PANGARSA : Jurnal Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Volume. Nomor. Juni 2025 E-ISSN . : 3089-6347: Hal. Tersedia: https://journal. id/index. php/PANGARSA Pembentukan Karakter Siswa Melalui Pendidikan Holistik di MTsN 1 Trenggalek Moh. Nurul Huda MTsN 1 Trenggalek. Indonesia Email: nurulhuda@gmail. Alamat: Sukobanteng. Karangsoko. Trenggalek. Kabupaten Trenggalek. Jawa Timur. Indonesia Penulis korespondensi Abstract. The formation of student character is an essential component in education that aims to produce a generation with high integrity, not only excelling academically but also having strong moral and ethical values. This study aims to analyze the character formation strategies applied at MTsN 1 Trenggalek through the integration of character values in the curriculum, extracurricular activities, and character development The method used was a mixed method, with quantitative data collection through questionnaires on 120 students in grades VII to IX, as well as qualitative data through in-depth interviews with 30 informants consisting of students, teachers, and staff, plus direct observation and school program documentation. The results of the study show that a holistic approach that combines academic learning with character building activities significantly contributes to the improvement of students' discipline, responsibility, honesty, and social awareness. Quantitative data provides an overview of the perception and application of character values among students, while qualitative data reveals the process of internalizing these values in daily life. These findings confirm that character education must be an integral part of the madrasah education system, with policy support, a conducive learning environment, and active involvement of all school components. This study recommends strengthening the synergy between formal curriculum and non-formal activities to shape student character in a sustainable and contextual manner. Keywords: Character Education. Construction Strategy. Kurikulum Integrative. Madrasah Unggul. Moral Values Abstrak. Pembentukan karakter siswa merupakan komponen esensial dalam pendidikan yang bertujuan mencetak generasi berintegritas tinggi, tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki nilai moral dan etika yang Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembentukan karakter yang diterapkan di MTsN 1 Trenggalek melalui integrasi nilai-nilai karakter dalam kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, dan program pembinaan karakter. Metode yang digunakan adalah metode campuran . ixed method. , dengan pengumpulan data kuantitatif melalui kuesioner terhadap 120 siswa kelas VII hingga IX, serta data kualitatif melalui wawancara mendalam dengan 30 informan yang terdiri dari siswa, guru, dan staf, ditambah observasi langsung dan dokumentasi program sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan holistik yang menggabungkan pembelajaran akademik dengan kegiatan pembinaan karakter secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, dan kesadaran sosial siswa. Data kuantitatif memberikan gambaran umum mengenai persepsi dan penerapan nilai karakter di kalangan siswa, sedangkan data kualitatif mengungkap proses internalisasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan karakter harus menjadi bagian integral dari sistem pendidikan madrasah, dengan dukungan kebijakan, lingkungan belajar yang kondusif, serta keterlibatan aktif seluruh komponen sekolah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sinergi antara kurikulum formal dan kegiatan nonformal untuk membentuk karakter siswa secara berkelanjutan dan kontekstual. Kata kunci: Kurikulum Integrative. Madrasah Unggul. Nilai Moral. Pendidikan Karakter. Strategi Pembinaan PENDAHULUAN Pendidikan karakter telah menjadi fokus utama dalam sistem pendidikan modern, karena pembentukan karakter yang kuat pada generasi muda dianggap sama pentingnya dengan pencapaian akademik. Siswa yang memiliki karakter baik tidak hanya mampu bersaing dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menghadapi tantangan sosial, menjalin hubungan yang Diterima: 12 Juni, 2024. Direvisi: 29 Juni 2024. Diterima: 15 Juli 2024. Terbit: 30 Juli, 2024 Pembentukan Karakter Siswa Melalui Pendidikan Holistik di MTsN 1 Trenggalek harmonis, serta berperan aktif dalam masyarakat. Karakter yang baik mencakup aspek moral, etika, kedisiplinan, tanggung jawab, empati, dan kepedulian terhadap lingkungan. MTsN 1 Trenggalek menekankan pentingnya pendidikan yang seimbang antara kemampuan kognitif dan pengembangan karakter. Madrasah ini menyadari bahwa kecerdasan akademik saja tidak cukup untuk membentuk generasi yang siap menghadapi kompleksitas kehidupan di masa depan. Oleh karena itu, penguatan nilai-nilai karakter menjadi bagian yang terintegrasi dalam seluruh kegiatan belajar-mengajar. Hal ini diwujudkan melalui pendekatan holistik yang mencakup integrasi nilai karakter ke dalam kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, program khusus pembinaan karakter, serta lingkungan sekolah yang mendukung. Integrasi nilai karakter dalam kurikulum memungkinkan siswa untuk menerapkan prinsip-prinsip moral dan etika dalam konteks pembelajaran sehari-hari, sedangkan kegiatan ekstrakurikuler dan program khusus, seperti outing class dan Matsanesaga, memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, kepemimpinan, kemandirian, dan rasa tanggung jawab sosial. Pendekatan ini tidak hanya membentuk perilaku positif, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya berkontribusi bagi masyarakat dan lingkungan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dan implementasi pembentukan karakter siswa di MTsN 1 Trenggalek. Penelitian ini melibatkan 120 siswa dari semua tingkat kelas (VII hingga IX) sebagai sampel, sehingga dapat menggambarkan secara representatif bagaimana karakter siswa dikembangkan melalui berbagai program dan aktivitas sekolah. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai praktik terbaik dalam pendidikan karakter dan implikasinya terhadap perkembangan pribadi TUJUAN PENELITIAN Artikel ini disusun dengan tujuan untuk: Menganalisis strategi pembentukan karakter yang diterapkan di MTsN 1 Trenggalek, baik melalui kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, maupun program khusus pembinaan karakter. Menjelaskan implementasi pendidikan karakter dalam kehidupan sehari-hari siswa, termasuk perilaku, sikap, dan interaksi sosial di lingkungan Menilai efektivitas pendekatan holistik yang menggabungkan pembelajaran akademik dan pengembangan karakter dalam membentuk siswa yang disiplin, bertanggung jawab, dan peduli sosial. Memberikan kontribusi ilmiah dan praktis bagi pendidik dan institusi pendidikan dalam merancang program pembentukan karakter yang lebih efektif dan PANGARSA - VOLUME. NOMOR. JULI 2025 E-ISSN . : 3089-6347: Hal. METODOLOGI Penelitian ini menggunakan metode campuran . ixed method. yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Metode ini dipilih agar penelitian dapat mengevaluasi pendidikan karakter secara luas dan mendalam. Pendekatan kuantitatif memberikan gambaran umum penerapan pendidikan karakter di seluruh siswa, sedangkan pendekatan kualitatif menggali pengalaman dan perspektif individu secara mendalam. Populasi dan Sampel Populasi: Seluruh siswa MTsN 1 Trenggalek dari kelas VII hingga IX. Sampel kuantitatif: 120 siswa yang diambil secara total sampling untuk mengisi kuesioner terkait penerapan nilai karakter dalam kegiatan belajar dan ekstrakurikuler. Sampel kualitatif: 30 siswa dipilih secara purposive sampling dari 120 siswa berdasarkan kriteria aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, pengalaman unik, dan representasi dari setiap tingkat kelas. Selain itu, wawancara juga dilakukan dengan 5Ae10 guru dan staf. Teknik Pengumpulan Data Kuantitatif Kuesioner disebarkan kepada seluruh 120 siswa untuk menilai pemahaman dan penerapan nilai karakter. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, perilaku, dan partisipasi dalam kegiatan karakter. Kualitatif Observasi langsung: Peneliti mengamati proses pembelajaran di kelas dan kegiatan ekstrakurikuler, fokus pada penerapan nilai karakter. Wawancara mendalam: Dilakukan pada 30 siswa, guru, dan staf untuk mendapatkan perspektif rinci tentang strategi pembentukan karakter dan pengalaman pribadi siswa. Studi dokumentasi: Peneliti menelaah dokumen program, seperti Matsanesaga, outing class, dan kegiatan keagamaan, untuk memahami desain dan implementasi program pendidikan Analisis Data Kuantitatif: Data kuesioner dianalisis menggunakan statistik deskriptif, seperti persentase, rata-rata, dan distribusi jawaban, untuk mendapatkan gambaran umum penerapan nilai karakter. Kualitatif: Data dari observasi, wawancara, dan dokumentasi dianalisis menggunakan analisis tematik, dengan identifikasi tema utama terkait strategi, implementasi, dan dampak pendidikan karakter. Validitas dan Keandalan Data Pembentukan Karakter Siswa Melalui Pendidikan Holistik di MTsN 1 Trenggalek Untuk memastikan validitas dan keandalan: Triangulasi Menggabungkan Triangulasi sumber: Data diperoleh dari siswa, guru, dan staf. Triangulasi waktu: Pengumpulan data dilakukan pada beberapa sesi kegiatan belajar dan Pendekatan campuran ini memastikan bahwa penelitian memberikan gambaran menyeluruh mengenai pendidikan karakter di MTsN 1 Trenggalek, sekaligus mendalami pengalaman dan persepsi individu siswa serta staf sekolah. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menggunakan metode campuran . ixed method. , sehingga hasil disajikan dalam dua bagian: kuantitatif dari kuesioner 120 siswa dan kualitatif dari wawancara mendalam 30 siswa, guru, serta staf. Pendekatan ini memungkinkan analisis yang komprehensif, baik dari sisi kuantitas penerapan nilai karakter maupun pengalaman dan persepsi individu siswa dan guru. Hasil Kuantitatif Data kuantitatif menunjukkan tingkat penerapan nilai karakter di kalangan siswa MTsN 1 Trenggalek secara jelas: Disiplin: 88% siswa melaporkan selalu mengikuti jadwal kegiatan belajar, mengumpulkan tugas tepat waktu, dan mematuhi aturan sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa madrasah berhasil menanamkan disiplin sebagai bagian dari rutinitas akademik. Tanggung jawab: 85% siswa aktif dalam kegiatan kelompok dan menunaikan tanggung jawabnya dalam proyek sekolah. Keterlibatan ini menandakan bahwa siswa tidak hanya menyelesaikan tugas pribadi tetapi juga peduli terhadap kesuksesan tim. Kejujuran: 90% siswa menyatakan selalu jujur dalam tugas dan interaksi dengan guru maupun teman. Tingginya angka ini menunjukkan bahwa nilai integritas telah berhasil diinternalisasi oleh mayoritas siswa. Kepedulian sosial: 82% siswa aktif dalam kegiatan sosial dan peduli terhadap teman sebaya, misalnya membantu teman yang kesulitan, berpartisipasi dalam kegiatan amal sekolah, atau menjaga lingkungan sekitar. Hasil kuantitatif ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menerapkan nilai-nilai karakter yang diajarkan di madrasah, dan program pembinaan karakter efektif dalam meningkatkan kesadaran, sikap, dan perilaku positif siswa. PANGARSA - VOLUME. NOMOR. JULI 2025 E-ISSN . : 3089-6347: Hal. Hasil Kualitatif Berdasarkan wawancara mendalam dan observasi, terdapat beberapa temuan utama terkait strategi pembentukan karakter: Integrasi nilai karakter dalam kurikulum Guru secara konsisten menanamkan nilai moral dalam setiap mata pelajaran. Misalnya, pelajaran PPKn mengajarkan tanggung jawab sosial melalui diskusi tentang hak dan kewajiban warga negara, sementara pelajaran Bahasa Indonesia mengasah etika komunikasi melalui debat dan penyusunan teks argumentatif yang menghargai pendapat orang lain. Siswa mengaku bahwa integrasi nilai karakter ini membuat mereka lebih memahami cara menerapkan prinsip moral dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah. Kegiatan ekstrakurikuler Kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, klub debat, seni budaya, dan olahraga berperan penting dalam mengembangkan karakter siswa. Siswa yang aktif dalam kegiatan ini menunjukkan peningkatan keterampilan kerja sama, kepemimpinan, kemandirian, dan tanggung jawab. Dari 30 siswa yang diwawancarai, 27 menyatakan bahwa kegiatan ekstrakurikuler membantu mereka menumbuhkan rasa percaya diri, empati, dan kemampuan berinteraksi dengan baik dengan teman sebaya. Program khusus pembinaan karakter Program seperti Matsanesaga dan outing class mendorong kemandirian, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan. Siswa belajar bekerja sama dalam kelompok, menjaga kebersihan, dan menghargai kontribusi teman-teman mereka. Guru menilai bahwa program ini efektif untuk menginternalisasi nilai karakter secara praktis, karena siswa mengalami pengalaman nyata yang memperkuat pemahaman moral mereka. Lingkungan sekolah yang mendukung Lingkungan sekolah memegang peran kunci dalam pembentukan karakter. Guru bertindak sebagai teladan moral, memberikan bimbingan, serta mendorong siswa untuk menerapkan nilai karakter dalam interaksi sosial. Observasi menunjukkan bahwa sekitar 90% siswa menerapkan perilaku santun, disiplin, dan peduli terhadap teman serta lingkungan Interaksi positif antar siswa juga memperkuat penerapan nilai karakter secara Pembahasan Pendekatan campuran kuantitatif dan kualitatif menunjukkan bahwa pendidikan karakter di MTsN 1 Trenggalek berjalan efektif dan menyeluruh. Data kuantitatif memberikan gambaran umum mengenai penerapan nilai karakter di seluruh siswa, sementara data kualitatif Pembentukan Karakter Siswa Melalui Pendidikan Holistik di MTsN 1 Trenggalek memberikan konteks, pengalaman, dan penjelasan bagaimana nilai-nilai tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari siswa. Hasil penelitian menegaskan beberapa hal: Integrasi nilai karakter ke dalam kurikulum membuat siswa memahami konsep moral dan etika secara teoritis dan dapat menerapkannya dalam praktik. Kegiatan ekstrakurikuler dan program khusus menyediakan pengalaman nyata untuk menginternalisasi nilai karakter, seperti disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan kepemimpinan. Lingkungan sekolah yang mendukung memperkuat pembelajaran karakter, karena siswa meniru perilaku guru dan belajar melalui interaksi positif dengan teman sebaya. Pendekatan ini sejalan dengan literatur pendidikan karakter, yang menekankan perlunya kombinasi pembelajaran teoritis, pengalaman sosial, dan praktik nyata untuk membentuk individu yang berakhlak mulia, mandiri, dan kompeten secara sosial. Dengan metode campuran, penelitian ini mampu memberikan bukti kuantitatif yang valid sekaligus memahami dinamika pengalaman siswa dan guru dalam pendidikan karakter. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter di MTsN 1 Trenggalek berjalan efektif melalui pendekatan holistik dan metode campuran. Integrasi nilai karakter ke dalam kurikulum, dukungan kegiatan ekstrakurikuler, dan program khusus pembinaan karakter seperti Matsanesaga dan outing class telah berdampak positif terhadap perilaku dan sikap siswa. Hasil kuantitatif menunjukkan bahwa sebagian besar siswa . ebih dari 80%) menerapkan nilai disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, hasil kualitatif memperkuat temuan ini dengan menunjukkan bagaimana siswa secara aktif mengalami dan merasakan penerapan nilai karakter melalui pengalaman nyata, interaksi sosial, dan bimbingan guru. Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah: Integrasi nilai karakter dalam kurikulum memungkinkan siswa memahami konsep moral dan etika secara teoritis dan Kegiatan ekstrakurikuler dan program khusus memberikan pengalaman nyata yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai karakter. Lingkungan sekolah yang mendukung memperkuat pembelajaran karakter melalui interaksi sosial dan teladan guru. Dengan kombinasi pendekatan kuantitatif dan kualitatif, penelitian ini membuktikan bahwa pendidikan karakter dapat berjalan efektif jika diterapkan secara konsisten, terencana, dan didukung oleh lingkungan sekolah yang kondusif. PANGARSA - VOLUME. NOMOR. JULI 2025 E-ISSN . : 3089-6347: Hal. Rekomendasi Berdasarkan temuan penelitian, beberapa rekomendasi untuk memperkuat pendidikan karakter di MTsN 1 Trenggalek adalah sebagai berikut: Peningkatan integrasi nilai karakter dalam kurikulum: Madrasah dapat memperluas dan memperdalam integrasi nilai karakter pada seluruh mata pelajaran serta melakukan evaluasi berkala untuk mengukur efektivitas Pengembangan kegiatan ekstrakurikuler: Menambah variasi kegiatan ekstrakurikuler dan mendorong partisipasi aktif seluruh siswa agar lebih banyak kesempatan untuk menginternalisasi nilai karakter melalui pengalaman nyata. Penguatan program khusus pembinaan karakter: Melaksanakan program inovatif seperti proyek sosial, kegiatan lingkungan, atau workshop kepemimpinan untuk menumbuhkan kemandirian, kreativitas, dan kepedulian sosial. Pelatihan guru dan staf secara berkala: Memberikan pelatihan tentang strategi pendidikan karakter yang efektif agar guru dapat menjadi teladan moral yang konsisten dan membimbing siswa secara optimal. Pemantauan dan evaluasi berkala: Melakukan monitoring dan evaluasi rutin terhadap perkembangan karakter siswa, baik melalui kuesioner maupun observasi, untuk memastikan program berjalan efektif dan berkelanjutan. Dengan penerapan rekomendasi-rekomendasi ini. MTsN 1 Trenggalek dapat terus memperkuat pendidikan karakter sehingga menghasilkan generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, mandiri, dan siap menghadapi tantangan kehidupan sosial maupun akademik. DAFTAR PUSTAKA