PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 Ilmu Nahwu Perspektif Filsafat Ilmu: Kajian Ontologi. Epistemologi, dan Aksiologi Dzikri Ahmad Fauzi 1. Rohanda 2. Abdul Kodir 3 UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Indonesia 95@gmail. com, rohanda@uinsgd. id, abdulkodir@uinsgd. Abstract: This research aims to examine the science of Nahwu from the perspective of the philosophy of science, focusing on the ontology, epistemology, and axiology of Nahwu. The method used is a descriptive method with data collection techniques in a qualitative form using a literature method that refers to relevant sources from scientific journals. The results show that ontologically. Nahwu focuses on the nature of Arabic grammatical rules that underlie the understanding of sacred texts. Epistemologically, this science develops through empirical . imA'. and logical . methods to formulate its rules. Meanwhile, axiologically. Nahwu provides great benefits in maintaining the authenticity of Islamic texts, supporting Arabic language education, and strengthening the Islamic scholarly tradition. This research contributes to enriching the knowledge treasury of Nahwu with a philosophical approach to science. This research only discusses Nahwu from the perspective of the philosophy of science, other researchers can continue this study from a different Keywords: Nahwu. Ontology. Epistemology. Axiology. Philosophy of Science. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ilmu nahwu dari perspektif filsafat ilmu, dengan fokus pada ontologi, epistemologi, dan aksiologi ilmu nahwu. Metode yang digunakan adalah metode deskripstif dengan teknik pengumpulan datanya dalam bentuk kualitatif dengan menggunakan metode pustaka yang mengacu pada sumber-sumber relevan dari jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara ontologis. Ilmu Nahwu berfokus pada hakikat aturan tata bahasa Arab yang mendasari pemahaman teks Secara epistemologis, ilmu ini berkembang melalui metode empiris . imAAo. dan logis . untuk menyusun kaidah-kaidahnya. Sementara itu, secara aksiologis. Ilmu Nahwu memberikan manfaat besar dalam menjaga otentisitas teks keislaman, mendukung pendidikan bahasa Arab, dan memperkuat tradisi keilmuan Islam. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya khazanah keilmuan tentang Ilmu Nahwu dengan pendekatan filsafat ilmu. Penelitian ini hanya membahas Ilmu Nahwu dari perspektif filsafat ilmu, peneliti lain dapat melanjutkan studi ini dari perspektif yang berbeda. Kata Kunci : Ilmu Nahwu. Ontologi. Epistemologi. Aksiologi. Filsafat Ilmu. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 Pendahuluan Ilmu Nahwu adalah cabang utama dalam ilmu bahasa Arab yang berperan strategis dalam menjaga keaslian teks-teks suci Islam, khususnya Al-QurAoan. Sebagai ilmu tata bahasa. Ilmu Nahwu memastikan pembacaan dan pemahaman teksteks tersebut sesuai dengan kaidah bahasa Arab yang benar. Ilmu ini lahir sebagai respons terhadap fenomena lahn . esalahan berbahas. yang muncul akibat penyebaran Islam ke berbagai wilayah non-Arab. Kesalahan dalam membaca teks keagamaan dianggap berpotensi mengubah makna, sehingga diperlukan sistem kaidah untuk menjaga keutuhan pesan yang terkandung dalam Al-QurAoan1. Pada tahap awal perkembangannya. Ilmu Nahwu terinspirasi oleh tradisi lisan Arab dan kebutuhan praktis menjaga bahasa Al-QurAoan. Selain itu. Ilmu Nahwu turut dipengaruhi oleh disiplin ilmu lain, seperti ilmu fikih dan filsafat. Misalnya, metode qiyas . yang digunakan dalam Ilmu Nahwu banyak mengambil pendekatan dari usul fikih, sementara pola pikir logis dalam taAolil . enjelasan sebab-akiba. menunjukkan pengaruh dari filsafat Yunani. Kendati demikian. Ilmu Nahwu tetap memiliki karakteristik unik yang menjadikannya bagian integral dari tradisi keilmuan Islam2. Dalam filsafat ilmu. Ilmu Nahwu dapat dianalisis melalui tiga dimensi utama: ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Ontologi membahas hakikat Ilmu Nahwu, yang meliputi objek kajiannya, yaitu aturan-aturan tata bahasa Arab yang berfungsi menjaga struktur bahasa dan makna teks keagamaan. Ontologi juga mencakup pandangan tentang bahasa Arab sebagai sistem yang terstruktur dan logis, yang menjadi medium utama bagi wahyu ilahi 3. Epistemologi Ilmu Nahwu berfokus pada cara memperoleh, mengembangkan, dan kaidah-kaidahnya. Sejarah menunjukkan bahwa Ilmu Nahwu disusun melalui pendekatan empiris dan logis. Para ulama mengamati pola bahasa Arab dari sumber otentik seperti Al-QurAoan dan tradisi lisan Arab . imAAo. , kemudian menyusunnya menjadi kaidah-kaidah sistematis melalui proses analogi . Pendekatan ini mencerminkan sinergi antara tradisi empirisme dan rasionalisme dalam metodologi keilmuan Islam4. Aksiologi Ilmu Nahwu membahas manfaat dan nilai praktis ilmu ini dalam kehidupan umat Islam. Peran utamanya adalah menjaga keaslian dan kesinambungan teks-teks Selain itu. Ilmu Nahwu mendukung pengajaran bahasa Arab di seluruh dunia, memperkuat pemahaman teks-teks agama, dan mendukung pembangunan tradisi literasi Dalam konteks modern. Ilmu Nahwu tetap relevan sebagai alat untuk menghubungkan generasi umat Islam dengan warisan keilmuan Islam yang otentik5. Dengan demikian, kajian terhadap Ilmu Nahwu dari perspektif ontologi, epistemologi, dan aksiologi memberikan pemahaman yang lebih luas tentang hakikat, metode, dan Pendekatan ini menegaskan bahwa Ilmu Nahwu tidak hanya merupakan alat linguistik, tetapi juga ilmu yang memiliki dimensi filosofis yang signifikan dalam membangun peradaban Islam berbasis keilmuan. Bahrum. Ontologi. Epistemologi, dan Aksiologi. Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman, 8. , 35Ae41. 1 Hairuddin. Akar Historis Lahirnya Ilmu Nahwu. al-MahAra: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 5. , 19Ae28. 2 Mahfud. Mengenal Ontologi. Epistemologi, dan Aksiologi dalam Pendidikan Islam. Cendekia: Jurnal Studi Keislaman, 4. , 83Ae89. Mahfud. Mengenal Ontologi. Epistemologi, dan Aksiologi dalam Pendidikan Islam. Cendekia: Jurnal Studi Keislaman, 4. , 83Ae89. 5 Hairuddin. Akar Historis Lahirnya Ilmu Nahwu. al-MahAra: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 5. , 19Ae28. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 Rumusan Masalah Bagaimana Ilmu Nahwu Perspektif Filsafat Ilmu: Kajian Ontologi. Epistemologi, dan Aksiologi?. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang Ilmu Nahwu Perspektif Filsafat Ilmu: Kajian Ontologi. Epistemologi, dan Aksiologi. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitik. Metode deskripstif analitik adalah sebuah metode yang dimanfaatkan untuk mendeskripsikan dan menganalisis data berupa pemerian bukan data yang berupa angka-angka6. Pendekatannya adalah pendekatan filsafat ilmu. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kalimat, wacana, dan teks yang berkaitan dengan Ilmu Nahwu dan bersumber dari buku dan jurnal-jurnal ilmiah yang relevan dengan topik pembahasan ini. Pendekatan penelitian yang digunkan adalah filsafat ilmu, yang mencakup kajian ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Proses analisis dilakukan dengan mengkaji isi secara mendalam, mengidentifikasi konsepkonsep utama, dasar, latar bealakang munculnya, dan menganalisis keterkaitannya menggunakan kerangka filsafat ilmu7 Pendekatan ini bertujuan untuk memahami hakikat, metode, dan nilai guna Ilmu Nahwu berdasarkan sumber-sumber otoritatif dan menempatkannya dalam perspektif Penelitian pengumpulan data lapangan, tetapi berfokus pada analisis teoretis yang mendalam terhadap literatur terkait. Data yang telah dikumpulkan dianalisis secara deskriptif-analitik. Dalam analisis ini, peneliti mendeskripsikan isi data dengan cermat dan mendalam, kemudian Rohanda. Rohanda. METODE PENELITIAN SASTRA: Teori. Metode. Pendekatan. Dan Praktik. Bandung. https://digilib. id/id/eprint/89761 7 Rohanda. Rohanda. Metode Penelitian Sastra: Teori. Metode. Pendekatan. Dan Praktik. Bandung: LP2M UIN Sunan Gunung Djati. https://digilib. id/id/eprint/89761 menganalisisnya berdasarkan prinsip-prinsip filsafat ilmu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam. Hasil analisis data kemudian dirumuskan menjadi simpulan yang menggambarkan temuan utama penelitian. Simpulan ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian Ilmu Nahwu dalam perspektif filsafat ilmu. Pembahasan dan Hasil Penelitian Filsafat ilmu merupakan cabang filsafat yang mempelajari hakikat, metode, dan tujuan ilmu pengetahuan. Tiga aspek utama dalam filsafat ilmu adalah ontologi, epistemologi, dan Ontologi membahas tentang hakikat realitas dan keberadaan. Dalam konteks filsafat ilmu, ontologi mempertanyakan apa yang menjadi objek pengetahuan dan bagaimana sifat dasar dari realitas tersebut. Epistemologi berfokus pada sumber, struktur, metode, dan validitas pengetahuan. Ini mencakup pertanyaan tentang bagaimana pengetahuan diperoleh, apa yang membedakan pengetahuan dari opini, dan bagaimana kebenaran dapat diverifikasi. Aksiologi berkaitan dengan nilai dan etika dalam ilmu pengetahuan. Ini mencakup pengetahuan digunakan, implikasi moral dari penerapan pengetahuan, dan tanggung jawab ilmuwan terhadap masyarakat. Sebagai contoh penerapan filsafat ilmu dalam pengembangan instrumen pengukuran, artikel berjudul "Development of Torrance Test Creative Thinking Verbal (TTCT-V) Instrument to Measure Students' Creative Thinking Skills and Arabic Creative Writing" pengembangan instrumen TTCT-Verbal untuk mengukur keterampilan berpikir kreatif siswa dan penulisan kreatif dalam bahasa Arab. 8 Fadhli Hafizh. Rohanda Rohanda, and Abdul Kodir. AoEpistimologi Ilmu Pengetahuan Dalam Perspektif John Locke Dan Al-GhazaliAo. Manthiq, 1.