HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : . Nomor 02 | Juli 2025 | E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. Systematic Literature Review: Faktor-Faktor yang Menghambat Pelaksanaan Self-Care pada Penderita Hipertensi Penulis: Moh Rozani1 Andi Syamsul Bachri Jamal 2 Afiliasi: STIKes Bataguru Soroaka1,2 Korespondensi: Histori Naskah: Diajukan: 23-06-2025 Disetujui: 18-07-2025 Publikasi: 23-07-2025 Abstrak: Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama komplikasi kardiovaskular dan kematian global. Penatalaksanaan hipertensi yang efektif sangat bergantung pada perilaku self-care pasien. Namun, berbagai hambatan masih sering ditemui dalam pelaksanaan perawatan mandiri tersebut. Tujuan: untuk mengidentifikasi dan menganalisis hambatan-hambatan utama dalam praktik self-care pada pasien hipertensi melalui pendekatan systematic literature review. Metode: metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pencarian artikel dari database nasional dan internasional (PubMed. ScienceDirect. Google Scholar, dan Garud. menggunakan kata kunci terstruktur. Artikel yang dipilih merupakan publikasi tahun 2018Ae2025. Dari total hasil pencarian awal, dilakukan seleksi melalui tahapan penyaringan judul, abstrak, dan isi penuh berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Sebanyak 8 artikel yang memenuhi syarat dianalisis lebih lanjut sesuai pedoman PRISMA. Hasil: Kajian ini menemukan bahwa pelaksanaan self-care hipertensi terhambat oleh tujuh faktor utama, termasuk pengetahuan yang rendah, kurangnya motivasi dan dukungan keluarga, serta kendala emosional, ekonomi, sistemik, dan sosiodemografis. Kesimpulan: Hambatan-hambatan ini saling terkait dan memengaruhi efektivitas manajemen diri pasien. Oleh karena itu, intervensi keperawatan yang komprehensif perlu mempertimbangkan seluruh aspek ini agar dapat meningkatkan kepatuhan dan kemandirian pasien dalam pengelolaan hipertensi. Kata kunci: Pelaksanaan. Selfcare. Hipertensi PENDAHULUAN Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling umum dan menjadi masalah kesehatan global. Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah terhadap dinding arteri melebihi batas normal, yaitu lebih dari 130 mmHg untuk tekanan sistolik dan lebih dari 80 mmHg untuk tekanan Hipertensi sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga dikenal sebagai silent killer karena dapat menyebabkan komplikasi serius tanpa disadari oleh penderitanya. Menurut American Heart Association . , hipertensi adalah faktor risiko utama berbagai penyakit kardiovaskular, termasuk stroke, serangan jantung, dan gagal jantung. Secara global, hipertensi dialami oleh sekitar satu dari empat pria dan satu dari lima wanita. Namun, hanya sebagian kecil yang mendapatkan diagnosis dini, pengobatan rutin, atau pengendalian tekanan darah yang memadai (Zhou et al. , 2. Data dari NCD Risk Factor Collaboration (NCD-RisC, 2. memperkirakan lebih dari 1,2 miliar orang dewasa di dunia menderita hipertensi, dan mayoritas kasus terjadi di negaranegara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk Indonesia. Tingginya beban hipertensi di negara berkembang berkaitan erat dengan perubahan gaya hidup, pola makan tidak sehat, rendahnya aktivitas fisik, konsumsi garam berlebihan, stres, dan tingginya angka merokok. Di Indonesia sendiri, hipertensi masih menjadi tantangan serius dalam sistem pelayanan kesehatan. Berdasarkan laporan Badan Litbangkes Kemenkes RI . , prevalensi hipertensi pada penduduk usia 18 tahun ke atas mencapai 34%, dengan kecenderungan meningkat pada kelompok usia lanjut dan perempuan. Provinsi Kalimantan Selatan. Jawa Barat, dan Kalimantan Timur merupakan wilayah dengan angka Sementara itu, keterlambatan dalam deteksi dini, rendahnya kesadaran masyarakat akan risiko This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : . Nomor 02 | Juli 2025 | E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. hipertensi, serta ketimpangan akses terhadap fasilitas kesehatan memperparah kondisi ini. Hal ini menjadikan hipertensi sebagai penyebab utama kesakitan, kecacatan, dan kematian di Indonesia. Berbagai program pengendalian hipertensi telah dilakukan, seperti kampanye gaya hidup sehat, pengobatan antihipertensi, serta pemeriksaan tekanan darah secara berkala. Namun, upaya-upaya tersebut belum menunjukkan hasil optimal. Banyak pasien yang belum menjalankan perawatan secara konsisten karena berbagai kendala. Beberapa studi menunjukkan bahwa hambatan dalam pengelolaan hipertensi antara lain rendahnya kepatuhan terhadap terapi, keterbatasan informasi dan edukasi, serta kurangnya akses terhadap pelayanan kesehatan (Rahmawati & Bajari, 2022. Putri et al. , 2. Pendekatan self-care telah dikenal sebagai strategi penting dalam manajemen penyakit kronis, termasuk hipertensi, karena mendorong partisipasi aktif pasien dalam perawatan dirinya sendiri (Widodo & Aryani. Namun, dalam praktiknya, banyak penderita hipertensi menghadapi hambatan dalam menjalankan self-care, seperti rendahnya motivasi, efikasi diri, keterbatasan fisik, usia lanjut, dan kondisi komorbid (Harahap & Dewi, 2. Hingga kini, belum banyak studi yang secara komprehensif merangkum dan menganalisis faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan self-care pada pasien hipertensi. Namun, hingga saat ini belum banyak studi yang secara sistematis merangkum faktor-faktor penghambat self-care pada penderita hipertensi, sehingga diperlukan suatu kajian literatur yang komprehensif untuk menjawab kekosongan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan utama dalam pelaksanaan self-care pada pasien hipertensi secara komprehensif, yang diharapkan dapat menjadi acuan dalam perencanaan intervensi keperawatan berbasis bukti. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic literature review karena metode ini memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi secara luas berbagai hambatan yang dihadapi pasien hipertensi dalam menerapkan self-care, berdasarkan temuan dari penelitian-penelitian sebelumnya secara menyeluruh. Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk memetakan bukti-bukti yang ada dan mengidentifikasi kategori hambatan berdasarkan sumber penyebabnya. Pencarian dilakukan di berbagai basis data internasional dan nasional dengan rentang waktu publikasi dari tahun 2018 hingga 2025, serta artikel yang ditulis dalam bahasa Inggris atau Indonesia. Hasil pencarian awal menunjukkan jumlah artikel sebagai berikut: PubMed . = . Google Scholar bahasa Inggris . = . Google Scholar Bahasa Indonesia . = . CINAHL . Artikel yang diperoleh kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, serta dievaluasi untuk memastikan kesesuaiannya dengan fokus penelitian. Strategi ini dirancang untuk memperoleh gambaran yang luas dan menyeluruh mengenai hambatan-hambatan dalam praktik perawatan diri pada pasien hipertensi. Strategi pencarian literatur dalam penelitian ini difokuskan untuk mengidentifikasi artikel-artikel ilmiah yang membahas hambatan dalam pelaksanaan perawatan diri pada penderita hipertensi. Kata kunci utama yang digunakan meliputi tiga konsep, yaitu: (Auself-careAyANDAuhypertensionA. , (Auself managementAyANDAuself monitoringA. , (AubarriersAyAND AuchallengesA. , (AuobstaclesAyANDAufactors hinderingA. , (AuhypertensionAyANDAuself-careA. Kombinasi kata kunci ini disusun dengan menggunakan operator Boolean (AND dan OR) untuk memperluas cakupan pencarian dan memperoleh artikel yang This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : . Nomor 02 | Juli 2025 | E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. Penyusunan kata kunci dan strategi pencarian mengacu pada panduan metodologis dari Joanna Briggs Institute yang disempurnakan oleh Peters et al. Pelaksanaan systematic literature review dalam penelitian ini mengikuti pedoman metodologi yang disusun oleh Peters et al. , yang meliputi enam tahapan, yaitu: . merumuskan pertanyaan penelitian, . mengidentifikasi dan menelusuri sumber-sumber literatur, . melakukan seleksi terhadap literatur yang relevan, . mengekstraksi dan menganalisis data, . menyajikan hasil dalam bentuk naratif atau tematik, dan . mempertimbangkan konsultasi untuk meningkatkan keakuratan dan kelengkapan hasil tinjauan. Tabel 1 Kriteria Inklusi dan Esklusi Kriteria Tahun Terbit Bahasa Jenis Artikel Inklusi Eksklusi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris Artikel full text, penelitian primer . uantitatif dan kualitati. , studi deskriptif, korelasional, dan eksploratif yang relevan Fokus Literatur Populasi Pasien hipertensi dewasa dan lanjut usia (Ou18 Artikel yang tidak membahas hambatan atau tidak terkait dengan self-care hipertensi Pasien hipertensi dengan kehamilan, atau anak-anak Dalam melakukan seleksi literatur, peneliti menetapkan kriteria inklusi dan eksklusi guna memastikan bahwa artikel yang dianalisis relevan dengan fokus penelitian. Kriteria inklusi meliputi: . artikel yang diterbitkan dalam rentang waktu tahun 2018 hingga 2025. ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. merupakan artikel full text dengan jenis penelitian primer, baik kuantitatif maupun kualitatif, termasuk studi deskriptif, korelasional, dan eksploratif yang relevan dengan topik. membahas hambatan dalam pelaksanaan self-care pada pasien hipertensi. melibatkan populasi pasien hipertensi dewasa dan lanjut usia . sia Ou18 tahu. Sementara itu, artikel dikecualikan apabila . tidak membahas hambatan atau tidak berkaitan dengan selfcare pada hipertensi. melibatkan subjek dengan kondisi khusus seperti kehamilan, atau pasien anakanak. Kriteria ini ditetapkan untuk menjaga fokus dan relevansi temuan terhadap tujuan kajian literatur yang dilakukan. Proses pemilihan artikel dalam systematic literature review ini dilakukan secara bertahap dan sistematis untuk memastikan bahwa artikel yang digunakan benar-benar relevan, berkualitas, dan sesuai dengan fokus Tahapan seleksi meliputi proses identifikasi awal, eliminasi artikel tidak relevan, screening, serta penilaian terhadap kriteria inklusi. Pada tahap awal identifikasi, diperoleh total 740 artikel dari empat sumber basis data ilmiah terkemuka, yaitu PubMed . = . Google Scholar versi Bahasa Inggris . = . Google Scholar versi Bahasa Indonesia . = . , dan CINAHL . = . Pemilihan sumber ini bertujuan untuk mendapatkan cakupan literatur yang luas, baik dalam konteks global maupun lokal. This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : . Nomor 02 | Juli 2025 | E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. Setelah dilakukan penelusuran awal, dilakukan proses eliminasi artikel duplikat, tidak relevan, atau tidak sesuai topik. Tahap ini menghasilkan eliminasi sebanyak 719 artikel, terdiri dari PubMed . = . Google Scholar Bahasa Inggris . = . Google Scholar Bahasa Indonesia . = . , dan CINAHL . = . Selanjutnya, sebanyak 21 artikel yang lolos eliminasi awal menjalani proses screening. Pada tahap ini, peneliti menelaah abstrak dan isi artikel secara lebih mendalam untuk memastikan kesesuaian dengan tujuan kajian dan fokus topik. Artikel yang diseleksi berasal dari PubMed . = . Google Scholar Bahasa Inggris . = . Google Scholar Bahasa Indonesia . = . , dan CINAHL . = . Tahap akhir adalah penilaian terhadap kriteria inklusi, yang mencakup relevansi topik, metodologi yang digunakan, keterkinian data, serta kesesuaian konteks dengan tujuan kajian. Dari proses ini, 8 artikel dieliminasi karena tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan, yakni berasal dari PubMed . = . Google Scholar Bahasa Indonesia . = . , dan CINAHL . = . Tidak ada artikel dari Google Scholar Bahasa Inggris yang dieliminasi pada tahap ini. Identification Sebagai hasil akhir, terdapat 8 artikel yang memenuhi seluruh kriteria seleksi dan dinyatakan layak untuk digunakan dalam systematic literature review. Artikel-artikel ini menjadi dasar analisis dan sintesis ilmiah dalam mendukung temuan kajian secara komprehensif dan terpercaya. Identifikasi jumlah artikel yang ditemukan . = . - PubMed . = . - Google Scholar (Bahasa Inggri. = . - Google Scholar (Bahasa Indonesi. = . - CINAHL . = . Include Screening Artikel Screening . = . - PubMed . = . - Google Scholar (Bahasa Inggri. = . - Google Scholar (Bahasa Indonesi. = . - CINAHL . = . Artikel yang di eliminasi duplikasi, tidak sesuai topik, tidak - PubMed . = . - Google Scholar (Bahasa Inggri. = . - Google Scholar (Bahasa Indonesi. = . - CINAHL . = . Artikel yang tidak kriteria inklusi: - PubMed . = . - Google Scholar (Bahasa Inggri. = . - Google Scholar (Bahasa Indonesi. = . - CINAHL . = . Artikel yang akan digunakan dalam literatur review . = . Diagram Alir (PRISMA, 2. This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : . Nomor 02 | Juli 2025 | E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Systematic literature review ini membahas temuan-temuan dari 8 artikel ilmiah yang difokuskan pada perilaku manajemen diri penderita hipertensi. Hasil penelitian akan dibagi berdasarkan sub-kelompok tematik yang meliputi pengetahuan, motivasi, dukungan keluarga, emosional, logistik, ekonomi, sistemik dan informasional, serta faktor sosiodemografis. Judul Artikel dan Penulis Prediktor Hambatan Manajemen Diri pada Klien Hipertensi (Ramadani et al. Faktor Mempengaruhi Selfcare Management pada Penderita Hipertensi Wilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea Kota Makassar (Harlisa et al. , 2. Gambaran Selfcare Behavior Hipertensi (Anggraeni et al. Jenis Penelitian Melakukan Deskriptif kajian terhadap korelasi variabel yang pendekatan cross-sectional dalam perilaku hipertensi yang Mengidentifik Kuantitatif, berbagai survei analitik yang dengan cross sectional perawatan diri pada penderita Sampel Penelitian Penelitian ini 60 responden yang dipilih perawatan diri . elf care pengobatan di Puskesmas Payung Sekaki Sampel kriteria usia >46 tahun Tujuan Hubungan Keyakinan Diri Dan si adanya dengan desain Sampel Lemeshow Temuan Hambatan dalam manajemen diri klien hipertensi terletak pada rendahnya literasi terhadap pola makan dan pengobatan, serta yang belum optimal secara merata. Kurangnya dukungan keluarga melemahkan Beban pekerjaan konsistensi selfcare. Durasi sakit lama menurunkan kepatuhan perawatan diri. Kurangnya Aktivitas Fisik akibat Minimnya Fasilitas dan Budaya Sehat. Pola Makan Tidak Sehat Ketidakterjangkauan Nutrisi Seimbang. Dukungan Keluarga yang Rendah. dalam regulasi diri dan pemantauan tekanan Sebanyak 50 tidak This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : . Nomor 02 | Juli 2025 | E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. Aktivitas Perawatan Mandiri Pasien Hipertensi Wilayah Kerja Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya (Manuntung, 2. antara tingkat keyakinan diri mandiri pada potong lintang . ross Analisis Faktor Penghambat Kepatuhan Berobat Pada Pasien Hipertensi (Nurhasanah, 2. Mengeksplora Pendekatan dengan metode Barriers facilitators to selfmeasured monitoring among US-resettled Arab (Bridi et al. , 2. i hambatan dan tekanan darah secara mandiri Identifying studi kualitatif Hambatan dari aspek hambatan dan rendahnya pemahaman Hambatan psikososial mencakup rasa takut kebiasaan mengukur tekanan darah tekanan darah hanya secara mandiri saat gejala muncul Studi kualitatif Sampel hambatan emosional deskriptif yang terdiri dari . %), menggunakan delapan . %). Mengkaji for individual yang berada Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya sampel dalam penelitian ini, sampling dan terdiri dari 12 orang, yaitu 5 . enderita hipertens. , 5 . , . etugas Sebanyak sistem Pusat Kesehatan antara keyakinan diri pada pasien hipertensi. Kurang Dukungan Peran petugas kesehatan sudah cukup This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : . Nomor 02 | Juli 2025 | E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. hypertension self- dalam management from manajemen TASKS framework diri hipertensi (Yang et al. , 2. kerangka kerja TASKS Understanding Mengidentifik desain and asi faktor- formatif to faktor yang dengan integrated HIV and mendukung hypertension care dan cross sectional in South Africa menghambat (Johnson et al. , proses hipertensi pada dengan HIV pasien yang hambatan dipilih dari . %), dan hambatan sumber daya Penelitian ini Perspektif staf dan manajer klinik. Perspektif pasien. Konvergensi dan diskrepansi antar pemangku kepentingan Pembahasan Pengetahuan Pengetahuan mengenai hipertensi menjadi aspek fundamental dalam pengambilan keputusan perawatan diri. Tingkat pengetahuan yang kurang dapat menyebabkan kesalahan persepsi dalam praktik hidup sehat. Ramadani et al. menunjukkan bahwa meski 68,3% responden memiliki pengetahuan "baik" mengenai hipertensi, 76,7% dari mereka masih menganggap metode menggoreng adalah teknik memasak sehat dan 60% percaya daging merah baik dikonsumsi oleh penderita hipertensi. Korelasi pengetahuan dengan perilaku manajemen diri ditemukan signifikan . = 0,464, p < 0,. Nurhasanah . dalam studi kualitatif menemukan bahwa sebagian besar pasien memiliki pengetahuan umum tentang hipertensi, namun minim dalam pemahaman tatalaksana seperti pentingnya kontrol tekanan darah dan kepatuhan terapi. Yang et al. menggunakan kerangka TASKS dan menemukan bahwa 24% hambatan berasal dari aspek pengetahuan. Contohnya, pasien tidak memahami cara menggunakan alat pengukur tekanan darah atau tidak tahu kapan harus memantau tekanan darah mereka. Bridi et al. menyebutkan rendahnya literasi hipertensi di kalangan pengungsi Arab di AS, khususnya dalam penggunaan alat pengukur tekanan darah mandiri di rumah. Manuntung . menyatakan bahwa kurangnya pemahaman mengenai pentingnya perubahan gaya hidup berkontribusi terhadap perilaku perawatan diri yang tidak optimal, meskipun hubungan antara keyakinan diri dan aktivitas mandiri secara statistik tidak signifikan. This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : . Nomor 02 | Juli 2025 | E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. Motivasi Motivasi berperan sebagai penggerak utama perilaku gaya hidup sehat. Kurangnya motivasi sering dikaitkan dengan ketidakpatuhan terhadap terapi dan kesulitan menjaga konsistensi dalam pengelolaan penyakit kronis. Hasil penelitian Ramadani et al. menunjukkan bahwa motivasi berkorelasi kuat dengan manajemen diri . = 0,628, p < 0,. Hambatan yang ditemukan adalah malas membaca label gizi, kurang minat olahraga, dan tidak merasa perlu melakukan perubahan gaya Bridi et al. menemukan bahwa motivasi pasien seringkali bersifat situasional, pasien hanya memeriksa tekanan darah saat merasa tidak enak badan . onditional monitorin. Faktor budaya dan kecemasan terhadap hasil pemeriksaan turut menurunkan motivasi pemantauan rutin. Johnson et al. dalam konteks Afrika Selatan mengamati bahwa pasien merasa frustrasi dengan sistem layanan yang kompleks, yang pada akhirnya menghambat semangat mereka untuk mengelola hipertensi secara aktif. Yang et al. menekankan pentingnya aspek afektif dalam motivasi, termasuk ketakutan terhadap komplikasi, stres, dan ketidaknyamanan emosional saat menggunakan alat kesehatan. Dukungan Keluarga Dukungan dari keluarga, baik emosional, informasional, maupun instrumental, merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam pengelolaan hipertensi. Harlisa et al. menegaskan bahwa dukungan keluarga adalah prediktor terkuat dalam self-care management pada lansia hipertensi. Bentuk dukungan mencakup pendampingan, motivasi, serta penyediaan sarana pengobatan. Ramadani et al. menunjukkan hubungan sedang namun signifikan antara dukungan keluarga dan manajemen diri . = 0,550, p < 0,. Nurhasanah . mencatat bahwa keluarga hanya hadir saat pasien mengalami gejala. Ketidakterlibatan dalam kontrol rutin menjadi penghambat dalam membentuk kepatuhan jangka panjang. Bridi et al. melaporkan bahwa anggota keluarga memainkan peran penting dalam penggunaan alat pemantau tekanan darah di rumah, termasuk membantu interpretasi hasil dan mengingatkan waktu pengukuran. Emosional Emosional merujuk pada faktor-faktor psikologis yang mengganggu kemampuan pasien untuk menjalani manajemen diri secara konsisten. Yang et al. melaporkan bahwa 49% hambatan berasal dari emosi seperti stres, ketakutan terhadap pengobatan, dan rasa frustrasi dalam mengelola kondisi secara mandiri. Johnson et al. menyebutkan bahwa pasien merasa kewalahan dengan birokrasi layanan kesehatan, sehingga muncul rasa putus asa. Logistik Hambatan logistik mencakup kendala praktis yang mengganggu akses layanan kesehatan atau pelaksanaan kegiatan perawatan diri. Ramadani et al. dan Anggreini et al. mencatat bahwa keterbatasan waktu, jarak ke fasilitas kesehatan, dan kesulitan menjadwalkan aktivitas fisik menjadi hambatan umum. Johnson et al. menekankan keterbatasan pelatihan petugas dan alur layanan yang tidak terintegrasi sebagai hambatan logistik struktural. This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : . Nomor 02 | Juli 2025 | E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. Ekonomi Keterbatasan finansial menjadi penghalang utama untuk kepatuhan terhadap pengobatan dan kunjungan layanan kesehatan. Nurhasanah . melaporkan bahwa pasien menghindari pengobatan karena tidak mampu membeli obat, serta mengeluh tentang tidak tersedianya obat di fasilitas kesehatan. Sistemik dan Informasional Hambatan ini mencakup kekurangan dalam sistem pelayanan dan keterbatasan informasi yang diterima oleh pasien. Yang et al. menyebutkan bahwa 10% hambatan berkaitan dengan sumber daya, seperti alat ukur tekanan darah yang tidak tersedia atau tidak diketahui cara Bridi et al. menambahkan bahwa pasien tidak mendapatkan cukup informasi dari tenaga kesehatan, khususnya dalam konteks pengungsi yang memiliki hambatan bahasa dan Sosiodemografis Beberapa variabel sosiodemografis juga memengaruhi manajemen diri penderita hipertensi. Harlisa et al. menemukan bahwa pekerjaan memiliki pengaruh signifikan terhadap self-care, sedangkan usia, jenis kelamin, dan pendidikan tidak signifikan. Bridi et al. dan Yang et al. mencatat bahwa status sebagai pengungsi, latar belakang budaya, dan keterbatasan bahasa turut memperburuk akses informasi dan alat bantu kesehatan. KESIMPULAN Berdasarkan kajian dari delapan artikel yang dianalisis, dapat disimpulkan bahwa manajemen diri penderita hipertensi dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Pengetahuan yang memadai mengenai hipertensi terbukti penting dalam mendorong perilaku perawatan diri yang benar, namun belum cukup bila tidak didukung oleh motivasi pribadi dan dukungan lingkungan. Motivasi pasien seringkali bersifat situasional dan dipengaruhi oleh faktor emosional seperti kecemasan dan stres. Dukungan keluarga secara konsisten muncul sebagai salah satu faktor yang sangat kuat dalam meningkatkan kepatuhan dan perilaku manajemen diri. Hambatan yang dihadapi pasien bervariasi mulai dari emosional, logistik, ekonomi, hingga sistemik dan informasional, yang secara keseluruhan dapat mengganggu proses perawatan jangka panjang. Selain itu, aspek sosiodemografis seperti pekerjaan, lama menderita hipertensi, dan status sosial turut membentuk pola perilaku pasien dalam mengelola hipertensi. Oleh karena itu, pendekatan yang menyeluruh meliputi edukasi, intervensi psikososial, penguatan dukungan keluarga, dan perbaikan sistem pelayanan merupakan strategi penting dalam meningkatkan efektivitas manajemen diri pada penderita hipertensi. Temuan ini menyarankan perlunya penguatan intervensi multidisipliner yang mempertimbangkan dimensi sosial-ekonomi dan psikologis dalam pemberdayaan self-care pasien hipertensi. Kajian ini juga membuka peluang penelitian selanjutnya mengenai intervensi yang paling efektif dalam konteks This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : . Nomor 02 | Juli 2025 | E-ISSN : 2809-9117 | DOI: doi. org/healthcaring. Referensi