JURNAL ILMIAH EKONOMI MANAJEMEN DAN BISNIS Volume 2 Number 1 January 2022 ISSN: 2987-3843 (Onlin. 2986-9919 (Prin. MOTIVASI KERJA DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT HARMONI NIRWANA LESTARI Muhammad Jakarianto1. Koesmawan2. Teuku Ramli Zakaria. A 3 123Program Studi Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ganesha Jakarta jakariyanto@gmail. Received: August 10 2021 Revised: November 15 2021 Accepted: December 07 2021 Published online: Jan 30 2022 Abstract This research aims to examine and analyze "The Influence of Work Motivation and Compensation on Employee Performance at PT. Harmoni Nirwana Lestari Jakarta. " This type of research is quantitative. The data used in this study are primary data obtained from questionnaires distributed to employees at PT. Harmoni Nirwana Lestari Jakarta. The sample size used was 75 respondents. The data obtained were analyzed using validity tests, reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression tests, hypothesis tests, and coefficient tests using the SPSS 24 program. The partial test results for work motivation significantly affect employee performance with a t-value of 8. 404 and a significance level of 0. Compensation significantly affects employee performance with a t-value of 223 and a significance level of 0. Meanwhile, the simultaneous testing for work motivation and compensation significantly affects employee performance at PT. Harmoni Nirwana Lestari Jakarta with an F-value 597 and a significance level of 0. Keywords: Work Motivation. Compensation. Employee Performance at PT. Harmoni Nirwana Lestari Jakarta. PENDAHULUAN Menghadapi situasi saat ini, direksi menghadapi tantangan mengenai hal manajemen SDM. Kesuksesan manajemen SDM khususnya perencanaan mencakup penganggaran SDM juga merancang kegiatan SDM sesuai tujuan yang telah disepakati oleh organisasi. Sekalipun perusahaan mempunyai sumber daya yang melimpah baik sarana, prasarana maupun permodalan yang cukup, namun tanpa didukung SDM yang memiliki kemampuan dan program yang bagus maka pelaksanaan program akan sulit terlaksana, dan bisnis perusahaan tidak akan berhasil secara efektif. Artinya tenaga kerja adalah faktor kunci yang memerlukan perhatian khusus dalam hal kebutuhannya. Keberhasilan dalam sebuah bisnis seringkali tergantung pada sikap dan perilaku para pekerja selama melaksanakan pekerjaannya. Berdasarkan pendapat Mangkunegara . , kinerja berhubungan dengan output, baik kualitatif maupun kuantitatif, hasil kerja dari seorang pegawai saat melaksanakan kewajiban dengan tepat sesuai dengan tugas yang diberikan. Dengan demikian, sebagai bentuk kompensasi perlu dilakukan Inisiatif untuk memperbaiki produktivitas karyawan. https://jurnal. id/index. php/ekmabis JURNAL ILMIAH EKONOMI MANAJEMEN DAN BISNIS Volume 2 Number 1 January 2022 ISSN: 2987-3843 (Onlin. 2986-9919 (Prin. Kompensasi merupakan bagian penting sehingga mempengaruhi motivasi dan alasan seseorang di sebuah organisasi dibandingkan organisasi lainnya. Pengusaha harus kompetitif dalam hal gaji untuk mempekerjakan, mempertahankan dan menghargai prestasi setiap individu dalam organisasi. Menurut Siagian . , terdapat beberapa elemen yang bisa mempengaruhi kinerja karyawan. Berdasarkan pendapat Siagian . , kepemimpinan, motivasi, lingkungan pekerjaan, upah, budaya dalam organisasi, disiplin saat bekerja, dan kepuasan dalam bekerja bisa mempengaruhi kinerja pegawai. Kinerja pegawai bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kompensasi dan motivasi. Berdasarkan pendapat Hasibuan . , kompensasi adalah segala penghasilan baik dalam bentuk uang maupun barang dihasilkan seseorang berupa Bayaran untuk layanan kepada perusahaan. Imbalan diantisipasi mampu menggerakkan karyawan untuk melaksanakan tugasnya dengan baik. Gaji yang memadai dan keberhasilan dalam meningkatkan semangat. Para pekerja akan terdorong untuk menuntaskan tugas-tugas yang diberikan kepada mereka. Menurut Mathis dan Jackson . , salah satu upaya dalam memperbaiki performa para pekerja yaitu melalui sistem kompensasi diamana kompensasi sebagai elemen utama dalam mempengaruhi alasan seseorang bekerja untuk sebuah perusahaan daripada organisasi lainnya. Pengusaha harus kompetitif dalam hal gaji untuk mempekerjakan, mempertahankan dan menghargai prestasi semua orang yang ada pada organisasi. Perusahaan perlu memperhatikan bukan hanya faktor kompensasi untuk meningkatkan kinerja karyawannya saja, namun perusahaan perlu memperhatikan unsur motivasi karena mampu mendorong karyawan untuk malakukan aktivitas guna mencapai hasil optimal. Setiap pegawai belum tentu siap mengerahkan kemampuannya secara maksimal. Oleh karena itu, masih perlu didorong oleh faktor Oleh karena itu, motivasi dalam bekerja sangat diperlukan supaya Pegawai bisa mencapai kinerja terbaik, bawahan tak akan terdorong untuk menggapai efisiensi tinggi jika mereka tidak melihat target tinggi dari atasan mereka sebagai sesuatu yang masuk akal untuk diwujudkan. Penemuan pertama yang menjadi objek penelitian adalah PT. Harmoni Nirwana Lestari Jakarta mendokumentasikan berbagai masalah, termasuk di antaranya karyawan yang merasa bahwa bonus yang diterima tidak sepadan dengan tanggung jawab kerja yang mereka emban oleh sebagian karyawan, yang dapat mengakibatkan penurunan kinerja karyawan yang tidak optimal, terbukti dari ketidakmampuan sebagian karyawan dalam melaksanakan tugas. Untuk menyelesaikannya dalam masa tertentu yang sudah disepakati. Di samping itu, perusahaan belum berhasil memberikan insentif ekstra untuk memicu semangat kerja, sehingga beberapa karyawan tidak lagi kekurangan motivasi dan berdampak pada penurunan kinerja. Berbagai permasalahan di PT. Harmoni Nirwana Lestari Jakarta menjadi landasan untuk analis meneliti penyebab atau elemen yang muncul. Ini bisa berfungsi sebagai laporan peningkatan untuk meningkatkan kinerja pekerja. Meskipun ada banyak masalah yang muncul dalam objek penelitian, penulis telah membatasi cakupan studi tentang kompensasi, dorongan kerja, dan kinerja pekerja. Dari gambaran tersebut, jelas bahwa kompensasi dan motivasi kerja memegang peran dengan sangat signifikan dalam upaya memperbaharui kinerja karyawan seperti yang di https://jurnal. id/index. php/ekmabis JURNAL ILMIAH EKONOMI MANAJEMEN DAN BISNIS Volume 2 Number 1 January 2022 ISSN: 2987-3843 (Onlin. 2986-9919 (Prin. LANDASAN TEORI Kinerja Sesuai dengan pandangan Sani . , kinerja adalah hasil nyata yang muncul dari usaha individu atau kelompok dalam menyelesaikan tugas atau menjalankan tanggung jawab yang diberikan kepada mereka, dengan mematuhi standar yang telah ditetapkan. Pandangan Mangkunegara . mengenai kinerja menyatakan bahwa hal tersebut merujuk pada hasil kerja seorang pegawai, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, yang berhasil dicapai ketika mereka menunaikan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang telah diberikan kepada mereka. Pada saat yang sama. Dharma . berpendapat bahwa "Kinerja dianggap sebagai sarana yang dapat meningkatkan hasil bagi suatu organisasi", sedangkan Hasibuan . menyatakan bahwa "Penilaian kinerja, penilaian pegawai, penilaian departemen, penilaian pegawai, penilaian perilaku, dan penilaian individu merupakan kegiatan-kegiatan tertentu yang harus dilakukan untuk mengetahui pencapaian keberhasilan yang telah dicapai oleh setiap pegawai". Untuk menilai kinerja seorang pegawai atau anggota organisasi, dapat diartikan bahwa kinerja mencakup hasil dari usaha individu dalam menjalankan tugas yang telah diberikan sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Kinerja dapat berfungsi sebagai penilaian terhadap kualitas dan jumlah pencapaian hasil kerja oleh seseorang atau lebih pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai tanggung jawab yang diberikan. Indikator Kinerja Menurut penelitian yang dikutip dari Mathis dan Jackson, sebagaimana yang dijelaskan dalam karya Akhmad Subekhi dan Mohammadjauhar . , indikator kinerja dapat dibagi menjadi beberapa aspek yang meliputi: Jumlah hasil Kualitas hasil Kecepatan hasil Hadiah Kemampuan untuk bekerja sama Motivasi Kerja Motivasi, yang memiliki akar kata dari bahasa Latin "Movere" yang artinya dorongan, merupakan faktor yang memiliki pengaruh terhadap karyawan, terutama staf atau bawahan. Motivasi menyangkut dorongan semangat kerja bawahan, supaya memotivasi mereka untuk bekerja dengan tekun mencurahkan segenap kemampuan juga ketrampilannya. Hakikatnya tidak hanya menginginkan pegawai terampil, kompeten, dan berpengetahuan, tetapi yang terutama adalah bahwa mereka bersedia bekerja keras dan memiliki motivasi agar mencapai kinerja terbaik. (Hasibuan, 2. https://jurnal. id/index. php/ekmabis JURNAL ILMIAH EKONOMI MANAJEMEN DAN BISNIS Volume 2 Number 1 January 2022 ISSN: 2987-3843 (Onlin. 2986-9919 (Prin. Berdasarkan definisi dari para ahli, motivasi kerja dapat diartikan sebagai pendorong internal yang memberikan dorongan pada individu untuk bekerja dengan semangat dan efektif, bekerjasama, serta mencapai tujuan tertentu dalam organisasi. Motivasi Kerja Menurut Yusuf . , motivasi kerja merujuk pada faktor-faktor yang membangkitkan dorongan dan semangat untuk bekerja. Kadarisman . juga mengungkapkan bahwa motivasi kerja adalah kekuatan penggerak yang mendorong individu untuk berperilaku dan berusaha keras sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang diemban. George dan Jones . eperti yang disebutkan dalam Tania & Sutanto, 2. berpendapat bahwa motivasi kerja merupakan pemicu psikologis yang mengarahkan perilaku individu dengan intensitas dan ketekunan yang beragam ketika menghadapi tantangan di dalam organisasi. Dengan kata lain, para ahli sepakat bahwa motivasi kerja adalah faktor yang memicu semangat dan motivasi karyawan untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Indikator Motivasi Kerja Kuat atau lemahnya motivasi kerja seorang pegawai secara langsung mencerminkan sejauh mana dia berusaha untuk menciptakan kinerja yang optimal guna tercapainya tujuan organisasi. Berdasarkan definisi motivasi kerja yang disajikan oleh Sondang P. Siagian . , terdapat beberapa petunjuk mengenai motivasi kerja, termasuk: Daya Pendorong Motivasi merupakan sejenis insting, kekuatan pendorong memotivasi orang bertindak untuk mencapai tujuan. Tetapi metode yang diterapkan pada setiap individu berlainan tergantung asal usul budaya setiap individu. Kemauan Kemauan rangsangan/pengaruh dari orang lain. Kesiapan menunjukkan tindakan spesifik setelah ada permintaan dari pihak luar. Kesediaan Kesediaan merupakan sebuah cara menyetujui permohonan orang lain sehingga dapat menuruti permintaan tersebut diberikan tanpa terasa terbebani. Membentuk Keahlian Pembentukan keahlian merupakan kegiatan pembentukan, perubahan keterampilan seseorang yang memiliki pengetahuan dan keahlian khusus dalam suatu bidang ilmu tertentu. bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan dalam bidang tersebut. Membentuk Keterampilan https://jurnal. id/index. php/ekmabis JURNAL ILMIAH EKONOMI MANAJEMEN DAN BISNIS Volume 2 Number 1 January 2022 ISSN: 2987-3843 (Onlin. 2986-9919 (Prin. Keterampilan merujuk pada kemampuan individu untuk mengeksekusi pola tindakan yang kompleks dan terstruktur dengan efektif dan tepat dalam situasi tertentu, bertujuan agar tercapai prestasi tertentu yang telah ditetapkan. Definisi keterampilan mencakup tidak hanya aspek gerakan motorik, melainkan juga penguasaan fungsi mental-kognitif. Selain itu, kemampuan untuk berinteraksi dan memanfaatkan orang lain dengan tepat juga merupakan indikator dari individu yang memiliki keterampilan yang berkualitas. Tanggung Jawab Tanggung jawab mengacu pada dampak lanjutan dalam pelaksanaan suatu tugas. Seringkali didefinisikan berupa tugas dalam melaksanakan tindakan atau tingkah laku spesifik. Kewajiban Kewajiban merupakan hal yang harus dilakukan untuk suatu yang diberikan kepadanya. Contohnya dalam konteks pekerjaan. Anda akan diberi tugas untuk menyelesaikannya. Tujuan Tujuan mengacu pada pernyataan mengenai keadaan yang diharapkan untuk dicapai oleh perusahaan, begitu juga statmen tentang visi masa depan yang diinginkan oleh organisasi secara keseluruhan. Kompensasi Menurut Hasibuan . , kompensasi mencakup semua bentuk imbalan yang diterima oleh karyawan sebagai pengakuan terhadap kontribusi dan jasa yang telah mereka berikan kepada Imbalan ini dapat berupa bentuk pengakuan dalam bentuk uang atau barang, dan dapat diterima oleh karyawan secara langsung atau tidak langsung. Kompensasi tunai mengacu pada pembayaran kepada karyawan dalam bentuk uang, sementara kompensasi dalam bentuk barang merujuk pada pembayaran dalam bentuk barang. Selain itu, menurut Bangun . , kompensasi finansial adalah jenis imbalan yang diterima oleh karyawan sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi yang telah mereka berikan dalam menjalankan tugas dan pekerjaan. Rivai . juga berpendapat bahwa kompensasi finansial merupakan penggantian atas kontribusi karyawan kepada perusahaan yang seharusnya mereka terima. Dengan demikian, kompensasi dapat dijelaskan sebagai bentuk imbalan yang diberikan kepada karyawan sebagai tanda penghargaan atas kontribusi yang telah mereka berikan dalam meningkatkan kinerja dan pencapaian perusahaan. Hal ini meliputi berbagai bentuk penghargaan, baik yang bersifat finansial maupun non-finansial, yang diberikan kepada karyawan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka. https://jurnal. id/index. php/ekmabis JURNAL ILMIAH EKONOMI MANAJEMEN DAN BISNIS Volume 2 Number 1 January 2022 ISSN: 2987-3843 (Onlin. 2986-9919 (Prin. Indikator-Indikator Kompensasi Kasmir . menyatakan bahwa standar untuk mengevaluasi kompensasi finansial adalah: Gaji Besarannya dibayarkan setiap bulan, besarannya berbeda-beda tergantung kelas atau pangkat yang Bonus Ini adalah pembayaran yang diberikan kepada seseorang atas kinerjanya atau kinerja seluruh Komisi Komisi merupakan bentuk penghargaan yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka, yang juga berpotensi memberikan keuntungan tambahan bagi perusahaan. Memberikan insentif merupakan strategi untuk mendorong pegawai agar meningkatkan kinerjanya, karena dengan adanya stimulus ini, karyawan cenderung lebih termotivasi untuk bekerja dengan lebih baik. Sehingga, pemberian penghargaan dapat berdampak positif terhadap peningkatan produktivitas dan kinerja pegawai. Tunjangan Meningkatkan kehidupan material dan spiritual pekerja. Kerangka Berpikir Kerangka ini merupakan hasil dari penggabungan relasi antar variabel yang berasal dari berbagai teori yang telah diuraikan sebelumnya. Sebagai hasil dari proses ini, kerangka tersebut menyajikan pandangan yang komprehensif dan terintegrasi mengenai interaksi antar variabel tersebut. Peneliti mengeksplorasi pengaruh motivasi kerja dan kompensasi terhadap kinerja karyawan pada PT. Harmoni Nirwana Lestari Jakarta. Berikut kerangka penelitian ini: https://jurnal. id/index. php/ekmabis JURNAL ILMIAH EKONOMI MANAJEMEN DAN BISNIS Volume 2 Number 1 January 2022 ISSN: 2987-3843 (Onlin. 2986-9919 (Prin. Gambar 1 Kerangka Berpikir Hipotesis Penelitian H1 = Terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Harmoni Nirwana Lestari Jakarta. H2 = Terdapat pengaruh kinerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Harmoni Nirwana Lestari Jakarta. H3 = Terdapat pengaruh motivasi kerja dan kompensasi terhadap kinerja karyawan pada PT. Harmoni Nirwana Lestari Jakarta. METODE Tempat Penelitian dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di PT. Harmoni Nirwana Lestari yang berlokasi di Revenue Tower. Lantai 18. Jl. Jend. Sudirman Kav. Lot 09 Sudirman Central Business District (SCBD). Jakarta Penelitian ini berlangsung sejak bulan Januari 2022 hingga bulan Mei 2022. Dalam rentang waktu tersebut, berbagai data dan informasi telah dikumpulkan untuk mendukung pelaksanaan studi Metode Penelitian Metode yang diterapkan pada studi ini yaitu pendekatan kuantitatif kombinatif, yang mengindikasikan bahwa penelitian ini dilakukan berdasarkan teori yang tersedia, dan mengevaluasi dampak variabel bebas dan terikat, diterapkan analisis statistik terstandarisasi. Populasi dan Sampel Menurut Sugiyono . definisi Populasi merujuk pada kumpulan umum beberapa objek dimana memiliki sifat dan atribut khusus yang didefinisikan peneliti yang mana akan dijadikan objek studi dan dianalisis untuk mencapai kesimpulan. Pada penelitian ini didapatkan populasi sebanyak 75 https://jurnal. id/index. php/ekmabis JURNAL ILMIAH EKONOMI MANAJEMEN DAN BISNIS Volume 2 Number 1 January 2022 ISSN: 2987-3843 (Onlin. 2986-9919 (Prin. Sampel, seperti yang dijelaskan oleh Sugiyono . , adalah sejumlah kecil elemen atau individu yang diambil dari populasi secara representatif. Hal ini dilakukan dalam rangka melakukan analisis atau penelitian yang mencerminkan karakteristik dan informasi yang ada di dalam populasi secara keseluruhan. Teknik pengambilan sampel non-probabilitas tidak memastikan kesempatan yang adil bagi seluruh anggota masyarakat. Pada kajian ini penentuan kelompok sampel dilakukan menggunakan sampel atau populasi yang sudah mencakup seluruhnya, yakni suatu cara pengambilan sampel yang seluruh anggota populasinya diperiksa (Sugiyono, 2016:. Jadi besar sampel penelitian ini adalah 75 responden. Pengujian Instrumen Penelitian Instrumen dikatakan baik apabila memenuhi tiga persyaratan utama yaitu: . valid, . reliabel atau andal, dan . praktis (Cooper dan Sehindler, 2. Bilamana alat ukur yang digunakan tidak valid atau tidak dapat dipercaya dan tidak andal atau reliabel, maka hasil penelitian tidak akan menggambarkan keadaan yang sesungguhnya. Oleh karena itu, untuk menguji kuisioner sebagai instrumen penelitian maka digunakan uji validitas . est of validit. dan uji realibilitas . est of realiability Teknik Analisa Data Sugiyono . menyatakan bahwa analisis data adalah cara-cara mengolah data yang HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Variabel Motivasi Kerja (X. Tabel 1 Uji Validitas Variabel Motivasi Kerja (X. Motivasi Kerja ( X. Pernyataan r tabel r hitung n = 75 MK1 MK2 MK3 MK4 MK5 MK6 MK7 MK8 Sumber : Pengolahan Data SPSS versi 24 https://jurnal. id/index. php/ekmabis Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid JURNAL ILMIAH EKONOMI MANAJEMEN DAN BISNIS Volume 2 Number 1 January 2022 ISSN: 2987-3843 (Onlin. 2986-9919 (Prin. Berdasarkan tabel yang dihasilkan dari pengolahan data, semua nilai r yang dihitung dari instrumen setiap item pernyataan lebih tinggi daripada nilai r tabel, dengan n = 75 dan nilai r sebesar 0,224. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semua pernyataan yang terkait dengan variabel Motivasi Kerja (X. memiliki validitas yang kuat. Uji Validitas Variabel Kompensasi (X. Tabel 2 Uji Validitas Variabel Kompensasi (X. Pernyataan r hitung KOM1 KOM2 KOM3 KOM4 KOM5 KOM6 KOM7 KOM8 Sumber : Pengolahan Data SPSS versi 24 Motivasi ( X. r tabel n = 75 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari hasil pengolahan data yang disajikan, terlihat bahwa semua klaim terkait variabel kompensasi (X. memiliki validitas yang kuat. Hal ini terjadi karena nilai r yang dihasilkan melebihi nilai r tabel, dengan n = 75, yakni sebesar 0,224. Uji Validitas Variabel Kinerja Karyawan (Y) Tabel 3 Uji Validitas Variabel Kinerja Karyawan (Y) Kinerja Karyawan (Y) Pernyataan r tabel r hitung n = 75 KIN1 KIN2 KIN3 KIN4 KIN5 https://jurnal. id/index. php/ekmabis Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid JURNAL ILMIAH EKONOMI MANAJEMEN DAN BISNIS Volume 2 Number 1 January 2022 ISSN: 2987-3843 (Onlin. 2986-9919 (Prin. KIN6 Valid KIN7 Valid Valid KIN8 Sumber : Pengolahan Data SPSS versi 24 Berdasarkan data pada tabel di atas, terlihat bahwa setiap pernyataan pada variabel Kinerja Pegawai (Y) memiliki validitas yang kuat. Hal ini terjadi karena nilai r yang dihasilkan melebihi nilai r tabel, dengan n = 75, yakni sebesar 0,224. Uji Reliabilitas Tabel 4 Uji Reliabilitas Variabel Motivasi Kerja (X. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Sumber : Pengolahan Data SPSS versi 24 Dari hasil pengolahan data terlihat yakni Motivasi Kerja merupakan variable yang reliabel, sebab hasil pengolahan data menyatakan Cronbach Alpha r hitung > r tabel yakni 0,814 > 0,600 dimana syarat N = 8 dengan tingkat signifikansi 5%. Tabel 5 Uji Reliabilitas Variabel Motivasi Kerja (X. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Sumber : Pengolahan Data SPSS versi 24 Tabel 4. 8 menunjukkan variabel Kompensasi tergolong realibel karena nilai Cronbach Alpha . melebihi nilai ambang batas r tabel . dengan kondisi N=8 dan tingkat signifikansi 5%. Tabel 5 Uji Reliabilitas Variabel Kinerja Karyawan (Y) Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Sumber : Pengolahan Data SPSS versi 24 Dapat di lihat hasil pengolahan data Kinerja Pegawai tergolong variabel yang reliabel dengan CronbachAos Alpha r hitung 0,753 > 0,600 dengan syarat N=8 mempunyai tingkat signifikansi 5%. https://jurnal. id/index. php/ekmabis JURNAL ILMIAH EKONOMI MANAJEMEN DAN BISNIS Volume 2 Number 1 January 2022 ISSN: 2987-3843 (Onlin. 2986-9919 (Prin. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Gambar 2 P-Plot Normalitas Gambar 2 tersebut mengindikasikan data tersebar dalam pola diagonal yang seragam atau memiliki histogram sejajar dengan ini mengikuti pola sebaran yang sesuai dengan asumsi normalitas. Uji Heteroskedastisitas Tabel 6 UJI Heteroskedastisitas Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Constan. Standardized Coefficients Std. Error Beta MOTIVASI KOMPENSASI Sig. Sumber : Pengolahan Data SPSS versi 24 Tabel tersebut menunjukkan hasil signifikansinya > 0,050, hal ini mengandung arti tidak memiliki https://jurnal. id/index. php/ekmabis JURNAL ILMIAH EKONOMI MANAJEMEN DAN BISNIS Volume 2 Number 1 January 2022 ISSN: 2987-3843 (Onlin. 2986-9919 (Prin. Uji Multikolinearitas Model 1 (Constan. MOTIVASI Unstandardized Coefficients Std. Error 579E2. Tabel 7 UJI Multikolinearitas Coefficientsa Standardized Coefficients Beta KOMPENS ASI Dependent Variable: Unstandardized Residual Sumber : Pengolahan Data SPSS versi 24 Dasar pengambilan keputusan : Collinearity Statistics Toleranc VIF Sig. Jika nilai VIF < 10, tidak terdapat fenomena multikolinearitas antar variabel independen. Jika nilai VIF > 10 maka terdapat tanda multikolinearitas antar variabel independen. Dari tabel koefisien yang diperoleh terlihat hasil VIF motivasi kerja bernilai 2,975, hasil VIF Kompensasi bernilai 2,975. Dengan demikian didapatkan nilai VIF < 10 yang menjelaskan tidak terdapat fenomena multikolinearitas antar variabel independen. Uji Koefisien Korelasi Variabel Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan Tabel 8 Koefisien Korelasi X1 terhadap Y Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate sumber : Pengolahan Data SPSS versi 24 Hasil pengolahan data tersebut terlihat R sekitar 0,701 dimana mengindikasikan ada hubungan yang kuat atau tinggi antara motivasi kerja dan kinerja karyawan pada PT. Harmoni Nirwana Lestari Jakarta. https://jurnal. id/index. php/ekmabis JURNAL ILMIAH EKONOMI MANAJEMEN DAN BISNIS Volume 2 Number 1 January 2022 ISSN: 2987-3843 (Onlin. 2986-9919 (Prin. Variabel Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan Tabel 9 Koefisien Determinasi X2 terhadap Y Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate sumber : Pengolahan Data SPSS versi 24 Dari tabel di atas, didapatkan angka R . oefisien korelas. sekitar 0,693. Ini menandakan adanya hubungan yang erat atau signifikan antara motivasi kerja karyawan dan prestasi kerja pada PT. Harmoni Nirwana Lestari Jakarta. Variabel Motivasi Kerja (X. dan Kompensasi (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y) Tabel 10 Koefisien Determinasi X1 dan X2 terhadap Y Model Summaryb Std. Error of the Model R Square Adjusted R Square Estimate Predictors: (Constan. MOTIVASI. KOMPENSASI Dependent Variable: KINERJA sumber : Pengolahan Data SPSS versi 24 Dari tabel diatas diperoleh angka R . oefisien korelas. sebesar 0,732. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang erat atau tinggi antara motivasi kerja dan kompensasi terhadap prestasi kerja karyawan di PT. Harmoni Nirwana Lestari Jakarta. Uji Koefisien Determinasi Variabel Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan Dari hasil pengolahan data yang ditunjukkan pada Tabel 4. 12 di atas, didapatkan Koefisien Determinasi (R. = 0,492. Artinya, sekitar 49,2% dari variasi dalam prestasi kerja karyawan PT. Harmoni Nirwana Lestari Jakarta dapat dijelaskan oleh motivasi kerja. Sementara itu, sekitar 50,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor selain yang diteliti. https://jurnal. id/index. php/ekmabis JURNAL ILMIAH EKONOMI MANAJEMEN DAN BISNIS Volume 2 Number 1 January 2022 ISSN: 2987-3843 (Onlin. 2986-9919 (Prin. Variabel Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan Dari Tabel 4. 13, didapatkan angka R2 (Koefisien Determinas. yaitu 0,481. Artinya, sekitar 48,1% dari variasi dalam kinerja karyawan PT. Harmoni Nirwana Lestari Jakarta dapat dijelaskan oleh Sementara itu, sekitar 51,9% terpengaruh oleh variabel lain. Variabel Motivasi Kerja dan Kompensasi terhadap Kinerja Dari hasil pengolahan data di nyatakan R2 (Koefisien Determinas. sebesar sekitar 0,536. Artinya, terdapat sekitar 53,6% dari variasi dalam kinerja karyawan PT. Harmoni Nirwana Lestari Jakarta secara bersama-sama dipengaruhi motivasi kerja dan kompensasi. Penting untuk dicatat bahwa sekitar 46,4% dari sisa pengaruhnya dapat diatribusikan kepada faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Uji Hipotesis Uji Hipotesis ( uji t ) Variabel Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Tabel 11 Uji Regresi X1 terhadap Y Coefficientsa Model 1 (Constan. MOTIVA Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig Sumber : Pengolahan Data SPSS versi 24 . konstanta a = 11,395. Ini dapat dibuktikan dengan fakta bahwa ketika X=0, nilai juga adalah 11,395. Koefisien regresi untuk variabel Motivasi Kerja terhadap Kinerja adalah sekitar 0,642. Jika motivasi kerja meningkat sebesar 1 satuan, maka kinerja diantisipasi akan meningkat sekitar 0,642. Dalam penelitian ini, hipotesis dievaluasi dengan menggunakan uji-t. Hasil dari tabel di atas menunjukkan bahwa nilai t-hitung adalah 8,404, sedangkan nilai t-tabel adalah 1,993. Lebih lanjut, nilai signifikansi adalah 0,000, yang berada di bawah 0,050. https://jurnal. id/index. php/ekmabis JURNAL ILMIAH EKONOMI MANAJEMEN DAN BISNIS Volume 2 Number 1 January 2022 ISSN: 2987-3843 (Onlin. 2986-9919 (Prin. Dengan demikian, karena Ha diterima, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan dari variabel motivasi kerja (X. terhadap prestasi kerja karyawan di PT. Harmoni Nirwana Lestari Jakarta (Y). Variabel Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Tabel 12 Uji Regresi X2 terhadap Y Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta KOMPENSA Dependent Variable: KINERJA Sumber : Pengolahan Data SPSS versi 24 Model 1 (Constan. Sig Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa persamaan regresi linier sederhana adalah: Y = 9,225 0,694X. Hasil dari persamaan ini dapat dijelaskan sebagai berikut: Angka 9,225 merupakan nilai konstanta . , yang artinya jika nilai X = 0, maka . rediksi Y) adalah sekitar 9,225. Koefisien regresi untuk variabel Kompensasi adalah 0,694. Ini menunjukkan bahwa jika kompensasi ditingkatkan sebanyak 1 satuan, maka kinerja juga diperkirakan akan meningkat sekitar 0,694. Dalam penelitian ini, hipotesis diuji menggunakan uji-t. Dari hasil yang tercatat dalam tabel di atas, diperoleh nilai t sebesar 8,223 dari variabel kompensasi terhadap kinerja karyawan (X. terhadap (Y). Bandingkan dengan nilai t-tabel untuk n=75 yang sebesar 1,993. Karena nilai t-hitung . lebih tinggi dari t-tabel . , dan signifikansi sebesar 0,000, yang lebih kecil dari 0,050, maka hipotesis alternatif (H. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan dari variabel kompensasi (X. terhadap kinerja karyawan di PT. Harmoni Nirwana Lestari Jakarta (Y). https://jurnal. id/index. php/ekmabis JURNAL ILMIAH EKONOMI MANAJEMEN DAN BISNIS Volume 2 Number 1 January 2022 ISSN: 2987-3843 (Onlin. 2986-9919 (Prin. Uji Hipotesis ( uji F) Variabel Motivasi Kerja dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Tabel 13 Uji F ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. 1 Regression Residual Total Dependent Variable: KINERJA Predictors: (Constan. KOMPENSASI. MOTIVASI Sumber : Pengolahan Data SPSS versi 24 Hipotesis dalam penelitian ini diuji menggunakan uji F. Dengan memperhatikan hasil pada tabel di atas, nilai F adalah 41,597, sedangkan nilai F tabel dengan n = 75 adalah 3,12. Karena nilai F hitung . lebih besar dari F tabel . , maka secara spesifik dapat disimpulkan bahwa variabel motivasi kerja dan kompensasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan di PT. Harmoni Nirwana Lestari Jakarta. Selain itu, nilai probabilitas . adalah 0,000, yang kurang dari 0,050, sehingga hipotesis alternatif diterima. Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 14 Uji Regresi X1dan X2 terhadap Y Coefficientsa Model 1 (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta MOTIVASI KOMPENSA Sig Sumber : Pengolahan Data SPSS versi 24 Hasil analisis data menunjukkan bahwa persamaan regresi linier berganda dapat dirumuskan sebagai berikut: Y = 8. 371 X1 0. 364 X2. Dari persamaan ini, dapat diinterpretasikan bahwa https://jurnal. id/index. php/ekmabis JURNAL ILMIAH EKONOMI MANAJEMEN DAN BISNIS Volume 2 Number 1 January 2022 ISSN: 2987-3843 (Onlin. 2986-9919 (Prin. hubungan antara variabel Y dengan variabel X1 dan X2 dapat dijelaskan dengan persamaan tersebut, https://jurnal. id/index. php/ekmabis JURNAL ILMIAH EKONOMI MANAJEMEN DAN BISNIS Volume 2 Number 1 January 2022 ISSN: 2987-3843 (Onlin. 2986-9919 (Prin. Dapat diidentifikasi konstanta . = 8,220. Koefisien regresi untuk variabel Motivasi Kerja terhadap Kinerja adalah 0,371. Artinya, jika variabel Motivasi Kerja meningkat sebesar 1 satuan, maka variabel Kinerja diperkirakan akan meningkat sekitar 0,371, dengan asumsi bahwa variabel kompensasi dianggap konstan. Koefisien regresi untuk variabel Kompensasi terhadap Kinerja adalah sekitar 0,364. Hal ini mengindikasikan bahwa jika variabel kompensasi meningkat sebesar 1 satuan, maka variabel kinerja diantisipasi akan meningkat sekitar 0,364, dengan asumsi bahwa variabel kompensasi dianggap konstan. PEMBAHASAN Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap kinerja Karyawan Dalam penelitian ini dihasilkan Variabel Motivasi (X. memiliki pengaruh yang positif berdasarkan koefisien regresi dan signifikan berdasarkan hasil pengolahan data terhadap Kinerja (Y), dimana nilai R2 (R Squar. sebesar 50,8%, dan R = 0,701. Hasil tersebut sejalan dengan penelitian Fransiskus Ady . yang penelitiannya tentang AuPengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja PegawaiAy, hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, maka hasil penelitian yang dilakukan sudah sejalan dan menghasilan kesimpulan yang sama. Pengaruh Kompensasi Terhadap kinerja Karyawan Hasibuan . mendefinisikan kompensasi sebagai Penghasilan yang diterima oleh karyawan, baik dalam bentuk uang maupun barang, dapat diberikan secara langsung maupun tidak langsung sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan. Kompensasi tunai berarti bahwa karyawan menerima pembayaran dalam bentuk uang tunai. Sementara itu, kompensasi dalam bentuk barang berarti bahwa pembayaran kepada karyawan diberikan dalam bentuk barang atau benda fisik. Kinerja dapat dijadikan sebagai parameter untuk menilai kualitas serta kuantitas hasil kerja yang telah dicapai oleh satu atau lebih pegawai dalam menjalankan tugas mereka sesuai dengan tanggung jawab yang telah diberikan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Aria Mulyapradana . dengan judul "Dampak Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai Hotel Dafa Kota Pekalongan" memperlihatkan adanya pengaruh yang positif dan signifikan variabel kompensasi (X) terhadap kinerja (Y). Hasil analisis juga menunjukkan bahwa nilai R2 (R Squar. sebesar 48,1%, dengan angka R = 0,693. https://jurnal. id/index. php/ekmabis JURNAL ILMIAH EKONOMI MANAJEMEN DAN BISNIS Volume 2 Number 1 January 2022 ISSN: 2987-3843 (Onlin. 2986-9919 (Prin. Pengaruh Motivasi Kerja dan Kompensasi secara Bersama-sama Terhadap kinerja Karyawan Variabel Motivasi Kerja (X. dan Kompensasi (X. memiliki pengaruh terhadap Kinerja (Y) sebesar 53,6% dan mendapatkan nilai R = 0,732. Temuan ini konsisten dengan studi yang dilakukan oleh M Haris Arif . berjudul: "Pengaruh Kompensasi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT Nusira Medan Amplas". Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa variabel Motivasi Kerja dan Kompensasi secara positif dan signifikan mempengaruhi kinerja karyawan di PT Nusira Medan Amplas. KESIMPULAN DAN SARAN Variabel Motivasi Kerja mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Harmoni Nirwana Lestari Jakarta sebesar 49,2% dengan koefisien korelasi (R) = 0,701. Variabel Kompensasi mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Harmoni Nirwana Lestari Jakarta sebesar 48,1% dengan koefisien korelasi (R) = 0,693. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel motivasi kerja dan kompensasi terhadap kinerja karyawan PT. Harmoni Nirwana Lestari Jakarta sebesar 53,6%, sedangkan sisanya sebesar 46,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dipertimbangkan dalam penelitian ini dengan nilai R = 0,732. SARAN Dikarenakan motivasi kerja telah mempengaruhi kinerja karyawan di PT. Harmoni Nirwana Lestari Jakarta. maka, semua pihak yang terlibat, yaitu manajemen puncak hingga karyawan tingkat terbawah hendaknya bekerja sama untuk terus saling memotivasi agar suasana menjadi kondusif dan pada akhirnya kinerja yang dicapai akan menjadi yang terbaik. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, kompensasi yang harus dibayarkan kepada PT. Harmoni Nirwana Lestari Jakarta harus terus memperhatikan terutama pada indikator insentif. Perusahaan dapat memberikan kuesioner kepada karyawannya mengenai kompensasi sehingga dapat memperoleh data yang nyata dan efektif serta mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan karyawan. Tak hanya itu, perusahaan juga memiliki kewajiban untuk menyediakan informasi yang jelas mengenai jalur karir kepada para karyawannya. Dengan memberikan insentif dan jenjang karir maka karyawan akan lebih semangat dalam bekerja dan pada akhirnya kinerja akan meningkat. Bagi peneliti lain apabila ingin melakukan penelitian serupa mengenai kinerja harus menggunakan variabel lain dan menambah sampel penelitian. Ada variabel lain yang bisa digunakan seperti: https://jurnal. id/index. php/ekmabis JURNAL ILMIAH EKONOMI MANAJEMEN DAN BISNIS Volume 2 Number 1 January 2022 ISSN: 2987-3843 (Onlin. 2986-9919 (Prin. Disiplin kerja, perilaku organisasi, lingkungan kerja, budaya kolektif dan masih banyak variabel lainnya dapat digunakan dalam penelitian yang sama. DAFTAR PUSTAKA