@PUBLIK Jurnal Adminitrasi Publik E-ISSN : 2797-877X P-ISSN : 1978-4465 Volume 1. Nomor 01. Bulan April. Tahun 2022 Efektivitas Pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa di Kecamatan Pemulutan Barat Kabupaten Ogan Ilir Zamroni A*). Lishapsari Prihatini A). Mardianto A) AProgram Studi Magister Ilmu Administrasi Publik Stisipol Candradimuka Palembang A Dosen Stisipol Candradimuka Palembang ADosen FISIP Unsri & Dosen Luar Biasa Magister Ilmu Administrasi Publlik Stisipol Candradimuka Palembang *) Penulis korespondensi: zamzamroni600@gmail. ABSTRAK Sejak tahun 1980an TNI AD telah melaksanakan program yang semata-mata dalam rangka membantu mengatasi berbagai kesulitan masyarakat desa, program yang awalnya dikenal dengan nama ABRI Masuk Desa (AMD) saat ini berubah menjadi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Program TMMD ke-108 Kodim 0402/OKI di Kecamatan Pemulutan Barat kabupaten Ogan Ilir yang berkolaborasi dengan Pemerintah daerah sebagai penyedia anggaran untuk membangun infrastruktur akan berjalan dengan baik dan efektif apabila dilakukan melalui tahapan perencanaan dan persiapan yang matang dan pelaksanaan yang serius. Dimensi ketepatan sasaran untuk jangka pendek dan jangka panjang, sosialisai program melalui komunikasi dan penyampaian informasi, tujuan program dengan indikator pelaksaan kegiatan dan pencapaian tujuan, serta dimensi efektifitas program dengan indikator kualitas dan kuantitas hasil kegiatan serta waktu yang digunakan, menja ditolok ukur efektivitas pelaksanaan program TMMD ke-108 tahun 2020. Kata kunci : TMMD ke-108. Efektivitas, infrastruktur ABSTRACT Since the 1980s. Indonesian Army has implemented programs solely to help overcome the difficulties of rural communities, the program which was originally known as ABRI Masuk Desa (AMD) has now changed to TNI Manunggal membangun Desa (TMMD). The 108th TMMD program of Kodim 0402/OKI in Pemulutan Barat sub-district. OganIlir district in collaboration with the local government as a budget provider for infrastructure development will run well and effectively if it is carried out through careful planning and preparation stages and serious The dimensions of target accuracy for the short and long term, program socialization through communication and delivery of information, program objectives with indicators of implementing activities and achieving goals, as well as dimensions of program effectiveness with indicators of quality and quantity of activity results and the time used, become benchmarks for the effectiveness of program implementation 108th TMMD 2020. Keywords : Abstract, 108th TMMD. Effectiveness, infrastructure. Jurnal@PUBLIK, 2022, halaman 21 PENDAHULUAN Tentara Nasional Indonesia turut ambil bagian dalam percepatan pembangunan sebagai mana yang diamanatkan dalam UUD 1945, yaitu melalui program Tentara manunggal Membangun Desa (TMMD). Program TMMD yang dilaksanakan sejak tahun 1980-an dan dikenal dengan nama ABRI Masuk Desa (AMD), semata-mata dalam rangka membantu mengatasi berbagai kesulitan masyarakat desa, dimana kegiatannya dikemas dalam bentuk kegiatan fisik dan non fisik. Kegiatan fisik berupa pembangunan / renovasi sarana dan prasarana umum yang diperlukan masyarakat. Pemilihan daerah sasaran TMMD ini berdasarkan ususlan masyarakat setempat secara berjenjang dan penilaian dari unsur Komandan dan Staf Kodim terkait layak atau tidaknya sasaran fisik tersebut dimasukkan dalam program TMMD, adapun sasaran kegiatan yang dilakukan antara lain: Kegiatan Fisik . Pelebaran jalan yang menghubungkan desa Sarang Lang dengan desa Pulau Negara sepanjang 1,8 KM dan lebar 7 Meter. Rehab atap Masjid Nurul Huda 13 Meter X 13 Meter di desa Sarang Lang. Rehab atap Masjid Nurul Qolbi 10 Meter X 10 Meter di desa Pulau Negara. Pembuatan jembatan yang menghubungkan desa Sarang Lang dengan desa Pulau Negara sepanjang 20 Meter dengan konstruksi permanen. Kegiatan Non Fisik. Pemberian Materi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara kepada Murid Sekolah SD. SMP. SMA, dan masyarakat desa Sarang Lang dan desa Pulau Negara. Penyuluhan Hukum dan Kamtibmaskepada masyarakat desa Sarang Lang dan desa Pulau Negara. Penyuluhan Pelayanan Kesehatankepada masyarakat desa Sarang Lang dan desa Pulau Negara. Penyuluhan Pertaniantentang Budidaya Jamur Merang kepada masyarakat desa Sarang Lang dan desa Pulau Negara. Penyuluhan KB Kesehatankepada masyarakat desa Sarang Lang dan desa Pulau Negara. Penyuluhan Kehutanankepada masyarakat desa Sarang Lang dan desa Pulau Negara. Penyuluhan Agamakepada masyarakat desa Sarang Lang dan desa Pulau Negara. Penyuluhan tentang Bahaya Narkoba kepada masyarakat desa Sarang Lang dan desa Pulau Negara . arasumber dari Polres Ogan Ili. Kegiatan Bakti Sosial. Pengobatan gratis kepada masyarakat bekerja sama Kesdam II/Sriwijaya dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir dan Puskemas Kecamatan Pemulutan Barat. Pelayanan KB Kesehatan gratis kepada masyarakat bekerja sama Kesdam II/Sriwijaya dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir dan Puskemas Kecamatan Pemulutan Barat. Donor Darah bekerja sama Kesdam II/Sriwijaya dengan Dinas Kesehatan KabupatenOgan Ilir dan Puskemas KecamatanPemulutan Barat. Sunatan masal Kesdam II/Sriwijaya bekerjasama dengan Dinas Kesehatan KabupatenOgan Ilir dan Puskesmas KecamatanPemulutan Barat. Pembagian sembako kepada masyarakat yang kurang mampu. Kegiatan Komsos bersama masyarakat, diantaranya: Jurnal@PUBLIK, 2022, halaman 22 . Melaksanakan olahraga bersama. Melaksanakan kegiatan kesenian. Melaksanakan kegiatan keagamaan. Pengukuran efektivitas dapat dilihat dari hasil kerja suatu program, apabila tujuan suatu program dapat tercapai bisa dikatakan bahwa program tersebut efektif untuk Sebaliknya apabila suatu program tidak mendapatkan hasil maka dikatakan program tersebut tidak efektif. Kriteria atau ukuran pencapian tujuan secara efektif atau tidak menurut Siagian . 4: . Kejelasan tujuan yang hendak dicapai. Kejelasan strategi pencapaian tujuan. Proses analisis dan perumusan kebijaksanaan yang mantap. Penyusunan program yang matang. Penyusunan program yang mantap. Tersedianya sarana dan prasarana. Pelaksanaan efektif dan efesien. Sistem pengawasan dan pengendalian yang bersifat mendidik METODE PENELITIAN Data yang digunakan adalah berdasarkan jenisnya adalah data kuantitatif dan data kualitatif sedangkan berdasarkan sumbernya adalah data primer dan data sekunder. Instrumen pengumpul data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan Adapun informan dalam penelitian ini adalah Camat Pemulutan Barat. Kepala Desa Sarang Lang. Kepala Desa Pulau Negara. Tokoh Masyarakat Desa Sarang Lang sekaligus sebagai Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Desa (P2UKD). Tokoh Masyarakat Desa Pulau Negara yang berprofesi sebagai wiraswasta, dan warga desa yang tanahnya terkena pelebaran jalan. Analisis data adalah analisis kualitatif dengan model HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Ketepatan Sasaran Jangka pendek Masyarakat setempat sangat mengaharapkan adanya rehab jalan penghubung tersebut yang bisa memudahkan petani mengangkut hasil pertaniannya, memudahkan akses keluar masuk antar desa dan dari desa ke perkotaan yang bisa memotong hingga jarak 15 km. Jangka panjang Masyarakat Desa Sarang lang dan Desa Pulau Negara mayiritas perprofesi sebagai petani yang dalam pengolahan lahannya masih bergantung pada situasi cuaca, membutuhkan teknik yang khusus agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Kehidupan sosial ekonomi masyarakat desa yang umumnya masih pada taraf menegah bawah memunculkan permasalahan bidang kesehatan, pelanggaran hukum, dan lainlain. Setelah ditetapkan oleh Komando Atas dan mendekati waktu pelaksanaan ternyata ada kendala yang dihadapi yaitu adanya perubahan sasaran fisik yang semula ada 4 sasaran namun anggaran yang disiapkan oleh Pemerintah Daerah hanya untuk 1 sasaran yaitu pelebaran jalan yang menghubungkan desa Sarang Lang dengan desa Pulau Negara Jurnal@PUBLIK, 2022, halaman 23 sepanjang 1,8 KM dan lebar 7 Meter, sasaran fisik lainnya tidak masuk dalam anggaran yang dikeluarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR), bahkan rehab 1 unit jembatan yang merupakan infrastruktur yang vital agar bisa dilalui oleh kendaraan roda 4 tidak masuk dalam pertanggungjawaban anggaran PUPR. Sasaran rehab masjid yang seharusnya dikeluarkan oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman ( Perki. pada kenyataannya belum dianggarkan. Dari kasus tersebut ada permasalahan pada tahap perencanaan oleh Pemerintah Daerah antara lain. Proses perencanaan kegiatan pelaksanaan program TMMD oleh internal Organisasi Perangkat Daerah yang terkait lainnya sebagai pendukung masih ada yang belum koordinasi awal. Pelaksanaan program TMMD harus berhasil dan tidak mengecewakan Sasaran fisik yang telah ditentukan yaitu rehab jalan, jembatan, dan tempat ibadah harus dikerjakan. Sebagai mana yang telah dikemukakan oleh Kurniawan . bahwaAuEfektivitas adalah kemampuan melaksanakan tugas, fungsi . perasi kegiatan program atau mis. dari pada suatu organisasi atau sejenisnya yang tidak adanya tekanan atau ketegangan diantara pelaksanaannyaAy. Oleh karena itu agar kegiatan dapat berjalan dengan efektif maka komunikasi dan koordinasi terkait anggaran terus dilakukan sambil mengerjakan sasaran fisik yang belum masuk dalam APBD di Dinas PUPR. Setelah melalui proses yang cukup lama akhirnya pekerjaan rehab tempat ibadah dan jembatan yang selesai pada akhir bulan Juli 2020 dapat terdukung pada bulan Nopember 2020 melalui Dinas Perkim menggunakan dana APBD Perubahan. Penentuan sasaran yang berubah pada waktu mendekati pelaksanaan kegiatan yang berpotensi pada ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah dan TNI sebagai pelaksana. Apabila satgas TMMD saat itu mengikuti alokasi APBD yang disalurkan melalui Dinas PUPR maka hanya ada 1 sasaran fisik TMMD yaitu rehab jalan berupa perluasan dan perkerasan jalan sejauh 1,8 km. Oleh karena itu Komandan Satgas TMMD perlu mengambil keputusan khususnya bidang sasaran fisik yaitu tetap melaksanakan sesuai rencana awal berupa 4 sasaran fisik. Hal ini perlu dilakukan agar tidak mengecewakan masyarakat. Pada tahap persiapan akhir TMMD, maka dilaksanakan Rapat Koordinasi Teknis TMMD ke-108 yang diambil langsung oleh staf Teritorial TNI AD secara daring karena sat itu pandemik Covid 19 sudah mulai merebak di Indonesia. Pada gambar 5. 10 dibawah ini adalah kegiatan Rapat koordinasi teknis yang dilaksanakan pada tanggal 9 Juni 2020, dipimpin oleh Asisten territorial KSAD. Untuk wilayah Kodim 0402/OKI dihadiri langsung oleh Dandim 0402/OKI. Ketua DPRD Kabupaten Ogan Ilir. Sekda Ogan Ilir. Dandim 0402/OKI dan Kepala Bappeda Kabupaten Ogan Ilir. Tujuan program Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) bertujuan membantu Pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan bersifat sasaran fisik maupun non fisik guna memantapkan Kemanunggalan TNI-Rakyat dalam rangka menyiapkan Ruang. Alat dan Kondisi Juang yang tangguh. Ruang juang disiapkan melalui pembinaan aspek geografi, salah satunya kegiatan sasaran fisik yang Alat juang disiapkan melalui pembinaan aspek demografi dengnan kegiatan penyuluhan-penyuluhan dan pendekatan kebersamaan dan gotong royong. Kondisi juang disiapkan melalui pembinaan aspek kondisi sosial yang diarahkan pada terciptanya kondisi wilayah yang stabil dan kondusif serta memiliki daya tangkal yang ampuh terhadap pengaruh-pengaruh yang dapat melemahkan ketahanan wilayahnya. Jurnal@PUBLIK, 2022, halaman 24 Pada tanggal 30 Juni 2020 dilaksanakan upacara Pembukaan TMMD ke-108 yang dilaksanakan di Ruang rapat Bupati, tidak seperti yang biasanya pembukaan TMMD selalu dilaksanakan di lapangan dan disaksikan masyarakat. Dalam rangka menciptakan Ruang juang yang tangguh, satgas TMMD bersama masyarakat melaksakan perbaikan jalan yang menghubungkan antara Desa Sarang Lang dengan Desa Pulau Negara sepanjang 1800 m, dan perbaikan jembatan. Harapan yang besar dari masyarakat desa salah satunya adalah jembatan sepanjang 20 M yang hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda 2, saat ini sudah menjadi kenyataan, walaupun belum sepenuhnya memuaskan, namun paling tidak bisa dilalui kendaraan roda 4 dan 6 dengan tonas muatan terbatas. Pada gambar 5. 15 adalah proses pekerjaan pelebaran jembatan, dimulai dari penghancuran tiang tepi dan pada gambar 5. 16 yaitu pekerjaan pengecoran lantai jembatan selebar 1 m. Perbaikan atap masjid yang sudah bocor dibeberapa titik dilakukan bersama satgas TMMd dan masyarakat setempat. Pada gambar 5. 17 adalah kegiatan gotong royong membongkar atap lama masjid Nurul Huda di Desa Sarang Lang, ini sebagai wujud rasa persatuan antara TNI dengan Rakyat. Antusias warga setempat ditunjukkan dengan pengaturan giliran berkerja yang diatur oleh Kepala Dusun agar mereka tetap bisa berkerja sesuai profesinya masingh-masing. Selain kegiatan sasaran fisik, satgas TMMD bersama Pemerintah Daerah melalui OPD terkait melaksanakan kegiatan sasaran non fisik terhadap masyarakat di dua desa, antara lain kegiatan pelayanan KB seperti pada pada tahun 2018 jumlah peserta akseptor KB dalam kecamatn Pemulutan Barat baru tercatat berjumlah 2. 272 orang (Pemulutan Barat dalam angka 2. Pengobatan gratis pun dilaksanakan seperti pada gambar 5. dan penyuluhan kesehatan seperti pada gambar 5. Dengan ketersediaan fasilitas kesehatan di Kecamatan Pemulutan Barat hanya ada 1 Puskesmas, dan di desa-desa hanya ada 1 Posyandu dan 1 Poskesdes, maka kegiatan pengobatan gratis pada pelaksanaan program TMMD sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sebagai bentuk sumbangan kemanusiaan, satgas TMMD juga menyelenggarakan donor darah. Seperti yang terlihat pada gambar 5. 24 adalah kegiatan donor darah yang dipusatkan menggunakan sarana gedung SD di desa Sarang Lang dengan peserta anggota satgas dan juga masyarakat setempat. Pelanggaran hukum masih terjadi dilingkungan Desa Sarang Lang dan Desa Pulau Negara, desa ini relatif dekat dengan kota Indralaya dan Kota Palembang, oleh karena itu untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang hukum dan memiliki daya tangkal terhadap pengaruh negatif maka diberikan penyuluhan tentang Narkoba, penyuluhan tentang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, dan Bela Negara. Sebagai bentuk keseriusan TNI dalam menyelenggarakan TMMD, dilaksanakan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan TMMD oleh dari Pusat Teritorial TNI AD dan dari Mabes TNI AD. Pada gambar 5. 31 adalah kegiatan Pengawasan dan Pengendalian dilaksanakan pada tanggal 7 Juli 2020 di lokasi TMMD untuk mengetahui sejauh mana penyelenggaraan dan kendala yang dihadapi. Berikut adalah Kunjugan Brigjen TNI Ahmad Said. Sos yang disambut Dansatgas TMMD. Forkopimda diantaranya Ketua DPRD Kabupaten Ogan Ilir. Kapolres dan Kajari. Sekda, para Asisten Setda dan OPD terkait. Pada kesempatan lain. Tim Pengawassan dan Evaluasi TMMD dari Mabes TNI AD juga memberikan perhatian terhadap penyelenggaraan TMMD ke-108. seperti yang terlihat pada gambar 5. 32 adalah kunjungan Tim Wasev yang dipimpin oleh Brigjen TNI Mochammad Hasan meninjau lokasi TMMD pada tanggal 15 Juli 2020. Pada kesempatan tersebut Dansatgas TMMD memaparkan kegiatan yang sedang berlangsung, kendala Jurnal@PUBLIK, 2022, halaman 25 yang dihadapi dan upaya untuk mengatasinya. Ketua Tim juga memberikan petunjuk arahan agar kegiatan berjalan sesuai harapan masyarakat, berkualitas dan selesai tepat Pencapaian tujuan Kegiatan yang dilaksanakan terhadap objek fisik dan non fisik dalam penyelenggaraan TMMD pada dasarnya ingin mencapai tujuan baik jangka pendek dan jangka panjang, setelah 30 hari waktu pelaksanaan program TMMD ke-108 Pemerintah Daerah dan TNI terus berharap agar apa yang dilakukan memberikan dampak yang positif terhadap masayarakat, antara lain: Terlaksananya kesamaan visi dan misi antar aparatur Pemerintah di daerah bersama para tokoh masyarakat secara terpadu dan melembaga dalam memberdayakan masyarakat serta lingkungannya. Terlaksananya peningkatan kesejahteraan dan kehidupan Sosial masyarakat didaerah menuju masyarakat yang semangkin sejahtera dan mandiri serta memiliki ketahanan wilayah yang tangguh dalam menghadapi setiap hakikat ancaman. Meningkatnya kesadaran masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yang tercermin dengan adanya tertib hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat berdasarkan pancasila dan UUD 1945. Meningkatnya wawasan kebangsaan serta kesadaran bela Negara yang tercermin dalam pola dan sikap hidup setiap warga masyarakat sesuai bidang profesi dan pengabdianya masing-masing. Terwujudnya semangat kebersamaan, gotong royang dan rasa kekeluargaan serta partisipasi aktif masyarakat dalam membangun daerahnya sehingga terciptanya jiwa persatuan dan kesatuan yang kokoh dalam rangka menunjang terwujudnya Kemanunggalan TNI-Rakyat. Kebersamaam TNI-Rakyat terlihat tidak hanya saat bekerja, namun saat kegiatan istirahat makan siang pun anggota satgas bersama dengan masyarakat yang menjadi orang tua asuh. Indeks uang makan satgas dukungan dari mabes TNI sebesar Rp. 000/orang/hari diserahkan kepada Orang tua asuh dimana anggota satgas tinggal. Efektivitas program Kuantitas Satu tahun berlalu setelah kegiatan TMMD selesai, peneliti melakukan observasi, wawancara mendalam terhadap informan, serta mengumpulkan dokumentasi yang terkait dengan pelaksanaan TMMD ke-108 tahun 2020 di Kecamatan Pemulutan Barat, khususnya terkait masalah efektifitas kegiatan TMMD di daerah tersebut. Secara kuantias kegiatan TMMD dapat dilakukan semua baik sasaran fisik maupun non fisik. Adapun sasaran fisik yang diselesaikan antara lain: Rehab jalan. Jalan yang menghubungkan antara Desa Sarang Lang dan Desa Pulau Negara dibangun pada tahun 1987 melalui program padat karya dengan lebar 4 M sepanjang 1800 M. Kondisi saat peninjauan sangat memprihatinkan, kontur jalan yang tidak rata, ada beberapa titik yang becek dan sulit dilaluli saat berpapasan walaupun hanya dengan kendaraan Roda dua. Pada gambar 5. 35 adalah kondisi jalan setelah dilakukan rehab melalui program TMMD. Jalan tersebut mejadi lebar antara 7 sampai 8 m dan keras, dapat dilalui kendaraan roda empat bahkan roda enam dari dua arah. Rehab Jembatan. Jurnal@PUBLIK, 2022, halaman 26 Jambatan dengan bentangan sepanjang 20 m lebar 2 m, yang menghubungkan antara jalan di Desa Sarang Lang menuju akses jalan penghubung dari Desa Sarang Lang ke Desa Pulau Negara, hanya bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Kalau tidak dilakukan pelebaran maka jalan penghubung yang menjadi sasaran TMMD tidak bermanfaat karena kendaraan roda empat atau 6 akan terhenti di ujung Dengan adanya rehab berupa pemasangan tiang tambahan dan pelebaran badan jembatan maka kendaraan roda empat atau roda enam dapat melintas, namun perlu diperhatikan beban muatannya, . Rehab 2 unit Masjid. Adanya perubahan signifikan dari atap masjid yang semula genteng dan asbes yang sudah rapuh diganti dengan atap baja ringan. Hasil yang dicapai pada kegiatan sasaran non fisik yang melibatkan warga masyarakat untuk mengikuti penyuluhan Ae penyuluhan belum maksimal. Hal ini disebabklan karena pandemi Covid 19 sudah diberlakukan pembatasan aktifitas dan mengurangi kehadiran disetiap acara untuk menghindari kerumunan. Berdasarkan uraian kuantitas pekerjaan yang dilaksanakan pada kegiatan baik sasaran fisik maupun sasaran non fisik dapat dinilai bahwa program TMMD di Kecamatan Pemulutan Barat dari segi kuantitas pekerjaan sangat efektif. Kualitas Menurut Sugiyono dalam Budiani . 7: . menyebutkan beberapa indikator yang digunakan untuk mengukur efektivitas, indikator terakhir adalah Pemantauan atau pengawasan, yang meliputi tindakan mengecek dan membandingkan hasil yang dicapai dengan standar-standar yang telah digariskan. Apabila hasil yang dicapai menyimpang dari standar yang berlaku perlu dilakukan tindakan korektif untuk Waktu yang dialokasikan untuk penyelenggaraan TMMD dimulai tanggal 30 Juni sampai tanggal 29 Juli 2020. Penutupan TMMD yang biasanya dilaksanakan di lapangan terbuka saat itu dilaksnaakan di ruangan. Ada 45 satgas TMMD di seluruh Indonesia yang melakukan penutupan pada waktu yang sama. Kegiatan penutupan dihadiri oleh pejabat militer, dalam hal ini Komandan Korem 044/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji bertindak sebagai Inspketur Upacara. Pada kesempatan itu dilaksanakan penyerahan hasil TMMD oleh Dansatgas TMMD kepada Bupati Kabupaten Ogan Ilir disaksikan oleh Danrem 044/Gapo, segala macam bentuk kegiatan baik fisik maupun non fisik telah dilaksanakan dalam kurun waktu 30 hari. Dihadapkan dengan waktu yang saat itu masih hujan kegiatan pekerjaan fisik hampir tidak bisa diselesaikan. Jenis pekerjaan jalan berupa penimbunan di kanan kiri jalan, dipadatkan, kemudian ditebar kerikil dan dipadatkan lagi akan sulit saat terjadi hujan. Namun dengan memanfaatkan situasi saat tidak terjadi hujan satgas memperbanyak armada angkut tanah dan alat berat maka kendala tersebut dapat diatasi. Pelaksanaan kegiatan sasaran non fisik juga mengalami kendala, karena situasi pandemi Covid-19 maka tidak bisa menyelenggarakan satu kegiatan dalam satu tempat dan waktu karena adanya pembatasan. Oleha karena itu 1 kegiatan penyuluhan dilakukan lebih dari 2 kali dengan tempat yang berbeda dan waktu yang Dengan berbagai kendala yang dihadapi dan upaya mengatasinya maka program TMMD di kecamatan Pemulutan Barat dari segi waktu sangat Penutupan TMMD telah dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2020, saat ini Jurnal@PUBLIK, 2022, halaman 27 masyarakat merasakan manfaatnya, namun tetap berharap ada program TMMD atau program lainnya dati TNI untuk lebih meningkatkan kesejahteraan Harapan tersebut disampaikan juga oleh Sekda kabupaten Ogan Ilir saat upacara penutupan TMMD ke-108 TA 2020. Sutrisno Edi dalam bukunya yang berjudul Budaya Organisasi . 7: . menyebutkan bahwa dalam mengukur efektivitas suatu kegiatan atau aktifitas perlu diperhatikan beberapa indikator, yaitu Pemahaman program, tepat Sasaran, tepat waktu, tercapainya tujuan, dan adanya perubahan nyata. Sejalan dengan hal tersebut, maka pengukuran efektivitas melalui berapa dimensi dan indikator dapat dijelaskan bahwa hasil penelitian dilapangan diperoleh informasi baik dari pejabat daerah maupun warga masyarakat Desa Sarang Lang dan Desa Pulau Negara serta peninjauan langsung dilapangan terhadap hasil pelaksanaan TMMD ke-108 menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan program TMMD efektif. Dimensi ketepatan sasaran yang dipilih untuk dijadikan objek fisik kegiatan TMMD berupa pelebaran dan perkerasan jalan sehingga bisa dilalui kendaraan roda 4 dari dua arah yang menghubungkan antara Desa Sarang Lang dan Desa Pulau Negara dalam kecamatan Pemulutan Barat yang bisa menghemat jarak tempuh sejauh 15 KM adalah sangat tepat karena memang dibutuhkan oleh masyarakat baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Program pembangunan apapun yang dianggap itu adalah demi kepentingan umum, bisa tidak berjalan lancar dan menemui berbagai hambatan manakala tidak ada komunikasi dan koordinasi yang baik antar pemangku kepentingan dan Apalagi pembangunan infrastruktur yang memanfaatkan sebagian asset milik masyarakat untuk kepentingan umum. Berdasarkan hasil penelitian, sosialisasi program TMMD ke-108 di kecamatan Pemulutan Barat telah dilakukan sejak tahap perencanaan program. Peninjauan lapangan sambil berkomunikasi dengan aparat Desa, tokoh masyarakat, pemilik asset tanah, dan stake holder lainnya memudahkan dalam persiapan dan pelaksanaan program tersebut. penyampaian informasi baik dari pihak Kodim 0402/OKI kepada masyarakat dan pemerintah daerah diberikan secara menyeluruh tanpa ada unsur menutup-nutupi, mengurangi dan sebagainya. Demikian juga informasi yang diperoleh dari masyarakat ditanggapi segera oleh pihak Kodim 0402/OKI dan pihak pemerintah daerah, sehingga apa yang dibutuhkan demi efektivitas program dapat tercapai. Perencanaan dan persiapan yang matang setidaknya mempengaruhi 85 % keberhasilan pelaksanaan tugas. Dalam dimensi Tujuan Program diperoleh hasil bahwa pelaksaan program dapat dilakukan sesuai dengan rencana waktu yang telah dibuat dan dapat dikatakan telah mencapai tujuan yang ditentukan. Program TMMD ke-108 tidak akan dikatakan efektif apabila hasil diperoleh secara kualitas maupun kuantitas tidak baik serta melampaui target waktu yang ditentukan. Indikator kuantitas adalah semua jenis kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan lengkap, secara kualitas hasil kegiatan dinilai baik, pekerjaan fisik rapi dan berfungsi dengan baik, sedangkan dari indikator waktu adalah pelaksanaan program TMMD yang hanya 30 hari dapat menuntaskan semua program kegiatan baik fisik maupun non fisik. Jurnal@PUBLIK, 2022, halaman 28 KESIMPULAN Pelaksanaan Program TMMD ke-108 di Kecamatan Pemulutan Barat Kabupaten Ogan Ilir yang dilakukan oleh Kodim 0402/OKI Efektif. Untuk lebih jelasnya diuraikan sebagai berikut : Ketepatan Sasaran Jangka Pendek, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan 1 tahun setelah pelaksanaan TMMD menunjukkan bahwa sasaran fisik yang dikerjakan sangat bermanfaat dan tujuan dalam jangka tercapai. Seperti jalan yang diperlebar dan diperkeras dan jembatan yang diperlebar sudah bisa memudahkan mobilisasi masyarakat desa. Untuk kedepannya jalan dan jembatan tersebut harus ditingkatkan kualitasnya dengan cara pengecoran atau pengaspalan, dan jembatan harus diperkuat atau dibuat sesuai standar konstruksi jembatan untuk keamanan masyarakat desa. Jangka Panjang. Pelaksanaan program TMMD khususnya kegiatan sasaran non fisik berupa penyuluhan-penyuluhan memberikan dampak yang positif bagi kesejahteraan masyarakat setempat. Komunikasi yang sudah terjalin baik merupakan modal utama untuk kepentingan terwujudnya kemanunggalan TNI-Rakyat, serta terciptanya Ruang. Alat dan Kondisi Juang yang tangguh untuk kepentingan pertahanan dan perlawanan Bagi masyarakat desa sasaran TMMD dalam panjang akan merasakan manfaatnya untuk peningkatankesejahteraan kehidupan-nya. Sosialisasi Program Informasi. Pelaksanaan Program TMMD ke-108 dari segi informasi dapat disimpulkan bahwa segala bentuk informasi baik tertulis maupun tidak tertulis telah disampaikan jauh sebelum pelaksanaan program, yaitu sejak tahun 2018 dengan adanya surat telegram Danrem 044/Gapo Nomor ST/683/2018 tanggal 31 Oktober 2018, sehingga proses perencanaan dan persiapan cukup matang. Komunikasi. Komunikasi untuk koordinasi antara Kodim 0402/OKI dengan Pemerintah Daerah terjalin baik. Dengan adanya dukungan penuh dari Bupati Ogan Ilir yang tidak merefocusing anggaran TMMD untuk penanganan Covid 19 menunjukkan komitmen Pemerintah Daerah untuk mensukseskan program TMMD dan memenuhi harapan masyarakat Desa Sarang Lang dan Desa Pulau Negara. Selain dengan pihak Pemerintah Daerah, komunikasi juga terjalin baik dengan masyarakat setempat sehingga kegiatan pelebaran jalan dapat dilaksanakan tanpa ada hambatan. Tujuan Program Pelaksanaan. Program TMMD ke-108 dilaksanakan serentak oleh 45 Satgas TMMD jajaran TNI AD dan dibuka pada tanggal 30 Juni 2020 dan ditutup pada tanggal 29 Juli Kegiatan yang dilaksanakan berupa sasaran fisik dan non fisik. Perhatian dari Komando Atas dan Kepala Daerah saat pelaksanaan sangat tinggi melalui kegiatan Pengawasan dan Pengendalian oleh tim dari Pusat Teritorial TNI AD. Pengawasan dan Evaluasi oleh tim dari Mabes TNI AD, kemudian peninjauan oleh Bupati Ogan Ilir. Kegiatan tersebut untuk memastikan bahwa pelaksanaan program TMMD di Kecamatan Pemuliutan Barat dapat berjalan dengan lancar sesuai harapan. Pencapaian tujuan. Bagi kepentingan TNI AD tujuan TMMD terciptanya kemanunggalan TNI dengan rakyat, bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Ogan Ilir tujuannya adalah terselenggarakannya pembangunan di daerah tanpa ada permasalahan dan meningkatkan kesejahteraan masya-rakat. Jurnal@PUBLIK, 2022, halaman 29 Efektivitas program Kuantitas. Berdasarkan volume pekerjaan fisik dihadapkan dengan waktu dan anggaran, secara kuantitas sasaran dapat diselesaikan dengan baik. Dari segi sasaran non fisik berupa penyuluhan-penyuluhan secara kuantitas kehadiran peserta belum maksimal, selain karena pelaksanaan kegiatan pada masa awal pandemi Covid-19, juga disebabkan kegiatan pekerjaan masyarakat yang saat terjadwal tidak bisa mereka Kualaitas. Berdasarkan hasil wawancara kepada para Pejabat daerah dan masyarakat dan peninjauan fisik hasil program TMMD setelah 1 tahun berlalu, secara kualitas sasaran fisik yang dibuat masih baik. DAFTAR PUSTAKA