ISSN : 2807-9280 https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK Analisis Fenomenologi Perawatan Paliatif Secara Holistik. Psikologi Spiritual Menghadapi Ajal Dengan Penyakit Kanker Prostat Pada Lanjut Uisa Taat Sumedi 1. Widjijati 2. Herry Prasetyo 3 . Sri Utami Dwiningsih 4 1,2,3 Program Studi Keperawatan Purwokerto Poltekkes Kemenkes Semarang. Indonesia *e-mail korespondensi : taatsumedi@gmail. Abstrak Latar Belakang : Prevalensi kependudukan dunia United Nasional Population Fund Asian (UNFPA) dalam selama lima puluh tahun terakhir, lanjut usia di Indonesia meningkat dari 4,5 persen pada tahun 2019 menjadi sekitar 10,7 persen pada tahun 2020. Penyakit dan kelemahan fisik yang mengancam nyawa, mengalami kekhawatiran yang akan terjadi pada lansia pria, yaitu kanker atau tumor ini menyerang pada usia diatas 50 tahun. Beberapa alternative untuk memberikan ketenangan dari penyakit yang dialami, maka peneliti perawat disini berperan memberikan dan membantu klien untuk beradapti psikologis spiritual supaya menerima keadaannya. Tujuan : penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana persepsi psikologi spiritual, mental kanker prostat pada lanjut usia di Panti Werdha Kabupaten Banyumas Metode : Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode Colaizzi pada pasien perawatan paliatif dengan melalui terapi holistic pada penyakit kanker prostat pada lanjut usia. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 3 klien dilakukan wawancara dengan format pengkajian, diarahkan kepada topic dalam penelitian berkaitan psikologis spiritual, mental dengan sakit yang sedang dirasakan . anker prosta. Setelah dilakukan treatmen terapi holistic selama 2 kali dengan terapi morotal dan dzikir dan mengagungkan manunggal gusti lansia katolik. Hasil : penelitian setelah dilakukan terapi holistic dengan morotal dan dzikir menunjukan adanya perubahan pada klien menerima keadan yang dirasakan, tidak menampakan cemas, menunjukan apresiasi yang positif, mengungkapkan perasaan nyaman dan tenang menghadapi penyakit kanker Kesimpulan : Spiritual, dukungan keluarga dan pengalaman pribadi mempegaruhi persepsi lansia tentang kematian Kata Kunci : Perawatan Paliatif. Terapi Holistik. Kanker Prostat. Lansia JLK Team Taat Sumedi . Widjijati 2. Herry Prasetyo 3 . Sri Utami Dwiningsih 4 ISSN : 2807-9280 https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK Phenomenological Analysis of Holistic Palliative Care. Spiritual Psychology Facing Death with Prostate Cancer in Uisa continued Taat Sumedi 1. Widjijati 2. Herry Prasetyo 3 . Sri Utami Dwiningsih 4 1,2,3,4 Purwokerto Nursing Study Program Polytechnic Health Ministry of Semarang. Indonesia *Corresponding author : taatsumedi@gmail. ABSTRACT Background : The prevalence of the United National Population Fund Asian (UNFPA) world population in the last fifty years, elderly people in Indonesia has increased from 4. 5 percent in 2019 to around 10. 7 percent in 2020. Lifethreatening physical illnesses and weaknesses are experiencing The concern that will occur in elderly men is that cancer or tumors attack those aged over 50 years. There are several alternatives to provide peace from the illness they are experiencing, so the nurse researcher here plays the role of providing and helping clients to adapt to spiritual psychology in order to accept their Objective : The aim of this research is to find out the extent of the spiritual and mental psychological perception of prostate cancer in the elderly in the Banyumas Regency Nursing Home. Method : This research is qualitative using the Colaizzi method for palliative care patients through holistic therapy for prostate cancer in the elderly. The sample in the study A total of 3 clients were interviewed in an assessment format, directed at topics in research related to spiritual psychology, mental health and the pain they were feeling . rostate cance. After being treated holistically twice with morotal therapy and dhikr and glorifying the unity of the Catholic elderly. Results : The results of the research after carrying out holistic therapy with morals and dhikr showed that there was a change in the client accepting the situation he was feeling, not showing anxiety, showing positive appreciation, expressing feelings of comfort and calm in facing prostate cancer. Results : Spirituality, family support and personal experiences influence elderly people's perceptions of death. Keywords: Palliative care. Holistic therapy. Prostate cancer. Elderly JLK Team Taat Sumedi 1. Widjijati 2. Herry Prasetyo 3 . Sri Utami Dwiningsih 4 Copyright : The Journal of Cross Nursing PENDAHULUAN Fenomena penuaan penduduk . geing populatio. ini bisa dimanfaatkan sebagai bonus demografi kedua bagi dunia, dengan syarat tersedianya lansia yang sejahtera dan produktif dalam jumlah yang cukup. Proses Menua . merupakan proses peristiwa alami yang dialami semua orang bila mencapai umur panjang yang berlangsung secara terus menerus, bila sampai usia 60 tahun (WHO,2. Publikasi Statistik Penduduk Lanjut Usia 2021 hadir untuk memberikan gambaran kondisi demografi, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial ekonomi, dan perlindungan sosial bagi lansia. Populasi lansia sesuai data yang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan lembaga kependudukan dunia United National Population Fund Asian (UNFPA) dalamtahun Selama lima puluh tahun terakhir, persentase penduduk lanjut usia di Indonesia meningkat dari 4,5 persen pada tahun 1971 menjadi sekitar 10,7 persen pada tahun 2020. Angka tersebut diproyeksi akan terus mengalami peningkatan hingga mencapai 19,9 persen, dalam hal ini Implikasi dunia keperawatan akan disibukan dengan meningkatkan tuntutan merawat penedrita usia lanjut . anher dan Nookasiani 2. Kondisi mengalami penurunan fisik/biologis, kondisi psikologis. Dari fase ini lansia merenungkan hakekat hidupnya lebih intensif mencoba mendekatkan dirinya pada Tuhan. Penyakit dan kelemahan fisik atau mental, penyakit yang mengancap nyawa, kehilangan orang yang dicintai, kehilangan sumber material, kehilangan otonomi, kehilangan peran, kesepian isolasi, kebosanan, dan kekhawatiran terhadap saat kematian dapat terjadi pada setiap tahap kehidupan. Lansia akan mengalami distereotipkan mengalami kekhawatiran berlebihan tentang ancaman dan kehilangan kehidupan yang dikaitkan dengan penuaan . aas dll. Secara fisiologis lansia akan fisik/biologis, kondisi psikologis, serta perubahan kondisi sosial. Salah satu ciri fase ini, biasanya usia lanjut merenungkan hakikat hidupnya dengan lebih intensif serta mencoba mendekatkan dirinya pada Tuhan. Selain itu, secara umum telah diindentifikasi bahwa usia lanjut pada umumnya mengalami berbagai gejala akibat terjadinya penurunan fungsi biologis, psikologis, sosial, dan ekonomi. Perubahan ini akan memberikan pengaruh @ 2024 Taat Sumedi pada seluruh aspek kehidupan, termasuk kesehatannya (Tamher & Noorkasiani. Kehilangan kematian merupakan hal yang pasti akan dialami oleh lansia sebagai terminasi dari fase akhir kehidupannya. Setiap makhluk yang bernyawa pasti akan mengalami kematian seperti yang tercantum dalam Al-Quran Surat Al-Ankabut 57 yakni: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati, kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. Menjelang ajal adalah bagian dari kehidupan yang merupakan proses menuju akhir. Meskipun unik bagi setiap individu, kejadiankejadian tersebut bersifat normal dan merupakan proses hidup yang diperlukan (Stanley & Beare, 2. Penelitian dilakukan oleh Avita . tentang pengaruh kecerdasan spiritual terhadap kecemasan menghadapi kematian pada lansia di UPT pelayanan sosial lanjut usia Pasuruan. Penelitian ini mengengemukakan bahwa kecerdasan spiritual berpengaruh terhadap kecemasan lansia dalam menghadapi kematian. Lansia dengan tingkat spiritual yang tinggi tidak merasa cemas menghadapi Hasil dari penelitian ini juga menyebutkan bahwa faktor yang mempengaruhi kecemasan ini adalah kurangnya dukungan sosial dari keluarga atau teman sekitar lansia. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada dua orang lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Khusnul Khotimah Pekanbaru didapatkan data bahwa lansia mengalami kecemasan dan ketakutan menghadapi kematiannya sendirian di panti. Lansia yang lain menyebutkan hal yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa lansia mengalami suatu pengalaman khusus dalam menjalani salah satu tugas perkembangannya yakni mempersiapkan diri terhadap kematiannya. Penelitian Lauru . tentang peran perawat bagi lansia dalam menghadapi kematian di Panti Werdha menunjukkan bahwa peran perawat dalam memenuhi kebutuhan fisik lansia, membantu dalam memenuhi kebutuhan nutrisi, perawatan diri lansia dan lingkungan, mobilisasi, dan eliminasi. Perawat membantu klien dan keluarga untuk beradaptasi dengan sesuatu yang tidak dapat diubah dan memfasilitasi suatu kematian yang damai (Potter & Perry. Taat Sumedi 1. Widjijati 2. Herry Prasetyo 3 . Sri Utami Dwiningsih 4 Page 3 Of 8 Copyright : The Journal of Cross Nursing Fase terminasi . kehidupan atau kematian, hal ini dipastikan bahwa mahluk hidup / manusia pasti akan mengalami kematian ini tercantum dalam Al-quran Surat Al Ankabut 57 yakni AuTiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati, kemudian hanyalah kepada kami kamu dikembalikan. Penyakit dan kelemahan fisik yang kekhawatiran yang akan terjadi pada lasia pria, yaitu kanker atau tumor ini menyerang pada usia diatas 50 tahun sekitar 25 %, dan menyerang pria berumur 60-80 tahun 75%. Dengan peningkatan usia harapan hidup, perubahan pola makan khusunya kombinasi lemak dan modalitas diagnostic yang lebih baik. Dengan memakai alat PSA . rostate Spesifik antige. merupakan salah satu alat membantu untuk diagnosis kanker pemerksaan colok dubur dan biopsy prostat dengan bimbingan Transrectal Ultrasonografi (TRUS), bila ada konsitensi prostat yang keras, adanya nodul, atau pembesaran prostat yang tidak Dengan penyakit yang dialami pada lasia akan menghantui psikologis spiritualnya disini peran perawat bagi lansia menghadapi kematian adalah membantu dan memenuhi kebutuhan fisik lansia, membantu dalam memenuhi nutrisi, perawatan diri lansia dan lingkungan, mobilisasi dan eliminasi. Peran perawat yang paling prioritas membantu klien dan keluarga untuk beradaptasi psikologis spiritual dengan sesuatu yang tidak dapat diubah yaitu kematian yang damai. METODE PENELITIAN Penelitian metode kualitatif dengan pendekatan Penelitian merekontruksi realitas dan memahami memperhatikan prose speristiwa, otentitas dan menekankan eksplorasi arti dan makna pengalaman seseorang secara . ood & Haber 2. Dalam menetapkan gambaran lengkap dengan topic yang diteliti. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode purposive sampling Penelitian Ini Dilakukan Di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Sudagaran (PPSLU) Banyumas. Dinas Sosial Propinsi Jawa Tengah. Populasi dalam @ 2024 Taat Sumedi penelitian ini adalah seluruh lansia yang memenuhi kriteria inklusi yang tinggal di Di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Sudagaran (PPSLU) Banyumas 50 orang. Pemilihan partisipan dalam penelitian kualitatif ini menggunakan metode purposive sampling. Jumlah partisipan pada penelitian ini adalah 3 orang lansia yang dipilih dengan memperhatikan prinsip saturasi data. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah sebagai berikut : Lansia berusia lebih dari 60 tahun. Berkomunikasi dengan baik. Respon berpartisipasi dalam penelitian dan mau persetujuan penelitian. Data kriteria demensia, lansia mengalami gangguan pendengaran, dan lansia mengamai gangguan jiwa. Data menggunakan wawancara mendalam . n mengumpulkan data dengan maksud untuk menetapkan gambaran lengkap tentang topic yang diteliti (Moleong Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah pedoman wawancara, pedoman wawancara yang wawancara tidak terstruktur yang disusun berdasarkan tujuan penelitian. Jumlah pertanyaan terbuka 5 buah Adapun prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini, yang pertama kali mengecek rekam medic calon partisipan melakukan pengkajian dengan alat kuisionernya memakai format pengkajian paliatif peneliti mulai menggunakan pedoman alat yang digunakan oleh peneliti yaitu format pengkajian paliatif, dan penapisan aspek spiritual dan mental ,juga diarahkan kepada topic dalam penelitian berkaitan psikologi spiritual, mental dengan sakit yang sedang dirasakan . anker prosta. Dalam wawancara antara peneliti dan responden direkam dengan menggunakan alat recorder. Adapun waktu dalam wawancara sekitar 30-45 menit setiap Dan peneliti juga membuat field note untuk mencatat data yang ditemukan selama prosese wawancara Selama wawacara berlangsung peneliti melakukan pengamatan secara seksama dan melakuakn triangulasi data untuk memvalidasi data yang telah Membuat traskkrip verbatim dengan mendengarkan kembali hasil rekaman dan melengkapinya fiel note Taat Sumedi 1. Widjijati 2. Herry Prasetyo 3 . Sri Utami Dwiningsih 4 Page 4 Of 8 Copyright : The Journal of Cross Nursing @ 2024 Taat Sumedi yang dibuat saat wawancara. Dan juga tidak ketinggal catatan fiel note dibaca kembali bersama-sama teman penelitian untuk menganalisa untuk menentukan tingkat saturasi data. Setelah wawancara terhadap responden untuk menentukan valiadsi data yang telah di Setelah itu bila tidak ada konfirmasi atau tambahan data dari Penelitian menggunakan empat kriteria yang digunakan untuk menentukan keabsahan data yaitu kredibilitas . , . , dependabiliti . , dan konfirmabilitas . (Saryono & Anggraeni, 2. Analisa data pada penelitian ini menggunakan metode Colaizzi . 8 dalam polit and Beck 2. Tempat dan dukungan yang diharapkan dalam proses menghadapi kematian Perawatan Paliatif Kanker Prostat. Tabel 2 Hasil analisa tema No. Sub Pokok Bahasan Konsep Psikologis Persepsi perawatan paliatif menghadapi kematian ( melalui terapi holisti. Persiapan Menghadapi kematian ( Perawatan Paliatif kanker prostat Proses Menghadapi Kematian . erawatan Paliatif kanker Prostat Hasil Penelitian : Hasil yang didapatkan dari penelitian adalah sebagai berikut: Gambaran karakteristik partisipan Kondisi proses menghadapi kematian . erawatan Paliatif kanker Prostat Tempat dan dukungan Kematian . erawatan Paliatif Prosta. Tabel 1. Rekapitulasi karakteristik partisipan Karakteristik Usia Jenis Kelamin Agama Pendidikan Lama di panti Analisis tematik Partisipan LakiLakilaki Kristen Islam SMA SMA 3 bln 8 bln Lakilaki Islam SMK 4 tahun Dari hasil wawancara, kemudian peneliti pengelompokan kata kunci sehingga menghasilkan kategori, selanjutnya kategori dikelompokkan dalam subtema. Hasil analisa terhadap verbatim dan fieldnote dari ketiga partisipan tersebut peneliti mendapatkan 8 tema utama yakni Konsep diri Secara fisik dan mental Persepsi penyakit dan Persiapan menghadapi kematian Proses menghadapi kematian Pembahasan Kategori Konsep Spiritual. Dukungan panti Sosial. Pengalaman Pribadi Dukungan Education Rasa Nyman Tenang. Tidak masalah baru Proses Khusnul Khotimah Pasrah kondisi apapun Di Rumah Sakit Puskesmas, hospice home Home care Di Rumah panti social perawatan tidak mampu Copyright : Intreprestasi Hasil @ 2024 Taat Sumedi Konsep diri Menginterprestasikan dengan 3 responden menunjukkan penerimaannya terhadap dirinya saat ini dalam kategori konsep diri positif. Pada penelitia ini bahwa responden ditemukan bahwa secara psikologis atau persepsi individu terhadap dirinya sendiri yang cenderung optimis, konstruktif, dan sehat memiliki rasa percaya diri yang baik, menghargai diri sendiri, dan mampu menerima kekurangan serta kelebihannya. Kondisi yang diharapkan dalam proses Konsep diri yang positif berkontribusi menghadapi kematian Perawatan Paliatif Kanker terhadap kesejahteraan psikologis, meningkatkan Prostat kesehatan mental, dan mendukung adaptasi yang lebih baik dalam menghadapi tantangan hidup, termasuk penyakit serius seperti kanker prostat Taat Sumedi 1. Widjijati 2. Herry Prasetyo 3 . Sri Utami Dwiningsih 4 Page 5 Of 8 Copyright : The Journal of Cross Nursing Menurut penelitian yang dilakukan oleh Sari . menyebutkan bahwa inti penerimaan diri pada individu lanjut usia adalah individu mampu menerima kelebihan dan kekurangan dirinya, mau hidup dengan keadaan tersebut. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa kematangan emosi berkorelasi positif dengan penerimaan diri. Persepsi Perawatan Paliatif menghadapi kematian (Perawatan Paliatif Melalui terapi holisti. Subpokok bahasan persepsi lansia tentang perawatan paliatif menghadapi kematian yang diterjemahkan kedalam Spiritual, dukungan panti social. Kematian merupakan terminasi akhir dari kehidupan dan penghentian dari semua fungsi tubuh (Eliopoulus, 2. Pandangan lansia tentang konsep hidup dan mati memegang peranan penting dalam kesiapan lansia untuk menghadapi kematian kesiapan tersebut dapat mempengaruhi pencapaian aging (Adelina, 2. Dalam 3 responden ini dengan menggunakan terapi modalitas spiritual dengan terapi murotal respon mengungkapkan rasa percaya diri, siap menghadapi sakratul maut, tidak merasakan takut, persepsi negatef, rasa sedih tidak dirasakan. Menurut Papalia . Mereka yang berhasil mencapai kebijaksanaan yang dapat membuat mereka menerima apa yang telah dilakukan dalam hidupnya dan diharapkan lansia telah siap menghadapi kematian. Lansia yang siap menghadapi kematian telah mengatasi rasa cemas maupun takutnya pada kematian, mereka sadar bahwa kematian pasti datang pada yang hidup (Backer, 1. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Cicirelli . yang berjudul AuOlder Adults' Fear and Acceptance of Death: a Transition ModelAy yang menyebutkan bahwa sebagian lansia siap menghadapi kematian tanpa ketakutan dengan merasa bahwa kematian merupakan sesuatu pengalaman yang menyenangkan. Persiapan menghadapi kematian (Perawatan Paliatif Kanker Prostat ) Pokok bahasan yang diangkat ini persiapan spiritual dengan perawatan paliatf kanker prostat yang menghadapi kematian. Ketiga responden partisipan menunjukkan bahwa mereka melakukan persiapan spiritual dalam menghadapi kematian dengan beribadah dan pasrah kepada Tuhan, dengan memalui proses penyakit yang sedang dialami ini merupakan teguran dan peringatan bahwa preses kematian @ 2024 Taat Sumedi bisa melalui beberapa cara, responden mengungkapkan dengan sakit yang dialami selama in dengan kanker prostat yang sudah lama dan kronis tidak bisa diobat hanya psikologis mengungkapkan pasrah. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Camile dan Claibourne . yang berjudul AuThanatologic Realization And Life Integration: A Study Of The Dying Experience And How People Prepare For DeathAy yang menyebutkan bahwa persiapan spiritual merupakan prioritas yang tinggi dalam proses menghadapi kematian. Hasil studi pada penelitian ini juga didukung oleh penelitian lainnya yang dilakukan oleh Adelina . yang menyebutkan bahwa ada hubungan antara kecerdasan ruhaniah terhadap kesiapan lansia dalam menghadapi kematian. Proses menghadapi kematian (Perawatan Paliatif Kanker Prosta. Proses perawatan kanker prostat kematian muncul dari beberapa subtema yakni kondisi yang diharapkan dalam menghadapi kematian, tempat yang diharapkan dalam menghadapi kematian, dan siapa yang diharapkan ada dalam menghadapi kematian. Tiga partisipan penelitian mengungkapkan bahwa kondisi sakit kanker prostat yang sudah lama, dalam menghadapi kematian adalah rasa nyaman dan tenang, tidak menyakitkan, tidak menimbulkan masalah baru dengan tidak berlarut-larut, khusnul khotimah dan pasrah. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Hansdottir dan Halldorsdottir . yang menyebutkan bahwa lansia ingin mati secara natural, dalam kedamaian dan bermartabat. Satu mengungkapkan bahwa kematian sesuatu yang menakutkan, partisipan mengalami ketakutan dan kecemasan dalam memandang kematian yang akan dilaluinya. Menurut Zohar dan Marshall . ketakutan akan kematian timbul karena tidak adanya perpesktif, ketidakmampuan seseorang menempatkan kematian kedalam suatu kerangka makna dan nilai yang lebih luas, selain itu gagal dalam memahami dan menghargai kehidupan. Ketakutan dalam menghadapi kematian disebabkan oleh antisipasi terhadap tahap kehidupan yakni kematianmengaku pasrah ingin menghadapi kematian dimana saja. Kondisi yang diharapkan dalam proses (Perawatan Paliatif Kanker Prosta. Subpokok bahasan kondisi yang diharapkan dalam proses menghadapi kematian dalam perawatan paliatif pada pasien kanker prostat, tempat yang diharapkan dalam menghadapi kematian. Tiga responden penelitian menyampaikan kondisi yang mereka harapkan dalam menghadapi kematian adalah dengan tidak berlarut-larut, khusnul khotimah dan pasrah yaitu tempat Taat Sumedi 1. Widjijati 2. Herry Prasetyo 3 . Sri Utami Dwiningsih 4 Page 6 Of 8 Copyright : @ 2024 Taat Sumedi The Journal of Cross Nursing yang di ingikan adalah di panti ini selama dalam perawatan dan hidup di panti. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Hansdottir dan Halldorsdottir . yang menyebutkan bahwa lansia ingin mati secara natural, dalam kedamaian dan bermartabat. mengaku pasrah. Salah satu orang responden mengungkapkan bahwa lansia inginmenjalani tahap kematian dengan mudah tanpa penderitaan, menghindari ketergantungan dan menghindari baring ditempat tidur dalam waktu yang lama. kondisi apapun. Sebagian besar lansia ingin menghadapi kematian di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) di rumah, dan lansia lainnya pasrah ingin menghadapi kematian dimana saja. Lansia dukungan keluarga dalam proses menghadapi kematian, namun terdapat satu orang lansia yang ingin menghadapi kematian sendirian. Tempat dan Dukungan yang diharapkan dalam proses menghadapi Kematian (Perawatan Paliatif Kanker Prosta. Pokok bahasan tempat yang diharapan menghadapi kematian pada klien dengan kanker prostat ada 3 respondennya selama ini di Panti. Satu dari tiga responden menyampaikan ia ingin menghadapi kematian dirumah di dampingi keluarga, disaksikan anggota keluarga saat proses menjelang ajal terdapat lansia yang ingin meninggal sendirian (Hattori et al, 2. SARAN