Jurnal Kedokteran MEDITEK Volume 31. Number 6. Tahun 2025 page. P-ISSN: 2686-1437 E-ISSN: 2686-0201 https://doi. org/10. 36452/jkdoktmeditek. Efek Ekstrak Etanol Kulit Batang Rhizophora apiculata terhadap Kadar Kolesterol Total Darah pada Rattus norvegicus Jantan yang Diinduksi Deksametason Karisma Kasih Iswara1. Hendrata Erry Andisari2*. Fitri Handajani3. Angela Puspita4 124Fakultas Kedokteran. Universitas Hang Tuah. Surabaya. Indonesia 3Laboratorium Biokimia. Fakultas Kedokteran. Universitas Hang Tuah. Surabaya. Indonesia ARTICLE INFO ABSTRACT Article history: Received: January 16, 2025 Revised: April 8, 2025 Accepted: November 7, 2025 Available online: December 1. Introduction: Hyperlipidemia is an increase in blood lipid levels above normal limits, potentially leading to atherosclerosis and cardiovascular Rhizophora apiculata contains flavonoids that have the potential to lower total blood cholesterol levels. Research on the hypolipidemic effects of R. apiculata is still limited, particularly in dexamethasone-induced animal models. Therefore, this study provides a new contribution to the use of mangrove biota as natural antihyperlipidemic agents. Purpose: This study aims to determine the effect of administering Rhizophora apiculata extract on total blood cholesterol levels in dexamethasone-induced Rattus norvegicus. Methods: This study employed a post-testAeonly control group design using 40 male rats allocated into four groups: a negative control, a positive control . examethasone 5 mg/kg BW for 7 day. , a prophylaxis group (R. apiculata extract 56 mg/kg BW from day 8 plus dexamethason. , and a therapy group . xtract administered concurrently with dexamethason. After the treatment period, total cholesterol levels were assessed from intracardial blood samples. Results: One-way ANOVA analysis showed a significant difference between groups . < 0. However, post-hoc tests showed no significant difference between the positive control group and the prophylaxis . = 0. or therapy . = 0. Conclusion: Rhizophora apiculata, given as prophylaxis or therapy, did not significantly lower total cholesterol in dexamethasone-induced rats. These results indicate the need for further studies to clarify its mechanisms and evaluate the therapeutic potential of its active compounds using varied doses, administration methods, and alternative Keywords: rhizophora apiculata This is an open-access article under the CC BY-SA license. Copyright A 2025 by Author. Published by Medical Faculty and Health Sciences. Krida Wacana Christian University PENDAHULUAN Peningkatan kadar satu atau lebih lipid, termasuk low-density lipoprotein (LDL), kolesterol total, dan trigliserida, dalam aliran darah melebihi ambang batas normal dikenal sebagai 1 Kondisi ini dapat muncul akibat faktor genetik atau lingkungan, termasuk gaya hidup yang kurang sehat, seperti diet tinggi lemak. Organisasi kesehatan dunia (WHO) melaporkan bahwa hiperlipidemia menyebabkan 2,6 juta kematian setiap tahunnya. Kawasan Eropa menunjukkan prevalensi hiperlipidemia tertinggi yaitu 54%, diikuti oleh Amerika dan Asia Tenggara. 2 Di Indonesia, menurut laporan nasional Riskesdas 2018, prevalensi kadar kolesterol total pada individu berusia Ou15 tahun adalah 21,2%. Berdasarkan jenis kelamin, prevalensinya adalah 1,3% pada laki-laki dan 24,0% pada perempuan. 3 Hiperlipidemia dapat menyebabkan aterosklerosis, kontributor penyakit kardiovaskular (CVD). 4 Kolesterol adalah molekul lipid yang *Corresponding author E-mail addresses: Fitrihandajanidr@gmail. Jurnal Kedokteran MEDITEK, vol. No. 6, 2025, page. dicirikan oleh kerangka steroid yang memiliki empat cincin yang saling berhubungan yang menciptakan konfigurasi planar yang keras. Kolesterol memiliki peran struktural dan fungsional dalam membran sel dan bertindak sebagai prekursor untuk pembuatan beberapa hormon 5 Lipoprotein primer meliputi very low-density lipoprotein (VLDL), kilomikron, low-density lipoprotein (LDL), dan high density lipoprotein (HDL). Kilomikron dan VLDL mengangkut triasilgliserol ke jaringan seluler. 6 Lipoprotein densitas tinggi (HDL) diangkat dari makrofag di jaringan ke hati untuk disekresikan. 7 Fungsi LDL adalah sebagai pengangkut utama kolesterol ke dalam sel. 8 Kadar kolesterol darah normal adalah di bawah 200mg/dL. Ambang batas kolesterol yang meningkat berkisar antara 200 hingga 239 mg/dL. Kadar kolesterol total 240 mg/dL atau lebih berfungsi sebagai biomarker banyak penyakit kardiovaskular. 9,10 Kadar kolesterol plasma yang meningkat (E5,3 mmo. merupakan faktor risiko aterosklerosis dan penyakit jantung koroner. Aterosklerosis, yang ditandai dengan penumpukan kolesterol di dinding arteri akibat peradangan, merupakan penyebab utama penyakit jantung. 11 Terdapat korelasi terbalik antara kadar HDL dan penyakit jantung koroner, yang menunjukkan bahwa rasio kolesterol LDL: HDL dapat berfungsi sebagai biomarker yang efektif. 6,12 Penggunaan deksametason saat ini sering digunakan oleh masyarakat tanpa resep dokter. Salah satu faktor farmakologis yang dapat memicu hiperlipidemia adalah penggunaan kortikosteroid seperti deksametason. Deksametason adalah kortikosteroid yang berfungsi sebagai antiinflamasi dan imunosupresan13,14 Deksametason, suatu glukokortikoid, dapat menyebabkan hyperlipidemia dengan memengaruhi lipolisis pada jaringan adiposa, memengaruhi produksi dan pergantian asam lemak bebas, mendorong sintesis very-low density lipoprotein (VLDL), dan memfasilitasi akumulasi asam lemak di hati. 15 Lipid adalah molekul hidrofobik, oleh karena itu, lipid beredar dalam darah sebagai lipoprotein yang terdiri dari triasilgliserol . %), ester kolesterol . %), fosfolipid . %), dan kolesterol . %). Rhizophora apiculata yang juga dikenal sebagai bakau minyak, kaya akan alkaloid, triterpenoid, steroid, saponin, dan tanin,17 Zat kimia flavonoid, sebagai antioksidan, dapat menurunkan kadar kolesterol total pada individu dengan hiperlipidemia. 18 Flavonoid menghambat enzim HMG-KoA reduktase, sehingga menurunkan sintesis kolesterol. Menghambat sintesis kolesterol dapat mencegah beberapa gangguan, termasuk melindungi hati dari masuknya zat kimia berbahaya, termasuk kolesterol berlebih. Pada penelitian ini digunakan ekstrak Rhizophora apiculata yang berasal dari pulau Sabutan Kecamatan Sapeken. Kabupaten Sumenep Madura yang berbeda dengan penelitian sebelumnya. Meskipun beberapa penelitian telah melaporkan efek anti-hiperlipidemia dari Rhizophora apiculata, sebagian besar studi tersebut belum mengevaluasi perbedaan efek berdasarkan asal geografis tanaman, atau belum meneliti pemberian ekstrak secara profilaksis dan terapeutik pada model hewan yang diinduksi deksametason. Perbedaan asal biota laut ini memengaruhi kadungan zat aktif yang akan memengaruhi hasil penelitian. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pengaruh pemberian ekstrak Rhizophora apiculata asal Pulau Sabutan. Kecamatan Sapeken. Kabupaten Sumenep. Madura, secara profilaksis dan terapi terhadap kadar kolesterol darah Rattus norvegicus jantan yang diinduksi deksametason. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar ilmiah untuk pengembangan bahan alam, serta mendukung upaya pemanfaatan sumber daya hayati lokal Indonesia. METODE Penelitian ini menggunakan rancangan experimental design with randomized post-test only control group design. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hiperbarik dan Biomolekuler Terpadu Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah Surabaya dengan surat keterangan kaji etik diperoleh dari komisi etik penelitian kesehatan Fakultas kedokteran Universitas Hang Tuah No I/078/UHT. KEPK. 03/Vi/2024. Penelitian ini menggunakan tikus jantan Rattus norvegicus dengan jumlah hewan coba 32 sesuai dengan rumus Steel & Torie tahun 1991 20 yang terbagi menjadi 4 kelompok. Dua ekor tikus ditambahkan ke setiap kelompok untuk memperhitungkan JKMEDITEK. P-ISSn: 2686-1437 E-ISSN: 2686-0201 Jurnal Kedokteran MEDITEK, vol. No. 6, 2025, page. potensi kematian atau penyakit selama metode penelitian. Total tikus pada masing-masing kelompok sebanyak 10 ekor. Spesimen Rhizophora apiculata bersumber dari Pulau Sabuntan. Kecamatan Sapekan. Kabupaten Sumenep. Madura. Tanaman tersebut dibilas dengan air mengalir dan disegmentasi. kulit pohon mangrove dikeringkan dan dihaluskan untuk menghasilkan bubuk halus. Bubuk batang Rhizophora apiculata direndam dalam 1,5L etanol 95%. Campuran pelarut berupa etanol 95% disaring guna memperoleh filtratnya yang kemudian diuapkan menggunakan rotary Selanjutnya dilakukan penilaian kepadatan batang mangrove di Departemen Biologi. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya. Larutan Na-CMC 1% dibuat melalui 100 ml aquadest panas yang dilarutkan dengan 1 gram Na-CMC kemudian diaduk sampai homogen. Sebanyak 40 hewan coba Rattus norvegicus dibagi dalam 4 kelompok yang diberi perlakuan Kelompok kontrol negatif (K-) akan diberi pakan standar dan aquadest per oral setiap Kelompok kontrol positif K( ), 10 ekor Rattus norvegicus diberi pakan standar dan aquadest selama 21 hari. Pada hari ke 7 terakhir kelompok ini diberi injeksi deksametason subkutan 5 mg/kg BB. Kelompok profilaksis (KP) diberi pakan standar dan aquadest selama 21 hari. Pada hari ke-8 diberi profilakasis Rhizophora apiculata 56 mg/kg BB setelah itu pada hari ke-15 diberi injeksi deksametason subkutan 5 mg/kg BB bersamaan dengan Rhizophora apiculata. Kelompok terapi (KT) diberi induksi deksametason bersamaan dengan Rhizophora apiculata pada hari ke15 hingga hari ke-21. Pada hari terakhir penelitian, tikus akan diterminasi dengan menyuntikkan ketamine 25 mg/kg BB dan xylazine 4 mg/kg BB secara intramuscular. 22 Pengambilan darah pada tikus dilakukan secara intrakardial menggunakan spuit dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan kadar kolesterol dengan alat Cobas Integra 400 spektrometri. HASIL Selama penelitian terdapat 8 tikus pada kelompok kontrol negatif (K-) 1 ekor, kelompok kontrol positif (K ) 3 ekor, pada kelompok profilaksis (KP) dan kelompok terapi (KT) masingmasing 2 ekor yang drop out karena mati selama penelitian. Diambil 8 tikus pada setiap kelompok dengan total 32 tikus untuk dianalisis kadar kolesterol totalnya. Analisis deskriptif dari setiap kelompok hewan coba ditunjukkan pada tabel 1. Tabel 1 Hasil Kadar Kolesterol Total dan rerata pada tiap kelompok (N=. Sampel Rerata Kadar Kolesterol Kelompok . g/dL) Kontrol Kontrol Positif Profilaksis Terapi (KT) Negatif (K-) (K ) (KP) 68,13 106,63 113,88 106,00 Tabel 1 menunjukan bahwa rata-rata kadar kolesterol total darah tertinggi diperoleh pada kelompok profilaksis . ,88 mg/dL), diikuti kelompok kontrol positif . ,63 mg/dL), kelompok terapi . ,00 mg/dL), dan terendah pada kelompok kontrol negatif . ,13 mg/dL). Uji normalitas menggunakan ShapiroAeWilk test menunjukkan data berdistribusi normal . > 0,. , dan uji homogenitas LeveneAos test menunjukkan varians data homogen . = 0,. Hasil analisis One-way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antar kelompok . = 0,. Namun, uji lanjut post-hoc LSD menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara Karisma Kasih Iswara / Efek Ekstrak Etanol Kulit Batang Rhizophora apiculata terhadap Kadar Kolesterol Total Darah pada Rattus norvegicus Jantan yang Diinduksi Deksametason Jurnal Kedokteran MEDITEK, vol. No. 6, 2025, page. kelompok kontrol positif dengan kelompok profilaksis . = 0,. maupun kelompok terapi . = 0,. Dengan demikian, pemberian ekstrak Rhizophora apiculata dosis 56 mg/kg BB, baik sebagai profilaksis maupun terapi, tidak menurunkan kadar kolesterol total secara signifikan pada tikus yang diinduksi deksametason. Analisis statistik menggunakan One-way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antar kelompok . < 0,. Tabel 2 merupakan hasil uji post hoc LSD yang membandingkan mean dari dua kelompok Dapat dilihat hasil perbandingan kelompok kontrol negatif (K-) tanpa perlakuan dengan kelompok kontrol negatif (K ) yang hanya diinduksi deksametason. KP dan KT menunjukkan perbedaan bermakna . -value<0,. K dengan KP dan KT menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna . -value>0,. KP dengan KT menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna . value>0,. Tabel 2 Hasil uji post hoc LSD kadar kolesterol antar kelompok LSD 0,000 0,000 0,435 0,000 0,946 0,397 PEMBAHASAN Hasil penelitian diperoleh rerata kadar kolesterol total darah pada tikus percobaan yang diberi deksametason . ,63 mg/dL) melebihi kadar kolesterol total darah pada tikus percobaan yang tidak diberi deksametason . ,13 mg/dL). Pemberian deksametason 5 mg/kg BB secara subkutan pada hari ke-14 selama 7 hari berturut-turut secara signifikan meningkatkan kadar koelsterol total darah . =0,. Pada penelitian ini dibandingkan kelompok kontrol negatif (K-) tanpa perlakuan . idak diinduksi deksametason dan tidak diberikan ekstrak kulit batang Rhizophora apiculat. dibandingkan kelompok kontrol positif (K ) yang hanya diinduksi deksametason 5 mg/kg BB secara subkutan pada hari ke-14 selama 7 hari berturut-turut. Penyuntikan deksametason memberikan dampak 20 hingga 30 kali lipat pada reseptor glukokortikoid, dengan demikian, bila digunakan pada dosis yang melebihi kisaran terapeutik dan dalam jangka panjang, dapat mengakibatkan beberapa efek samping, salah satunya berupa peningkatan kadar kolesterol Pemberian deksametason 5 mg/kg BB dalam penelitian oleh Dhia et al. peningkatan kadar kolesterol total darah yang cukup besar. Peningkatan kolesterol darah disebabkan oleh penurunan LPL dan PPAR-. Penelitian menunjukkan adanya perbedaan rata-rata kadar kolesterol total darah antara tikus percobaan yang diinduksi dengan deksametason. K . ,63 mg/dL), yang lebih rendah tetapi tidak signifikan secara statistik . =0,. , dengan kelompok profilaksis . ,88 mg/dL). Efek profilaksis ekstrak kulit batang Rhizophora apiculata tidak cukup efektif dalam mengurangi kadar kolesterol total darah. Sebuah penelitian oleh Ali Ridlo et al. 23 meneliti kandungan fenolik dan aktivitas antioksidan daun dan kulit dari tiga spesies mangrove: R. apiculata, dan R. stylosa, yang bersumber dari Teluk Awur Jepara. Investigasi ini mengungkapkan bahwa ekstrak etil asetat dari kulit batang R. apiculata menunjukkan antioksidan paling kuat. Hal ini seharusnya mendukung penelitian kami, yang secara khusus menggunakan ekstrak kulit batang Rhizophora apiculata, namun, ternyata kurang efektif dalam menurunkan kadar kolesterol total darah. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Mustofa et al. ,24 menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Rhizophora apiculata dapat menghambat peningkatan kadar kolesterol total dan trigliserida pada tikus yang diberi diet tinggi lemak. Dosis pemberian ekstrak daun Rhizophora apiculata adalah 56 mg/kg BB, 28 mg/kg BB. Dan 14 mg/kg BB, yang dilakukan selama 30 hari, dengan JKMEDITEK. P-ISSn: 2686-1437 E-ISSN: 2686-0201 Jurnal Kedokteran MEDITEK, vol. No. 6, 2025, page. memanfaatkan Rhizophora apiculata yang bersumber dari KPH Gunung Baak. Lampung Timur. Periode penelitian ini lebih pendek dibandingkan dengan penelitian Mustofa et al. 24 yang berlangsung selama 30 hari, sedangkan penelitian ini dilakukan selama 14 hari, perbedaan ini mungkin menjadi penyebab tidak efektifnya penurunan kadar kolesterol total dalam darah. Kolesterol memiliki kemiripan struktur dengan deksametason pada gugus sterol, namun, perbedaan pada gugus yang lain akan memengaruhi fungsinya. Kolesterol merupakan prekursor pembetukan hormon steroid salah satunya adalah kelompok hormon kotikosteroid. Deksametason adalah salah satu contoh hormon kortikosteriod. Perbedaan mekanisme induksi hiperkolesterol menggunakan diet tinggi kolesterol dan induksi dengan kortikosteroid yaitu pada diet tinggi lemak bisa langsung meningkatkan kadar kolesterol dari absorbsi nutrisi yang mengandung kolesterol. Induksi hiperkolesterolemia dengan deksametason, terjadinya peningkatan kadar kolesterol tidak secara langsung dari asupan makanan tetapi akibat stimulasi deksametason sebagai kortikosteroid melalui peningkatan sintesis lipid dalam hepar dengan diet 22,25 Sementara itu, adanya perbedaan rerata kadar kolesterol total darah pada kelompok yang diinduksi deksametason . ,63 mg/kg BB), yang secara statistik tidak signifikan . =0,. jika dibandingkan dengan kelompok terapi . mg/dL). Pemberian ekstrak kulit batang Rhizophora apiculata sebagai perlakuan tidak menurunkan kadar kolesterol total darah karena durasinya yang singkat. Habitat Rhizophora apiculata, yang berbeda dari penelitian sebelumnya, juga diasumsikan berpengaruh terhadap variasi hasil penelitian karena perbedaan komposisi zat aktif. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Akasia et al. 26 menyimpulkan bahwa komposisi Rhizophora bervariasi berdasarkan tempat tumbuhnya, dipengaruhi oleh perbedaan suhu, pH, dan salinitas. Tumbuhan menghasilkan molekul metabolit sekunder sebagai reaksi terhadap kondisi lingkungan yang kurang optimal. Contoh metabolit sekunder adalah molekul flavonoid HMG-KoA reduktase, yang dapat menurunkan kadar kolesterol dan diproduksi oleh tanaman sebagai respon terhadap infeksi. Tanin yang dihasilkan sebagai reaksi terhadap mikroorganisme memiliki jumlah yang berkurang di lingkungan dengan pH asam dibandingkan dengan lingkungan dengan pH basa. Faktor tambahan mungkin berasal dari tikus itu sendiri, termasuk kemampuan beradaptasi, tingkat stres, dan keadaan biologis berupa kecepatan respon dan keaktifan hewan coba. SIMPULAN Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa pemberian ekstrak Rhizophora apiculata sebagai profilaksis maupun terapi tidak menurunkan kadar kolesterol total pada Rattus norvegicus yang diinduksi deksametason. Meskipun demikian, hasil ini memberikan dasar ilmiah awal untuk penelitian lanjutan terkait potensi senyawa aktif R. apiculata sebagai agen antihiperlipidemia alami. DAFTAR PUSTAKA