1061 JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 PENGEMBANGAN DESA WISATA DESA GILI GEDE INDAH KECAMATAN SEKOTONG Oleh Basirun Hadi Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram E-mail: baseronhady2000@gmail. Article History: Received: 04-09-2025 Revised: 05-10-2025 Accepted: 07-10-2025 Keywords: Potensi. Strategi Pengembangan Desa Wisata. Gili Gede Indah. SWOTE. Abstract: Penelitian ini membahas mengenai pengembangan Desa Wisata Gili Gede Indah Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengembangan potensi desa wisata Gili Gede Indah Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. SWOT informan peneltian ini antara lain. Kepala Desa Gili Gede indah, sekertaris desa Gili Gede Indah. Ketua Pokdarwis, pemilik Homestay, masyarakat Gili Gede. Indah, pengumpulan data dilakukan dengan tekhnik observasi, dokumentasi, wawancara, tekhnik analisis data dalam penelitian ini yaitu tekhnik SWOT. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kegiatan pengembangan desa wisata Gili Gede Indah Kecmatan Sekotong. Kabupaten Lombok Barat yaitu program pemberdayaan pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK), pembuatan jalan rabat dan vaping blok, pengadaan gazebo . , pembentukan kelompok pembersih pantai, pelatihan dan kursus bahasa inggris. Faktor pendukung diantaranya, partisipasi masyarakat yang sangat tinggi, mampu membangun potensi yang ada dan dukungan dari pemertintah daerah. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya fasilitas umum seperti toilet, tempat sampah, penerangan jalan, kurangnya kesadaran masyraat akan PENDAHULUAN Gili Gede Indah merupakan sebuah pulau dengan luas 260 hektare yang terletak di perairan selatan Lombok Barat. Gili Gede Indah sendiri menjadi salah satu desa yang berada di Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat yang menjadi salah satu pulau eksotis dengan hamparan pasir putih dan memiliki potensi alam laut yang begitu berlimpah mulai dari biota laut yang kaya, suasana yang masih tenang dan jauh dari polusi udara. Menjadi bagian dari 12 pulau atau Gili di kawasan Sekotong. Lombok Barat yang akan dikembangkan pemerintah daerah setempat menuju destinasi wisata internasional. Sekitar 37 investasi hotel dan penginapan yang ada dikawasan Sekotong, sekitar 17 diantaranya berada di Gili Gede Indah, kemudian sektor pariwisata sangat menjanjikan. Sekiranya ada 1. 800 jiwa penduduk yang terdiri atas 450 keluarga di Gili Gede Indah mata pencaharian adalah sebagai nelayan. Dengan adanya sektor pariwisata ini masyarakat setempat juga banyak menerima manfaat serta memberikan peluang besar bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf perekonomian mereka. Beberapa tahun terahir tercatat lebih a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 dari 45 persen diantaranya mulai alih profesi menyusul perkembangan industri pariwisata. Selain yang terserap menjadi karyawan hotel dan penginapan, ada juga masyarakat yang membuka Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), warung makan, penyewaan transportasi boat, dan banyak juga yang mengikuti kursus bahasa Inggris dan bekerja sebagai pemandu wisata. Dalam pengembangan desa wisata dibentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwi. , akan tetapi untuk saat ini pokdarwis di Gili Gede Indah sendiri tidak aktif. Padahal seperti yang kita ketahui peran pokdarwis sendiri sangat penting bagi desa guna menunjang pengembangan Kemudian ada beberapa kendala yang dihadapi masyarakat dalam pengembangan desa wisata guna memberdayakan masyarakat. Mayoritas masyarakat Gili Gede Indah berpendidikan SMP-SMA dan berkerja sebagai nelayan, kurangnya kualitas sumber daya manusia (SDM), serta pembangunan infrastruktur yang masih belum memadai menjadi kendala yang harus segera diatasi oleh pemerintah. LANDASAN TEORI Dalam artikel pengembangan desa wisata desa Gili gede indah kecamatan sekotong menggunakan beberapa teori dan konsep yang kemudian di gunakan sebagai acuan untuk menjawab rumusan masalah yang telah di tetapkan antara lain Teori Desa Wisata Desa wisata adalah komunitas atau masyarakat yang terdiri dari para penduduk suatu wilayah terbatas yang bisa saling berinteraksi secara langsung dibawah sebuah pengelolaan dan memiliki kepedulian serta kesadaran untuk berperan bersama dengan menyesuaikan keterampilan individual berbeda. Desa wisata dibentuk untuk memberdayakan masyarakat agar dapat berperan sebagai pelaku langsung dalam upaya meningkatkan kesiapan dan kepedulian kami dalam menyikapi potensi pariwisata atau lokasi daya tarik wisata diwilayah masing-masing desa. Menurut Nuryanti. Desa wisata adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yan menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku. Sedangkan menurut Joshi. Desa wisata . ural touris. merupakan pariwisata yang terdiri dari keseluruhan pengalaman pedesaan, atraksi alam, tradisi, unsur-unsur unik yang secara keseluruhan dapat menarik minat wisatawan. Mengutip dari pendapat Subagyo, jika dilihat dari perspektif kehidupan masyarakatnya, pariwisata pedesaan atau desa wisata merupakan suatu bentuk wisata dengan objek dan daya tarik berupa kehidupan desa yang memiliki ciri-ciri khusus dalam masyarakatnya, panorama alam dan budayanya, sehingga mempunyai peluang untuk dijadikan komoditi bagi wisatawan khususnya wisatawan asing. Kehidupan desa sebagai tujuan wisata adalah desa sebagai objek sekaligus juga sebagai subjek dari kepariwisataan yaitu sebagai pihak penyelenggara sendiri dari berbagai aktivitas kewisataan dan hasilnya akan dinikmati oleh masyarakat secara langsung. Oleh karena itu peran aktif masyarakat sangat menentukan kelangsungan kegiataan desa ini. Keberhasilan wisata desa atau desa wisata sangat dipengaruhi oleh intensitas kegiatan, lokasinya, manajemen dan dukungan dari masyarakat lokal dan harus sesuai dengan keinginan masyarakat lokal dan tidak direncanakan secara sepihak. Mendapat dukungan dari masyarakat setempat bukan hanya dari individu atau suatu kelompok tertentu. Inisiatif menggerakkan modal usaha, profesionalisme pemasara, citra yang jelas harus dikembangkan karena keinginan wisatawan adalah mencari hal yang spesial dan produk yang menarik. Teori Parwisata Bahari Pengembangan pariwisata merupakan suatu proses untuk dapat meningkatkan kualitas dari a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 suatu daya tarik wisata untuk dapat melakukan suatu penyesuaian maupun evaluasi guna dapat terus berkelanjutan dan sebagai dasar untuk menentukan suatu kebijakan. Pengembangan wisata ini memerlukan bantuan dari sektor-sektor lainnya dari sektor kecil hingga sektor wilayah. Pada pengembangan destinasi wisata ini harus terus memperhatikan dan pemperhitungkan daya dukung dan sektor yang terkait seperti masyarakat yang tinggal di sekitarnya. (Fandeli,1. Menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan, daerah tujuan wisata yang selanjutnya disebut destinasi pariwisata adalah suatu kawasan yang dapat bersifat administratif maupun tidak yang didalamnya memiliki beberapa daya tarik wisata yang dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya, memiliki suatu jalan yang dapat dengan mudah diakses oleh pengunjung dan memiliki keterkaitan dengan masyarakat di sekitarnya. Pengembangan destinasi wisata memiliki beberapa konsep pengembangan sebagai contoh seperti konsep desa wisata, ekowisata dan Community Based Tourism (CBT). Desa Wisata adalah sebagian atau seluruh wilayah pada suatu desa yang memiliki potensi dan aktivitas yang dikemas dalam suatu produk pengembangan wisata yang dikelola oleh masyarakat desa tersebut secara berkelanjutan dengan kriteria berada di suatu desa, memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan, dikelola oleh masyarakat desa setempat, memiliki wisatawan yang mengunjungi desa tersebut, memiliki organisasi untuk mengelola wisata tersebut dan melakukan kerjasama dengan stakeholder terkait (Suryawan & Mahagangga, 2. Teori Pengelolaan Desa Wisata Komponen Produk Desa wisata Menurut Cooper, destinasi wisata harus memiliki empat aspek utama . A) yaitu Attracktion (Daya tari. Accessibility (Keterjangkaua. Amenity . asilitas pendukun. , dan Ancilliary . rganisasi / kelembagaan pendukun. Attracktion (Daya tari. yaitu produk utama sebuah destinasi yang berkaitan dengan apa yang bisa dilihat dan dilakukan oleh wisatawan di desa wisata tersebut. Atraksi bisa berupa keindahan alam, budaya masyarakat setempat, sarana permainan dan sebagainya. Accessibility (Keterjangkaua. adalah sarana dan infrastruktur untuk menuju ke desa wisata berupa akses jalan raya, ketersediaan sarana transportasi dan rambu- rambu petunjuk jalan. Amenity . asilitas pendukun. yaitu segala fasilitas pendukung yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan wisatawan selama berada di destinasi. Amenitas ini berkaitan dengan ketersediaan sarana akomodasi untuk menginap serta restoran atau warung untuk makan dan minum di lokasi destinasi desa wisata. Ancilliary . rganisasi/kelembagaan pendukun. yakni berkaitan dengan ketersediaan sebuah organisasi atau orang-orang yang mengurus desa wisata tersebut. Kriteria Desa wisata Suatu desa akan dapat menjadi sebuah desa wisata jika memenuhi kriteria sebagai berikut : Atraksi wisata, yaitu semua yang mencakup alam, budaya dan hasil ciptaan manusia. Jarak tempuh, yaitu jarak tempuh dari kawasan wisata terutama tempat tinggal wisatawan dan juga jarak tempuh dari ibukota provinsi serta ibukota kabupaten. Besaran Desa, menyangkut jumlah penduduk, karakteristik dan luas wilayah desa. Kriteria ini berkaitan dengan daya dukung kepariwisataan pada suatu desa. Sistem kepercayaan dan kemasyarakatan, merupakan aspek penting mengingat adanya aturan-aturan yang khusus pada komunitas sebuah desa, yang perlu dipertimbangkan adalah agama yang menjadi mayoritas dan sistem kemasyarakatan yang ada. Ketersediaan infrastruktur, meliputi fasilitas dan pelayanan transportasi, fasilitas listrik, jaringan telepon dan sebagainya. Pendekatan Pengembangan desa wisata a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Dalam upaya pengembangan desa wisata dapat dilakukan melalui dua pendekatan yakni pendekatan pasar dan fisik. Pendekatan pasar, yakni pendekatan dengan cara interaksi antara wisatawan dengan masyarakat baik secara langsung, setengah langsung da tidak langsung. Pendekatan fisik, yakni merupakan salah satu solusi umum dlaam mengembangakna sebuah desa melalui sektor pariwisata dengan menggunakan standarstandar khusus seperti pemanfaatan rumah kuno, tradisi khas, tari-tari adat dan sebaginya Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa Merupakan salah satu aspek yang sangat penting karena mengingat desa wisata adalah desa dibidang pariwisata yang dalam pengelolaannya dilakukan oleh masyarakat dan hasil yang diperolehnya juga diperuntukan bagi kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Pengemasan Komponen pokok yang perlu diperhatikan dalam proses pengemasan desa wisata ke dalam paket-paket wisata antara lain akomodasi, transportasi makanan, guide, objek, dan lain-lain. Menciptakan Branding Menurut Kotler merk . adalah nama, istilah, tanda, simbol, rancangan atau kombinasi dari semuanya yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa atau kelompok penjual dan untuk membedakannya dari para pesaing. Buck dan Law dalam Pitana dan Gayatri memandang bahwa pariwisata adalah industri yang berbasiskan citra, karena citra mampu membawa calon wisatawan ke dunia simbol dan makna. Bahkan beberapa ahli pariwisata mengatakan bahwa citra ini memegang peranan yang penting daripada sumber pariwisata yang kasat mata. Pemasaran Online Menurut Supriyadi, pemasaran online terbukti telah memberikan banyak manfaat yang tidak tersedia dalam offline. Diantaranya : Dapat melakukan perubahan dengan cepat . Dapat menelusuri hasil secara real time . Dapat menargetkan demografis tertentu dalam iklan yang dibuat . Banyak pilihan, dan Kemampuan konversi instan Upaya ini perlu dalam pengelolaan desa wisata memerlukan kesabaran dalam melakukan pengkajian, perencanaan, pengembangan, dan pemanfaatan secara wajar dan adil baik terhadap alam maupun manusianya. Selain itu harus pula memiliki kemitraan yang kuat dan dukungan dari dalam maupun luar masyarakat dan konservasi lingkungan yang tidak boleh diabaikan karena desa wisata ini sangat berperan penting dalam upaya mengurangi angka kemiskinan. Konsep Konsep Pengembangan Desa Wisata Dari sekian banyak pendapat para ahli tentang pengembangan, maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan merupakan proses yang menciptakan pertumbuhan, kemajuan, perubahan positif atau penambahan komponen fisik, ekonomi, lingkungan, sosial dan demografis, dengan tujuan peningkatan tingkat dan kualitas hidup penduduk, dan penciptaan atau perluasan pendapatan daerah setempat dan peluang kerja, tanpa merusak sumber daya lingkungan. Konsep Parwisata Bahari Ekowisata bahari merupakan pengembangan dari kegiatan wisata bahari yang menjual daya tarik alami yang ada di suatu wilayah pesisir dan lautan baik secara langsung atau tidak langsung. Adapun kegiatan wisata bahari yang dapat dinikmati secara langsung, meliputi kegiatan diving, snorkeling, berenang, berperahu, dan lain sebagainya. Sementara kegiatan wisata bahari yang dinikmati secara tidak langsung, seperti olah raga pantai dan piknik dengan menikmati a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 pemandangan pesisir dan lautan (Nurisyah 1. Konsep ekowisata bahari sangat menghargai potensi sumberdaya lokal dan mencegah terjadinya perubahan dalam kepemilikan wilayah, tatanan sosial, serta budaya dalam masyarakat lokal karena masyarakat sangat berperan sebagai pelaku dan juga penerima manfaat secara langsung dan juga mendukung berkembangnya kondisi ekonomi secara berkelanjutan karena terciptanya lapangan pekerjaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat (Western 1. Konsep Desa Wisata Desa Wisata merupakan suatu kawasan pedesaan yang menawarkan keseluruhan suasana yang mencerminkan keaslian pedesan baik dari kehidupan sosial ekonomi, sosial budaya, adat istiadat, keseharian, memiliki arsitektur bangunan dan struktur tata ruang desa yang khas, atau kegiatan perekonomian yang unik dan menarik serta mempunyai potensi untuk dikembangkanya berbagai komponen kepariwisataan. Disini desa Gili Gede Indah disebut sebagai Desa Wisata Budaya karena Desa Gili Gede Indah telah diresmikan menjadi desa wisata yang menekankan pada unsur kebudayaan yang ada di suku sasak dan bentuk wisata aktif yang melibatkan wisatawan berhubungan langsung dengan masyarakat Gili Gede Indah . Dengan menonjolkan ciri khas kelokalan budaya setempat diharapkan desa wisata ini mampu bersaing dengan tempat wisata Konsep Community Based Tourism (CBT) Menurut Nurhidayati . salah satu bentuk perencanaan yang partisipatif dalam pembangunan pariwisata adalah dengan menerapkan community based tourism (CBT) sebagai pendekatan pembangunan, ini merupakan salah satu bentuk pariwisata yang dimana masyarakat langsung terlibat didalamnya untuk mengendalikan sebuah manajemen dan pembangunan pariwisata, serta konsep ini dapat memberikan keuntungan terhadap masyarakat yang tidak terlibat langsung dalam usaha pariwisata. Menurut Baskoro dan Rukendi . community based tourism merupakan salah satu konsep pembangunan pariwisata melalui peranan komunitas lokal. Hal ini didukung oleh pendapat lain yang mengemukakan bahwa community based tourism ialah suatu pendekatan pembangunan pariwisata yang menekankan pada masyarakat lokal, baik terlibat langsung maupun tidak terlibat langsung dalam industri pariwisata (Purnamasari, 2. METODE PENELITIAN Tipe penelitian yang digunakan penulis adalah tipe deskriptif dengan tujuan untuk memperoleh informasi yang ada. Dan metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Alasan penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif adalah untuk mendeskripsikan, mencatat, menganalisis dan menginterpretasikan kondisi- kondisi yang saat ini terjadi atau ada. Dan memperoleh informasi-informasi pengumpulan data Lokasi Penelitian Subjek penelitian ini adalah Masyarakat Gili Gede Indah di Desa Wisata Gili Gede Indah, dengan objek penelitian adalah desa Wisata Gili Gede Indah. Desa Gili Gede dipilih sebagai situs penelitian karena memiliki potensi Wisata yang dapat menjadi daya tarik wisatawan. Lokasi penelitian adalah Desa Wisata Gili Gede Indah. Kecamatan Sekotong. Kabupaten Lombok Barat, yang kaya akan potensi wisata namun belum dimanfaatkan secara optimal. Peneliti memilih lokasi ini karena dekat dengan tempattinggalnya, sehingga memudahkan pengumpulan data Penentuan Informan Dalam penelitian kualitatif, yang dimaksud subjek penelitian adalah informan yang memberikan data penelitian melalui wawancara. Informan dalam penelitian ini adalah a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 menggunakan teknik purposive sampling, yaitu cara penentuan informan yang ditetapkan secara sengaja atas dasar kriteria atau pertimbangan tertentu. Tekhnik Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder, data primer diambil dari sumber pertama dilapangan dan data sekunder merupakan sumber data yang bersifat menunjang dalam melengkapi dan memperkuat penjelasan mengenai sumber data primer Tekhnik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian adalah observasi, dokumentasi dan Tekhnik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tekhnik analisis Swote HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Strategi Pengembangan Desa Wisata Desa GilGede Indah Dalam menganalisis pada strategi pengembangan desa wista Desa Gili Gede Indah dapat menggunakan analisis SWOT. Sehingga strategi pengembangan desa wisata Desa Gli Gede Indah juga dipengaruhi oleh beberapa faktor baik faktor internal . ekuatan dan kelemaha. dan faktor eksternal . eluang dan ancama. Faktor-faktor tersebut dapat dijadikan dasar untuk pembuatan rencana ataupun arahan dalam pengembangan desa wisata Desa Gili Gede Indah yang disesuaikan dengan kondisi wilayah dan potensi di desa Gili Gede Indah. Berdasarkan identifikasi dari kondisi internal dan eksternal pengembangan desa wisata Gili Gede Indah, dafat di jabarkan sebagai Faktor Internal Kekuatan (Strengt. Berikut merupakan kekuatan . dari pengembangan desa wisata yang dimiliki Desa Gili Gede Indah Kecmatan sekotong. Daya tarik wisata yang masih alami Memiliki pemandangan alam yang indah serta pantai yang jernih c. Dikelola langsung oleh pemerintah daerah kabupaten Akses menuju desa wisata sangat mudah Fasilitas objek wisata bahari sudah memadai Masyarakat yang ramah terhadap wisatawan dan pengunjung yang berkunjung ke desa wisata Gili Gede Indah ancaman ( weakneses. Berikut merupakan kekuatan . dari pengembangan desa wisata yang dimiliki Desa Gili Gede Indah Kecmatan sekotong. Masih terkendala dalam bidang promosi Kurangnya fasilitas umum seperti toilet umum dll Masih belum ada kejelasan dari pemerintah Kurangnya minat pemuda dalam menjaga parwisata di Gili Gede indah Jarak tempuh yang jauh dan menggunakan speedbod Faktor Eksternal Peluang (Opportunit. Berikut merupakan peluang (Opportunit. dari pengembangan desa wisata yang dimiliki Desa Gili Gede Indah Kecmatan sekotong. Tersedianya lapanagan tenaga kerja Wisataawan dapat menikmati obejk wisata a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Dapat menajdi daerah pengembnagan desa Wisata di kecamatan Sekotong khususnya di daerah kabupaten Lombok Barat. Peluang investasi bagi investor untuk pengembangan wisata Mampu meningkatkan prekonomian masyarakat. Ancaman (Threa. Berikut merupakan Ancaman (Threa. dari pengembangan desa wisata yang dimiliki Desa Gili Gede Indah Kecmatan sekotong. Cuaca yang buruk seperti ombak besar membuat wisatawan takut Kurangnya kesadaran masyarakat akan pariwisata Masih banyak sampah yang berserakan di sekitar objek wisata Belum adanya target wisatawan yang jelas Adanya perubahan prilaku dan sikap masyarakat setempat saat dikunjungi. Analisis Faktor Strategi Internal (IFAS) Analisis lingkungan internal yang dilakukan yaitu terhadap faltor-faktor strategis internal yang terdiri dari kekuatan . dan Kelemahan . dalam pengembangan desa wisata Desa Gili Gede Indah Kecmatan Sekotong berdasarkan table 4. menunjukkan bahwa skor total hasil analisis internal adalah . yang menandakan pengembangan desa Wisata Gili Gede Indah pada posisi AubaikAy dalam memanfaatkan kekuatan untuk untuk menghadapi untuk meghadapi kelemahan yang dihadapi dalam pengembangan desa wisata Desa Gili Gede Indah Kecmatan sekotong. Adapun yang menjadi kekuatan utma dalam pengembangan desa wisata Desa Gili Gede Indah, wisatawan dapat melihat pemandagan alam yang indah serta Pantai yang jernih dengan Skor . didukung dengan satu-stunya daerah pengembanagan desa Wisata yang ada di kabupaten Lombok Barat. dengan skor . kemudian yang menjadi kelmahan utama pada pengembangan desa wisata Desa Gili Gede Indah terletak pada masalah masih terkendala dalam bidang promosi degan skor . , belum tersedianya fasilitas umum seperti toilet umum dll dengan skor . Analisis Faktor Strategi Eksternal (EFAS) Analisis lingkungan eksternal yang dialakukan yaitu terhadap factor-faktor strategiseksternal yang terdiri dari peluang (Opportunit. dan ancaman (Threa. dalam pengembangan desa wisata Desa Gili Gede Indah. Hasil analisis factor strategis eksternal melalui peluang dan ancaman mendapatkan skor total analisis eksternalnya adalah . yang menandakan bahwa pengembanagan desa wisata Desa Gili Gede Indah berada pada posisi Eksternal yang Ausangat kuatAy dalam memanfaatkan peluang untuk mengatasi ancaman yang dihadapi. Adapun peluang terbesar yang dimiliki dalam pengembangan desa Wisata Gili Gede Indah adalah dapat menjadi daerah pengembangan desa wisata di kecamatan sekotong dan kabupaten Lombok Barat pada umumnya deangan skor . , dan didukung dengan adanya peluang investasi bagi para investor untuk pengembangan desa wisata Desa Gili Gede Indah dengan skor . , kemudian yang menjadi ancaman utama dalam pengembangan desa wisata Desa Gili Gede Indah adalah target utama wisatawan dengan sekor . , diikuti oleh adanya perubahan prilaku dan sikap Masyarakat setempat dengan dikunjungi wisatawan dengan skor eksternal . Pemaparan data di atas menunjukkan bahwa pengembangan desa wisata Gili Gede Indah memeliki potensi untuk dikembangkan secara berakelanjutan. Berdasarkan hasil analisis terhadapa factor internal dan factor eksternal maka di pengembangan desa wisata Gili Gede Indah seperti yang telah di jelaskan tersebut diatas memperoleh hasil bahwa skore untuk factor kekuatan . Kelemahan . dan factor ancaman . kemudian di tentukan titik koordinat di atas dengan cara mengurangi total a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 skor Kekuatan-total Kelemahan, total skor peluang Ae total skor ancaman, sebegai berikut : Koordinat Analisis Internal = . ,64 Ae 1,. /2 = 151 Koordinat Analisis Eksternal = . ,94 Ae 0,. /2 = 1 Titik koordinat terletak pada . ,46, 0,. Strategi Pengembangan Desa Wisata Desa Gili Gede Indah Strategi yang tepat dalam pengembangan desa wisata Desa Gili Gede Indah Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat, adalah sebagai berikut: Strategi SO Memanfaatkan potensi wisata Bahari sebagai ciri khasnya menjadi daerah pengembangan desa wisata Desa di kecamatan Sekotong khususnya di Lombok Barat. Memanfaatkan skil dan Kemahiran sebagai daya Tarik untuk menarik investor sehingga dapat menjadi sektor parwisata yang semakin berkembang dan diminati di Lombok Barat. Strategi ST Menajaga serta memelihara objek wisata agar dapat bersaing denagan daya Tarik wisata didesa Memberikan pelatihan kepada para pemuda dan Masyarakat khususnya para pelaku wisata supaya Bersama-sama menjaga dan melestarikan wisata desa Gili Gede Indah Strategi WO Mengundang para investor dengan mengadakan petemuan di pemerintah daerah agar bisa meningkatkan sarana dan prasarana parwisata di desa Gili Gede Indah. Mengadakan pelatihan dan pemberdayaan Masyarakat terutama bagi pelaku wisata untuk meningkatkan sumber daya manusia sehingga desa wisata gili gede indah dapat dikelola dengan baik. Memanfaatkan sinvestor dan pemerintah desa untuk pembuatan fasilitas umum, serta memaksimalkan promosi untuk menarik wisatawan. Strategi WT Meningkatkan promosi serta memanfaatkan media social dan peningkatan fasilitas pendukung agar bisa bersaing dengan daya tari wisata di desa lain. Meningkatkan kesadaran dalam menjaga dan melestarikan daya Tarik wisata yang ada di desa Gili Gede Indah suapaya terus berkembang. Ada beberapa uraian strategi di atas, menunjukkan bahwa objek wisata yang ada Gili Gede Indah berpeluang besar untuk dikembangkan. Rekomendasi strategi yang diberikan adalah progresif atau strategi pertumbuhan cepat, artinya objek wisata yang ada di desa Gili Gede Indah berada dalam kondisi yang baik dan mantap sehingga memungkinkan untuk terus melakukan perkembangan, meperbesar pertumbuhan dan meraih kemajuan sebagai daya Tarik wisata. KESIMPULAN Potensi wisata desa Gili Gede Indah berpotensi dikembangkan sebagai salah satu wisata unggulan di Kabupaten Lombok Barat, karena banyaknya peluang yang dapat menguntungkan pemerintah, pengelola dan masyarakat setempat dengan memanfaatkan pemandangan alam yang di dukung oleh udara dan fasilitas yang memadai. Strategi pengembangan ekowisata mangrove di Dusun Poton antara lain sebagai berikut : kerja sama yang harmonis dengan pihak pemerintah dan komunitas pariwisata lainnya, . memanfaatkan potensi yang ada seperti dilihat dari segi ekonomisnya bisa menghasilkan beberapa jenis nilai pasar seperti arang kayu, tanin, bahan pewarna, kosmetik, bahan pangan dan minuman, . Memanfaatkan atraksi yang tersedia dan menambahkan atraksi pendukung, . memberdayakan a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 masyarakat lokal dan . memanfaatkan lokasi untuk dijadikan tempat usaha pariwisata. SARAN