Excellent Midwifery Journal Volume 9 No. April 2026 P-ISSN: 2620-8237 E-ISSN: 26209829 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOBILISASI DINI PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT AR BUNDA PRABUMULIH Riri Pusphita 1. Berlian Kando Sianipar2*. Kartika Ningrum3 123Universitas Dehasen Bengkulu Correspondensi address: berliankando@unived. Email: riripuspitayahoo937@gmail. com, berliankando@unived. kartikaningrum@gmail. DOI: https://doi. org/10. 55541/emj. ABSTRAK Latar Belakang: Menurut WHO jumlah klien yang menjalani tindakan operasi mencapai angka peningkatan yang sangat signifikan setiap tahunnya. Diperkirakan setiap tahun ada 165 juta tindakan bedah dilakukan di seluruh dunia. Tercatat di tahun 2021 ada 234 juta jiwa klien di semua rumah sakit di dunia. Tindakan operasi/pembedahan di Indonesia tahun 2021 mencapai hingga 1,2 juta jiwa. Tingkat kemandirian pasien pada pemulihan paska bedah merupakan indicator keberhasilan intervensi keperawatan yang dinilai dari kapasitas kemampuan fungsional pasien Metode: Metode yang digunakan adalah jenis penelitian secara deskriptif analitik dengan menggunakan desain cros sectional data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner pada 47 pasien post operasi section caesarea. Cara pengambilan sampel pada penelitian adalah dengan menggunakan tehnik accidental sampling Hasil: Hasil analisis uji univariat Lebih sebagian responden 30 orang . ,8%) pelaksanaan mobilisasi dini baik. Hampir sebagian responden 21 orang . ,7%) memiliki pengetahuan baik. Sebagian responden 25 orang . ,2%) memiliki tingkat sedang. Sebagian responden 24 orang . ,1%) memiliki kecemasan normal. Lebih sebagian responden 27 orang . ,4%) memiliki motivasi bai. Analisis Bivariat hubungan tingkat nyeri, pengetahuan, kecemasan dan motivasi dengan Mobilisasi Dini Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Kesimpulan: pelaksanaan mobilisasi dini dapat dipengaruhi oleh tingkat nnyeri, pengetahuan dan motivasi Kata Kunci: Pengetahuan. tingkat nyeri. mobilisasi dini ABSTRACT Background: According to WHO . , the number of clients undergoing surgical procedures has increased significantly every year. It is estimated that 165 million surgical procedures are performed worldwide each year. In 2021, there were 234 million clients in all hospitals Surgical procedures in Indonesia in 2021 reached up to 1. 2 million people. The level of patient independence in post-surgical recovery is an indicator of the success of nursing interventions which is assessed from the patient's functional capacity. Method: The method used is a descriptive analytical research type using a cross-sectional design. Data were collected by distributing questionnaires to 47 post-cesarean section patients. The sampling method in this study was using an accidental sampling technique. Results: The results of the univariate test analysis showed that more than 30 respondents . 8%) had good early mobilization implementation, almost all 21 respondents . 7%) had good knowledge, some 25 respondents . 2%) had moderate levels, some 24 respondents . 1%) had normal anxiety, and more than 27 respondents . 4%) had good motivation. Bivariate analysis of the relationship between pain levels, knowledge, anxiety, and motivation with early mobilization in post-cesarean section patients. Conclusion: The implementation of early mobilization can be influenced by the level of pain, knowledge, and motivation. Keywords: Knowledge. pain level. early mobilization. LATAR BELAKANG Tindakan mobilisasi perawatan, mulai dari perawatan intensif hingga perawatan biasa. Mobilisasi dini sangat penting dilakukan untuk mempercepat Mobilisasi dini bertujuan untuk memperlancar peredaran darah, meningkatkan tonus otot, serta dapat membantu pasien kembali aktivitas tertentu dalam memenuhi kebutuhan gerak hariannya . Mobilisasi dini sangat penting sebagai tindakan pengembalian secara berangsurangsur ke tahap mobilisasi sebelumnya. Dampak mobilisasi yang tidak dilakukan intensitas nyeri. Mobilisasi dini mempunyai peranan penting dalam mengurangi rasa nyeri. Hampir melakukan mobilisasi. Mobilisasi dini dilakukan secara berahap untuk mengurangi intensitas nyeri yang dirasakan pasien dengan melakukan ambulasi dini secara bertahap dari 6-10 jam pertama. Dimulai dari latihan ringan di atas tempat tidur . atihan pernafasan, latihan batuk efektif, mengangkat lengan dan tangan,memutar dan ,menggerakkan menggerakan kak. sampai dengan pasien bisa turun dari tempat tidur, berjalan ke kamar mandi dan berjalan ke luar kamar . Salah satu layanan yang ada di rumah sakit adalah layanan Operasi tindakan atau upaya untuk proses mempergunakan teknik invasive kemudian menunjukkan bagian dilaksanakan penanganan dengan kemudian diakhiri dengan proses menutup dan menjahit untuk bagian yang luka . Pembedahan adalah prosedur medis invasif untuk mendiagnosis atau mengobati suatu penyakit, cedera, atau kelainan bentuk jaringan, menyebabkan perubahan Setelah memasuki fase pasca operasi. Masa pasca operasi dimulai dari saat sambil terus memantau perubahan status kesehatannya hingga pasien dipindahkan ke bangsal rumah sakit biasa . Menurut data . jumlah klien yang menjalani tindakan operasi mencapai angka peningkatan yang sangat signifikan setiap tahunnya. Diperkirakan setiap tahun ada 165 juta tindakan bedah dilakukan di seluruh dunia. Tercatat di tahun 2021 ada 234 juta jiwa klien di semua rumah sakit di dunia. Tindakan operasi/pembedahan di Indonesia tahun 2021 mencapai hingga 1,2 juta jiwa . Mobilisasi dini merupakan kegiatan atau proses aktivitas yang dapat dilakukan pasien pasca METODE PENELITIAN Pada awal paragraf, jelaskan desain desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi. Penelitian korelasional bertujuan untuk mengungkapkan hubungan antar variabel. Pendekatan yang digunakan adalah cross sectional yaitu penelitian yang menekanka independen dan dependen hanya satu kali pada satu saat. Jadi tidak ada tindak lanjut. Populasi dalam penelitian ini adalah Seluruh pasien post operasi Sectio Caesarea berjumlah 89 orang dengan jumlah sampel 47 Cara pengambilan sampel pada penelitian adalah dengan menggunakan tehnik accidental sampling yaitu teknik subjektif dengan mengumpulkan data dari subjek yang ditemui saat itu dan dengan jumlah secukupnya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang diberikan kepada Analisis menggunakan uji statistik chisquare dengan tingkat kepercayaan 95 % dan 5 % . Berdasarkan menunjukkan bahwa sebagian . ,1%) memiliki kecemasan normal, dan kecemasan ringan berjumlah 17 ,2%) Berdasarkan sebagian responden 27 orang . ,4%) memiliki motivasi baik, dan motivasi kurang berjumlah 5 orang . ,6%) Berdasarkan menunjukkan bahwa dari 21 terdapat 18 . ,7%) pelaksanaan Mobilisasi Dini Baik, sedangkan pengetahuan kurang terdapat 6 ,5%) pelaksanaan mobilisasi dini tidak baik. Hasil uji Chi-sguare bahwa ada hubungan pengetahuan dengan mobilisasi dini Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea nilai p < . Berdasarkan menunjukkan bahwa dari 24 responden memiliki kecemasan . ,3%) pelaksanaan Mobilisasi Dini Baik, sedangkan dari 6 responden yang kecemasan sedang terdapat 3 . ,0%) pelaksanaan mobilisasi dini tidak baik. Hasil uji Chi-sguare bahwa ada hubungan kecemasan dengan mobilisasi dini Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea nilai p . < . Berdasrkan menunjukkan bahwa dari 27 responden motivasi baik terdapat 22 . ,5%) pelaksanaan Mobilisasi Dini Baik, sedangkan dari 5 responden yang motivasi kurang terdapat 3 . ,0%) pelaksanaan mobilisasi dini tidak baik. Hasil uji Chi-sguare bahwa ada hubungan motivasi dengan mobilisasi dini Pada Pasien Post Operasi Sectio HASIL PENELITIAN Berdasarkan Tabel sebagian responden 30 orang . ,8%) pelaksanaan mobilisasi dini baik, dan mobilisasi tidak baik berjumlah 17 orang . ,2%). Berdasarkan sebagian responden 21 orang . ,7%) baik, dan pengetahuan kurang berjumlah 11 orang . ,4%). Berdasarkan menunjukkan bahwa sebagian . ,2%) memiliki tingkat sedang, dan tingkat nyeri ringan berjumlah 22 orang . ,8%) Caesarea nilai p . < . Tabel 1 Distribusi frekuensi mobilisasi dini Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea di Rumah Sakit Ar Bunda Prabumulih No. Mobilisasi Dini Frekuensi Baik Tidak Baik Total Persentase Tabel 2 Distribusi frekuensi pengetahuan Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea di Rumah Sakit Ar Bunda Prabumulih No. Baik Cukup Kurang Pengetahuan Frekuensi Total Persentase Tabel 3 Distribusi frekuensi tingkat nyeri Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea di Rumah Sakit Ar Bunda Prabumulih No. Tingkat Nyeri Ringan Sedang Total Frekuensi Persentase Tabel 4 Distribusi frekuensi kecemasan Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea di Rumah Sakit Ar Bunda Prabumulih No. Normal Ringan Sedang Kecemasan Frekuensi Total Persentase Tabel 5 Distribusi frekuensi motivasi Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea di Rumah Sakit Ar Bunda Prabumulih No. Baik Cukup Kurang Motivasi Frekuensi Total Persentase Tabel 6 Hubungan pengetahuan dengan mobilisasi dini Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea di Rumah Sakit Ar Bunda Prabumulih Pengetahuan Baik Cukup Kurang Mobilisasi Dini Baik Tidak Baik Total 0,019 Tabel 7 Hubungan tingkat nyeri dengan mobilisasi dini Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea di Rumah Sakit Ar Bunda Prabumulih Tingkat Nyeri Ringan Sedang Mobilisasi Dini Baik Tidak Baik Total 0,003 Tabel 8 Hubungan kecemasan dengan mobilisasi dini Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea di Rumah Sakit Ar Bunda Prabumulih Kecemasan Normal Ringan Sedang Mobilisasi Dini Baik Tidak Baik Total 0,016 Tabel 9 Hubungan motivasi dengan mobilisasi dini Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea di Rumah Sakit Ar Bunda Prabumulih Motivasi Baik Cukup Kurang Mobilisasi Dini Baik Tidak Baik Total 0,014 dini tidak baik. Hasil uji Chi-sguare bahwa ada hubungan pengetahuan dengan mobilisasi dini Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea nilai p . < . Menurut Notoatmodjo . pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya . PEMBAHASAN Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dari 21 terdapat 18 . ,7%) pelaksanaan Mobilisasi Dini Baik, sedangkan pengetahuan kurang terdapat 6 . ,5%) pelaksanaan mobilisasi sebagainy. Dengan sendirinya pada waktu pengidraan sehingga tersebut sangat dipengaruhi oleh intensitas perhatian dan persepsi terhadap objek. Sebagian besar pengetahuan diperoleh melalui indra pendengaran . dan indra penglihatan . Pengetahuan faktor penting yang berperan dalam mobilisasi setelah pasca operasi. Jika rendah terhadap manfaat dan tujuan dari mobilisasi maka hal itu akan sangat mempengaruhi pada tingkat pelaksanaannya. Hasil penelitian . hasil analisis bivariat diperoleh p-value 0,000 atau pvalue < nilai . Berarti dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak dan hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dengan mobilisasi dini pasien post sectio caesarea di ruang Edelweis RS Handayani Kotabumi Kabupaten Lampung Utara Tahun 2022 masalah, perbedaan dan kesamaan dengan studi sebelumnya, serta Bagian ini harus mencakup Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dari 22 responden tingkat nyeri ringan terdapat 19 . ,4%) pelaksanaan Mobilisasi Dini Baik, sedangkan dari 25 responden yang tingkat nyeri sedang terdapat 14 . ,0%) pelaksanaan mobilisasi dini tidak baik. Hasil uji Chi-sguare bahwa ada hubungan tingkat nyeri dengan mobilisasi dini Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea nilai p < . Nyeri yang timbul karena pasca pembedahan diakibatkan efek-efek anestesi yang diberikan saat akan dilakukan prosedur operasi. Rasa nyeri yang dirasakan pasien adalah dari nyeri ringan, sedang, hingga masing-masing pasien. Nyeri merupakan sensasi yang tidak menyenangkan saat terjadi cedera atau kerusakan pada tubuh. Berdasarkan durasi nyeri dibagi menjadi nyeri akut dan nyeri Nyeri akut terjadi akibat intervensi bedah denganintensitas nyeri yang beragam, berlangsung dalam jangka waktu yang singkat . urang dari tiga bula. , nyeri kronik merupakan nyeri yang menetap pada waktu tertentu . ebih dari tiga bula. dan intensitasnya yang beragam . erusakan jaringan, perubahan pada saraf sel kanker, tekanan saraf, pengaruh zat kimi. Selain akibat dari penyakit pembedahan / post operasi. Nyeri post operasi merupakan masalah yang umum dan sering terjadi, dimana post operasi merupakan dipindahkan ke ruang pemulihan dan berakhir sampai evaluasi selanjutnya, biasanya nyeri dapat terasa sakit, panas, gemetar, tertusuk, atau ditikam. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dari 24 responden memiliki kecemasan . ,3%) pelaksanaan Mobilisasi Dini Baik, sedangkan dari 6 responden yang kecemasan sedang terdapat 3 . ,0%) pelaksanaan mobilisasi dini tidak baik. Hasil uji Chi-sguare bahwa ada hubungan kecemasan dengan mobilisasi dini Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea nilai p . < . Mobilisasi dini merupakan kegiatan atau proses aktivitas yang dapat dilakukan pasien pasca operasi (Fitriani et al. , 2. Tindakan mobilisasi dikerjakan diseluruh ruang perawatan, mulai dari perawatan intensif hingga perawatan biasa. Mobilisasi dini sangat penting dilakukan untuk Mobilisasi dini bertujuan untuk mendukung fungsi tubuh, memperlancar peredaran darah, meningkatkan tonus otot, serta dapat membantu pasien kembali aktivitas tertentu dalam memenuhi kebutuhan gerak hariannya . Hasil kecemasan juga mempengaruhi pasien untuk melakukan mobilisasi post operasi, adapun mobilisasi dini dilakukan merupakan salah satu tindakan yang berperan penting dalam mengembalikan berangsur-angsur untuk mencapai Pengembalian merupakan konsep awal mobilisasi dini yang berfungsi meningkatkan menghindari terjadinya komplikasi paska operasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dari 27 responden motivasi baik terdapat 22 . ,5%) pelaksanaan Mobilisasi Dini Baik, sedangkan dari 5 responden yang motivasi kurang terdapat 3 . ,0%) pelaksanaan mobilisasi dini tidak baik. Hasil uji Chi-sguare bahwa ada hubungan motivasi dengan mobilisasi dini Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea nilai p . < . Pelaksanaan mobilisasi dini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pengetahuan, faktor demografi, faktor fisiologi, gaya hidup, dukungan sosial serta emosional yang salah satunya yaitu . Kecemasan merupakan perasaan yang dialami secara universal serta merupakan respons terhadap stress yang umumnya memiliki fungsi adaptif yang memotivasi kita untuk bersiap menghadapi segala situasi. Namun, ketika kecemasan itu muncul secara berlebihan dan menganggu fungsi individu, perasaan tersebut merupakan kondisi psikologis dan kondisi psikologi seseorang dapat menurunkan kemampuan untuk melakukan pergerakan . , karena seseorang yang mengalami perasaan tidak aman dan nyaman, kebahagian, kepercayaan, tidak melakukan pergerakan . Pada pasien yang tidak melakukan mobilisasi dini karena faktor proses penyembuhan. Mobilisasi dini yang dirasa kurang dapat mengakibatkan penyembuhan luka lambat, bertambah lamanya hari rawat, dan badan menjadi mudah lelah dan terasa pegal akibat kurang gerak. Sehingga mobilasasi dini dirasa penting demi proses penyembuhan pasca operasi . KESIMPULAN Berdasarkan penelitian tentang Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Mobilisasi Dini Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea di Rumah Sakit AR Bunda Prabumulih dapat Lebih sebagian responden 30 ,8%) mobilisasi dini baik Hampir sebagian responden 21 ,7%) pengetahuan baik Sebagian responden 25 orang . ,2%) memiliki tingkat sedang Sebagian responden 24 orang . ,1%) memiliki kecemasan Lebih sebagian responden 27 orang . ,4%) memiliki motivasi Ada hubungan pengetahuan dengan mobilisasi dini Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea. Ada hubungan tingkat nyeri dengan mobilisasi dini Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea. Ada dengan mobilisasi dini Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea. Ada hubungan motivasi dengan mobilisasi dini Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea. Bunda yang telah memberikan pelaksanaan penelitian ini. SARAN Diharapkan kepada pihak Rumah Sakit dapat memberikan informasi dan masukan yang bermanfaat Kesehatan khususnya pada pasien UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan terima kasih kepada pihak Rumah Sakit AR PENGUNGKAPAN KONFLIK KEPENTINGAN DAN SUMBER DANA Semua penulis tidak memiliki Semua penulis tidak memiliki konflik kepentingan dalam artikel Penelitian ini didanai oleh dana dari Peneliti. REFERENSI