Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia Of Journal ANALISIS SUMBER BAHAYA dan POTENSI BAHAYA PADA UNIT PROCESSING DI PT. PP LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk 1, 2 Gia Budi Satwanto1. Muhamad Heriyono2 Prodi S1 Kesehatan Masyarakat. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Cipta Husada Purwokerto giabudi@stikesbch. id, muhamadheriyono@gmail. Abstract: Industrial activities are inseparable from sources of danger, potential risks of workplace accidents and occupational diseases. No matter how small an accident or occupational disease is, it can have a relatively large impact on a company. Likewise, a manufacturing industry that involves humans in the production process can involve the risk of workplace accidents. Modern technology, changes in work forms, organizations, and production systems place high demands on To address problems or sources of danger, implementing improvements in occupational safety and health performance is a must. To identify sources of danger and potential hazards in the Processing Unit at PT. PP London Sumatra Indonesia Tbk. , the type of research conducted was descriptive research with direct observation using a checklist. Hazard sources are found in almost all processing units, and potential hazards are also present in almost all processing units. Keywords: source of hazard, potensial hazard, processing units Abstrak: Kegiatan industri tidak terlepas dari sumber bahaya, potensi risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Betapapun kecilnya suatu kecelakaan dan penyakit akibat kerjaakan berdampak relatif besar bagi suatu perusahaan. Begitupula dengan suatu industri manufaktur yang melibatkan manusia dalam melakukan proses produksi yang dapat melibatkan suatu risiko kecelakaan kerja. Teknologi modern, perubahan bentuk kerja, organisasi dan sistem produksi menempatkan suatu tuntutan yang tinggi pada daya kerja. Untuk mengatasi masalah-masalah atau suatu sumber bahaya maka implementasi peningkatan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja menjadi suatu keharusan. Untuk menganalisis sumber bahaya dan potensi bahaya pada Unit Processing di PT. PP London Sumatra Indonesia Tbk. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian yang bersifat deskriptif dengan melalukan observasi langsung menggunakan checklist. Sumber bahaya hampir terdapat pada seluruh unit processing, dan potensi bahaya juga hampir terdapat pada seluruh unit processing. Kata Kunci: Sumber Bahaya. Potensi Bahaya. Unit Processing. Pendahuluan Terdapat korelasi langsung antara aktivitas industri dan bahaya, serta kemungkinan terjadinya penyakit dan kecelakaan kerja di tempat kerja. Penyakit dan kecelakaan kerja, sekecil apa pun, dapat berdampak besar pada bisnis. Sebagaimana bidang lain yang melibatkan pekerja secara fisik, manufaktur pun tidak kebal terhadap kemungkinan kecelakaan kerja (OHSAS 18001:2. Kinerja tenaga kerja berada di bawah pengawasan ketat karena maraknya teknologi baru, serta perubahan dalam kebiasaan kerja, organisasi, dan proses Peningkatan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja sangat penting untuk mengatasi masalah atau sumber bahaya ini. Oleh karena itu, semua orang terlibat dan mendapatkan manfaat dari setiap perkembangan dan penerapan teknologi (Tarwaka, 2. Menurut statistik tahun 2013 yang dikeluarkan oleh Data International Labour Organization (ILO), satu orang mengalami cedera di tempat kerja setiap lima belas detik, atau 160 orang menderita penyakit yang berkaitan dengan pekerjaan mereka. Untuk negara berpenduduk 7-8 juta jiwa, jumlah kecelakaan kerja di Indonesia masih cukup tinggi, dengan 100. 000 insiden yang mengakibatkan hilangnya hari kerja setiap Cedera pada manusia, penyakit, properti, atau lingkungan, atau gabungan dari P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia Of Journal semuanya, dapat disebabkan oleh bahaya, yang didefinisikan sebagai sumber risiko. Bahaya adalah sesuatu yang dapat melukai atau menginfeksi orang. bisa berupa suatu peristiwa, sumber, atau tindakan (OHSAS). Dengan menerapkan metode identifikasi dan pengendalian terpadu sejak dini, sumber bahaya dapat diidentifikasi dan dikelola secara efektif, yaitu elemen penyebab kecelakaan kerja. Keadaan darurat seperti polusi, kerusakan properti, dan penyakit akibat kerja dapat disebabkan oleh sumber bahaya. Prosedur, material, infrastruktur, metodologi, dan lingkungan kerja fisik perusahaan dapat berkontribusi terhadap munculnya bahaya-bahaya ini. (Agus Susilo, 2. mengidentifikasi sumber bahaya potensial. Untuk menjamin keselamatan pekerja, sangat penting bahwa semua struktur, peralatan, dan instalasi, serta setiap bangunan yang akan dibangun, mematuhi pedoman untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman. Ada risiko yang signifikan terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja dari beberapa bahan, termasuk bahan baku kimia dan senyawa tambahan lainnya. Karena kompleksitas yang melekat pada proses manufaktur perusahaan, terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja tidak dapat sepenuhnya dihilangkan. Mereka yang berada di dalam tenaga kerja dan mereka yang berada di dekat mereka rentan terhadap konsekuensi dari prosedur kerja yang tidak tepat. Ada kemungkinan untuk mengembangkan penyakit atau kecelakaan kerja karena unsur-unsur di tempat kerja, termasuk yang bersifat fisik, kimia, biologis, ergonomis, atau psikologis (Suma'mur dan Tarwaka 2. Istilah "potensi bahaya" mengacu pada situasi di mana suatu proses, alat, mesin, zat, atau cara kerja memiliki risiko bahaya yang melekat atau alami terhadap manusia atau lingkungan, termasuk cedera fisik atau bahkan kematian. Bahaya di tempat kerja dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, termasuk fisik, biologis, kimia, ergonomi, psikologis, dan prosedural (Wahyu Susihono, 2. Banyak hal yang dapat menjadi salah selama pelaksanaan operasi, atau mungkin berasal dari luar proses kerja secara keseluruhan, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang tidak Ada sejumlah hal yang dapat menjadi salah di tempat kerja dan menyebabkan kecelakaan (Tarwaka, 2. : Investigasi dan identifikasi variabel penyebab kecelakaan sangat penting untuk meminimalkan kerugian dan kerusakan serta mencegah terulangnya insiden Beberapa contoh masalah tersebut meliputi kegagalan komponen, kondisi kerja yang tidak normal, kesalahan manusia dan organisasi, pengaruh kecelakaan eksternal, dan kemacetan (Tarwaka 2. Dalam konteks ini, peneliti menganalisis unit pemrosesan PT. London Sumatra Indonesia. Tbk, untuk mengetahui potensi bahaya dan sumber bahayanya. Metodologi Penelitian Studi deskriptif ini bertujuan untuk menyelidiki potensi bahaya dan bahaya aktual di dalam unit pemrosesan PT. PP London Sumatra Indonesia Tbk. Variabel studi meliputi Sumber Bahaya. Potensi Bahaya, dan Identifikasi Bahaya. Data primer dikumpulkan melalui observasi selama proses menggunakan daftar periksa, sementara data sekunder bersumber dari perusahaan itu sendiri dan mencakup deskripsi umum lokasi studi serta data relevan lainnya. Laptop (Wor. digunakan untuk administrasi data, dengan hasil ditampilkan dalam format naratif dan tabel. Hasil dan Pembahasan Sumber Bahaya. Hasil Observasi Sumber Bahaya Pada Unit Processing Dapat Menimbulkan Bahaya Sumber Bahaya Tidak Bangunan Tidak Peralatan Instalasi P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Bahan Kimia Proses produksi Cara kerja Lingkungan kerja Ensiklopedia Of Journal Di unit processing ini terdapat beberapa sumber bahaya padaunit processing yaitu pada peralatan, peralatan yang digunakan yaitumesin roll untuk menipiskan karet lembaran, mesin pemotong, dan mesin pengepres. Instalasi di unit processing sangat baik, bahan kimia di unit processing sangat baik cuman karyawan yang bagian pencampuran bahan kimia tidak menggunakan alat pelindung diri berupa kaos tangan dan masker, proses produksi sangat baik dan lancar, cara kerja tidak ergonomi. Lingkungan kerja pada unit processing ini masih sangat tidak baik, seperti lantai yang licin banyak genangan air dan bau dari latex yang sangat menyengat yang dapat menimbulkan bahaya. Sedangkan pada bangunan di unit processing ini sangat baik dan tidak dapat menimbulkan bahaya. Kecelakaan dan penyakit di tempat kerja dapat disebabkan oleh penggunaan peralatan, zat, dan lingkungan yang berpotensi berbahaya, menurut Darius Tatok . , yang teori dan penelitiannya didukung oleh temuan penelitian Potensi Bahaya. Hasil Observasi Potensi Bahaya Pada UnitProcessing Berpotensi Bahaya Potensi Bahaya Psikososial Tidak Beban kerja Tidak Budaya dan fungsi organisasi Tidak Peran dalam organisasi Tidak Pengembangan karir Tidak Potensi Bahaya Fisika Kebisingan Suhu Berdebu/berasap Pencahayaan Getaran Potensi Bahaya Kimia Penempatan bahan kimia Penggunaan bahan kimia Penyimpanan bahan kimia Daya racun bahan . Cara masuk dalam tubuh Potensi Bahaya Biologi P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Lalat Kecoa Nyamuk Tikus Berpotensi Bahaya Tidak Tidak Tidak Berpotensi Bahaya Tidak Tidak Tidak Berpotensi Bahaya Tidak Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia Of Journal Potensi Bahaya Elektrikal Instalasi listrik Pemasangan listrik Pengaman listrik Potensi Bahaya Mekanik Pengoperasian alat Mesin roll Mesin pemotong Mesin pengepres Potensi Bahaya Ergonomi Bekerja dengan posisi yang tidak Desain tempat kerja Cara kerja yang dilakukan Potensi Bahaya Prosedur Kerja Tidak mengikuti prosedur kerja Mengabaikan perintah/larangan/peraturan Peringatan/rambu-rambu Prosedur penggembokan (Lock Ou. Tidak menggunakan alat pelindung Berpotensi Bahaya Tidak Tidak Tidak Tidak Berpotensi Bahaya Tidak Berpotensi Bahaya Tidak Tidak Berpotensi Bahaya Tidak Tidak Tidak Tidak Kebisingan di unit processing sangat bising, karena terlihat karyawan yang berada ditempat tersebut berbicara sangat keras padahal mereka berdekatan, mesin yang menimbulkan bising berasal dari mesin pemotong dan mesin yang bersal dari unit drying, dan karyawan yang bekerja di tempat tersebut tidak menggunakan alat pelindung diri seperti ear plug atau ear muff. Segala jenis suara yang terdengar, namun tidak esensial, dan berpotensi membahayakan nyawa individu atau masyarakat dianggap sebagai kebisingan. Lama paparan, distribusi frekuensi, dan kuantitas energi suara merupakan faktor-faktor yang terkait dengan Dampak akut kebisingan meliputi gangguan komunikasi dan penurunan fokus, yang pada gilirannya menghambat kemampuan pekerja untuk melakukan pekerjaan mereka. Gangguan pendengaran sementara atau permanen dapat terjadi akibat paparan suara yang sangat keras dalam waktu lama . eringkali >85 dBA). Penyakit akibat kerja yang paling umum terdokumentasi adalah ketulian permanen. Beberapa contohnya meliputi pengolahan kayu dan penggunaan mesin. (Rahmat Febriandi, 2. Suhu udara di unit processing sangat panas, sehingga para karyawan yang bekerja agak sedikit malas menggunakan alat pelindung diri seperti helmet, karyawan yang bekerja ditempat tersebut banyak mengeluarkan cairan sehingga memerlukanbanyak minum, pihak P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia Of Journal perusahaan tidak menyediakan hal tersebut, dan karyawan yang membawa sendiri air minum. Konversi dan radiasi akan menyebabkan tubuh kehilangan lebih banyak panas daripada yang dapat diserapnya melalui penguapan jika suhu lingkungan jauh lebih tinggi daripada suhu inti. Kombinasi ini dan udara panas menyebabkan peningkatan suhu inti. Ketika cuaca terlalu dingin, orang mungkin kehilangan minat untuk bekerja. Namun, cuaca panas dapat mempercepat kelelahan dan meningkatkan kemungkinan kesalahan di tempat kerja (Tarwaka. Solichul & Lilik, 2. Getaran di unit processing berasal dari mesin pemotong, tetapi getaran masin tersebut tidak keseluruh unit processing, hanya bergetar ditempat mesin tersebut, getaran secara terus menerus selama mesin tersebut berjalan, selama 7 jam. Frekuensi, amplitudo, waktu paparan, dan apakah getarannya kontinu atau intermiten merupakan karakteristik getaran yang menyerupai kebisingan. Dampak negatifnya sebagian besar disebabkan oleh kurangnya pelatihan dan pengalaman pekerja. Cedera pada pembuluh darah, seperti vibration-induced white fingers (VWF) atau RaynaudAos phenomenon, dapat terjadi pada mereka yang bekerja secara manual dengan instrumen bertenaga. Selain mengurangi kekuatan genggaman dan menyebabkan nyeri punggung, peralatan yang bergetar dapat berdampak buruk pada sistem neurologis dan muskuloskeletal. Mesin seperti loader, forklift, peralatan pneumatik, dan gergaji mesin adalah contohnya (Rahmat Febriandi, 2. Penggunaan, toksisitas, dan penyerapan bahan kimia merupakan bahaya kimia. Bahaya kimia yang berpotensi membahayakan terdapat di unit pemrosesan. Ketika mereka yang bekerja dengan bahan kimia tidak menggunakan alat pelindung diri seperti masker, situasinya menjadi lebih mematikan. Zat beracun dapat masuk ke dalam tubuh melalui beberapa jalur, termasuk kulit, paru-paru, dan saluran pencernaan. Melalui kulit dapat terpercik bahan kimia dan dapat menyebabkan iritasi bahakan sampai kerusakan pada kulit, melalui inhalasi yaitu dengan menghirup uap bahan kimia dapat menyebabkan gangguan pernapasan, melalui ingesti yaitu terminum bahan kimia dapat menyebabkan gangguan pencernaan (Anonim, 2. Bahaya biologi yaitu lalat, kecowa, tikus dan nyamuk. Bahaya biologi di unit processing seperti lalat, kecowa, tikusdan nyamuk dapat menimbulkan bahaya, nyamuk yang sangat dominan, karena banyak genangan air dilantai. Virus, bakteri, jamur, protein hewani, dan senyawa nabati . eperti produk serat alami yang terdegradas. merupakan contoh bahaya Terdapat dua jenis utama bahaya biologis: infeksius dan non-infeksius (Rahmat Febriandi, 2. Bahaya mekanik yaitu pengoperasian alat, mesin roll, mesin pengepres dan mesin pemotong. Bahaya mekanik di unit processing dapat menimbulkan bahaya, mesin roll yang dapat menyebabkan tangan terjepit, mesin pengepress yang dapat menyebabkan tangan ikut tertindisoleh mesin pengepres, mesin pemotong dapat menyebabkan tangan terpotong, dan karyawan tidak menggunakan alat pelindung diri seperti kaos tangan. Bekerja dengan postur yang salah atau melakukan tugas dengan tidak tepat merupakan contoh bahaya ergonomis. Risiko ergonomis di tempat kerja meliputi, namun tidak terbatas pada, berjongkok atau duduk dalam waktu lama atau melakukan tugas dengan cara yang tidak Saat Anda duduk untuk bekerja, kaki Anda tidak akan terseret ke belakang, dan Anda akan berada dalam postur yang benar sepanjang waktu. Ketegangan otot statis yang lebih rendah pada kaki berarti lebih sedikit energi yang dibutuhkan untuk duduk dibandingkan dengan berdiri. Untuk memastikan kenyamanan saat bekerja, penting untuk melakukan tugas sambil duduk dengan cara yang ergonomis (Nurmianto, 2. Sikap kerja berdiri sama lazimnya dengan sikap kerja duduk di tempat kerja. Postur kerja berdiri meliputi menjaga tulang belakang tetap lurus dan mendistribusikan berat badan secara merata di antara kedua Berdiri dalam waktu lama di tempat kerja meningkatkan risiko masalah kaki, seperti penumpukan darah dan cairan tubuh lainnya, terutama jika ukuran dan bentuk sepatu tidak P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia Of Journal Mengabaikan posisi duduk dan berdiri secara bergantian saat bekerja dapat menyebabkan keluhan subjektif dan kelelahan (Rizki, 2. Mengabaikan perintah/peraturan dan tidak mengenakan alat pelindung diri merupakan bahaya praktik kerja. Bahaya prosedur kerja dengan mengabaikan perintah/peraturan dapat menimbulkan bahaya seperti tidak menggunakan alat pelindung diri, dengan mengabaikan perintahini atau tidak menggunakan alat pelindung diri, bahaya yang akan menimpa pada karayawan makin sangat berat apalagi yangbekerja di bagian mesin dan bahan kimia. Adapun pada unit processing tidak berpotensi bahaya seperti : Bahaya fisika yaitu berdebu dan Debu di unit processing tidak berpotensi menimbulkan bahaya karena di unit processing tersebut selalu basah dengan air, untuk pencahayaan baik karena tidak ditutupi oleh dinding. Bahaya kimia yaitu penempatan bahan kimia, dan penyimpanan bahan kimia. Penempatan bahan kimia di unit processing tertata dengan baik, untuk penyimpanannya terdapat tempat khusus untuk menyimpan bahan kimia sehingga tidak berpotensi menimbulkan bahaya. Bahan kimia tunduk pada peraturan penyimpanan dan penempatannya sesuai dengan kualitas fisik dan kimianya. Semua faktor berikut penting untuk dipertimbangkan saat menyusun aturan ini: tekanan reaksi atau distilasi, kontrol suhu, rasio dan konsentrasi reaktan, kemurnian bahan, viskositas media reaksi, laju penambahan bahan, pengadukan, bahaya radiasi, dan bahaya padatan reaktif (Lansida, 2. Bahaya ergonomi desain tempat kerja, tidak berpotensi bahaya. Desain tempat kerja di unit processing dari proses menurunkan latex sampai terbentuk menjadi karet remah dan karet lembaran berada di pintu yang berbeda sehingga tidak berpotensi menimbulkan bahaya. Fokus utama ergonomi adalah menciptakan lingkungan kerja yang nyaman bagi pekerja. Manusia, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, merupakan fokus utama disiplin ilmu Bidang ergonomi berupaya menyediakan hubungan yang seimbang antara tugas, peralatan, data, dan lingkungan sekitar. Metodologinya didasarkan pada pengkajian hubungan nyata antara pekerja dan tempat kerja mereka. Tujuan dan manfaat utama bidang studi ini adalah untuk mengurangi rasa sakit saat bekerja. Ergonomi dapat membantu mencegah kelelahan kerja sebelum menjadi kondisi yang mengancam jiwa (Ambo Zuhdi, 2. Bahaya elektrikal tidak berpotensi menimbulkan bahaya. Instalasi listrik, pemasangan listrik, dan pengaman listrik di unit processing tidak ada kabel yang telanjang tertutupi semua dan mempunyai pengaman yang tertutup sehingga tidak berpotensi menimbulkan bahaya. Bagian elektrikal seperti instalasi listrik, pengaman listrik dan lain-lain mempunyai cara agar tidak terjadi kebakaran atautersengat aliran listrik dengan mengisolasi, menggunakan terminal yang baik. Isolasi pada kabel dapat rusak, konduktor dapat terlihat, dan sambungan terminal yang longgar hanyalah beberapa dari sekian banyak potensi sumber bahaya kelistrikan yang ada di sekitar kita. Ketika isolasi kabel rusak, biasanya berarti kabel tersebut sudah terlalu tua atau telah terpotong, terpelintir, tergencet, atau tergencet benda berat. Akibatnya, konduktor dapat terlihat atau bahkan beberapa helainya dapat menggantung. Mereka yang bersentuhan dengannya, bahkan tanpa sengaja, berisiko mengalami cedera serius atau bahkan kebakaran jika basah atau terkena kotoran. Pekerja di sekitar konduktor yang terbuka, seperti yang berada di titik sambungan terminal, sangat rentan terhadap risiko yang terkait dengan sentuhan langsung (Anonim, 2. Risiko yang berkaitan dengan faktor psikologis dan sosial tidak ada. Kekhawatiran tentang beban kerja, budaya dan fungsi perusahaan, tanggung jawab individu, dan peluang kemajuan bukanlah alasan untuk khawatir. Tidak ada bahaya bagi karyawan, manajemen, atau perusahaan dari bahaya psikososial pekerjaan, yang mencakup semua aspek lingkungan kerja sosial yang dapat menyebabkan gangguan psikologis, serta desain, organisasi, dan manajemen pekerjaan itu sendiri (Amir, 2. Bahaya prosedur kerja tidak berpotensi menimbulkan P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia Of Journal Tidak mengikuti prosedur kerja, peringatan/ rambu-rambu, dan prosedur penggembokan (Lock Ou. tidak berpotensi menimbulkan bahaya. Metode kerja didefinisikan sebagai serangkaian langkah yang saling terkait untuk melaksanakan suatu kegiatan dalam urutan yang telah ditentukan sebelumnya, dengan tujuan menghasilkan perkembangan logis menuju produk akhir. Prosedur kerja adalah metode untuk melakukan suatu tugas seefektif dan seefisien mungkin, dengan mempertimbangkan semua aspek relevan seperti tujuan pekerjaan, fasilitas, tenaga kerja, waktu, dan lain-lain (Anonim, 2. Pembahasan potensi bahaya dalam penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Helda R. Yuniar, dan Caecillia S. yang menemukan bahwa potensi bahaya dapat berupa suhu tinggi, karyawan tidak mengenakan APD saat mencampur bahan kimia, karyawan tidak berhati-hati saat menggunakan alat seperti mesin penggulung, dan karyawan tidak mematuhi peraturan atau perintah untuk mengenakan APD. Penutup Kesimpulan penelitian tentang analisis sumber bahaya dan potensi bahaya pada Unit Processing PT. PP London Sumatra Indonesia Tbk, melalui penelusuran data dasar, pengumpulan data, dan diolah maka disimpulkan bahwa sumber bahaya hampir terdapat pada seluruh unit processing, dan potensi bahaya juga hampir terdapat pada seluruh unit processing. Saran lebih memperhatikan kembali dan melakukan pengendalian sumber bahaya dan potensi bahaya yang terdapat pada pabrik khusunya pada unit processing. Daftar Pustaka