Jurnal Peduli Masyarakat Volume 6 Nomor 3. September 2024 e-ISSN 2721-9747. p-ISSN 2715-6524 http://jurnal. com/index. php/JPM PKM PENGUATAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI BAGI GURU BAHASA INGGRIS SMP DI KABUPATEN DEMAK Sri Wahyuni*. Christianti Tri Hapsari. Fahrur Rozi. Didit Kurniadi. Oktianti Dwi Aryani. Awanda Bramantika Saqifanty. Dwi Herwindha Mahanani. Fahmi Alfiqri. Kholid Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Semarang. Sekaran. Gunung Pati. Semarang. Jawa Tengah 50229. Indonesia *sriwahyunifbs@mail. ABSTRAK Peningkatan kompetensi pedagogik menjadi penting bagi pendidik untuk menanggapi perubahan dunia Hal tersebut dapat direalisasikan melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi yang merupakan salah satu wujud nyata aplikasi kurikulum Merdeka. Pendekatan ini akrab bagi sebagian besar guru bahasa Inggris di Kabupaten Demak, namun mereka masih menghadapi banyak tantangan dalam proses pelaksanaannya. Merespon dan menindaklanjuti permasalahan yang ada, tim pengabdian masyarakat UNNES menawarkan sebuah solusi yaitu penerapan pendekatan pembelajaran inovatif dalam rangka penguatan kompetensi guru dengan berbasis pada permasalahan pembelajaran Bahasa Inggris di SMP Kabupaten Demak. Pengabdian dengan judul "Penguatan Kompetensi Pedagogik Guru Melalui Penerapan Model Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di SMP Kabupaten Demak" tidak hanya mencerminkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga berkontribusi positif terhadap implementasi model pembelajaran yang lebih adaptif dan inklusif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang untuk dilaksanakan dalam dua tahap. Pertama adalah kegiatan penyampaian materi melalui ceramah dan diskusi terkait teori, prinsip, elemen, manfaat dan tantangan pembelajaran berdiferensiasi. Tahap kedua adalah praktik penerapan materi dan pengetahuan yang telah diberikan pada sesi pertama. Survei kebermanfaatan pada mitra dilakukan dengan hasil positif di atas 90%. Evaluasi yang dilakukan berdasarkan umpan balik dari peserta menunjukkan respons positif dari mitra. Program ini diharapkan dapat diimplementasikan oleh peserta dalam pembelajaran di sekolah mereka masing-masing sehingga prestasi bahasa Inggris SMP Kabupaten Demak akan meningkat sesuai dengan standar, memenuhi berbagai kebutuhan belajar siswa, dan menciptakan lingkungan belajar yang dinamis. Kegiatan lanjutan dari program pengabdian ini akan terus berlangsung dan diawasi oleh tim serta mitra. Kata kunci: bahasa inggris. guru SMP. COMMUNITY SERVICE ON STRENGTHENING THE IMPLEMENTATION OF DIFFERENTIATED LEARNING FOR JUNIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS IN DEMAK REGENCY ABSTRACT Improving pedagogical competence is important for educators to respond the changes in the world of This can be realized through the implementation of differentiated learning which is one of the real manifestations of the implementation of Emancipated Learning. This approach is familiar to most English teachers in Demak Regency, but they still face many challenges in the implementation process. Responding to and understanding the existing problems, the UNNES community service team offers a solution, namely the implementation of an innovative learning approach to empower teacher competence based on the problems of English learning in junior high schools in Demak Regency. The service entitled "Strengthening Teacher Pedagogical Competence through the Application of Differentiated Learning Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group Models for English Junior High Schools Teachers in Demak Regency" not only reflects the urgent need to improve the quality of learning but also makes a positive contribution to the implementation of a more adaptive and inclusive learning model. This community service activity is designed to be carried out in two The first is the activity of delivering material through lectures and discussions related to the theory, principles, elements, benefits and challenges of differentiated learning. The second stage is the practice of applying the material and knowledge that has been given in the first session. A survey of the usefulness of the partners was carried out with positive results above 90%. The evaluation conducted based on feedback from participants showed a positive response from partners. It is expected that this program can be implemented by participants in learning in their respective schools so that the English achievement of Junior High Schools in Demak Regency will increase according to standards, meet various student learning needs, and create a dynamic learning environment. Follow-up activities of this community service program will continue and be expanded by the team and partners. Keywords: differentiated. English. junior high school teacher. PENDAHULUAN Kesadaran bahwa setiap siswa memiliki kebutuhan belajar, kemampuan, dan preferensi yang berbeda mendorong adanya transformasi di dunia pendidikan. Berdasarkan Kemendikbud Ristek nomor 262/M/2022 mengubah Keputusan nomor 56/M/2022 tentang pedoman penggunaan kurikulum dalam kerangka pemulihan pembelajaran mencetuskan AuKurikulum Merdeka pada Pendidikan Anak Usia Dini. Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah" sebagai regulasi kurikulum yang berlaku di sekolah. Kurikulum pembelajaran bahasa Inggris yang terus berkembang menimbulkan kesulitan baru bagi guru dalam hal menciptakan rencana pembelajaran dengan hasil optimal, pengajaran interaktif dan inovatif, serta menilai kemajuan siswa (Sofiana et al. , 2. Meskipun komitmen para guru sudah jelas, perlu pendekatan lebih efektif dalam mengajar karena sifat pedagogi yang dinamis. Tujuan keberhasilan akademik dengan keterlibatan bersama di Kabupaten Demak, terutama dalam pengajaran bahasa Inggris. Dalam pengabdian ini, penguatan penerapan model pembelajaran berdiferensiasi dalam pengajaran bahasa Inggris di SMP Kabupaten Demak menjadi fokus utama dalam peningkatan hasil pembelajaran para siswa. Hal tersebut karena model pembelajaran konvensional yang diterapkan secara universal seringkali belum optimal memenuhi kebutuhan setiap siswa karena berpusat pada kemampuan guru (Handayani, 2011. Mahfudz MS, 2. Hal tersebut mengakibatkan beberapa siswa merasa tertinggal materi, sementara yang lain tidak tertantang untuk pencapaian tertinggi. Sedangkan, tiap siswa memiliki beda tingkat kemahiran akuisisi belajar, paparan terhadap bahasa, dan kapasitas kognitif karena merupakan proses yang kompleks (Kapoh, 2. Oleh karenanya, tinjauan kritis terhadap kondisi saat ini menunjukkan perlu perubahan signifikan pada model pembelajaran dalam membantu memastikan pengajaran bahasa Inggris bersifat inovatif dan dapat beradaptasi memenuhi kebutuhan setiap siswa (Nefianthi et al. , salah satunya pembelajaran berdiferensiasi yang dicetuskan oleh Carol A Tomlinson Pembelajaran berdiferensiasi, terutama dalam hal pengajaran bahasa Inggris merupakan solusi mengajar berdasarkan kebutuhan, minat, dan gaya belajar individu setiap siswa (Barlian et al. Kelley et al. , 2018. Pasira, 2022. Shihab & Komunitas Guru Belajar, 2. Model pembelajaran berdiferensiasi bukanlah pendekatan konvensional, dan pengajar perlu lebih memahami bagaimana menerapkan prinsip-prinsipnya dengan efektif. Keberagaman siswa dapat difasilitasi dengan menerapkan model pembelajaran diferensiasi melalui berbagai aktivitas pembelajaran seperti proses, konten, produk, dan lingkungan belajar (Puspitasari et al. , 2020. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group Rigianti, 2. Akan tetapi, misunderstanding mungkin terjadi selama fase implementasi sebagai tantangan yang memperkuat urgensi program penguatan. Terlebih mayoritas guru belum terbiasa untuk membayangkan bagaimana menerapkan model pembelajaran berdiferensiasi (Fordyce, 2. Penguatan penerapan model pembelajaran berdiferensiasi bagi guru bahasa Inggris di SMP Kabupaten Demak tidak hanya menjembatani kesenjangan antara visi kurikulum dan implementasi nyata, tetapi juga memberikan sarana untuk merancang pengalaman belajar yang inklusif dan bervariasi. Dengan pemahaman mendalam penerapan model ini, diharapkan para guru dapat memberikan output pembelajaran yang lebih efektif dan mendorong SMP di Kabupaten Demak agar lebih mudah beradaptasi dengan sistem pendidikan bahasa Inggris yang lebih inovatif, fleksibel, dan berhasil seiring dengan perubahan kondisi pendidikan. Merujuk pada analisis situasi, terdapat dua kesimpulan, yakni: Kesadaran akan keberagaman kebutuhan belajar, kemampuan, dan preferensi siswa memotivasi transformasi dalam dunia pendidikan. Dalam konteks Indonesia, regulasi baru seperti "Kurikulum Merdeka" telah diperkenalkan untuk mengatasi tantangan dalam pengembangan kurikulum, terutama di bidang pengajaran bahasa Inggris dengan menggunakan pembelajaran diferensiasi. Meskipun komitmen guru terhadap keberhasilan siswa sudah jelas, sifat pedagogi yang dinamis memerlukan pendekatan yang lebih efektif dalam mengajar. Penerapan model pembelajaran berdiferensiasi dalam pengajaran dianggap sebagai solusi bagi guru untuk menyesuaikan pembelajaran berdasarkan kebutuhan, minat, dan gaya belajar Namun, terdapat tantangan dalam implementasinya, terutama karena mayoritas guru belum terbiasa dengan konsep ini. Sehingga, urgensi program penguatan model pembelajaran berdiferensiasi menjadi esensial. Tujuan PKM ini adalah untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru Bahasa Inggris di SMP Kabupaten Demak melalui penerapan model pembelajaran berdiferensiasi, yang merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka. PKM ini bertujuan untuk memberikan solusi praktis terhadap tantangan yang dihadapi guru dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi, serta memperkuat kemampuan guru dalam merespon kebutuhan belajar siswa yang beragam. Melalui kegiatan pelatihan dan praktik langsung, diharapkan guru dapat menerapkan model pembelajaran yang lebih adaptif dan inklusif, sehingga kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di SMP Kabupaten Demak meningkat sesuai dengan standar yang ditetapkan. Permasalahan Mitra Pembelajaran berdiferensiasi menjadi sangat penting dalam konteks kurikulum terbaru di Indonesia. Pembelajaran berdiferensiasi digunakan dalam Kurikulum Merdeka untuk mengakomodasi perbedaan individual siswa. Ini adalah pendekatan yang sistematis untuk membangun kurikulum dan metode pembelajaran yang sesuai untuk siswa yang beragam dalam kemampuan, minat, dan gaya belajar. Metode ini dimulai dengan memahami kebutuhan belajar anak (Sutalhis & Novaria, 2. Dengan pendekatan kurikulum yang lebih inklusif ini, pembelajaran berdiferensiasi memegang peranan krusial dalam menyesuaikan metode serta memastikan bahwa setiap siswa dapat belajar secara efektif sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka (Anwar & Sukiman, 2. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group Meskipun ada program pengembangan profesional yang dirancang untuk membantu guru bahasa Inggris mengadopsi dan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, guru masih menghadapi tantangan tertentu (Fauzi et al. , 2023. Halimah et al. , 2. Waktu tambahan diperlukan untuk mempersiapkan materi yang memenuhi kebutuhan belajar siswa yang berbeda. Hambatan psikologis, ketidaktertarikan siswa terhadap metode pembelajaran baru, dan kebingungan mengenai materi, metode, dan penilaian merupakan hambatan nyata dalam menggunakan metode ini secara efektif. Meskipun partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran berdiferensiasi sangat tinggi, namun adanya variasi tingkat partisipasi tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penggunaan metode ini di antara seluruh siswa. Upaya untuk menerapkan pendekatan ini secara konsisten semakin diperumit oleh faktor-faktor seperti keterbatasan sarana dan prasarana, variasi pemahaman siswa, dan kurangnya pemahaman siswa terhadap jenis media pembelajaran yang sesuai untuknya. Secara keseluruhan, pembelajaran yang terdiferensiasi memerlukan upaya kolaboratif dan dukungan yang lebih luas. Guru memerlukan lebih banyak waktu, sumber daya yang memadai, dan mengembangkan kemampuan untuk menyesuaikan metode mereka jenis sumber belajar dan aktivitas pembelajaran yang dapat diakses dan dijalankan oleh siswa dengan cara yang berbeda- beda (Sulistianingsih et , 2. Sehingga semua siswa dapat memperoleh manfaat penuh dari pendekatan pembelajaran ini. Tantangan dalam pemahaman, ketersediaan sumber daya, dan kesenjangan dalam implementasi menunjukkan bahwa diperlukan pendekatan yang lebih holistik dan dukungan yang lebih kuat dari seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan efektivitas metode pembelajaran ini. Oleh karena itu, pelatihan peningkatan keterampilan mengajar melalui penerapan model pembelajaran diferensiasi dalam pembelajaran bahasa Inggris di sekolah menengah di Kabupaten Demak menjadi sangat penting karena akan membekali guru dengan bekal dan pengetahuan yang diperlukan untuk mengatasi tantangan yang mereka hadapi selama proses pengajaran. Melalui pelatihan ini, mereka akan dapat menyesuaikan kurikulum dengan lebih efektif, menyajikan materi yang lebih beragam berdasarkan kebutuhan siswa, dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar (Widiastuti et al. , 2. Selain itu, pelatihan ini dapat memberikan strategi yang lebih baik untuk mengatasi kendala kehidupan nyata yang mereka temui sehari-hari, seperti manajemen waktu, adaptasi dokumen, dan penilaian lainnya, tergantung kebutuhan belajar masing-masing siswa. Oleh karena itu, pelatihan ini akan memberikan landasan penting bagi guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan bermakna bagi seluruh siswa. Solusi yang Ditawarkan Tim pengabdian kepada masyarakat UNNES menghadirkan solusi dengan melaksanakan penguatan kompetensi pedagogik guru melalui penerapan model pembelajaran berdiferensiasi dalam pembelajaran bahasa inggris di SMP Kabupaten Demak, berdasarkan analisis situasi dan permasalah mitra yang teridentifikasi. Fasilitator dari akademisi Pendidikan Bahasa Inggris UNNES dan tim pengabdian masyarakat akan memberikan pendampingan yang signifikan terhadap proses pelatihan. Terdapat standar keberhasilan dalam fokus penelitian ini, yakni: Meningkatkan tingkat pemahaman guru bahasa Inggris mengenai materi pelajaran, strategi, dan teknik pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan individu tiap siswa SMP di Kabupaten Demak. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group Profesionalisme guru dalam mengimplementasikan model pembelajaran berdiferensiasi dalam micro-teaching yang akan dilakukan oleh fasilitator melalui pengamatan dan evaluasi disertai umpan balik yang konstruktif bagi peningkatan kualitas pembelajaran. Guru yang telah melaksanakan program penguatan, mengembangkan kemampuan mereka dalam membuat video yang berfungsi sebagai demonstrasi proses pembelajaran berdiferensiasi dalam pembelajaran bahasa Inggris di setiap kelas melalui platform YouTube yang luas cakupannya, dan akan dievaluasi oleh para fasilitator. METODE Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan menerapkan dua metode yaitu ceramah dan diskusi. dan metode praktik. Metode Ceramah dan Diskusi Penggunaan metode ceramah bertujuan untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan kepada para peserta terkait konsep Pembelajaran Berdiferensiasi. Profiling Peserta Didik. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran berbasis DI (Differentiated Instructio. Tim pengabdi akan menyusun materi ajar yang dilengkapi dengan PowerPoint untuk mengimplementasikan metode ceramah ini. Program ini menggabungkan ceramah dan diskusi terkait konsep Pembelajaran Berdiferensiasi yang terdiri dari konten, metode, produk, dan lingkungan belajar yang mencerminkan paradigma Tomlinson (Tomlinson, 2. untuk efektivitas dan keberlanjutan program. Metode Praktik Metode praktik dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi praktek menyusun instrumen profiling peserta didik, praktek menganalisis hasil profiling peserta didik, praktek menyusun modul ajar atau rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis model pembelajaran berdiferensiasi. Model pembelajaran berdiferensiasi memiliki empat elemen penting: Konten, yaitu menyesuaikan materi pembelajaran dengan pemahaman dan kebutuhan siswa. Menggunakan sumber daya yang relevan dan menarik untuk merangsang gaya belajar yang bervariasi. Sementara dalam aspek proses, ini adalah aspek penyesuaian metode pengajaran untuk siswa yang beragam. Untuk memberikan pengalaman belajar yang beragam, guru dapat menggunakan metode ceramah, proyek, atau latihan berbasis masalah. Kemudian, aspek produk adalah memungkinkan siswa untuk menunjukkan pemahaman melalui berbagai produk akhir. Hal ini dapat berupa proyek seni, laporan tertulis, presentasi, atau tugas lain yang sesuai dengan keterampilan dan minat siswa. Terakhir, aspek lingkungan yang mendorong keberagaman dan inklusi di dalam kelas. Guru dapat memberikan materi sumber daya atau bantuan individu kepada siswa agar mereka merasa didukung dan dihargai. Adapun rancangan langkah-langkah kegiatan pengabdian masyarakat tahun 2024 dalam bentuk gambar yang dapat dilihat pada ilustrasi di bawah ini: Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group Gambar 1. Langkah-Langkah Kegiatan HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap Persiapan Kegiatan Tim Pengabdian kepada Masyarakat yang dipromotori Dr. Sri Wahyuni. Pd. Pd (Kaprodi S2 Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Semaran. mendapatkan hibah PKM LP2M Unnes dengan beranggotakan 8 orang yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan alumni. Anggota tersebut berasal dari unit yang beragam sehingga memperkaya pandangan dalam persiapan kegiatan ini. Nama-nama anggota kegiatan PKM tersebut ialah Christianti Tri Hapsari. Pd. Pd (Dosen S1 Pendidikan Bahasa Inggris Unne. Fahrur Rozi S. Pd. Pd. Ph. D (Dosen Bahasa Inggris di Fakultas Bahasa dan Sastra serta Fakultas Ekonomika dan Bisni. Didit Kurniadi (Mahasiswa S3 Ilmu Pendidikan Bahasa Unnes dan Dosen S1 Sastra Inggris Universitas AKI). Awanda Bramantika Saqifanty (Mahasiswa S2 Pendidikan Bahasa Inggris Unne. Dwi Herwindha Mahanani (Mahasiswa S2 Pendidikan Bahasa Inggris Unne. Fahmi Alfiqri (Mahasiswa S2 Pendidikan Bahasa Inggris Unne. Oktianti Dwi Aryani. Pd. Pd (Guru SMP N 2 Jamb. dan Kholid. Md (Staf Pendukung Kegiatan Pengabdia. Topik PKM yang didanai LP2M Unnes tersebut berjudul AuPenguatan Kompetensi Pedagogik Guru melalui Penerapan Model Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di SMP Kabupaten Demak. Ay Sasaran penguatan ini adalah guru-guru yang tergabung dalam MGMP Bahasa Inggris SMP Kabupaten Demak. Para pengajar bahasa Inggris berasal dari 38 SMP Negeri dan 44 SMP Swasta di wilayah Demak. MGMP bahasa Inggris SMP Kab. Demak yang diketuai oleh Zubaedah. Pd. Si (Guru SMP N 1 Gaja. menyatakan bersedia untuk bekerjasama dalam kegiatan ini pada Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group tanggal 13 Januari 2024. Pembina MGMP Bahasa Inggris SMP Demak. Sri Indah Widyastuti. Pd. Pd, juga menyetujui acara yang positif tersebut untuk para guru. Gambar 2. Tim PKM melakukan FGD Pra Kegiatan Hasil Survei Model pembelajaran berdiferensiasi menawarkan pendekatan yang lebih inklusif, memungkinkan guru untuk merespons gaya belajar yang berbeda-beda di antara siswa mereka. Sedangkan kabupaten Demak memiliki beragam kebutuhan pendidikan yang harus diakomodasi, terutama dalam konteks pembelajaran Bahasa Inggris. Pendekatan ini akrab bagi sebagian besar guru bahasa Inggris di Kabupaten Demak, namun mereka masih menghadapi banyak tantangan besar ketika diterapkan di kelas. Meskipun sebagian guru sudah memahami konsep ini, namun masih ada pula yang belum sepenuhnya memahami atau belum mengetahui tentang metode ini (Haryani et al. , 2. Hasil survei menunjukkan 75% mengenal pembelajaran berdiferensiasi, sedangkan hanya 58,3 % yang menerapkan pendekatan tersebut di kelas Bahasa Inggris mereka. Survei tersebut juga menunjukan 4 masalah utama dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran berdiferensiasi, yakni kesulitan menghadapi kesulitan psikologis, perbedaan kebutuhan, dan minat bakat siswa terhadap pembelajaran Bahasa Inggris itu sendiri (Fitriah & Widiyono, 2023. Witraguna & Jaya, 2. Permasalahan kedua ialah terkait dengan manajemen waktu oleh guru dalam menyiapkan media, materi dan daya dukung bagi pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi (Mahfudz MS, 2023. Supriana et al. , 2. Hal tersebut dipengaruhi juga oleh kurangnya fasilitas maupun sarana prasarana pengajaran yang ada (Yati et al. , 2. Masalah ketiga terdapat pada inti pelaksanan itu sendiri di mana terdapat mispersepsi dalam penerapannya oleh masingmasing guru sehingga terdapat perbedaan proses dan hasil antara satu sekolah dengan yang lainnya (Sari et al. , 2. Problematika keempat datang dari sisi pelaksanaan evaluasi oleh guru (Nadia et al. , 2. Guru mengalami kendala dalam memberikan evaluasi yang didasari oleh minimnya pemahaman atas bentuk materi serta metode pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi yang tepat. Materi dan Bahan Pelatihan Dalam perencanaannya. Tim PKM mempersiapkan dan menyediakan instrumen maupun materi yang akan digunakan dalam tahap selanjutnya . mplementasi kegiata. Bahan-bahan yang digunakan antara lain modul pembelajaran berdiferensiasi. PPT materi kegiatan, instrumen pre- Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group test dan post-test, contoh RPP pembelajaran berdiferensiasi, instrumen student profiling, serta sertifikat pelatihan bagi peserta yang mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Gambar 3. Bahan dan Kegiatan PKM Tahap Implementasi Kegiatan Tepat pada hari Sabtu, 29 Juni 2024. Tim PKM melaksanakan kegiatan pelatihan pertama yang dihadiri oleh Pembina dan Ketua MGMP Bahasa Inggris SMP Kabupaten Demak serta anggota guru dari berbagai sekolah. Pertemuan awal dilakukan secara daring dengan platform Zoom dari 00 hingga 12. Acara ini berisikan penyampaian materi pembelajaran berdiferensiasi serta pemberian modul dan instrumen model yang ditawarkan. Diskusi juga berjalan dengan baik. Salah satu guru menyampaikan bahwa permasalahan ada pada implementasi pembelajaran berdiferensiasi tersebut dengan berbagai gaya belajar siswa. Tim PKM memberikan jawaban serta menjelaskan instrumen student profiling guna menganalisis bagaimana siswa bisa dipetakan menurut aspek-aspek minat, gaya belajar, motivasi dan lain-lain. Selain itu, pre-test dilakukan guna mengukur sejauh mana para guru memahami pembelajaran berdiferensiasi. Hasil pre-test tersebut bisa menjadi petunjuk tim dalam memberikan materi berikutnya. Guru juga diberikan penugasan untuk melakukan asesmen diagnostik pada siswa serta mengisi kuesioner persepsi pembelajaran berdiferensiasi. Kegiatan ini dilanjutkan dengan kegiatan workshop luring pada akhir Juli 2024 di SMP N 1 Gajah. Demak. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group Gambar 4. Foto Kegiatan Implementasi Pertama Dilakukan Secara Daring Kegiatan selanjutnya dilakukan secara luring pada tanggal 31 Juli 2024 di SMP N 3 Demak. Kegiatan dimulai dengan sambutan ketua PKM, ketua MGMP Guru Bahasa Inggris Demak serta Pembina MGMP tersebut. Diskusi materi pembuka serta penerapan implementasi pembelajaran berdiferensiasi dilakukan oleh para peserta. Peserta kegiatan melakukan presentasi dan gagasan terkaitan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi. Kegiatan diakhiri dengan diskusi tanya jawab antara peserta dan pemateri serta penandatangan Kerjasama antara Prodi S-2 Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni dengan pihak MGMP Bahasa Inggris Demak. Gambar 5. Foto kegiatan secara luring Setelah melakukan pengabdian atau pelatihan sebagai solusi permasalahan mitra MGMP Bahasa Inggris Demak, tim PKM melakukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana program pengabdian yang dilaksanakan dengan hasil peningkatan lebih dari 80% terkait implementasi pembelajaran berdiferensiasi. Evaluasi dilakukan atau diukur melalui Pre-Test dan Pos-Test menggunakan Google Form sebagai uji yang dirancang sesuai dengan permasalahan dan solusi Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group yang ditawarkan. Survei kebermanfaatan pada mitra dilakukan dengan hasil positif di atas 90%. Evaluasi yang dilakukan berdasarkan umpan balik dari peserta menunjukkan respons positif dari Tim pengabdian menyediakan materi yang sesuai dengan kurikulum dan kondisi saat ini. Materi dan instrumen yang diberikan berbentuk softfile yang bisa disunting sesuai kebutuhan Diharapkan program ini dapat diimplementasikan oleh peserta dalam pembelajaran di sekolah mereka masing-masing. Kegiatan lanjutan dari program pengabdian ini akan terus berlangsung dan diawasi oleh tim serta mitra. Harapannya, hubungan yang saling menguntungkan antara tim dan mitra akan terus terjalin di masa depan. SIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang AuPenguatan Kompetensi Pedagogik Guru melalui Penerapan Model Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di SMP Kabupaten DemakAy memberikan hasil yang baik pada mitra khususnya guru bahasa Inggris SMP di Kabupaten Demak. Kegiatan ini diikuti oleh para peserta dengan rasa semangat yang besar dikarenakan berhubungan dengan pendidikan pembelajaran berdiferensiasi yang memungkinkan guru dan siswa lebih luwes dalam pelaksanaan pembelajaran. Mitra juga merasakan bahwa hasil produk atau oleh-oleh dari pengabdian ini sangat membuka wawasan para guru untuk lebih fleksibel dalam mengajar terutama di kurikulum merdeka dan kondisi saat DAFTAR PUSTAKA