kecerdasan buatan ini menyelesaikan tugas. Adanya kecerdasan buatan atau AI akan memepermudah manusia dalam menyelsaikan tugasnya. AI menjadi salah satu bukti berkembangnya teknologi. Perkembangan AI yang semakin pesat signifikan bagi kehidupan manusia dan dari berbagai bidang salah satunya adalah dalam bidang pendidikan. Terdapat beberapa aplikasi popular saat ini salah satunya aplikasi Chat GPT. Chat GPT banyak digunakan saat ini sebagai alat dalam membantu pekerjaan manusia (Suariqi Diantama, 2. Dalam pemanfaatan Chat GPT dibidang pendidikan untuk mencari materi pembelajaran dan membantu guru menemukan strategi pembelajaran yang efektif sesuai dengan kebutuhan siswa. Chat GPT juga dapat digunakan siswa untuk menemukan materi tambahan untuk pembelajaran di sekolah. Perkembangan AI digunakan untuk meningkatkan pengalaman pembelajaran. Penerapan AI dalam proses pembelajaran sangat penting dalam mencapai keberhasiilan pembelajaran (Sudrajat et al. , 2. AI menjadi sarana bagi siswa dapat berkembang sehingga dapat menjawab Dengan perkembangan AI bukan hanya sekedar tren teknologi namun menjadi sebagai kebutuhan dalam pembelajaran untuk meningkatkan mutu belajar. Implementasi Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran PAI Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) berpotensi tinggi dalam mendukung pembelajaran sehingga dapat meningkatkan efektivitas serta kualitas dari pendidikan (Muhammad Yahya. Wahyudi, 2. Dalam pendidikan. Artificial Intelligence (AI) digunkan sebagai salah satu strategi pembelajaran dalam menarik minat siswa. Penggunaan mengembangkan materi pembelajaran yang sesuai dengan pengalaman hingga gaya belajar dari siswa (Zahara et al. , 2. Adanya AI memberikan suatu manfaat bagi Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 1, pp. 320-328, 2025 | 323 Reposisi Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran PAI Berbasis Pemikiran Nurcholish Madjid Annisa Nur Asyiah. Husnaini perkembangan teknologi yang semakin Selain itu AI bukan hanya sebagai alat bantu tetapi juga sebagai alat yang digunakan untuk penentu arah dari proses Penggunaan AI dalam pembelajaran menjadi salah satu strategi dengan menyesuaikan gaya belajar, minat, dan kemampuan setiap siswa. Artificial Intelligance (AI) memiliki peran untuk menciptakan lingkungan belajar yang jauh lebih menarik bagi siswa. Adanya AI di era yang modern saat ini dapat membantu para guru daam merancang pembelajaran yang llebih efektif tanpa menyampingkan peran guru sebagai fasilitator dalam pendidikan. Artificial Intelligance (AI) dapat dimanfaatkan atau diimplementasikan dalam proses pembelajaran dikelas oleh guru. Hal itu bertujuan agar dalam proses pembelajaran guru dapat meningkatkan interaksi kepada siswa (Nadila & Septiaji, 2. Adanya Artificial Intelligance (AI) dapat menjadi solusi suatu persoalan yang terjadi dalam proses pembelajaran karena siswa memiliki kecerdasan dan daya tangkap siswa yang berbeda (Abidin, 2. Implementasi Artificial Intelligance (AI) dalam proses pembelajaran menjadi alat yang digunakan guru bukan hanya menyampaikan materi saja, pembelajaran yang responsif dengan menyesuaikan kebutuhan dari siswa. Perbedaan-perbedaann dalam kecerdasan dan daya tangkap masing-masing siswa yang hingga saat ini masih menjadi suatu tantangan dalam pembelajaran konvensional. Hal itu memberikan mafaat bagi guru bahwa kehadiran AI dapat membantu dalam pembelajaran yang efektif sesuai dengan keburuhan siswa. Artificial Intelligance (AI) dapat membantu para umat muslim untuk mempelajari agama islam dengan mengakses sumber seperti Al-QurAoan dan hadis, beribadah, hingga dakwah (Fitri Sarinda et , 2. era komputer dan internet, pendidikan agama Islam sangat penting bagi Adanya AI memiliki potensi yang besar dalam pendidikan agam islam (Tanjung & Suteki, 2. Pemanfaatan AI sebagai bentuk teknologi dapat lebih menarik dan sangat relevan dengan generasi yang tumbuh di era serba digitalisasi saat ini. Selain itu, penggunaan kecerdasan buatan dalam proses pendidikan agama islam dapat membantu efektivitas dalam pencarian atau mengakses materi yang dibutuhkan serta memberikan pengalaman belajar siswa yang interaktif (Tanjung & Suteki, 2. Dampak Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran PAI Artificial Intelligance (AI) memberikan dampak yang positif untuk pelaksanaan pembelajaran yang jauh lebih efektif, khususnya dalam pembelajaran pendidikan agama islam. Namun, disamping itu penggunaan AI dapat memiliki tantangantantangan sendiri dan suattu permasalahan yang dapat muncul, seperti data-data pribadi, teknologi yang dapat mengakibatkan meningkatnya pengangguran, dan dampak sosial yang banyak muncul secara umum (Miftahul Huda, 2. Dalam penggunnaan AI tentunya harus melalui suatu perimbangan dan pengawasan yang baik untuk dapat memastikan merasakan manfaatnya tanpa menyampingkan nilai-nilai serta kepentingan individu atau sekelompok orang (Muhammad Rizwar Noor Fikri. Fath Muttaqien, 2. Dampak Positif Artificial Intelligance (AI) akan sangat membantu pada proses khususnya menyesuaikan materi serta metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. AI dapat menciptakan suasana belajar yang efektif dan efisien karena AI memberikan pembelajaran yang adatif dan relevan (Fauziyati, 2. Salah satu pemanfaatan yang dapat dirasakan siswa dalam penggunaan AI adalah sistem tutor pintar serta chatbot yang dapat memberikan jawaban dengan cepat dan bimbingan atas pertanyaan-pertanyaan siswa sehingga hal tersebut akan menambah Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 1, pp. 320-328, 2025 | 324 Reposisi Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran PAI Berbasis Pemikiran Nurcholish Madjid Annisa Nur Asyiah. Husnaini pemahaman berkaitan dengan konsep-konsep pendidikan (Miftahul Huda, 2. Selain Itu. AI dapat mempermudah guru dalam dimanfaatkan guru dalam mengoreksi tugas siswa dengan cepat dan akurat. Hal ini dapat meningkatkan umpan balik guru kepada siswa sehingga pembelajaran menjadi lebih responsif (Muhammad Rizwar Noor Fikri. Fath Muttaqien, 2. Penggunaan AI memberikan banyak manfaat dalam pembelajaran pendidikan agama islam tetapi juga dapat memberikan dampak negatif. Penggunaan teknologi khususnya AI terus menerus akan menimbulkan suatu tantangan yaitu dapat mengurangi interaksi antara guru dan siswa. Sedangkan, dalam proses pembelajaran interaksi antara guru dan siswa merupakan hal yang sangat penting (Fauziyati, 2. Penggunaan AI juga akan berdampak pada pembelajaran karena penggunaan AI yang terus menerus dan kurang bijak akan menggantikan interaksi manusia. Oleh karena itu, penggunaan AI harus digunakan sesuai dengan kebutuhan atau sebagai alat bantu menyelsaikan tugasnya, sehingga akan tetap memperkuat peran guru. Relevansi Pemikiran Nurcholish Madjid Sebagai Basis Reposisi Penerapan AI dalam Pembelajaran PAI Nurcholish Madjid memiliki pemikiran pembelajaran pendidikan islam sebagai basis reposisi penerapan AI. Cak Nur menekankan pada konsep pendidikan bukan hanya berfokus pada moral dan tradisional saja, tetapi juga pendidikan islam harus dapat mengembangkan ilmu pengetahuan serta teknologi untuk menjawab tantangan Hal ini sejalan dengan penggunaan AI dalam proses pembelajaran PAI yang emiliki tujuan untuk memoderanisasi proses pembelajaran yang lebih adaptif, interaktif, dan efektif (Musyrifin, 2. AI menjadi salah satu teknologi canggih yang dapat menjadi sarana dalam mencapai tujuan pendidikan islam dengan berlandaskan pemikiran Nurcholish madjid (Musyrifin. Dalam gagasan Cak Nur memiliki suatu pemikiran- pemikiran baru berikatan dengan pendidikan islam. AI dalam pembelajaran PAI menjadi alat dalam membuka dan memperluas eksplorasi pengetahuan sehingga dapat menumbuhkan siswa untuk dapat berpikir kritis dalam memahami ajaran islam. Reposisi pembelajaran PAI berdasarkan pemikiran Nurcholish Madjid teknologi sebagai alat bantu atau media dalam memperkuat pendidikan islam dengan memanfaatkan Hal ini bertujuan untuk membentuk manusia beriman, berakhlak mulia, dan memiliki wawasan yang luas. digunakan untuk memperoleh metode dengan cepat, dan memberikan pengalaman belajar dengan tetap menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan agama yang menjadi basis pendidikan islam. Nurcholish Madjid memiliki pandangan bahwa modernisasi reintegrasi antara ilmu pengetahuan dengan teknologi kedalam norma agama, moral, serta etika. Konsep ini, sangat relevan dengan dalam pemanfaatan AI dalam pendidikan islam yang digunakan sebagai alat untuk memperkaya dan meperdalam pemahaman agama islam. AI dapat menjawab tantangan guru dalam proses pembelajaran dengan menemukan strategi atau metode pembelajaran yang efektif, bervariasi, dan integratif melalui AI dengan terus menanamkan dan menjaga nilia-nilai keislaman yang inklusif dan progresif sesuai dengan pemikiran Nurcholish Madjid (Adam & Munasir, 2. Penerapan AI harus terus digunakan secara bijak dan memperhatikan aspek etika dan nilai-nilai kemanusian. Adanya teknologi yang hadir ditengah-tengah kehidupan manusia tidak boleh mengurangi peran guru Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 1, pp. 320-328, 2025 | 325 Reposisi Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran PAI Berbasis Pemikiran Nurcholish Madjid Annisa Nur Asyiah. Husnaini sebagai fasilitator fasilitator dalam proses pendidikan agama islam. Teknologi dapat (Muammar & Suhartina, 2. KESIMPULAN Penelitian ini menegaskan bahwa pentingnya reposisi Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran PAI dalam pandangan Nurcholish Madjid. Dalam pendidikan modern di era perkembangan pemanfaatan AI tidak dapat dipisahkan dengan mempertimbangkan aspek nilai, etika, serta tujuan pendidikan. Pada temuan utama dalam penelitian ini bahwa dalam pemikiran Nurcholish Madjid menawaran sebuah konsep yang relevan dengan perkembangan teknologi dengan merespon secara kritis. Pendidikan islam dalam pandangan Cak Nur sebagai proses pembebasan disamping dari pewarisan tradisi. Oleh karena itu. AI dalam pembelajaran PAI bukan hanya sebagai alat bantu atau media untuk mencari materi maupun pemahaman. Nurcholish Madjid dalam pandangannya mengatakan bahwa adanya integrasi ilmu pengetahuan dan AI jika digunakan secara bijak akan khususnya pada pembelajaran PAI dengan tetap menanamkan nilai-nilai spiritualitas dan kemanusiaan sehingga tetap adanya peran utama guru sebagai fasilitator dalam Reposisi AI dalam pembelajaran PAI dengan berbasis pemikiran Nurcholish Madjid, memiliki dua fungsi yaitu sebagai inovasi untuk menjawab tantangan dalam proses pembelajaran PAI. Berdasarkan temuan dalam penelitian ini dapat disarankan agar guru dan pengambil kebiijakan dalam duania pendidikan, khususnya pendidikan islam dapat mulai menyususn strategi kurikulum yang tidak hanya memanfaatkan AI sebagai media pembelajaran tetapi juga sebagai penguatan dalam penanaman nilainilai keislaman dan etika. Penelitian selanjutnya juga dapat mengkaji tentang reposisi AI pada jenjang pendidikan islamm denga relevansi pemikiran Nurcholish Madjid ataupun tokoh lainnya. DAFTAR PUSTAKA