Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Pangi (Pangium edule Rein. Terhadap Penyembuhan Luka pada Tikus Putih (Rattus norvegicu. Syallommita Yukishi Kojongian1*. Meilani Jayanti1. Deby Afriani Mpila1 1Program Studi Farmasi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sam Ratulangi *Email: syallommitakojongian@gmail. ABSTRACT Pangi leaves (Pangium edule Reinw. ) have been empirically used as traditional medicine to promote wound healing. This study aimed to evaluate the wound-healing activity of ethanol extract of pangi leaves and to determine the optimal concentration for incision wound healing in white rats (Rattus norvegicu. This experimental study employed a post test-only control group design. The extract was obtained by maceration using 96% ethanol as the solvent. A total of 15 white rats were divided into five groups: negative control, positive control, and treatment groups receiving pangi leaf extract at concentrations of 2. 5%, 5%, and 10%. Incision wounds were created using a 10 mm biopsy punch, and wound diameter was observed for 14 Data were analyzed using the ShapiroAeWilk normality test. LeveneAos homogeneity test, one-way ANOVA, and LSD post hoc test. The results demonstrated significant differences among treatment groups . <0. , with the mean wound diameter decreasing from 12. 20 mm on day 0 to 1. 33 mm on day 14. The 5% and 10% extract concentrations showed the most optimal wound-healing effects and were comparable to the positive control. In conclusion, the ethanol extract of pangi leaves is effective in accelerating incision wound healing. Keywords: pangi leaves, wound healing, ethanol extract, white rats ABSTRAK Daun pangi (Pangium edule Rein. secara empiris telah dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk membantu penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas penyembuhan luka sayat ekstrak etanol daun pangi serta menentukan konsentrasi ekstrak yang paling optimal pada tikus putih (Rattus norvegicu. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan post test-only control group. Ekstrak daun pangi diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Sebanyak 15 ekor tikus putih dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, serta kelompok perlakuan ekstrak dengan konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10%. Luka sayat dibuat menggunakan biopsy punch berdiameter 10 mm dan diameter luka diamati selama 14 hari. Analisis data dilakukan menggunakan uji ShapiroAe Wilk, uji Levene. ANOVA satu arah, dan uji lanjut Post Hoc LSD. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan . <0,. , dengan penurunan ratarata diameter luka dari hari ke-0 sebesar 12,20 mm menjadi 1,33 mm pada hari ke-14. Konsentrasi ekstrak 5% dan 10% menunjukkan efektivitas penyembuhan luka yang paling optimal dan sebanding dengan kontrol positif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun pangi efektif dalam mempercepat penyembuhan luka sayat. Kata kunci: daun pangi, penyembuhan luka, ekstrak etanol, tikus putih PENDAHULUAN Luka didefinisikan sebagai kondisi terganggunya integritas jaringan tubuh akibat paparan faktor eksternal seperti trauma mekanik, bahan kimia, maupun agen biologis, yang dapat mengakibatkan terhambatnya fungsi normal kulit sebagai pelindung utama tubuh. Kondisi ini mengganggu fungsi protektif kulit sebagai penghalang utama terhadap mikroorganisme dan ISSN 2963-4334 Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Jurnal Lentera Farma Halaman 67 kehilangan cairan tubuh. Proses perbaikan jaringan pada luka berlangsung melalui serangkaian tahapan biologis yang saling berkaitan, meliputi fase inflamasi sebagai respon awal, diikuti fase proliferasi yang ditandai dengan pembentukan jaringan baru, serta fase maturasi yang berperan dalam penyempurnaan struktur jaringan kulit (Velnar et al. , 2. Gangguan pada salah satu fase tersebut dapat menyebabkan keterlambatan penyembuhan luka serta meningkatkan risiko infeksi dan pembentukan jaringan parut (Broughton et al. , 2. World Health Organization (WHO) mendorong pemanfaatan tanaman obat sebagai bagian dari sistem pelayanan kesehatan komplementer, khususnya di negara berkembang, karena dinilai memiliki potensi terapeutik yang baik serta lebih mudah diakses oleh masyarakat (Sulistiawati, 2. Berbagai penelitian melaporkan bahwa senyawa bioaktif dari tanaman, seperti flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid, memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, serta mampu merangsang regenerasi jaringan (Kumar & Pandey, 2. Daun pangi (Pangium edule Reinw. ) merupakan salah satu tanaman asli Indonesia yang secara empiris digunakan sebagai antiseptik dan obat penyembuh luka. Beberapa studi menunjukkan bahwa daun pangi mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid yang berperan sebagai antibakteri dan antiinflamasi (Yuliani et al. , 2018. Wulandari et al. , 2. Namun, bukti ilmiah mengenai efektivitas ekstrak etanol daun pangi terhadap penyembuhan luka sayat secara eksperimental masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi aktivitas penyembuhan luka ekstrak etanol daun pangi dan menentukan konsentrasi yang paling optimal. METODE Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan post testonly control group. Daun pangi dikeringkan, diserbukkan, dan diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak diuapkan menggunakan rotary evaporator hingga diperoleh ekstrak kental. Sebanyak 15 ekor tikus putih (Rattus norvegicu. dibagi secara acak ke dalam lima kelompok, yaitu kontrol negatif, kontrol positif . ioplacenton ge. , serta kelompok perlakuan ekstrak daun pangi konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10%. Luka sayat dibuat pada punggung tikus menggunakan biopsy punch berdiameter 10 mm setelah anestesi lokal lidokain Pengamatan dilakukan dengan mengukur diameter luka pada hari ke-0, 2, 7, 10, dan 14 menggunakan jangka sorong digital. Data dianalisis menggunakan uji ShapiroAeWilk untuk normalitas, uji Levene untuk homogenitas. ANOVA satu arah, dan uji lanjut Post Hoc LSD dengan tingkat signifikansi p < 0. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Rendemen Ekstrak Daun Pangi Proses ekstraksi daun pangi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% menghasilkan ekstrak kental sebanyak 29,05 g dari 200 g serbuk simplisia, dengan nilai rendemen sebesar 14,52%. Nilai ini memenuhi standar rendemen minimum ekstrak daun yang tercantum dalam Farmakope Herbal Indonesia (Ou11,8%). Rendemen yang baik menunjukkan bahwa etanol sebagai pelarut semipolar mampu mengekstraksi senyawa bioaktif secara optimal (Saifudin, 2011. Ariani et al. , 2. Tabel 1. Hasil Rendemen Ekstrak Etanol Daun Pangi Berat Simplisia . Berat Ekstrak Rendemen Ekstrak (%) 200,00 29,05 14,52% ISSN 2963-4334 Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Jurnal Lentera Farma Halaman 68 Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas hidup lansia yang menerima polifarmasi minor dengan kualitas hidup baik sebanyak 4 orang . %), kualitas hidup sedang sebanyak 39 orang . %) dan kualitas hidup buruk sebanyak 6 orang . %). Untuk polifarmasi mayor dengan kualitas hidup baik sebanyak 8 orang . %), kualitas hidup sedang sebanyak 16 orang . %) dan kualitas hidup buruk sebanyak 2 orang . %). Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa lansia yang menerima polifarmasi di Puskesmas Sonder menunjukkan kualitas hidup dalam ketegori sedang yang menandakan bahwa lansia masih dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan cukup baik, meskipun mengalami beberapa keterbatasan dalam aspek fisik, psikologis, hubungan sosial maupun lingkungan. Kualitas hidup yang berada dalam kategori sedang ini juga mencerminkan bahwa sistem pelayanan kesehatan di Puskesmas telah berperan dalam memberikan terapi yang cukup efektif bagi pasien, yang juga menandakan bahwa terapi polifarmasi dapat membantu mempertahankan kestabilan kondisi pasien dan mencegah penurunan fungsi yang lebih lanjut. Hasil Pengukuran Diameter Luka Pengamatan diameter luka dilakukan pada hari ke-0, 2, 7, 10, dan 14. Hasil menunjukkan bahwa seluruh kelompok perlakuan ekstrak mengalami penurunan diameter luka yang lebih cepat dibandingkan kelompok kontrol negatif. Penurunan diameter luka paling signifikan terjadi pada kelompok ekstrak konsentrasi 5% dan 10%. Tabel 2. Diameter Rata-rata Luka Sayat Tikus Putih . Data Diameter Rata-rata Penyembuhan Luka . Kelompok Perlakuan Hari ke-0 Hari-2 Hari ke-7 Hari ke-10 Hari ke-14 Kontrol Positif Kontrol Negatif Konsentrasi 2. Konsentrasi 5% Konsentrasi 10% Penurunan diameter luka yang lebih cepat pada kelompok ekstrak menunjukkan bahwa senyawa bioaktif dalam daun pangi mampu mempercepat transisi fase inflamasi menuju fase proliferasi (Broughton et al. , 2. Analisis Statistik Jika nilai p-value < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima, jika p-value > 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak. Hasil uji ShapiroAeWilk menunjukkan seluruh data terdistribusi normal . >0,. , sedangkan uji Levene menunjukkan varians data homogen . =0,. Uji ANOVA satu arah menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok . =0,. Tabel 3. Hasil Uji One Way ANOVA Sumber Variasi Antar Kelompok Dalam Kelompok Total Jumlah Kuadrat 7,596 4,078 11,675 Kuadrat Tengah 1,899 0,408 4,656 Sig. 0,022 Hasil uji Post Hoc LSD menunjukkan bahwa kelompok kontrol negatif berbeda signifikan dengan kontrol positif . =0,. serta dengan kelompok ekstrak etanol daun pangi konsentrasi ISSN 2963-4334 Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Jurnal Lentera Farma Halaman 69 5% . =0,. dan 10% . =0,. Sebaliknya, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol positif dengan seluruh kelompok perlakuan ekstrak maupun antar kelompok ekstrak dengan konsentrasi yang berbeda . >0,. Tabel 3. Uji Post Hoc LSD Perbandingan Kelompok Kontrol positif vs control negtif Kontrol positif vs ekstrak 2,5% Kontrol positif vs ekstrak 5% Nilai p (Sig. 0,009 0,201 0,612 Interprestasi Berbeda signifikan Tidak berbeda signifikan Tidak berbeda signifikan Kontrol positif vs ekstrak 10% Kontrol negative vs ekstrak 2,5% Kontrol negative vs ekstrak 5% Kontrol negatif vs ekstrak 10% Ekstrak 2,5% vs ekstrak 5% Ekstrak 2,5% vs ekstrak 10% Ekstrak 5% vs ekstrak 10% 0,475 0,092 0,022 0,003 0,418 0,061 0,234 Tidak berbeda signifikan Tidak berbeda signifikan Berbeda signifikan Berbeda signifikan Tidak berbeda signifikan Tidak berbeda signifikan Tidak berbeda signifikan Proses penyembuhan luka adalah mekanisme fisiologis yang kompleks yang melibatkan interaksi dinamis antara berbagai jenis sel, faktor pertumbuhan, dan mediator kimia. Secara garis besar, proses ini terbagi menjadi tiga fase utama, yaitu fase inflamasi, fase proliferasi, dan fase remodeling (Gurtner et al. , 2. Pada fase inflamasi, neutrofil dan makrofag berperan membersihkan jaringan yang rusak dan mencegah infeksi. Fase proliferasi terjadi pembentukan jaringan granulasi, angiogenesis, dan peningkatan produksi kolagen oleh fibroblast (Eming et al. , 2. Fase terakhir, remodeling terjadi reorganisasi kolagen dan peningkatan epitelisasi sehingga luka dapat tertutup dengan sempurna. Penurunan diameter luka yang signifikan hingga hari ke-14 menunjukkan bahwa ekstrak daun pangi mampu mempercepat transisi antar fase penyembuhan, khususnya fase proliferasi dan remodeling. (Broughton et al. , 2. Efektivitas ekstrak etanol daun pangi dalam mempercepat penyembuhan luka diduga berkaitan dengan kandungan flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid. Flavonoid diketahui memiliki kemampuan dalam meredam stres oksidatif serta menekan respon inflamasi melalui mekanisme penghambatan jalur enzimatik siklooksigenase dan lipooksigenase, sehingga mempercepat peralihan fase inflamasi menuju fase proliferasi pada proses penyembuhan luka (Shanbhag et al. , 2019. Kumar & Pandey, 2. Tanin memiliki karakteristik astringen yang mampu menyebabkan penyempitan jaringan dan pembentukan lapisan pelindung pada area luka, sehingga membantu mempercepat proses penutupan luka serta mengurangi risiko infeksi (Chauhan et al. , 2. Saponin berperan penting dalam mendukung pembentukan jaringan granulasi melalui stimulasi pertumbuhan pembuluh darah baru . serta peningkatan aktivitas fibroblas yang berkontribusi terhadap sintesis kolagen selama proses regenerasi jaringan kulit (Singh et al. , 2017. Azevedo et al. , 2. Kombinasi sinergis senyawa tersebut menjelaskan mengapa ekstrak daun pangi konsentrasi 5% dan 10% menunjukkan efektivitas yang sebanding dengan kontrol positif. KESIMPULAN Ekstrak etanol daun pangi (Pangium edule Reinw. ) terbukti efektif mempercepat penyembuhan luka sayat pada tikus putih (Rattus norvegicu. Konsentrasi 5% dan 10% menunjukkan efek penyembuhan luka paling optimal dan sebanding dengan kontrol positif. ISSN 2963-4334 Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Jurnal Lentera Farma Halaman 70 SARAN Adapun saran dari penelitian ini yakni, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi mekanisme kerja ekstrak daun pangi melalui analisis histopatologi, kandungan kolagen, serta uji keamanan. Selain itu, ekstrak daun pangi berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif dalam sediaan topikal penyembuh luka. DAFTAR PUSTAKA