Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 3 Juli 2024 e-ISSN : 2964-0342, p-ISSN : 2964-0377. Hal 80-89 DOI: https://doi. org/10. 59031/jkppk. Analisis Struktur Naratif dan Nilai Moral dalam Cerita Rakyat Perang Obor Di Jepara Suryani1. Cholida Azzahro2. Aira Annastasya3. Mohammad Kanzunnudin4 Universitas Muria Kudus Alamat: Jln. Kayuapu Kulon Gondangmanis. Kec. Bae. Kabupaten Kudus. Jawa Tengah Suryani : 202233194@std. Abstract. The purpose of this research is to analyze the narrative structure of the story according to Seymour Chatman and the moral values contained in the story of the Torch War in Jepara. This research uses a qualitative descriptive method. The data source comes from a story collection book entitled "Cerita Rakyat Pesisir Timur" by Mohammad Khanzunnudin, published by CV Adhigama in 2024, pages 7-10. The data is in the form of fragments of the Obor War folklore in Jepara. The data collection technique uses library techniques, namely, by reading and listening methods. The data analysis technique uses Miles and Huberman's theory, namely . data collection, . data reduction, . data presentation, and . conclusion drawing. Based on the results of the analysis, there are three narrative structures of Syemour Chatman in the folklore of the Torch War, namely, the plot, characters, and setting in the story. And three moral values were found in the folklore of the Torch War, namely, diligent attitude, diligent attitude and responsible attitude. Keywords: analysis, moral values, narrative structure, folklore. Abstrak. Tujuan penelitian ini yakni untuk menganalisis struktur naratif cerita menurut Seymour Chatman dan nilai moral yang terkandung dalam cerita Perang Obor di Jepara. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data berasal dari buku kumpulan cerita berjudul AuCerit Rakyat Pesisir TimurAy karya Mohammad Khanzunnudin, terbitan CV Adhigama Tahun 2024, halaman 7-10. Adapun datanya berupa penggalan cerita rakyat Perang Obor di Jepara. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka yaitu, dengan metode membaca dan menyimak. Teknik analisis data menggunakan teori Miles dan Huberman yaitu . pengumpulan data, . reduksi data, . penyajian data, dan . penarikan simpulan. Berdasarkan hasil analisis, terdapat tiga struktur naratif Syemour Chatman dalam cerita rakyat Perang Obor di Jepara yaitu, alur, tokoh, dan latar dalam cerita. Dan ditemukan tiga nilai moral dalam cerita rakyat Perang Obor yaitu, sikap rajin, sikap tekun dan sikap tanggung jawab. Kata kunci: : analisis, nilai moral, struktur naratif, cerita rakyat. LATAR BELAKANG Cerita rakyat dapat dijelaskan sebagai sebuah cerita yang berasal dari masyarakat zaman terdahulu dan tersebar melalui mulut ke mulut hingga dikenal secara luas. Menurut Sumayana cerita rakyat adalah bagian dari prosa kuno yang disampaikan secara lisan yang menjadi sebuah tradisi dalam budaya masyarakat tersebut (Angga, 2. Dalam cerita rakyat umumnya menceritakan tentang suatu tempat dan asal-usul tokoh yang ReceivedApril 10, 2024. Accepted Mei 30, 2024. Published Juli 31, 2024 *Suryani : 202233194@std. E-ISSN : 2964-0342, p-ISSN : 2964-0377. Hal 80-89 terdapat pada cerita rakyat. Sebagian besar cerita rakyat ini bersifat fiksi dan kebenarannya tidak pasti. Cerita rakyat mengandung nilai-nilai yang dapat dijadikan pelajaran bagi generasi muda. Cerita rakyat memiliki kaitan yang sangat erat dengan keadaan, alam lingkungan, dan kebiasaan-kebiasaan atau tradisi pemilik cerita rakyat yang bersangkutan (Kanzunnudin, 2. Salah satu nilai yang terkandung dalam cerita rakyat yaitu nilai moral. Menurut Sutarjo nilai merupakan suatu hal yang menjadikan hal itu disukai, diinginkan, dikejar, dihargai, berguna dan dapat memberikan martabat pada orang yang menghayati (Supriani et al. , 2. Moral didefinisikan sebagai pencerminan budi pekerti, orang yang memiliki rutinitas baik belum tentu memiliki moral yang baik. Menurut Ouska dan Whellan moralitas adalah prinsip benar dan salah yang ada dalam diri individu, dan melekat pada manusia. Kalaupun moralitas ada dalam diri individu, moralitas tetap ada dalam sistem aturan (Febrianti & Dewi, 2. Dalam sebuah cerita terdapat struktur naratif cerita. Struktur naratif (Chattma. adalah teori sastra dalam kelompok teori postrukturalisme naratologi yang terdiri dari struktur plot, struktur fisik, ras, dan relasi gender, struktur ruang dan waktu serta struktur transmisi narasi (Waruwu & Kurniadi, 2. Struktur naratif mengacu pada cara sebuah cerita diorganisasikan dan disajikan kepada pembaca atau penonton. Struktur naratif ini mencakup berbagai bagian cerita, karakter, pengaturan, tema, serta teknik dan perangkat yang digunakan penulis untuk menyampaikan unsur-unsur tersebut. Indonesia memiliki banyak sekali karya sastra berupa cerita rakyat. Salah satunya yaitu cerita rakyat Perang Obor di Jepara. Perang obor adalah sebuah cerita rakyat yang berasal dari Kabupaten Jepara. Jawa Tengah. Perang obor adalah sebuah tradisi yang dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa terhadap hasil bumi di Desa Tegal Sambi. Kabupaten Jepara. Perang obor hanya dilaksanakan satu tahun sekali pada hari Senin pahing malam Selasa pon pada bulan Dzulhijjah, perang obor ini merupakan tradisi yang memuat tolak balak dan sebagai rasa syukur terhadap nikmat yang telah Tuhan berikan (Saidah et al. , 2. Dalam cerita rakyat Perang Obor di Jepara terdapat banyak pesan moral yang bisa diambil sebagai nasihat dalam kehidupan. Sebelum peneliti menganalisis menganalisis struktur naratif dan nilai moral dalam cerita rakyat Perang Obor di kabupaten Jepara, terdapat referensi yang relevan dengan tema yang peneliti angkat, yaitu AuMakna Keharmonisan Moderasi Beragama Dalam Tradisi Perang Obor Di Tegalsambi JeparaAy, yang ditulis oleh Pusparani dkk (Pusparani JKPPK Ae Vol. No. 3 Juli Ae 2024 Analisis Struktur Naratif dan Nilai Moral dalam Cerita Rakyat Perang Obor di Jepara et al. , 2. Dari referensi tersebut ditemukan persamaan dan perbedaan antara penelitian tersebut dengan yang dilakukan oleh peneliti. Adapun persamaannya yaitu dari segi jenis penelitian. Sedangkan perbedaannya yaitu dari segi penggunaan teknik pengumpulan data dan fokus penelitian dalam cerita. Berdasarkan paparan di atas, peneliti bertujuan untuk menganalisis struktur naratif dan nilai moral dalam cerita rakyat Perang obor di Kabupaten Jepara. Nilai-nilai yang terkandung dalam cerita rakyat Perang Obor dapat dijadikan nasihat atau pegangan dalam METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Menurut Moleong, penelitian kualitatif adalah sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati (Kanzunnudin et al. , 2. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, yaitu dengan membaca dan menyimak secara cermat cerita rakyat "Perang OborAy di Jepara. Penelitian kepustakaan adalah studi pengumpulan informasi dan data dengan menggunakan berbagai macam material yang ada di perpustakaan seperti dokumen, buku, majalah, kisah-kisah sejarah, dsb (Sari & Asmendri, 2. Sumber datanya berupa buku yang berjudul Cerita Rakyat Pesisir Timur karya Mohammad Khanzunnudin, terbitan CV Adhigama Tahun 2024, halaman 7-10. Teori naratif struktural yang digunakan yaitu teori struktur naratif menurut Chatman yang menjelaskan bahwa Setiap naratif pada dasarnya mengandung dua elemen penting, yakni story atau cerita dan wacana (Syakurah et al. , 2. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Menurut Nana Syaodih Sukmadinata menggambarkan dan menjelaskan fenomena-fenomena yang ada, baik bersifat alamiah maupun rekayasa manusia, dengan lebih mempertimbangkan keterkaitan antara sifat, kualits dan aktivitas (Destiani Putri Utami. Dwi Melliani. Maolana. Fermim Niman & Hidayat, 2. Model analis menggunakan teori menurut Miles and Huberman, model analisis data interaktif ini terdiri dari tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan (Agama et al. , 2. JKPPK Ae Vol. No. 3 Juli Ae 2024 E-ISSN : 2964-0342, p-ISSN : 2964-0377. Hal 80-89 HASIL DAN PEMBAHASAN Struktur Cerita Naratif Seymour Chatman Dalam Cerita Perang Obor Di Jepara Cerita rakyat adalah karya sastra yang mempunyai struktur berbeda dengan karya sastra pada umumnya. Endraswara bependapat bahwa struktur merupakan aspek-aspek yang saling terhubung dan mengikat satu sama lain serta menimbulkan makna yang menyeluruh (Hidayatullah et al. , 2. Mengenai struktur, berdasarkan struktur menurut Seymour Chatman, peneliti menganalisis 3 struktur dalam cerita rakyat AuPerang OborAy di Jepara, yaitu: Alur Alur adalah rangkaian cerita yang tersusun dari peristiwa-peristiwa yang tahapannya berbeda-beda, sehingga suatu cerita terjadi dalam bentuk rangkaian peristiwa (Auliya & Damariswara, 2. Namun di sini penulis hanya akan menganalisis konflik kejadian pada cerita rakyat Perang Obor di Jepara. Konflik tersebut yaitu terdapat kejadian berupa pertengkaran yang dilakukan oleh Mbah Kyai Babadan dengan Ki Gemblong. Berikut datanya dari penggalan cerita halaman 8-10: Au. mengetahui hal tersebut, maka Mbah kyai Babadan sangat marah terhadap Ki Gemblong. Amarah Mbah Kyai Babadan sudah tidak tertahan. Ia menghajar Ki Gemblong dengan menggunakan obor dari pelepah kelapa sebanyak 2 buah. Melihat keadan yang tidak menguntungkan, maka Ki Gemblong tidak tinggal Ki Gemblong dengan cepat mengambil obor yang sama bahan dan bentuknya dengan yang digunakan Kyai Babadan, untuk menahan hajaran Mbah Kyai Babadan. Maka terjadilah AuPerang OborAy antara Mbah Kyai Babadan dengan Ki Gemblong. Dalam perang obor tersebut, apinya berserakan ke mana-mana, dan percikan api obor tersebut membakar tumpukan jerami yang ada di sebelah kandang. Ay Dari data di atas menunjukkan adanya kejadian pertengkaran yang dilakukan oleh Mbah Kyai Babadan dengan Ki Gemblong pada cerita rakyat Perang Obor Di Jepara, tindakan tersebut dilatar belakangi oleh tindakan Ki Gemblong yang lupa terhadap tugas utamanya, yakni menggembalakan kerbau dan sapi milik Mbah Kyai Babadan, menjadi kurus-kurus karena tidak terawat dan kurang makan. JKPPK Ae Vol. No. 3 Juli Ae 2024 Analisis Struktur Naratif dan Nilai Moral dalam Cerita Rakyat Perang Obor di Jepara Tokoh Menurut Nurgiyantoro, tokoh cerita adalah orang yang muncul dalam suatu karya naratif atau drama yang ditafsirkan oleh pembaca mempunyai sifat-sifat atau kecenderungan moral tertentu yang diungkapkan dalam perkataan atau tindakannya (Agustina et al. , 2. Pada cerita rakyat Perang Obor di Jepara terdapat dua tokoh fokus yakni Mbah Kyai Babadan dan ki Gembong. Berikut datanya dari penggalan cerita halaman 7: Au. di Desa Tegalsambi ada seorang petani yang sangat kaya raya dengan sebutan Mbah Kyai Babadan. Ia mempunyai banyak binatang peliharaan terutama kerbau dan sapi. Untuk menggembalakannya. Mbah kyai Babadan mencari pengembala yang disebut Ki Gemblong. Ay Dari data di atas menunjukkan tokoh Mbah Kyai babadan sebagai seorang petani yang kaya raya dan juga memiliki binatang peliharaan, sedangkan Ki Gemblong sebagai seorang pembantu penggembala binatang peliharaannya Mbah Kyai Babadan. Latar Latar menurut Wiyanto menyatakan bahwa latar merupakan penggambaran waktu, tempat, dan juga suasana berlangsungnya sebuah cerita (LuAoluah et al. , 2. Latar tempat Pada cerita rakyat Perang Obor di Jepara, latar tempat terjadi di Desa Tegalsambi. Berikut datanya dari penggalan cerita halaman 7: AuKonon, pada kisaran abad XVI Masehi, di Desa Tegalsambi ada seorang petani yang sangat kaya raya dengan sebutan AuMbah Kyai Babadan. Ay Adapun konflik tempat kejadian berada di sekitar kandang. Berikut datanya dari penggalan cerita halaman 9: Au. maka terjadilah Perang Obor antara Mbah Kyai Babadan dengan Ki Gemblong. Dalam perang obor tersebut, apinya berserakan ke mana-mana, dan percikan api obor tersebut membakar tumpukan jerami yang ada di sebelah kandang. Ay JKPPK Ae Vol. No. 3 Juli Ae 2024 E-ISSN : 2964-0342, p-ISSN : 2964-0377. Hal 80-89 Dari data di atas dapat diketahui terjadinya perang obor di jepara terdapat di Desa Tegalsambi, sedangkan tempat kejadian konfliknya berada di sebelah kandang hewan peliharaan milik Mbah Kyai Babadan. Latar waktu Pada cerita rakyat Perang Obor di jepara, latar waktu yang diketahui hanya tahun kejadian terjadinya perang obor. Berikut datanya dari penggalan cerita halaman 7: AuKonon, pada kisaran abad XVI Masehi, di Desa Tegalsambi ada seorang petani yang sangat kaya raya dengan sebutan AuMbah Kyai Babadan. Ay Dari ata di atas menunjukkan waktu kejadian terjadinya perang obor di Jepara yaitu sekitar abad ke-16 Masehi di Desa Tegalsambi. Latar suasana Pada cerita rakyat Perang Obor di Jepara terdapat suasana menegangkan akibat pertengkaran yang dilakukan oleh Mbah Kyai Babadan dengan Ki Gemblong. Berikut datanya daripenggalan cerita halaman 8: AuMengetahui hal tersebut, maka Mbah Kyai Babadan sangat marah terhadap Ki Gembong. Amarah Mbah Kyai Babadan sudah tidak Ia menghajar Ki Gembong dengan menggunakan obor dari pelepah kelapa sebanyak 2 buah. Ay Dari data di atas terdapat suasana yang menegangkan dari terjadinya konflik pertengkaran. Konflik tersebut terjadi akibat kekecewaan Mbah Kyai Babadan atas kelalian Ki Gembong dalam menggembala binatang Nilai Moral dalam Cerita Perang Obor Di Jepara Nilai moral adalah nilai yang berkaitan dengan perbuatan baik dan buruk yang menjadi dasar kehidupan manusia dan masyarakat, dimana istilah manusia merujuk ke manusia atau orang lainnya dalam tindakan yang memiliki nilai positif atau negatif. Engliana dkk dalam (Kanzunnudin, 2. berpendapat bahwa cerita memiliki peran sangat dalam pendidikan karakter. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh JKPPK Ae Vol. No. 3 Juli Ae 2024 Analisis Struktur Naratif dan Nilai Moral dalam Cerita Rakyat Perang Obor di Jepara peneliti, cerita rakyat Perang Obor di Jepara ini memiliki beberapa nilai moral sebagai Rajin Rajin adalah melakukan sesuatu kewajiban dengan terus menerus dan tidak mudah mengeluh (Umami, 2. Pada cerita perang obor ini terdapat nilai moral bersikap rajin yag bisa dijadikan contoh dalam kehidupan. Berikut datanya dari penggalan cerita halaman 7: AuKi Gembong sangat tekun dan rajin memelihara binatang-binatang tersebutAy Dari data di atas menunjukkan bahwa Ki Gembong adalah seorang yang rajin dalam menggembala binatang. Sikap rajin ini sangat baik diimplementasikan dalam kehidupan agar kegiatan yang dilakukan tidak terbengkalai. Tekun Tekun adalah aspek atau perasaan sungguh-sungguh ingin mencapai sesuatu. Ketekunan adalah upaya terus-menerus untuk mencapai suatu tujuan tertentu tanpa mudah menyerah hingga meraih keberhasilan (Opinsi & Kurniah, 2. Pada cerita perang obor ini terdapat nilai moral bersikap tekun yag bisa dijadikan contoh dalam Berikut datanya dari penggalan cerita halaman 7: AuSetiap pagi dan sore Ki Gembong selalu memandikan kerbau dan sapi yang Ay Dari data di atas menunjukkan sikap Ki Gembong menunjukkan sesorang yang memiliki sikap yang tekun dibuktikan dari perilaku Ki Gembong saat menggembala Sifat tekun inilah yang membuat diri menjadi lebih baik untuk kedepannya, oleh sebab itu ketekunan sangat penting dalam kehidupan Bertanggung Jawab Tanggung jawab adalah kesadaran seseorang melakukan suatu kegiatan dan bersedia menjalani risiko akibat perbuatan. Tanggungjawab merupakan suatu keadaan wajib menanggung segala sesuatu atas perbuatan yang telah dilakukan. JKPPK Ae Vol. No. 3 Juli Ae 2024 E-ISSN : 2964-0342, p-ISSN : 2964-0377. Hal 80-89 Menurut Samani dan Hariyanto, tanggung jawab mengacu pada sikap seseorang mengetahui dan memenuhi apa yang diharapkan dari orang lain (Syifa et al. , 2. Pada cerita perang obor ini terdapat nilai moral bersikap tanggung jawab yag bisa dijadikan contoh dalam kehidupan. Berikut datanya dari penggalan cerita halaman 7: AuMelihat kerbau dan sapinya gemuk-gemuk dan sehat semua, maka Kyai Babadan merasa senang terhadap cara kerja Ki Gemblong. Ay Dari data di atas menunjukkan Kyai Babadan sangat puas akan kinerja Ki Gembong saat menggembalakan hewan peliharaannya. Sikap tanggung jawab bukan hanya akan membawa dampak positif bagi pelakunya tetapi juga untuk orang sekitar. Oleh karena itu, menanamkan sikap tanggung jawab sangat penting untuk kehidupan. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis struktur dengan teori Seymour Chatman, ditemukan bahwa struktur naratif cerita rakyat Perang obor terdiri dari . alur, . tokoh, dan . Adapun nilai moral yang terkandung dalam cerita rakyat Perang Obor meliputi rajin, tekun, dan tanggung jawab. DAFTAR REFERENSI Agama. Di. , & Medan. Implementasi Metode Outdoor Learning dalam Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Agama Islam di MAN 1 Medan. Jurnal Penelitian. Pendidikan Dan Pengajaran: Jp, 3. , 147Ae153. https://doi. org/10. 30596/jp. Agustina. Priyadi. Wartiningsih. , & Tanjungpura. Tokoh Dan Penokohan Dalam Novel. Jurnal Bahasa. Sastra Seni. Dan Budaya, 5, 1Ae11. Angga. Kritik Sosial Pada Cerita Rakyat Aceh Si Raja Parkit Melalui Pendekatan Sosiologi Sastra. Prosiding Samasta, 1Ae6. Auliya. , & Damariswara. Analisis Terhadap Struktur Alur Dalam Novel Tapak Jejak Karya Fiersa Bersari. Wanastra : Jurnal Bahasa Dan Sastra, 14. , 44Ae49. https://doi. org/10. 31294/wanastra. Destiani Putri Utami. Dwi Melliani. Maolana. Fermim Niman. , & Hidayat. IKLIM ORGANISASI KELURAHAN DALAM PERSPEKTIF EKOLOGI. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(Me. , 12. https://doi. org/10. 1080/09638288. 1595750https://doi. org/10. 1080/1751 1368728http://dx. org/10. 1080/17518423. 1368728ht tps://doi. org/10. 1016/j. 103766https://doi. org/10. 1080/02640414. 1689076https://doi. JKPPK Ae Vol. No. 3 Juli Ae 2024 Analisis Struktur Naratif dan Nilai Moral dalam Cerita Rakyat Perang Obor di Jepara Febrianti. , & Dewi. Pengembangan Nilai Moral Peserta Didik Dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Jurnal Kewarganegaraan, 5. , 476Ae https://doi. org/10. 31316/jk. Hidayatullah. SuAoad. , & Kanzunnudin. Analisis Struktur. Fungsi. Dan Nilai Pada Folklor Nawangsih Untuk Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar. KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa Dan Sastra, 4. , 148Ae167. https://doi. org/10. 24176/kredo. Kanzunnudin. Nilai Sosial dalam Cerita Lisan AuMbah Suto BodoAy di Kabupaten Pati. Indonesian Language Education and Literature, 7. , 152. https://doi. org/10. 24235/ileal. Kanzunnudin. Nilai Karakter Cerita Legenda Desa Bandungharjo Jepara (Representation of Character Values on the Legend Story of Bandungharjo Village. Jepar. Indonesian Language Education and Literature, 8. , 376. https://doi. org/10. 24235/ileal. Kanzunnudin. Fathurohman. Hariyadi. Waluyo. Kudus. Diponegoro, . Tinggi. Ekonomi. , & Indonesia. Nilai kearifan lokal dalam cerita rakyat luweng siluman mandalika di kabupaten jepara. Pibsi Xlv Upgris 2023, 1, 697Ae711. Kanzunnudin. Cerita Rakyat Pesisir Timur. Kudus: CV Adhigama. LuAoluah. Widjojoko, & Wardana. Analisis Unsur Intrinsik dalam Antologi Cerpen Balon Keinginan sebagai Bahan Ajar Menulis Karangan Narasi. Jurnal Perseda. , 115Ae120. Opinsi. , & Kurniah. Penerapan Realistics Mathematics Education (Rm. Untuk Meningkatkan Ketekunan Dan Prestasi Belajar Siswa. Diadik: Jurnal Ilmiah Teknologi Pendidikan, 12. , 31Ae41. https://doi. org/10. 33369/diadik. Pusparani. Setyaningtiyas. Astuti. , & Sukur. Makna Keharmonisan Moderasi Beragama Dalam Tradisi Perang Obor Di Tegalsambi Jepara. Cendekia, 3. , 158Ae176. Saidah. Khofifah. Rahmadani. Sari. Anjani. , & Kanzunnudin. Analisis Nilai Pendidikan Karakter Religius pada Cerita Rakyat Perang Obor di Kabupaten Jepara. Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 6. , 36. https://doi. org/10. 30998/diskursus. Sari. , & Asmendri. Penelitian Kepustakaan (Library Researc. dalam Penelitian Pendidikan IPA. Natural Science, 6. , 41Ae53. https://doi. org/10. 15548/nsc. Supriani. Nurasa. Hasanah. , & Arifin. Nilai-Nilai Sebagai Pembentuk Peradaban Manusia. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6. , 1139Ae1147. https://doi. org/10. 33487/edumaspul. Syakurah. Dahri, & Purwanti. Struktur naratif Seymour Chatman dalam novel aroma karsa karya Dee Lestari. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa. Sastra. Seni. Dan Budaya, 6(Apri. , 607Ae617. Syifa. Ardianti. , & Masfuah. Analisis Nilai Karakter Tanggung Jawab Anak Dalam Pembelajaran Daring. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 8. JKPPK Ae Vol. No. 3 Juli Ae 2024 E-ISSN : 2964-0342, p-ISSN : 2964-0377. Hal 80-89 568Ae577. https://doi. org/10. 31949/educatio. Umami. Nilai-Nilai Kerja Keras (Kreatif. Rajin. Ulet. Teliti. Tekun. Komitmen. Disiplin Dan Berilm. Dan Cinta Tanah Air Dalam Islam. Jurnal ElHikam: Jurnal Pendidikan Dan Kajian Keislaman. XV. , 108Ae129. Waruwu. , & Kurniadi. Analisis Struktur Naratif Dan Pandangan Mahasiswa Unpri Terhadap Cerita Rakyat Nias. Kode: Jurnal Bahasa, 9. , 56Ae https://doi. org/10. 24114/kjb. JKPPK Ae Vol. No. 3 Juli Ae 2024