PROCEEDING OF INDONESIAN CONFERENCE OF OCCUPATIONAL SAFETY. HEALTH. AND ENVIRONMENT (INCOSHET) 2024 Vol. No. 1 Oktober 2024 KAJIAN METODA PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN PAGAR PENCEGAH JATUH KOLEKTIF DALAM PEMENUHAN REGULASI PERMENAKER Islam Nasution . Nico Linggi Pongmasangka . Herdiana Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Politeknik Ketenagakerjaan. Ciracas. Jakarta Timur PT. Waterland Nusantara. Bogor Email: islamk3@polteknaker. id , nicolinggi@polteknaker. id , info@waterland. ABSTRAK Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri yaitu Permenaker No. 9 tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Pekerjaan pada Ketinggian yang berisi prosedur keselamatan kerja pada ketinggian. Berdasarkan Permenaker No. 9 tahun 2016. Perangkat pencegah jatuh kolekftif dapat berupa dinding, tembok pembatas atau pagar pengaman dengan syarat minimal tinggi 95 cm, dapat menahan beban 0. 9 kilonewton, jarak vertical 47 cm dan ada lantai pencegah benda jatuh . cukup dan memadai. Saat ini belum terdapat metode pengujian standar untuk mengukur kemampuan dapat menahan beban 0. 9 kilonewton pada perangkat pencegah jatuh kolektif. Pengujian 32 titik pagar mengacu pada metoda pemeriksaan dan pengujian pagar keselamatan di SNI 8603:2018. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh bahwa pada rentang beban statik 0. 9 kN diperoleh hasil nilai mean defleksi sebesar 2,50 cm, sehingga dapat dikatakan pengujian tersebut dapat menunjukkan pengaruh antara beban statik terhadap defleksi pagar penahan. Kata kunci: Beban Statik. Menteri Ketenagakerjaan. SNI 8603:2018 ABSTRACT The government has issued a Ministerial Regulation, namely Permenaker No. 9 of 2016, regarding Occupational Safety and Health in Work at Heights, which outlines the safety procedures for working at heights. According to Permenaker No. 9 of 2016, collective fall protection devices can include walls, boundary walls, or safety fences with the following requirements: a minimum height of 95 cm, capable of withstanding a load of 0. 9 kilonewton, a vertical distance of 47 cm, and a toeboard that is sufficient and adequate to prevent falling objects. Currently, there is no standard testing method to measure the ability to withstand a 0. 9-kilonewton load on collective fall protection devices. Testing of 32 fence points refers to the inspection and testing method of safety fences in SNI 8603:2018. Based on the test results, it was found that within the static load range of 0. 9 kN, the mean deflection value obtained was 2. 50 cm, indicating that the test can show the effect of static load on the deflection of the fall protection fence. Keywords: Static Load. Ministerial Regulation on Manpower. SNI 8603:2018 PROCEEDING OF INDONESIAN CONFERENCE OF OCCUPATIONAL SAFETY. HEALTH. AND ENVIRONMENT (INCOSHET) 2024 Vol. No. 1 Oktober 2024 PROCEEDING OF INDONESIAN CONFERENCE OF OCCUPATIONAL SAFETY. HEALTH. AND ENVIRONMENT (INCOSHET) 2024 Vol. No. 1 Oktober 2024 PENDAHULUAN Konstruksi sipil merupakan salah satu sektor ekonomi dengan jumlah kecelakaan kerja tertinggi. Statistik dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS (Statistik, 2. menunjukkan bahwa kecelakaan fatal akibat jatuh dari ketinggian masih menjadi penyebab kematian konstruksi yang paling signifikan. Zlatar dkk. (Zelatar, 2. menemukan bahwa dalam 98% kasus yang dianalisis, kejatuhan disebabkan oleh kurangnya tindakan perlindungan. Menurut informasi dari Ketua Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan (K3L) Persatuan Insinyur Indonesia, sektor industri konstruksi masih menjadi penyumbang terbesar kasus kecelakaan kerja di Indonesia. Setiap tahunnya, sektor konstruksi menyumbang 32% dari total kasus kecelakaan kerja di Indonesia. (Hasanuddin, 2. Struktur pagar pembatas digunakan di seluruh dunia sebagai tindakan perlindungan terhadap jatuh. Di AS. OSHA 1926. 502 (OSHA, 2. ) menetapkan bahwa tindakan perlindungan harus diadopsi ketika pekerjaan dilakukan pada ketinggian lebih dari 1,80 m, di Brasil. NR 35 [OSHA, 2. menentukan 2,00 m, dan di Kanada, kode S-2. 1, r. (Trabalho, 2. menentukan ketinggian 3,00 m atau 1,20 m saat peralatan atau kendaraan Persyaratan kinerja dan ketahanan untuk struktur pelindung ditentukan oleh OSHA 1926. 502 (Hasanuddin, 2. di Amerika Serikat. EN 13374 di Uni Eropa (Quebec, 2. S-2. 1, r. 4 di Kanada (Trabalho, 2. AS/NZS 4994 (Committee for standardization,2. di Australia dan Selandia Baru, dan di Brasil oleh NR 18 (AS/NZS, 2. NR 35 (OSHA, 2. , dan RTP 01 (Regulamentadora, 2. Standar-standar ini menunjukkan perbedaan dalam beberapa aspek. Sistem pagar pembatas adalah metode perlindungan tepi yang paling banyak diadopsi, dan beberapa konfigurasi memberikan rasa perlindungan yang lebih baik bagi pekerja daripada yang lain. Ada banyak perbedaan ketika menerapkan persyaratan kekuatan dan toleransi mekanik, terutama dalam simulasi dampak pekerja pada struktur pagar Sistem menjadi kompleks dalam hal evaluasi keselamatan karena fenomena dinamis yang terjal. Oleh karena itu, pemahaman dan analisis yang lebih baik tentang bagaimana kekuatan beroperasi dalam sistem ini diperlukan untuk merancang sistem yang memastikan perlindungan yang diperlukan dari orang-orang yang terlibat dalam proses Saat ini belum terdapat metode pengujian standar untuk mengukur kemampuan dapat menahan beban 0. 9 kilonewton pada perangkat pencegah jatuh kolektif. Oleh Karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji metoda pemeriksaan dan pengujian pagar pencegah jatuh kolektif yang membuktikan dapat menahan beban 0. 9 kilonewton dalam pemenuhan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 9 Tahun 2016. METODE Pertimbangan Teknis 1 Efektivitas pagar untuk mencegah tenaga kerja yang tergelincir dan terguling di atas atap bergantung kekuatan angkur pagar yang oleh Peraturan Menteri Ketenagaker-jaan RI Nomor 9 Tahun 2016 disyaratkan harus mampu menahan beban sebesar 0. 9 kN 2 Untuk mencegah tenaga kerja memasuki wilayah berpotensi jatuh, tinggi pagar oleh Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI disyaratkan harus mempunyai tinggi mini-mal 95 cm dan jarak antara pagar secara vertical maksimal 47 cm 3 Untuk mencegah benda jatuh. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI mensyaratkan PROCEEDING OF INDONESIAN CONFERENCE OF OCCUPATIONAL SAFETY. HEALTH. AND ENVIRONMENT (INCOSHET) 2024 Vol. No. 1 Oktober 2024 PROCEEDING OF INDONESIAN CONFERENCE OF OCCUPATIONAL SAFETY. HEALTH. AND ENVIRONMENT (INCOSHET) 2024 Vol. No. 1 Oktober 2024 bahwa pagar harus mempunyai toeboard, umumnya lebarnya 10 cm Prosedur Pemeriksaan Pengujian 1 Semua peralatan pengujian harus sudah dikalibrasi dan masih berlaku. 2 Semua teknisi yang melakukan pengujian harus memiliki lisensi K3 bekerja pada ketinggian dari Kementerian Ketenagakerjaan RI. Tenaga Kerja Bangunan Tinggi Tingkat-2 (TKBT-. dan Ketua tim memiliki minimal Tenaga Kerja pada Ketinggian Tingkat3 (TKPK-. , yang masih berlaku. 3 Ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja bekerja pada ketinggian yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 9 Tahun 2016, pasal 3, harus ditaati. 4 Pengujian mengacu kepada Proposal Metoda Pemeriksaan dan Pengujian Pagar Keselamatan di SNI 8603:2018 Metode Pengujian Angkur dalam Pekerjaan pada Ketinggian 5 Protokol pengujian harus disetujui oleh Direktorat Bina Pengujian Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau Instansi Pengawasan Ketenagakerjaan 6 Pelaksanaan protocol pengujian ini disaksikan oleh Pengawas Spesialis Lingkungan Kerja dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengawas Ketenagakerjaan dimana pagar yang diperiksa dan diuji berada 7 Label pengujian ditempelkan pada angkur yang telah lulus pemeriksaan dan pengujian 8 Laporan hasil pengujian harus disampaikan kepada Unit Pelaksana Teknis Daerah setempat untuk penerbitan Surat Keterangan Memenuhi Syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Langkah-langkah Pemeriksaan dan Pengujian Pagar 1 Laksanakan Teknik bekerja aman pada lantai kerja sementara di atas atap 2 Lakukan pemeriksaan fisik pagar, meliputi: permukaan tajam, baut longgar, karat, jarak antar anak pagar < 47 cm, tinggi pagar minimal 95 cm, tersedia toeboard. 3 Pasang system keselamatan pada pagar yang diuji 4 Pasang peralatan uji beban pada pagar, lalu lakukan pembebanan secara bertahap kea rah luar dan ke arah dalam secara acak sesuai dengan hasil perhitungan popu-lasi sampai 9 kN. Ukur besarnya defleksi dan dokumentasikan. 5 Bebaskan beban dan bonkar peralatan uji beban pada pagar. Berpindah ke titik pengujian berikutnya dan lakukan Langkah No. 1 dan 4. Kriteria Memenuhi Syarat K3 1 Dokumen pendukung: lengkap 2 Hasil pemeriksaan fisik: tidak terdapat permukaan tajam, baut longgar, karat, tinggi minimal 95 cm, jarak vertical antar anak pagar < 47 cm, terdapat toeboard, rambu . Uji tarik ke arah dalam. PROCEEDING OF INDONESIAN CONFERENCE OF OCCUPATIONAL SAFETY. HEALTH. AND ENVIRONMENT (INCOSHET) 2024 Vol. No. 1 Oktober 2024 PROCEEDING OF INDONESIAN CONFERENCE OF OCCUPATIONAL SAFETY. HEALTH. AND ENVIRONMENT (INCOSHET) 2024 Vol. No. 1 Oktober 2024 . Uji tarik ke arah luar. peringatan tidak bersandar pada pagar, dilarang keluar dari pagar 3 Hasil pengujian: mampu menahan beban 0. 9 kN dengan defleksi maksimal 7 cm Perhitungan Jumlah Sampel Pengujian Perhitungan jumlah sampel pengujian dijabarkan pada tabel 1 Panjang . Jarak . Biru Muda Sisi Utara N: . (N x e. = 6 Titik (Rumus Slovi. Hijau Sisi Barat N: . (N x e. = 5 Titik (Rumus Slovi. Merah Sisi Timur N: . (N x e. = 6 Titik (Rumus Slovi. Pink Sisi Selatan N: . (N x e. = 5 Titik (Rumus Slovi. Kuning Sisi Selatan N: . (N x e. = 5 Titik (Rumus Slovi. Biru Tua Sisi Timur N: . (N x e. = 5 Titik (Rumus Slovi. Sampel Jumlah Populasi anak pagar riksa uji . (N) Error Margin e . Total Jumlah sampel . 32 Titik Tabel 1. Perhitungan Jumlah Sampel Pengujian PROCEEDING OF INDONESIAN CONFERENCE OF OCCUPATIONAL SAFETY. HEALTH. AND ENVIRONMENT (INCOSHET) 2024 Vol. No. 1 Oktober 2024 PROCEEDING OF INDONESIAN CONFERENCE OF OCCUPATIONAL SAFETY. HEALTH. AND ENVIRONMENT (INCOSHET) 2024 Vol. No. 1 Oktober 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pemeriksaan sampel pagar terlihat pada tabel di bawah ini: Jenis Hijau Sisi Barat 1/HDB Hijau Sisi Barat 2/HLB Hijau Sisi Barat 3/HDB Hijau Sisi Barat 4/HLB Hijau Sisi Barat 5/HDB 1/BMDU 2/BMLU 3/BMDU 4/BMLU 5/BMDU 6/BMLU Biru Muda Sisi Utara Biru Muda Sisi Utara Biru Muda Sisi Utara Biru Muda Sisi Utara Biru Muda Sisi Utara Biru Muda Sisi Utara Merah Sisi Timur 1/MDT Merah Sisi Timur 2/MLT Merah Sisi Timur 3/MDT Merah Sisi Timur 4/MLT Merah Sisi Timur 5/MDT Biru Sisi TuaTimur Biru Tua Sisi Timur Biru Tua Sisi Timur Biru Tua Sisi Timur 1/BTDT 2/BTLT 3/BTDT 4/BTLT Titik Tinggi Pagar . Jarak Vertikal antar Anak Pagar . Atas:39 Bawah: 37 Atas: 38,5 Bawah: 36 Atas: 38 Bawah: 37 Atas: 38 Bawah: 36 Atas: 38 Bawah: 37 Atas: 38 Bawah: 36 Atas: 38 Bawah: 39 Atas: 38 Bawah: 36 Atas: 38 Bawah: 36. Atas: 38 Bawah: 38 Atas: 38 Bawah: 37 Atas: 37 Bawah: 38 Atas: 37 Bawah: 38 Atas: 37 Bawah: 38 Atas: 39 Bawah: 38 Atas: 38 Bawah: 36 Atas: 38 Bawah: 37 Atas: 38 Bawah: 39 Atas: 38 Bawah: 38 Atas: 37 Bawah: 38 Toeboard Hasil Pemeriksaan Ada. Tinggi: 16 cm Ada. Tinggi: 16 cm Ada. Tinggi: 16 cm Ada. Tinggi: 16 cm Ada. Tinggi: 16 cm Ada. Tinggi: 16 cm Ada. Tinggi: 16 cm Ada. Tinggi: 16 cm Ada. Tinggi: 16 cm Ada. Tinggi: 16 cm Ada. Tinggi: 16 cm Ada. Tinggi: 15 cm Ada. Tinggi: 15 cm Ada. Tinggi: 15 cm Ada. Tinggi: 15 cm Ada. Tinggi: 15 cm Ada. Tinggi: 15 cm Ada. Tinggi: 15 cm Ada. Tinggi: 15 cm Ada. Tinggi: 15 cm Rekomendasi Layak Rekomendasi Layak Rekomendasi Layak Rekomendasi Layak Rekomendasi Layak Rekomendasi Layak Rekomendasi Layak Rekomendasi Layak Rekomendasi Layak Rekomendasi Layak Rekomendasi Layak Rekomendasi Layak Rekomendasi Layak Rekomendasi Layak Rekomendasi Layak Rekomendasi Layak Rekomendasi Layak Rekomendasi Layak Rekomendasi Layak Rekomendasi Layak PROCEEDING OF INDONESIAN CONFERENCE OF OCCUPATIONAL SAFETY. HEALTH. AND ENVIRONMENT (INCOSHET) 2024 Vol. No. 1 Oktober 2024 PROCEEDING OF INDONESIAN CONFERENCE OF OCCUPATIONAL SAFETY. HEALTH. AND ENVIRONMENT (INCOSHET) 2024 Vol. No. 1 Oktober 2024 Biru Tua Sisi 5/BTDT Timur Pink Sisi Selatan 1/PDS Pink Sisi Selatan 1/PLS Pink Sisi Selatan 3/PDS Pink Sisi Selatan 4/PLS Pink Sisi Selatan 5/PDS Pink Sisi Selatan 6/PLS Kuning Sisi Selatan 1/KDS Kuning Sisi Selatan Kuning Sisi Selatan Kuning Sisi Selatan Kuning Sisi Selatan 2/KLS 3/KDS 4/KLS 5/KDS Atas: 38 Bawah: 37 Atas: 37 Bawah: 36 Atas: 37 Bawah: 38 Atas: 38 Bawah: 37 Atas: 39 Bawah: 36 Atas: 38 Bawah: 36 Atas: 38 Bawah: 36 Atas: 38 Bawah: 37 Atas: 38 Bawah: 37 Atas: 38 Bawah: 37 Atas: 38 Bawah: 37 Atas: 36 Bawah: 39 Ada. Tinggi: 15 cm Ada. Tinggi: 15 cm Ada. Tinggi: 15 cm Ada. Tinggi: 15 cm Ada. Tinggi: 15 cm Ada. Tinggi: 15 cm Ada. Tinggi: 15 cm Ada. Tinggi: 15 cm Ada. Tinggi: 15 cm Ada. Tinggi: 15 cm Ada. Tinggi: 15 cm Ada. Tinggi: 15 cm Rekomendasi Layak Rekomendasi Layak Rekomendasi Layak Rekomendasi Layak Rekomendasi Layak Rekomendasi Layak Rekomendasi Layak Rekomendasi Layak Rekomendasi Layak Rekomendasi Layak Rekomendasi Layak Rekomendasi Layak Tabel 2. Hasil pemeriksaan pagar Berdasarkan tabel 2. Hasil pemeriksaan pagar diketahui bahwa nilai mean tinggi pagar adalah 102,61 cm. nilai mean jarak vertikal antar anak pagar bagian atas sebesar 37,86 cm. nilai mean jarak vertikal antar anak pagar bagian bawah sebesar 37,17 cm. dan nila mean tinggi toeboard pagar sebesar 15,34 cm. Sehingga hasil pemeriksaan 32 sampel pagar memperoleh rekomendasi layak K3 dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pengujian Hasil pengujian sampel pagar terlihat pada tabel di bawah ini: Jenis Titik Arah Tarik Beban Statik /Defleksi . Durasi Pembeba Hasil Pengujian n. Hijau Sisi Barat 1/HDB Dalam 0,9 kN / 3 Hijau Sisi Barat 2/HLB Luar 9 kN / 3 Hijau Sisi Barat 3/HDB Dalam 9 kN/ 3 PROCEEDING OF INDONESIAN CONFERENCE OF OCCUPATIONAL SAFETY. HEALTH. AND ENVIRONMENT (INCOSHET) 2024 Vol. No. 1 Oktober 2024 Rekomendasi Layak K3 Rekomendasi Layak K3 Rekomendasi Layak K3 PROCEEDING OF INDONESIAN CONFERENCE OF OCCUPATIONAL SAFETY. HEALTH. AND ENVIRONMENT (INCOSHET) 2024 Vol. No. 1 Oktober 2024 Hijau Sisi Barat 4/HLB Luar 9 kN / 2 Hijau Sisi Barat 5/HDB Dalam 9 kN / 3 Biru Muda Sisi Utara 1/BMDU Dalam 0,9 kN / 4 Biru Muda Sisi Utara 2/BMLU Luar 9 kN / 3 Biru Muda Sisi Utara 3/BMDU Dalam 9 kN / 2 Biru Muda Sisi Utara 4/BMLU Luar 9 kN / 1 Biru Muda Sisi Utara 5/BMDU Dalam 9 kN / 3 Biru Muda Sisi Utara 6/BMLU Luar 9 kN / 1 Merah Sisi Timur 1/MDT Dalam 9 kN / 3 Merah Sisi Timur 2/MLT Luar 9 kN / 3 Merah Sisi Timur 3/MDT Dalam 9 kN / 3 Merah Sisi Timur 4/MLT Luar 9 kN / 1 Merah Sisi Timur 5/MDT Dalam 9 kN / 3 Biru Tua Sisi Timur 1/BTDT Dalam 9 kN / 5 Biru Tua Sisi Timur 2/BTLT Luar 9 kN / 2 Biru Tua Sisi Timur 3/BTDT Dalam 9 kN / 3 Biru Tua Sisi Timur 4/BTLT Luar 9 kN / 1,5 Biru Tua Sisi Timur 5/BTDT Dalam 9 kN / 3 Pink Sisi Selatan 1/PDS Dalam 9 kN / 4 Pink Sisi Selatan 1/PLS Luar 9 kN / 1,5 Pink Sisi Selatan 3/PDS Dalam 9 kN / 3 Pink Sisi Selatan 4/PLS Luar 9 kN / 2 Pink Sisi Selatan 5/PDS Dalam 9 kN / 3 PROCEEDING OF INDONESIAN CONFERENCE OF OCCUPATIONAL SAFETY. HEALTH. AND ENVIRONMENT (INCOSHET) 2024 Vol. No. 1 Oktober 2024 Rekomendasi Layak K3 Rekomendasi Layak K3 Rekomendasi Layak K3 Rekomendasi Layak K3 Rekomendasi Layak K3 Rekomendasi Layak K3 Rekomendasi Layak K3 Rekomendasi Layak K3 Rekomendasi Layak K3 Rekomendasi Layak K3 Rekomendasi Layak K3 Rekomendasi Layak K3 Rekomendasi Layak K3 Rekomendasi Layak K3 Rekomendasi Layak K3 Rekomendasi Layak K3 Rekomendasi Layak K3 Rekomendasi Layak K3 Rekomendasi Layak K3 Rekomendasi Layak K3 Rekomendasi Layak K3 Rekomendasi Layak K3 Rekomendasi Layak K3 PROCEEDING OF INDONESIAN CONFERENCE OF OCCUPATIONAL SAFETY. HEALTH. AND ENVIRONMENT (INCOSHET) 2024 Vol. No. 1 Oktober 2024 Pink Sisi Selatan 6/PLS Luar 9 kN / 1 Kuning Sisi Selatan 1/KDS Dalam 9 kN / 2,5 Kuning Sisi Selatan 2/KLS Luar 9 kN / 1,5 Kuning Sisi Selatan 3/KDS Dalam 9 kN / 2 Kuning Sisi Selatan 4/KLS Luar 9 kN / 1 Kuning Sisi Selatan 5/KDS Dalam 9 kN / 3 Rekomendasi Layak K3 Rekomendasi Layak K3 Rekomendasi Layak K3 Rekomendasi Layak K3 Rekomendasi Layak K3 Rekomendasi Layak K3 Table 3. Hasil pengujian pagar Berdasarkan tabel 3. Hasil pegujian pagar, diperoleh nilai mean defleksi sebesar 2,50 cm dengan nilai minimum sebesar 1,00 cm dan nilai maksimum sebesar 5,00 cm. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil pengujian diperoleh bahwa pada rentang beban statik 0. 9 kN diperoleh hasil nilai mean defleksi sebesar 2,50 cm, sehingga dapat dikatakan pengujian tersebut dapat menunjukkan pengaruh antara beban statik terhadap defleksi pagar penahan. Penelitian selanjutanya adalah pembuatan modelling pengujian pagar penahan pada berbagai macam Terima kasih kepada Politeknik Ketenagakerjaan dan PT. Waterland Indonesia yang telah mendukung penelitian ini PROCEEDING OF INDONESIAN CONFERENCE OF OCCUPATIONAL SAFETY. HEALTH. AND ENVIRONMENT (INCOSHET) 2024 Vol. No. 1 Oktober 2024 PROCEEDING OF INDONESIAN CONFERENCE OF OCCUPATIONAL SAFETY. HEALTH. AND ENVIRONMENT (INCOSHET) 2024 Vol. No. 1 Oktober 2024 DAFTAR PUSTAKA