2087 ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. No. Agustus 2025 Efektivitas Layanan Bimbingan Dan Konseling Di SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Elya Sisca Anggraini1. Aurel Putri Azahra2. Gita Vianda Sari3. Yolanda Rotua PurbaA Prodi PG-PAUD1. Jurusan Pendidikan Sejarah2 Fakultas Ilmu Pendidikan1. Fakultas Ilmu Sosial2 Universitas Negeri Medan E-mail: elyasiskaanggraini@unimed. id1, aurhelariliyakim@gmail. comA, gitaviandasari2023@gmail. comA, yolandarotuapurba@gmail. comA Article History: Received: 09 Juni 2025 Revised: 28 Juli 2025 Accepted: 01 Agustus 2025 Kata kunci: Efektivitas. Layanan Bimbingan dan Konseling. Guru BK. Menyelesaikan masalah siswa. Fasilitas Konseling. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas layanan Bimbingan dan Konseling (BK) yang ada di SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan. Layanan BK merupakan salah satu fasilitas penting yang disediakan oleh setiap sekolah di Indonesia, termasuk di sekolah ini. Peran guru BK sangat penting dalam membantu siswa menyelesaikan berbagai permasalahan, baik yang berkaitan dengan akademik, sosial, maupun pribadi. Dalam penelitian ini, akan dibahas secara menyeluruh mengenai bagaimana layanan BK dilaksanakan di sekolah tersebut. Penelitian ini juga ingin mengetahui apakah di SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan terdapat guru BK laki-laki, mengingat pada umumnya jumlah guru BK laki-laki sangat sedikit dan jarang terlihat di lingkungan sekolah. Hal ini menjadi menarik untuk dikaji karena bisa jadi berdampak pada pendekatan atau gaya pembimbingan yang dilakukan. Selain itu, penelitian ini akan menggali lebih dalam bagaimana strategi atau cara yang digunakan oleh para guru BK dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dialami siswa, serta layananlayanan apa saja yang disediakan oleh pihak BK kesejahteraan siswa di sekolah. Hasil dari penelitian ini diharapkan bisa memberikan gambaran yang jelas tentang peran dan efektivitas layanan BK di sekolah tersebut. ISSN : 2810-0581 . ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. No. Agustus 2025 PENDAHULUAN Istilah karakter tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Dalam kehidupan sehari-hari, kata ini kerap digunakan, baik saat menilai perilaku positif seseorang maupun ketika menyaksikan tindakan yang kurang baik. Menurut Sudaryanti . 2:13Ae. , sebagaimana dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. AykarakterAy diartikan sebagai sifat-sifat kejiwaan, akhlak, atau budi pekerti. Karakter juga dapat diartikan sebagai tabiat, yaitu perangai atau perbuatan Sesuatu yang dilakukan secara berulang hingga menjadi kebiasaan biasanya mencerminkan karakter seseorang. Menurut Slamet Suyanto . , karakter mencakup nilai, sikap, serta perilaku yang dianggap layak oleh masyarakat luas. Nilai -nilai ini termasuk etika, sikap demokratis, rasa hormat, tanggung jawab, integritas, keadilan, keadilan, dan norma sosial, ideologi nasional dan kewarganegaraan, nilai -nilai budaya, agama, dan keprihatinan tentang orang lain yang tidak mendorong konferensi. Darmiyati Zuchdi dan rekan -rekannya . menyampaikan bahwa pendidikan karakter pada dasarnya merupakan sebuah sistem yang dirancang untuk menanamkan nilai-nilai perilaku kepada seluruh warga sekolah. Sistem ini nyangkut soal pengetahuan, kesadaran, sampai tindakan nyata buat ngejalanin nilai-nilai kehidupanAimulai dari hubungan kita sama Tuhan, diri sendiri, orang lain, lingkungan sekitar, sampai cara kita hidup sebagai warga negara. Tujuannya, biar kita bisa jadi pribadi yang utuh dan seimbang. Jadi, biar nilai-nilai karakter itu benar-benar bisa tumbuh dalam diri seseorang dan kelihatan dari cara dia bersikap sehari-hari, perlu ada proses penanaman yang dilakukan secara konsisten dan nggak asal-asalan. (Khaironi, 2. Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek penting dalam kepribadian siswa yang dapat menunjang keberhasilan mereka melalui proses pembelajaran yang terjadi dalam interaksi dengan lingkungan sekitar (Andayani & Afiatin, 1996. Fitri. Zola, & Ifdil, 2018. Ifdil. Denich & Ilyas. Agustiani . menjelaskan bahwa konsep diri adalah foto seseorang yang dibentuk oleh pengalaman yang diterima dari interaksi dengan lingkungan. Konsep diri juga berarti kumpulan kepercayaan diri dan persepsi tentang dirinya sendiri. Konsep diri adalah pemahaman pribadi Anda sendiri, termasuk diri fisik, itu sendiri, sendiri, diri, diri, diri sosial, diri moral diri sendiri, emosi yang kuat dan kesuksesan yang Anda capai. (Tanjung & Amelia, 2. Pendidikan dalam makna luas dipahami sebagai bagian dari kehidupan itu sendiri. Artinya, seluruh proses belajar yang berlangsung sepanjang hidup, di berbagai tempat dan dalam berbagai situasi, merupakan bagian dari pendidikan selama hal tersebut membawa dampak positif terhadap perkembangan individu. Konsep ini dikenal dengan istilah pendidikan sepanjang hayat . ong life Menurut Amirin . , pengajaran dalam konteks luas juga merupakan kegiatan mengajar yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Secara harfiah, pendidikan berarti proses mendidik, di mana orang dewasa bertanggung jawab memberikan teladan, pembelajaran, pengarahan, serta penanaman nilai moral dan etika kepada anak-anak. Ab Marisyah dan Firman . menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung dalam sistem formal yang dijalankan oleh institusi pemerintah, tetapi juga mencakup peran penting keluarga dan masyarakat sebagai tempat utama pembinaan yang turut membentuk pengetahuan dan pemahaman setiap individu. (Ujud et al. , 2. Pengembangan sistem pembelajaran bisa dilihat dari tugas-tugas utama guru, mulai dari merancang, menjalankan, sampai menilai proses belajar. Sistem pembelajaran itu a. ISSN : 2810-0581 . ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. No. Agustus 2025 sendiri mencakup tiga bagian utama: masukan, proses, dan hasil. Masukan bisa berupa karakter siswa, guru, serta fasilitas belajar. Prosesnya meliputi strategi dan metode mengajar, sementara hasilnya terlihat dari pencapaian dan perubahan yang dialami siswa. Saat mengembangkan salah satu bagian ini, penting juga untuk tetap memperhatikan bagian lainnya agar sistem berjalan seimbang. (Mulyatiningsih, 2. Pembelajaran yang bermakna memiliki peran penting dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas. Pendidikan itu sendiri adalah proses yang harus memengaruhi siswa agar Proses ini diharapkan untuk membawa perubahan positif di antara siswa sehingga siswa dapat memainkan peran yang efektif dalam kehidupan sosial (Sutarna, 2. Milih model pembelajaran yang pas itu penting banget biar hasil belajarnya bisa maksimal. Soalnya, model pembelajaran punya peran besar buat ngarahin proses belajar-mengajar dan ngaruh langsung ke keberhasilan belajar. (Lestari, 2. Karakter dapat dipahami sebagai bawaan individu yang mencakup sifat, kepribadian, watak, serta perilaku yang tercermin dalam keseharian. Menurut Muslich Masnur . , karakter itu sebenarnya kumpulan nilai-nilai yang ngaruh ke perilaku seseorang, terutama dalam hubungannya sama Tuhan, diri sendiri, orang lain, lingkungan, dan juga negaranya. Nilai-nilai ini bisa kelihatan dari cara orang berpikir, bersikap, ngerasain sesuatu, ngomong, sampai bertindak. Semua itu biasanya dipengaruhi sama aturan agama, hukum, sopan santun, budaya, dan kebiasaan yang berlaku di masyarakat. (Salsabilah et al. , 2. MerancangPeran guru di sekolah memiliki andil besar dalam membentuk karakter, kepribadian, kedisiplinan dan akhlak mulia serta mendorong peningkatan kompetensi siswa. Guru memiliki tugas wajib dan tugas tambahan. Salah satu tugas tambahan guru adalah sebagai wali kelas(Ambaryuni, 2. Wali kelas merupakan guru yang diberikan tanggung jawab oleh pihak sekolah untuk menjadi pembimbing dan pengarah bagi siswa dalam satu kelas tertentu. Peran wali kelas tidak hanya sebatas pengawasan, tetapi juga mencakup pembinaan serta pengarahan agar siswa mampu mengikuti proses pendidikan dengan baik. Wali kelas diharapkan mampu menjaga fokus belajar siswa, menanamkan kedisiplinan terhadap aturan sekolah, serta mencegah keterlibatan siswa dalam pelanggaran. Selain itu, wali kelas juga berperan sebagai penghubung yang memastikan siswa di kelasnya memperoleh layanan pendidikan yang nyaman, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan mereka (Fiandi, 2. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, intinya pendidikan itu adalah usaha yang dilakukan dengan sengaja dan dirancang sebaik mungkin supaya suasana belajar jadi mendukung. Tujuannya biar setiap siswa bisa ngembangin potensi dirinya, mulai dari sisi spiritual, kemampuan berpikir, emosinya, sampai cara (Diana Nadifa & Ahmad Ihwanul Muttaqin, 2. Menurut Sari dan Hadijah . , kedisiplinan belajar siswa menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif dan maksimal. Disiplin dalam penelitian ini a. ISSN : 2810-0581 . ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. No. Agustus 2025 sendiri dapat ditafsirkan sebagai keparahan siswa ketika berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran sesuai dengan aturan yang berlaku. Misalnya, siswa akan membawa buku teks yang terkait dengan materi yang telah mereka pelajari. Namun, sering kali siswa membuka buku teks yang tidak terkait lainnya. Mempersiapkan bahan untuk pelajaran atau tugas berikutnya dari topik lain yang tidak diselesaikan di rumah. Kurangnya disiplin ini tentu mempengaruhi efektivitas proses pembelajaran, membuat tujuan pembelajaran secara optimal sulit dicapai. (Fiandi, 2. Beberapa penelitian sebelumnya, seperti yang dilakukan Lynn & Arthur . , menunjukkan bahwa sistem pendidikan di Indonesia masih terlalu fokus pada nilai ujian. Karena itu, perlu ada perubahan agar pendidikan bisa lebih relevan dengan perkembangan zaman. Merujuk kepada hasil penelitian dan pendapat tersebut, maka tentu perlu pembuktian secara empirik akibat dari kurang tepatnya arah pendidikan selama ini sehinggagenerasisekarang cenderung rapuh, mudah emosi, dan kehilangan karakter sebagai generasi. (Anwar et al. , 2. Sekarang ini, bimbingan dan konseling udah jadi salah satu layanan pendidikan yang benerbener dirasa penting dan bermanfaat di sekolah. Di Indonesia sendiri, program BK udah mulai dikenal sejak tahun 1960-an sebagai bagian penting dari kegiatan di sekolah. Dalam proses belajar. BK itu penting banget karena bantu siswa buat ngembangin kemampuan mereka dan meraih hasil belajar yang maksimal. Bahkan, dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dijelasin kalau pendidikan itu tujuannya buat ngembangin potensi, membentuk karakter, dan membangun peradaban bangsa yang bermartabat demi mencerdaskan kehidupan bangsa. (Siswa, 2. Konseling dapat ditafsirkan sebagai dukungan individu dalam memecahkan masalah kehidupan melalui wawancara. Cara menangani kondisi seseorang berdasarkan pencapaian sumur mereka melalui saran individu pada akhirnya akan memungkinkan mereka untuk menyelesaikan masalah dengan keterampilan mereka sendiri. Menurut Djumhur dan Muh. Surya . konseling adalah sinonim untuk psikoterapi, yaitu upaya untuk membantu orang yang mengalami gangguan psikologis dan mental yang serius. Ae Masalah kehidupan yang dia hadapi dengan waktu dan masa depan ini. (Sheila Natasya Murni et al. , 2. Menerapkan pendidikan karakter di Indonesia dapat membantu siswa menjadi lebih peduli, memahami, dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai etika dan norma yang berlaku. Pendidikan karakter juga menjadi langkah positif yang bisa dilakukan guru untuk membentuk kepribadian siswa, seperti budi pekerti, moral, dan watak. Tujuannya agar siswa mampu membuat keputusan yang tepat dalam kehidupan sosial mereka. (Safitri, 2. Inovasi bisa diartikan sebagai ide, gagasan, kebiasaan, atau benda yang dianggap baru dan diterima oleh seseorang atau kelompok untuk dipakai atau diterapkan. Sebenarnya, inovasi lahir dari pemikiran kreatif yang menghasilkan sesuatu yang baruAibisa dalam bentuk cara kerja a. ISSN : 2810-0581 . ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. No. Agustus 2025 tertentu, atau produk hasil pemikiran dan teknologi. Tujuannya nggak lain untuk menjawab masalah yang muncul dan memperbaiki situasi atau proses yang sedang terjadi di masyarakat (Nawangsari, 2. (Kadi & Awwaliyah, 2. Konselor itu tugasnya ngebantu seseorang biar bisa lebih kenal sama dirinya sendiri, tahu cara ngadepin masalah, dan ngembangin potensi yang dimiliki sebaik mungkin. Inti dari bimbingan dan konseling sendiri adalah membantu individu supaya bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial, dunia sekolah, maupun dunia kerja dengan cara yang sehat dan positif. (Prayitno & Amti, 2. Bimbingan adalah suatu bidang dan program dalam pendidikan yang bertujuan untuk mengoptimalkan perkembangan siswa. Program ini menyediakan layanan di lembaga pendidikan yang membantu individu menyusun dan melaksanakan rencana serta menyesuaikan diri dalam kehidupan sehari-hari. Konseling adalah proses di mana seseorang memberikan informasi, penerangan, dan nasihat kepada orang lain. (Komarudin et al. , 2. Secara sederhana, pendidikan berarti proses mendidik yang dilakukan oleh orang dewasa kepada anak-anak. Dalam proses ini, pengajar diharapkan bisa menjadi teladan, memberi arahan, menanamkan nilai-nilai etika, serta membantu peserta didik menggali dan mengembangkan (Ujud et al. , 2. Layanan bimbingan dan konseling itu adalah usaha yang dilakukan secara terarah dan terus-menerus oleh konselor atau guru BK untuk membantu siswa jadi pribadi yang mandiri. Maksudnya adalah agar siswa bisa mengerti dan nerima dirinya sendiri, bisa mengarahkan hidupnya, mengambil keputusan dengan bijak, dan menjalani hidup dengan tanggung jawab. Tujuannya agar mereka dapat hidup dengan bahagia dan sejahtera. (Lubis, 2. Fungsi bimbingan konseling mencakup fungsi pemahaman, pencegahan, pengembangan, pengentasan, serta fungsi penyesuaian. Tujuannya adalah membantu siswa mencapai perkembangan yang optimal sesuai potensi dirinya, serta dapat menyelesaikan permasalahan secara mandiri. (Yusuf, 2. Panduan dan layanan konsultasi diberikan langsung secara langsung pada guru dan konsultan . engan media tertent. dan secara individual. Instruksi dan saran memiliki fitur yang sangat penting dalam pembelajaran dan bahkan di sekolah. Bimbingan dan konseling punya banyak fungsi yang penting banget buat bantu siswa, seperti bantu siswa ngerti dirinya sendiri dan lingkungan sekitar . ungsi pemahama. , mencegah munculnya masalah sebelum terjadi . ungsi preventi. , dan ngembangin kemampuan atau potensi yang dimiliki . ungsi Selain itu. BK juga bantu nyelesaiin masalah yang udah terjadi . ungsi penyembuha. , ngarahin siswa ke jalur yang sesuai dengan minat dan bakatnya . ungsi penyalura. , serta bantu beradaptasi dengan lingkungan baru . ungsi adaptas. atau menyesuaikan diri dengan situasi yang berubah . ungsi penyesuaia. Ada juga fungsi buat memperbaiki kebiasaan atau sikap yang kurang baik . ungsi perbaika. , ngasih kemudahan dalam mencapai tujuan . ungsi fasilitas. , dan menjaga hal-hal baik yang udah ada supaya tetap terjaga . ungsi Semua fungsi ini saling melengkapi supaya siswa bisa tumbuh dan berkembang dengan maksimal, baik secara pribadi maupun sosial. ISSN : 2810-0581 . ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. No. Agustus 2025 Tujuan umum layanan bimbingan dan konseling adalah membantu peserta didik/konseli agar dapat mencapai kematangan dan kemandirian dalam kehidupannya serta menjalankan tugastugas perkembangannya yang mencakup aspek pribadi, sosial, belajar, karir secara utuh dan Tujuan khusus layanan bimbingan dan konseling adalah membantu konseli agar mampu: Memahami dan menerima diri dan lingkungannya. Merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir dan kehidupannya di masa yang akan datang. Mengembangkan potensinya seoptimal mungkin. Menyesuaikan dengan lingkungannya . Mengatasi hambatan atau kesulitan yang dihadapi dalam kehidupannya dan . Mengaktualiasikan dirinya secara bertanggung jawab Azas bimbingan dan konseling merupakan prinsip-prinsip dasar yang menjadi landasan dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di Sekolah. Berikut adalah beberapa prinsip penting dalam bimbingan dan konseling, yaitu: menjaga kerahasiaan, bersikap sukarela, terbuka, aktif, mandiri, sesuai dengan perkembangan zaman, dinamis, terpadu, harmonis, profesional, dan selalu memberikan dorongan positif seperti semangat Autut wuri handayani. Ay Keberhasilan belajar siswa dapat ditentukan oleh motivasi yang dimilikinya. Siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi cenderung prestasinya pun akan tinggi pula, sebaliknya motivasi belajarnya rendah, akan rendah pula prestasi belajarnya. Tinggi rendahnya motivasi dapat menetukan tinggi rendahnya usaha atau semangat seseorang untuk beraktivitas, dan tentu saja tinggi rendahnya semangat akan menentukan hasil yang diperoleh. (Yogi Fernando et al. , 2. Motivasi itu seperti dorongan dari dalam diri seseorang yang bikin dia mau melakukan sesuatu. Dalam konteks belajar, motivasi itu seperti semangat atau niat yang bikin seseorang mau belajar. Jadi, motivasi bisa dibilang sebagai kondisi psikologis yang membantu seseorang buat tetap fokus dan semangat dalam proses belajar. (Ayu Desy N. Endah Lulup T P. dan Suharsono Naswan, 2. Motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal dalam diri peserta didik yang menimbulkan semangat dan ketekunan untuk belajar. Motivasi berfungsi sebagai penggerak perilaku belajar serta menentukan arah dan tujuan belajar (Uno, 2. Motivasi belajar adalah dorongan atau semangat yang mendorong individu untuk terlibat dalam proses belajar. Ini mencakup keinginan untuk memahami, menguasai, dan menerapkan pengetahuan atau keterampilan baru. Ada tiga fungsi motivasi, antara lain: ISSN : 2810-0581 . ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. No. Agustus 2025 Mendorong timbulnya kelakuan atau sesuatu perbuatan, tanpa adanya motivasi maka tidak akan timbul suatu perbuatan seperti belajar. Motivasi berfungsi sebagai penggerak. Motivasi ini berfungsi sebagai mesin, besar kecilnya motivasi akan mementukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan. Motivasi berfungsi sebagai pengarah, artinya mengarahkan perbuatan kearah pencapaian tujuan yang diinginkan. Motivasi dikelompokan dalam dua bagian besar yakni Motivasi Intrinsik dan Motivasi Ekstrinsik (Rinaldi, 2. Motivasi intrinsik adalah dorongan yang datang dari dalam diri sendiri. Jadi, seseorang termotivasi untuk melakukan sesuatu bukan karena diperintahkan atau mendapatkan hadiah, tetapi karena keinginan diri sendiri . Misalnya, belajar karena suka dan ingin tahu lebih banyak. Motivasi ekstrinsik adalah dorongan yang muncul karena pengaruh dari luar. Biasanya karena mendapatkan hadiah, pujian, hukuman, atau tekanan. Sehingga seseorang belajar bukan karena dia menginginkannya tetapi karena ada faktor luar yang membuat dia merasa harus belajar. Contohnya belajar karena takut dimarahin orang tua atau karena ingin mendapatkan nilai yang bagus. Layanan bimbingan konseling berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar Dengan bantuan konselor, siswa dapat mengenali potensi dirinya, menetapkan tujuan, serta memperoleh strategi belajar yang sesuai dengan karakteristiknya (Muslihati, 2. Konseling yang efektif dapat membantu siswa mengatasi hambatan belajar seperti kecemasan, kurangnya kepercayaan diri, atau konflik keluarga yang berpengaruh terhadap motivasi belajar. Oleh karena itu, peran guru BK menjadi sangat vital dalam membina motivasi siswa untuk meraih prestasi akademik (Mulyadi, 2. Teknologi informasi sangat penting untuk berbagai hal. Kalau guru BK hanya menggunakan internet untuk ngobrol saja, mereka akan ketinggalan dibanding yang memakai internet dengan cara yang lebih berguna. Begitu juga dengan guru BK atau konselor, kalau tidak memakai teknologi dengan benar, layanan yang diberikan tidak akan maksimal. Oleh karena itu, guru BK harus bisa berpikir kreatif dan mencari cara baru dalam menghadapi masalah saat ini. Memiliki informasi yang tepat juga membantu meningkatkan kualitas hidup. Sikap yang positif terhadap teknologi sangat dibutuhkan agar guru BK bisa memanfaatkan teknologi dengan baik dalam tugas mereka di sekolah . (Triyono & Febriani, 2. Pedoman dan pendidikan tidak dapat dipisahkan dari tugas dan tanggung jawab guru, termasuk guru BK. Sebagai pendidik guru di BK, otoritas penuh dalam hal tugas, tanggung jawab, arahan dan kegiatan konsultasi banyak siswa. Kegiatan bimbingan dan saran sekolah adalah kegiatan yang membantu siswa merencanakan masa depan mereka sehingga mereka dapat menemukan identitas dan adaptasi mereka dan mengembangkan lingkungan mereka dengan yang a. ISSN : 2810-0581 . ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. No. Agustus 2025 terbaik dari perkembangan mereka. Kegiatan bimbingan dan saran sekolah juga merupakan kebutuhan mendasar untuk menyediakan sekolah yang mencakup pendidikan Instruksi dan Saran Sekolah. Penyedia penyedia pendidikan yang sangat penting adalah kegiatan yang mendukung kegiatan dengan kebutuhan khusus, untuk mengkonseptualisasikan diri mereka sendiri, untuk mempromosikan koordinasi kecacatan, berkoordinasi dengan profesional lain, untuk memungkinkan nasihat kepada keluarga, untuk mempromosikan pengembangan anak -anak dengan kebutuhan khusus, untuk mengembangkan keterampilan hidup yang efektif dan mengembangkan hobi. (Darul & Email, 2. METODE PENELITIAN Penelitian adalah cara untuk mencari solusi dari suatu masalah, tetapi dilakukan dengan langkah-langkah yang jelas dan teratur. Sehingga tidak asal menebak dan ada prosesnya, mulai dari mencari tahu masalahnya, mengumpulkan data, hingga menyimpulkan hasilnya. Tujuannya agar kita bisa menemukan informasi yang benar, sehingga bisa dipertanggungjawabkan dan bisa dipakai untuk menyelesaikan masalah yang dibahas. Intinya adalah penelitian bukan hanya asal mencari jawaban, tetapi harus tetap menggunakan logika dan bukti yang valid. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis Efektivitas Layanan Bimbingan Dan Konseling Di SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Masalah Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu guru Bimbingan dan Konseling (BK) di SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan, ditemukan beberapa permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan layanan BK di sekolah tersebut. Analisis ini mencakup aspek kualitas layanan, bentuk layanan, sarana prasarana, sumber daya manusia, efektivitas layanan, serta pendekatan terhadap siswa dengan karakteristik tertentu. Kualitas dan Ketersediaan Layanan BK Meskipun layanan BK telah berjalan dengan cukup baik, guru BK menyatakan bahwa layanan yang tersedia masih perlu ditingkatkan. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan antara kebutuhan layanan dan pelaksanaannya di lapangan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Layanan bersifat dinamis, sehingga peningkatan secara berkelanjutan menjadi kebutuhan yang mendesak. Meskipun sekolah telah menyediakan ruang khusus untuk layanan BK, ruang tersebut dinilai belum sepenuhnya ideal. Terutama untuk konseling individual, diperlukan ruang yang lebih tertutup dan privat guna menjaga kenyamanan dan kerahasiaan siswa dalam proses Hal ini menunjukkan bahwa sarana fisik belum sepenuhnya mendukung optimalisasi a. ISSN : 2810-0581 . ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. No. Agustus 2025 Saat ini, seluruh tenaga BK di sekolah tersebut adalah perempuan. Guru BK menyatakan perlunya guru BK laki-laki agar dapat menjangkau dan lebih dekat dengan siswa laki-laki. Ketimpangan gender ini dapat memengaruhi keterbukaan siswa terhadap guru BK, khususnya ketika membahas masalah yang sensitif dan bersifat pribadi. Guru BK menyatakan bahwa perubahan perilaku siswa pasca menerima layanan bervariasi. Ada siswa yang menunjukkan perubahan signifikan, namun ada pula yang memerlukan layanan berkelanjutan. Hal ini menandakan bahwa efektivitas layanan tidak seragam dan dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti karakter siswa, jenis masalah, dan pendekatan layanan. Guru BK menekankan pentingnya membangun kenyamanan dan kepercayaan dalam menangani siswa yang tertutup. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan humanis dan empatik sangat diperlukan dalam praktik konseling, serta adanya kebutuhan pengembangan keterampilan interpersonal guru BK dalam membina hubungan yang mendalam dengan siswa. Pemecahan Masalah Untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ditemukan dalam pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan, berikut ini diusulkan beberapa pemecahan masalah yang dapat diterapkan: Untuk menjawab kebutuhan siswa yang semakin kompleks, layanan BK perlu terus ditingkatkan baik dari segi metode, materi, maupun teknik penyampaian. Guru BK dapat mengikuti pelatihan berkelanjutan, mengembangkan modul layanan yang sesuai dengan karakter siswa, serta menggunakan media yang lebih variatif dan menarik . isalnya media digital atau pendekatan berbasis proje. Untuk meningkatkan kenyamanan dan menjaga privasi siswa dalam proses konseling individual, sekolah perlu menyediakan ruang BK yang lebih tertutup dan tenang. Ruang tersebut idealnya terpisah dari keramaian dan memiliki fasilitas yang mendukung suasana konseling, seperti peredam suara, tata pencahayaan yang nyaman, dan dekorasi yang bersifat Sekolah dapat mengupayakan penambahan tenaga BK laki-laki agar layanan bisa lebih merata dan relevan, terutama dalam menjangkau siswa laki-laki yang mungkin lebih nyaman berbagi masalah dengan guru sejenis. Hal ini juga mendukung keberagaman pendekatan dan perspektif dalam pelaksanaan layanan BK. Mengingat tidak semua siswa merespons layanan secara cepat dan signifikan, guru BK perlu menerapkan pendekatan individual yang berkesinambungan. Pemantauan dan pendampingan jangka panjang perlu dilakukan secara konsisten untuk mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan. Untuk siswa yang tertutup, guru BK perlu membangun hubungan yang kuat berdasarkan empati, kesabaran, dan kepercayaan. Penggunaan pendekatan tidak langsung, seperti kegiatan kelompok, diskusi terbuka, atau media ekspresif . isalnya menulis atau menggamba. , bisa menjadi alternatif untuk membuat siswa merasa aman dalam mengungkapkan masalahnya. KESIMPULAN Setiap sekolah diharuskan membuat ruangan bk yang nyaman dan juga sesuai dengan prosedur yang berlaku. Tak hanya itu, setiap sekolah juga diperlukan untuk memiliki guru bk laki-laki agar ketika seorang murid laki-laki mengalami suatu masalah dan perlu bimbingan a. ISSN : 2810-0581 . ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. No. Agustus 2025 untuk ditangani dengan guru bk laki-laki sebab, banyak murid laki-laki yang terkadang tak takut ataupun tak sopan dengan guru bk perempuannya. Walaupun demikian hal itu tak terlepas dengan minimnya peminat laki-laki dalam bidang bimbingan dan konseling. Sebagai seorang konselor, kita harus memahami bagaimana karakteristik dari siswa yang memerlukan bimbingan, sehingga kita dapat membuat situasi yang nyaman dan membangun kepercayaannya. PENGAKUAN/ACKNOWLEDGEMENTS Penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Elya Sisca Anggraini. Sn. , selaku dosen pengampu yang telah memberikan bimbingan, arahan, dan motivasi selama proses penulisan artikel ini. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada Ibu Nurhayani selaku narasumber yang telah meluangkan waktu dan berbagi informasi yang sangat Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada Universitas Negeri Medan atas dukungan yang diberikan dalam menunjang proses akademik ini. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat serta kontribusi positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik di bidang yang dibahas. DAFTAR PUSTAKA