Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 81-101 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Penguatan Kompetensi Profesional Guru dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Abad 21 Adinda Salwa Fitriani1. Annisa Elvi Mardina1 1Universitas Bengkulu. Bengkulu. Indonesia Corresponding author e-mail: adindasalwaa01@gmail. Article History: Received on 8 March 2025. Revised on 20 April 2025. Published on 24 May 2025 Abstrak: Penelitian ini merupakan kajian literatur terhadap 25 jurnal ilmiah yang membahas berbagai aspek kompetensi profesional guru di abad ke-21. Fokus utama kajian ini adalah tantangan serta kebutuhan kompetensi yang harus dimiliki guru dalam menghadapi dinamika pendidikan modern yang semakin kompleks dan berbasis teknologi. Hasil telaah menunjukkan bahwa kompetensi utama yang diperlukan mencakup penguasaan teknologi digital, keterampilan pedagogik yang menekankan berpikir kritis dan kreatif, pengembangan profesional berkelanjutan, serta literasi digital. Selain itu, artikel ini juga mengidentifikasi tantangan dalam implementasi kompetensi tersebut dan menyoroti pentingnya perubahan paradigma dalam profesi keguruan. Kajian ini merekomendasikan pelatihan berkelanjutan, penguatan infrastruktur teknologi, serta reformasi paradigma pendidikan sebagai strategi untuk memperkuat kompetensi guru di era digital. Kata Kunci: Kompetensi Guru. Literasi Digital. Pengembangan Profesional. Teknologi Pendidikan Abstract: This study is a literature review of 25 scholarly journals that examine various aspects of teachersAo professional competencies in the 21st century. The main focus of this review is the challenges and competency requirements that teachers must possess to navigate the increasingly complex and technology-driven landscape of modern education. The analysis reveals that key competencies include digital technology proficiency, pedagogical skills that emphasize critical and creative thinking, continuous professional development, and digital In addition, the article identifies challenges in implementing these competencies and highlights the importance of a paradigm shift in the teaching profession. This review recommends continuous training, strengthening of technological infrastructure, and educational paradigm reform as strategies to enhance teachersAo competencies in the digital age. Keywords: Digital Literacy. Professional Development. Teacher Competency. Technology in Education Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 81-101 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Pendahuluan Pendidikan abad ke-21 menghadapi tantangan baru yang kompleks, di antaranya adalah perkembangan teknologi yang cepat dan perubahan dalam kebutuhan keterampilan peserta didik. Dalam menghadapi perubahan ini, guru sebagai fasilitator pendidikan memegang peranan yang sangat penting. Kompetensi profesional guru tidak hanya mencakup penguasaan materi pelajaran, tetapi juga keterampilan dalam mengelola kelas secara kreatif, mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, serta meningkatkan literasi digital peserta didik. Menurut Rizky. Apriliani, & Putri . Aupenguasaan teknologi adalah kompetensi utama yang harus dimiliki oleh guru saat ini,Ay mengingat teknologi sudah menjadi elemen integral dalam pendidikan modern. Menurut Jaenudin. Kusumantoro, dan Melati . , literasi digital mencakup lebih dari sekadar kemampuan menggunakan Kemampuan memanfaatkan teknologi secara maksimal selama proses pendidikan merupakan aspek lain dari literasi ini. Oleh karena itu, untuk meningkatkan mutu pengalaman pendidikan siswa, guru tidak hanya harus memahami cara kerja teknologi tetapi juga mampu mengintegrasikannya dengan Sementara itu, perkembangan kompetensi guru dalam bidang teknologi bukan hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga bagian dari sistem pendidikan yang lebih luas. Menurut Ulfadilah. Darmiyanti, & Munafiah . , pembelajaran berbasis teknologi harus diiringi dengan pelatihan yang intensif dan berkelanjutan agar guru dapat terus berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. Dalam hal ini, penting untuk dicatat bahwa kompetensi profesional guru di abad ke21 juga melibatkan kemampuan untuk beradaptasi dengan dinamika sosial, psikologis, dan budaya yang terus berubah. Sebagaimana disampaikan oleh Herawati. Aminarti, & Rosdiana . , guru harus mampu mengelola perubahan sosial dalam pendidikan dan memahami tantangan yang dihadapi oleh peserta didik. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya melibatkan transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter dan keterampilan hidup yang relevan dengan kehidupan di masa depan. Metode Penelitian Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kajian literatur atau jurnal review, dengan mengkaji 25 jurnal terkait kompetensi profesional guru abad 21. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dengan mencari jurnal yang relevan dari berbagai database ilmiah, perpustakaan digital, dan repositori online. Jurnal yang dipilih berfokus pada peningkatan kemampuan profesional untuk para pendidik, khususnya terkait penerapan teknologi, pemahaman digital, serta peningkatan mutu Analisis data dilakukan dengan metode analisis konten, di mana tema82 Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 81-101 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x tema utama diidentifikasi, seperti pengembangan model pembelajaran berbasis teknologi, pelatihan melalui penelitian tindakan kelas, penguatan literasi digital, dan pemanfaatan ICT dalam pembelajaran. Setiap jurnal dibaca dan dievaluasi untuk menemukan kesamaan dan perbedaan, serta mengidentifikasi strategi terbaik dalam meningkatkan kompetensi guru. Validitas dan reliabilitas dijamin dengan memilih jurnal-jurnal yang telah terbit di jurnal bereputasi dan telah melalui proses peerreview. Proses analisis dilakukan secara sistematis dan objektif, memastikan temuantemuan yang dihasilkan memiliki landasan ilmiah yang kuat. Hasil Penelitian dan Pembahasan Dalam menyusun jurnal review ini, penulis menelaah secara komprehensif sepuluh jurnal ilmiah yang membahas berbagai aspek kompetensi profesional guru abad ke21, dengan tujuan merumuskan pemahaman yang mendalam mengenai tantangan serta kebutuhan kompetensi yang harus dimiliki oleh pendidik dalam menghadapi dinamika pendidikan yang semakin kompleks dan berbasis teknologi. Berdasarkan hasil telaah, salah satu temuan utama adalah pentingnya penguasaan teknologi digital sebagai kompetensi kunci. Seiring berkembangnya teknologi informasi, kemampuan guru dalam memanfaatkan perangkat lunak pendidikan, aplikasi pembelajaran daring, serta media sosial sebagai sarana edukatif menjadi faktor penentu dalam peningkatan efektivitas pembelajaran (Ariana. Subyantoro, & Pristiwati, 2. Tidak hanya sebagai alat bantu, teknologi juga berperan dalam mengembangkan kreativitas dan keterampilan berpikir kritis siswa (Ridoh. Aminuddin, & Wiyoko, 2. Selanjutnya, kompetensi pedagogik yang mengintegrasikan keterampilan berpikir kritis dan kreatif juga menjadi fokus utama dalam berbagai studi. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi ajar, tetapi juga mampu menciptakan pengalaman belajar yang merangsang kemampuan analisis, pemecahan masalah, dan inovasi peserta didik (Ulfa. Suryani, & Nasution, 2. Metode pembelajaran berbasis proyek . roject-based learnin. dan pembelajaran berbasis masalah . roblem-based learnin. dinilai efektif dalam mendukung hal tersebut. Di sisi lain, pengembangan profesional berkelanjutan merupakan aspek penting lainnya yang ditemukan dalam studi-studi yang ditelaah. Upaya ini melibatkan pelatihan yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga reflektif dan kolaboratif, yang berbasis pada evaluasi diri sebagai bagian dari peningkatan mutu profesionalisme guru (Herawati. Aminarti, & Rosdiana, 2. Selain itu, literasi digital menjadi pilar penting kompetensi guru dalam konteks pendidikan modern. Literasi ini tidak hanya mencakup kemampuan teknis dalam menggunakan teknologi, tetapi juga pemanfaatan sumber daya digital secara strategis dan etis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengelolaan kelas (Salma. Nasution, & Panjaitan, 2. Guru harus mampu mengevaluasi konten digital serta mengintegrasikan teknologi dalam kegiatan belajar secara bijak dan bertanggung Namun demikian, dalam implementasi kompetensi abad ke-21, guru Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 81-101 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x menghadapi berbagai tantangan dan hambatan, terutama terkait keterbatasan infrastruktur dan sarana teknologi, khususnya di daerah terpencil. Selain itu, perubahan paradigma pendidikan juga menimbulkan tantangan tersendiri, karena membutuhkan proses adaptasi yang tidak instan (Jaenudin. Kusumantoro, & Melati. Oleh karena itu, perlu dukungan pelatihan yang relevan serta kebijakan pendidikan yang inklusif dan progresif. Dalam hal ini, pengaruh paradigma baru dalam profesi guru turut menentukan kualitas pendidikan masa depan. Seperti yang dijelaskan oleh Ulfadilah. Darmiyanti, & Munafiah . , paradigma abad ke-21 menempatkan guru tidak hanya sebagai penyampai informasi, melainkan sebagai fasilitator dan pembimbing yang membantu siswa mengembangkan keterampilan kolaboratif, berpikir kritis, dan problem solving melalui pengalaman belajar yang aktif dan partisipatif. Guru yang mampu menyesuaikan diri dengan peran baru ini akan lebih efektif dalam menciptakan pembelajaran yang relevan, kontekstual, dan transformatif. Sebagai kesimpulan, penulis menegaskan bahwa kompetensi profesional guru abad ke-21 mencakup penguasaan teknologi digital, kemampuan pedagogik berbasis keterampilan kritis dan kreatif, literasi digital yang etis dan strategis, serta komitmen terhadap pengembangan diri yang berkelanjutan. Seluruh aspek ini harus didukung oleh kebijakan pendidikan yang responsif dan kolaboratif agar guru dapat berperan sebagai agen perubahan yang adaptif, reflektif, dan inovatif dalam membentuk generasi unggul di tengah tantangan global yang terus berkembang. Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 81-101 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Judul Pengarang Penguatan Paradigma Profesi Guru Abad 21(Herawati et al. Objek Penelitian Profesi guru di Indonesia Metodelogi Penelitian Penelitian ini pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur . ibrary Data dikumpulkan melalui penelusuran berbagai sumber pustaka yang relevan, termasuk buku, jurnal, dan dokumen resmi terkait profesi guru dan pendidikan abad ke-21. Analisis data dilakukan dengan cara mengklasifikasikan, dan mensintesis informasi untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang topik yang dibahas. Penelitian Utama Penelitian ini mengidentifikasi bahwa guru di abad ke-21 menghadapi berbagai tantangan, antara lain: Keterampilan Hidup dan Bekerja: Guru dituntut untuk memiliki kemampuan dalam beradaptasi dengan perubahan, berkomunikasi efektif, dan bekerja secara Keterampilan Belajar dan Inovasi: Guru perlu terus belajar dan berinovasi dalam metode pengajaran untuk meningkatkan kualitas Keterampilan Media dan Teknologi: Guru harus menguasai teknologi informasi dan komunikasi agar dapat mendorong pembelajaran yang efisien dan sukses. Ketiga keterampilan ini dirangkum dalam skema yang disebut sebagai AuPelangi Keterampilan Pengetahuan Abad 21Ay. Penelitian ini menekankan bahwa penguatan profesi guru harus mencakup Kesimpulan Penguatan paradigma profesi guru di abad ke-21 sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Guru harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, menguasai teknologi, dan terus mengembangkan Diperlukan upaya kolaboratif antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk profesionalisme guru melalui pelatihan, kurikulum, dan penyediaan sumber daya yang memadai. Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 81-101 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x pengembangan ketiga keterampilan tersebut agar dapat memenuhi tuntutan pendidikan di era modern. Pengaruh Kompetensi Profesional Guruterhadap Kualitas Pembelajaran Di Raudhatul Athfal Tangerang(Tsabitah & Fitria, 2. Guru-guru yang mengajar di enam Raudhatul Athfal di Kecamatan Ciledug. Kota Tangerang, yaitu: RA Amali. RA Nurul Iman. RA Mulia Az-Zahra. RA Nurul Amin. RA Nurul Huda, dan RA JamiAoatul Khair. Penelitian ini melibatkan 30 guru kelas TK A dan B pada tahun ajaran 2016/2017 yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian ini metodologi numerik dengan metode survei. Data diperoleh melalui kuesioner tertutup menggunakan skala Analisis data dilakukan melalui korelasi Product Moment dan regresi linier sederhana, menggunakan perangkat lunak SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang cukup besar antara kompetensi profesional guru terhadap kualitas pembelajaran di RA Kecamatan Ciledug. Kota Tangerang. Nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,493 mengindikasikan bahwa 49,3% variasi dalam kualitas pembelajaran dapat dijelaskan oleh kompetensi profesional guru, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian Pengembangan Model Pembelajaran Abad 21 di SD Negeri 126 Borong Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba(Afni et , 2. Guru dan siswa di SD Negeri 126 Borong. Kecamatan Herlang. Kabupaten Bulukumba Penelitian ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan melalui tiga tahapan utama: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran abad 21 di SD Negeri 126 Borong memberikan dampak positif terhadap proses Melalui Penelitian ini menyimpulkan bahwa kompetensi profesional guru memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas pembelajaran di Raudhatul Athfal. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi profesional guru, seperti penguasaan materi, kemampuan mengorganisasi materi sesuai dengan perkembangan anak usia dini, dan penggunaan metode pembelajaran yang kreatif, sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Penerapan model pembelajaran abad 21 di SD Negeri 126 Borong berhasil meningkatkan kualitas pembelajaran dengan mendorong guru dan siswa untuk Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 81-101 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Optimalisasi pembelajaran di Madrasah Aliyah (MA) melalui program penguatan kompetensi dan guru(Rahmawati et , 2. Guru-guru yang mengajar di Madrasah Aliyah (MA), dengan fokus pada peningkatan kompetensi dan profesionalisme mereka melalui program pelatihan dan pengembangan pelaksanaan, dan Instrumen yang digunakan meliputi tes, angket/kuesioner, dan Kegiatan pelatihan dan workshop difokuskan pada kurikulum 2013 yang berorientasi pada model pembelajaran abad 21, khususnya pendekatan 4C (Communication. Collaboration. Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovatio. workshop dan pelatihan, guru-guru memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang kurikulum 2013 dan mampu mengintegrasikan pendekatan 4C dalam kegiatan pembelajaran. Siswa menjadi lebih aktif, kreatif, dan mampu berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam kehidupan seharihari. keterampilan yang relevan dengan tuntutan zaman. Pendekatan 4C terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar yang interaktif dan bermakna, sehingga siswa lebih siap menghadapi tantangan di masa depan. Diperlukan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak untuk memastikan keberlanjutan dan pengembangan model pembelajaran ini. Penelitian ini pendekatan kualitatif dengan metode studi Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk pemahaman mendalam tentang implementasi program penguatan kompetensi dan profesionalisme guru di Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan pengembangan profesional guru secara signifikan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme Guru-guru yang mengikuti program ini menunjukkan peningkatan dalam perencanaan pembelajaran, penggunaan metode pengajaran yang inovatif, dan pemanfaatan Penelitian ini menyimpulkan bahwa program penguatan kompetensi dan profesionalisme guru di Madrasah Aliyah efektif dalam meningkatkan mutu Pelatihan yang berkelanjutan dan dukungan dari pihak madrasah sangat penting untuk memastikan keberhasilan program ini. Diperlukan kolaborasi Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 81-101 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Pengembangan Kompetensi Profesionalisme Guru di Era Digital (Abad . (Notanubun. Objek penelitian dalam jurnal ini adalah kompetensi profesionalisme guru dalam konteks pendidikan abad 21, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang Penulis menyoroti pentingnya guru untuk memiliki empat keterampilan utama abad 21, yaitu: Komunikasi (Communicatio. : Kemampuan untuk menyampaikan informasi secara efektif kepada peserta Kolaborasi (Collaboratio. Kemampuan untuk bekerja sama dengan rekan sejawat dan pihak lain dalam proses pembelajaran. Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah (Critical Thinking and Problem Solvin. : Kemampuan untuk menganalisis informasi dan menyelesaikan masalah secara efektif. Kreativitas dan Inovasi (Creativity and Innovatio. : Kemampuan untuk Madrasah Aliyah. teknologi dalam proses Selain itu, terdapat peningkatan motivasi dan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar Jurnal ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi Data diperoleh melalui tinjauan berbagai jurnal relevan tentang kompetensi profesional guru dan tantangan pendidikan di era digital. Analisis dilakukan dengan cara mengklasifikasikan, dan mensintesis informasi untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang topik yang dibahas. Jurnal UIN Antasari Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan besar dalam dunia Peserta didik abad 21 hidup dalam lingkungan digital yang penuh dengan aliran Oleh karena itu, guru dituntut untuk memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan zaman agar dapat memberikan pengalaman belajar yang berkualitas kepada peserta didik. Penulis mengidentifikasi empat keterampilan utama abad 21 yang harus dimiliki oleh guru, yaitu komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis dan pemecahan masalah, serta kreativitas dan inovasi. antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk profesionalisme guru secara berkelanjutan. Penulis menyimpulkan bahwa pengembangan profesionalisme guru di era digital abad 21 sangat penting untuk meningkatkan kualitas Guru harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta memiliki keterampilan yang sesuai dengan tuntutan zaman. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang berkelanjutan dalam kompetensi guru melalui pelatihan, pendidikan, dan pengalaman praktis agar mereka dapat melaksanakan tugasnya secara profesional dan efektif dalam konteks pendidikan abad 21. Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 81-101 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Kompetensi Profesional Guru(Dudung, 2. menghasilkan ide-ide baru dan menerapkannya dalam proses Selain itu, penulis juga menekankan pentingnya guru untuk memiliki kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial sebagai landasan dalam melaksanakan Kajian jurnal ini berfokus pada kompetensi profesional guru, yang diperiksa dari tiga sudut pandang utama: Kompetensi Profesional: Kapasitas guru untuk memahami materi dan menggunakannya dengan sukses di kelas. Kompetensi Pedagogik: Kemampuan guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Kinerja Guru: Derajat efektivitas dan efisiensi guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan data dari tiga disertasi pascasarjana UNJ yang relevan dengan topik kompetensi Selain itu, guru juga harus memiliki kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial sebagai landasan dalam melaksanakan tugasnya. UNPATTI Open Journal Systems Penelitian ini Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa: pendekatan kuantitatif Kompetensi Profesional: dengan metode metaTidak terdapat perbedaan Meta-analisis signifikan antara guru IPA dilakukan dengan di SMPN Kota Ternate dan mengumpulkan dan guru IPS di SMP Kota menganalisis data dari Tobelo, dengan nilai tbeberapa penelitian hitung masing-masing 3,312 yang telah ada untuk dan 3,651. Kompetensi memperoleh kesimpulan Pedagogik: Tidak terdapat yang lebih umum dan perbedaan signifikan antara Dalam studi ini, guru IPA di SMPN Kota digunakan uji t untuk Ternate dan guru di SMPN membandingkan rerata Se-Kecamatan Loa Kulu kompetensi profesional Kabupaten Kutai dan pedagogik antara Kartanegara, dengan nilai tguru IPA di SMPN Kota hitung masing-masing 3,245 Ternate dan guru IPS di dan 2,712. Berdasarkan hasil SMP Kota Tobelo, serta tersebut, penulis antara guru IPA di SMPN Kota Ternate dan beberapa langkah untuk guru di SMPN Semeningkatkan kompetensi Kecamatan Loa Kulu profesional guru, antara Penelitian ini menyimpulkan bahwa kompetensi profesional guru di Indonesia perlu ditingkatkan melalui berbagai upaya, seperti pelatihan, pemberdayaan forum guru, dan penguatan peran pG. Meskipun tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam kompetensi profesional dan pedagogik antara guru di berbagai lokasi, langkah-langkah yang direkomendasikan dapat membantu meningkatkan kualitas secara keseluruhan. Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 81-101 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Kabupaten Kutai Kartanegara. Analisis Kompetensi Profesional Guru(Yulmasita Bagou & Suking. Objek penelitian dalam jurnal ini adalah kompetensi profesional guru, yang mencakup: Penguasaan Materi Ajar: Kemampuan guru dalam menguasai dan memahami materi pelajaran yang diajarkan. Perencanaan Pembelajaran: Kemampuan guru dalam merancang pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Pelaksanaan Penelitian ini pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui instrumen angket yang disebarkan kepada guru di beberapa Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik statistik deskriptif untuk lain: Melibatkan perguruan tinggi dalam penguatan kompetensi profesional. Memberdayakan forum guru dalam bidang mata Mengembangkan kapasitas pengawas sekolah/mata pelajaran yang bertugas membina kemampuan profesional para guru. Memperkuat dan mengintensifkan peran Pusat Pelatihan dan Pengembangan Guru . G) sesuai rumpun bidang ilmu. Menyelenggarakan kegiatan workshop atau pelatihan intensif untuk mematangkan penguasaan materi ajar para guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Penguasaan Materi Ajar: Sebagian besar guru memiliki penguasaan materi ajar yang baik, namun masih terdapat beberapa guru yang perlu meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang diajarkan. Perencanaan Pembelajaran: Mayoritas Penelitian ini menyimpulkan bahwa kompetensi profesional guru di wilayah penelitian umumnya baik, namun masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti penguasaan materi ajar, pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 81-101 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Pembelajaran: Kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran secara efektif. Evaluasi Hasil Belajar: Kemampuan guru dalam menilai dan mengevaluasi hasil belajar Penelitian ini dilakukan di beberapa sekolah di wilayah tertentu di Indonesia, dengan melibatkan guru sebagai subjek menggambarkan tingkat kompetensi profesional guru berdasarkan hasil angket yang diperoleh. guru telah mampu merancang pembelajaran dengan baik, meskipun ada beberapa yang perlu memperbaiki perencanaan mereka agar lebih efektif. Pelaksanaan Pembelajaran: Sebagian besar guru melaksanakan pembelajaran dengan baik, namun masih ada yang perlu meningkatkan keterampilan dalam mengelola kelas dan menerapkan metode pembelajaran yang sesuai. Evaluasi Hasil Belajar: Banyak guru yang telah melakukan evaluasi hasil belajar siswa dengan baik, namun ada yang perlu meningkatkan teknik evaluasi mereka agar lebih objektif dan komprehensif. Secara keseluruhan, kompetensi profesional guru di wilayah penelitian berada pada tingkat yang baik, namun masih terdapat area yang perlu ditingkatkan untuk mencapai standar yang hasil belajar. Untuk meningkatkan kompetensi profesional guru, disarankan agar dilakukan pelatihan dan berkelanjutan, serta peningkatan dukungan dari pihak sekolah dan pemerintah. Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 81-101 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Kompetensi Profesionalisme Guru(Wulandari. Objek penelitian dalam jurnal ini adalah kompetensi profesionalisme guru, yang mencakup: Kompetensi Pedagogik: Kemampuan guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta Kompetensi Profesional: Kemampuan guru dalam menguasai materi ajar dan mengembangkan keilmuan di bidangnya secara berkelanjutan. Kompetensi Sosial: Kemampuan guru dalam berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat. Kompetensi Kepribadian: Kemampuan guru dalam menunjukkan sikap dan perilaku yang mencerminkan kepribadian yang baik, menjadi teladan bagi peserta didik, dan memiliki integritas tinggi. Penelitian ini dilakukan di beberapa sekolah di wilayah tertentu di Indonesia, dengan melibatkan guru sebagai subjek Data dikumpulkan melalui analisis beberapa jurnal relevan tentang keterampilan profesional guru dan tantangan pendidikan di era digital. Data dikumpulkan melalui penelaahan terhadap berbagai literatur yang relevan mengenai profesionalisme guru. Analisis dilakukan dengan cara mengklasifikasikan, dan mensintesis informasi untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang topik yang dibahas. Kesimpulan penelitian ini Kompetensi Pedagogik: Sebagian besar guru telah mampu merancang dan melaksanakan pembelajaran dengan baik, namun masih ada yang perlu meningkatkan keterampilan dalam mengevaluasi hasil belajar peserta didik. Kompetensi Profesional: Banyak guru yang telah menguasai materi ajar dengan baik, namun masih ada yang perlu pengembangan keilmuan di bidangnya secara Kompetensi Sosial: Sebagian besar guru telah mampu berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat, namun masih ada yang perlu meningkatkan keterampilan dalam hal ini. Kompetensi Kepribadian: Sebagian besar guru telah menunjukkan Penelitian ini menyimpulkan bahwa profesionalisme guru sangat penting untuk meningkatkan standar Untuk melaksanakan tugasnya dengan baik dan memberikan siswa pengalaman belajar yang berharga, guru perlu memiliki empat kemampuan utama: kompetensi pendidikan, profesional, sosial, dan Oleh karena itu, diperlukan upaya yang berkelanjutan dalam kompetensi guru melalui pelatihan, pendidikan, dan pengalaman praktis agar mereka dapat melaksanakan tugasnya secara profesional dan efektif dalam konteks pendidikan abad 21. Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 81-101 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Peningkatan Kompetensi Profesional Guru melalui Penelitian Tindakan Kelas(Annury, 2. Objek penelitian dalam jurnal ini adalah kompetensi profesional guru, yang mencakup: Pemahaman tentang PTK: Pengetahuan dan pemahaman guru mengenai konsep dan tujuan PTK. Kemampuan Menyusun Proposal PTK: Kemampuan guru dalam merancang dan menyusun proposal PTK yang sistematis dan Pelaksanaan PTK: Kemampuan guru dalam melaksanakan PTK secara efektif di kelas. Penelitian ini dilakukan di SMPIT Assalamah Ungaran. Kabupaten Semarang, dengan melibatkan guru sebagai subjek Penelitian ini pendekatan kualitatif dengan metode pengabdian kepada Kegiatan dilakukan melalui pelatihan PTK yang terdiri dari ceramah, diskusi, dan praktik Data dikumpulkan melalui observasi dan evaluasi terhadap peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam PTK. sikap dan perilaku yang mencerminkan kepribadian yang baik, namun masih ada yang perlu meningkatkan integritas dan menjadi teladan bagi peserta didik. Secara keseluruhan, kompetensi profesionalisme guru di wilayah penelitian berada pada tingkat yang baik, namun masih terdapat area yang perlu ditingkatkan untuk mencapai standar yang Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pemahaman tentang PTK: Sebagian besar guru memiliki pemahaman yang baik mengenai PTK setelah mengikuti pelatihan. Kemampuan Menyusun Proposal PTK: Guru mampu menyusun proposal PTK dengan bimbingan yang diberikan selama pelatihan. Pelaksanaan PTK: Guru berhasil melaksanakan PTK di kelas dengan hasil yang positif, menunjukkan peningkatan kualitas Secara Penelitian ini menyimpulkan bahwa PTK merupakan salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kompetensi profesional guru. Melalui pelatihan dan penerapan PTK, guru dapat keterampilan, dan kualitas pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, disarankan agar PTK dijadikan bagian integral dalam pengembangan profesi guru di sekolah. Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 81-101 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Profesionalisme Guru Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan(Yunus. Objek penelitian dalam jurnal ini adalah profesionalisme guru, yang mencakup: Kompetensi Pedagogik: Kemampuan guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran secara efektif. Kompetensi Kepribadian: Kemampuan guru untuk menampilkan perilaku dan sikap yang mencerminkan kepribadian yang baik, menjadi teladan bagi peserta didik. Keterampilan Sosial: Kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektifdengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan Kompetensi Profesional: Kemampuan guru dalam menguasai materi ajar dan mengembangkan keilmuan di bidangnya secara berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan di SDN 65 Katteong. Kabupaten Pinrang, dengan melibatkan guru sebagai subjek penelitian. Penelitian ini pendekatan kualitatif dengan metode studi Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif nonstatistik, yang bertujuan untuk menggambarkan secara sistematis dan mendalam fenomena yang terjadi terkait profesionalisme guru dan mutu pendidikan di sekolah tersebut. keseluruhan, pelatihan PTK efektif dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di SMPIT Assalamah Ungaran. Menjadi panutan bagi peserta didik. Kompetensi Sosial: Guru mampu berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat. Kompetensi Profesional: Guru menguasai materi ajar dengan baik dan berupaya mengembangkan ilmu pengetahuan di bidangnya secara berkelanjutan. Secara profesionalisme guru di SDN 65 Katteong memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah Penelitian ini menyimpulkan bahwa profesionalisme guru sangat penting dalam meningkatkan mutu Keempat kompetensi utama guruAi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesionalAi harus dimiliki dan dikembangkan secara Oleh karena itu, disarankan agar dilakukan pelatihan dan berkelanjutan bagi guru, serta peningkatan bantuan dari pemerintah dan lembaga pendidikan untuk menyediakan pengajaran berkualitas tinggi. Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 81-101 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Peningkatan Kompetensi Profesionalisme Guru SD Dalam Pengembangan Desain Skenario Pembelajaran Berbasis Literasi Numerasi(Hadi & Zaidah, 2. Jurnal ini membahas tentang kemampuan profesional guru SD dalam membuat skenario pembelajaran yang berfokus pada kemampuan membaca dan Penelitian ini dilakukan di salah satu SD swasta di Lombok Timur dengan judul AuKemampuan Profesional Guru SD dalam Membuat Skenario Pembelajaran yang Berfokus pada Kemampuan Membaca dan BerhitungAy. partisipan sebanyak 21 guru kelas. Fokus penelitian adalah pada kemampuan guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengintegrasikan literasi dan numerasi secara efektif. Penelitian ini pendekatan kualitatif Teknik pengambilan partisipan dilakukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan non-tes. Tes digunakan untuk mengukur kemampuan guru dalam menyusun RPP berbasis literasi numerasi, sedangkan non-tes digunakan untuk mengetahui tingkat kompetensi guru dalam pembuatan RPP Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh gambaran kompetensi guru dalam pengembangan desain skenario pembelajaran berbasis literasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru SD dalam pengembangan desain skenario pembelajaran berbasis literasi numerasi masih tergolong rendah. Sekitar 45% guru memahami pembuatan desain skenario untuk numerasi berbasis literasi menggunakan data tes dan non-tes. Hal ini menunjukkan perlunya perbaikan dan instruksi dalam membuat skenario pembelajaran untuk numerasi berbasis literasi. Pendidik profesional mampu menyiapkan pelajaran, membuat skenario pembelajaran literasi, dan menggunakan teknik mengajar yang efektif dengan cara yang energik, kreatif, dan imajinatif sehingga siswa dapat mengikuti apa yang mereka menyenangkan, dan efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kompetensi guru SD dalam pengembangan desain skenario pembelajaran berbasis literasi numerasi masih berada pada kategori Oleh karena itu, diperlukan penguatan dan pelatihan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik, personal, sosial, dan profesionalisme Agar siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan lancar, menyenangkan, dan berhasil, guru profesional dapat merencanakan, membuat desain skenario pembelajaran yang literat, dan menggunakan taktik pembelajaran konstruktif dengan cara yang aktif, kreatif, dan orisinal. Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 81-101 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Meningkatkan Kompetensi Profesionalisme Guru Paud Melalui Pelatihan Penerapan Penelitian Tindakan Kelas (Pt. (Hafidah et al. , 2. Objek penelitian dalam jurnal ini adalah kompetensi profesionalisme guru PAUD, khususnya dalam konteks penerapan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan terhadap 25 guru PAUD yang tergabung dalam Gugus Matahari di Kecamatan Colomadu. Kabupaten Karanganyar, selama periode Juli hingga September 2021. Fokus penelitian adalah pada peningkatan kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan PTK sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Penelitian ini metodologi kualitatif jenis action research (AR). Model penelitian yang digunakan adalah model Kemmis dan Taggart yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan teknik. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model alir Miles dan Huberman, yang pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan Profesionalisme Guru(Sutiono, 2. Objek kajian dalam artikel ini adalah profesionalisme guru sebagai faktor kunci dalam peningkatan kualitas SDM. Penulis membahas bagaimana Artikel ini merupakan kajian konseptual yang bersifat deskriptifanalitis. Penulis Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan dalam penerapan PTK memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi profesionalisme guru PAUD. Para guru menunjukkan partisipasi aktif dan motivasi tinggi dalam mengikuti kegiatan Mereka mampu memahami konsep PTK, merancang instrumen penelitian, serta mengolah dan menganalisis data hasil PTK. Selain itu, guru juga mampu merancang kegiatan pembelajaran dengan lebih kreatif dan inovatif sesuai dengan kebutuhan peserta Kegiatan pelatihan ini juga membantu guru dalam memperbaiki mutu pembelajaran dan meningkatkan kinerja sekolah secara keseluruhan. Penulis mengidentifikasi bahwa profesionalisme guru tercermin dalam pelaksanaan tugas yang ditandai dengan keahlian Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan dan pendampingan dalam penerapan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) efektif dalam meningkatkan kompetensi profesionalisme guru PAUD. Melalui kegiatan ini, guru mampu keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif, berlatih, dan mengevaluasi kinerja sendiri terkait dengan hasil pembelajaran peserta Oleh karena itu, disarankan agar pelatihan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk profesionalisme guru PAU Artikel ini menyimpulkan bahwa profesionalisme guru memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 81-101 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Peran Guru Profesional Untuk Meningkatkan Standar Kompetensi Pendidikan(Wijaya, kompetensi, kualifikasi, dan sertifikasi guru berperan dalam meningkatkan mutu pendidikan, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas SDM secara pendekatan studi pustaka untuk mengumpulkan dan menganalisis berbagai literatur yang relevan profesionalisme guru dan hubungannya dengan peningkatan kualitas SDM. Objek kajian dalam artikel ini adalah peran guru profesional dalam meningkatkan standar kompetensi pendidikan. Penulis membahas bagaimana guru profesional dapat mengembangkan diri melalui pelatihan, kursus, dan kolaborasi dengan kolega untuk mengikuti perkembangan terkini dalam pendidikan, metode pengajaran, dan teknologi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan, pada akhirnya, kualitas sumber daya manusia. Artikel ini merupakan kajian konseptual yang bersifat deskriptifanalitis. Penulis Pendekatan studi pustaka dengan menganalisis berbagai literatur yang relevan profesionalisme guru dan hubungannya dengan peningkatan standar kompetensi dalam materi dan metode Dalam melaksanakan tugasnya, para profesional menunjukkan tanggung jawab sosial, intelektual, moral, dan spiritual. Peningkatan kredensial, kemampuan, dan sertifikasi pendidik dapat membantu meningkatkan mutu sumber daya manusia. Pendidik profesional mampu melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab kepada orang tua, murid, masyarakat, negara, dan agama. Penulis mengidentifikasi bahwa guru profesional dapat mengembangkan diri melalui pelatihan, kursus, dan kolaborasi dengan rekan kerja untuk mengikuti perkembangan terbaru dalam pendidikan, metode pengajaran, dan teknologi. Guru profesional juga memiliki pola pikir yang dinamis, aktif, dan inovatif, serta motivasi dan kemauan tinggi terhadap perubahan teknologi dan sistem SDM. Guru yang memiliki kompetensi tinggi, kualifikasi yang sesuai, dan sertifikasi yang memadai dapat meningkatkan mutu pendidikan, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kualitas SDM. Oleh karena itu, upaya peningkatan profesionalisme guru melalui pelatihan, pendidikan berkelanjutan, dan sertifikasi sangat penting untuk meningkatkan daya saing bangsa di era globalisasi. Artikel ini menyimpulkan bahwa guru profesional memiliki peran strategis dalam meningkatkan standar kompetensi Dengan mengembangkan diri melalui pelatihan, kursus, dan kolaborasi, serta memiliki pola pikir dinamis dan inovatif, guru profesional dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan, pada akhirnya, kualitas sumber Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 81-101 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis ICT Dalam Pengembangan Kompetensi Profesional Guru Pendidikan Agama Islam(Pramesti et al. Objek kajian dalam artikel ini adalah pemanfaatan media pembelajaran berbasis ICT oleh guru PAI. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki sejauh mana penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dapat meningkatkan kompetensi profesional guru dalam mengajar pendidikan agama Islam. Makalah ini memberikan analisis konseptual dengan fokus deskriptif-analitis. Dengan mengkaji beberapa karya terkait tentang penggunaan TIK dalam pengajaran Pendidikan Agama Islam dan dampaknya terhadap kompetensi profesional guru, penulis menggunakan metodologi penelitian perencanaan pembelajaran masa depan. Dengan demikian, guru profesional berperan penting dalam meningkatkan standar kompetensi pendidikan dan kualitas sumber daya daya manusia. Oleh karena itu, upaya peningkatan profesionalisme guru melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan sangat penting untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Penulis mengidentifikasi bahwa pemanfaatan media pembelajaran berbasis ICT dapat memberikan dampak positif yang besar dalam meningkatkan kompetensi profesional guru PAI serta meningkatkan kualitas pembelajaran agama Islam di Indonesia. Namun, tantangan seperti aksesibilitas teknologi dan pengembangan kompetensi digital guru perlu diatasi. tengah perkembangan zaman digital, pemanfaatan media pembelajaran yang berfokus pada TIK/ICT menjadi penting untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dan interaksi antara guru dan siswa. Artikel ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran berbasis ICT memiliki peran strategis dalam pengembangan kompetensi profesional guru PAI. Integrasi teknologi dalam pembelajaran dapat meningkatkan efektivitas pengajaran dan kualitas pendidikan agama Islam. Namun, untuk mencapai hasil yang optimal, diperlukan upaya dalam mengatasi tantangan seperti keterbatasan akses teknologi dan peningkatan kompetensi digital guru melalui pelatihan dan dukungan yang memadai. Journal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of Teachers Volume 1 . 2025, 81-101 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis terhadap 25 jurnal ilmiah, dapat disimpulkan bahwa kompetensi profesional guru abad ke-21 harus mencakup berbagai dimensi yang lebih luas daripada sekadar penguasaan materi ajar. Kompetensi tersebut meliputi kemampuan dalam menguasai teknologi digital, keterampilan berpikir kritis dan kreatif, serta komitmen terhadap pengembangan profesional yang berkelanjutan. Meskipun tantangan dalam implementasi kompetensi ini masih signifikan, seperti keterbatasan akses terhadap teknologi, rendahnya literasi digital, serta resistensi terhadap perubahan paradigma pendidikan, namun tantangan tersebut dapat diatasi melalui pelatihan berkelanjutan, penguatan infrastruktur pendukung, dan kebijakan yang adaptif. Dengan strategi yang tepat, guru dapat dipersiapkan secara optimal untuk menghadapi tuntutan pendidikan abad ke-21. Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada tim editorial AuJournal of E-Learning. Multimedia, and Discourse of TeachersAy atas peran serta dan kontribusinya dalam penyusunan jurnal ini. Terima kasih yang mendalam juga ditujukan kepada para penulis artikel yang menjadi referensi utama dalam penelitian. Selain itu, penulis sangat berterima kasih atas dukungan penuh dari Universitas Bengkulu yang telah memberikan sarana dan kesempatan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan karya ini. Daftar Pustaka