At-TaAodib Vol 5. No. Jurnal At-TaAodib: Jurnal Pendidikan Agama islam https://ejurnal. id/index. php/at-tadib/index Pengaruh Metode Numbered Head Together (NHT) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika di Madrasah Ibtidaiyah Sri WahyuniA. Suhirman ZohdiA. Sutrisno FibriantoA A,A,AInstitut Agama Islam Qamarul Huda Bagu. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Lombok Tengah. Indonesia Email: wahyunysry94@gmail. sutrisnofibrianto@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran Numbered Head Together (NHT) terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VI MI QurAoaniyah Batu Kuta pada mata pelajaran Matematika Kurikulum Merdeka tahun ajaran 2025/2026. Permasalahan yang diangkat adalah rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa yang masih banyak berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen jenis non-equivalent control group Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelas kontrol dan kelas Nilai rata-rata pre-test kelas eksperimen adalah 49,09 dan meningkat menjadi 81,52 pada post-test. Sedangkan kelas kontrol meningkat dari 47,39 menjadi 66,52. Hasil uji-t menunjukkan nilai sig. -taile. sebesar 0,000 < 0,05, sehingga HCA diterima. Dengan demikian, metode pembelajaran Numbered Head Together (NHT) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran Matematika kelas VI MI QurAoaniyah Batu Kuta. Kata kunci: Numbered Head Together (NHT), kemampuan berpikir kritis. Matematika. Abstract This study aims to determine the effect of the Numbered Head Together (NHT) learning method on the critical thinking skills of sixth-grade students at MI Qur'aniyah Batu Kuta in Mathematics under the Merdeka Curriculum for the 2025/2026 academic year. The problem raised is the low critical thinking skills of students, many of whom are still below the Minimum Passing Criteria (KKM). This study used a quantitative approach with a quasi-experimental method of the nonequivalent control group design type. The results showed a significant difference between the control class and the experimental class. The average pre-test score of the experimental class 09 and increased to 81. 52 on the post-test. Meanwhile, the control class increased from 39 to 66. The t-test results showed a sig. -taile. 000 < 0. 05, so HCA was Thus, the Numbered Head Together (NHT) learning method had a significant effect on improving students' critical thinking skills in mathematics in grade VI at MI Qur'aniyah Batu Kuta. Keywords: Numbered Head Together (NHT), critical thinking skills. Mathematics. Sri Wahyuni. Suhirman Zohdi. Sutrisno Fibrianto Pendahuluan Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan penting dalam pembelajaran abad ke-21 yang perlu dikembangkan sejak pendidikan dasar. Dalam konteks pembelajaran matematika, berpikir kritis membantu siswa memahami konsep, menganalisis permasalahan, dan membuat keputusan yang rasional. Namun, hasil observasi awal di MI QurAoaniyah Batu Kuta menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih rendah. Sebagian besar siswa hanya menghafal rumus tanpa memahami penerapannya. Proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru . eacher centere. menjadi penyebab utama rendahnya partisipasi dan keterlibatan siswa dalam proses berpikir mendalam. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, guru menerapkan metode pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT). Metode ini mengharuskan setiap siswa dalam kelompok memiliki tanggung jawab individu dengan nomor kepala yang berbeda. Proses pelaksanaan pembelajaran dimulai dengan pembagian kelompok kecil, pemberian materi secara singkat oleh guru, dan pemberian lembar kerja berisi permasalahan matematika. Siswa berdiskusi dengan anggota kelompoknya untuk mencari solusi, kemudian guru memanggil nomor secara acak untuk mempresentasikan hasil diskusi. Proses ini mendorong seluruh siswa agar selalu siap berkontribusi karena siapa pun dapat dipanggil untuk mewakili kelompoknya. Menurut Facione, berpikir kritis merupakan bagian dari perilaku belajar yang berkaitan langsung dengan pemecahan masalah. Fungsi berpikir kritis adalah membedakan antara benar dan salah, kebaikan dan keburukan, sehingga manusia dapat memperoleh pengetahuan, berkembang, dan mencapai kesempurnaan. Ibarat sebilah belati yang semakin tajam jika terus diasah, kemampuan berpikir pun akan semakin kuat. Jika seseorang mampu menyelesaikan masalah kecil, maka ia juga akan mampu menghadapi masalah yang lebih besar dengan tingkat kesulitan yang sama atau lebih rendah. Berpikir kritis juga memiliki hubungan yang erat dengan metode Numbered Head Together (NHT) karena salah satu strategi pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Melalui pastisipasi aktif, menganalisis, kolaborasi siswa dapat belajar untuk berpikir secara kritis dan mandiri. Pelaksanaan metode Numbered Head Together (NHT) dilakukan dalam beberapa Setiap pertemuan diawali dengan kegiatan apersepsi dan pemberian materi, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan kelompok, dan diakhiri dengan evaluasi berupa refleksi serta penugasan individu. Setelah seluruh siklus pembelajaran selesai, siswa diberikan tes akhir . ost-tes. untuk mengukur peningkatan kemampuan berpikir kritis dibandingkan dengan hasil At-TaAodib Vol 5. No. 2 Oktober 2025 Sri Wahyuni. Suhirman Zohdi. Sutrisno Fibrianto pre-test. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t untuk melihat perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Numbered Head Together (NHT) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran matematika. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pembelajaran yang inovatif dan partisipatif di madrasah ibtidaiyah. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen tipe non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa MI QurAoaniyah Batu Kuta Tahun Ajaran 2025/2026. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VI sebanyak 45 orang, yang terdiri dari kelas A sebanyak 22 orang sebagai kelas eksperimen menggunakan metode Numbered Head Together (NHT), dan 23 orang kelas VI B sebagai kelas kontrol menggunakan metode konvensional. Instrumen yang digunakan adalah tes berpikir kritis berbentuk uraian yang diberikan pada tahap pre-test dan post-test. Analisis data meliputi uji normalitas, homogenitas, dan uji-t menggunakan program SPSS 26. Hasil dan Pembahasan Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan pemberian pre-test kepada kedua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Tujuan pre-test adalah untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam berpikir kritis sebelum diberi perlakuan. Hasil pre-test menunjukkan bahwa ratarata kemampuan berpikir kritis siswa masih berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), dengan nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 49,09 dan kelas kontrol sebesar 47,39. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa kedua kelas relatif setara sebelum diberi perlakuan. Setelah kegiatan pembelajaran menggunakan metode Numbered Head Together (NHT) pada kelas eksperimen dan metode konvensional pada kelas kontrol, dilakukan post-test untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa setelah pembelajaran. Hasil post-test menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen meningkat menjadi 81,52, sedangkan pada kelas kontrol hanya meningkat menjadi 66,52. Peningkatan rata-rata nilai antara pre-test dan post-test pada kelas eksperimen mencapai 32,43 poin, sedangkan kelas kontrol hanya meningkat 19,13 poin. Tabel 1. Rata-rata Hasil Pre-test dan Post-test Kelas Pre-test Post-test Selisih Keterangan Eksperimen 49,09 81,52 32,43 Menggunakan Metode NHT Kontrol 47,39 66,52 19,13 Metode Konvensional At-TaAodib Vol 5. No. 2 Oktober 2025 Sri Wahyuni. Suhirman Zohdi. Sutrisno Fibrianto Gambar 1. Perbandingan Nilai Pre-test dan Post-test Kelas Eksperimen dan Kontrol Berdasarkan data pada Tabel 1 dan Gambar 1, terlihat bahwa terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar yang signifikan antara kedua kelas. Nilai selisih rata-rata . ain scor. kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan metode Numbered Head Together (NHT) berkontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil uji-t memperkuat kesimpulan ini, di mana diperoleh nilai sig. -taile. sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Secara teoritis, peningkatan kemampuan berpikir kritis ini sejalan dengan pendapat Facione . yang menyatakan bahwa berpikir kritis melibatkan kemampuan untuk menganalisis, mengevaluasi, dan mengambil keputusan berdasarkan bukti dan alasan yang Dalam penerapan metode Numbered Head Together (NHT), setiap siswa memiliki tanggung jawab individual dan harus siap menjawab pertanyaan yang diajukan guru. Kondisi tersebut mendorong siswa untuk berpikir lebih mendalam, memahami konsep secara menyeluruh, dan mengekspresikan hasil analisisnya secara logis. Selain itu. Paul dan Elder . menegaskan bahwa berpikir kritis tidak dapat berkembang tanpa adanya interaksi aktif dan refleksi. Dalam pembelajaran Numbered Head Together (NHT), siswa berinteraksi dengan teman kelompoknya untuk menyelesaikan masalah matematika, saling menilai pendapat, dan memperbaiki kesalahan pemahaman. Proses diskusi ini menciptakan lingkungan belajar kolaboratif yang memungkinkan siswa berpikir secara lebih analitis dan reflektif. Dengan demikian. Numbered Head Together (NHT) berfungsi tidak hanya sebagai metode pembelajaran kooperatif, tetapi juga sebagai sarana penguatan keterampilan berpikir tingkat At-TaAodib Vol 5. No. 2 Oktober 2025 Sri Wahyuni. Suhirman Zohdi. Sutrisno Fibrianto Penelitian ini juga sejalan dengan temuan Fitrianti . dan Setyorini . yang menyatakan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, partisipasi, dan hasil belajar siswa sekolah dasar. Sementara itu. Johnson dan Johnson . menegaskan bahwa dalam cooperative learning, keberhasilan kelompok sangat tergantung pada kontribusi individu, sehingga setiap siswa merasa memiliki tanggung jawab terhadap pembelajaran. Hal ini terbukti dalam konteks penelitian ini, di mana siswa di kelas eksperimen menunjukkan kerja sama dan tanggung jawab yang lebih tinggi dibandingkan siswa kelas kontrol. Hasil observasi selama pembelajaran juga mendukung temuan kuantitatif tersebut. Pada awal pembelajaran, siswa tampak pasif, enggan bertanya, dan cenderung menunggu instruksi dari guru. Namun setelah penerapan Numbered Head Together (NHT), suasana kelas berubah menjadi lebih dinamis. Siswa lebih aktif dalam diskusi, berani mengemukakan pendapat, dan saling membantu memahami materi. Proses pemanggilan nomor kepala secara acak membuat siswa selalu siap berpartisipasi, sehingga meningkatkan keterlibatan dan tanggung jawab Hal ini sesuai dengan pandangan Kagan . yang menyatakan bahwa interaksi positif antar siswa dalam kelompok belajar dapat memperkuat keterampilan sosial dan kognitif Dalam konteks ini, pembelajaran Numbered Head Together (NHT) tidak hanya meningkatkan hasil akademik, tetapi juga membentuk karakter kolaboratif dan rasa percaya diri siswa. Siswa yang sebelumnya pasif mulai menunjukkan keaktifan, kemampuan komunikasi meningkat, dan kemampuan berpikir logis mereka terasah melalui diskusi dan refleksi bersama. Dari segi implementasi, guru berperan sebagai fasilitator yang memastikan setiap siswa berpartisipasi dalam proses berpikir dan berdiskusi. Guru memberikan umpan balik terhadap jawaban siswa dan membantu mereka menilai keakuratan serta logika pemikiran yang dikemukakan. Menurut Zubaidah . , peran guru sebagai fasilitator penting untuk menumbuhkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skill. karena melalui bimbingan dan refleksi, siswa belajar bagaimana mengevaluasi argumen dan menyimpulkan secara rasional. Selain itu, pembelajaran Numbered Head Together (NHT) juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar secara bermakna . eaningful learnin. Siswa tidak hanya menghafal rumus, tetapi juga memahami konsep matematis dan mampu mengaplikasikannya dalam berbagai konteks permasalahan. Temuan ini mendukung teori Vygotsky . tentang zone of proximal development yang menekankan pentingnya kolaborasi sosial dalam mengembangkan kemampuan kognitif anak. Melalui kerja sama kelompok, siswa dapat saling membantu melampaui batas kemampuan individual mereka. At-TaAodib Vol 5. No. 2 Oktober 2025 Sri Wahyuni. Suhirman Zohdi. Sutrisno Fibrianto Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode Numbered Head Together (NHT) efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VI MI QurAoaniyah Batu Kuta. Peningkatan ini tidak hanya terlihat dari hasil tes kuantitatif, tetapi juga dari perubahan perilaku belajar dan partisipasi siswa selama proses pembelajaran. Hasil ini memberikan implikasi penting bagi guru madrasah ibtidaiyah agar lebih kreatif dalam memilih strategi pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif dan pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Numbered Head Together (NHT) berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas VI MI QurAoaniyah Batu Kuta. Metode ini berhasil menciptakan suasana belajar aktif dan kolaboratif yang mendorong partisipasi siswa secara menyeluruh. Guru disarankan untuk menerapkan metode ini secara konsisten pada pembelajaran matematika agar keterampilan berpikir kritis siswa terus berkembang. Daftar Pustaka