5th Conference on Research and Community Services STKIP PGRI Jombang AuPeningkatan Kinerja Dosen Melalui Penelitian dan Pengabdian MasyarakatAy 4 Oktober 2023 REALISASI FUNGSI TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SMK NEGERI 1 JOMBANG Deita Rahmadani1. Heny Sulistyowati2 STKIP PGRI Jombang deitarahmadani028@gmail. com, 2henysulistyowati@gmail. Abstract Research entitled Realization of the Function of Directive Speech Acts in the Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students at SMK Negeri 1 Jombang is a research that focuses on speech delivered by teachers and students. Formulation of the problem in this research, the function of directive speech acts and their realization in the Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students (P. at SMK Negeri 1 Jombang. The method used is a qualitative descriptive method, because in this research, the researcher describes sentences and dialogue which include the function of directive speech acts in the Project for Strengthening the Pancasila Student Profile and its realization. The data source in this research is teacher and student dialogue in P5 learning. Then data was collected using observation, transcription, identification and data analysis techniques. The results of this research show that in P5 learning, directive speech acts were found that had the function of directive speech acts and their realization. The findings of the data on the realization of the function of directive speech acts in this study were that direct realization was the most frequent, so in this study teachers more often used direct realization of the function of directive speech acts when learning P5. So the conclusion is that the data on directive speech acts in P5 learning in the form of teacher dialogue predominantly uses the function of commanding directive speech acts with direct Keywords: Function of directive speech acts, realization, learning P5 Abstrak Penelitian yang berjudul Realisasi Fungsi tindak Tutur Direktif dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMK Negeri 1 Jombang merupakan sebuah penelitian yang berfokus pada tuturan yang disampaikan oleh guru dengan siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini, fungsi tindak tutur direktif beserta realisasinya dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di SMK Negeri 1 Jombang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, karena dalam penelitian ini, peneliti mendeskripsikan kalimat dan dialog yang meliputi fungsi tindak tutur direktif dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila beserta realisasinya. Sumber data dalam penelitian ini, berupa dialog guru dan siswa dalam pembelajaran P5. Kemudian data dikumpulkan dengan teknik observasi, transkripsi, identifikasi, dan analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tindak tutur direktif dalam pembelajaran P5, ditemukan tuturan yang memiliki fungsi tindak tutur direktif serta realisasinya. Temuan data realisasi fungsi tindak tutur direktif pada penelitian ini, realisasi langsung yang paling banyak, maka dalam penelitian ini guru lebih sering menggunakan realisasi fungsi tindak tutur direktif secara langsung ketika pembelajaran P5. Maka simpulan data tindak tutur direktif dalam pembelajaran P5 berupa dialog guru lebih dominan menggunakan fungsi tindak tutur direktif memerintah dengan realisasi secara langsung. Kata kunci : Fungsi tindak tutur direktif, realisasi, pembelajaran P5. PENDAHULUAN Tindak tutur yang digunakan guru saat pembelajaran di kelas cukup bervariasi, guru lebih mendominasi tindak tutur yang menuntut siswa melakukan suatu tindakan seperti yang dituturkan. Tindak tutur yang digunakan adalah tindak tutur direktif. Menguatkan apa yang dikemukakan oleh (Ibrahim, 1993:. bahwa dalam pembelajaran di kelas, guru memiliki lebih banyak power dan kontrol daripada siswa sehingga banyak tindak tutur kelas dikarakterisasi oleh dominasi guru. Oleh karena itu, guru harus memiliki kemampuan interaksi yang baik dengan siswa, seperti memilih tuturan yang tepat dalam bertindak tutur, baik secara langsung maupun tidak langsung. Seorang pendidik tentunya menjadi permasalahan awal serta harus mempunyai strategi dalam menentukan tuturan yang tepat untuk mencapai tujuanya tersebut. Setiap siswa memiliki sifat, karakter, kemampuan berfikir yang beragam, sehingga seorang guru harus selektif menentukan tuturan yang baik. Maka berdampak pada tujuan dan hubungan sosial dengan siswanya. Peranan guru di dalam kelas telah membentuk komunikasi bahasa yang tipikal dan terindentifikasi sebagai ciri khas tindak bahasa atau tindak tutur guru. Beberapa hal yang menjadi ciri khas tuturan guru, cenderung ditandai dengan banyak tuturan yang menindakkan tindak tutur tertentu. Misalnya menginformasikan, menjelaskan, memerintah, mendefinisikan, menanyakan, menarik perhatian, dan memotivasi. Berdasarkan karakteristik tersebut maka tindak tutur guru dalam kelas teridentifikasi memiliki ciri khas tersendiri (Ibrahim, 1993:. Tuturan tersebut merupakan ciri perwujudan dari tindak tutur Dengan demikian, penelitian ini terfokus pada tindak tutur direktif yang dilihat berdasarkan realisasi fungsi tuturan dalam proses pembelajaran Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Selain itu, diperlukan konteks situasi tutur untuk mempertimbangkan bentuk informasi saat tuturan berlangsung, supaya analisis yang dilakukan dapat menjelaskan berbagai kemungkinan realisasi fungsi tindak tutur direktif. Fungsi bahasa dalam interaksi proses belajar mengajar dengan pemakaian bahasa untuk memahami maksud dari ujaran yang disampaikan selama proses interaksi belajar mengajar, terlebih dengan adanya kurikulum sebagai perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan. Dengan rancangan pelajaran yang diberikan kepada peserta didik dalam satu periode dijenjang pendidikan. emendikbud, 2:2. Meluasnya satuan pendidikan khususnya yang ada di dalam kurikulum menjadi hal yang sangat penting serta menjadi tolak ukur tercapainya tujuan pendidikan yang beragam. Kurikulum merdeka merupakan kurikulum pembelajaran intrakurikuler yang beragam berdasarkan tema yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dengan menerapkan kurikulum merdeka maka, harus ada pembelajaran Proyek penguatan profil pelajar pancasila (P. (Kurikulum Merdeka Kemdikbud, 4:2. Pembelajaran lintas displin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam profil pelajar pancasila. Kajian tindak tutur direktif sudah banyak diteliti oleh beberapa peneliti, namun peneliti ini, tertarik mengkaji tindak tutur direktif dalam pembelajaran menggunakan Kurikulum Merdeka dengan ciri khas adanya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Tidak semua sekolah sudah menerapkan pembelajaran P5 di Kurikulum Merdeka sehingga peneliti tertarik untuk mengkaji tindak tutur direktif dalam proyek penguatan profil pelajar pancasila (P. di SMK Negeri 1 Jombang. Penulis memilih penelitian di SMK Negeri 1 Jombang karena ingin mengetahui secara langsung bagaimana penggunaan tindak tutur direktif dalam proses pembelajaran Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di kelas X di sekolah tersebut. Dengan demikian, penelitian ini berjudul Realisasi Fungsi Tindak Tutur Direktif dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di SMK Negeri 1 Jombang. METODE PENELITIAN Suatu metode penelitian pada dasarnya merupakan hal yang dibutuhkan dalam suatu penelitian. Penggunaan metode yang tepat dapat menghindari peneliti dari suatu kemungkinan yang bisa menimbulkan penyimpangan-penyimpangan pada penelitian, sehingga data yang diperoleh valid dan objektif. Metode penelitian merupakan alat, prosedur, dan teknik yang dipilih dalam melaksanakan penelitian (Djajasudarma, 2010: . Pendapat lain disampaikan oleh Mahsun . 3: . yang menyatakan bahwa metode penelitian adalah cara untuk melakukan penelitian yang di dalamnya mencakup bahan atau materi penelitian, alat, jalan, penelitian dan data yang hendak disediakan serta analisis data. Metode penelitian diperlukan karena metode dapat digunakan sebagai usaha atau cara untuk menemukan, mengembangkan dan menguji fakta atau data yang diteliti sehingga dapat tercapai tujuan penelitian. Sumber Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori Yule . Data merupakan bagian terpenting dalam sebuah Kumpulan data yang akan dianalisis oleh peneliti, sehingga dapat menjawab rumusan masalah. Sumber data pada penelitian ini berupa dialog guru dan siswa kelas X di SMK Negeri 1 Jombang yang termasuk pada realisasi fungsi tindak tutur direktif. Data yang dihasilkan dalam penelitian ini berupa kalimat atau dialog guru dan siswa-siswi yang menyatakan realisasi fungsi tindak tutur direktif dalam pembelajaran P5. Kaitannya dengan pemerolehan data, data diperoleh dengan teknik observasi terhadap pembelajaran P5 untuk mencari sebuah objek. Penentuan objek dilakukan dengan transkripsi data secara teliti dan seksama dengan cara memutar rekaman video dari youtube secara berulang-ulang serta peneliti mencatat semua tuturan berupa dialog guru di dalam pembelajaran P5 yang termasuk dalam realisasi fungsi tindak tutur direktif. Pengumpulan data berakhir setelah data yang terkumpul cukup untuk dianalisis. Teknik analisis merujuk pada teori yang sudah ditentukan peneliti, maka data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan langkah-langkah sebagai Pembacaan data secara berulang-ulang dengan cermat agar peneliti dapat lebih memahami data tersebut. Mengidentifikasi data yang mengandung tindak tutur direktif Pengelompokkan data dilakukan peneliti untuk mempermudah penelitian dalam menganalisis data sesuai dengan rumusan masalah. Pendeskripsian data dilakukan peneliti menurut rumusan masalah yang sudah Kegiatan ini dilakukan untuk mendeskripsikan data-data yang sudah terkumpul dan sudah dikelompokkan agar lebih mudah untuk menganalisis data tersebut Analisis data merupakan langkah yang dilakukan saat pengumpulan data hingga penelitian selesai. Hal tersebut dilakukan peneliti dengan tujuan untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian yang dilakukan. Kegiatan analisis data ini dilakukan setelah peneliti melakukan beberapa tahap penelitian seperti mentranskip data, membaca secara langsung keseluruhan data, pengkodean data, pengelompokkan data hingga kegiatan deskripsi untuk menemukan hasil penelitian yang kemudian disimpulkan peneliti. Memeriksa atau mengecek kembali data yang ada Menarik simpulan akhir HASIL DAN PEMBAHASAN Fungsi tindak tutur direktif yang direalisasikan oleh penutur untuk menyuruh orang lain melakukan sesuatu, menyatakan apa yang menjadi keinginan penutur meliputi. perintah, pemesanan, permohonan, dan pemberian saran yang direalisasikan secara langsung dan tidak langsung. Data tuturan yang termasuk dalam realisasi fungsi tindak tutur direktif adalah sebagai berikut: Realisasi Fungsi Tindak Tutur Direktif Memerintah Data . Konteks : Tuturan berlangsung ketika guru sedang memulai materi tentang proyek penguatan profil pelajar pancasila dengan tema bullying diawali dengan mengucapkan salam. Setelah itu guru memulai pembelajaran. Bentuk tuturan : Guru : Auayo kita mulai masuk pada materinya, materi kita terkait dengan Saya tanyak apakah ada yang pernah jadi korban bulying?Ay [FTT. DRT/MRH/RL/. Siswa : AupernahAy . ijawab dengan serenta. Realisasi fungsi tindak tutur direktif memerintah pada data 1 disampaikan oleh Guru menyampaikan tuturan ayo kita mulai masuk pada materinya, materi kita terkait dengan bullying. Hal ini, dituturkan kepada siswa untuk memerintah agar fokus dalam pembelajaran P5 yang akan segera dimulai. Dengan demikian, data ini menunjukkan bahwa tuturan guru merupakan realisasi fungsi tindak tutur direktif yang direalisasikan secara langsung ditandai dengan adanya perintah yang dituturkan guru kepada siswa. Data . Konteks : Tuturan ini berlangsung ketika awal mulai pembelajaran guru menjelaskan tentang tema dan subtema terkait dengan pembelajaran P5 yang akan dipelajari sebagai tugas kelompok. Bentuk Tuturan : Guru : Aymengenai masalah tema yang ada di depan yaitu bangunlah jiwa raganya dengan subtema bullying dalam projek penguatan profil pelajar pancasila SMK Negeri 1 Jombang, saya mohon simak dengan baik!Ay [FTT. DRT/MRH/RL/. Siswa : Auiyaa pakAy . ijawab dengan keras dan serenta. Realisasi fungsi tindak tutur direktif memerintah pada data 2 disampaikan oleh Guru menyampaikan tuturan saya mohon simak dengan baik. Hal ini, dituturkan kepada siswa untuk memerintah agar fokus dalam pembelajaran P5 yang akan segera dimulai dan disimak dengan baik terkait masalah tema yang akan dibahas. Dengan demikian, data ini menunjukkan bahwa tuturan guru merupakan realisasi fungsi tindak tutur direktif yang direalisasikan secara langsung ditandai dengan adanya Realisasi Fungsi Tindak Tutur Direktif Memesan Data . Konteks : Tuturan berlangsung ketika guru membagi tugas kelompok proyek pancasila dengan tema bullying membuat poster yang menarik dibuat sebagus dan seindah mungkin. Bentuk tuturan : Guru : Auboleh pesan di koperasi cat warna khusus posterAy [FTT. DRT/MSN/RL/. Siswa : Auiya Pak siapAy Realisasi fungsi tindak tutur direktif memesan pada data 3 disampaikan oleh Guru menyampaikan tuturan boleh pesan di koperasi cat warna khusus Hal ini, dituturkan kepada siswa untuk memesan cat khusus poster di koperasi yang akan dibuat proyek P5 sebagai tugas kelompok. Dengan demikian, data ini menunjukkan bahwa tuturan guru merupakan realisasi fungsi tindak tutur direktif yang direalisasikan secara langsung ditandai dengan adanya pemesanan yang dituturkan guru kepada siswa. Realisasi Fungsi Tindak Tutur Direktif Memohon Data . Konteks : Tuturan berlangsung di awal pembelajaran dengan suasana kelas yang masih tertib, kemudian guru menyampaikan mengenai tema dan subtema pada pembelajaran P5 yang akan segera diterangkan mengenai proyek penguatan profil pelajar pancasila. Bentuk tuturan : Guru : Aymengenai masalah tema yang ada di depan yaitu bangunlah jiwa raganya dengan subtema bullying dalam projek penguatan profil pelajar pancasila di SMK Negeri 1 Jombang. Saya mohon kalian simak dengan baik!Ay [FTT. DRT/MHN/RL/. Siswa : Auiyaa pakAy . ijawab dengan keras dan serenta. Realisasi fungsi tindak tutur direktif memohon pada data 4 disampaikan oleh Guru menyampaikan tuturan saya mohon kalian simak dengan baik. Hal ini, dituturkan kepada siswa untuk memohon agar fokus dalam pembelajaran P5 yang akan segera dimulai dan disimak dengan baik terkait masalah tema. Dengan demikian, data ini menunjukkan bahwa tuturan guru merupakan realisasi fungsi tindak tutur direktif yang direalisasikan secara langsung ditandai dengan adanya permohonan yang dituturkan guru kepada Data . Konteks : Tuturan berlangsung ketika pembelajaran P5 yang sedang di mulai, guru menjelaskan tentang bagaimana menata percaya diri ketika berada di depan publik dengan mengapresikan kegiatan proyek pancasila. Bentuk tuturan : Guru : Aucara yang ketiga teman-teman harus mencatat. Mendengar satu kali, menghafal melihat dua kali, menghafal mencatat tiga kali. Saya buktikan bahwa mendengar lebih lemah daripada melihat dan melihat lebih lemah daripada mencatat. Ay Siswa : Aukok bisa begitu pak, mohon dijelaskan lagi. Belum pahamAy [FTT. DRT/MHN/RL/. Realisasi fungsi tindak tutur direktif memohon pada data 5 disampaikan oleh siswa menyampaikan tuturan mohon dijelaskan lagi. Hal ini, dituturkan siswa kepada guru untuk memohon dijelaskan lagi mengenai cara menata percaya diri ketika berada di depan publik terlebih untuk mengapresiasikan proyek pancasila. Dengan demikian, data ini menunjukkan bahwa tuturan siswa merupakan realisasi fungsi tindak tutur direktif yang direalisasikan secara langsung ditandai dengan adanya permohonan yang dituturkan siswa kepada guru. Realisasi Fungsi Tindak Tutur Direktif Memberi Saran Data . Konteks : Tuturan berlangsung saat pembelajaran P5 dimulai, guru menjelaskan kriteria tugas kelompok dengan mengapresikan kegiatan proyek pancasila sesuai dengan tema dan subtema. Bentuk tuturan : Guru : Ausaya sarankan untuk membuat projeknya sesuai dengan temaAy [FTT. DRT/MBSN/RL/. Realisasi fungsi tindak tutur direktif memberi saran pada data 6 disampaikan oleh guru. guru menyampaikan saya sarankan untuk membuat projeknya sesuai dengan tema. Hal ini, dituturkan kepada siswa untuk memberi saran agar ketika membuat tugas kelompok atau projek pancasila sesuai dengan tema pembelajaran P5. Dengan demikian, data ini menunjukkan bahwa tuturan guru merupakan realisasi fungsi tindak tutur direktif yang direalisasikan secara langsung ditandai dengan adanya pemberian saran yang dituturkan guru kepada siswa. Data . Konteks : Tuturan berlangsung ketika guru memberikan saran tentang bagaimana cara menerima nasehat yang baik agar mudah diterima ketika sedang menghadapi masalah yang ada di rumah. Bentuk tuturan : Guru : Aupagi hari karena kondisi kita itu lagi sangat-sangat nyaman lubnya terbuka itu nanti akan mudah diingat. sebaiknya kalau memang pulang ibuAy [FTT. DRT/MBSN/RL/. Siswa : Auiyaa PakAy Realisasi fungsi tindak tutur direktif memberi saran pada data 18 disampaikan oleh guru. Guru menyampaikan sebaiknya kalau memang pulang terlambat ya udah matur kepada bapak dan ibu. Hal ini, dituturkan kepada siswa untuk memberi saran pada saat ada masalah . ulang terlamba. sebaiknya segera bilang ke orang tua supaya tidak menjadi pikiran. Dengan demikian, data ini menunjukkan bahwa tuturan guru merupakan realisasi fungsi tindak tutur direktif yang direalisasikan secara langsung ditandai dengan adanya pemberian saran yang dituturkan guru kepada siswa. SIMPULAN DAN SARAN SIMPULAN Fungsi tindak tutur direktif yang direalisasikan, digunakan penutur untuk menyuruh orang lain atau mitra tutur. Ditandai dengan adanya perintah, pemesanan, permohonan, dan pemberian saran. Temuan data realisasi fungsi tindak tutur direktif pada penelitian ini lebih banyak realisasi secara langsung, maka dalam penelitian ini guru lebih sering menggunakan realisasi fungsi tindak tutur direktif secara langsung ketika pembelajaran P5 di kelas. SARAN Berdasarkan uraian dan simpulan dalam penelitian yang berjudul Tindak Tutur Direktif dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di SMK Negeri 1 Jombang. Saran untuk peserta didik dan mahasiswa diharapkan adanya penelitian ini menjadi tambahan ilmu dalam menganalisis bahasa terutama dalam ilmu pragmatik. Saran selanjutnya untuk pengajar baik guru maupun dosen dapat menggunakan penelitian ini sebagai rujukan bahan ajar dalam pembelajaran bahasa indonesia, mengenai kajian pragmatik dengan tindak tutur direktif dalam menganalisis bahasa. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua yang telah memberikan doa dan motivasi spiritual. Kedua, kepada dosen pembimbing yang telah meluangkan setiap waktu untuk memberikan ilmu serta arahan untuk menyelesaikan segala tugas dengan tuntas. DAFTAR PUSTAKA