Prosiding KONSTELASI Vol. 2 No. Juni 2025 Sistem Informasi Pengelolaan Rawat Inap pada Klinik BPM (Bidan Praktik Mandir. Berbasis Web Carissa Komala Sari*1. Ahmad Lutfi2. A Hamdani3 Teknologi Informasi. Universitas Ibrahimy Sistem Informasi. Universitas Ibrahimy E-mail: carisacr17@gmail. com1, ahmadlutfi. 14@gmail. kidz88@gmail. Abstrak. Sistem informasi dapat menyajikan data akurat, efektif dan efisien dalam berbagai bidang aspek kehidupan, termasuk dalam pemerintahan, pendidikan, ekonomi, dan Kesehatan. Informasi merupakan hal terpenting bagi seorang pengguna pada suatu sistem dalam melakukan proses pendataan pasien, mencatat pendaftaran, perawatan, pembelian obat dan biaya pembayaran rawat inap. Klinik mandiri, sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama, memiliki peran strategis dalam menyediakan layanan rawat inap dengan kualitas yang dapat diandalkan, terutama bagi masyarakat di daerah yang sulit menjangkau rumah sakit besar seperti di pedesaan. Kebutuhan akan layanan rawat inap di klinik mandiri semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah pasien yang memerlukan perawatan lanjutan sehingga banyak masyarakat yang memilih klinik mandiri karena lokasinya yang dekat, biaya yang relatif lebih terjangkau, serta waktu pelayanan yang lebih fleksibel dibandingkan rumah sakit besar, dalam pengelolaan rawat inap menjadi kunci utama untuk memastikan pelayanan yang efektif dan efisien sesuai dengan standar medis, pemeriksaan dilakukan sesuai dengan perundang-undangan, klinik harus berada pada Lokasi yang mudah untuk akses rujukan dan memperhatikan aspek Kesehatan lingkungan. Kata kunci: Sistem Informasi. Rawat Inap. Bidan Praktik Mandiri (BPM). Abstract. Information systems can present accurate, effective and efficient data in various aspects of life, including government, education, economy, and health. Information is the most important thing for a user in a system in carrying out the patient data collection process, recording registration, treatment, drug purchases and inpatient payment costs. Independent clinics, as first-level health facilities, have a strategic role in providing inpatient services with reliable quality, especially for people in areas that are difficult to reach large hospitals such as in rural areas. The need for inpatient services at independent clinics is increasing along with the increasing number of patients who need further care so that many people choose independent clinics because of their close location, relatively more affordable costs, and more flexible service times compared to large hospitals, in managing inpatient care is the main key to ensuring effective and efficient services in accordance with medical standards, examinations are carried out in accordance with legislation, clinics must be in locations that are easy to access for referrals and pay attention to environmental health aspects. Keywords: Information Systems. Inpatient Care. Independent Midwives (BPM). Prosiding KONSTELASI Vol. 2 No. Juni 2025 Pendahuluan Perkembangan teknologi memberikan banyak dampak positif seperti kemudahan dan kecepatan dalam mengakses informasi di berbagai bidang termasuk dibidang Kesehatan yang bisa semakin optimal, . Sistem informasi merupakan sumber daya alam utama yang mempunyai nilai strategis dan mempunyai peranan yang sangat penting sebagai daya saing kompetensi utama sebuah organisasi. Sistem informasi merupakan prosedur pemrosesan data berdasarkan teknologi informasi dan diintegrasikan dengan prosedur manual dan prosedur yang lain untuk menghasilkan informasi yang tepat waktu serta akurat dan efektif untuk mendukung proses pengelolaan manajemen. Bidang Kesehatan memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di daerah pedesaan. Sistem Informasi merupakan alat untuk menyajikan informasi sehingga bermanfaat bagi penerima, dan didefinisikan sebagai Komponen-komponen elemen yang saling berkaitan dan terintegrasi yang dapat membentuk sebuah informasi. Pengelolaan rawat inap di klinik merupakan salah satu aspek penting dalam pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk memberikan perawatan medis, kenyamanan, dan keamanan bagi pasien yang membutuhkan penanganan intensif. Klinik mandiri, sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama, memiliki peran strategis dalam menyediakan layanan rawat inap dengan kualitas yang dapat diandalkan, terutama bagi masyarakat di daerah yang sulit menjangkau rumah sakit besar seperti di pedesaan. Kebutuhan akan layanan rawat inap di klinik mandiri semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah pasien yang memerlukan perawatan lanjutan sehingga banyak masyarakat yang memilih klinik mandiri karena lokasinya yang dekat, biaya yang relatif lebih terjangkau, serta waktu pelayanan yang lebih fleksibel dibandingkan rumah sakit besar, dalam pengelolaan rawat inap menjadi kunci utama untuk memastikan pelayanan yang efektif dan efisien sesuai dengan standar medis yang Salah satu fasilitas kesehatan yang berperan aktif dalam memberikan layanan kesehatan di tempat tersebut adalah Bidan Praktik Mandiri (BPM) merupakan tempat pelayanan kesehatan Masyarakat yang berlokasi di Dusun Manggis, yang dikelola oleh bidan untuk memberikan pelayanan pengobatan pasien. BPM ini melayani empat perawatan yaitu rawat inap sementara, rawat jalan, sunnatan, dan persalinan secara normal. Untuk bagian persalinan, pasien akan ditangani oleh bidan yang sudah profesional dalam melakukan tugasnya. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, permasalahan yang terjadi dalam pengelolaan data pasien yang sakit, pendataannya ditulis di buku besar sehingga proses pengelolaan rawat pasien tidak terkontrol dengan baik, proses pencarian data pasien membutuhkan waktu yang lama dan rentan kehilangan data, serta ketidakakuratan dalam proses pelaporan pengelolaan, proses BPM tidak memiliki suatu sistem informasi secara terkomputerisasi untuk memberikan informasi lengkap terhadap pengelolaan data pasien. Dalam penelitian ini untuk merancang sistem informasi pengelolaan rawat inap pada klinik BPM berbasis web untuk mempermudah dan membantu meningkatkan ketelitian, keakuratan dari data, serta mempermudah manajemen dalam proses pencatatan, penyimpanan, dan pencarian data yang telah disimpan. Metode Penelitian Metode yang digunakan untuk merancang dan membangun sistem informasi pengelolaan rawat inap pasien di BPM (Bidan Praktik Mandir. Dusun Manggis Desa Perreng Kabupaten Bangkalan berbasis web sebagai berikut, yaitu termasuk metode penelitian lapangan/ (Field researc. yaitu Ausuatu penelitian yang akan dilakukan secara sistematis dengan mengangkat data yang ada di lapanganAy. 1 Teknik Pengumpulan Data Pemecahan suatu masalah yang dikaji berdasarkan penggambaran keadaan sebuah subjek atau objek yang terjadi, serta sesuai dengan kebenaran atau fakta yang ada di lapangan. Adapun teknik untuk mengumpulkan data yang digunakan penulis yaitu: Observasi Observasi yang akan dilakukan penulis melalui pengamatan langsung atau observasi dengan mengamati dan mencatat secara sistematis terhadap obyek yang diamati di BPM (Bidan Praktik Mandir. Dusun Manggis Desa Perreng Kabupaten Bangkalan untuk mendapatkan data-data Prosiding KONSTELASI Vol. 2 No. Juni 2025 mentah yang didapat serta akan meninjau ulang semua catatan untuk memastikan keakuratan data pasien. Mengamati proses bidan dalam memberikan pelayanan, termasuk pemeriksaan kehamilan, imunisasi, dan tindakan medis lainnya. Dengan demikian, hasil analisis dapat digunakan untuk memahami kondisi di BPM secara objektif dan mendalam, sekaligus menjadi dasar untuk pengembangan atau penelitian lebih lanjut. Wawancara Wawancara yang akan secara langsung dilakukan pada Bidan di BPM (Bidan Praktik Mandir. Dusun Manggis Desa Perreng Kabupaten Bangkalan untuk mengetahui proses pengelolaan data pasien yang sedang berjalan di BPM (Bidan Praktik Mandir. Dusun Manggis Kabupaten Bangkalan, serta kendala-kendala apa saja yang dihadapi pada sistem yang sedang berjalan dan hal-hal lain yang penulis butuhkan yang berkaitan dengan penelitian ini. Studi Literatur Pada tahap ini peneliti melakukan pengumpulan data yang berhubungan dengan penelitian berdasarkan teori-teori dasar yang mendukung pengembangan sistem yang berasal dari materimateri yang sudah ada. baik berupa buku-buku, jurnal-jurnal, website dan lain sebagai referensi yang berkaitan dengan permasalahan yang ada di BPM. Landasan Teori 1 Sistem Informasi Sistem informasi adalah aplikasi komputer untuk mendukung operasi dari suatu organisasi, baik operasi, instalasi, perawatan komputer, perangkat lunak, dan data. Serta sekumpulan dari software, hardware, barinware, prosedur, atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat untuk memecahkan masalah dan pengambilan keputusan . Sistem informasi adalah Kumpulan beberapa karakteristik atau sifat yang terdiri dari komponen sistem. Batasan sistem, lingkungan luar sistem, penghubung sistem, masukan sistem, keluaran sistem, pengolahan sistem, masukan sistem, data yang dilah menjadi lebih berguna bagi penerimanya dalam proses pengambilan Keputusan mengenai suatu keadaan, jaringan komunikasi dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah serta menyebarkan informasi . 2 Rawat Inap Rawat inap (Nursing Service. adalah pelayanan yang diberikan kepada pasien rawat inap yang menempati tempat tidur keperawatan untuk observasi, diagnosis, pengobatan, rehabilitasi medik, dan pelayanan medik lainnya. Pelayanan rawat inap merupakan pelayanan medis utama dan merupakan tempat untuk interaksi antar pasien yang berlangsung dalam waktu yang lama . Rawat inap adalah pelayanan kesehatan pada pasien untuk keperluan observasi, diagnosa, perawatan, pengobatan, rehabilitasi, medik, dan pelayanan kesehatan lainnya dengan menempati ruang Selain itu rawat inap juga dapat diartikan sebagai tindakan perawatan yang dilakukan secara rutin oleh pasien dengan pemantauan seorang tim medis di ruang perawatan dan akan diperkenankan pulang ke rumah setelah dinyatakan sehat oleh seorang tim medis . 3 Klinik Klinik adalah salah satu fasilitas pelayanan kesehatan, selain rumah sakit dan puskesmas, yang sangat penting dalam penyelenggaraan pelayanan medis dasar dan atau medis spesialistik oleh tenaga kesehatan perorangan untuk masyarakat sebagai pasien, di mana prosesnya akan dipantau oleh satu atau beberapa tenaga medis, seperti dokter, dan tenaga kesehatan tambahan lainnya, seperti perawat dan bidan. Klinik adalah sebuah fasilitas medis, biasanya lebih kecil daripada rumah sakit, di mana pasien menerima perawatan serta menyediakan perawatan medis, biasanya terletak di luar rumah sakit . Praktik mandiri bidan adalah tempat pelaksanaan rangkaian kegiatan pelayanan kebidanan yang dilakukan oleh bidan, pemeriksaan dilakukan sesuai dengan perundang-undangan, klinik harus berada pada Lokasi yang mudah untuk akses rujukan dan memperhatikan aspek Kesehatan lingkungan . Prosiding KONSTELASI Vol. 2 No. Juni 2025 4 MySql MySql didefinisikan sebagai sebuah program database server yang mampu menerima dan mengirimkan datanya dengan sangat cepat, multi-user serta menggunakan perintah standar SQL (Structured Query Languang. MySql merupakan jenis database yang diminati, karena mudah digunakan, serta database mysql merupakan suatu perangkat lunak database yang berbentuk database relasional atau sering disebut dengan RDBMS (Relation Database Management Syste. 5 Website Website adalah halaman yang ditampilkan di internet yang memuat informasi tertentu, keseluruhan halaman-halaman web yang terdapat dalam sebuah domain yang mengandung informasi, gambar, animasi, suara atau gabungan dari semuanya baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian yang saling terkait. Website dapat diartikan salah satu aplikasi yang berisikan dokumen - dokumen multimedia . eks, gambar, suara, animasi, vide. di dalamnya menggunakan protokol HTTP (Hypertext Transfer Protoco. dan untuk mengaksesnya menggunakan perangkat lunak yang disebut browser. Metode Penelitian Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode system development life cycle (SDLC) atau waterfall, yang digunakan untuk mengembangkan, memelihara dan menggunakan sistem informasi. Pengembangan sistem yang lebih cepat dapat dicapai dengan peningkatan siklus hidup dan penggunaan peralatan pengembang berbasis komputer, yang pada setiap tahap dalam metode ini harus diselesaikan sepenuhnya sebelum tahap berikutnya. Gambar 1. Sistem Development Life Cycle / Waterfall Tahap-tahap dari model pengembangan Sistem Development Life Cycle yaitu: Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak Tahapan metode Sistem Development Life Cycle/ . yang pertama adalah mempersiapkan dan menganalisis kebutuhan dari sistem Pengelolaan Rawat Inap Pada Klinik BPM. Desain Tahap yang selanjutnya adalah pembuatan desain sistem sebelum masuk pada proses Tujuan dari tahap ini, supaya mempunyai gambaran jelas mengenai tampilan dan antarmuka software pada sistem informasi pengelolaan rawat inap pada klinik BPM. Implementasi Tahapan metode Sistem Development Life Cycle/ . yang berikutnya adalah implementasi kode program dengan menggunakan berbagai tools dan bahasa pemrograman sesuai dengan kebutuhan. Integrasi dan Uji Coba Pada tahap ini, akan dilakukan penggabungan modul yang sudah dibuat pada tahap sebelumnya. Operasi dan Perbaikan Setelah dilakukan pengujian sistem, maka akan masuk pada tahap produk dan pemakaian perangkat lunak oleh pengguna . Untuk proses pemeliharaan, memungkinkan pengembang untuk melakukan perbaikan terhadap kesalahan yang ditemukan pada sistem setelah digunakan oleh user . Prosiding KONSTELASI Vol. 2 No. Juni 2025 Hasil dan Pembahasan Perancangan sistem dilaksanakan dengan tujuan memahami urutan informasi dan proses yang berlangsung dalam sebuah aplikasi sebelum dibangun. Dalam perancangan sistem ini, akan dibuat suatu gambaran sistem secara keseluruhan melalui Context Diagram dan Data Flow Diagram level 1. Analisis Proses Analisis proses. Pengelolaan Rawat Inap pada Praktik Bidan Mandiri berperan penting untuk melayani Kesehatan Masyarakat dan meningkatkan perawatan yang tepat dan tepat pada pasien untuk memastikan pelayanan yang efektif dan efisien. Pendataan pemeriksaan Pasien . Diagnosa Pasien yang ditangani . Penyampaian Laporan pada pemilik klinik Diagram Konteks Diagram Konteks atau Context Diagram merupakan bagian tingkat atas dari Data Flow Diagram (DFD) yang digunakan untuk menentukan batasan sistem dalam suatu pemodelan. Diagram ini berfungsi untuk menunjukkan hubungan antara sistem dan entitas eksternal yang berinteraksi dengannya, sekaligus menggambarkan aliran data masuk dan keluar. Langkah awal yang harus dilakukan dalam membuat Context Diagram adalah mengidentifikasi jumlah dan jenis entitas eksternal yang berhubungan dengan sistem. Context Diagram untuk Sistem Informasi Pengelolaan Rawat Inap Pada Klinik BPM (Bidan Praktik Mandir. dapat divisualisasikan seperti contoh gambar Resepsionis( Petugas Pendaftara. [Pemeriksaan Fisi. [Input Data Pasie. [Input Nota(Penangana. ] SI Pengelolaan Rawat Inap BPM [Input Anamnes. [Diagnosa Penyaki. [Resep (Oba. ] [KIUP. Keluha. [Resep (Oba. ] [Lapora. Pasien [Nota Pembayara. Pemilik Klinik Gambar 2. Context Diagram Bidan Prosiding KONSTELASI Vol. 2 No. Juni 2025 Data Flow Diagram Resepsionis( Petugas Pendaftara. Bidan [Input Data pasie. Pendaftaran [Input Anamnes. TB_User TB_Pasien TB_Pengobatan Master [Resep Oba. Data Pemeriksaan [Oba. Pasien [Nota Pembayara. Transaksi Pemilik Klinik [Verifikasi Lapora. Pelaporan Gambar 3. Data Flow Diagram Level 1 Implementasi Sistem Informasi . Tampilan Login Form Login dibuat untuk memvalidasi user untuk hak akses terhadap aplikasi SI Pengelolaan Rawat Inap BPM, input dari form login yaitu username dan password, admin untuk hak akses ke menu admin, apabila sesuai dengan verifikasinya maka sistem akan berjalan sesaui Akun akan divalidasi Ketika button login di click. Form login dirancang untuk mencegah akses oleh orang yang tidak memiliki wewenang atau hak akses, dengan membatasi hak akses hanya pada pihak yang berwenang, form login membantu menjaga keamanan data pasien dan penyalahgunaan informasi, yang ditunjukkan pada Gambar 4 berikut: Gambar 4. Tampilan Form Login . Form Dashboard Dashboard merupakan tampilan utama dalam sistem. Pengguna yang berperan sebagai admin akan melihat Gambaran umum mengenai data yang terdapat pada setiap bagian penting dalam Tujuan dari tampilan ini adalah untuk memberikan informasi yang mudah dipahami dan cepat diakses mengenai data yang ada di dalam sistem, hal ini akan membantu admin dalam mengelola sistem dengan lebih efektif dan efisien, serta membuat Keputusan berdasarkan informasi yang tepat waktu, seperti pada gambar berikut: Prosiding KONSTELASI Vol. 2 No. Juni 2025 Gambar 5. Tampilan Form Dashboard . Form Data Pasien Data pasien yang menjadi bagian dalam pendataan dan pelayanan pendaftaran pasien di Praktik Bidan Mandiri Wahyuningsih. Pada halaman ini, terdapat daftar lengkap pasien yang terdata dalam sistem, setiap entri data pasien dalam daftar ini mencakup informasi penting membantu dalam mengidentifikasi dan mengelola data pasien secara efisien serta meningkatkan perawatan pasien, yang ditunjukkan pada gambar berikut: Gambar 6 & 7. Tampilan Form Data Pasien . Form Pengobatan Fungsionalitas lengkap untuk mencatat dan mengelola informasi terkait pengobatan pasien, serta mencakup data pengobatan yang mencatat keluhan pasien pada bidan, sehingga dapat memberikan diagnosis pada gejala dan masalah yang dialami pasien secara akurat dan merencanakan perawatan yang tepat, yang ditunjukkan pada gambar berikut: Gambar 8 & 9. Tampilan Form Pengobatan Prosiding KONSTELASI Vol. 2 No. Juni 2025 . Form Data Kamar Gambar ini menunjukkan tampilan kamar kosong dengan tanda kamar yang sudah terisi, untuk mengetahui kamar yang akan ditempati pasien sesuai penyakit yang diderita yang butuh untuk dirawat inap dan perawatan lebih lanjut. Gambar 10. Tampilan Form Data Kamar . Form Laporan Fitur penting dalam sistem pendataan dan pengelolaan pasien untuk menghasilkan laporan yang menampilkan data pengobatan dalam waktu tertentu. Laporan ini memberikan Gambaran menyeluruh tentang aktivitas pengobatan yang dilakukan di bidan praktik mandiri selama periode tertentu, memungkinkan admin untuk melacak dan menganalisis pengelolaan data pasien dalam pengobatan serta rawat inap secara efisien agar memberikan pelayanan lebih baik dalam rangka meningkatkan Kesehatan dan kepuasan pasien, hasil tampilan laporan dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 11. Tampilan Form Laporan Kesimpulan Sistem Informasi berbasis web untuk pengelolaan rawat inap pada klinik PMB (Praktik Bidan Mandir. , telah berhasil dibuat menggunakan Bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Sistem informasi ini dapat menginformasikan serta mempermudah admin dalam proses mendata para pasien, pemeriksaan, transaksi pembayaran dan pembuatan laporan klinik sehingga pemilik klinik dapat mengetahui setiap laporan data para pasien yang berobat pada klinik BPM. Perancangan Sistem Informasi Pada pengelolaan rawat inap PMB berbasis website sangat diperlukan untuk efisiensi dan aksesibilitas Informasi, sistem yang dirancang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, meningkatkan aksesibilitas, mendukung pengambilan keputusan, memenuhi kewajiban hukum terkait pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk memberikan perawatan medis, kenyamanan, dan keamanan bagi pasien yang membutuhkan penanganan intensif. Prosiding KONSTELASI Vol. 2 No. Juni 2025 Referensi Ferdiansyah and A. Tegal. AuPenerapan Konsep Model View Controller Pada Rancang Bangun Sistem Informasi Klinik Kesehatan Berbasis Web,Ay vol. 18, no. 2, pp. 195Ae 205, 2018. Usaha and P. Gulmer. AuMONSUAoANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat,Ay vol. 4, no. 149Ae159, 2021. AuAnalisis & Perancangan Sistem Informasi. Ay [Onlin. Available: https://w. id/books/edition/Analisis_dan_Perancangan_Sistem_Informas/oHi8C1 W4N7wC BOJA and S. UTAMI. AuSistem Informasi Rawat Inap Pada Klinik BersalinAy. Kusumawardani and I. Wardati. AuAnalisis Dan Perancangan Sistem Informasi Hotel Graha Prima Pacitan,Ay J. Speed-Sentra Penelit. Eng. dan Edukasi, vol. 6, no. 3, pp. 26Ae31, . Ulandari and Z. Fatah. AuGudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Sistem Informasi Pengajuan Beasiswa Berbasis Web Pada Bagian Kesejahteraan Rakyat Bondowoso,Ay vol. 2, pp. 367Ae373, . Anggraeni. Risanto. Basuki. Nofianto. C, and A. Offset. Pengantar Sistem Informasi. Penerbit Andi. [Onlin. Available: https://books. id/books?id=8VNLDwAAQBAJ . Suci Rahmadani. St. Rosmanely, and S. Nurliyah. CITRA MEREK (BRAND IMAGE) DAN KEPUTUSAN PASIEN MEMILIH PELAYANAN KESEHATAN. Feniks Muda Sejahtera, 2022. [Onlin. Available: https://books. id/books?id=U7mbEaQBAJ . Nezha. AuPemkes No 09 Tahun 2014,Ay pp. 1Ae203, 2014. Simpson. Oxford English Dictionary: Version 3. 0 : Upgrade Version. Oxford University Press, 2002. [Onlin. Available: https://books. id/books?id=HvjcMgEACAAJ . Islamiah. Hilmanto, and I. Husen. Peran Pembimbing Klinik sebagai Evaluator dan Motivator Berbasis e-Monitoring Interaktif pada Kegiatan Praktik Klinik Kebidanan. Penerbit NEM, 2023. [Onlin. Available: https://books. id/books?id=K7WvEaQBAJ . Shanindita. Wulandari, and E. Nurwullan. AuPembuatan Sistem Informasi Pelayanan Publik Berbasis Web Di Balai Besar Pengkajian Dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP),Ay Sains Terap. , vol. 8, no. 1, pp. 58Ae71, 2018, doi: 10. 29244/jstsv. Nancy Margareta and S. Hendra Putra. AuSistem Informasi Pengolahan Data Pasien pada Klinik Essiva Berbasis Web dengan Metode Prototype,Ay Remik Ris. dan E-Jurnal Manaj. Inform. Komput. , vol. 6, no. 2, pp. 330Ae339, 2022, [Onlin. Available: http://doi. org/10. 33395/remik. Kusuma. Parwati. Tegeh. Sudarma, and E. Efitra. BUKU AJAR ANALISIS DESAIN SISTEM INFORMASI BERBASIS TRI HITA KARANA. PT. Sonpedia Publishing Indonesia, 2024. [Onlin. Available: https://books. id/books?id=bHrsEaQBAJ . Kurniawan. Kombinasi Agile \& Waterfall Model Pengembangan Aplikasi Design Driven Development. CV. Bintang Semesta Media, 2023. [Onlin. Available: https://books. id/books?id=dvjnEaQBAJ . Informasi. Ipa, and D. Man. AuMENGGUNAKAN PHP DAN MYSQL INFORMATION SYSTEM OF NATURAL SCIENCE LABORATORY IN ISLAMIC,Ay vol. 3, no. 2, pp. 74Ae81, 2017. Prosiding KONSTELASI Vol. 2 No. Juni 2025 Ucapan Terima Kasih