Agrisaintifika. Vol. No. 3, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI:10. 32585/ags. Pareira, dkk, 2025 EFEK MEDIA TANAM DAN PUPUK ORGANIK CAIR UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TANAMAN SAWI DI LAHAN SEMI ARID Stefanus Rendisintus Bria. ,Magdalena Sunarty Pareira. Zofar Agluis Banunaek. Kristina Irnasari Naikofi. Fakultas Pertanian. Sains dan Kesehatan,Program Studi Agroteknologi 1-3. Program Studi KehutananA- . Universitas Timor. Kefamenanu. Indonesia. *corresponding author:mitha. pareira89@gmail. * Received for review September 3, 2025 Accepted for publication November 10, 2025 Abstract Mustard greens are an important leafy vegetable widely cultivated in North Central Timor Regency due to their high demand and their ability to grow in various soil types. Optimizing the production of this crop requires adaptive and environmentally friendly cultivation techniques. This study was conducted to assess the effects of different combinations of growing media and liquid organic fertilizer (LOF) doses on the growth and yield of mustard greens in a semi-arid region. The experiment was carried out in the greenhouse of the University of Timor from January to April 2025, and data processing was conducted at the Laboratory of the Faculty of Agriculture. Science, and Health. A factorial Completely Randomized Design (CRD) was used with two factors, namely growing media . and LOF dosage . , resulting in 16 treatment combinations, each replicated three times, for a total of 48 experimental units. Observed parameters included vegetative growth and plant biomass. The results showed a significant interaction between the two factors on plant height, number of leaves, root volume, and fresh root weight. The best growth was obtained from the combination of soil cattle manure with the application of 50 ml LOF. This finding indicates that the combination of solid and liquid nutrient sources can enhance fertilization efficiency and support mustard green growth under dryland conditions. Keywords: growing media, liquid organic fertilizer, semi-arid, mustard greens Abstrak Sawi merupakan sayuran daun penting yang banyak ditanam di Kabupaten Timor Tengah Utara karena kebutuhannya tinggi dan mampu tumbuh pada berbagai jenis tanah. Optimalisasi produksi tanaman ini memerlukan teknik budidaya yang adaptif dan ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk menilai pengaruh kombinasi berbagai media tanam dan dosis pupuk organik cair (POC) terhadap pertumbuhan dan hasil sawi di wilayah beriklim semi-arid. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kaca Universitas Timor selama JanuariAeApril 2025, dan pengolahan data dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian. Sains, dan Kesehatan. Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial digunakan dengan dua faktor, yaitu media tanam . dan dosis POC . , menghasilkan 16 kombinasi perlakuan yang masing-masing diulang tiga kali, sehingga total diperoleh 48 satuan percobaan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan vegetatif dan biomassa tanaman. Hasil menunjukkan adanya interaksi nyata antara kedua faktor terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, dan bobot segar akar. Pertumbuhan terbaik diperoleh pada kombinasi tanah pupuk kandang sapi dengan pemberian POC 50 ml. Hal ini menegaskan bahwa kombinasi hara Agrisaintifika. Vol. No. 3, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI:10. 32585/ags. Pareira, dkk, 2025 padat dan cair dapat meningkatkan efisiensi pemupukan serta mendukung pertumbuhan sawi pada kondisi lahan kering. Kata kunci: media tanam, pupuk organik cair, semi-arid, sawi. Copyright A 2025 The Author. This is an open access article under the CC BY-SA license PENDAHULUAN Indonesia memiliki keragaman zona agroklimat yang mempengaruhi strategi produksi pertanian, termasuk wilayah semi arid yang dicirikan oleh curah hujan 500Ae1000 mm pert tahun dan distribusi hujan yang tidak merata. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), merupakan representasi kawasan semi arid yang menghadapi tantangan utama berupa keterbatasan air, rendahnya kandungan bahan organik tanah, serta kondisi lingkungan yang kurang mendukung pertumbuhan optimal tanaman pangan dan hortikultura (Dariah. Agus. , & Las, 2. Untuk mengatasi kondisi tersebut, diperlukan pendekatan budidaya yang memaksimalkan pemanfaatan sumber daya lokal dan tetap ramah lingkungan. Salah satu pendekatan yang potensial adalah dengan pengelolaan media tanam melalui penambahan bahan organik serta penggunaan pupuk organik cair (POC) yang bersumber dari limbah organik lokal. Media tanam yang baik dapat meningkatkan struktur tanah, kapasitas menahan air, serta menyediakan unsur hara esensial khususnya pada tanah miskin hara. Bahan seperti arang sekam, dan pupuk kandang sapi diketahui mampu meningkatkan porositas, aerasi dan aktivitas biologis tanah (Sutejo. , 2. POC berfungsi sebagai sumber nutrisi cepat serap yang mengandung unsur makro dan mikro, asam amino,enzim, serta fitohormon seperti auksin dan sitokinin yang berperan dalam merangsang pembelahan dan pemanjangan sel (Suhartini. Yuliani. , & Prasetyo, 2. Aplikasi POC menjadi sangat relevan di wilayah semi-arid karena efisiensi pemakaiannya, kemampuan penyerapan yang cepat, dan potensi pemanfaatannya dari bahan organik lokal. Sawi merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan di Indonesia khususnya di NTT. Kabupaten Timor Tengah Utara. Tanaman ini memiliki siklus pertumbuhan yang singkat, adaptif trhadap berbagai kondisi lahan, serta memiliki permintaan pasar yang stabil. Data BPS (BPS, 2. , menunjukkan produksi sawi di TTU mengalami fluktuasi dari tahun 2020 produksi sawi tercatat sebesar 120 ton, meningkat menjadi 135 ton pada tahun 2021, turun menjadi 110 ton pada tahun 2022, naik kembali ke 140 ton pada tahun 2023 dan mencapai 150 ton pada tahun 2024. Dinamika tersebut dipengaruhi oleh variabilitas iklim, gangguan organisme pengganggu tanaman, serta teknik budidaya yang belum optimal. Keberhasilan budidaya sawi di daerah semi-arid sangat ditentukan oleh media tanam dan manajemen nutrisi yang efisien (Nugroho. Pramudito. , & Sulistyowati, 2. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji sejauh mana kombinasi media tanam dan POC dapat meningkatkan produktivitas sawi di lingkungan semi-kering, sekaligus memberikan opsi teknologi budidaya organik yang sesuai untuk petani setempat. Agrisaintifika. Vol. No. 3, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI:10. 32585/ags. Pareira, dkk, 2025 BAHAN DAN METODE 1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Universitas Timor pada JanuariAeApril 2025. Analisis data dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian. Sains, dan Kesehatan Universitas Timor. 2 Alat dan Bahan Alat yang digunakan meliputi gembor, ember, linggis, sekop, parang, pisau, ayakan, terpal, penggaris, kamera, serta perlengkapan pencatat data. Bahan yang digunakan berupa benih sawi, pupuk kandang sapi, tanah, sekam padi, daun kerinyuh, gula, air, dan polybag. 3 Rancangan Penelitian Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor: Media tanam (M): MCA: 100% tanah MCC: tanah biochar . MCE: tanah biochar pupuk kandang sapi . :1:. MCI: tanah pupuk kandang sapi . Dosis POC (C): CCA: 0 ml CCA: 10 ml CCE: 30 ml CCE: 50 ml Total terdapat 16 kombinasi perlakuan, masing-masing diulang 3 kali sehingga diperoleh 48 satuan percobaan. 4 Analisis Data Data dianalisis menggunakan ANOVA sesuai rancangan. Uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5% digunakan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan HASIL DAN PEMBAHASAN Pertumbuhan Tanaman Sawi (Caisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam dan POC berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan sawi. Media tanah pupuk kandang sapi . menghasilkan tinggi tanaman tertinggi . ,82 c. , disusul oleh campuran tanah biochar pupuk kandang sapi . ,55 c. Sementara itu, perlakuan 100% tanah memberikan hasil terendah. Penambahan pupuk kandang sapi meningkatkan ketersediaan hara dan memperbaiki struktur tanah, sehingga mendukung Agrisaintifika. Vol. No. 3, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI:10. 32585/ags. Pareira, dkk, 2025 perkembangan tanaman. Biochar berperan memperbaiki kapasitas tukar kation dan retensi air (Seran & Pareira, 2. POC dosis 50 ml memberikan pertumbuhan tertinggi . ,60 c. Dosis ini diduga menyediakan hara esensial secara optimal untuk mendukung perkembangan daun, batang, dan akar. Namun, diameter batang tidak menunjukkan perbedaan signifikan antar dosis POC. Untuk panjang akar, tidak ditemukan pengaruh nyata dari media maupun POC, kemungkinan karena akar sawi yang bersifat dangkal sehingga tidak terlalu responsif terhadap perubahan media (Pratiwi. Tabel. Rata-rata Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Sawi Pada Berbagai Perlakuan Media Tanam dan takaran POC Tinggi Jumlah Daun Diameter Batang Panjang Akar Perlakuan Tanaman. Media Tanam 100 % tanah tanah biochar . tanah biochar Pks :1:. tanah Pks . Pupuk organik cair 0 ml 20 ml 30 ml 50 ml Keterangan: Bilangan yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata berdasarkan uji DMRT pada taraf 5%. Berat Segar Akar . Interaksi antara kedua perlakuan ini, memberikan pengaruh signifikan terhadap bobot segar Media MCI . anah pupuk kandang sap. menghasilkan nilai yang tidak berbeda dengan MCC namun lebih tinggi daripada MCA. Bahan organik dalam pupuk kandang meningkatkan porositas dan aktivitas mikroba, sehingga mendukung pembentukan akar. Dosis POC 50 ml menghasilkan berat segar akar tertinggi, sesuai dengan fungsi POC yang mengandung hormon pertumbuhan dan hara siap serap (Yuliana et al. , 2. Tabel 2. Pengaruh Media Tanam dan Takaran POC Terhadap Berat Segar Akar Tanaman Sawi. Takaran POC Rerata Rerata ( ) Keterangan: Bilangan yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata berdasarkan uji DMRT pada taraf 5%. Media Tanam Agrisaintifika. Vol. No. 3, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI:10. 32585/ags. Pareira, dkk, 2025 Berat Segar Tajuk . Tidak terdapat interaksi antara perlakuan media tanam dan POC terhadap berat segar tajuk. Namun, media tanam MCI menghasilkan berat tajuk lebih tinggi dibanding MCA. Kandungan bahan organik dalam pupuk kandang meningkatkan KTK, menyediakan nitrogen, dan mendukung fotosintesis (Astuti et al. , 2. Tabel. Pengaruh Media Tanam dan Takaran Poc Terhadap Berat Segar Tajuk Sawi Takaran POC Rerata Rerata (-) Keterangan: Nilai dengan huruf yang sama pada baris dan kolom tidak berbeda nyata pada taraf 5% (DMRT). Tanda (-) berarti tidak ada interaksi antar faktor. Media Tanam Berat Kering Tajuk . Berdasarkan hasil uji Anova, terdapat pengaruh gabungan antara jenis media tanam dan dosis POC tidak berpengaruh nyata terhadap berat kering tajuk tanaman sawi. Pada perlakuan tunggal media tanam berpengaruh nyata terhadap berat segar tajuk dimana perlakuan media tanam M6 . anah : pupuk kandang sapi ) tidak berbeda nyata dengan perlakuan media tanam M2 dan M4 namun berbeda nyata dengan perlakuan media tanam M0 . anah 100%), ini menunjukkan bahwa dengan menambahkan pupuk kandang sapi dalam media tanam mampu meningkatkan akumulasi biomassa kering dibandingkan tanah tanpa bahan organik. Bahan organik dalam pupuk kandang berperan dalam meningkatkan retensi air, memperbaiki struktur tanah, dan menambah ketersediaan unsur hara, yang mendukung pertumbuhan tajuk dan pembentukan jaringan kering. Tabel 4. Pengaruh Media Tanam Dan Takaran POC Terhadap Berat Kering Tajuk Sawi Takaran POC Rerata Rerata (-) Keterangan: Huruf yang sama pada nilai dalam baris dan kolom menunjukkan ketidaksignifikanan perbedaan pada = 5% berdasarkan DMRT. Simbol (-) menandakan interaksi antar faktor tidak signifikan. Media Tanam Dalam bentuk yang bebas air, biomassa tajuk mencerminkan nilai akhir dari metabolisme tanaman, khususnya efisiensi asimilasi karbon selama proses fotosintesis. (Puspita. Nugroho, , & Dewi, 2. ,penggunaan pupuk kandang sapi secara signifikan meningkatkan berat kering tanaman karena tingginya kandungan nitrogen dan kemampuannya memperbaiki kualitas media Pada perlakuan tunggal takaran POC terjadi pengaruh yang nyata terhadap berat kering Agrisaintifika. Vol. No. 3, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI:10. 32585/ags. Pareira, dkk, 2025 tajuk dimana perlakuan takaran 50 ml (C. tidak berbeda nyata dengan perlakuan C0 dan C3 namun berbeda nyata dengan perlakuan C1 . Respon ini mengindikasikan adanya ambang batas efektivitas POC. Kandungan nutrien dan senyawa bioaktif dalam POC mendukung pertumbuhan tanaman, namun pada kondisi tertentu terutama jika media tanam sudah kaya bahan organik . eperti M. , tambahan POC dalam dosis tinggi tidak menghasilkan peningkatan berat kering yang (Iskandar. Wibowo. , & Mariana, 2. ,menyatakan bahwa efektivitas POC sangat dipengaruhi oleh kondisi media tanam, dan respon biomassa kering lebih stabil dibanding biomassa segar karena lebih mencerminkan efisiensi penggunaan hara jangka panjang. Berat Kering Akar . Hasil sidik ragam anova menunjukkan bahwa interaksi antar perlakuan jenis media tanam dan takaran POC tidak berpengaruh nyata terhadap berat kering akar tanaman sawi. Pada perlakuan tunggal media tanam tidak berpengaruh nyata terhadap berat kering akar, hal ini dapat terjadi karena akar bersifat adaptif dan dapat tumbuh dengan cukup baik pada berbagai kondisi (Sari. Wulandari. , & Ramadhan, 2. menyatakan bahwa berat kering akar lebih mencerminkan efisiensi penggunaan hara dan air dibandingkan sekadar kondisi fisik media. Tabel pengaruh jenis media tanam dan takaran POC terhadap berat kering akar sawi . Takaran POC Rerata Rerata (-) Keterangan: Angka pada baris dan kolom diikuti huruf yang sama menunjukan tidak beda pada tingkat nyata () 5% menurut uji DMRT, (-) tidak terjadi interaksi antar faktor. Media Tanam Pada perlakuan tunggal takaran POC terjadi pengaruh yang nyata terhadap berat kering akar dimana perlakuan takaran 30 ml (C. berbeda nyata dengan perlakuan C0, hal ini menunjukkan bahwa pemberian POC pada takaran tertentu dapat meningkatkan pertumbuhan akar dalam bentuk biomassa kering, terutama karena kandungan unsur makro (N. K) dan mikro, serta zat pengatur tumbuh seperti auksin dan sitokinin. Zat-zat ini merangsang pertumbuhan dan percabangan akar, serta meningkatkan efisiensi penyerapan unsur hara, yang kemudian terefleksi pada berat kering akar yang lebih tinggi. POC pada dosis optimal dapat mendorong sintesis jaringan akar lebih efisien dibandingkan tidak diberi perlakuan sama sekali. Menurut (Nurhasanah. Firmansyah. , & Dewi, 2. pemberian POC dapat meningkatkan aktivitas metabolisme akar, memperluas area penyerapan hara, dan mempercepat akumulasi biomassa kering, terutama jika takarannya sesuai kebutuhan fisiologis tanaman. SIMPULAN Terjadi interaksi yang signifikan antara jenis media tanam dan pemberian pupuk organik cair (Po. terhadap parameter peetumbuhan tanaman, meliputi tinggi tanaman,jumlah daun,volume Agrisaintifika. Vol. No. 3, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI:10. 32585/ags. Pareira, dkk, 2025 akar,dan berat segar akar. Kombinasi perlakuan media tanam M6 ( tanah pupuk kandang sap. dengan takaran Poc C4 . terbukti memberikan respon pertumbuhan yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan unsur hara dari pupuk kandang sapi yang dikombinasikan dengan unsur hara cair dari Poc dapat saling melengkapi serta meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi oleh tanaman. DAFTAR PUSTAKA