Mumtaz : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Volume 5. Nomor 1. Januari 2026 E-ISSN : 2828-3856 . P-ISSN : 2828-3848 Mumtaz : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam journal homepage: https://journal. id/index. php/mumtaz Model Logistik Just-In-Time Berbasis Etika Zuhud pada UMKM Muslim Agfahmi Dinata agfahmidinata@gmail. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara *Correspondence: agfahmidinata@gmail. com* https:journal. id/mumtaz | Submission Received : 29-01-2026. Revised : 02-02-2026. Accepted : 09-02-2026. Published : 10-02-2026 Abstract This study aims to formulate a "Wasteless Logistics" model by integrating the modern Just-In-Time (JIT) management system and the ethics of Zuhud in the operational context of Muslim MSMEs. The background of this study is the phenomenon of logistical inefficiency often faced by MSMEs, where they are trapped in a Just-In-Case mindset, which causes excess stock accumulation and negative impacts such as capital stagnation and wasteful behavior prohibited by Using a qualitative descriptive-analytical approach through case studies of five MSME units from various sectors, this study explores how spiritual values can be transformed into operational internal controls. The results show that the integration of Zuhud ethics and Qana'ah attitudes can change the procurement mechanism to be based on real needs (Pull Syste. , which is driven by theological awareness, not only material ambitions. Field findings indicate that this model significantly reduces the level of raw material wastage by 1-5% and increases capital turnover by up to 40%. The synergy between JIT technical precision as the "body" and Zuhud ethics as the "soul" of management not only creates cost efficiency, but also realizes business blessings through trustworthy and responsible resource management. Keywords : Just-In-Time. Logistics. Muslim MSMEs. Mubazir, and Zuhud Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model "Logistik Tanpa Mubazir" dengan mengintegrasikan sistem manajemen modern Just-In-Time (JIT) dan etika Zuhud dalam konteks operasional UMKM Muslim. Latar belakang penelitian ini adalah fenomena inefisiensi logistik yang sering dihadapi UMKM, di mana A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). mereka terjebak dalam pola pikir Just-In-Case, yang menyebabkan penumpukan stok berlebih dan dampak negatif seperti stagnasi modal serta perilaku mubazir yang dilarang dalam syariah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis melalui studi kasus pada lima unit UMKM dari berbagai sektor, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai spiritual dapat diubah menjadi kontrol internal operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi etika Zuhud dan sikap QanaAoah dapat mengubah mekanisme pengadaan barang menjadi berbasis kebutuhan riil (Pull Syste. , yang didorong oleh kesadaran teologis, bukan hanya ambisi materi. Temuan lapangan mengindikasikan bahwa model ini secara signifikan mengurangi tingkat pemborosan bahan baku hingga 1-5% dan meningkatkan perputaran modal sampai 40%. Sinergi antara presisi teknis JIT sebagai "tubuh" dan etika Zuhud sebagai "ruh" manajemen tidak hanya menciptakan efisiensi biaya, tetapi juga mewujudkan keberkahan usaha melalui pengelolaan sumber daya yang amanah dan bertanggung jawab. Kata Kunci : Just-In-Time. Logistik. Mubazir. UMKM Muslim, dan Zuhud PENDAHULUAN Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, efisiensi rantai pasok telah menjadi faktor utama dalam menentukan daya saing bisnis. Bagi Indonesia, sebagai negara dengan populasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terbesar di Asia Tenggara, efisiensi ini merupakan tantangan yang terus-menerus menghambat pengembangan kelas usaha. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM, kontribusi UMKM terhadap PDB nasional mencapai 61%, tetapi produktivitasnya masih terpengaruh oleh biaya logistik nasional yang mencapai 14,29% dari PDB pada tahun 2023. Di lapangan, masalah ini semakin diperburuk oleh ketidakaturan dalam pengadaan barang yang menyebabkan penumpukan stok berlebih. Bagi pengusaha Muslim, fenomena ini bukan hanya masalah teknis, melainkan juga isu teologis terkait pelanggaran prinsip amanah dalam pengelolaan sumber daya. Penumpukan barang yang berujung pada kerusakan fisik dan stagnasi modal merupakan bentuk perilaku mubazirAitindakan pemborosan yang secara tegas dilarang dalam syariah karena dianggap merusak keberkahan usaha. Manajemen modern sebenarnya telah menyediakan solusi melalui sistem Just-In-Time (JIT) yang bertujuan mengurangi pemborosan dengan memproduksi atau menyediakan barang hanya saat dibutuhkan. Namun, adopsi JIT di kalangan UMKM sering menghadapi hambatan budaya dan mentalitas Just-In-CaseAipola pikir untuk menimbun barang sebagai langkah antisipasi terhadap fluktuasi pasar. Terdapat kesenjangan literatur yang signifikan dalam memahami fenomena ini. Penelitian sebelumnya, seperti yang dilakukan oleh Pratama dkk. cenderung melihat efisiensi persediaan dari sudut pandang pengurangan biaya secara mekanistik. Secara internasional, kajian JIT oleh Khan dkk. dalam Journal of Cleaner Production menekankan integrasi teknologi digital untuk mengurangi pemborosan namun tetap berada dalam paradigma sekuler yang mengabaikan dimensi perilaku berbasis nilai agama. Begitu juga dengan studi oleh Sari & Rahman . yang menunjukkan bahwa kegagalan adopsi teknik operasional di UMKM lebih disebabkan oleh rendahnya literasi teknis. Hingga kini, belum ada penelitian mendalam yang mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai tasawuf, khususnya etika Zuhud, dapat dijadikan instrumen kontrol operasional A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). yang praktis. Selama ini. Zuhud sering disalahpahami sebagai sikap anti-materi (Hafidhuddin, 2. , padahal dalam perspektif ekonomi Islam. Zuhud adalah filter kognitif yang membantu memoderasi hasrat materi agar tetap berada pada jalur kecukupan. Penelitian ini bertujuan untuk menjembatani dualisme antara teknik logistik modern dan nilai transendental melalui model "Logistik Tanpa Mubazir". Inovasi utama yang dihadirkan adalah reposisi Zuhud bukan sebagai pelarian dari aktivitas ekonomi, melainkan sebagai pendorong kesadaran dalam sistem pull JIT. Dengan mengadopsi etika Zuhud, pengusaha Muslim didorong untuk memiliki kontrol diri yang kuat dalam pengambilan keputusan logistik, sehingga pengadaan barang dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata, bukan karena dorongan ambisi ekspansi yang spekulatif. Urgensi penelitian ini menjadi semakin penting karena integrasi nilai spiritual dapat berfungsi sebagai kontrol internal yang lebih organik dibandingkan dengan pengawasan eksternal dalam mengurangi limbah produksi. Hal ini sejalan dengan visi industri halal global yang kini mulai beralih dari sekadar label produk menuju rantai pasokan halalan-thayyiban yang menekankan kebaikan dan efisiensi di seluruh proses operasional. Secara keseluruhan, penelitian ini bertujuan untuk mengukur relevansi prinsip JIT dengan nilai Zuhud, membangun model teknis logistik yang aplikatif bagi UMKM, serta menganalisis dampaknya terhadap perputaran modal yang lebih sehat. Secara teoretis, studi ini diharapkan dapat memperkaya khazanah manajemen bisnis Islam dengan mensintesiskan tasawuf praktis ke dalam model operasional yang teknis-aplikatif. Secara praktis, penelitian ini memberikan panduan strategis bagi pelaku UMKM untuk mengoptimalkan arus kas melalui pengurangan biaya penyimpanan, sekaligus memberikan kontribusi sosial dalam menciptakan ekosistem bisnis yang lebih bertanggung jawab terhadap pemanfaatan sumber daya alam dengan meminimalkan limbah distribusi. TINJAUAN LITERATUR 1 Sistem Manajemen Just In Time (JIT) Sistem manajemen Just In Time (JIT) bukan sekadar teknik pengaturan stok konvensional, melainkan sebuah filosofi manufaktur dan operasional yang bertujuan untuk mengeliminasi segala bentuk pemborosan . di sepanjang rantai nilai. Menurut Fahmi . , dalam perspektif manajemen strategis syariah, efisiensi yang ditawarkan oleh JIT selaras dengan prinsip pertanggungjawaban amanah atas sumber daya yang dimiliki perusahaan. Berikut adalah pendalaman elemen-elemen teknis JIT yang disintesis dengan kebutuhan UMKM Muslim: Mekanisme Aliran Tarik (Pull Syste. dan Kendali Kan-ban Berbeda dengan sistem Push yang memproduksi barang berdasarkan prediksi . yang sering kali meleset. JIT menggunakan Pull System. Dalam sistem ini, aktivitas pengadaan bahan baku hanya dipicu oleh adanya permintaan nyata dari pelanggan. Pratama dkk. menjelaskan bahwa penerapan sistem tarik ini pada UMKM secara signifikan mampu mengurangi biaya penyimpanan . arrying cost. hingga 40%. Hal ini sejalan dengan upaya menghindari kemubaziran akibat stok yang mengendap terlalu lama. A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Korelasi Tujuh Pemborosan (The Seven Waste. dengan Etika AntiMubazir Filosofi JIT berfokus pada penghapusan tujuh jenis pemborosan yang awalnya dipopulerkan oleh Taiichi Ohno. Dalam penelitian ini, pemborosan tersebut didekonstruksi sebagai bentuk nyata dari perilaku tabzir yang dilarang dalam Islam: Overproduction (Produksi Berlebi. : Memproduksi barang sebelum Ini adalah pemborosan paling berbahaya karena memicu pemborosan lainnya. Inventory (Persediaa. : Stok mati yang menumpuk di gudang. Menurut Putra . , inventaris yang berlebih sering kali menutupi masalah inefisiensi produksi yang sebenarnya. Defects (Cacat Produ. : Penggunaan bahan baku yang sia-sia karena kualitas yang buruk. Hal ini bertentangan dengan prinsip Itqan . dalam bekerja. Total Quality Management (TQM) dan Prinsip Ihsan JIT menuntut kualitas sempurna tanpa toleransi kesalahan . ero defec. Hal ini dikarenakan dalam sistem JIT tidak terdapat persediaan cadangan . uffer stoc. yang besar. Jika satu bahan baku cacat, seluruh lini produksi akan Oleh karena itu, keterkaitan JIT dengan kualitas mencerminkan nilai Ihsan dalam Islam, yaitu melakukan segala sesuatu dengan kualitas terbaik karena merasa diawasi oleh Allah SWT. Nur & Rahmawati . menekankan bahwa digitalisasi dapat membantu UMKM dalam memantau kualitas ini secara presisi. Hubungan Kemitraan Jangka Panjang dengan Pemasok JIT tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan pemasok yang andal. Manajemen harus mengubah hubungan yang bersifat transaksional menjadi hubungan kemitraan strategis. Dalam konteks UMKM Muslim, hal ini diwujudkan melalui nilai Ukhuwah . Pemasok dianggap sebagai bagian dari keluarga besar perusahaan yang saling membantu dalam menjaga kelancaran arus barang. Sari & Rahmawati . menyebutkan bahwa modal sosial berupa kepercayaan . antara pelaku usaha dan vendor adalah kunci keberlanjutan usaha di masa krisis. Reduksi Waktu Set-Up dan Fleksibilitas Operasional Kemampuan UMKM untuk beralih dari satu jenis produksi ke produksi lain secara cepat memungkinkan mereka untuk melayani pesanan custom tanpa perlu menimbun stok massal. Fleksibilitas ini merupakan manifestasi dari ketangkasan manajerial yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi fluktuasi pasar modern. 2 Etika Zuhud Sebagai Instrumen Manajemen Syariah Dalam konteks ekonomi syariah modern. Zuhud dipahami sebagai alat untuk mengelola keinginan yang sangat penting bagi operasional bisnis. Nilai ini kini tidak lagi dipahami sebagai penolakan terhadap materi, melainkan sebagai kemampuan psikologis untuk tidak terikat secara emosional pada harta benda (Fahmi, 2. Dalam manajemen logistik, etika ini berfungsi sebagai pengatur A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). internal yang mencegah pelaku usaha dari perilaku spekulatif dan ambisi menimbun barang yang tidak produktif. Sikap QanaAoah atau merasa cukup menjadi dasar utama, di mana pengadaan barang dilakukan hanya berdasarkan kebutuhan fungsional nyata untuk mendukung kelancaran rantai pasok tanpa terjebak dalam kecemasan akan kekurangan stok yang berlebihan. Secara operasional, etika Zuhud membangun landasan moral bagi efisiensi yang adil dengan memandang setiap unit inventaris sebagai amanah yang harus dioptimalkan untuk menghindari perilaku mubazir (Nur & Rahmawati, 2. Integrasi nilai ini menghasilkan disiplin diri yang melampaui standar manajemen konvensional, karena kepatuhan terhadap efisiensi stok muncul dari keyakinan spiritual bahwa menjaga sumber daya dari pemborosan merupakan bagian dari integritas ibadah. Dengan demikian, penerapan Zuhud dalam rantai pasok UMKM Muslim tidak hanya bertujuan untuk optimasi keuntungan, tetapi juga untuk mencapai keberkahan usaha melalui pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab dan tepat guna. Dalam literatur tasawuf klasik. Zuhud sering kali dipahami secara sempit sebagai pengasingan diri dari harta dunia. Namun, dalam konteks manajemen modern. Zuhud harus didefinisikan ulang sebagai kemerdekaan hati dari dominasi materi, yang termanifestasi dalam perilaku konsumsi dan produksi yang Aziz . menekankan bahwa Zuhud dalam bisnis berarti mengelola harta tanpa membiarkan keterikatan emosional . eperti keserakahan atau ketakutan akan kemiskina. mendikte keputusan manajerial. Sebagai instrumen manajemen syariah. Zuhud bertransformasi menjadi kontrol internal yang kuat. Mubarok & Amin . menyatakan bahwa sikap QanaAoah . erasa cuku. yang lahir dari Zuhud merupakan antitesis dari perilaku Dalam manajemen rantai pasok, seorang manajer yang memiliki etika Zuhud tidak akan terjebak dalam praktik ihtikar . enimbunan baran. untuk mencari keuntungan sesaat dari fluktuasi harga. Sebaliknya, ia akan berfokus pada kecukupan operasional yang menjamin keberlangsungan usaha tanpa merugikan ekosistem pasar. Dengan demikian. Zuhud berfungsi sebagai filter moral yang memastikan setiap unit aset yang dikelola memberikan manfaat maksimal bagi kemaslahatan umat. 3 Sistesis JIT berbasis Zuhud : Menuju Logistik Tanpa Mubazir Sintesis antara metodologi JIT dan etika Zuhud menghasilkan konsep logistik yang menyeluruh, di mana efisiensi teknis berjalan seiring dengan integritas spiritual. Sari dan Rahmawati . dalam penelitian mereka tentang keberlanjutan UMKM menemukan bahwa bisnis yang mengintegrasikan nilainilai religius memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap krisis, karena mereka tidak terjebak dalam perilaku konsumtif yang membebani neraca keuangan. Integrasi ini sejalan dengan temuan Mawar dan Sutoyo . tentang pentingnya kreativitas dan regulasi diri dalam mengelola tekanan pekerjaan. Dalam model "Logistik Tanpa Mubazir". JIT menyediakan kerangka kerja mekanis untuk mencapai zero inventory, sementara Zuhud memberikan dorongan moral untuk mempertahankan prinsip tersebut sebagai bentuk ibadah. Ini mencegah pelaku UMKM dari perilaku mubazir yang secara sosiologis merugikan keseimbangan pasar dan secara teologis dianggap tercela. Dengan demikian, model ini tidak hanya berfokus pada optimalisasi laba, tetapi juga pada A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). pencapaian keberkahan usaha melalui pengelolaan sumber daya yang amanah dan tepat guna. Sintesis antara metodologi JIT dan etika Zuhud melahirkan sebuah model baru yang disebut sebagai "Logistik Tanpa Mubazir". Model ini merupakan penggabungan antara presisi teknis dan integritas spiritual. Jika JIT konvensional berfokus pada efisiensi demi profitabilitas semata, model JIT berbasis Zuhud bergerak demi pencapaian Barakah . melalui penghindaran sifat Tabzir . Dalam model ini. JIT menyediakan "tubuh" berupa sistem operasional yang ramping . , sementara Zuhud menyediakan "ruh" berupa kesadaran Nur & Rahmawati . menunjukkan bahwa digitalisasi dapat membantu akurasi sistem tarik (JIT), namun tanpa etika Zuhud, pengusaha akan tetap cenderung menimbun barang karena rasa tidak aman . ear of scarcit. Sintesis ini bekerja dengan cara: Reduksi Ego dalam Pengadaan: Pengadaan barang tidak didasarkan pada ambisi penguasaan pasar, melainkan pada kejujuran kebutuhan riil (RealNeed Drive. Harmonisasi Rantai Pasok: Mengganti hubungan kompetitif dengan pemasok menjadi hubungan Ukhuwah, di mana transparansi informasi menjadi kunci utama untuk meniadakan stok cadangan yang mubazir. Optimalisasi Amanah: Setiap bahan baku yang masuk ke sistem JIT dipandang sebagai amanah Allah yang jika terbuang sia-sia akan dimintai Sebagaimana disitasi oleh Sari & Rahmawati . , keberlanjutan UMKM di masa sulit sangat ditentukan oleh kemampuannya mengelola sumber daya secara efisien namun tetap etis. Logistik tanpa mubazir bukan sekadar tentang kecepatan kirim, melainkan tentang ketepatan niat dan tindakan dalam menjaga setiap butir rezeki agar memberikan kemanfaatan yang utuh. Konsep "Logistik Tanpa Mubazir" berakar pada larangan tabzir . dalam Al-Qur'an: "Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan . secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudarasaudara syaitan. " (QS. Al-Isra: 26-. Selain itu, dalam hal manajemen stok. Rasulullah SAW menekankan pentingnya proporsionalitas yang sejalan dengan semangat JIT: "Makanlah, minumlah, bersedekahlah dan berpakaianlah tanpa berlebihan dan tanpa kesombongan. " (HR. Abu Daud & Ahma. Hal ini menjadi dasar bagi pelaku UMKM untuk memiliki sikap Qana'ah . erasa cuku. dalam pengadaan barang. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis untuk mengeksplorasi fenomena yang menghubungkan dimensi teknis-matematis sistem Just-In-Time (JIT) dengan kesadaran teologis etika Zuhud pada UMKM Muslim. Pemilihan lima unit UMKM sebagai subjek penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling. Ukuran sampel yang terbatas ini secara akademik dapat dibenarkan berdasarkan prinsip kedalaman data dalam studi kasus kualitatif, di mana fokus utama terletak pada kualitas informasi A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). dan kekayaan narasi, bukan pada generalisasi statistik. Kelima unit ini dipilih untuk mencerminkan keragaman karakteristik operasional, mulai dari sektor kuliner dengan barang mudah rusak hingga manufaktur frozen food yang menghadapi tantangan efisiensi energi, serta perdagangan umum yang berisiko tinggi terhadap dead stock. Data dikumpulkan melalui strategi multi-metode yang menggabungkan sumber primer dan sekunder untuk mencapai triangulasi data. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan untuk mengidentifikasi indikasi The Seven Wastes dan wawancara mendalam untuk memahami perubahan mentalitas pemilik Sebagai data pendukung, dilakukan mini survei terstruktur yang bertujuan sebagai instrumen pemetaan operasional awal. Meskipun melibatkan data numerik, mini survei ini tidak menjadikan penelitian sebagai paradigma mixedmethod yang kaku, tetapi berfungsi sebagai survei berbasis kualitatif untuk memperkuat konteks subjektivitas informan sebelum wawancara mendalam Salah satu instrumen khusus yang digunakan adalah Skor Kecemasan Stok dengan skala Likert 1-10. Instrumen ini bukan alat ukur statistik inferensial yang memerlukan validitas psikometri formal, melainkan alat bantu reflektif untuk mengubah persepsi subjektif pelaku usaha terkait perilaku hoarding menjadi narasi yang dapat dibandingkan. Peneliti berperan sebagai instrumen utama yang mengaitkan indikator teknis JIT, seperti perputaran persediaan, dengan nilai-nilai syariah seperti amanah dan kejujuran dalam pemenuhan kebutuhan. Proses analisis data berlangsung secara interaktif melalui tiga tahapan. Pertama, reduksi data dilakukan untuk fokus pada variabel kontrol internal berbasis Zuhud. Kedua, analisis komparatif dilakukan untuk membedakan pola logistik spekulatif (Just-In-Cas. dari model Pull System yang dipandu oleh nilai QanaAoah. Terakhir, melalui inferensi kreatif, peneliti mensintesiskan hubungan antara JIT dan Zuhud guna merumuskan model "Logistik Tanpa Mubazir" yang mengintegrasikan efisiensi modal dengan nilai keberkahan. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Temuan Empiris Kondisi Logistik UMKM Muslim Berdasarkan hasil observasi lapangan dan mini survei operasional, seluruh unit UMKM menunjukkan adanya permasalahan logistik yang berhubungan dengan pengadaan dan pengelolaan persediaan. Masalah utama yang ditemukan meliputi pemborosan bahan baku, penumpukan stok mati, serta pembengkakan biaya penyimpanan dan energi. Rumah Makan Padang dan usaha Roti & Kue menghadapi risiko pemborosan bahan baku basah dan kedaluwarsa akibat pembelian dalam jumlah Usaha Frozen Food mengalami penumpukan produk di freezer yang berdampak pada peningkatan biaya listrik. Sementara itu. Toko Bangunan dan Toko ATK menghadapi masalah dead stock dan kerusakan fisik persediaan akibat perputaran barang yang rendah. A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Tabel l. Hasil Mini Survei dan Observasi Kondisi Logistik UMKM Jenis usaha Masalah Logistik Utama . ata Perilaku Just In Case . entalitas Limbah sisa bahan . antan, sayur dl. Membeli besar demi diskon melihat kapasitas Roti & Kue Bahan . epung kedaluwarsa atau berkutu di gudang Menumpuk stok karena takut harga (Fear of Scarcit. Fozen Food Penumpukan produk di feezer kapasitas listrik & Memproduksi sebanyakbanyaknya tanpa data permintaan Toko Bangunan Stok mati . ead stoc. pada barang tren (Cat warna motif lam. Mengambil semua tawaran sales agar Aitoko paling lengkapAn Toko ATK Fotocopy Kerusakan kertas karena lembab dan tinta kering akibat jarang berputar Membeli kertas karton besar untuk murah per rim Rumah Padang Makan Transformasi JIT berbasis Zuhud (Model Bar. QanaAoah sesuai prediksi porsi riil harian Amanah stok : melihat bahan Allah yang tidak boleh disia-siakan Pull system : produksi hanya dilakukan saat stok di retailer mencapai titik Zuhud komersial variasi barang Ukhuwah Hubungan rutin distributor agar bisa kirim kecil tapi sering Estimasi Penurunan Waste 15% - 3% 10% - 2% 12% - 4% 20% - 5% 8% - 1% Sumber: Data Survey Peneliti, 2025 Tabel 1 menunjukkan bahwa permasalahan logistik utama pada berbagai jenis usaha UMKM tidak semata-mata bersumber dari keterbatasan teknis, tetapi kuat dipengaruhi oleh mentalitas just in case yang mendorong penumpukan stok Pola lama ini umumnya didasari oleh ketakutan akan kelangkaan, fluktuasi harga, atau dorongan citra usaha, yang pada akhirnya menghasilkan pemborosan bahan baku, energi, dan modal kerja. Transformasi menuju model JIT berbasis nilai Zuhud terbukti mampu menekan tingkat waste secara signifikan di seluruh sektor. Pendekatan seperti qanaAoah operasional, amanah stok, pull system, dan zuhud komersial menggeser orientasi usaha dari spekulasi menuju kecukupan berbasis kebutuhan riil. Dampaknya terlihat nyata, dengan penurunan pemborosan rata-rata dari kisaran 8Ae20% menjadi hanya 1Ae5%. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi efisiensi logistik modern dan etika spiritual Islam tidak hanya meningkatkan kinerja operasional UMKM, tetapi juga membentuk A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). perilaku bisnis yang lebih disiplin, berkelanjutan, dan selaras dengan prinsip keberkahan ekonomi. Perubahan Kinerja Logistik UMKM Setelah dilakukan penyesuaian pola pengadaan berbasis kebutuhan aktual, data lapangan menunjukkan adanya perbaikan kinerja logistik pada seluruh unit Rumah Makan Padang mencatat penurunan tingkat pemborosan bahan baku dari sekitar 15% menjadi 3%. Usaha Frozen Food mengalami pengurangan biaya listrik sebesar 20Ae25% akibat berkurangnya volume stok di freezer. Pada sektor perdagangan, yaitu Toko Bangunan dan Toko ATK, pengurangan stok tidak bergerak berdampak pada peningkatan perputaran modal hingga 40%. Selain itu, skor kecemasan stok yang diukur melalui mini survei menunjukkan penurunan pada sebagian besar responden. Tabel 2. Matriks Hasil Mini Survei Operasional dan Perilaku Logistik UMKM Jenis Usaha Pola Pengadaan Dominan Masalah Utama (Mubazi. Spekulatif (Beli banyak saat Roti & Kue Penimbunan (Hoardin. Frozen Food Produksi Massal (Push Syste. Toko Bangunan Berbasis Gengsi Variasi Toko ATK Pembelian grosir tak terencana Sumber: Data Survey Peneliti, 2025 15% bahan busuk/dibuang Rumah makan Padang 10% stok Pemborosan energi . Dead stok arang lam. Kerusakan fisik Dampak Finansial & Operasional Kerugian margin Skor Kecemasan Stok . Modal mati di Biaya overhead bengkak 20% Likuiditas macet Penurunan nilai Tabel 2 menunjukkan bahwa pola pengadaan dominan pada UMKM masih cenderung bersifat spekulatif dan berorientasi pada penumpukan stok, yang berujung pada praktik mubazir baik dalam bentuk bahan rusak, stok kedaluwarsa, maupun dead Masalah ini tidak hanya berdampak pada pemborosan fisik, tetapi juga menimbulkan konsekuensi finansial serius seperti penurunan margin harian, pembengkakan biaya overhead hingga 20%, serta terhambatnya likuiditas usaha. Skor kecemasan stok yang relatif tinggi, khususnya pada toko bangunan . dan rumah makan Padang . , mengindikasikan bahwa keputusan pengadaan lebih banyak didorong oleh ketakutan akan kekurangan atau kehilangan peluang pasar dibandingkan oleh perhitungan permintaan riil. Sebaliknya, usaha dengan skor kecemasan lebih rendah cenderung mengalami dampak pemborosan yang lebih terkendali. 2 Pembahasan Analisis Temuan Logistik UMKM dalam Perspektif Just-InTime Temuan empiris menunjukkan bahwa mayoritas UMKM masih menggunakan pola pengadaan berbasis Just-In-Case, ditandai dengan pembelian persediaan dalam jumlah besar untuk mengantisipasi ketidakpastian pasokan. Pola A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). ini sejalan dengan temuan Pratama et al. yang menyatakan bahwa UMKM cenderung menumpuk stok akibat keterbatasan perencanaan permintaan. Penerapan prinsip Just-In-Time melalui sistem tarik . ull syste. terbukti mampu menurunkan pemborosan dan meningkatkan efisiensi operasional, khususnya pada UMKM dengan karakteristik produk mudah rusak dan biaya penyimpanan tinggi. Etika Zuhud sebagai Kontrol Internal Pengelolaan Persediaan Dalam perspektif manajemen bisnis Islam, perubahan perilaku logistik tidak hanya dipengaruhi oleh aspek teknis, tetapi juga oleh kesadaran nilai. Etika Zuhud dan sikap qanaAoah berperan sebagai kontrol internal yang menahan kecenderungan penimbunan stok berlebih. Hasil wawancara menunjukkan bahwa pengusaha mulai memandang persediaan bukan sekadar aset ekonomi, tetapi sebagai amanah yang harus dikelola secara bertanggung jawab. Temuan ini sejalan dengan Ali dan Al-Owaihan . serta Beekun . yang menegaskan bahwa nilai kerja Islam dapat memperkuat disiplin dan kinerja organisasi. Sintesis Just-In-Time dan Zuhud: Model Logistik Tanpa Mubazir Integrasi prinsip Just-In-Time dan etika Zuhud menghasilkan model AiLogistik Tanpa MubazirAn, di mana efisiensi teknis berjalan beriringan dengan kontrol moral. JIT berfungsi sebagai kerangka operasional untuk mengatur aliran persediaan secara tepat waktu, sementara Zuhud menjadi landasan etis yang mengarahkan pengambilan keputusan agar tidak bersifat spekulatif. Model ini tidak hanya berdampak pada penurunan pemborosan dan peningkatan perputaran modal, tetapi juga memperkuat keberlanjutan UMKM melalui pengelolaan sumber daya yang lebih proporsional dan bertanggung jawab. KESIMPULAN Penelitian ini memperkenalkan paradigma AiLogistik Tanpa PemborosanAn, yang mengintegrasikan sistem Just-In-Time (JIT) dengan nilai spiritual Zuhud untuk mengatasi inefisiensi logistik pada UMKM Muslim. Hambatan utama logistik diidentifikasi berasal dari mentalitas just-in-case yang mendorong penumpukan stok berlebih, yang dalam perspektif ekonomi Islam dipandang sebagai manifestasi wahn dan berujung pada tabzir. Dalam model ini. JIT berperan sebagai kerangka teknis pengendalian limbah, sementara etika Zuhud berfungsi sebagai kontrol internal melalui sikap qanaAoah, sehingga pengelolaan stok dipahami sebagai amanah yang harus dioptimalkan. Implementasi model ini terbukti menurunkan pemborosan bahan baku sektor kuliner dari 15% menjadi 3%, menghemat biaya listrik hingga 25% pada sektor makanan beku, serta meningkatkan perputaran modal perdagangan sebesar Sinergi efisiensi operasional dan integritas spiritual tersebut menciptakan kinerja bisnis yang berkelanjutan, menguntungkan secara finansial, dan bernilai Namun, penelitian ini masih terbatas pada UMKM mikro dan kecil dengan rantai pasok sederhana. Penelitian lanjutan disarankan untuk menguji penerapan pada skala yang lebih luas serta memanfaatkan teknologi digital, seperti AI, guna mendukung pengendalian stok berbasis nilai Zuhud dalam jangka A 2026 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). DAFTAR PUSTAKA