Received: 17 September 2024 Revised: 27 September 2024 Accepted: 18 March 2025 Available online: 25 Mei 2025 Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 Pengaruh Profitabilitas. Insentif Pajak. Leverage. Intensitas Modal Terhadap Konservatisme Akuntansi PadaPerusahaan Basic Material Stefanny Wijaya1. Ernie Riswandari 2* ernieriswandari@gmail. Universitas Bunda Mulia1,2* ABSTRACT This research aims to examine the influence of profitability, tax incentives, leverage, capital intensity on accounting conservatism in basic materials sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) in 2020-2022. The sample in this study used a purposive sampling method and obtained 38 samples of companies registered in the 2020-2022 period. The analytical method used is a quantitative method using multiple linear regression analysis and using SPSS 26 This research uses secondary data in the form of annual reports obtained from the websites of each company and the official BEI website. The profitability variable has a negative effect, tax incentives and leverage have a positive effect, capital intensity has no effect. It is hoped that future researchers canexpand the scope of research by adding other variables in the hope that research results can be more accurate. Keywords: Accounting Conservatism. Profitability. Tax Incentives. Leverage. Capital Intensity PENDAHULUAN Perusahaan diharapkan agar dapat menghadapi persaingan yang ketat untuk bertahan dan semakin berkembang dalam pasarnya terutama saat pandemi covid- 19, khususnya industri basic material yang melakukan operasional sehari-harinya di Indonesia berlomba-lomba utuk memperoleh laba yang tinggi. Perusahaan dituntut untuk menjalankan bisnis secara unggul. Konservatisme akuntansi menekankan kehati-hatian saat membuat pelaporan keuangan. Prinsip ini lebih mengutamakan adanya pendekatan terhadap pencatatan transaksi dalam sehari-hari dan pengukuran yang digunakan oleh perusahaan. Menurut Watts . , konservatisme akuntansi merupakan prinsip dasar dalam penyusunan catatan laporan. Ketika mengidentifikasi dan menilai aset dan pendapatan yang berada di luar kendali perusahaan dan mungkin mengakibatkan bahaya keuangan yang tidak diinginkan, manajer tidak perlu bertindak cepat. Terkadang manajer perusahaan sering kali melihat transaksi-transaksi yang terjadi langsung terburuburu dalam mengakui dan kemudian melakukan pengukuran yang sebenarnya hutang ataupun rugi yang terkadang belum pasti terjadi. Konservatisme dapat Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 menyangkut mengenai seberapa besar target perusahaan dalam menciptakan peluang untuk perusahaan dalam meningkatkan pertumbuhan. Terdapat salah satu perusahaan didalam sektor basic materials yaitu PT Krakatau Steel Tbk dengan kode KRAS. Memproduksi baja merupakan bisnis PT Krakatau Steel Tbk. Terdapat kasus yang beredar di tahun 2023 di ungkapkan dalam cnbcindonesia. com mengenai adanya keterlambatan dalam pelaporan keuangan yang dilakukan oleh PT Krakatau Steel mendapat teguran tertulis kedua dari BEI dan denda Rp 50 juta karena tidak menyampaikan laporan keuangan tahunan pada 2 Mei 2023. KRAS telah merilis laporan kinerja kuartal I 2023, meski belum menyampaikan laporan keuangan tahun 2022. Menurut sumber lain, yang diungkapkan oleh bisnis. com laporan keuangan tahun 2022 tidak disampaikan tepat waktu, menurut Direktur Utama Krakatau Steel Purwono Widodo, karena audit tidak selesai tepat waktu akibat kebakaran di pabrik Hot Strip Mill. Berdasarkan laporan audit, laporan keuangan Krakatau Steel secara umum disajikan secara wajar dalam semua aspek penting. Mempertimbangkan keadaan seputar laporan keuangan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), yang terdapat adanya keterlambatan atas menerbitkan laporan tahunan 2022 tetapi KRAS sudah menerbitkan laporan keuangan kuartal 1 karena terdapat permasalahan kebakaran didalam pabrik. Namun, dengan munculnya berita tersebut, perusahaan dapat melaporkan laporan tahunan tepat waktu dan menurut laporan audit laporan keuangan yang dilaporkan secara akurat dan Menurut (Savitri, 2. (Nurasiah. , & Riswandari. E, 2. Konservatisme akuntansi adalah sesuatu yang memiliki peranan yang penting untuk perusahaan dalam melakukan penyusunan laporan keuangan untuk para pemangku kepentingan seperti investor, kreditur, dan lainnya dengan kehati-hatian. Konservatisme mempunyai dampak yang berbeda menurut beberapa kalangan, disaat orang luar mengetahui mengenai konservatisme akuntansi ada yang berpendapat bahwa konservatisme akuntansi tidak layak diterapkan karena adanya ketidakjelasan dan mencerminkan laporan keuangan yang dilaporkan tidak sesuai dengan Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 Namun, untuk beberapa orang yang tidak asing dengan konservatisme akuntansi akan mengatakan bahwa konservatisme akuntansi layak dilakukan karena adanya gambaran untuk perusahaan mengenai keuangan yang dapat dilindungi oleh para investor dan pemangku kepentingan, sehingga dapat mengurangi risiko dari keuangan perusahaan yang tidak diduga. Konservatisme akuntansi identik dengan adanya pengakuan terhadap pendapatan yang rendah dan pembebanan yang tinggi di setiap periodenya. Banyak strategi dan kebijakan yang dilakukan oleh perusahaan agar terlihat lebih mengurangi risiko keuangan diluar dugaan. Ada beberapa variabel yang dapat mempengaruhi konservatisme akuntansi perusahaan tercatat dan tidak tercatat didalam Bursa Efek Indonesia (BEI). Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi konservatisme akuntansi di dalam pelaporan keuangan yaitu profitabilitas, insentifpajak, leverage dan intensitas modal. Menurut (Brigham & Houston, 2. (Delafeva. Riswandari, & Nelson, 2. profitabilitas merupakan rasio yang disebut dapat menggambarkan bagaimana utang, pengelolaan aset, dan likuiditas mempengaruhi kinerja operasi. Bisnis dengan tingkat pengembalian investasi yang relatif tinggi akan mendanai operasi mereka dengan utang yang lebih sedikit. Profitabilitas menjadi faktor utama ini berdampak pada akuntansi konservatif. Profitabilitas akan dikaitkan dengan teori sinyal yang dimana memberikan sinyal untuk investor. Menurut Barry Spitz . alam Sitohang dan Sinabutar,2. Insentif pajak merupakan salah satu penawaran atau bantuan dari negara atau pemerintah perpajakan yang diberikan kepada wajib pajak dalam negeri tertentu dalam bentuk membantu meringankan penurunan tarif pajak yang mempunyai tujuan agar meringankan beban pajak yang harus dibayar dan disetorkan oleh wajib pajak kepada negara. Insentif pajak menjadi faktor kedua yang dapat mempengaruhi konservatisme akuntansi. Insentif pajak dikaitkan dengan teori akuntansi positif yang dimana lebih menekankan terhadap pencatatan dan pemahaman seseorang mengenai adanya alur ataupun proses akuntansi. Menurut (Brigham & Houston, 2. (Riswandari,2. , leverage merupakan rasio memberikan gambaran luas tentang bagaimana suatu bisnis Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 membiayai asetnya dan kapasitasnya untuk membayar utang jangka panjang. Perusahaan menggunakan sumber dana yang berasal dari utang. Utang jangka panjang mempunyai bunga yang dimasukkan ke dalam biaya tetap dapat memberikan calon investor keuntungan. Leverage menjadi faktor ketiga yang dapat mempengaruhi konservatisme akuntansi. Leverage akan dikaitkan dengan teori sinyal yang dimana memberikan sinyal untukinvestor. Menurut (Kasmir, 2. mendefinisikan intensitas modal sebagai besarnya modal suatu perusahaan yang sering ditentukan dengan membandingkan penjualannya dan operasi yang sedang berjalan. Intensitas modal dikaitkan dengan teori akuntansi positif yang dimana lebih menekankan terhadap pencatatan dan pemahaman seseorang mengenai adanya alur ataupun proses Dari penjelasan-penjelasan yang sudah dipaparkan sebelumnya, masih terdapat adanya perbedaan terkait dengan hasil penelitian para peneliti terdahulu, terkait faktor-faktor yang digunakan oleh peneliti seperti profitabilitas, insentif pajak, leverage dan intensitas modal yang sekiranya dapat mempengaruhi konservatisme akuntansi. Sehingga peneliti, memberikan sebuah gambaran berupa grafik. mengenai hasil dari beberapa penelitian terdahulu untuk mempermudah para pembaca melihat research gap yang ada. Gambar 1 Hasil Jurnal Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 Berdasarkan grafik diatas yang diambil dari penelitian yang dilakukan pada tahun 2020-2022, terdapat adanya research gap atau perbedaan dalam temuan Berdasarkan pemaparan latar belakang dan research gap yang telah dijelaskan terdapat rumusan permasalahan pada penelitian yang akan dilakukan Bagaimana pengaruh profitabilitas terhadap akuntansi industribahan baku BEI 2020-2022? Bagaimana pengaruh insentif pajak terhadap akuntansi industribahan baku BEI 2020-2022? Bagaimana pengaruh leverage terhadap konservatisme akuntansi industribahan baku BEI 2020-2022? Bagaimana pengaruh intensitas modal terhadap konservatisme akuntansiindustri bahan baku BEI 2020-2022? METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan data sekunder berupa laporan keuangan. Perusahaan-perusahaan BEI menjadi subjek dan populasi, perusahaan yang dipilih perusahaan basic materials yang terdaftar di BEI pada tahun 2020 hingga 2022. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini memilih 38 perusahaan dari 106 perusahaan yang terdaftar dalam periode 2020-2022. Variabel dependen pada penelitian ini adalah konservatisme akuntansi. Menurut (Savitri, 2. Konservatisme akuntansi adalah sesuatu yang memiliki peranan yang penting untuk perusahaan dalam melakukan penyusunan laporan keuangan untuk para pemangku kepentingan seperti investor, kreditur, dan lainnya dengan menggunakan prinsip kehati-hatian. Konservatisme akuntansi dapat dihitung dengan menggunakan Givoly dan Hayn : yaycCycAyayaCit = . cAyaycnyc Oe yayaycCycny. y Oe1 Keterangan : ycNyaycnyc CONNACCit : Tingkat Konservatisme Akuntansi Niit : Laba Sebelum Extraordinary Items Depresiasi Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 CFOit : Arus Kas Dari Kegiatan Operasional Pada Tahun Berjalan TAit : Total Aset Tahun Berjalan Variabel independent yang digunakan oleh peneliti terdapat 4 variabel independent yaitu profitabilitas, insentif pajak, leverage, dan intensitas modal. Berikut indikatorpengukuran yang digunakan : Menurut (Brigham & Houston, 2. profitabilitas merupakan rasio yang disebut dapat menggambarkan bagaimana utang, pengelolaan aset, dan likuiditas mempengaruhi kinerja operasi. Rumus yang digunakan adalah Return On Equity perhitungannya sebagai berikut ini: ycIycCya = yaycaycayca yaAyceycycycnEa ycIyceycyceycoycaEa ycEycaycycayco ycNycuycycayco yceycoycycnycycayc Menurut (Zolt, 2. insentif pajak merupakan fasilitas yang diberikan pemerintah mengenai pembayaran pajak, amnesti pajak, kredit pajak spesifik, tarif pajak khusus, atau kewajiban dalam pajak. Rumus yang digunakan adalah TaxPlanningperhitungannya sebagai berikut ini: ycNycaycycnyce ycEycEEa y . cEycNya Oe yaycNy. ycNycaycuycyycoycaycu = ycNyaycnyc Menurut (Brigham & Houston, 2. leverage merupakan rasio yang memberikan gambaran umum tentang bagaimana suatu bisnis mengalokasikan aset yang dimiliki dan kapasitasnya untuk membayar utang jangka panjang. Rumus yang digunakan adalah Debt Asset Rasio perhitungannya sebagai berikut ini: ycNycuycycayco ycOycycaycuyci yayaycI = ycNycuycycayco yaycyceyc Menurut (Kasmir, 2. mendefinisikan intensitas modal sebagai besarnya modal suatu perusahaan yang sering ditentukan dengan membandingkan penjualannya dan operasi yang sedang berjalan. Rumus yang digunakan adalah Capital Intensity Rasio perhitungannya sebagai berikut ini: ycNycuycycayco yaycyceyc yayaycI = ycNycuycycayco ycEyceycuycycycaycoycaycu Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 Teknik Analisis dan Uji Hipotesis pada penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda. Untuk pengujian hipotesisnya, peneliti menggunakan model persamaan regresi sebagai berikut : Y = 0 1X1 2X2 3X3 4X4 A Keterangan: Y = Konservatisme Akuntansi0 = Konstanta 1 - 4 = Koefisien RegresiX1 = Profitabilitas X2 = Insentif PajakX3 = Leverage X4 = Intensitas Modal A = komponen error dalam model regresi HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Statistik Deskriptif Berdasarkan dari hasil analisis statistik deskriptif, tabel 1 di bawah ini menunjukkan hasil analisis pada masing - masing variabel independen yaitu profitabilitas, insentif pajak, leverage, intensitas modal dengan variabel dependen konservatisme akuntansi. Tabel 1 Hasil Uji Statistik DeskriptifDescriptive Statistics Sumber : Pengolahan Data dengan SPSS 26 Hal ini dijelaskan sebagai berikut berdasarkan hasil uji statistik deskriptif di Variabel dependen konservatisme akuntansi (Conac. memiliki nilai Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 minimum sebesar -0. 14534, dan nilai maksimum sebesar 0. Kemudian untukrata-rata . 0062993 dan standar deviasi sebesar Variabel independen profitabilitas (ROE) memiliki minimum sebesar 00485 sedangkan, maksimum sebesar 0. Kemudian untuk ratarata . 0713599 dan standar deviasi sebesar 0. Variabel independen insentif pajak (TaxPla. memiliki minimum sebesar - 0. 00190, dan nilai maksimum sebesar 0. Kemudian untuk rata-rata . 0095487 dan standar deviasi sebesar Variabel independen leverage (DAR) memiliki minimum sebesar 03266, sedangkan, maksimum sebesar 0. Kemudian untuk ratarata . 4058156 dan standar deviasi sebesar 0. Variabel independen intensitas modal (CIR) memiliki minimum sebesar 14390, dan maksimum sebesar 3. Kemudian untuk rata-rata . 4024345 dan standar deviasi sebesar 0. Uji Asumsi Klasik Dari hasil pengujian yang dilakukan di dalam penelitian ini, dapat dikatakan bahwa data yang digunakan oleh peneliti telah lulus pengujian asumsi klasik, dimana pengujian yang dilakukan diantaranya uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Sehingga data yang dipakai bisa digunakan untuk penelitian. Uji Hipotesis Uji Regresi Linear Berganda Menentukan apakah satu variabel independen atau lebih yang dapat mempengaruhi satu variabel dependen merupakan tujuan dari uji regresi linier Hasil pengujian regresi berganda penelitian ditunjukkan pada gambar Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 Tabel 2 Hasil Uji Regresi Linear Berganda Sumber: Pengolahan Data dengan SPSS 26 Persamaan regresi linier berganda dapat diperoleh dari Gambar 2, yaitu sebagai berikut: KA = -0. 005 Ae 0. 861X1 4. 564X2 0. 104X3 Ae 0. 009X4 e Penjelasannya berbagai berikut ini : Konstanta senilai -0,005 yang memiliki arti apabila variabel independen profitabilitas, insentif pajak, leverage, intensitas modal bernilai 0, maka variabel dependen konservatisme akuntansi bernilai -0. Nilai koefisien regresi variabel profitabilitas senilai -0. Dari angka yang tercantum dapat diartikan bahwa nilai koefisien yang negatif menunjukkan adanya hubungan variabel profitabilitas yang tidak searah atau tidak sejalan dengan konservatisme akuntansi. Maka dapat disimpulkan, variabel profitabilitas mengalami kenaikan sebesar satuan maka variabel konservatisme akuntansi akan mengalami penurunan senilai 0. Nilai koefisien regresi variabel insentif pajak senilai 4. Dari angka yang tercantum dapat diartikan bahwa nilai koefisien yang positif menunjukkan adanya hubungan variabel inentif pajak yang searah dengan konservatisme akuntansi. Maka dapat disimpulkan, variabel insentif pajak mengalami kenaikan sebesar satuan maka variabel konservatisme akuntansi akan mengalami kenaikan senilai 4. Nilai koefisien regresi variabel leverage senilai 0. Dari angka yang tercantum dapat diartikan bahwa nilai koefisien yang positif menunjukkan adanya hubungan variabel leverage yang searah dengan konservatisme akuntansi. Maka dapat disimpulkan, variabel leverage mengalami kenaikan sebesar satuan maka variabel konservatisme akuntansi akan mengalami kenaikan senilai 0. Nilai koefisien Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 regresi variabel intensitas modal senilai -0. Dari angka yang tercantum dapat diartikan bahwa nilai koefisien yang negatif menunjukkan adanya hubungan variabel intensitas modal yang tidak searah atau tidak sejalan dengan konservatisme Maka dapat disimpulkan, variabel intensitas modal mengalami kenaikan sebesar satuan maka variabel konservatisme akuntansi akan mengalami penurunan Uji Koefisien Determinasi Uji koefisien determinasi digunakan peneliti dalam mengetahui seberapa baik model variabel independen dalam menghitung variabel dependen. Nilai koefisien determinasi berada antara 0 dan 1 Grafik yang menampilkan hasil pengujiankoefisien determinasi ditunjukkan di bawah ini: Tabel 3 Hasil Uji Koefisiensi Determinasi Sumber: Pengolahan Data dengan SPSS 26 Uji koefisien determinasi menghasilkan skor Adjusted R Square sebesar 0,069. Akibatnya, konservatisme akuntansi dapat dijelaskan sebesar 6,9% pada faktor profitabilitas, insentif pajak, leverage, intensitas modal sedangkan variabel lain yang tidak dimasukkan kedalam penelitian ini dan dianalisis secara luas dalam penelitian ini memberikan penjelasan sebesar 93,1%. Uji Statistik F Pengujian ini bertujuan mengetahui setiap variabel bebas dalam model dapat mempunyai hubungan yang sejalan dengan variabel terikatnya digunakan uji statistik F. Nilai signifikansi F yang kurang dari nilai 0. 05 dapat menunjukkan bahwa adanya variabel independen secara bersamaan mempunyai Berikut grafik yang menampilkan temuan uji statistik F: Tabel 4. Hasil Uji Statistik f Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 Sumber: Pengolahan Data dengan SPSS 26 Berdasarkan temuan tersebut, uji statistik F yang dapat dilihat pada gambar di atas menghasilkan nilai 2. 618 dan tingkat signifikansi 0. Dapat disimpullkan, menunjukkan bahwa konservatisme akuntansi dapat dipengaruhi oleh profitabilitas, insentif pajak, leverage, intensitas modal secara bersamaan atau simultan. Uji Statistik t Menjelaskan sejauh mana kontribusi setiap variabel-variabel independen terhadap penjelasan variabel dependen yang digunakan peneliti dapat dipastikan melalui pengujian statistik. Jika nilai t-hitung lebih kecil dari nilai 0,05 maka menunjukkan bahwa variabel independen mempunyai pengaruh secara parsial terhadap variabel dependen. Hasil uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini ditunjukkan padagrafik berikut. Tabel 5 Hasil Uji Statistik t Sumber: Pengolahan Data dengan SPSS 26 Hasil yang ditunjukkan pada gambar di atas adalah: Profitabilitas berpengaruh Negatif terhadap Konservatisme Akuntansi. Berdasarkan temuan uji hipotesis, signifikansi yang diperoleh untuk variabel profitabilitas ditetapkan sebesar 0,008 sehingga Ha1 ditolak. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang diteliti oleh (Setiadi et al. , 2. , (Suyono, 2. , (Priyono & Suhartini, 2. namun tidak sejalan dengan penelitian yang diteliti oleh (Wahyu Dwi Putra & Fitria Sari, 2. Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 (Erawati & Seku Wea, 2. , (Larasati & Srimindarti, 2. Penelitian ini sejalan dengan teori yang diangkat yaitu teori sinyal. Adanya suatu gambaran atau menjadi sinyal untuk manajemen dalam melakukan pengambilan keputusan dan mengambil strategi untuk keberlanjutan perusahaan namun dengan adanya sinyal yang diberikan dapat meningkatkan profitabilitas namun dari sisi lain perusahaan tidak melakukan prinsip kehati-hatian atau adanya penurunan penerapan konservatisme akuntansi dalam membuat pelaporan keuangan. Sehingga, dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel profitabilitas berpengaruh negatif terhadap konservatisme akuntansi yang memiliki arti profitabilitas yang baik mengurangi konservatisme karena memberikan kesan kepada operasi operasional perusahaan bahwa kinerja mereka berada pada jalur yang benar, sehingga meningkatkan kepercayaan diri mereka dan mendorong mereka untuk melonggarkan tindakan hati-hati mereka. Jika laba yang diperoleh oleh perusahaan meningkat menggambarkan kepuasan dari pihak perusahaan ataupun pemegang saham yang dimana perusahaan akan lebih mengabaikan pembuatan laporan keuangan yang hati-hati, karena ROE juga lebih memfokuskan kepada pemegang saham, perusahaan akan lebih memikirkan pemegang saham dibandingkan prinsip kehatihatian. Perusahaan memperoleh laba yang tinggi dapat menjadikan gambaran pengambilan keputusan untuk jangka panjang. Insentif Pajak berpengaruh Positif terhadap Konservatisme Akuntansi Berdasarkan temuan uji hipotesis, signifikansi yang diperoleh untuk variabel insentif pajak ditetapkan sebesar 0,035 sehingga Ha2 diterima. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang diteliti oleh (Harini et al. , 2. , (Sugiyarti & Rina, 2. namun tidak sejalan dengan penelitian yang diteliti oleh (Atika. Elvina. Agussalim. Bustari, 2. , (Krisna Yulia, 2. Penelitian ini sejalan dengan teori yang dipakai didalam penelitian ini yaitu akuntansi positif karena dapat dijelaskan dengan praktik yang memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pelaporan laba, yang berupaya memaksimalkan manfaat pajak yang diperbolehkan. Teori akuntansi positif juga menjadi jembatan karena pemahaman dan proses pencatatan yang dipahami oleh individu dapat meningkatkan prinsip kehati-hatian Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 perusahaan kepada pemanfaatan pajak yang difasilitasi dari pemerintah untuk Sehingga, dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel insentif pajak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi yang memiliki arti insentif pajak yang baik dan buruk akan menentukan perusahaan tersebut dalam mengurangi ataupun meningkatkan prinsip konservatisme akuntansi. Dimana, insentif pajak akan beriringan yang memberikan petunjuk bahwa perusahaan memanfaatkan fasilitas yang diberikan secara baik, namun disisi lain agar perusahaan dapat melakukan penerapan konservatisme akuntansi yang dimana nantinya akan dikaitkan dengan pajak penghasilan yang akan dilaporkan perusahaan. Agar tidak membuat keraguan pemerintah terhadap perusahaan tersebut maka perusahaan harus lebih berhati-hati. Jika perusahaan tidak menerapkan kehati-hatian akan menimbulkan rasa curiga dari pemerintah yang akan membuat perusahaan akan di periksa kembali mengenai transaksi yang berkaitan dengan pajak. Perusahaan yang memanfaatkan insentif yang diberikan akan mengatur pajaknya sehati-hati sehingga perusahaan dapat memaksimalkan keuntungan. Leverage berpengaruh Positif terhadap Konservatisme Akuntansi Berdasarkan temuan uji hipotesis, signifikansi yang diperoleh untuk variabel leverage ditetapkan sebesar 0,014 sehingga Ha3 diterima. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang diteliti oleh (Rahmi & Baroroh, 2022, (Inung Wijayanti. Natalia Yustisia, 2. , (I. Sari & Srimindarti, 2. namun tidak sejalan denganpenelitian yang diteliti oleh (Wahyu Dwi Putra & Fitria Sari, 2. , (Priyono & Suhartini, 2. Penelitian ini mendukung teori yang digunakan dalam penelitian tersebut yaitu teori sinyal karena adanya sinyal yang diberikan oleh manajemen melakukan pengambilan keputusan dan mengambil strategi untuk keberlanjutan perusahaan. Dengan adanya, rasio leverage perusahaan yang mempunyai utang yang tinggi maka perusahaan akan lebih meminimalisir keraguan investor, karena semakin tinggi leverage memberikan petunjuk bahwa perusahaan dapat memanfaatkan pendanaan secara baik dan hati-hati yang membuat investor mempercayai perusahaan maka perusahaan akan semakin membutuhkan konservatisme akuntansi yang dimana teori sinyal sebagai gambaran Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 manajer dalam menerapkan strategi. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel leverage berpengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi yang memiliki arti leverage yang tinggi atau adanya peningkatan maka perusahaan akan semakin menerapkan prinsip konservatisme akuntansi karena memberikan kesan untuk investor dalam mempercayai perusahaan tersebut dalam melakukan atau mempunyai kemampuan dalam menggunakan asset dalam rangka untuk melunasi hutang jangka panjang. Dengan, perusahaan menerapkan dan mendorong kehatihatian akan semakin mudah perusahaan tersebut dapat dipercayai. Maka, konservatisme akan selalu beringingan dengan leverage. Intensitas Modal tidak berpengaruh terhadap Konservatisme Akuntansi Berdasarkan temuan uji hipotesis, signifikansi yang diperoleh untuk variabel intensitas modal ditetapkan sebesar 0,331 sehingga Ha4 ditolak. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang diteliti oleh (Mariati & Setiawan, 2. ,(Daryatno & Santioso, 2. , (Stiawan et al. , 2. namun tidak sejalan dengan penelitian yang diteliti oleh (Oktavianti et al. , 2. , (Wati et al. , 2. ,(Setiawan & Hunein. Penelitian ini tidak didukung dengan teori yang digunakan dalam penelitian tersebut yaitu teori akuntansi positif karena menekankan adanya pemahaman dan kemampuan seseorang dalam melakukan proses akuntansi, sedangkan intensitas modal yang tinggi tidak akan mempengaruhi perusahaan dalam lebih berhati-hati dalam menerapkan laporan keuangan. Sehingga dapat ditarik kesimpulan intensitas modal tidak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi yang memiliki arti perusahaan menerapkan prinsip kehati-hatian tidak dipengaruhi oleh adanya intensitas modal yang diperoleh perusahaan. Dengan demikian, penyajian laporan keuangan yang konservatif bukan merupakan indikasi bisnis dengan intensitas modal tinggi atau rendah. KESIMPULAN Profitabilitas memberikan pengaruh ke arah negatif terhadap konservatisme akuntansi di sektor basic materials yang terdapat di BEI 2020-2022. Profitabilitas yang baik mengurangi konservatisme karena memberikan kesan kepada operasi Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 operasional perusahaan bahwa kinerja mereka berada pada jalur yang benar, sehingga meningkatkan kepercayaan diri dan kepuasan mereka dan mendorong mereka untuk melonggarkan atau mengurangi tindakan hati-hati mereka. Insentif pajak memberikan pengaruh ke arah positif terhadap konservatisme akuntansi di sektor basic materials yang terdapat di BEI 2020-2022. Insentif pajak yang baik dan buruk akan menentukan perusahaan tersebut dalam mengurangi ataupun meningkatkan prinsip dalam penerapan konservatisme akuntansi. Leverage memberikan pengaruh ke arah positif terhadap konservatisme akuntansi di sektor basic materials yang terdapat di BEI 2020-2022. Leverage yang tinggi atau adanya peningkatan maka perusahaan akan semakin menerapkan prinsip konservatisme akuntansi dalam membuat pelaporan karena memberikan kesan untuk investor dalam mempercayai perusahaan tersebut dalam melakukan atau mempunyai kemampuan dalam menggunakan asset dalam rangka untuk melunasi hutang jangka panjang. Intensitas modal tidak memberikan pengaruh terhadap konservatisme akuntansi di sektor basic materials yang terdapat di BEI 20202022. Menggambarkan adanya perusahaan yang menerapkan prinsip kehati-hatian tidak dipengaruhi oleh adanya intensitas modal yang diperoleh perusahaan. Prosedur akuntansi manajemen perusahaan secara tidak langsung tidak terpengaruh secara langsung oleh besarnya modal yang dimilikinya. Intensitas modal memiliki pengaruh yang lebih kecil terhadap keputusan akuntansi konservatif dibandingkan persepsi risiko, keadaan, atau taktik manajemen DAFTAR PUSTAKA