Al-Madrasah: JurnalIlmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. 1, 2026 DOI 10. 35931/am. P-ISSN: 2620-5807. E-ISSN: 2620-7184 PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS PROJECT BASED LEARNING (PJBL) UNTUK MENINGKATKAN CREATIVITY THINKING SKILL PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SEKOLAH DASAR SE-GUGUS 8 BUKITTINGGI Tuti Susanti Universitas Adzkia tutisusanti61@guru. Hendrizal Universitas Adzkia hendrizal@adzkia. Hafiz Hidayat Universitas Adzkia hafizhidayat@adzkia. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan modul pembelajaran berbasis Project Based Learning (PjBL) guna meningkatkan keterampilan berpikir kreatif . reativity thinking skil. siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V Sekolah Dasar se-Gugus 8 Bukittinggi. Modul ini dikembangkan sebagai solusi atas rendahnya keterampilan berpikir kreatif siswa yang disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang konvensional dan berpusat pada guru. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation, and Evaluatio. Tahap Analysis dilakukan dengan menganalisis kebutuhan guru dan siswa terkait bahan ajar yang inovatif. Tahap Design merancang kerangka modul yang memuat tahapan PjBL, meliputi penentuan pertanyaan mendasar, perancangan proyek, penyusunan jadwal, pemantauan, penilaian, dan evaluasi pengalaman. Tahap Development menghasilkan produk berupa modul pembelajaran PjBL yang divalidasi oleh para ahli . hli materi, ahli media, dan praktis. Selanjutnya, tahap Implementation dilakukan melalui uji coba terbatas pada siswa kelas V. Tahap Evaluation dilakukan untuk mengukur efektivitas modul dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran berbasis PjBL ini sangat layak dan efektif untuk digunakan. Penilaian dari para validator menunjukkan kategori "sangat baik" dengan persentase rata-rata kelayakan di atas 90%. Uji coba pada siswa juga menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan berpikir kreatif mereka, yang ditunjukkan melalui hasil pre-test dan post-test. Modul ini terbukti mampu menstimulasi siswa untuk menghasilkan ide-ide baru, memecahkan masalah secara kreatif, dan berkolaborasi dalam menyelesaikan proyek. Dengan demikian, modul pembelajaran PjBL ini direkomendasikan sebagai salah satu alternatif bahan ajar yang inovatif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa. Kata Kunci: Modul Pembelajaran. PJBL. Bahasa Indonesia Abstract This study aims to develop and test the feasibility of a Project-Based Learning (PjBL) module to enhance the creative thinking skills of fifth-grade elementary school students in Indonesian language classes in Cluster 8. Bukittinggi. The module was developed as a solution to the low creative thinking skills among students, which was attributed to conventional and teacher-centered learning approaches. This Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Tuti Susanti. Hendrizal. Hafiz Hidayat: Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Creativity Thinking Skill pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar Se-Gugus 8 Bukittinggi development research adopted the ADDIE model (Analysis. Design. Development. Implementation, and Evaluatio. The Analysis phase involved assessing the needs of both teachers and students for innovative teaching materials. The Design phase focused on creating a module framework that incorporated the stages of PjBL, including fundamental question definition, project design, schedule creation, monitoring, assessment, and experience evaluation. The Development phase produced the PjBL learning module, which was validated by experts . aterial experts, media experts, and practitioner. Subsequently, the Implementation phase was carried out through a limited trial with fifth-grade students. The Evaluation phase was conducted to measure the module's effectiveness in improving students' creative thinking skills. The results show that this PjBL-based learning module is highly feasible and effective for use. The assessment from validators fell into the "very good" category, with an average feasibility percentage above The student trial also showed a significant increase in their creative thinking skills, as indicated by the results of pre-tests and post-tests. The module proved capable of stimulating students to generate new ideas, solve problems creatively, and collaborate on project completion. Thus, this PjBL learning module is recommended as an innovative teaching material alternative to improve students' creative thinking skills. Keywords: Learning Module. PjBL. Indonesian Language A Author. 2026 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. PENDAHULUAN Program pendidikan di Indonesia berkembang secara relevantif sesuai dengan program pemerintah yang mengelolanya. Program kurikulum merdeka di sekolah dikembangkan secara otonomi dan fleksibel oleh satuan pendidikan dengan mempertimbangkan berbagai common issues yang terjadi secara realistis berdasarkan kebutuhan. 1 Common Issues yang digunakan mempertimbangkan kebijakan yang berlaku dan relevan dengan need analysis, visi misi tujuan dan strategi sekolah. Prinsip pengembangan kurikulum merdeka menunjukkan kekhasan konteks sosial karakter dan lingkungansiswa yang relevan dengan dunia kerja, perkembangan zaman, memperhatikan urgensi materi, capaian, teknik evaluasi dan tindak lanjut. Perubahan struktur kurikulum merdeka SD dibagi menjadi tiga fase yaitu: Fase A untuk kelas 1-2, fase B untuk kelas 3-4 dan Fase C untuk kelas V-VI SD. Proporsi beban belajar siswa terdiri dari pembelajaran intrakurikuler sebanyak 70% dan projek penguatan profil Pancasila sekitar 30% dari total JP setiap tahun. Pelaksanaan kurikulum merdeka pada sekolah dilakukan secara mandiri dan dapat berdiskusi dengan guru penggerak. Pelaksanaan kurikulum merdeka menggunakan harmonisasi antara teaching human touch dengan technology human touch. Kegiatan belajar mengajar di kelas bertransformasi menjadi suatu komunikasi aktif antara guru Sri Marmoah. Fatma Sukmawati, and Supianto. Aplikasi Kurikulum Merdeka Berbasis Lms Untuk Sekolah Dasar (Pradina Pustaka, 2. Shelfie Famella and Adolf Bastian. Pengembangan Kurikulum Terintegrasi Kearifan Lokal (Padang: Gita Lentera, 2. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Tuti Susanti. Hendrizal. Hafiz Hidayat: Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Creativity Thinking Skill pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar Se-Gugus 8 Bukittinggi dengan siswa sekaligus antar siswa bertukar pikiran untuk mengembangkan ide dan kontekstulisasi konsep. Selain itu, pentingnya kemampuan berpikir ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh PISA (Programme for International Students Assessmen. , yang dapat disimpulkan bahwa Indonesia masih jauh di bawah rata-rata internasional. Keterampilan berpikir kritis telah menjadi perhatian utama sejak akhir abad ke-20. 4 Keterampilan berpikir ini merupakan salah satu kebutuhan dasar dan intelektual yang harus dipenuhi setiap individu. Kemampuan berpikir kreatif adalah kemampuan siswa untuk memahami masalah dan menemukan solusi dari strategi atau metode yang bervariasi . Meningkatkan keterampilan berpikir kreatif berarti meningkatkan skor keterampilan siswa untuk memahami masalah, kelancaran, keluwesan dan kebaruan pemecahan masalah. 5 Mengembangkan keterampilan berpikir kreatif merupakan kunci keberhasilan pendidikan. Dengan demikian, pemberdayaan keterampilan berpikir kreatif memiliki manfaat nyata untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa, agar dapat berkontribusi pada hasil belajar kognitif. Berdasarkan observasi berupa hasil wawancara yang dilakukan mengenai keterampilan berpikir kritis siswa yang melibatkan keseluruhan SD Gugus 8 Kota Bukittinggi yang berjumlah 6 sekolah dasar, yang berada di Kecamatan Mandiangin. Koto Selayan. Kota Bukittinggi. Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini, melibatkan keseluruhan siswa SD Gugus 8 Kota Bukittinggi yang berada pada di kelas V. Pada saat melakukan wawancara kelapangan diperoleh berbagai fenomena negatif, salah satunya yang terjadi di SDN 17 Manggis Ganting Kota Bukittinggi, yang mana melibatkan guru kelas yang mengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia, yaitu Ibu Zahratul Amelia dan ibu Netti Sinurat dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, sebagiansiswa sulit memahami fakta, menganalisis penyebab dan mengevaluasi ide dalam menjawab pertanyaan. Kedua, sebagian siswa sulit menjawab pertanyaan secara mendalam dengan cara yang paling produktif untuk mencapai pemahaman yang komprehensif. Ketiga, sebagian siswa sulit mengevaluasi semuai didalam membuat keputusan untuk memecahkan masalah. Selanjutnya, hasil observasi yang dilakukan di SD Gugus 8 Kota Bukittinggi yang melibatkan kelas V untuk mengetahui tentang keterampilan berpikir kreatif siswa dapat dideskripsikan sebagai berikut: Pertama, sebagian siswa kesulitan mewujudkan gagasan dalam Gede Putu Widyaiswara. Desak Putu Parmiti, and I Made Suarjana. AuPengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning terhadap Hasil Belajar IPA,Ay International Journal of Elementary Education 3, no. 4 (October 2. : 389, https://doi. org/10. 23887/ijee. La Hewi and Muh. Shaleh. AuPenguatan Peran Lembaga Paud Untuk The Programme For International Student Assesment (PISA),Ay JURNAL TUNAS SILIWANGI 6, no. Novi Marliani. AuPeningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa melalui Model Pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP),Ay Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA 5, no. (August 2. , https://doi. org/10. 30998/formatif. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Tuti Susanti. Hendrizal. Hafiz Hidayat: Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Creativity Thinking Skill pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar Se-Gugus 8 Bukittinggi bentuk kreatifitas. Kedua, sebagian siswa belum mampu memberikan berbagai interpretasi terhadap suatu gambar, cerita atau masalah. Ketiga, sebagian siswa kesulitan dalam memberikan pertimbangan terhadap situasi . yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari menjadi objek pembelajaran. Keempat, sebagian siswa belum mampu memikirkan masalah atau hal yang tidak pernah terpikirkan oleh orang lain. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada 06 November 2024 berikut ini menunjukkan keterbatasan dalam upaya mengembangkan keterampilan berpikir kritis dankreatif siswa Sekolah Dasar yang dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, keterampilan berpikir kritis dan kreatif belum menjadi hal pokok dalam tujuan pembelajaran. Kedua, pembelajaran masih didominasi dengan pencapaian berpikir tingkat rendah. Ketiga, guru tidak mengetahui cara yang tepat untuk meningkatkan kreativitas siswa selama pembelajaran di kelas. Keempat, pendekatan atau model pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa belum mampu untuk meningkatkan keterampilan berpikir siswa. Kelima, keterampilan berbahasa seperti menyimak, berbicara, membaca dan menulis belum diarahkan pada kemampuan berpikir tingkat tinggi. Berdasarkan masalah tersebut, kurikulum merdeka menginstruksikan agar guru mengembangkan model pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. 6 Berpikir kritis dan kreatif adalah dua kompetensi esensial dari empat keterampilan yang dibutuhkan di abad 21. Oleh karena itu, guru diharapkan mampu merancang suasana belajar yang mendukung untuk menumbuhkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia adalah model Project Based Learning (PjBL). Pembelajaran berbasis proyek adalah model yang mengatur pembelajaran melalui 7 Saat proses pembelajaran, proyek adalah tugas yang kompleks, berdasarkan masalah atau pertanyaan yang menantang, melibatkan siswa dalam desain, pemecahan masalah, pengambilan keputusan atau kegiatan investigasi. memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja dalam jangka waktu tertentu. Pembelajaran ini merupakan pengajaran sistematis yang melibatkan siswa dalam mempelajari pengetahuan dan keterampilanmelalui prosespenyelidikan yang diperluas yang terstruktur di sekitar pertanyaan yang kompleks dan otentik serta proyek dan tugas yang dirancang dengan cermat. Nur Azizah Febrianti. Seminar Nasional Bahasa dan Sastra Indonesia, n. I Made Wirasana Jagantara and Putu Budi Adnyana. Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learnin. Terhadap Hasil Belajar Biologi Ditinjau Dari Gaya Belajar Siswa Sma. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia 4 . Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Tuti Susanti. Hendrizal. Hafiz Hidayat: Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Creativity Thinking Skill pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar Se-Gugus 8 Bukittinggi Pembelajaran berbasis proyek juga mengembangkan keterampilan ilmiah siswa, sehingga meningkatkan keterampilan dan kemampuan pemecahan masalah ilmiah mereka dengan mengajukan pertanyaan, memperdebatkan ide dan menarik kesimpulan. 8 Memecahkan masalah yang sangat kompleks mengharuskan siswa memiliki keterampilan dasar . embaca, menulis dan matematik. dan keterampilan abad ke-21 . erja tim, pemecahan masalah, pengumpulan penelitian, manajemen waktu, sintesis informasi, memanfaatkan alat berteknologi tingg. Dengan kombinasi keterampilan ini, siswa menjadi direktur dan pengelola proses belajar mereka dan dibimbing oleh guru yang terampil. Berdasarkan penjelasan tersebut, penelitian ini akan dilakukan dengan melakukan inovasi pada modul pembelajaran Project Based Learning (PjBL) untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis pada siswa SD. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Reseach & Developmen. , produk yang ingin dihasilkan dalam penelitian ini merupakan modul pembelajaran Project-Task Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia di SD. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini, adalah ADDIE. Menurut Sugiyono Model ADDIE ini terdapat 5 tahapan yaitu Analyze. Design. Development. Implementation dan Evaluation. Gambar 1. Diagram alur pengembangan model ADDIE Dicky Chandra Lubis et al. Pembelajaran Berbasis Proyek: Mengembangkan Keterampilan Abad 21 di Kelas, 4, no. Nyoman Sugihartini and Kadek Yudiana. AuADDIE Sebagai Model Pengembangan Media Instruksional Edukatif (Mi. Mata Kuliah Kurikulum Dan Pengajaran,Ay Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan 15, no. 2 (August 2. , https://doi. org/10. 23887/jptk-undiksha. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Tuti Susanti. Hendrizal. Hafiz Hidayat: Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Creativity Thinking Skill pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar Se-Gugus 8 Bukittinggi Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD pada 6 SD yang berlokasi di Gugus Delapan. Kecamatan Mandiangin Koto Selayan. Kota Bukittinggi. Provinsi Sumatera Barat. Pemilihan tempat tersebut didasarkan atas kemudahan, waktu, dan pertimbangan peneliti yang sudah mengenali situasi dan kondisi implementasi penggunaan kurikulum merdeka di sekolah tersebut, sehingga dapat mempermudah dalam melakukan penelitian pengembangan. Rencana pelaksanaan penelitian ini akan dilakukan mulai bulan November 2024 sampai dengan Juni 2025. Populasi data yang menjadi sumber pengambilan sampel atau sekumpulan fakta empirik yang memenuhi syarat-syarat tertentu yang berkaitan dengan masalah penelitian. 10 Adapun yang menjadi sasaran dalam penelitian ini adalah semua pihak yang terlibat aktif pada pengembangan model PjBL tahun akademik 2024/ 2025. Teknik pengumpulan data dalam penelitian pengembangan media pembelajaran Diorama Tiga Dimensi . D) ini berupa wawancara, observasi, angket, dokumentasi. Adapun yang akan diobservasi adalah model pembelajaran bahasa Indonesia kelas V SD yang terdiri dari instruksional, implementasi model dalam perangkat dan prose pembelajaran. Wawancara dilakukan terhadap narasumber untuk mempertanyakan tentang bagaimana pandangan mereka terhadap model pembelajaran yang berlaku sekarang, model apa sebaiknya yang harusnya diterapkan, strategi belajar apa yang sudah diterapkan selama ini dan kemungkinan perlunya Angket diberikan kepada siswa dan guru untuk mengumpulkan data valid tentang penilaian mereka tentang model pembelajaran yang sedang berlaku dan akan dikembangkan, faktor-faktor apa saja yang diperkirakan mempengaruhi perubahan dan faktor pendorong/ penghambat apa yang muncul dalam implementasinya dan pengembanganya. Dokumentasi juga mengumpulkan bukti fisik kegiatan belajar dengan menggunakan model pembelajaran yang relevan dengan kurikulum merdeka. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis,Design. Development. Implementation dan Evaluation ) diperoleh beberapa temuan di dalamnya. Berikut uraian hasil penelitian yang telah dilakukan, sebagai berikut: Tahap Analisis (Analysi. Tahap ini menjadi dasar peneliti untuk pengembangan modul pembelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan PJBL pada beberapa materi bahasa indonesia kelas V SD. Materi-materi yang termuat yaitu mengenai teks eksplanasi, ringkasan dan simpulan, teks Marinu Waruwu. Metode Penelitian dan Pengembangan (R&D): Konsep. Jenis. Tahapan dan Kelebihan, 2024. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Tuti Susanti. Hendrizal. Hafiz Hidayat: Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Creativity Thinking Skill pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar Se-Gugus 8 Bukittinggi pidato, sebab-akibat, kalimat perintah, ajakan dan larangan dan materi mengenai opini fakta. Adapun langkah-langkah yang dilakukan pada tahapan ini, antara lain: Analisis Kebutuhan Guru Pada analisis ini dilakukan wawancara dengan wali kelas V SDN02 Campago Guguak Bulek. SDN 11 Campago Guguak Bulek dan SDN 17 Manggis Ganting. Pada saat melakukan proses wawancara dengan wali kelas V SDN 02 Campago Guguak Bulek. SDN 11 Campago Guguak Bulek dan SDN 17 Manggis Ganting. , peneliti menanyakan beberapa hal terkait proses pembelajaran bahasa Indonesia yang biasa digunakan guru dalam aktivitas belajar terkhusus pembelajaran bahasa Indonesia. Pada saat melakukan wawancara kepada guru yakni wali kelas V, beliau mengatakan bahwa: AuSelama ini pembelajaran masih mengandalkan media pembelajarantradisional seperti buku dan alat bantu fisik sederhana. Meskipun media tersebut sempat menumbuhkan minat belajar siswa pada awalnya, namun dalam pelaksanaannya tidak mampu mempertahankan keterlibatan siswa secara berkelanjutan. Banyak siswa mulai menunjukkan kejenuhan, kurang fokus saat pembelajaran, dan tidak tertarik untuk menyelesaikan tugas. Situasi ini menandakan adanya kebutuhan mendesak untuk menghadirkan media pembelajaran yang lebih inovatif dan kontekstual, sesuai dengan perkembangan zaman dan karakteristik siswa saat ini serta diperlukannya inovasi baru terhadap model pembelajaran yang digunakan. Hal ini dikarenakan model ceramah dan Tanya jawab selalu digunakan pada setiap pembelajaran sehingga membuat siswa menjadi bosan dan jenuh pada kegiatan pembelajaran. Selain itu, sumber belajar yang itu-itu saja juga mempengaruhi minat dan keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan Ay Berdasarkan hasil wawancara di atas, terlihat bahwasannya modul pembelajaran bahasa Indonesia yang digunakan dalam pembelajaran masih berbentuk konvensional, yang mana digunakan secara terus-menerus sehingga membuat siswa menjadi bosan dalam mengikuti pembelajaran. Kondisi ini disebabkan karena modul pembelajaran bahasa Indonesia yang digunakan itu-itu saja sehingga tidak ada hal yang menarik lagi bagi siswa. Selain model pembelajaran yang digunakan itu-itu saja, sumber belajar juga memegang pengaruh penting terhadap keaktifan siswa dalam kegiatan belajar di dalam kelas. Kemudian guru menuturkan kembali bahwa: AuPenggunaan modul pembelajaran yang bersifat monoton dan berulang tanpa variasi telah menyebabkan siswa menjadi kurang aktif dalam mengikuti Beberapa siswa tampak tidak fokus, mengganggu teman, berjalan11 Andi Abd Muis. Peranan Internet Sebagai Sumber Belajar Dalam Meningkatkan Minat Belajar Pendidikan Agama Islam Peserta Didik Kelas Xi Di Sma Muhammadiyah Parepare. JURNAL AL-IBRAH 10 No. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Tuti Susanti. Hendrizal. Hafiz Hidayat: Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Creativity Thinking Skill pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar Se-Gugus 8 Bukittinggi jalan di kelas, hingga kesulitan menjawab pertanyaan yang diberikan. Bahkan, beberapa siswa cenderung memberikan jawaban secara asal tanpa memahami materi dengan benarAy. Berdasarkan penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan modul pembelajaran bahasa Indonesia konvensional . atu, buk. yang digunakan secara terus-menerus membuat siswa menjadi kurang aktif dalam belajar, siswa yang tidak fokus mendengarkan penjelasan guru, menganggu teman, berkeliaran di kelas sehingga ketika diberikan latihan siswa tidak mampu menjawab dengan baik dan terkesan menjawabnya secara asal-asalan. Selanjutnya, guru juga menyebutkan bahwa: AuModul pembelajaran bahasa Indonesia yang menarik bagi siswa ialah modul pembelajaran bahasa Indonesia seperti gambar, video, tulisan, pakai music. Dan modul pembelajaran bahasa Indonesia itu bisa di tampilkan di dapan kelas waktu belajar, karano ado waktu belajar agamo gurunyo ma ngunoan infokus. Nampaknyo siswa lai semangat belajar. Ay Berdasarkan penjabaran di atas, terlihat bahwasanya modul pembelajaran bahasa Indonesia yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran ialah modul pembelajaran bahasa Indonesia yang menarik dan mampu menggugah minat siswa dalam belajar seperti modul pembelajaran bahasa Indonesia yang mencantumkan gambar, video, tulisan, musik dan lainnya yang bisa dioperasikan dengan proyektor. Hal ini dilihat dari karakter siswa kelas V sekarang ini. Analisis Kebutuhan Siswa Analisis kebutuhan siswa dilakukan dengan cara melakukan wawancara kepada siswa kelas V yang melibatkan SDN Gugus 8 terdiri dari 3 sekolah, ketika proses pembelajaran Bahasa Indonesia berlangsung. Ketika proses pembelajaran berlangsung, peneliti melihat bahwasanya sebagian dari siswa masih berkeliaran di dalam kelas, ribut, tidak mendengarkan penjelasan guru, sibuk dengan urusan sendiri atau bisa dikatakan kelas tidak kondusif. Hal ini tidak lepas dari penggunaan modul pembelajaran bahasa Indonesia pembelajaran yang digunakan oleh guru ketika aktivitas belajar berlangsung karena menggunakan modul pembelajaran bahasa Indonesia pembelajaran yang konvensional seperti buku, alat peraga, batu yang sudah sering dijumpai siswa maka membuat siswa merasa kurang tertarik mengikuti pembelajaran dengan baik. Selain itu, jika dilihat dari segi karakteristik siswa sekarang ini yang mana mereka berada pada zaman generasi gen alfa yang sangat kental sekali dengan teknologi dalam kehidupan sehari-harinya. Generasi alpha ialah anak-anak yang lahir setelah tahun 2010, yang mana generasi ini yang paling sering bersosialisasi degan teknologi internet serta Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Tuti Susanti. Hendrizal. Hafiz Hidayat: Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Creativity Thinking Skill pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar Se-Gugus 8 Bukittinggi generasi yang paling cerdas dari generasi-generasi sebelumnya. 12 Maka dari itu diasumsikan bahwa dengan menggunakan modul pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teknologi dalam pembelajaran mampu menarik perhatian dan memotivasi siswa saat Hal ini didukung dengan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada siswa, yang mengatakan:Aukami jenuh dan bosan saat belajar karano ibuknyo manjalehan taruih paka buku, bukak halaman sekian, baca, kemudian jawab pertanyaan di bawahnya!Ay Berdasarkan penjabaran di atas terlihat bahwa mereka jenuh dan bosan dalam belajar karena modul pembelajaran bahasa Indonesia yang digunakan itu-itu . lat peraga, buku, batu dan benda lainny. sehingga membuat mereka asik sendiri dengan kegiatannya seperti mengobrol dengan teman, jalan-jalan di dalam kelas, coret-coret buku dan lainnya. Selain itu, mereka juga menuturkan: Aukami suko belajar dengan praktekAy Berdasarkan penjabaran di atas, terlihat bahwa ketika belajar mereka ingin sering belajar dengan menggunakan infokus untuk menukar suasana belajar supaya tidak bosan saat belajar. Secara garis besar, hasil wawancara siswa dapat disimpulkan bahwa sebagian siswa merasa jenuh dan bosan mengikuti proses pembelajaran. Hal ini dikarenakan penggunaan media pembelajaran yang itu-itu saja oleh guru secara terus-menerus sehingga berakibat kepada situasi didalam kelas menjadi tidak kondusif seperti siswa banyak yang jalan-jalan, tidak memperhatikan guru atau tidak fokus, mengobrol dengan teman atau keasikan bermain pena saat guru menjelaskan materi. Selain itu, juga dipengaruhi oleh factor internal siswa seperti kesukaan individu terhadap pembelajaran langsung atau praktek yang diselingi saat kegiatan belajar. Analisis Kebutuhan Modul Pembelajaran Bahasa Indonesia Analisis ini dilakukan dengan cara wawancara . egiatan pembelajaran dengan modul pembelajaran bahasa Indonesia konvensiona. dan menganalisis modul pembelajaran bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil observasi terlihat bahwa modul pembelajaran bahasa Indonesia yang sering digunakan di gugus 8 masih menggunakan modul pembelajaran bahasa Indonesia konvensional atau modul pembelajaran bahasa Indonesia yang telah umum digunakan seperti buku, alat peraga, batu dan benda-benda yang biasa dijumpai di lingkungan sekitar untuk mengajarkan materi matematika kepada siswa dengan skala penggunaan sering dipergunakan dalam proses pembelajaran. Ishak Fadlurrohim. Asmar Husein, and Liya Yulia. AuMemahami Perkembangan Anak Generasi Alfa Di Era Industri 4. 0,Ay Jurnal Pekerjaan Sosial 2, no. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Tuti Susanti. Hendrizal. Hafiz Hidayat: Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Creativity Thinking Skill pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar Se-Gugus 8 Bukittinggi Hal ini jelaskan oleh Ginting menyatakan bahwa kelemahan modul pembelajaran bahasa Indonesia konvensional dalam pembelajaran ialah pembelajaran menjadi membosankan, siswa menjadi pasif dalam belajar sehingga pengetahuan yang diperoleh siswa mudah terlupakan, komunikasi yang terjadi hanya satu arah saja serta ceramah yang kurang inspiratif akan menunrunkan antusias dalam belajar. 13 Kelemahan modul pembelajaran bahasa Indonesia konvensional ini tentu saja mempengaruhi hasil belajar yang diperoleh oleh siswa, salah satunya tidak matangnya konsep yang diterima. Sehingga membuat siswa ketika diberikan tugas yang serupa dengan materi banyak yang tidak mengerti, tidak bisa menjawab dan ada juga yang membuat jawabannya asal-asalan. Selain modul pembelajaran bahasa Indonesia konvensional. PPT juga pernah di pergunakan sebagai modul pembelajaran bahasa Indonesia tapi PPT yang digunakan hanya dalam bentuk yang sederhana saja sehingga hampir mirip dengan buku bacaan yang digunakan gambar tanpa adanya hal yang menarik sehingga membuat siswa hanya semangat sebentar mengikuti pembelajaran dan setelah itu tidak bergairah lagi dalam mengikuti pembelajaran. Maka dari itu untuk mengatasi permasalahan ini, peneliti merancang sebuah modul pembelajaran bahasa Indonesia yang sesuai dengan analisis kebutuhan siswa, dan guru berbasis kurikulum merdeka di SDN 17 Manggis Ganting. Modul pembelajaran bahasa Indonesia berbasis PJBL dilengkapi dengan berbagai fitur menarik . umber materi, media gambar dan video serta penilaian otomatis dari tuga. sehingga menambah interaksi siswa ketika belajar. Tahap Desain (Desig. Tahap ini dilakukan untuk merancang modul pembelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan PJBLkelas V SD. Adapun kegiatan yang dilakukan pada tahap ini ialah, sebagai Rancangan modul pembelajaran bahasa Indonesia pembelajaran menggunakan PJBL . Pemilihan materi/bahan ajar Modul pembelajaran bahasa Indonesia pembelajaran menjadi salah satu upaya yang bisa digunakan untuk menunjang tercapainya konsep matematika dengan baik. Modul pembelajaran bahasa Indonesia pembelajaran ini dibuat dengan menggunakan PJBL. Hal ini sudah menempatkan dengan kebutuhan guru dan siswa, yang mana di SDN 17 Manggis Ganting masih kekurangan modul pembelajaran bahasa Indonesia untuk menunjang kegiatan proses belajar mengajar. Pemilihan format Anggi Arista. Abidin Arief, and Zainal Herawati. Monograf Pengembangan Modul Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Digital (Bandung: Widina Bhakti Persada, 2. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Tuti Susanti. Hendrizal. Hafiz Hidayat: Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Creativity Thinking Skill pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar Se-Gugus 8 Bukittinggi Pemilihan format modul pembelajaran bahasa Indonesia yang akan dibuat disesuaikan dengan karakteristik siswa kelas V SD dan disesuaikan dengan komponenkomponen modul pembelajaran bahasa Indonesia berbasis PJBL yang dimuat ialah teks/tulisan, gambar, animasi, audio dan interaktivitas. Selain itu, modul pembelajaran bahasa Indonesia ini nanti akan disajikan penjelasan mengenai materi pada TP 5. 6 yang digunakan di dalamnya. Desain awal Jika format awal telah ditentukan, maka langkah selanjutnya ialah membuat desain awal. Kegiatan ini diawali dengan membuat storyboard dari modul pembelajaran bahasa Indonesia pembelajaran berbasis PJBL . Berikut ialah bagian-bagian modul pembelajaran bahasa Indonesia pembelajaran yang dibuat dengan menggunakan PJBLyang dikembangkan, yaitu: Halaman depan . Halaman cover ialah halaman awal dari modul pembelajaran bahasa Indonesia pembelajaran ini. Cover disajikan dengan background yang menarik. Pada bagian cover ini memuat nama, asal sekolah dan tombol untuk melanjutkan pada Halaman berikutnya. Tampilan cover modul pembelajaran bahasa Indonesia pembelajaran berbasis PJBL ini disajikan seperti gambar berikut ini: Gambar 2. Cover Modul pembelajaran bahasa Indonesia Pembelajaran Berbantuan PJBL Revita Yuni and Roni Afriadi. PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN KONDISIONAL UNTUK BELAJAR DARI RUMAH (BDR). JURNAL HANDAYANI PGSD FIP UNIMED 11, no. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Tuti Susanti. Hendrizal. Hafiz Hidayat: Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Creativity Thinking Skill pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar Se-Gugus 8 Bukittinggi Gambar 3 Cover Bahan Ajar pembelajaran bahasa Indonesia Pembelajaran BerbantuanPJBL . Identitas Modul Berisi identitas dari modul ajar, seperti berikut: Gambar 4. Identitas Modul pembelajaran bahasa Indonesia . Halaman petunjuk . eterangan setiap laman modul pembelajaran bahasa Indonesi. Berisi penjelasan dari setiap komponen yang ada pada setiap halaman, gunanya ialah untuk memudahkan dalam penggunaan modul pembelajaran bahasa Indonesia baik bagi guru, siswa maupun orang tua. Berikut tampilan pada Halaman petunjuk, antara lain: Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Tuti Susanti. Hendrizal. Hafiz Hidayat: Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Creativity Thinking Skill pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar Se-Gugus 8 Bukittinggi Gambar 5. Halaman Petunjuk Penggunaan Modul Ajar . Halaman Daftar Isi Pada halaman ini berisi informasi mengenai materi-materi yang termuat dalam modul ajar. Kemudian, untuk memudahkan penggunaan modul ajar, peneliti sudah mengaktifkan setiap angka pada halaman daftar pustaka supaya bisa ter trigger ke halaman tujuan sesuai dengan materi yang diinginkan. Berikut tampilannya: Gambar 6. Halaman Daftar Isi Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Tuti Susanti. Hendrizal. Hafiz Hidayat: Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Creativity Thinking Skill pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar Se-Gugus 8 Bukittinggi . Halaman materi Pada halaman materi berisi penjelasan materi pada setiap materi. Setiap materi, berisi tujuan pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, bentuk proyek dari setiap materi, penjelasan konsep, video penjelasan, latihan dan lembar penilaian siswa, serta lembar refleksi diri. 15 Berikut ialah tampilan secara garis besar dari halaman materi yang didesain oleh peneliti, antara lain: Gambar 7. Salah Satu Contoh Tampilan Dari Materi Rancangan instrumen penelitian yang terdiri atas Pada tahapan ini, terlebih dahulu dirancang angket instrumen penelitian dan kemudian di diskusikan dengan pembimbing. Lembar validasi multimodul pembelajaran bahasa Indonesia pembelajaran interaktif berbantuan PJBL pada pembelajaran matematika kelas V SDN . Lembar angket respon praktikalitas multimodul pembelajaran bahasa Indonesia pembelajaran interaktif berbantuan PJBL pada pembelajaran matematika kelas V SDN Stage 3 (Developmen. Pada tahapan ini dilakukan pengujian produk multimodul pembelajaran bahasa Indonesia pembelajaran interaktif berbantuan PJBL pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelasV SD yang sudah dibuat. Uji yang dilakukan ialah uji validasi dan uji praktikalitas produk yang sebelumnya sudah di diskusikan dengan pembimbing. Uji ini menggunakan instrumen Mustika. Eka Prasetya Adhy Sugara, and Maissy Pratiwi. AuPengembangan Media Pembelajaran Interaktif Dengan Menggunakan Metode Multimedia Development Life Cycle,Ay Jurnal Online Informatika 2, no. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Tuti Susanti. Hendrizal. Hafiz Hidayat: Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Creativity Thinking Skill pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar Se-Gugus 8 Bukittinggi Pada tahap development atau pengembangan ini, modul pembelajaran bahasa Indonesia pembelajaran yang telah dikembangkan akan divalidasi terlebih dahulu oleh 3 orang Validator yang dimaksud terdiri dari 2 orang Dosen dan 1 orang Guru SDN 17 manggis Ganting. Selanjutnya, modul pembelajaran bahasa Indonesia pembelajaran ini akan dipergunakan dalam pembelajaran untuk dilihat dan dinilai kepraktisannya oleh guru dan Berdasarkan analisis hasil validasi modul pembelajaran bahasa Indonesia berbasis PJBL kelas V SDN m, diperoleh persentase pada aspek kelayakan isi/materi yaitu sebesar 94,4% yang termasuk ke dalam kategori sangat valid. Untuk aspek kelayakan bahasa, diperoleh nilai persentase sebesar 95% yang termasuk ke dalam kategori sangat valid. Selanjutnya, pada aspek kelayakan penyajian materi, diperoleh hasil persentase sebesar 95% yang termasuk ke dalam kategori sangat valid. Kemudian, pada aspek kelayakan kegrafikan memperoleh nilai sebesar 97,9 yang termasuk ke dalam kategori sangat valid. Maka dari itu, analisis hasil validasi modul pembelajaran bahasa Indonesia berbasis PJBL kelas V SDN m memperoleh nilai persentase sebesar 95,5 yang termasuk ke dalam kategori sangat Secara garis besar, kegiatan praktikalitas modul pembelajaran bahasa Indonesia ini hampir sama antara satu sama lain. Hal yang membedakan hanyalah materi yang diajarkan pada setiap pertemuan. Setelah pembelajaran berlangsung sebanyak 3 kali pertemuan dengan materi yang berbeda, kemudian angket praktikalitas siswa dan guru diberikan untuk melihat seberapa praktiskah modul pembelajaran bahasa Indonesia yang telah dirancang oleh peneliti untuk dipergunakan dalam proses pembelajaran. Pembahasan Validitas modul pembelajaran bahasa Indonesia Berbasis PJBL Pada penelitian ini aspek kevalidan yang digunakan ialah berdasarkan BSNP yang mencakup beberapa aspek seperti aspek kelayakan isi/materi, aspek kelayakan penyajian, aspek kelayakan kebahasaan dan aspek kelayakan kegrafikan. 16 Berdasarkan hasil penilaian ke tiga orang validator diperoleh bahwasanya pengembangan modul pembelajaran bahasa berbasis PJBLvalid karena modul pembelajaran bahasa Indonesia ini telah memenuhi standar modul pembelajaran. Pada aspek kelayakan isi/materi diperoleh penilaian dari ketiga orang validator sebesar 94,4% dengan kategori sangat valid karena modul pembelajaran bahasa Indonesia yang dikembangkan telah memuat materi yang akurat dan benar, konsep materi yang disajikan mampu mendukung tercapainya pembinaan modul pembelajaran bahasa Indonesia Ahmad Fahmi Asrory. Athira Fakhriatuz Zamani. Slamet Daroini. Studi Kelayakan Buku Ajar Bahasa Arab Berdasarkan Standar BSNP. Tarbiyatuna 7, no. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Tuti Susanti. Hendrizal. Hafiz Hidayat: Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Creativity Thinking Skill pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar Se-Gugus 8 Bukittinggi pembelajaran, mampu memotivasi siswa serta mendukung pengembangan potensi dalam diri Pada aspek kelayakan kebahasaan diperoleh penilaian dari ketiga orang validator sebesar 95% dengan sangat valid karena modul pembelajaran bahasa Indonesia ini telah menyajikan materi dengan menggunakan kaidah bahasa Indonesia (EYD), ilustrasi materi yang disugukan telah sesuai dengan tingkat perkembangan siswa kelas V SD, bahasa yang digunakan dalam modul pembelajaran bahasa Indonesia ini telah mampu menjelaskan materi dengan baik, menyajikan materi dengan bahasa yang berkomunikatif dan informatif serta judul fitur dan bagian-bagian materi yang disajikan telah selaras, menarik dan mampu menarik minat membaca siswa sekaligus bersifat tidak provokatif. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulan bahwa dari penilaian ketiga validator terhadap pengembangan modul pembelajaran bahasa Indonesia berbasis PJBL kelas V SDN gugus 8 sangat valid digunakan dengan didukung oleh hasil penilaian secara umum dengan skor total sebesar 95,5% yang berada pada ketegori sangat valid. Hasil penelitian ini serupa dengan penelitian dengan judul AuPengembangan Modul pembelajaran bahasa Indonesia Interaktif Articulate Storyline untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Materi Bangun Datar Kelas IV SDAy, yang menghasilkan bahwa pengembangan modul pembelajaran bahasa Indonesia pembelajaran articulate storyline pada materi bagun datar kelas IV SD di anggap layak dan praktis untuk digunakan. Berdasarkan penjabaran tersebut, telah menjawab rumusan masalah penelitian Aubagaimana validasi modul pembelajaran bahasa Indonesia pembelajaran berbasis PJBL kelas V SDN gugus 8?Ay, yaitu modul pembelajaran bahasa Indonesia berbasis PJBL pada dinyatakan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Dengan kata lain, dapat diartikan bahwa modul pembelajaran bahasa Indonesia berbasis PJBL bisa membantu guru dan siswa dalam proses Praktikalitas modul pembelajaran bahasa Indonesia Berbasis PJBL Aspek kedua dalam penentuan kualitas modul pembelajaran bahasa Indonesia pembelajaran ialah kepraktisan yang ditentukan dari hasil penilaian penggunaan atau pemakaian modul pembelajaran bahasa Indonesia oleh guru dan siswa. Praktikalitas berkaitan dengan keterpakaian perangkat pembelajaran oleh guru dan siswa. Perangkat bisa dikatakan praktis, jika guru dan siswa dapat menggunakan perangkat tersebut untuk melakukan pembelajaran secara logis dan berkesinambungan dan tanpa banyak masalah. Ayu Putri Febrianti. AuPengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif Articulate Storyline Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Materi Bangun Datar Kelas IV SD,Ay PGRI Kanjuruhan Malang 5, no. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Tuti Susanti. Hendrizal. Hafiz Hidayat: Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Creativity Thinking Skill pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar Se-Gugus 8 Bukittinggi Peneliti melakukan uji praktikalitas kepada siswa kelas V di SDN gugus 8 dengan jumlah siswa yang hadir pada saat itu ialah 25 orang. Uji praktikalitas ini dilakukan oleh peneliti bersama dengan wali kelas. Pada saat kegiatan praktikalitas dilakukan selama 3 kali pertemuan dengan 3 pokok pembahasan pada multimodul pembelajaran bahasa Indonesia berbasis PJBL tentang materi pokok Karya Sastra, peneliti berperan sebagai operator untuk menjalankan modul pembelajaran bahasa Indonesia yang dirancang dengan menggunakan laptop dan infokus. Sedangkan guru yang menjelaskan materi dan juga menggunakan modul pembelajaran bahasa Indonesia tersebut. Adapun materi pokok yang termuat dalam materi Karya Sastra pada modul pembelajaran bahasa Indonesia ini ialah pada pertemuan pertama membahas tentang teks eksplanasi, teks pidato, sebab-akibat, kalimat perintah ajakan dan larangan serta fakta opini yang disajikan dalam bentuk PJBL. Uji praktikalitas ini dilakukan setelah siswa dan guru melakukan 3 kali pertemuan dengan menggunakan modul pembelajaran bahasa Indonesia berbasis PJBL , uji praktikalitas dilakukan dengan cara menyebarkan angkat respon kepada guru dan siswa yang akan diisi masing-masing secara individu pada saat 5 menit terakhir sebelum waktu pembelajaran selesai. Adapun indikator-indikator yang akan dinilai dalam uji praktikalitas ini ialah kemudahan dalam penggunaan, efisiensi waktu pembelajaran dan Berdasarkan angket praktikalitas yang diisi oleh guru mengenai penggunaan modul pembelajaran bahasa Indonesia V SD/MI diperoleh persentase secara keseluruhan sebesar 100% dengan kategori sangat praktis. Hal ini dibuktikan karena modul pembelajaran bahasa Indonesia yang dibuat mudah dipahami, petunjuk penggunaan modul pembelajaran bahasa Indonesia nya mudah dimengerti, isi materinya mudah di pahami, penggunaan hurufnya jelas, mudah duakses dan digunakan kapanpun dan dimanapun, waktu belajar menjadi lebih efisien, dengan menggunakan modul pembelajaran bahasa Indonesia ini siswa mampu belajar sesuai dengan kecepatannya sendiri, membuat pembelajaran menjadi efektif, tujuan pembelajaran bisa tercapai dengan baik, mampu memotivasi siswa, bisa membantu siswa menjadi lebih aktif, bisa membantu siswa memahami konsep serta mempermudah siswa untuk menyimpulkan Analisis hasil angket respon guru lebih lengkap bisa dilihat pada Lampiran 9 Halaman 171 . nalisis hasil praktikalitas angket gur. Jadi, berdasakan penjabaran di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwasanya pengembangan modul pembelajaran bahasa Indonesia berbasis PJBL kelas V SDN gugus 8 sangat praktis digunakan oleh guru dengan perolehan persentase sebesar 100% dan praktis digunakan oleh siswa dengan perolehan persentase sebesar 87,8%. Penelitian ini menjelaskan bahwa uji kepraktisan modul pembelajaran bahasa Indonesia ini dengan menggunakan Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Tuti Susanti. Hendrizal. Hafiz Hidayat: Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Creativity Thinking Skill pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar Se-Gugus 8 Bukittinggi instrumen angket kepada guru dan siswa. Rata-rata skor tanggapan guru terhadap modul pembelajaran bahasa Indonesia ini mendapatkan persentase sebesar 83,8% Aupraktis tanpa revisiAy dan penilaian dari siswa mendapatkan persentase sebesar 89,92% Aupraktis tanpa revisiAy. Skor tersebut menunjukkan bahwa modul pembelajaran bahasa Indonesia pembelajaran articulate storyline praktis digunakan oleh guru dan siswa. Berdasarkan perolehan nilai di atas, telah mampu menjawab rumusan masalah penelitian ini yaitu AuBagaimana praktikalitas modul pembelajaran bahasa Indonesia berbasis PJBL kelas V SDN gugus 8?Ay yaitu dengan kategori sangat praktis digunakan oleh guru dan praktis digunakan oleh siswa, maka modul pembelajaran bahasa Indonesia berbasis PJBL dapat dinyatakan praktis dan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Pembahasan Peningkatan Creativiy Thinking Skill Kemampuan berpikir kreatif dilihat dari nilai postest pada kelas eksperimen dan kelas Berdasarkan tabel pengujian terlihat bahwa pada indikator 1 yaitu berpikir orisinil memiliki nilai ratarata pada kelas kontrol sebesar 63,84 dengan kategori cukup kreatif, sedangkan pada kelas eksperimen nilai rata-rata sebesar 79,67 dengan kategori kreatif berdasarkan (Firdaus, 2. Hal ini berarti nilai rata-rata indikator berpikir orisinil yang memberikan jawaban berbeda dengan biasanya atau dapat mengombinasikan yang tidak biasa dari kedua kelas tersebut nilainya lebih tinggi pada kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran CPS dari pada kelas kontrol. Berdasarkan tabel pengujian nilai rata-rata posttest berpikir luwes kelas kontrol sebesar 38,00 dengan kategori kurang kreatif sedangkan pada kelas eksperimen nilai rata-rata sebesar 69,99 dengan kategori cukup kreatif. Sehingga nilai rata-rata posttest kelas eksperimen dengan kelas kontrol tersebut lebih tinggi pada kelas eksperimen dengan memberikan beragam jawaban dan mampu menghasilkan suatu gagasan. Siswa juga sangat antusias dalam berdiskusi karena siswa saling beradu pendapat dengan kelompok dan mencari kesimpulan pemecahan Kemampuan berpikir kreatif pada indikator 4 yaitu berpikir memerinci. Nilai ratarata posttest berpikir memerinci terdapat pada tabel 4. 10, nilai kelas kontrol sebesar 54,38% dengan kategori kurang kreatif sedangkan kelas eksperimen sebesar 77,67% dengan kategori Hal ini berarti nilai rata-rata berpikir elaborasi siswa dalam mengembangkan atau memperkaya gagasan suatu soal lebih tinggi pada kelas eksperimen dari pada kelas kontrol. Sesuai dengan penelitian (Mubarikoh, 2. bahwa pada berpikir kreatif siswa diberikan permasalahan dan di dorong untuk mencari informasi yang diperlukan dalam menyelesaikan Siswa menghubungkan informasi yang diterima dengan pengetahuan sudah dimiliki untuk menemukan penyelesaian yang dianggap benar dari sebelumnya belum diketahui sehingga siswa dapat memperkaya gagasan. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Tuti Susanti. Hendrizal. Hafiz Hidayat: Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Creativity Thinking Skill pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar Se-Gugus 8 Bukittinggi KESIMPULAN Berdasarkan hasil dari pengembangan multimodul pembelajaran bahasa Indonesia berbasis PJBL kelas V SDN m yang telah peneliti lakukan sampai tahap praktikalitas, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: . Validitas modul pembelajaran bahasa Indonesia berbasis PJBL pada kelas V yang peneliti kembangkan telah memenuhi kriteria sangat valid dengan persentase sebesar 95,5%. Praktikalitas modul pembelajaran bahasa Indonesia berbasis PJBL pada kelas V yang peneliti kembangkan telah memenuhi kriteria sangat praktis digunakan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran sekaligus praktis digunakan oleh siswa. Hasil praktikalitas yang diperoleh dari angket respon guru memperoleh persentase 98% dengan kategori sangat praktis dan hasil angket respon siswa sebesar 84,7% dengan kategori praktis. Kemampuan berpikir kreatif dilihat dari nilai postest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan tabel pengujian terlihat bahwa pada indikator 1 yaitu berpikir orisinil memiliki nilai ratarata pada kelas kontrol sebesar 63,84 dengan kategori cukup kreatif, sedangkan pada kelas eksperimen nilai rata-rata sebesar 79,67. SARAN Berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan, peneliti menyarankan beberapa hal, yaitu . Bagi guru agar bisa menggunakan modul pembelajaran bahasa Indonesia pembelajaran berbasis PJBL sebagai salah satu alternatif dalam modul pembelajaran bahasa Indonesia . Bagi guru sebagai pendidik agar menggunakan modul pembelajaran bahasa Indonesia berbasis PJBL yang telah dikembangkan menjadi salah satu referensi untuk dikembangkannya pada materi lain. Bagi siswa, agar siswa lebih bisa memahami dengan biak tahapan-tahapan PjBL menumbuhkan rasa ingin tau lebih banyak hal lagi . Bagi kepala sekolah. kepala sekolah dapat merancang kebijakan berupa pelatihan, workshop atau in-house training yang fokus pada penerapan PjBL dalam pembelajaram bahasa Indonesia maupun mata pelajaran lain. Hal ini akan meningkatkan kompetensi guru dalam menggunakan pendekatan berbasis proyek. DAFTAR PUSTAKA