Efektivitas Penambahan Bahan Pengencer Sperma yang Berbeda,. Ninis Triyani & Siti Fikriyah. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2023: 112-118 Volume 18. Nomor 2. Desember 2023: 113-118 https://jurnal. univpgri-palembang. id/index. php/ikan EFEKTIVITAS PENAMBAHAN BAHAN PENGENCER SPERMA YANG BERBEDA TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN GINOGENESIS IKAN MAS PUNTEN (Cyprinus carpio L. The Efectiveness of Adding Different Sperm Threatening Materials on The Successful Gynogen esis of Punten Gold Fish (Cyprinus carpio L. Siti Fikriyah1*. Ninis Trisyani1 Program Studi Ilmu Perikanan. Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan. Universitas Hang Tuah Surabaya *corresponding author: fikriyah. siti@hangtuah. ABSTRAK Ginogenesis merupakan proses terbentuknya zigot dari gamet betina tanpa kontribusi dari gamet jantan. Manfaat melakukan ginogenesis adalah dapat mempercepat proses pemurnian, membuat populasi klon hanya dalam dua generasi, membuat populasi tunggal kelamin betina, mempercepat proses dan mendeterminasi genotip jenis kelamin betina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penambahan bahan pengencer sperma yang berbeda terhadap tingkat keberhasilan ginogenesis ikan mas punten (Cyprinus carpio Pada penelitian ini menggunakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 pengulangan, yaitu Sperma 100% NaCl. Sperma 50% madu 50% NaCl. Sperma 50% Air Kelapa Muda 50% NaCl. Sperma 50% Sari Tebu 50% NaCl. Perlakuan terbaik yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah sperma yang ditambahkan dengan air kelapa muda dan NaCl dengan nilai motilitas 83,33%. FR 48%. HR 40,5%. SRe 95,82%. SR-7 91,74%, dan SR-21 85,55%. Kata Kunci: Ikan Mas Punten (Cyprinus carpio L. Motilitas. Fertilization Rate. Hatching Rate. Survival Rate. ABSTRACT Gynogenesis is the process of forming a zygote from female gametes without the contribution of male gametes. The benefits of gynogenesis are that it can speed up the purification process, create a clone population in only two generations, create a single female population, speed up the process and determine the genotype of the female sex. This study aimed to determine the effectiveness of adding different sperm diluents to the success rate of gynogenesis of punten carp (Cyprinus carpio L. The method used in this study is an experimental research method using a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments with 3 repetitions, namely P1: Sperm 100% NaCl. P2: Sperm 50% honey 50% NaCl. P3: Sperm 50% Young Coconut Water 50% NaCl. P4 : Sperm 50% Sugarcane Juice 50% NaCl. The results obtained in this study were sperm dilution which significantly affected motility, fertilization rate, hatching rate, embryo Survival Rate. Survival Rate Ae 7 days, and Survival Rate Ae 21 days. The addition of young coconut water became the best treatment with motility value of 83. FR: 48%. HR: 40. Sre: SR-7: 91. 74%, and SR-21: 85, 55%. e-ISSN 2620-4622 p-ISSN 1693-6442 Efektivitas Penambahan Bahan Pengencer Sperma yang Berbeda,. Ninis Triyani & Siti Fikriyah. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2023: 112-118 Keywords: Gold Fish of Punten (Cyprinus carpio L. Motility. Fertilization Rate. Hatching Rate. Survival Rate. PENDAHULUAN Ikan mas merupakan salah satu komoditas ikan air tawar yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan guna memenuhi gizi masyarakat (Pratama, et , 2. Ikan mas punten pertama kali dikembangkan pada tahun 1993 didesa Tubuh dari ikan mas punten relatif lebih pendek dibandingkan ikan mas jenis Ikan mas punten saat ini masih dikembangkan dan dicari kemurniannya di Instalasi Perikanan Budidaya (IPB) Punten. Kota Batu dengan menggunaan teknik pemijahan buatan yaitu teknik Ginogenesis merupakan proses terbentuknya zigot dari gamet ebtina tanpa kontribusi dari gamet jantan. Gamet jantan pada proses ginogenesis hanya berfungsi sebagai perangsang perkembangan telur, sehingga sifat-sifat genetisnya tidak diturunkan (Rustidja. Pada ginogenesis yang dilakukan pada ikan mas punten terdapat tahap pengenceran sperma. Pemberian larutan infus sebagai bahan pengencer berguna memenuhi kebutuhan sperma guna proses pembuahan telur ikan. Menurut Prama . , salah satu permasalahan yang sering terjadi pada budidaya air tawar ikan mas adalah rendahnya tingkat fertilisasi dari spermatozoa di dalam air yang menyebabkan banyaknya sel telur yang Permasalahan tersebut dapat disebabkan oleh daya hidup sperma yang terlalu Untuk mengatasi permasalahan tersebut, sperma membutuhkan energi tambahan yang dapat diberikan saat dilakukan pengenceran sperma, sehingga dicampurkan dengan larutan infus (NaC. pengencer yang dapat memenuhi kebutuhan energi sperma ikan mas. Sperma membutuhkan energi berupa gula . fruktosa dan glukosa yang berguna untuk mendukung daya hidup sperma pasca Hasil penelitian dari Isnan. Et al . menghasilkan bahwa penambahan air kelapa dan gliserol pada penyimpanan sperma berpengaruh nyata terhadap fertilitas spermatozoa ikan mas dan spermatozoa masih bertahan hidup selama 4 hari. Air kelapa mengandung glukosa dan fruktosa yang juga terkandung dalam Selain itu dari penelitian Tumanung, et al . menghasilkan kesimpulan berupa penambahan madu pada pengenceran sperma berpengaruh nyata terhadap motilitas spermatozoa, fertilisasi dan daya tetas telur ikan mas. Hasil penelitian tersebut juga didukung oleh penelitian Rahardhianto, et al . yang menunjukan bahwa penggunaan larutan NaCl fisiologis dan madu sebagai bahan pengencer dalam penyimpanan sperma ikan patin berpengaruh terhadap pergerakan . dan ketahanan hidup . spermatozoa ikan patin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bahan pengencer berupa air kelapa, madu, dan sari tebu terhadap tingkat keberhasilan ginogenesis ikan mas punten (Cyprinus carpio L). METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan di Ruang Karantina Instalasi Perikanan Budidaya (IPB) Punten. Kota Batu. Provinsi Jawa Timur. Pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan Juni sampai dengan Juli 2022. Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah bak mika berdiameter 29 cm dan tinggi 30 cm. Efektivitas Penambahan Bahan Pengencer Sperma yang Berbeda,. Ninis Triyani & Siti Fikriyah. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2023: 112-118 kakaban, alat suntik 10 ml dan 5 ml, tissue, mesin radiasi, bulu ayam, thermometer, aerator, dan mangkok. Kemudian bahan utama yang digunakan adalah induk ikan mas punten, sperma, telur. NaCl, madu, air kelapa, dan sari Rancangan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 pengulangan, yaitu P1 : sperma 100% NaCl. P2 : sperma 50% madu 5-% NaCl. P3 : sperma 50% air kelapa muda NaCl. P4 : sperma 50% sari tebu 50% NaCl. Prosedur Kerja Penelitian ini menggunakan wadah bak plastik berdiameter 29 cm dengan tinggi 30 cm sebanyak 12 unit dengan tinggi air 20 cm dan alat pendukung Kemudian dilanjutkan dengan menyiapkan induk yang melalui seleksi Induk betina yang telah diseleksi diberi cairan ovaprim dengan cara disuntikkan dibagian punggungnya. Pemberian cairan ovaprim berguna untuk mempercepat matang gonad pada induk Induk yang telah matang gonad diangkat dan dibawa ke ruang karantina. Induk jantan dan betina di stripping untuk diambil sperma dan telurnya. Stripping dilakukan dengan cara menekan perut ikan menuju kearah anus secara perlahan. Sperma yang didapat dicampur dengan Sperma yang sudah diberi bahan pengencer dimasukan kedalam mesin radiasi UV selama 9 menit. Setelah diradiasi, sperma dicampur dengan telur dan dilakukan proses fertilisasi selama 3 Selanjutnya telur pada kakaban diberikan kejutan suhu panas sebesar 40AC selama 1,5 menit (Nedris, et al. Suhu minimum yang digunakan untuk ginogenesis adalah 38AC dan maksimal 40AC (Hollebecq, 1. Telur yang telah diberi kejutan suhu panas dimasukan kedalam wadah sesuai dengan Analisis Data Analisis data berupa fertilisasi rate, hatching rate. Survival Rate embrio. Survival Rate Ae 7 hari, dan Survival Rate Ae 21 hari. Parameter kualitas air yang diukur adalah suhu, pH, dan oksigen HASIL DAN PEMBAHASAN Pengamatan motilitas sperma dari setiap perlakuan dapat dilihat pada tabel 1. Pemberian bahan pengencer yang berbeda berpengaruh pada hasil nilai presentase motilitas sperma. Hasil terbaik didapatkan pada perlakuan P3 sebesar 83,33%, kemudian urutan kedua pada perlakuan P1 sebesar 63,33%, urutan ketiga pada P4 sebesar 56,66%, dan yang terkecil pada P2 sebesar 50%. Sperma pada P3 menunjukan pergerakan sperma yang sangat aktif. Pergerakan tersebut disebabkan oleh kandungan air kelapa muda pada sperma. Kandungan tersebut adalah glukosa, fruktosa, dan isotonic (Sudirman, 2. Kandungan pada air kelapa muda menjadi sumber energi bagi sperma yang membuat sperma dapat bertahan hidup saat terpapar radiasi (Toelihere, 1. Bahan pengencer yang baik bagi sperma adalah yang dapat mensuplay nutrisi dan bersifat isotonik sehingga dapat mempertahankan osmotik dan keseimbangan elektrolit yang sesuai bagi sperma (Yudi, et al. , 2. Pada perlakuan P2 menjadi dibandingan perlakuan lainnya. Penyebab kecilnya hasil tersebut adalah sperma yang didukung oleh kandungan madu tidak dapat meningkatkan daya tahan sperma saat terpapar radiasi UV. Selain itu hasil tersebut juga dapat disebabkan Efektivitas Penambahan Bahan Pengencer Sperma yang Berbeda,. Ninis Triyani & Siti Fikriyah. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2023: 112-118 oleh kurangnya sumber energi dari madu bagi sperma. Perbandingan bahan pengencer dengan sperma dapat menjadi faktor menurunnya motilitas sperma. Semakin banyak volume semen maka konsentrasi sperma semakin sedikit (Tumanung, 2. Tabel 1. Nilai presentase motilitas sperma Perlakuan Ulangan Total Rata-rata Hasil perhitungan fertilization rate dari setiap perlakuan dapat dilihat pada Pada gambar tersebut menunjukan bahwa rata-rata fertilization rate tertinggi terdapat pada perlakuan P3 sebesar 48% dan perlakuan terendah pada perlakuan P2 sebesar 0%. Hasil analisis ragam yang telah dilakukan menunjukan bahwa perbedaan perlakuan memberikan pengaruh yang nyata terhadap perbedaan presentase fertilisasi telur ikan mas punten dengan nilai signifikan sebesar 0,00. Hasil fertilization rate rendah ini disebabkan oleh rendahnya nilai motilitas yang didapat pada perlakuan P2. Motilitas yang semakin menurun mengakibatkan tingkat membuahi sel telur menjadi lemah (Adipu, 2. Perlakuan P2 ( Sperma mad. mengalami fertilisasi terendah . %) diduga dosis bahan pengencer yang digunakan dalam sperma tidak sesuai. Sperma membutuhkan bahan pengencer yang sesuai untuk mendukung daya tahan hidup sperma. Dosis yang tidak sesuai justru akan menurunkan kemampuan Proses adaptasi sel sperma terhadap konsentrasi bahan pengencer yang digunakan dapat menyebabkan menurunkan aktivitas metabolisme, kerusakan sel dan menurunkan motilitas. Presentase FR. HR. SRe. SR-7. SR-21 Presentase Survival Rate - 7 Survival Rate - 21 Perlakuan Fertilization Rate Hatching Rate Survival Rate Gambar 1. Nilai presentase FR. HR. SRe. SR-7. SR-21. Efektivitas Penambahan Bahan Pengencer Sperma yang Berbeda,. Ninis Triyani & Siti Fikriyah. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2023: 112-118 Hasil perhitungan Hatching Rate dari setiap perlakuan dapat dilihat pada gambar 1 diatas. Hasil rata-rata Hatching Rate tertinggi didapatkan pada perlakuan P3 sebesar 40,5%, kemudian urutan kedua pada P1 sebesar 23,33%, urutan ketiga P4 sebesar 11,66%, dan yang terakhir pada perlakuan P2 sebesar 0%. Penyebab P2 mendapatkan hasil 0% dikarenakan bahan pengencer yang digunakan pada P2 tidak dapat mendukung daya pembuahan dan daya tetas telur sehingga menyebabkan nihilnya hasil pada P2. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa perbedaan pemberian bahan pengencer memberikan pengaruh nyata terhadap presentase Hatching Rate dengan nilai signifikan yang didapat sebesar 0,00. Pada fase penetasan telur. P3 menjadi perlakuan Hasil penetasan yang tinggi juga berkaitan dengan presentase motilitas dan fertilisasi yang tinggi (Tumanung, et al. Faktor internal yang dapat mempengaruhi daya tetas telur adalah perkembangan embrio yang terhambat karena kualitas sperma dan telur yang (Syandri. Penambahan air kelapa muda sebagai bahan pengencer sperma terbukti berpengaruh terhadap tingkat produksi telur yang menetas. Hasil ini juga didapat pada penelitian Prama, et al. , . dimana penambahan air kelapa muda sebagai bahan pengencer sperma berhasil meningkatkan daya tetas telur sebesar Pada hasil Survival Rate. P3 merupakan perlakuan yang memiliki ratarata tertinggi dengan nilai signifikant pada SRe sebesar 0,041. SR-7 sebesar 0,028, dan SR-21 sebesar 0,133. Hasil tersebut disebabkan baiknya kualitas sperma dan telur yang digunakan. Pemberian perlakuan diawal proses ginogenesis sangat berpengaruh pada kelangsungan hidup telur hingga menjadi larva. P1. P3, dan P4 menjadi perlakuan yang berhasil memproduksi larva ikan mas. Hanya P2 saja yang tidak dapat menghasilkan larva ikan mas punten. Keberhasilan pada P1. P3, dan P4 juga didorong oleh kandungan NaCl yang menjadi media isotonik dan berperan dalam mengatur keseimbangan asam basa dan mempertahankan tekanan osmotic cairan sel (Anggeni, et al. , 2. Larutan NaCl dapat memberikan ruang gerak yang baik pada sperma (Wibowo, et , 2. Selain itu tingkat kekentalan bahan pengencer juga berpengaruh bagi hasil ginogenesis. Campuran sperma yang encer mengandung potasium yang rendah sehingga sperma lebih aktif dan motilitasnya tinggi (Numan, 1. Pemberian NaCl sebagai bahan pengencer juga harus didasarkan dengan dosis yang Karena pemberian dosis tinggi pada sperma akan meningkatkan konsentrasi sperma dan menyebabkan persaingan antar sperma (Wibowo, et al. , 2. Selain faktor internal, faktor Dalam penelitian ini kejutan suhu yang digunakan adalah kejutan suhu panas bersuhu 40oC (Nedris, et al. , 2. Pemberian radiasi pada sperma selama 9 Suhu minimum yang digunakan pada kejutan suhu adalah berkisar 38oC sampai 40oC (Hollbecq, et al. , 1. Durasi pemberian kejutan suhu selama 1. Sehingga proses ginogenesis yang dilakukan telah sesuai. Selain itu parameter kualitas air yang digunakan juga telah sesuai dengan standart SNI. Kualitas air yang didapat sebesar, suhu : 25oC - 29oC, pH : 8. 22 Ae 8. 79, dan DO : 28 Ae 6. 14 mg/l. SIMPULAN Penambahan bahan pengencer yang berbeda pada sperma berpengaruh Hasil pada motilitas sperma, fertilitas rate, hatching rate. Survival Efektivitas Penambahan Bahan Pengencer Sperma yang Berbeda,. Ninis Triyani & Siti Fikriyah. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2023: 112-118 Rate embrio. Survival Rate Ae 7 hari. Survival Rate Ae 21 hari yang terbaik diperoleh pada perlakuan penambahan air kelapa muda dengan NaCl yaitu sebesar motilitas : 83. FR : 48%. HR : 40. SRe : 95. SR-7 : 91. 74%, dan SR-21 : 85. SARAN Ginogenesis merupakan salah satu cara untuk melestarikan ikan mas punten yang merupakan ikan mas asli kota Batu, maka dalam melakukan ginogenesis diharapkan menggunakan penambahan bahan pengencer air kelapa muda guna meningkatkan hasil ginogenesis. DAFTAR PUSTAKA