VOCAT: Jurnal Pendidikan Katolik Website: https://ejournal. id/index. php/vocat Vol. No. 2 Tahun 2021. Hal. 106 - 114 KONTRIBUSI PRODI PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN AGAMA KATOLIK STAKAT NEGERI PONTIANAK DENGAN DUNIA KERJA Herkulanus Pongkot1. Martinus2. Mukarramah3 STAKat Negeri Pontianak. Email :pherkulanus@gmail. STAKat Negeri Pontianak, email : martinusambawang@gmail. STAKat Negeri Pontianak, email : mukarramahgry@gmail. Riwayat Artikel Dikirim : 6 November 2021 Direvisi : 6 Desember 2021 Diterima : 20 Desember 2021 Abstrak Tracer Study merupakan penelitian mengenai situasi alumni khususnya dalam hal pencarian kerja, situasi kerja dan pemanfaatan permerolehan kompetensi selama kuliah. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengumpulkan informasi dan masukan yang relevan dari lulusan terkait dengan "learning dan working experience" yang dialami oleh lulusan guna pengembangan Perguruan Tinggi. Tracer Study yang dilaksanakan menggunakan metode survey berupa kuesioner dengan tujuan memperoleh informasi dari alumni STAKat Negeri di seluruh daerah yang tersebar di Kalimantan Barat. Berdasarkan hasil survey diperoleh beberapa Pertama, alumni Program Studi PPAK STAKat Negeri Pontianak memiliki pekerjaan yang layak dan sebagian besar berprofesi sebagai Pendidik Agama Katolik di berbagai jenjang Pendidikan dasar hingga menengah. Kedua, kompetensi yang alumni dapatkan selama menempuh Pendidikan di Program Studi Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik STAKat Negeri Pontianak sangat relevan dengan dunia kerja mereka saat Ketiga, adapun beberapa kesenjangan yang terjadi yang pertama yaitu. kompetensi Bahasa Inggris, solusi dari kesenjangan ini adalah dengan mengadakan English Day, kursus Bahasa Inggris di lingkungan kampus, pembaharuan metode pengajaran yang lebih kontekstual oleh dosen dan mengadakan TOEFL sebagai syarat kelulusan Mahasiswa. Kesenjangan yang kedua yaitu. kurangnya kemampuan alumni untuk bisa bekerja dibawah tekanan, solusi dari kesenjangan ini adalah dengan pembimbing rohani, penggunaan metode pengajaran berbasis pemecahan masalah dan pemantauan kurikulum yang dinamis. Kesenjangan yang ketiga yaitu. kemampuan alumni dalam menulis laporan, memo dan dokumen yang tidak terlalu baik, solusi dari kesenjangan ini adalah dengan pembaharuan kurikulum yang mendukung kemampuan alumni saat terjun di dunia kerja terutama di dunia Pendidikan. Kata kunci: Tracer Study. Alumni. STAKat Negeri Pontianak Abtract This is a study of the situation of alumni, especially in terms of job search, work situations and the use of competency acquisition during college. The purpose of this activity is to collect relevant information and input from graduates related to the "learning and working experience" experienced by graduates for the development of higher education. The Tracer Study was carried out using a survey by method questionnaire, with the aim of obtaining information from STAKat Negeri Pontianak alumni in all regions in West Kalimantan. The results of the questionnaire can represent the overall results of this tracer study. The result were: First, the alumni of PPAK Study Program have decent jobs and most of them work as Catholic Religious Educators at various levels of primary to secondary education. Second, the competencies that alumni get while studying at the STAKat Negeri Pontianak are very relevant to their current world of work. Third, there are several gaps that occur, the first is. lack of English competence, the solution to this gap is by holding an English Day. English courses in the campus environment, updating more contextual teaching methods by lecturers and holding TOEFL as a condition for student graduation. The second, lack ability to work under pressure, solutions to this gap are spiritual mentors, use of problem solving based teaching methods and dynamic curriculum monitoring. The third gap is ability to write reports, memos and documents is not very good, the solution to this gap is by updating the curriculum that supports alumni's abilities when they enter the world of work, especially in the world of education. Key words: Tracer Study. Alumni. STAKat Negeri Pontianak Herkulanus Pongkot. Martinus. Mukarramah Kontribusi ProdiA PENDAHULUAN Tulisan ini merupakan bagian dari penelitian Tracer Study tahun 2020 di Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontinak. Tracer Study merupakan penelitian mengenai situasi alumni khususnya dalam hal pencarian kerja, situasi kerja dan pemanfaatan permerolehan kompetensi selama kuliah. Dalam hal ini. Schomburg . mendefinisikan tracer study sebagai pendekatan yang memungkinkan institusi pendidikan tinggi memperoleh informasi tentang kekurangan yang mungkin terjadi dalam proses pendidikan dan proses pembelajaran. Dengan demikian, tracer study merupakan dasar untuk perencanaan aktivitas penyempurnaan di masa Informasi yang diberikan oleh lulusan yang berhasil di profesinya diperlukan, misalnya, informasi tentang pengetahuan dan keterampilan yang relevan . ubungan antara pengetahuan terhadap keterampilan dan tuntutan pekerjaan, area pekerjaan, posisi profes. Selain itu, para lulusan dapat juga diminta untuk menilai kondisi studi yang mereka alami selama mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran. Tracer study dapat juga digunakan sebagai kegiatan mencari informasi tentang kebutuhan stakeholder terhadap alumni. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengumpulkan informasi dan masukan yang relevan dari lulusan terkait dengan "learning dan working experience" yang dialami oleh lulusan guna pengembangan Perguruan Tinggi. Manfaat tracer study tidaklah terbatas pada perguruan tinggi saja, tetapi lebih jauh lagi dapat memberikan informasi penting mengenai hubungan . antara dunia pendidikan tinggi dan dunia kerja. Tracer study dapat menyajikan informasi mendalam dan rinci mengenai kecocokan/match kerja, baik horizontal . ntar berbagai bidang ilm. maupun vertikal . ntar berbagai level/strata pendidika. Tracer Study dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa berpengaruh kontribusi program studi terhadap dunia kerja alumni. Kata AukontribusiAy berasal dari Bahasa Inggris AucontributeAy. AucontributionAy, keikutsertaan, keterlibatan, melibatkan diri maupun Dengan kata lain, kotribusi merupakan sumbangan atau bantuan berupa ide, materi atau dukungan yang berfungsi untuk membantu seseorang atau lembaga dalam mencapai suatu tujuan. Dengan adanya kontribusi seseorang atau lembaga dapat terbantu dalam hal pencapaian suatu tujuan tertentu. Dalam hal ini yang ingin dilihat ialah bagaimana peran dari program studi itu sendiri terhadap realitas Herkulanus Pongkot. Martinus. Mukarramah pekerjaan yang dijalankan oleh alumni Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak. Program studi yang ada di Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontinak adalah Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik. Program Studi Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik (PPAK) mempunyai visi menjadi program studi yang bereputasi nasional dan regional di bidang Pendidikan Agama Katolik (PAK). Visi ini sangat bersesuaian dengan visi Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak dalam pengembangan pengajaran agama Katolik di Kalimantan Barat khususnya, dan Indonesia umumnya. Untuk mencapai visi tersebut banyak komponen yang menunjang, di antaranya adalah sumber daya manusia, fasilitas perkuliahan, layanan sistem informasi dan relevansi Kekuatan atau kualitas kurikulum akan menghasilkan lulusan yang inovatif dan berdaya saing di dunia kerja. Untuk mengetahui sejauh mana relevansi kurikulum dalam membangun kemampuan alumni untuk bersaing di dunia kerja perlulah dilakukan pelacakan dan kajian profil lulusan Program Studi Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik (PPAK). Hasil pelacakan dan kajian ini akan memberikan gambaran sejauh mana relevansi kurikulum program studi dengan kompetensi lulusan. Oleh karena itu. Program Studi Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik (PPAK) perlu melakukan upaya penelusuran terhadap lulusannya yang diistilahkan sebagai tracer study. METODE Tracer Study yang dilaksanakan menggunakan metode survey, yang menggunakan instrumen berupa kuesioner sebagai alat pengumpulan datanya, dengan tujuan memperoleh informasi dari alumni STAKatN di seluruh daerah yang tersebar di Kalimantan Barat. Dimana hasil dari kuesioner tersebut dapat mewakili hasil keseluruhan tracer study ini. Tracer study ini akan dilaksanakan di 13 kabupaten: Kabupaten Kapuas Hulu. Sintang. Melawi. Sekadau. Sanggau. Kubu Raya. Pontianak. Ketapang. Kayong Utara. Singkawang. Bengkayang dan Mempawah. Pada setiap kabupaten memiliki koordinator alumni yang akan diundang utuk melaksanakan FGD (Focus Group Discussio. sesuai protocol New Normal di Pontianak. Tracer study akan dilakukan secara sensus terhadap alumni program studi S1 dalam hal ini STP karena STAKat Negeri Pontianak belum menghasilkan lulusan Ae yang lulus pada tahun Jumlah populasi yang menjadi responden 250 sarjana, 703 penyetaraan S1 (DMS). Kontribusi ProdiA Pengumpulan data hasil survei akan dilakukan dengan pengisian kuesioner online oleh para Aplikasi yang dipakai adalah Form Google Docs yang tautannya ditampilkan di website STAKat Negeri Pontianak, yaitu https://stakatn ptk. Tautan/link tersebut ditampilkan dalam bentuk ikon gambar sehingga mudah diakses dan disosialisasikan. Alumni yang telah di email namun belum mengisi kuesioner akan diingatkan kembali dengan pengiriman SMS atau WA. Apabila setelah 3 kali dikirimi SMS atau WA, namun belum ada respon, mereka akan dihubungi melalui telepon oleh surveyor dan diminta untuk mengakses kuesioner tracer study. Kemajuan pengisian dipantau oleh para surveyor. Sebagai calon guru Agama Katolik, para alumni mayoritas merasa bahwa pengtahuannya di bidang agama adalah baik. Hal itu dibuktikan dari hasil kuesioner yang mayoritas memilih baik yaitu sebanyak 98 orang atau 52,7%, sedangkan 45 orang atau 24,2% memilih baik dan 43 orang atau 23,1% merasa cukup. Sedangkan pengetahuan para alumni di luar Agama Katolik mayortas merasa cukup. Hal ini dapat dilihat dari hasil kuesioner dengan 87 orang atau 46,8% memilih cukup, 68 orang atau 36,6% memilih baik, 21 orang atau 12,3% merasa sangat baik dan 9 orang atau 4,8% mengatakan rendah dalam pengetahuan di luar Agama Katolik. Diagram 2. Pengetahuan di luar Pendidikan Agama Katolik Lulusan HASIL DAN PEMBAHASAN Salah satu tujuan Tracer Study dilakukan adalah untuk mengetahui seberapa berpengaruh kontribusi program studi terhadap dunia kerja alumni, dalam pelaksanaannya, dilakukan beberapa rangkaian kegiatan yang bermuara pada analisis data dan penarikan kesimpulan yang memudahkan peneliti bahkan instansi mengetahui kontribusi apa yang telah diberikan program studi pada lulusan dan kesenjangan apa saja yang ditemukan pada program yang telah berjalan, sehingga bisa dijadikan acuan dalam perbaikan program lebih lanjut. Pada pembahasan ini, peneliti akan memaparkan data yang diperoleh dari kuesioner yang berkaitan dengan data yang memberi gambaran kompetensi yang diperoleh oleh lulusan sebagai bentuk kontribusi program studi hingga bepengaruh positif terhadap kinerja lulusan di tempat kerjanya masingmasing. Pemaparan dimulai dari penguasaan pengetahuaan di bidang agama Katolik, pengetahuan di luar bidang PAK, pengetahuan umum, keterampilan internet, keterampilan computer, berpikir kritis, kemampuan riset, belajar, berkomunikasi serta beberapa kompetensi kepribadian yang dipresentasikan pada diagram berikut: Selain diajarkan dalam bidang Pengetahuan Agama, para mahasiswa juga dibekali dengan pengetahuan umum yang berguna untuk mendukung kinerja mereka ketika memasuki dunia kerja. Ada catatan bahwa pengetahuan umum ini dirasa masih Dalam meningkatkan pengetahuan umum ini, kampus harus memikirkan cara agar pengetahuan mahasiswa tidak hanya baik dalam pengetahuan Agama, tetapi juga dapat meningkatkan pengetahuan umum di luar bidang Agama. Dalam bidang pengetahuan umum ini, hasil kuesioner menunjukkan bahwa mayoritas responden mengatakan cukup yaitu sebanyak 84 orang atau 45,2 %, baik 78 orang atau 41,9 %, sangat baik 17 orang atau 17,1 %. Diagram 3. Kemampuan Internet Dan Komputer Lulusan Diagram 1. Persentase Penguasaan Pengetahuan Agama Katolik Lulusan Penelitian Tracer Study yang dilaksanakan ini juga ingin mengetahui kemampuan para alumni dalam bidang keterampilan komputer dan keterampilan menggunakan internet. Dari hasil kuesioner diketahui sebanyak 72 orang atau 38,7 % merasa keterampilan penguasaan internetnya cukup, 67 orang atau 36 % baik dan 27 orang atau 14,5 % sangat baik. Sedangkan Herkulanus Pongkot. Martinus. Mukarramah Kontribusi ProdiA dalam keterampilan komputer sebanyak 72 0rang atau 38,7 % merasa cukup, 66 orang atau 35,5 % merasa baik dan 29 orang atau 15, 6 % merasa sangat baik. Diagram 4. Kemampuan Berpikir Kritis Lulusan Kemampuan belajar mandiri adalah otonomi pembelajar dalam mengontrol proses pembelajarannya. Kemampuan belajar mandiri bisa dikembangkan dalam proses pembelajaran. Para mahasiswa yang sedang studi diminta untuk mengasah kemampuan ini dan dari hasil kuesioner yang dilakukan oleh tim peneliti di temukan bahwa para alumni memiliki kemampuan belajar yang baik yaitu 78 orang atau 41,9 %, 41 orang atau 22 % merasa sangat baik dan 63 orang atau 33,9 % merasa cukup. Berpikir kritis atau critical Thinking adalah sebuah kemampuan untuk berpikir jernih dan rasional tentang apa yang harus dilakukan atau apa yang ingin diyakini sebagai sebuah kebenaran. Selain kritis berpikir, bersikap skeptis atau meragukan adalah senjata terpenting untuk mengolah informasi yang Dalam penelitian ini, tingkat berpikir para responden dapat dikatakan baik yaitu sebanyak 72 orang atau 38,7 %, sangat baik 37 orang atau 19,9 % dan yang merasa cukup 70 orang atau 37,6 %. Diagram 7. Kemampuan Komunikasi Lulusan Diagram 5. Ketrampilan riset lulusan Kemampuan seseorang lebih baik dalam menyampaikan ide, mempromosikan sesuatu, dan juga bisa meningkatkan kepercayaan orang lain. Inilah mengapa kemampuan berkomunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam memasuki dunia kerja. Penelitian ini menemukan bahwa para alumni memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik yaitu 84 orang atau 45,2 %, sangat baik 50 orang atau 26,9 % dan yang merasa cukup sebanyak 50 orang atau 26,9 %. Penelitian atau riset diawali dari rasa ingin tahu terhadap masalah yang kita anggap menarik dan penting untuk diketahui jawabannya. Secara popular penelitian dapat didefinisikan sebagai penyelidikan yang dilakukan secara hati-hati dengan menggunakan metode ilmiah tertentu. Mengapa orang melakukan penelitian? Pada dasarnya orang melakukan penelitian karena ingin mendapatkan AukebenaranAy terhadap suatu persoalan atau masalah yang sedang diselidiki. Dalam mencari kebenaran tersebut kita memerlukan suatu metode ilmiah, karena kita tidak dapat mencari kebenaran tersebut hanya dengan mengandalkan intuisi pengalaman-pengalaman Dalam hal ini para alumni marasa kemampuan riset mereka cukup yaitu sebanyak 97 orang atau 52, 2 %, 29 orang atau 15,6 % merasa baik, 16 orang atau 8,6% merasa sangat baik dan 34 orang atau 28,3 % merasa kurang. Diagram 8. Manajemen Waktu Alumni Penyebaran angket juga untuk mendapatkan data atau informasi tentang bagaimana responden dapat memanajemen waktu pada saat melaksanakan Ternyata ditemukan ada 27,4% responden menjawab sangat baik, dengan kata lain bahwa ada 51 responden dalam melaksanakan pekerjaan bisa mengatur waktunya dengan sangat baik. Ada 40,9% responden pada posisi baik, artinya bisa memanfaatkan waktu sesuai tuntutan pekerjaan, dan hanya 29% responden saja yang masih belum maksimal Diagram 6. Kemampuan belajar lulusan Herkulanus Pongkot. Martinus. Mukarramah Kontribusi ProdiA menggunakan tataran cukup mampu memecahkan masalah dalam Diagram 12. Kemampuan Lulusan dalam Berorganisasi Diagram 9. Kemampuan Belajar secara Mandiri Salah satu perilaku bekerja ideal yang harus dimiliki setiap orang adalah kemampuan bernegosiasi. Negosiasi di sini dipahami sebagai sebuah bentuk interaksi sosial saat pihak-pihak yang terlibat berusaha untuk saling menyelesaikan tujuan yang berbeda dan Setelah membaca diagram batang di bawah ini dapat disimpulkan bahwa para alumni masih berada pada tataran cukup mampu bernegosiasi apakah dengan pimpinan maupun teman sejawat dalam Hal tersebut terbukti dari jawaban responden atas pertanyaan berkaitan dengan ada 75 responden atau 40,3% yang menjawab cukup, 36% atau 67 responden menjawab baik dengan kata lain dapat melakukan negosiasi, dan 16,7% responden yang menjawab sangat baik atau sangat bisa melakukan negosiasi dalam melaksanakan Hasil angket didapatkan bahwa ada 53 responden atau 28,5% yang menyatakan sangat mampu bekerja secara mandiri. Sedangkan 77 responden atau 41,4% menjawab dapat bekerja secara mandiri, dan ada 52 responden atau 28% responden yang belum mampu bekerja secara mandiri. Dengan kata lain, masih ada responden yang bekerja atas dasar perintah atau bekerja sesuai yang dijadwalkan bukan karena inisiatif pribadi. Diagram 10. Kemampuan Bekerjasama dalam Tim/dengan Orang Lain Penjajakan alumni STP St. Agustinus Keuskupan Agung Pontianak juga ingin mengetahui perilaku bekerja para alumni, apakah mereka mampu bekerjasama dengan orang lain, atau mampu bekerja dalam tim. Hasil anget didapatkan bahwa rata-rata responden, yakni 41,9% atau 78 responden menyatakan mampu bekerja dalam tim, 38 responden menyatakan cukup mampu bekerjasama dengan orang lain, dan ada 67 responden atau 36% yang menyatakan sangat bisa bekerja dalam tim. Diagram 13. Kemampuan Lulusan dalam Menganalisa Dari perilaku bekerja yang diteliti yakni berkaitan dengan kemampuan analisis. Persentase jawaban responden hampir sama dengan poin sebelumnya yang berhubungan dengan kemampuan Dari hasil angket didapat bahwa ada 79 responden atau 42,5% yang menjawab cukup memiliki kemampuan menganalisis yang mumpuni, 65 responden atau 34,9% menjawab baik dengan kata lain dapat melakukan analisis dan 14% responden menjawab sangat baik atau sangat mampu menganalisis hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan mereka. Diagram 11. Kemampuan Lulusan Dalam Memecahkan Masalah Jawaban sehubungan dengan perilaku bekerja berkaitan dengan kemampuan dalam memecahkan masalah. Ternyata ada 38 responden atau 20,4% yang menyatakan sangat mampu menyelesaikan masalahnya dalam pekerjaan. 80 responden setara 43% yang menjawab mampu memecahkan permasalahan yang dihadapi dalam bekerja, dan ada 64 responden . ,4%) masih pada Diagram 14. Kemampuan Toleransi Lulusan Herkulanus Pongkot. Martinus. Mukarramah Kontribusi ProdiA yang berarti mampu bekerja dengan loyal, dan ada 38 responden atau 20,4% berada pada cukup mampu bekerja dengan loyal baik terhadap pekerjaan maupun Diagram 17. Integritas Lulusan di Dunia Kerja Hasil angket membuktikan bahwa para alumni sangat bisa bertoleransi dengan semua lapisan dan golongan dalam melaksanakan pekerjaan. Hasil survei seperti diagram batang di bawah menunjukkan ada 106 responden atau 57% yang menjawab sangat bisa bertoleransi dengan siapapun. Sedangkan jawaban responden pada posisi baik atau dapat bertoleransi ada 60 responden atau 32,2%, dan 10,2% atau 19 responden saja yang menjawab cukup mampu Data ini menunjukkan ada korelasi yang signifikan antara Program Studi PPAK dengan perilaku bekerja yang berkaitan dengan semangat atau kemampuan bertoleransi para alumni. Menurut (Aman. Penelitian and Pendidikan, 2. Integritas standar moralitas dan kejujuran yang dimiliki seseorang tanpa dipengaruhi oleh situasi tertentu baik dalam konteks kepentingan pribadi atau kepentingan golongan. Hal ini kerap dikaitkan dengan kejujuran yang dimiliki seseorang di dunia kerja. Berdasarkan hasil survey, 72% alumni menyatakan bahwa mereka memiliki integritas yang baik di dunia kerja, hal ini dapat dikaitkan dengan proses pembelajaran yang didapatkan selama mengenyam pendidikan di Program Studi Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik, di mana kurikulumnya sebagian besar adalah pembelajaran yang berkaitan dengan pengetahuan agama yang syarat akan nilai moral yang diserap dengan baik oleh alumni sehingga berdampak pada sikap kerja yang berintegritas seperti yang dibuktikan oleh hasil survey. Diagram 15. Kemampuan Adaptasi Lulusan Kemampuan adaptasi dalam dunia kerja Hasil survei menunjukkan bahwa kemampuan adaptasi para alumni tidak disangsikan lagi terbukti ada 71 responden atau 38,2% yang menjawab sangat bisa beradaptasi. Kemudian ada 74 responden atau 39,8% yang menjawab baik atau mampu beradaptasi, dan ada 40 responden yang menjawab cukup mampu beradaptasi. Diagram 18. Bekerja dengan Orang yang Berbeda Budaya Maupun Latar Belakang Diagram 16. Loyalitas Lulusan di Dunia Kerja Indonesia multikultural yang memiliki beribu etnis, hal ini memungkinkan terlibatnya orang-orang yang memiliki budaya dan latar belakang yang bervariasi dalam satu instansi atau kelompok di dunia kerja. Di mana mereka harus dapat bekerja sama agar dapat menggapai tujuan yang akan dicapai di dalam dunia kerjanya. Berkaitan dengan dapat atau tidaknya alumni bekerja sama dengan orang yang memiliki budaya dan latar belakang berbeda dibuktikan dengan hasil survei di mana 41,9 % atau 78 orang responden menyatakan mereka bisa melakukannya dengan sangat baik, sedangkan 33,3 % Dalam dunia kerja loyalitas seseorang sangat diperlukan untuk mengembangkan lembaga tempat bersangkutan bekerja, atau mengembangkan karirnya. Hasil survei terhadap alumni berdasarkan angket yang disebar ditemukan ada 75 responden atau 40,3% yang menjawab sagat loyal terhadap pekerjaan dan juga Selain itu ada 35% yang menjawab baik. Herkulanus Pongkot. Martinus. Mukarramah Kontribusi ProdiA atau 62 responden menyatakan mereka bisa melakukannya dengan baik. Sikap toleran terhadap rekan kerja yang berbeda latar belakang dan budaya yang dimiliki oleh alumni telah didapat sejak mereka mengenyam Pendidikan di Program Studi Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik, di mana terdapat berbagai etnis yang beragam dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia juga mengenyam Pendidikan, sehingga mereka tidak hanya belajar, tapi juga menjalin pertemanan antar etnis yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap fleksibilitas mereka dalam menentukan sikap dengan orang yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda. Hal ini diperkuat dengan pernyataan (Susanto and Kumala, 2. dalam penelitiannya, di mana faktor internal dalam diri seseorang mempengaruhi caranya bersikap dengan orang lain. dalam hal ini faktor internal yang dimaksud adalah sikap atau pribadi alumni yang dibentuk selama menimba ilmu di STP Santo Agustinus atau STAKat Negeri saat ini. Berdasarkan hasil survey, kemampuan alumni dalam memegang tanggung jawab adalah 43% atau 80 orang responden menyatakan bahwa mereka mampu memegang tanggung jawab yang baik dan 38,2 % menyatakan bahwa mereka bahkan mampu memegang tanggung jawab dengan sangat baik, sikap atau kemampuan ini merupakan hal yang positif dan harus dimiliki oleh setiap alumni yang memiliki karir profesional yang tanggung jawabnya berdasarkan tugas-tugas yang memang telah ditentukan,maupun alumni yang memiliki karir entrepreneur yang tanggung jawabnya berkonsentrasi pada pembangunan dan pengembangan usaha yang ditentukan oleh alumni sendiri atau pemilik usaha sebagai atasan. Disamping itu,definisi kemampuan memegang tanggung yang mumpuni dalam dunia kerja bukan hanya tentang cara seseorang memegang tanggung jawab di pekerjaannya saja, namun juga bagaimana seseorang dapat menyeimbangkan tanggung jawabnya di dunia kerja dengan tanggung jawab diluar pekerjaan yaitu keluarga (Stankova, 2. Diagram 19. Kepemimpinan Diagram 21. Kemampuan Berinisiatif Dalam penelitian yang dilakukan oleh (Giorgos dan Dimitrios, 2. yang berjudul Transformational Leadership and Job Satisfaction on Teachers, bahwa Northhouse . Kepemimpinan merupakan proses seseorang dalam mempengaruhi individu dalam sebuah kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Dalam penelitian ini, berdasarkan hasil survey, sebanyak 90 orang atau 48,4 % alumni menyatakan bahwa mereka memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik dan 35 responden atau 18,8 % alumni memiliki kemampuan kepemimpinan yang sangat baik. hal ini diperkuat dengan sebagian besar alumni yang bekerja sebagai pendidik di sekolah-sekolah, di mana kemampuan kepemimpinan adalah modal dasar bagi seorang pendidik agar dapat memimpin dan mengendalikan kelas dalam proses pembelajaran. Inisiatif seseorang mengambil langkah pertama terhadap situasi yang sedang dihadapi. Hal ini berkaitan dengan cekatan atau tidaknya alumni dalam dunia kerja yang digeluti saat ini, berdasarkan hasil survey, 42,5 % atau 79 responden menyatakan mereka memiliki kemampuan inisiasi yang baik. hal ini berkaitan erat dengan karir alumni yang berkecimpung dalam berbagai bentuk korporasi yang menuntut kemampuan inisiasi yang baik untuk menghadapi tantangan yang akan terjadi di dunia kerja. Diagram 22. Kemampuan Alumni dalam Manajemen Proyek/Program Diagram 20. Kemampuan dalam Memegang Tanggung Jawab Herkulanus Pongkot. Martinus. Mukarramah Kontribusi ProdiA Kemampuan berpikir kreatif memiliki empat aspek, yaitu kelancaran berfikir, fleksibilitas, originalitas dan ketelitian dalam menghasilkan sesuatu yang menarik (Rizal et al. , 2. Hal ini juga sangat diperlukan oleh seseorang dalam dunia kerja agar dapat bertahan dan berkembang serta tidak monoton dalam berkarir. Berdasarkan hasil survey, 39,8 % atau 74 dari 186 responden menyatakan bahwa mereka memiliki kemampuan berpikir kreatif dengan baik, disusul dengan 28,5% atau 53 responden menyatakan bahwa mereka memiliki kemampuan berpikir kreatif yang sangat baik. hal ini dapat dihubungkan dengan kegiatan selama mengenyam Pendidikan di Program Studi Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik di STAKat Negeri Pontianak alumni sudah terbiasa dengan tugas dari dosen yang berbeda-beda dan bervariasi dalam substansi pengerjaannya yang secara tidak langsung mengasah kemampuan berpikir kreatif mahasiswa yang berdampak hingga dunia kerjanya masing-masing. Kemampuan manajemen proyek atau program pengetahuan, kemampuan, fasilitas atau peralatan serta Teknik yang dimiliki untuk menyelesaikan proyek tertentu, selain itu manajemen proyek juga ditentukan oleh proses, inisiatif, perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pemantauan yang menggambarkan pengetahuan, kualitas, sumber daya manusia (SDM), anggaran komunikasi, manajemen risiko dan manajemen stakeholder (George, 2. Berdasarkan hasil survey, kemampuan manajemen proyek yang dimiliki responden sebagai alumni adalah 38,2 % atau 71 dari 186 responden menyatakan bahwa mereka memiliki kemampuan manajemen proyek yang baik dan 17,7 % atau 33 orang dari 186 responden menyatakan bahwa mereka memiliki kemampuan manajemen proyek yang sangat baik. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian diperoleh beberapa kesimpulan. Pertama, alumni Program Studi Pengajaran dan Pendidikan Agama Katolik STAKat Negeri Pontianak yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Barat memiliki pekerjaan yang layak dan sebagian besar berprofesi sebagai Pendidik Agama Katolik di berbagai jenjang Pendidikan dasar hingga menengah. Kedua, kompetensi yang alumni dapatkan selama menempuh Pendidikan di Program Studi Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik STAKat Negeri Pontianak sangat relevan dengan dunia kerja mereka saat ini. Ketiga, adapun beberapa kesenjangan yang terjadi yang pertama yaitu. kurangnya kompetensi Bahasa Inggris, solusi dari kesenjangan ini adalah dengan mengadakan English Day, kursus Bahasa Inggris di lingkungan kampus, pembaharuan metode pengajaran yang lebih kontekstual oleh dosen dan mengadakan TOEFL sebagai syarat kelulusan Mahasiswa. Kesenjangan yang kedua kurangnya kemampuan alumni untuk bisa bekerja di bawah tekanan, solusi dari kesenjangan ini adalah dengan pembimbing rohani, penggunaan metode pengajaran berbasis pemecahan masalah dan pemantauan kurikulum yang dinamis. Kesenjangan yang ketiga yaitu. Diagram 23. Kemampuan untuk Mempresentasikan Ide/Produk/Laporan Kemampuan mempresentasikan produk atau laporan merupakan kemampuan yang masih berhubungan dengan manajemen proyek yang peneliti uraikan sebelumnya, namun lebih berorientasi pada hasil dari manajemen tersebut, hasil survey yang didapat juga tidak jauh dari survey manajemen proyek, yaitu 41,9% atau 78 responden menyatakan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk mempresentasikan produk dengan baik, dan diikuti oleh 15,1 % atau 28 responden menyatakan bahwa mereka memiliki kemampuan mempresentasikan produk dengan sangat Diagram 24. Kemampuan untuk Berpikir Kreatif Herkulanus Pongkot. Martinus. Mukarramah Kontribusi ProdiA alumni dalam menulis laporan, memo dan dokumen yang tidak terlalu baik, solusi dari kesenjangan ini adalah dengan pembaharuan kurikulum yang mendukung kemampuan alumni saat terjun di dunia kerja terutama di dunia Pendidikan. DAFTAR PUSTAKA