Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Lingkungan Hidup Vol. 8 No. 1,2023 ISSN: 2528-4002 (Media Onlin. ISSN: 2355-892x (Prin. Online: http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/KesehatanMasyarakat DOI: https://doi. org/10. 51544/jkmlh. PENGETAHUAN IBU DALAM PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH DI BPM MARIANA Idaria R Sidabukke1*. Asima Sirait2. Mestika Lumbantoruan3 Universitas Sari Mutiara Indonesia Email: sidabukeidaria@gmail. com*, asimasirait66@gmail. com, tikatoruan@yahoo. *Corresponding Author : sidabukeidaria@gmail. ABSTRAK Kondisi gagal tumbuh pada bayi hingga anak usia pra sekolah . -59 bula. atau anak terlalu pendek dibandingakan anak dengan seusianya disebut sebagai anak dengan stunting. Anak dengan stunting berisiko lebih besar terkena gangguan otak, kecerdasan, dan gangguan metabolisme dalam tubuh. Rendahnya pengetahuan ibu dan keluarga tentang stunting merupakan salah satu factor penyebab terjadinya stunting selain dikarenakan rendahnya asupan nutrisi, anak terkena penyakit infeksi, rendahnya ketahanan pangan keluarga, pola asuh terhadap anak yang kurang baik, dan kurnag mendukungnya pelayanan kesehatan dan kesehatan lingkungan. Tujuan penelitian untuk melihat gambaran pengetahuan ibu tentang dalam pencegahan stunting pada anak usia pra sekolah. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif untuk melihat gambaran pengetahuan ibu dalam pencegahan stunting pada anak usia pra sekolah. Lokasi penelitian di Balai Pengobatan Swasta Mariana dengan populasi adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia pra sekolah yang sedang datang berkunjung ke Balai Pengobatan Swasta Mariana pada saat penelitian berlangsung . -14Februari 2. pengambilan sampel menggunakan accidental sampling berjumlah 31 Penelitian ini menggunakan kuesioner dan data yang diperoleh dianalisa dengan secara univariat. Hasil penelitian didapati mayoritas responden memiliki gambaran sikap ibu dalam pencegahan stunting pada anak usia pra sekolah mayoritas negatif . %). Perlunya karya-karya inovasi dalam proses pendidikan/promosi kesehatan yang menarik sehingga dapat meningkatkan pengetahuan hingga perubahan perilaku kesehatan yang lebih baik. Kata kunci: pengetahuan, pencegahan, stunting ABSTRACT The condition of failure to thrive in infants to pre-school aged children . -59 month. or children who are too short compared to children of their age is referred to as a child with stunting. Children with stunting are at greater risk of developing brain disorders, intelligence, and metabolic disorders in the body. Low knowledge of mothers and families about stunting is one of the factors causing stunting apart from low nutritional intake, children with infectious diseases, low family food security, poor parenting styles for children, and lack of support for health and environmental health services. The aim of the study was to see an overview of mothers' knowledge about stunting prevention in pre-school-age children. This type of research is a descriptive study to see an overview of mothers' knowledge in preventing stunting in preschool-age children. The research location was at the Mariana Private Medical Center with a population of all mothers who had pre-school aged children who were visiting the Mariana Private Medical Center during the study . -14 February 2. Accidental sampling used a total of 31 people. This study used a questionnaire and the data obtained was analyzed using univariate. The results of the study found that the majority of respondents had a negative picture of the mother's attitude in preventing stunting in pre-school aged children . %). The need for innovative works in an interesting health education/promotion process so that it can increase knowledge to change behavior for better health. Keywords: knowledge, prevention, stunting PENDAHULUAN Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Lingkungan Hidup Vol. 8 No. 1,2023 ISSN: 2528-4002 (Media Onlin. ISSN: 2355-892x (Prin. Online: http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/KesehatanMasyarakat DOI: https://doi. org/10. 51544/jkmlh. Penurunan prevalensi balita pendek atau stunting merupakan salah pembangunan (Kurniati & Sunarti. Di tahun 2019 tercatat 144 juta ,3%) dibandingkan pada tahun 2018 hingga 21,9% . juta balit. , dan di tahun 2017 tercatat 22,2% atau sekitar 150,8. Meskipun ada penurunan jumlah kasus, tetapi prevalensi kasus stunting di Indonesia terhitung masih tinggi . ,67%), masih di atas batas toleransi (WHO) yakni 20%. (Kurniati & Sunarti. Stunting atau pendek ialah keadaan kegagalan pertumbuhan pada bayi/anak atau kondisi anak lebih pendek dari anak yang seusianya, biasa berusia 0-59 bulan . ayi hingga pada anak usia prasekola. (Ramayulis, dkk. Stunting dapat disebabkan faktor gizi yang buruk pada ibu hamil maupun anak balita, kurangnya pengetahuan, sikap dan pola asuh orangtua dan keluarga tentang pencegahanstunting (Kemendes, 2. Pencegahan stunting dapat dilakukan melalui asupan gizi spesifik selama (Ramayulis, dkk. Pemantauan tumbuh kembang anak secara aktif dan setiap bulan melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan dan antropemetri secara rutin menjadi suatu Tindakan (Kemendes RI, 2. Orangtua perlu melakukan persiapan yang optimal untuk mencegah anak stunting sejak pada masa kehamilan rutin dan pemenuhan gizi selama kehamilan hingga bayi berusia 2 tahun . 0 hari pertama kehidupa. (Ambarwati & Nasution, 2. Anak dengan stunting berisiko lebih besar terkena gangguan otak, kecerdasan, dan gangguan metabolisme dalam tubuh. Pada masa belajar, anak dengan stunting dapat mengalami rendahnya prestasi belajar . emampuan Usia dewasa hingga usia tua berisiko tinggi terkena penyakit diabetes, kegemukan, penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker, stroke dan disabilitas (Anggryni et al. Kurang baiknya asupan nutrisi anak, anak terkena penyakit infeksi, rendahnya suatu ketahanan pangan keluarga, pola asuh orangtua dan keluarga, kurang mendukungnya pelayanan kesehatan dan kesehatan lingkungan juga merupakan beberapa factor pemicu peningkatan prevalensi stunting (Annita 2. Faktor rendahnya pengetahuan orangtua/keluarga . ermasuk cara pencegahannya hingga penanganan anak dengan stuntin. juga sebagai penyebab kasus stunting. Pengetahuan mempengaruhi kualitas pertumbuhan dan dibutuhkan baiknya pengetahuan dan sikap ibu tentang gizi . emilihan makanan yang bergizi sesuai dengan usia Untuk diperlukan pengetahuan ibu tentang gizi yang baik (Olsa. Sulastri, dan Anas Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. Tahun Provinsi Sumatera Utara prevalensi balita stunting sebesar 32,4% (Kemenkes RI, 2. Pada tahun 2020 tercatat lokasi khusus pencegahan stunting di Provinsi Sumatera Utara tersebar 15 wilayah kabupaten/kota (Pemprovsu, 2. Melalui survei awal yang dilakukan di BPM Mariana terdapat ibu yang memiliki anak balita dan anak Pra sekolah. Hasil survei awal diketahui bahwa masih kurangnya pengetahuan ibu tentang tentang stunting. Banyak dari ibu yang tidak mempermasalahkan jika tubuh anaknya terlihat pendek dan itu Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Lingkungan Hidup Vol. 8 No. 1,2023 ISSN: 2528-4002 (Media Onlin. ISSN: 2355-892x (Prin. Online: http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/KesehatanMasyarakat DOI: https://doi. org/10. 51544/jkmlh. normal dan berfikir nantinya akan tinggi. Namun sebenarnya ada balita yang memang status gizinya bermasalah dan Kurangnya kesadaran tentang pentingnya gizi akan berdampak pada kurangnya upaya yang dilakukan untuk pencegahan stunting. Dalam perkembangannya, anak yang bertubuh pendek dianggap wajar dan tidak berdampak untuk perkembangan memerlukan penanganan khusus. METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian deskriptif untuk melihat gambaran pengetahuan ibu dalam pencegahan stunting pada anak usia pra sekolah. Lokasi penelitian di Balai Pengobatan Swasta Mariana dengan populasi adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia pra sekolah yang sedang datang berkunjung ke Balai Pengobatan Swasta Mariana pada saat penelitian berlangsung . -14Februari berjumlah 31 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan data yang diperoleh dianalisa dengan secara HASIL Tabel 1 Distribusi Frekuensi Karakteristik dan Pengetahuan Ibu dalam Pencegahan Stunting Pada Anak Usia Pra Sekolah Di BPM Mariana Karakteristik Total Total Total Total Umur <20 >35 Pekerjaan IRT Wiraswasta PNS/Polri Buruh Jumlah anak Paritas 1 Paritas 2 Paritas >2 Pengetahuan Kurang Baik Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Lingkungan Hidup Vol. 8 No. 1,2023 ISSN: 2528-4002 (Media Onlin. ISSN: 2355-892x (Prin. Online: http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/KesehatanMasyarakat DOI: https://doi. org/10. 51544/jkmlh. Tabel 1 menunjukkan hasil penelitian meliputi karakteristik dan gambaran sikap ibu dalam pencegahan stunting pada anak usia pra sekolah. Mayoritas responden berumur 20-35 tahun . %), mayoritas pekerjaan responden sebagai buruh . %), dan mayoritas memiliki riwayat paritas > 2 yakni 42%. Gambaran pengetahuan ibu dalam pencegahan stunting pada anak usia pra sekolah mayoritas kurang . %). PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengetahuan ibu tentang pencegahan stunting dan stunting pada anak prasekolah masih kurang . %). Gizi kurang dan stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia dan sekaligus ancaman terhadap daya saing negara (Kemenkes. Pengetahuan ibu merupakan berpengaruh besar terhadap penyebab langsung stunting pada anak karena makanan bagi anak. Intervensi gizi khusus, termasuk upaya pencegahan dan meminimalkan penyebab langsung, berkontribusi hingga 30% dari upaya perbaikan gizi. (Jalal. Fasli, 2. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sebelum diberikan edukasi tentang stunting, terdapat 30 responden yang tidak memahami bahwa akademik anak akan lebih buruk selama masa sekolah jika anak kurang gizi dan stunting . Beberapa penelitian mengalami stunting pada masa balita memiliki kinerja kognitif, akademik, dan psikososial yang rendah (Oktarina, et. Anak-anak yang mengalami stunting selama dua tahun pertama kehidupan dan mengalami kenaikan berat badan yang cepat berisiko tinggi terhadap penyakit kronis, seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes (Oktarina, et al 2. Data yang terkumpul juga menunjukkan bahwa 21 responden tidak memahami bahwa stunting pada anak dapat disebabkan oleh beberapa faktor ibu seperti gizi kurang pada masa kehamilan . oal no . Model peran orang tua yang merugikan, terutama dalam hal perilaku, khususnya pada praktik pemberian makan bayi, balita, dan prasekolah. Selain itu, stunting dipengaruhi oleh buruknya akses terhadap pelayanan kesehatan, termasuk akses terhadap sanitasi dan air minum. Kebiasaan pola asuh dan status gizi sangat dipengaruhi oleh pengetahuan orang tua . Oleh karena itu dalam pengelolaan kesehatan dan gizi dalam keluarga perlu dilakukan penyuluhan meningkatkan kesehatan gizi ibu dan (Kementerian Kesehatan, 2. Faktor lain terkait kasus ini adalah pengetahuan ibu dan keluarga tentang stunting, baik dari segi pencegahannya, serta mengatasi stunting itu sendiri. Agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, ibu perlu memiliki pengetahuan tentang nutrisi yang tepat. Jika ibu memiliki pengetahuan yang kurang maka akan sangat mempengaruhi status gizi anak dan mempersulit pemilihan makanan bergizi (Olsa. Sulastri, dan Anas 2. Hal ini sesuai dengan teori Notoatmodjo bahwa sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan Penyuluhan kesehatan pada dasarnya adalah kegiatan atau upaya penyampaian pesan kesehatan kepada remaja atau kelompok atau individu agar kesehatan yang lebih baik. Pengetahuan ini pada akhirnya akan mempengaruhi Pendidikan kesehatan harus Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Lingkungan Hidup Vol. 8 No. 1,2023 ISSN: 2528-4002 (Media Onlin. ISSN: 2355-892x (Prin. Online: http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/KesehatanMasyarakat DOI: https://doi. org/10. 51544/jkmlh. berdampak pada perubahan perilaku (Notoatmodjo. Pengetahuan, merupakan tahapan perubahan perilaku atau pelatihan perilaku. Sebelum seseorang melakukan suatu perbuatan, ia harus mengetahui terlebih dahulu Untuk merealisasikan pengetahuan tersebut, individu dirangsang dengan pendidikan Menurut perlunya karya-karya inovasi dalam proses pendidikan/promosi kesehatan perubahan perilaku kesehatan yang lebih Pada berlangsung tanpak antusias dari para responden . ilihat dari sesi diskusi, responden aktif bertanya dan berdiskus. Kegiatan ini diharapkan dapat terus terlaksana dengan menggunakan media yang kreatif, inovatif dan menarik. KESIMPULAN Hasil penelitian didapati mayoritas responden memiliki gambaran sikap ibu dalam pencegahan stunting pada anak usia pra sekolah mayoritas negatif . %). DAFTAR PUSTAKA