At-TaAolim: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. ISSN (Prin. : 2460-5360 ISSN (Onlin. : 2548-4419 DOI: https://doi. org/10. 55210/attalim. PROYEK PENULISAN CERITA RAKYAT KABUPATEN PROBOLINGGO SEBAGAI KONSERVASI LITERASI LUMBUNG PENGETAHUAN Yuanita Widiastuti Universitas Negeri Malang aqlanzaim@gmail. Suyono Universitas Negeri Malang Suyono. Didin Widyartono Universitas Negeri Malang fs@um. Abstract Indonesia has its own story in every regional point. Unfortunately, the stories that have developed in society have not been preserved in the form of reading media. So the literacy potential that comes from folklore needs to be revitalized so that it can be read by people throughout the world and can be passed down from generation to generation. The project method carried out in four stages was proposed by researchers in this discussion. This method is carried out in the stages of determining sources, describing the plot, and imagining ideas. Researchers participate with students to make changes and encourage transformational action in folklore writing literacy. This activity is carried out in stages . introduction to folklore, . implementation plan, . presentation of each student's information about their area of origin, . preparation of the story framework, . writing of folklore and mentoring, . editing, . presentation of the work, . assessment of the manuscript, . submission of folklore to the village The project of writing folklore of Probolinggo Regency by students as an effort to conserve knowledge stores was carried out well. A total of 21 story titles were produced. These folk tales are also handed over to the village head in each village according to the story's origin. Folk tales are printed in banner form and displayed in the village office or local village library. Keywords: Project. Folklore writing. Literacy conservation. Storehouse of knowledge. Abstrak Indonesia memiliki cerita masing-masing di setiap titik daerah, sayangnya cerita yang berkembang di masyarakat tersebut belum dilestarikan dalam bentuk media bacaan. Maka potensi literasi yang berasal dari cerita rakyat perlu direvitalisasi agar dapat dibaca oleh masyarakat di seluruh dunia dan dapat diwariskan secara turun-temurun. Metode proyek yang Yuanita Widiastuti Suyono Didin Widyartono dilakukan dalam empat tahapan diusulkan oleh peneliti dalam bahasan ini. Metode tersebut dilakukan dengan tahapan penentuan narasumber, mendeskripsikan alur, dan mengimajinasikan Peneliti berpartisipasi bersama mahasiswa untuk melakukan perubahan dan mendorong aksi transformasi dalam literasi menulis cerita rakyat. Kegiatan tersebut dilakukan dengan beberapa tahapan . pengenalan cerita rakyat, . rencana pelaksanaan, . pemaparan penggalian informasi masing-masing mahasiswa tentang daerah asal, . penyusunan kerangka cerita, . penulisan cerita rakyat dan pendampingan, . penyuntingan, . presentasi karya, . penilaian naskah, . penyerahan cerita rakyat kepada kepala desa. Proyek penulisan cerita rakyat Kabupaten Probolinggo oleh mahasiswa sebagai upaya konservasi lumbung pengetahuan terlaksana dengan baik. Total terdapat 21 judul cerita yang dihasilkan. Cerita rakyat tersebut juga diserahkan kepada kepala desa masing-masing desa sesuai asal cerita. Cerita rakyat dicetak dalam bentuk banner dan dipajang di ruang kantor desa atau perpustakaan desa setempat. Kata kunci: Proyek. Penulisan cerita rakyat. Konservasi literasi. Lumbung pengetahuan. https://ejournal. id/index. php/attalim At-TaAolim: Vol. 10 No. Proyek Penulisan Cerita Rakyat Kabupaten Probolinggo Sebagai Konservasi Literasi Lumbung Pengetahuan PENDAHULUAN Beragam budaya melekat dan membumi di negara Indonesia. Wujudnya adalah kesatuan utuh dalam bentuk sikap, norma, gagasan, ilmu pengetahuan, dan kepercayaan (Fahmi, 2. Keragamannya menyebar di seluruh nusantara dalam bentuk tradisi lisan, bukan lisan, dan sebagian lisan (Kartikawatidan Satrijono, 2. Ketiga bentuk tradisi tersebut masuk dalam kategori folklor yang berkembang dan hidup di dalam lingkungan masyarakat. Cerita rakyat menjadi akar terlahirnya kesastraan saat ini terutama kisah yang muncul di setiap daerah (Halawa et al. , 2. Misteri yang lahir pada daerah tertentu membentuk karya sastra, karya sastra tersebut disebut dengan sastra lisan. Tradisi dan budaya yang termuat dalam sastra lisan dapat dijadikan sebagai pedoman bagi generasi muda. Cerita rakyat merupakan salah satu keanekaragaman karya sastra yang dapat dilestarikan dan diwariskan (Karim & Faridah, 2. Cerita rakyat adalah warisan dalam pelestarian ciri khas sebuah budaya yang berkembang turun-temurun di lingkungan masyarakat. Cerita rakyat terjadi dalam suatu daerah atau kawasan pada masa lampau (Saviraet al. , 2. Tradisi hidup dan ditemukan dalam cerita rakyat sebagai bentuk kreativitas pada hal etnik kehidupan masyarakat tradisional dalam keteguhan untuk menjaga budaya yang diwariskan secara turun-temurun (Amri et al. , 2. Cerita rakyat merupakan sebuah konstruk dalam pemikiran sang pemiliknya dan merupakan sebuah hasil dalam budaya kolektif pada suatu masyarakat (Kanzunnudin, 2. Perkembangan keadaan zaman yang berlangsung secara masif membawa berbagai dampak pada terjadinya kemerosotan keberadaan cerita rakyat di tengah-tengah masyarakat. Ketidakpedulian terhadap budaya, penggunaan gawai yang berlebihan, hingga tidak ada rasa atau keinginan untuk mewariskan budaya, menuturkan budaya, dan melestarikan budaya merupakan kenyataan yang dihadapi saat ini. Modernisasi rupanya menjadi faktor penyebab eksistensi kearifan lokal menjadi terkikis (Anggarista, 2. Budaya asing yang berkembang dengan pesat mulai menggeser rasa kecintaan terhadap budaya lokal atau budaya daerah. Film-film asing menjadi tontonan yang dirasa lebih menarik dibandingkan dengan film yang diproduksi oleh tangan-tangan terampil di tanah air. Terlebih saat ini akses internet semakin mempermudah generasi muda untuk mendapatkan tontonan. Budaya asing diterima dengan mudah bahkan kadangkala tanpa filter yang berarti. Cerita rakyat merupakan salah satu sarana yang hadir sebagai sebuah bentuk penggugah rasa cinta generasi muda terhadap kekayaan daerah lokal. Ada warisan kuno di dalamnya yang At-TaAolim: Vol. 10 No. Yuanita Widiastuti Suyono Didin Widyartono tersebar secara verbal dan tidak pernah diketahui pengarangnya (Jaelani & Praramdana, 2. Warisan budaya tersebut sudah selayaknya menjadi atribut jati diri yang tidak berbeda dan patut dilestarikan (Praramdana et al. , 2. Probolinggo sebagai daerah yang terletak pada wilayah tapal kuda menyimpan banyak cerita. Sebagai wilayah yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali atau biasa dikenal dengan sebutan jalur utama pantai utara. Probolinggo memiliki kekayaan budaya yang sangat khas dan berbeda dengan wilayah lain. Kekayaan budaya tersebut seperti cerita rakyat, makanan, bahasa, dan kesenian, hal tersebut berkembang dan tumbuh (Febriani & Sugiarto, 2. Salah satu perkembangan budaya yang terus mengakar di lingkungan masyarakat adalah cerita rakyat. Setiap titik wilayah Kabupaten Probolinggo memiliki cerita masing-masing. Biasanya hal tersebut akan menjadi kepercayaan atau pedoman dalam sebuah tatanan masyarakat. Sayangnya cerita yang berkembang di masyarakat tersebut belum dilestarikan dalam bentuk media bacaan. Maka potensi literasi yang berasal dari cerita rakyat tersebut perlu direvitalisasi agar dapat dibaca oleh masyarakat luas dan dapat diwariskan secara turun-temurun. Hal tersebut merupakan bentuk upaya konservasi lumbung pengetahuan daerah Kabupaten Probolinggo. Penelitian terdahulu dilakukan oleh Isnanda yang mengulas tentang pentingnya mempertahankan cerita rakyat melalui bimbingan teknis bercerita kepada ibu-ibu rumah tangga (Isnanda, 2. Abidin melakukan penulisan tentang revitalisasi dengan mengembangkan cerita rakyat yang dikemas dengan teknologi mixreality (Abidinet al. ,2. Selain itu Donganta juga melakukan penulisan dengan hasil yang dirumuskan dalam bentuk cerita ulang legenda berjudul Batu Hoda. Cerita tersebut direvitalisasi dengan penyajian dalam bentuk drama. Hasil penulisan tersebut menunjukkan cerita rakyat dengan ilustrasi yang dapat memudahkan masyarakat masuk kedalam alur cerita (Donganta, 2. Ardianti dan Hermanto 2022 melakukan penulisan dengan melakukan revitalisasi cerita rakyat sangkuriang dalam bentuk animasi. Sedangkan Amin melakukan penulisan dengan hasil yang menunjukkan bahwa melalui cerita rakyat daerah, karakter siswa dapat dibentuk dengan baik (Amin etal. , 2. Penulisan yang telah disebutkan mengkaji revitalisasi cerita rakyat yang memfokuskan pada satu topik cerita yang dikenal oleh masyarakat. Berbeda dengan kelima penulisan tersebut. Penelitian ini memperdalam kajian dengan melakukan revitalisasi penulisan cerita rakyat di lingkungan masyarakat yang selama ini belum muncul dan diketahui oleh masyarakat yang lain. At-TaAolim: Vol. 10 No. Proyek Penulisan Cerita Rakyat Kabupaten Probolinggo Sebagai Konservasi Literasi Lumbung Pengetahuan Penulis melakukan proyek penulisan dengan merevitalisasi cerita rakyat yang dilakukan dengan cara melakukan pembimbingan penulisan cerita rakyat. Penulisan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali cerita rakyat Kabupaten Probolinggo melalui pembimbingan. Penulisan cerita rakyat diharapkan dapat memberi manfaat kepada masyarakat Kabupaten Probolinggo agar tumbuh rasa kecintaannya terhadap cerita daerah lokal. Keberadaan cerita rakyat perlu diupayakan agar selalu lestari. Langkah progresif yang melibatkan generasi muda seperti mahasiswa dapat dilakukan untuk merevitalisasi budaya lisan. Proyek penulisan cerita rakyat Kabupaten Probolinggo merupakan konservasi lumbung pengetahuan yang berkembang dilingkungan masyarakat yang diwujudkan dalam literasi tulis. METODE Metode proyek dilakukan dengan metode penulisan partisipatif . articipatory action riset/PAR). Penulis berpartisipasi bersama mahasiswa untuk melakukan perubahan dan mendorong aksi transformasi dalam literasi menulis cerita rakyat. Tiga pilar dalam penulisan PAR yang dilakukan yaitu pertama metodologi penulisan, kedua dimensi aksi, dan ketiga dimensi partisipasi (Nurfauzan et al. , 2. Tujuannya adalah untuk membangun kesadaran generasi muda yaitu mahasiswa dalam membentuk cara pandang tentang kearifan lokal cerita daerah, dan membawa perubahan terhadap proses revitalisasi yang dilakukan. Pemecahan masalah dilakukan dengan metode proyek pembimbingan penulisan cerita rakyat Kabupaten Probolinggo. Pembimbingan tersebut dilakukan dengan tahapan yang sistematis untuk mencapai tujuan (Wagiati et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Penulis melakukan program pembimbingan proyek penulisan di Universitas Islam Zainul Hasan Genggong yang bertempat di Kelurahan Semampir. Kecamatan Kraksaan. Kabupaten Probolinggo. Adapun lini masa kegiatan dapat dicermati pada tabel berikut. Tabel 1. Lini Masa Kegiatan Proyek Pembimbingan Penulisan Cerita Rakyat Kabupaten Probolinggo Kegiatan Penyerahan Surat Resmi dari Kampus Kepada Wakil Direktur 1 Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Hari/Tanggal JumlahPeserta Minggu, 6 November 2022 At-TaAolim: Vol. 10 No. Yuanita Widiastuti Suyono Didin Widyartono Pemaparan Program Kegiatan Proyek Pembimbingan Penulisan Cerita Rakyat Kabupaten Probolinggo Kepada Dekan dan Kaprodi Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Penentuan Jadwal Pembimbingan Penulisan Cerita Rakyat Kabupaten Probolinggo dan Penyamaan Persepsi Program Bersama Dosen Pamong Pengenalan Cerita Rakyat Pemaparan Rencana Pelaksanaan Program Pemaparan Penggalian Informasi dari Masing-masing Mahasiswa tentang Cerita Rakyat di Daerah Asal Penyusunan Kerangka Cerita Rakyat Penulisan Cerita Rakyat . atu pertemuan minimal tiga paragra. Kunjungan Dosen Pembimbing Lapangan Pendampingan Penulisan Cerita Rakyat Pendampingan Penulisan Cerita Rakyat Pendampingan Penulisan Cerita Rakyat Pendampingan Penulisan Cerita Rakyat Pendampingan Penulisan Cerita Rakyat Presentasi Masing-masing Karya Penyuntingan Tulisan Pengajuan Penerbitan Buku Penyerahan Cerita Rakyat kepada Kepala Desa Asal Cerita yang Ditulis Penyusunan Laporan Kegiatan Penyerahan Laporan Kegiatan Senin, 14 November 2022 Selasa, 15 November 2022 Sabtu, 19 November 2022 Minggu, 20 November 2022 Senin, 21 November 2022 Selasa, 22 November 2022 Sabtu, 26 November 2022 Minggu, 27 November 2022 Senin, 3 Desember 2022 Minggu, 4 Desember 2022 Senin, 5 Desember 2022 Selasa, 6 Desember 2022 Sabtu, 10 Desember 2022 Minggu, 11 Desember 2022 Senin, 12 Desember 2022 Selasa, 13 Desember 2022 Rabu, 14 Desember 2022 Kamis, 15 Desember 2022 Penulis mengusulkan tiga langkah dalam proyek penulisan cerita rakyat. Langkah tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut, pertama penentuan narasumber, tahapan awal yang dilakukan oleh mahasiswa adalah dengan menentukan narasumber. Mahasiswa hendaknya menentukan narasumber sebagai informan yang dapat memberikan informasi tentang cerita At-TaAolim: Vol. 10 No. Proyek Penulisan Cerita Rakyat Kabupaten Probolinggo Sebagai Konservasi Literasi Lumbung Pengetahuan rakyat di daerah sekitar. Narasumber ini bisa dari orang-orang terdekat misalnya kakek, nenek, orang tua, kerabat, atau kepala desa. Jika narasumber bukan berasal dari keluarga terdekat, mahasiswa dapat memanfaatkan media sosial seperti whatsapp untuk melakukan penggalian Semua pertanyaan terkait dengan cerita rakyat di daerah tempat tinggal dapat dilakukan dengan cara mengirimkan pesan berupa pertanyaan kepada narasumber yang dituju. Kedua mendeskripsikan alur, tahapan deskripsikan alur adalah tahapan penyusunan Kerangka tersebut disusun oleh mahasiswa berdasarkan informasi yang didapatkan dari narasumber. Mahasiswa menyusun kerangka sebagai bentuk acuan penyusunan cerita rakyat yang akan dikembangkan sebagai bentuk adaptasi bebas. Ketiga mengimajinasikan gagasan, setelah narasumber ditentukan, mahasiswa memulai menyusun cerita berdasarkan deskripsi alur yang telah dilakukan. Mahasiswa bebas menentukan pola-pola pengembangan cerita, pada tahapan ini mahasiswa diminta oleh guru untuk membawa beberapa referensi cerita rakyat sebagai acuan, hal tersebut dilakukan untuk mempermudah penyusunan. Tahapan imajinasikan gagasan dimulai dengan penyusunan paragraf yang dalam setiap penyusunannya selalu dikonsultasikan kepada guru agar dalam pengembangan ceritanya lebih terarah. Setelah cerita usai disusun, langkah selanjutnya adalah pengecekan plagiasi. Hal ini dilakukan untuk menjaga originalitas karya mahasiswa. Program proyek penulisan cerita rakyat dilakukan oleh penulis dengan terlebih dahulu dengan melakukan focus grup discussion (FGD) bersama Dosen Universitas Islam Zainul Hasan Genggong yang terdiri dari Wakil Rektor 1. Dekan Tadris Bahasa Indonesia. Kaprodi Tadris Bahasa Indonesia, dan dosen pengajar Tadris Bahasa Indonesia. FGD dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi persoalan-persoalan yang muncul pada diri mahasiswa tentang pengetahuan, kebiasaan, hingga ketertarikan pada topik kearifan lokal. Setelah FGD dilakukan penulis menyampaikan program proyek penulisan kepada peserta FGD untuk menentukan solusi permasalahan yang muncul. Program tersebut dilaksanakan sebagai acuan penyelesaian masalah terkait minimnya rasa cinta dan kebanggaan terhadap cerita lokal daerah Kabupaten Probolinggo. Program proyek penulisan cerita rakyat tersebut merupakan program yang sejalan dengan mata kuliah pengantar sastra yang produk luarannya adalah sebuah karya cerita narasi. Maka cerita narasi tersebut difokuskan pada penulisan cerita rakyat Kabupaten Probolinggo berdasarkan tempat tinggal masing-masing mahasiswa. Mahasiswa dalam kegiatan pembimbingan penulisan At-TaAolim: Vol. 10 No. Yuanita Widiastuti Suyono Didin Widyartono cerita rakyat Kabupaten Probolinggo yang terdiri dari 23 mahasiswa semester 1 Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Zainul Hasan Genggong. Proyek pembimbingan penulisan cerita rakyat Kabupaten Probolinggo dilakukan sebagai upaya revitalisasi cerita lisan yang selama ini belum terjamah. Kegiatan tersebut dilakukan dengan beberapa tahapan . pengenalan cerita rakyat, . rencana pelaksanaan, . pemaparan penggalian informasi masing-masing mahasiswa tentang daerah asal, . penyusunan kerangka cerita, . penulisan cerita rakyat dan pendampingan, . penyuntingan, . presentasi karya, . penilaian naskah, . penyerahan cerita rakyat kepada kepala desa. Proyek kegiatan diawali dengan pemaparan materi cerita rakyat. Materi tersebut disajikan kepada 23 mahasiswa. Materi yang disajikan berisi tentang konsep cerita rakyat, struktur, serta ciri-ciri. Tayangan https://w. com/watch?v=YpcpY1zs6F8. Materi tersebut disusun sendiri oleh penulis sebagai pengantar kegiatan. Pada pemaparan materi dijelaskan tentang pentingnya merawat kekayaan budaya lokal berupa warisan lisan yang berupa cerita rakyat. Maka sudah selayaknya generasi muda melestarikan cerita rakyat agar tidak hilang tergilas zaman (Enggo dan Mahardika, 2. Beberapa contoh cerita rakyat yang ditulis oleh pemateri dalam bentuk buku dan sudah ber-ISBN juga disajikan kepada mahasiswa. Gambar 1 Kegiatan Pertama yaitu Pengenalan Materi Cerita Rakyat Kepada Mahasiswa Semester 1 Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Pada tahap selanjutnya dilakukan sosialisasi kegiatan. Sosialisasi tersebut tentang rencana pelaksanaan kegiatan proyek. Disajikan lini masa kegiatan untuk dipahami oleh seluruh mahasiswa selaku peserta. Pada kegiatan ini dilakukan sesi tanya jawab untuk menyamakan At-TaAolim: Vol. 10 No. Proyek Penulisan Cerita Rakyat Kabupaten Probolinggo Sebagai Konservasi Literasi Lumbung Pengetahuan Ditemukan adanya kendala dalam pelaksanaan sosialisasi yang dilakukan. Mahasiswa merasa tenggang waktu yang disiapkan oleh penulis terlalu singkat. Mereka menganggap hal tersebut tidak mungkin dapat dilaksanakan. Maka penulis meyakinkan kepada mahasiswa bahwa penulisan cerita rakyat dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Penulis menyampaikan bahwa dalam proses penulisan dilakukan pendampingan secara personal dan Tahapan ketiga adalah pemaparan penggalian informasi masing-masing mahasiswa tentang daerah asal. Pada tahap ini masing-masing mahasiswa diminta untuk menggali informasi tentang cerita rakyat di daerah tempat tinggal. Mahasiswa mencari narasumber yang dapat dijadikan sebagai informan seperti kepala desa atau tetua yang berada di desa. Setelah mendapatkan informasi dan melakukan pencatatan data, mahasiswa memaparkan temuannya kepada mahasiswa lain secara bergantian. Kemudian tahapan selanjutnya penyusunan kerangka Dalam penyusunan kerangka cerita dilakukan pendampingan oleh penulis agar hasil yang dilakukan lebih terarah. Pendampingan tidak hanya dilakukan secara tatap muka namun juga secara tidak langsung seperti melalui layanan whatssapp. Usai penyusunan kerangka cerita, tahapan selanjutnya adalah penulisan cerita rakyat. Penulisan cerita rakyat dilakukan oleh masing-masing individu secara mandiri. Dalam kegiatan ini mahasiswa dibimbing secara personal. Pembimbingan secara langsung dan tidak langsung. Pendampingan penulisan dilakukan selama lima minggu. Dalam pelaksanaan di lapangan, hasil yang diperoleh sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Terdapat 23 cerita rakyat selesai dalam kurun waktu tersebut. Penyuntingan dilakukan oleh penulis untuk memperbaiki naskah. Ditemukan beberapa penulisan yang tidak sesuai dengan kaidah kebahasaan seperti kesalahan penulisan huruf, kesalahan penulisan kata, kesalahan penulisan tanda baca, penyusunan kalimat yang tidak efektif, dan ketidakpaduan ide. Pemateri menyampaikan hasil temuan untuk diperbaiki oleh mahasiswa sehingga naskah cerita rakyat layak untuk dibaca oleh masyarakat Naskah yang telah disempurnakan dipresentasikan oleh mahasiswa kepada seluruh mahasiswa yang lain. Kegiatan presentasi tersebut bertujuan untuk membuka wawasan kepada mahasiswa lain tentang esensi cerita rakyat, pola-pola cerita, dan hal menarik yang muncul dalam cerita. Pada kegiatan presentasi mahasiswa sangat antusias. Tanya jawab pun muncul sebagai bentuk ketertarikan mahasiswa terhadap masing-masing cerita yang dihasilkan, 23 judul At-TaAolim: Vol. 10 No. Yuanita Widiastuti Suyono Didin Widyartono cerita muncul sebagai cerita baru yang dituliskan. Masukan-masukan dari mahasiswa digunakan sebagai acuan perbaikan dalam penyempurnaan naskah. Gambar 2 Presentasi Hasil Tulisan Cerita Rakyat Kabupaten Probolinggo Oleh Mahasiswa Semester 1 Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Tahapan selanjutnya adalah penilaian naskah. Naskah dinilai oleh pemateri berdasarkan rubrik yang telah ditetapkan. Rubrik tersebut disusun untuk menentukan kualitas karya yang Adapun rubrik penilaian dapat dicermati pada tabel 2. Tabel 2 Rubrik Penilaian Penulisan Cerita Rakyat Rubrik Isi Keaslian . Informasi yang disampaikan jelas dan memuat narasumber yang dapat dipercaya . da data narasumbe. Informasi yang disampaikan jelas namun tidak memuat . Informasi yang disampaikan cukup jelas dan memuat narasumber yang dapat dipercaya . da data narasumbe. Informasi yang disampaikan kurang jelas dan memuat narasumber yang dapat dipercaya . da data narasumbe. Informasi yang disampaikan kurang jelas dan tidak memuat Manfaat . Cerita dapat menginspirasi pembaca untuk melakukan hal-hal baik dengan pesan moral yang ditampilkan. Cerita yang ditampilkan cukup memberikan pesan moral. Cerita yang ditampilkan mengandung unsur kekerasan dan menyinggung SARA. Organisasi Karangan Skor At-TaAolim: Vol. 10 No. Proyek Penulisan Cerita Rakyat Kabupaten Probolinggo Sebagai Konservasi Literasi Lumbung Pengetahuan Tulisan yang dihasilkan memenuhi struktur penulisan cerita rakyat dan unsur intrinsik karya sastra. Tulisan yang dihasilkan cukup memenuhi struktur penulisan cerita rakyat dan unsur intrinsik karya sastra. Tulisan yang dihasilkan tidak memenuhi struktur penulisan cerita rakyat dan unsur intrinsik karya sastra. Kebahasaan Pilihan Kata . Menggunakan pilihan kata yang tepat. Menggunakan beberapa pilihan kata yang tepat namun di beberapa paragraf ada penggunaan kata-kata yang kurang sesuai dengan konteks cerita. Menggunakan banyak pilihan kata yang kurang sesuai dengan konteks cerita. Kalimat . Menggunakan kalimat efektif. Menggunakan kalimat efektif di beberapa paragraf namun pada paragraf lainnya menggunakan kalimat yang tidak efektif. Dominan menggunakan kalimat yang tidak efektif. Ejaan . Menggunakan ejaan sesuai dengan kaidah. Pada beberapa bagian menggunakan ejaan sesuai dengan kaidah namun pada beberapa bagian yang lain tidak sesuai dengan . Dominan tidak sesuai dengan kaidah penulisan ejaan. Proses penyusunan cerita rakyat dilakukan dengan penggunaan cara berpikir kritis. Mahasiswa berasal dari elemen yang dibimbing oleh pemateri dengan mengedepankan originalitas ide. Proyek penulisan yang dilakukan melibatkan nalar kritis mahasiswa untuk menggabungkan ide dalam melakukan eksplorasi hingga menghasilkan cerita rakyat sebagai produknya (Putri & Suryani, 2. berikut rekaman hasil penilaian dapat dicermati pada tabel 3 berikut Tabel 3 Rekapitulasi Penilaian Penulisan Cerita Rakyat Mahasiswa Mahasiswa 1 Mahasiswa 2 Mahasiswa 3 Mahasiswa 4 Mahasiswa 5 Mahasiswa 6 Mahasiswa 7 Mahasiswa 8 Mahasiswa 9 Skor At-TaAolim: Vol. 10 No. Yuanita Widiastuti Suyono Didin Widyartono Mahasiswa 10 Mahasiswa 11 Mahasiswa 12 Mahasiswa 13 Mahasiswa 14 Mahasiswa 15 Mahasiswa 16 Mahasiswa 17 Mahasiswa 18 Mahasiswa 19 Mahasiswa 20 Mahasiswa 21 Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui bahwa produk cerita rakyat yang dihasilkan oleh mahasiswa sangat berkualitas. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pembimbingan yang dilakukan oleh pemateri terlaksana dengan baik. Produk cerita rakyat yang dihasilkan oleh mahasiswa sebagai berikut diantaranya, asal mula Desa Nogosaren, asal usul Desa Jurang Jero, asal usul Desa Pikatan, asal usul Desa Sentong, cerita rakyat Karanggeger, asal usul Desa Pohsangit, asal usul Desa Bulu Pandak, asal usul Desa Krejengan, asal mula Desa Pedagangan, asal usul Desa Krobungan, asal usul Desa Dawuhan, asal usul Desa Duren, asal mula nama Desa Opo-Opo. Legenda Bunga Lo, asal usul Desa Kertosono, asal usul Desa Kuripan, sejarah Desa Gununggeni. Sumbar dan Dawi, asal usul Desa Delowong, asal usul Desa Jatiadi, asal usul Danau Ronggojalu. Dari total 23 mahasiswa yang dibimbing, 2 mahasiswa tidak dapat menyelesaikan cerita rakyat sesuai dengan tenggang waktu yang ditetapkan. Dua mahasiswa tersebut mengalami kendala yaitu mengalami gangguan kesehatan sehingga tidak memungkinkan untuk menyelesaikan tugas cerita rakyat. Semua tugas cerita rakyat yang dihasilkan oleh mahasiswa dicetak dan dibukukan secara mandiri oleh pemateri. Penyuntingan dilakukan secara berkala untuk diterbitkan sehingga bisa ber-ISBN. Tindak lanjut tugas cerita rakyat yang dilakukan dengan pembuatan banner cerita rakyat. Setiap cerita rakyat yang dihasilkan dicetak untuk diserahkan kepada kepala desa setempat. Sebelum dilakukan penyerahan, terlebih dahulu mahasiswa melakukan konfirmasi kepada kepala desa terkait dengan ukuran peletakan banner. Setelah ada kepastian tentang ukuran, banner dicetak dan diserahkan kepada kepala desa. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan, masyarakat At-TaAolim: Vol. 10 No. Proyek Penulisan Cerita Rakyat Kabupaten Probolinggo Sebagai Konservasi Literasi Lumbung Pengetahuan desa mengetahui warisan lisan yang telah dituliskan oleh generasi muda desa setempat. Selain itu pemajangan banner cerita rakyat diharapkan semakin menumbuhkan rasa kecintaan terhadap daerah asal. Gambar 3 Penyerahan Banner Kepada Kepala Desa Krejengan Proyek penulisan cerita rakyat yang dilakukan ini memiliki kesamaan dengan proyek penulisan yang dilakukan (Novitasari, 2. Novitasari melakukan proyek penulisan dengan melakukan pembimbingan penulisan cerita pendek dan penulisan puisi serta publikasi bagi pemuda di daerah Situbondo. Kesamaannya adalah tema yang diangkat berfokus pada kearifan lokal daerah tempat tinggal mahasiswa. Selain itu cerita rakyat yang dihasilkan juga dibukukan. Perbedaannya terletak pada tindak lanjut hasil cerita rakyat. Proyek penulisan ini menghasilkan cerita rakyat yang bukan hanya sekedar dibukukan namun juga dilakukan tindak lanjut dengan membuat banner cerita rakyat yang diserahkan kepada masing-masing kepala desa. Banner yang berisi cerita rakyat tersebut dipajang di ruang kantor desa atau perpustakaan desa. KESIMPULAN Proyek pembimbingan penulisan cerita rakyat Kabupaten Probolinggo yang dilakukan sebagai upaya revitalisasi cerita lisan terlaksana dengan baik. Dari 23 mahasiswa terdapat 2 mahasiswa tidak dapat menghasilkan cerita rakyat sesuai dengan tenggang waktu yang ditetapkan dikarenakan mengalami gangguan kesehatan. Total 23 judul cerita rakyat yang dihasilkan oleh mahasiswa dan dibukukan. Cerita rakyat tersebut juga diserahkan kepada kepala desa di masing-masing desa sesuai asal cerita. Cerita rakyat dicetak dalam bentuk banner dan dipajang di ruang kantor desa atau perpustakaan desa setempat. At-TaAolim: Vol. 10 No. Yuanita Widiastuti Suyono Didin Widyartono DAFTAR PUSTAKA