JURNAL MEDIKA MENGABDI https://publikasi. id/index. hp/jmm/index VOL. 01 NO. JANUARI 2025 PEMBERDAYAAN GURU SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) DALAM DETEKSI DINI DAN INTERVENSI GANGGUAN FONOLOGI DAN ARTIKULASI PADA ANAK DISABILITAS Sudarman1. Roy Romey Daulas Mangunsong2 Prodi Terapi Wicara dan bahasa. Poltekkes Kemenkes Surakarta e-mail: darman_poltekkes@yahoo. Received: 11 October 2024. Revised: 12 November 2024. Accepted: 29 November 2024 Abstract Children with speech delay problems will certainly find it difficult to adjust to their Although difficult, children who are late to speak will definitely find a way to adjust to their environment. Speaking is one of the main language skills and the first thing learned by humans in their lives. Subjects and methods: the target in implementing this Empowerment activity is The target of this community service activity is Teachers and Parents at SLB C Setya Dharma Surakarta and the community. The method used is counseling and training for teachers and the community. The results of the comparative analysis before and after counseling are known with a negative ranking value at N = 0, mean rank = 0. 00 and the number of ranks = 0. While the results of the analysis are known to be the Asymp. Sig. Sig . = 0. 00, which means there is an increase in counseling comparison before and after Empowerment of teachers and parents of students in the Detection and Intervention of Phonological Articulation Disorders in Children, has been implemented at SLB C. Setya Dharma Surakarta, attended by 50 teachers and parents of students of SLB C Setya Dharma Surakarta which was implemented in 4 stages, namely land exploration, permit management, training counseling and evaluation. Key Word: articulation and phonology disorders. SLB C. Setya Darma Surakarta. Abstrak Anak dengan masalah keterlambatan bicara tentu akan sulit menyesuaikan diri dengan Meskipun sulit, anak dengan keterlambatan bicara pasti akan menemukan cara agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Berbicara menjadi salah hal penting dalam kehidupan manusia, karena dengan berbicara manusia dapat berkomunikasi dengan orang lain. Sasaran dalam pelaksanaan kegiatan Pemberdayaan ini adalah Sasaran kegiatan pengabmas ini adalah Guru dan Orang tua di SLB C Setya Dharma Surakarta dan masyarakat. Metode yang digunakanan adalah dengan penyuluhan dan pelatihan pada guru dan masyarakat. Hasil analisis perbandaingan sebelum dan sesudah penyuluhan diketahui dengan nilai negetif ranks pada N=0, mean renks=0. 00 dan sum of ranks=0. Sedangkan hasil analisis diketahui nilai Asymp. Sig. Sig . = 0. 00, yang artinya da peningkatan penyululuhan perbadingan sebelum dan sesudah penyuluhan. Pemberdayaan guru dan orang tua siswa dalam Deteksi dan Intervensi Gangguan Artikulasi Fonologi pada Anak, telah dilaksanakan di SLB C. Setya Dharma Surakarta, di ikuti oleh 50 orang peserta yang terdiri dari guru dan orang tua siswa SLB C Setya Dharma Surakarta yang dilaksanakan 4 tahap yaitu penjajagan lahan, pengurusan ijin, penyuluhan pelatihan dan evluasi. Kata kunci : gangguan artikulasi dan fonologi. SLB C. Setya Darma Surakarta. E-ISSN 3067-7120 P-ISSN 3063-0444 | 45 JURNAL MEDIKA MENGABDI https://publikasi. id/index. hp/jmm/index VOL. 01 NO. JANUARI 2025 PENDAHULUAN Anak usia dini adalah anak yang berusia 0 tahun hingga usia 8 tahun. Usia dini merupakan usia keemasan . olden ag. dalam perolehan bahasa, anak ini banyak mengalami pertumbuhan perkembangan yang pesat untuk belajar bahasa dan bicara. Perkembangan bahasa pada anak usia dini sangat penting karena dengan bahasa sebagai dasar kemampuan seorang anak akan dapat meningkatkan kemampuan-kemampuan yang Kemampuan menerapkan ide-ide yang kemampuan bahasa anak. Memberikan contoh menstimulasi perkembangan bahasa dan kemampuan bicara yang benar pada anak (Mahmudah, 2. Masalah gangguan tumbuh kembang anak semakin sering dijumpai pada anak-anak perkembangan motor halus dan kasar, berbicara, kognisi, personal, kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari, serta sosial dan masalah artikulasi. Semakin lama jumlah anak yang mengalami gangguan tersebut semakin bertambah, hal ini terbukti dengan data yang didapatkan dari penelitian di klinik khusus tumbuh kembang (Sari, 2. Beberapa perkembangan bicara termasuk sebagai salah Anak dengan masalah keterlambatan bicara tentu akan sulit menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Meskipun sulit, anak dengan keterlambatan bicara pasti akan menemukan cara agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Studi faktor risiko untuk keterlambatan bicara dan bahasa menunjukkan hasil yang tidak konsisten, sehingga The US Preventive Services Task Force tidak dapat mengembangkan daftar faktor risiko tertentu untuk memandu dokter perawatan primer dalam penyaringan selektif. Berbicara merupakan salah satu kemampuan utama dan yang pertama kali dipelajari oleh manusia dalam hidupnya. Semenjak seorang bayi dilahirkan ia sudah belajar menyuarakan lambang bunyi bicara melalui tangisan untuk berkomunikasi dengan lingkungannya. Suara tangisan itu menandakan adanya potensi dasar kemampuan berbicara dari seorang anak yang perlu diotimalkan lebih lanjut oleh lingkungan dan keluarga melalui berbagai latihan dan Orang akan merasa sedih dan gelisah apabila anaknya lahir tanpa suara Orang akan lebih sedih lagi jika anaknya tumbuh dewasa tanpa memiliki Perkembangan berbicara merupakan suatu proses yang menggunakan bahasa ekspresif dalam membentuk arti (Pakpahan, 2. Menurut (Wibawati et al. , 2. berbicara merupakan suatu kemampuan untuk mengucapkan bunyi-bunyi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan dan perasaan. Menurut (Tyler, 2. bahwa AuGangguan berbicara merupakan salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan pada anak-anak pada saat ini. Gangguan ini semakin semakin meningkat pesat di masyarakat seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi. Penyebab gangguan berbicara ini sangat banyak dan luas salah satu diantara penyebab gangguan bahasa dan bicara pada anak adalah pola asuh orang tua yang terlalu dini memberikan mainan yang kurang menstimulus perkembangan dan bicara anak, seperti gadget atau menonotn TV yang berlebihan sehingga anak menjadi pasif dan kurang berkembangan kosa katanya. Beberapa laporan menyebutkan angka kejadian gangguan berbicara dan bahasa berkisar 5-15% pada anak disekolahAy. Menurut (Preston et al. , 2. Gejala-gejala gangguan bicara dapat terlihat dari berbagai bentuk misalnya bicara tidak jelas, pemahaman yang tidak memadai dengan usianya, kosa kata yang terlambat dan tidak mendengar bicara orang lain, tidak terdengar jelas, secara vokal terdengar tidak enak, terdapat kesalahan pada bunyi-bunyi tertentu, berbicara dengan sulit, kekurangan E-ISSN 3067-7120 P-ISSN 3063-0444 | 46 JURNAL MEDIKA MENGABDI http://ejournal. id:8083/ ejournal/index. php/JMM ritme dan nada, terdapat penyimpangan gramatikal, tidak sesuai dengan umur, jenis kelamin, dan perkembangan fisik pembicara, dan terlihat tidak menyenangkan bila Ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab gangguan berbicara tersebut yakni gangguan pendengaran, kelainan organ bicara, teknik pengajaran yang salah dan sikap orang tua atau orang lain dirumah yang tidak menyenangkan (Waring & Knight, 2. PELAKSANAAN DAN METODE Pelaksanaan pengabmas dilakukan melalui pendekatan observasional evaluation, yaitu pemahanan peserta pengabmas dengan menggunakan kuesioner evaluation. Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahap yaitu identifikasi potensi dan kelemahan yang ada, menentukan jalan keluar dan kegiatan yang pengorganisasian kegiatan. Kegiatan tahap pertama dimulai dengan survei lapangan. Tahap kedua adalah pengurusan administrasi kegiatan pengabdian masyarakat dilahan, dengan meminta ijin dan penjajakan lahan, yang dilakukan pada bulan September 2023. Tahap tiga yaitu pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di SLB C Setya Darma Surakarta yang dilaksanakan bulan November Tahap keempat evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat, untuk mengetahui, pengabmas di masyarakat dan peningkatan pengetahuan pada masyarakat. Metode yang dilakukan pada pengabmas di SLB C setya Darma Surakarta adalah dengan penyuluhan dan pelatihan pada guru dan orang tua siswa dengan tujuan agar Guru dan orang tua Siswa memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam deteksi dini dan intervensi sederhana pada anak anak-anak yang mengalami gangguan artikulasi dan Kegiatan penyuluhan dilakukan dengan durasi kurang lebih 2 jam, kemudaian dilanjutan dengam sesi diskusi dan tanya VOL. 01 NO. DESEMBER jawab selama 30 menit. Untuk sesi pelatihan menstimulasikan cara penanganan gangguan bahasa dan bicara menggunakan kartu konsep. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan pengabmas di SLB C Setya Darma Surakarta dengan judul AuPemberdayaan guru dan orang tua siswa SLB C Setya Darma Surakarta dalam upaya Deteksi dan Intervensi Gangguan Artikulasi Fonologi pada AnakAy, dilaksanakan pada hari JumAoat, 3 November 2023 Pukul 09. 00 WIB sampai selesai bertempat di Ruang Auditorium Masedar SLB C Setya Darma Surakarta. Gambar 1. Sesi penyuluhan dan pelatihan Hasil kegiatan pelaksanaan pengabmas adalah sebagai berikut: Pelaksanaan pengabmas di di SLB C Setya Darma Surakarta diikuti oleh seluruh Guru SLB C Setya Dharma sebanyak 15 orang dan orang tua Siswa sebanyak 35 orang, jadi total sebanyak 50 orang. Penyampaian materi dilakukan oleh Bapak Sudarman. SST TW,. SKM,. MPH dan bapak Roy Romey Daulas Mangunsong. SST TW,. SKM,. MPH dan dibantu oleh 4 orang dari Dalam antusias peserta mengikuti pelatihan cukup baik, hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang menarik dari para peserta E-ISSN 3067-7120 P-ISSN 3063-0444 | 47 JURNAL MEDIKA MENGABDI https://publikasi. id/index. hp/jmm/index VOL. 01 NO. JANUARI 2025 berumur lebih darai 50 tahun sebanyak 9 orang . 0%) Sehingga umur responden yang dominan dalam pengabmas ini adalah umur 46-50 tahun sebanyak 25 orang . %). Pendidikan peserta pengabmas Pendidikan Responden Gambar 2. Sesi Tanya jawab dengan orang tua siswa Berikut merupakan data hasil analisis deskriptif. Karakteristik peserta pengabmas Jenis kelamin peserta pengabmas Jenis kelamin responden Perempuan Laki-laki Tabel diatas menunjukkan bahwa responden berjenis laki-laki sebanyak 13 orang . ,0%) dan berjenis perempuan sebanyak 37 orang . 0%). Sehingga jenis kelamin responden yang dominan dalam pengabmas ini adalah Umur peserta pengabmas SMA SMK SMP Tabel diatas menunjukkan bahwa responden yang berpendidikan SD sebanyak 3 orang . ,0%) yang berpendidikan SMP sebanyak 9 orang . 0%), yang berpendidikan SMA . berpendidikan SMK sebanyak 12 orang . 0%). Sedangkan yang berpendidikan S1 sebanyak 15 orang . 0%) Sehingga pendidikan responden yang dominan dalam pengabmas ini adalah SMK sebanyak 12 orang . 0%). Hasil Pre tes Tingkat Pemahaman Hasil Pre tes Tingkat Pemahaman Pengabmas Umur Responden 30-35 36-40 41-45 46-50 >50 Tabel diatas menunjukkan bahwa responden yang berumur 30-35 tahun sebanyak 5 orang . ,0%) dan berumur 36-40 tahun sebanyak 6 orang . 0%), yang berumur 41-45 tahun sebanyak 25 orang . 0%) Sedangkan yang Kurang Cukup Baik Berdasarkan Tabel diatas diperoleh hasil informasi pada sebelum (Pre-tes. penyuluhan pengabmas bahwa dari 50 responden, skor paling rendah yaitu sebanyak 1 responden . 0%) dan skor paling tinggi sebanyak 17 responden . 0%). Nilai tertinggi adalah 17 responden . 0%), hal ini menunjukan bahwa tingkat pemahaman peserta pengabmas E-ISSN 3067-7120 P-ISSN 3063-0444 | 48 JURNAL MEDIKA MENGABDI http://ejournal. id:8083/ ejournal/index. php/JMM tentang gangguan artikulasi dan fonologi masih rendah Hasil Post tes Tingkat Pemahaman Hasil Post tes Tingkat Pemahaman Pengamas Kurang Cukup Baik Berdasarkan Tabel diatas diperoleh hasil (Post-tes. penyuluhan pengabmas bahwa dari 50 responden, skor paling rendah yaitu sebanyak 1 responden . 0%) dan skor paling tinggi sebanyak 27 responden . 0%). Nilai tertinggi adalah 27 responden . 0%), hal ini menunjukan bahwa tingkat pemahaman peserta pengabmas tentang gangguan artikulasi dan fonologi setelah mendapatkam materi penyuluhan cukup baik dan terjadi peningkatan kemampuan pengetahuannya. Analisis hasil tingkat pemahaman peserta Ranks Mean Sum of Rank Ranks Negative 0 Ranks Post-test Positive Pre-test Ranks Ties Total Berdasarkan Tabel diatas menunjukkan bahwa nilai Negative Ranks atau selisih . antara hasil penilaian sebelum penyuluhan (Pre-tes. dengan hasil penilaian sesudah penyuluhan (Posttes. adalah 0, baik pada nilai N, nilai Mean rank maupun pada sum of ranks. Nilai 0 ini menunjukan tidak VOL. 01 NO. DESEMBER adanya penurunan . dari nilai Pretest dan nilai posttest. Berdasarkan nilai Positif ranks atau selisih . antara hasil penilaian sebelum penyuluhan . dan nilai sesudah penyuluhan . dari 50 responden memiliki nilai positif yang artinya semua responden mengalami peningkatan hasil penyuluhan dilihat dari nilai pretest dan posttest, nilai mean ranks atau rata-rata peningkatan sebesar 23. 50, sedangkan jumlah rangkiang positif atau sum of ranks sebesar Sedangkan berdasarkan nilai Ties, pada pre-test dan post-test adalah 4, sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada nilai sama antara nilai pre-test dan post-test. Test Statistics Post-test - Pre-test Asymp. Sig. -taile. Wilcoxon Signed Ranks Test Based on negative ranks. Berdasarkan menggunakan Wilcoxon diketahui bahwa nilai Asymp. Sig . 000, karena nilai lebih kecil dari <0. 05 maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil pengabmas untuk Pre-test dan post-test. Dari hasi pengabmas tersebut dapat diketahui bahwa tingkat pemahaman peserta pengabmas di SLB Stya Dharma menunjukan adanya peningkatan pengetahuan tentang deteksi dini dan intervensi gangguan artikulasi dan fonologi pada orang tua dan guru sekolah. PENUTUP Simpulan Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan deteksi dini gangguan artikulasi dan fonologi pada guru dan orang tua di SLB C Setya Darma Surakarta dapat terlaksanakan dengan baik dan lancar, kegiatan dilaksanakan E-ISSN 3067-7120 P-ISSN 3063-0444 | 49 JURNAL MEDIKA MENGABDI https://publikasi. id/index. hp/jmm/index VOL. 01 NO. JANUARI 2025 sebanyak 4 tahap yang meliputi kegiatan penyuluhan dan evaluasi dan konsultasi. Peserta penyuluhan dan pelatihan cukup antusias dalam mengikuti kegiatan, hal ini terbukti dari banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh para peserta, sehingga peserta merasa cukup jelas dan puas dengan penyuluhan ini, dan kegiatan ini akan Saran Bagi para Guru dan orang tua siswa SLB C Setya Darma Surakarta agar senantiasa meningkatkan pengetahuan dan pengalamanya tentang gangguan artikulasi agar dapat melakukan deteksi dini gangguan artikulasi Bagi Sekolah SLB C Setya Darma Surakarta, agar sering melakukan pelatihan kepada guru dan orang tua siswa untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dengan menjalin kerjasama dengan institusi pendidikan di sekitar solo raya Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Kepala Sekolah SLB C Setya Darma Surakarta, yang telah memberikan izin dan penyuluhan dan pelatihan Guru dan orang tua siswa di SLB C Setya Dharma. Seluruh Guru dan orang tua Siswa yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Serta kepada Direktur Politeknik Kesehatan Surakarta, yang telah pengabmas ini DAFTAR PUSTAKA Mahmudah, . Optimalisasi Kecerdasan Verbal Linguistik Anak Usia Dini Dalam Pembelajaran Melalui Media Audio Visual Di Tk Islam TaAoallumul Huda Bumiayu Tahun. Journal of Chemical Information and Modeling, 53. , 1689Ae1699. https://eprints. id/5192/1/COV ER_BAB I_BAB V_DAFTAR PUSTAKA.